Tittle : De Javu
Cast : Siwon X Kyuhyun
Genre : Romance
Warning : Author udah mencoba yang terbaik buat FF ini, semoga hasilnya menghibur
Summary : Hujan membawa Siwon pada Kyuhyun. Akankah hujan juga membawa akhir yang bahagia untuk keduanya?
.
.
Happy Reading :)
.
.
Flashback
Kyuhyun tidak pernah menyangka, di usianya yang tepat menginjak angka tujuh belas, ia mendapatkan seorang saudara baru. Bukan –bukan saudara satu darah. Ibunya meninggal ketika umurnya tiga tahun –itu yang selalu ayahnya katakan. Dan ia adalah anak tunggal hingga usianya genap tujuh belas hari ini. Jadi tidak mungkin ia memiliki saudara kandung.
Saat itu rintik-rintik air turun dari langit. Kyuhyun menghela nafasnya entah untuk yang keberapa kali. Ia sedang menunggu. Dan ia tidak suka menunggu. Menunggu membuatnya bosan, tidak bisa melakukan apapun karena pusat pikirannya hanya tertuju pada sesuatu yang ia tunggu. Menunggu membuatnya lelah, tidak tahu kapan sesuatu yang ia tunggu datang dan berhenti membuatnya menunggu.
Tapi hari ini berbeda, ia tidak keberatan menunggu. Bahkan tak ada satu umpatan pun yang keluar dari mulutnya walau ia telah menghabiskan dua jam waktunya hanya untuk duduk dan menopangkan dagunya pada tepian meja. Sesekali senandung lagu anak-anak terlontar dari bibirnya yang pucat. Ia hanya sedang bahagia hari ini.
'CKLEK'
"Appa!"
Segera Kyuhyun berjalan menghampiri seorang laki-laki yang sedang berdiri di depan pintu –menepuk sebagian mantelnya yang basah. Sedikit berlari karena ia ingin memeluk laki-laki yang terlalu sibuk itu hingga jarang meluangkan waktu untuknya.
"Appa, aku merindukanmu." Kyuhyun berucap sembari mengeratkan pelukannya pada Cho Kiho –appa Kyuhyun. Untuk alasan inilah Kyuhyun bersedia menunggu, ia hanya ingin bertemu dengan sosok appa yang selalu dirinduinya itu.
"Nado Kyu. Appa juga merindukanmu. Sangeil Chukkae uri Kyunnie" balas Cho Kiho. Ia mengusak rambut Kyuhyun sayang.
"Gomawo, appa. Aku menyayangimu." Kyuhyun tersenyum. Ia mengerjapkan matanya yang sedikit berair. Appanya mengucapkan selamat ulang tahun padanya secara langsung, bukan melalui pesan singkat seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal itu membuat hatinya menghangat.
"Ekhm– Kyu, appa ingin mengenalkanmu pada seseorang." Ucap Cho Kiho yang membuat Kyuhyun mengernyit bingung.
"Ji-eun, ini Kyuhyun Putraku. Kyu, ini Ji-eun"
Kyuhyun melepaskan pelukannya tak rela. Ia mengikuti arah pandang appanya dan mendapati seorang wanita cantik berdiri tak jauh dari mereka.
"Anyyeong Kyunnie, Ji-eun imnida."
"Kyu, mulai sekarang Ji-Eun akan menjadi ibu barumu. Mianhae, appa tidak memberitahumu sebelumnya"
Kyuhyun menatap seorang wanita cantik yang kini berjalan kearahnya. Wanita itu berhenti tepat didepannya lalu mengulurkan tangan. Kyuhyun tak bergeming, tangannya tetap terkepal di samping tubuhnya. Ia mengeja dalam hati setiap kata yang appanya katakan.
'Ibu'
'Ibu'
"Kyu..." Cho Kiho mulai gelisah saat melihat Kyuhyun masih saja diam tak memberi respon. Sedangkan Ji-Eun menurunkan tangannya, wanita itu menggigit bibirnya tak kalah resah.
Dengan gemetar Kyuhyun mendekati wanita yang baru saja ia ketahui menjadi Ibu barunya. Bibirnya bergetar menahan semua gejolak bahagia yang terasa mendesak di dadanya
"Ibu..." lirih Kyuhyun. Satu tetes air mata lolos dari irisnya. Dengan segera Kyuhyun memerangkapkan diri pada wanita di depannya. Terisak dalam pelukan hangat ibu barunya. Ji-Eun terkejut, begitu pula dengan appa Kyuhyun. Namun keduanya seakan-akan mengerti perasaan Kyuhyun. Hingga senyum kecil terulas dari bibir keduanya.
"Ne, aku Ibumu, Kyu. Ibu Cho Kyuhyun." Ji-eun berucap pelan. Bagaimanapun juga ia mengerti perasaan Kyuhyun. Pasti tidaklah mudah bagi Kyuhyun tumbuh tanpa kehadiran seorang Ibu. Terlebih lagi Cho Kiho sangatlah sibuk.
"Ibu... Ibu..." racau Kyuhyun. Ia semakin mengeratkan pelukannya pada Ji-Eun. Ia takut saat ia melepaskan pelukannya maka Ibunya juga turut menghilang. Kyuhyun takut jika semua ini hanyalah fantasi liarnya. Ji-Eun ragu-ragu menggerakkan tangannya, mengusap punggung Kyuhyun sayang dan kembali mengucapkan kata-kata yang sama. Menegaskan bahwa ia adalah ibu Kyuhyun dan itu cukup membuat tangis Kyuhyun mereda. Perlahan Kyuhyun melepaskan pelukannya dan tersenyum tulus. Senyum yang indah menurut Ji-Eun.
Cho Kiho tersenyum haru melihat pemandangan keduanya, ia bahagia Kyuhyun mau menerima Ji-Eun sebagai Ibu barunya. Dan ia semakin percaya bahwa wanita yang kini tengah memeluk putranya adalah malaikat yang dikirim Tuhan untuk menggantikan istrinya yang telah meninggal. Laki-laki itu mengusap ujung matanya yang berair.
Cho Kiho tersentak saat melihat sosok namja yang basah kuyup tengah berdiri di belakangnya. "Kibum –ah. Kemarilah. Kau kemana saja sampai basah kuyup seperti itu." Cho Kiho berjalan mendekati namja yang dipanggil Kibum itu lalu merangkulnya.
"Kyuhyun –ah. Kenalkan, ini Kibum putra Ji-Eun. Dia hyung-mu"
Kyuhyun menatap namja yang berdiri disamping appanya. Ia tidak bisa melihat dengan jelas wajah namja yang menjadi hyung barunya itu. Air hujan membuat sebagian rambutnya menutupi wajahnya.
"Kyuhyun imnida." Dengan ragu Kyuhyun berjalan mendekat ke arah namja yang tetap diam tak bergerak. Ia berhenti tepat dihadapannya dan bisa melihat otot-otot milik namja itu tercetak jelas dibalik bajunya yang basah kuyup. Kyuhyun menundukkan kepalanya, entah kenapa ia merasa malu.
"Kibum. Kim Kibum"
Kyuhyun memberanikan diri untuk mendongakkan kepala saat suara dingin milik sosok didepannya menyapu indra pendengarnya. Onyx coklatnya beradu dengan arang hitam yang terlihat dingin namun berbanding terbalik dengan tatapannya yang mengiba.
"Senang berkenalan denganmu–
Kyu"
Dan untuk pertama kalinya dalam hidup seorang Cho Kyuhyun, ia merasakan debaran aneh yang menyerang iga kempatnya hingga membuatnya kesulitan bernafas.
.
.
De Javu
.
.
Siwon panik. Pemuda tadi melompat dari gedung ini tanpa menghiraukannya. Dalam sekejap ia bisa mendengar suara dentuman keras dibawah sana. Ia tahu, suara itu pastilah peraduan tubuh dengan aspal jalan raya. Siwon menutup telinganya erat-erat. Ia tidak ingin mendengar suara ini lagi, ia sungguh membencinya. Rasanya seperti de javu dalam hujan. Ia merutuk dalam hati kenapa lagi-lagi Tuhan memberinya sebuah kutukan –menemui seseorang yang mengakhiri hidupnya seperti ini tanpa ia bisa mencegahnya. Itu semua membuatnya gila.
Siwon memberanikan diri melihat ke bawah. Orang-orang berkerumun dengan tatapan panik menatap pemuda yang entah masih bernyawa itu atau tidak. Tergesa, Siwon berlari menuju lantai dasar dan menelpon ambulance. Ia berbicara dengan suara yang bergetar namun masih bisa dipahami oleh sambungan di seberang. Pemuda berlesung pipi itu melangkahkan kakinya menuju kerumunan orang-orang dan berhenti untuk berjongkok, didekatkan telunjuknya pada hidung pemuda tadi namun ia semakin gemetar saat mengetahui tidak ada satu helaan nafas pun yang keluar dari hidung yang penuh darah itu.
'Tidak! Kumohon! Jangan mati.'
.
.
De Javu
.
.
Mianhaeeeee
Mianhae karena update yang bener-bener lama sampe-sampe ini FF jamuran. Hiks hiks, salahkan sistem perkuliahanku yang maksa kerja rodi buat belajar sampe-sampe nelantarin FF ini. Aku ndak janji chapter depan bisa update cepet, soalnya bulan ini sampe bulan depan aku praktek di rumah sakit. Hiks hiks, tapi aku usahain buat tetep update walopun waktunya ndak tentu.
.
Jadi adakah yang bingung dengan chapter ini?
Semoga reader ndak bingung yaaaa...
.
Dan mungkin ada yang bertanya-tanya, kok ada Kibum juga disitu? Well, aku itu wonkyu shipper juga Kihyun shipper. Jadi setiap aku bikin cerita tentang Kyuhyun, tiga nama itu pasti nongol jadi cast cerita''ku. Ada yang penasaran sama hubungan Kyuhyun dan Kibum disitu? Ditunggu aja ne lanjutannya. Hohoho
.
Oh ya, makasih ya yang sudah review, follow ato favorite. #Bungkuk bungkuk 90 derajat :D
Semoga menghibur.
Jangan lupa buat review yaaaaaaa
Have a nice day~~~~ muah
