"Tingtong!"

"Sebentar!"

Jimin berteriak dari kamarnya dan berjalan untuk membuka pintu apartemennya. Namun saat ia membukanya, seperti kejadian sebulan terakhir ini, tidak ada orang

Jimin mendengus. Ini bisa jadi perbuatan anak di sebelah apartment nya yang sangat usil itu. Lihat saja, akan ia adukan besok, Sungutnya.

Namun ekor mata sipitnya itu tanpa sengaja menangkap sesuatu berwarna biru langit di lantai. Dengan penasaran, ia mengambilnya san menggumam.

"Amplop lagi? Kemarin di tasku. Sekarang di rumahku? Wow apa ini karena aku sangat tampan?" Jimin menggumam sambil memasuki apartment nya lagi dan menutup pintunya.

Dan seseorang yang bersembunyi di balik pintu bagian luar apartment jimin itu hanya bisa menarik nafas lega sambil mengatur rona merah di pipinya.

,,,,,

Jimin duduk di sofa apartment nya sambil membuka amplop biru cerah itu. Ia mengerutkan kening bingung karena di amplop itu terdapat fotonya ketika berlatih dance. Di ambil dari samping dan memperlihatkan jimin yang sedang berkeringat dan melakukan waving. Lalu ada tulisan di balik foto itu

"You're a good dancer. Fighting!"

Jimin tertawa sambil membaca tulisan itu . Lucu sekali mengirimi orang yg kau suka fotonya sendiri. Jimin segera bangkit dari sofa dan mencari kotak istimewa nya. Kotak dari kaca tempat nya menyimpan beberapa amplop dengan warna cerah dan berisi fotonya dengan note penyemangat di baliknya.

Jimin tertawa lagi. "Pasti pengirim ini sangat memperhatikan ku. Ahh aku sedikit berharap itu yoongi hyung" ia mendesah kecewa. Yoongi saja menghindarinya ketika mereka bertemu. Mana mungkin yoongi menyukainya?

"Sudah pukul 6 sore! Yoongi hyung akan bekerja. Aku akan ke cafe nya hahahaha. Tunggu aku sugar ku~ " dendang jimin sambil berlari ke arah kamarnya untuk berganti pakaian.

,,,

Yoongi sudah bersiap di mesin kasir dengan seragam cafe nya. Ia menghirup nafas dalam dalam. Aah iya suka bau roti disini. Salah satu alasannya bekerja disini adalah aroma harum roti nya.

"Selamat datang tuan~" Yoongi akan menyapa dan menunjukkan gummy smile nya yang manis itu pada setiap pengunjung yang datang karena letak kasir memang di dekat pintu masuk.

"Yoongi-ah! Senyum mu manis sekali! Pengunjung semakin banyak gara gara kau ah aku mencintaimu!" Manager ahjumma itu memeluknya erat hingga yoongi merssa tulang nya akan remuk seketika.

"Kalau begitu naik kan gajiku ahjumma~" rengek yoongi dengan puppy eyesnya.

"Jangan lakukan itu ahjumma! Aku pun manis! Untuk ku saja!" Sahut taehyung dari seberang ruangan karena sebenar lagi shift selesai.

Yoongi mendengus "berhentilah merebut milik ku taetae"

Taehyung tertawa "maafkan aku noona hahahahaha"

"Yak! Aku namja!" Yoongi tidak terima ia disebut noona. Ia kan manly dan swag huh.

"Sudah sudah! Kembali bekerja!" Ahjumma memberi perintah. Sedangkan yoongi dan taehyung hanya tertawa.

"Baby!"

Taehyung berjengit ketika sepasng lengan melingkari pinggang rampingnya. Ia menoleh dan menemukan kekasih kudanya, hoseok, memeluknya.

"Hyung berhentilah melakukan itu" sungutnya. Ia berbalik untuk menghadap hoseok namun kaget melihat sesosok pendek di belakang hoseok dan menggenakan tudung dan kacamata.

"Siapa dia?" Tanya Taehyung heran. Hoseok hanya tertawa.

"Jangan pikirkan dia. Buatkan saja dia cappuccino dan kita akan pulang" ujar hoseok

Meski dengan alis berkerut, Taehyung tetap kedapur dan membuatkan pria asing itu pesanan hoseok dan menaruhnya di meja luar karena pria aneh itu duduk di luar cafe. Padahal udara sedang dingin. Dan makhluk mana yang memakai kacamata hitam pukul 06.00 pm ketika matahari akan terbenam?

Pria aneh itu tak berucap apa apa saat Taehyung memberi cappuccino nya bahkan ketika hoseok berpamitan padnya akan pulang dengan taehyung. Ia hanya memandang ke dalam cafe dari balik kacamata hitam nya. Ke arah yoongi yang tersenyum manis pada pelanggannya.

,,,,

Yoongi menatap aneh sekelilingnya. Seperti ada yang sedang memperhatikannya. Tapi ia tidak tau siapa.

"Ada apa hyung?" Namjoon yang sedang membersihkan meja pelanggan menatap heran pada yoongi yang sedari tadi menoleh kanan kiri tak bisa diam.

"Ada yang memperhatikanku" ucapnya singkat yang sukses membuat namjoon kembali mengerutkan keningnya.

Namjoon melihat sekeliling. Ada beberapa pengunjung disana. "Ya mungkin pengunjung. Wajarlah karena wajahmu memang manis hyung"

Yoongi memutar bola matanya malas. "Hentikan itu namjoon. Aku akan mengganti pakaianku dan segera pulang. Sebentar lagi seokjin hyung datang"

,,,

Jimin melihat yoongi berjalan ke luar cafe nya. Ia segera bersembunyi di balik tiang lampu jalan yang agak sepi. Menatap malaikatnya dalam diam.

"Huft..." yoongi mengusapkan tangan ke pipinya. Dingin sekali malam ini. Batinnya.

Jimin yang melihat itu hanya tersenyum. Lihatlah. Yoongi begitu manis tenggelam dalam jaket dan syal nya berjalan seorang diri di bawah cahaya bulan.

Yoongi berbalik ketika merasa seseorang mengikutinya. Dan jimin dengan refleks menyembunyikan diri di balik pohon disana. Ini yang dia lakukan hampir setiap malam. Menjaga malaikat manisnya yang berjalan seorang diri di jalanan sepi.

Ia mendengar dengusan pelan yoongi. Meski yoongi terlihat galak di kampus, tapi jimin tau bahwa sunbaenya itu berhati lembut. Ia pernah melihat yoongi menolong kucing kecil yang terluka, memberi burung burung di taman kampusnya makan, dan hal hal manis lain.

Ia berdiri agak jauh ketika mereka sampai di stasiun kereta. Ia tau yoongi akan pulang menaiki kereta malam. Dan ia akan pulang setelah memastikan yoongi masuk kereta dengan aman.

Hal itu yang telah di lakukannya setiap malam semenjak ia mengenal yoongi. Menjaga malaikat kecilnya...

,,,

"Park! Ayo segera ganti baju mu! Kita akan segera bertanding! " Bobby menatap jimin kesal. Sebentar lagi mereka akan bertanding futsal dan jimin masih asyik dengan salah satu hoobae mereka, jeon jungkook.

"Yaya! Aku kesana!" Jimin bangkit dan mengusak surai cokat jungkook.

"Yo jimin! Apakah itu pacar baru mu? Woah jikook couple! Hahahahaha" Woohyun, sunbae mereka ikut menyeletuk. Jimin hanya tertawa.

Hoseok dan taehyung mendekati jimin "park, apakah kau bersama jungkook?" Taehyung bertanya mendesak. Jimin sekali lagi hanya tertawa.

"Jawab jim. Apakah kau menyukainya?" Kali ini hoseok yang bertanya sedikit keras.

Jimin memandang mereka aneh. "Kalian kenapa? Memangnya kenapa? Jungkook baik kan?" Jimin menoleh pada jungkook dan menatap jungkook yang tertawa pada sesuatu di ponselnya. Setelah itu jimin hanya menepuk bahu hoseok dan taehyung dan berlalu untuk bergabung dengan tim futsal nya.

"Ayo hyung!" Jimin meneriaki hoseok karena permainan akan dimulai.

Setelah hoseok berlalu menyusul jimin, taehyung berjalan ke sudut ruangan. Ke seseorang yang duduk di pojok, memakai hoodie, dan sedari tadi memperhatikan mereka dengan mata memerah. Taehyung hanya bisa mendesah pelan dan menepuk punggungnya...

TBC ?

Haiiii ^^ aku lagi kebanjiran ide jdi aku apdet sebelum lupa/? Aku ngerasa ini kecepetan. Iya ngga sih? Maafkan typo dan kegajeannya :') makasih yang udh mau review fav atau follow :* saranghaeee~ /cium yoongi /digampar