~"Time To Love"~
Chapter 2
Sekuel "You Belong With Me"
by; Ryuki Lollypopz
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair : SasuNaru! XD
Genre : Romance
Rated : T
Warning : ==" euumm~ ano,, ituh... eumm,,(?) *garuk2 kepala*
Lets Read! XD
Selagi menunggu Naruto, Sasuke pun duduk di ruang tamu sambil sedikit merapikan jaket hitamnya. Dalam hati ia telah menilai penampilannya saat ini sudah cukup siap untuk kegiatan selanjutnya. Ia mengenakan Jaket hitam yang terbuka dan juga kaos putih yang bertuliskan-, entahlah, tulisannya juga tak cukup jelas untuk dibaca –lupakan-. Celana jeans hitam yang berbentuk pensil namun tidak terlalu ketat. Ditambah sepatu putih dan tas selempang kecil miliknya. Jangankan dirinya, orang lain pun akan ber'wow'-ria jika melihat penampilannya sekarang ini. Takjub? tentu saja. Bukan Uchiha namanya jika tidak bisa membuat semua orang takjub padanya.
"Teme?" panggil seseorang dari arah tangga sambil menatap Sasuke heran. Siapa lagi kalau bukan si Dobe.
"hn?" Sasuke menoleh ke arah asal suara.
"Sejak kapan kau ganti baju?" tanya Naruto yang masih berdiri terpaku menatap penampilan Sasuke yang 'wow'. Sangat berbeda sekali dengan penampilannya yang dulu ketika ia akan berkencan dengan Sakura, mantannya –tapi Sasuke tak mau mengakui Sakura mantan atau bekas pacarnya, heah, sudah ia lupakan-.
"Aku tadi pulang sebentar" jawabnya singkat lalu berdiri dan melangkah menuju pintu.
"Se-secepat itu?" tanya Naruto lagi dengan mata yang mengekor setiap gerakan Sasuke.
"hn" hanya itu balasan Sasuke yang mulai kesal ditanya bertubi-tubi.
"Tapi kan ak-"
"Dobe, jadi atau tidak? Jika kau bertanya lagi, lebih baik aku pulang!" potong Sasuke dingin dengan nada yang meninggi. Naruto bergidik melihat kekasihnya yang mulai marah itu dan langsung berlari menghampiri Sasuke yang sudah keluar duluan.
"ck, Teme~ maaf" ucap Naruto memelas dihadapan Sasuke yang sudah ia cegat barusan.
"hn" jawab Sasuke seperti biasa dengan emosi yang sudah mulai membaik.
"Kau seperti anak kecil saja" tawa kecil Naruto menyusul setelah mengucapkan hal barusan, yang tentunya langsung membuat Sasuke kembali kesal. Naruto pun kini menyusul kekasihnya yang sudah duluan masuk ke dalam mobilnya, mobil sport yang berwarnakan hitam kelam. Ini mobil Sasuke.
"Eh?" Naruto baru sadar.
"apa?" tanya Sasuke dengan mimik santai.
"mobil baru? Wow!" Naruto hanya bisa ber'wow'ria saat ia telah duduk manis disamping tempat kemudi yang diduduki Sasuke.
"Pemberian dari tou-san" jawab Sasuke singkat sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Wow! dengan penampilanmu dan mobilmu yang baru ini, kau terlihat keren sekali!" puji Naruto yang teramat terpukau pada Sasuke.
"Kau bilang aku apa?" tanya Sasuke sekali lagi, mencoba meyakinkan kalau pendengarannya tidak salah.
"Eh, ke-keren" jawab Naruto yang malah mendadak gugup, membuat seringai tak jelas muncul di wajah Sasuke.
"Bisa kau ulang sekali lagi?" tawar Sasuke dengan senyum jahilnya yang membuat Naruto bergidik. Namun tiba-tiba saja Sasuke mendekatkan wajahnya ke arah Naruto. Membuat posisi Naruto tak nyaman seketika tentunya.
"Sas-.." Naruto tidak bisa berkata apa-apa lagi. Bahkan ia sudah siap dengan kejadian selanjutnya dan langsung menutup mata.
-srek srek-
Naruto tak merasakan apa-apa di bagian wajahnya, apalagi bibirnya. Namun ia merasa kalau Sasuke sedang..
"Kerah bajumu kurang rapi, Dobe. Huh, kau itu yang anak kecil, bukan aku," ucap Sasuke dengan seringainya sambil merapikan kerah kemeja kotak-kotak biru cerah berlengan panjang –namun dilipat sampai siku di kedua lengannya- yang dikenakan Naruto saat ini. Setelah selesai merapikan, Sasukepun kembali menyamankan posisinya seperti semula. Dan meninggalkan Naruto yang wajahnya sedikit merona karena salah paham. "Kenapa wajahmu memerah, Dobe? Kau mau ku cium? hn?" tawar Sasuke blak-blakan dengan seringai jahilnya.
"Baka TEME!" teriak Naruto sambil memalingkan wajahnya kearah jendela mobil yang ada di samping kirinya, dan tentunya juga dengan wajah kesal. Sasukepun hanya mendengus geli dan mulai menjalankan mobilnya.
"Tapi kalau kau memang mau, tak usah malu-malu, Dobe," celetuk Sasuke dengan menahan tawanya.
-PLAK- *pukulan manis dari Dobe untuk Teme tercinta*
.
.
.
-10.49-
* taman pinggir kota –posisi mereka tepat dipinggir danau-*
-syuut-
Naruto mencoba meniupkan gelembung cairnya menjadi bola gelembung yang lebih besar dari sebelumnya. Kakinya yang tadi asyik ia goyangkan agar bisa menggerakkan ayunan yang ia duduki pun terhenti. Sepertinya ia benar-benar fokus dengan bola gelembungnya yang kali ini.
-syuuuut-
Sasuke yang tadinya asyik mendengarkan mp3 lewat headsetnya pun kini jadi ikut serius menatap bola gelembung yang sedang dibuat Naruto. Hentakan kakinyapun ikut terhenti. Sepasang ayunan itupun akhirnya terdiam.
-syuuuuuut-
Tiga perempat nafasnya telah ia kerahkan hanya untuk meniup sebuah bola gelembung yang masih dalam proses tersebut. Pipinya yang tadi berisi pasokan oksigennya yang banyakpun telah mengempis. Dan sisa tiupan terakhir, ia pun akan langsung menerbangkan bola gelembung yang besarnya hampir menutupi wajahnya. Dan tiupan terkhirpun ia luncurkan.
-syuuuuuuuuut~ pow-
"Berhasil!" ucap mereka bersamaan. Narutopun menatap berseri-seri bola gelembung hasil karyanya. Sesegera ia merogoh Hpnya yang tersimpan didalam kantung celananya untuk mengabadikan bola gelembungnya dengan difoto. Bola gelembungnnyapun hanya melayang bebas didepan wajah Naruto.
-syuuuut~ splash-
Baru saja Naruto ingin menekan tombol diHpnya untuk mengambil foto. Naasnya, bola gelembungnya lenyap. Pecah. Lenyap. Dan- Hilang.
"AArgh?" Naruto menatap geram sebuah benda yang terjatuh didekat kakinya. Sebuah busur mainan. Busur mainan yang melesat kencang barusan, dan melenyapkan bola gelembungnya.
"Ah? Ini dia!" Seorang bocah kecil kira-kira berumuran 4 tahun berlutut dihadapan Naruto hanya untuk mengambil busur milik'nya' dan tanpa kata 'maaf' atau sejenisnya teruntuk Naruto, anak itupun langsung melesat pergi. Sasuke bergidik melihat air muka Naruto yang berubah kelam.
-hening-
Tak ada suara geraman atau sejenisnya yang terlontar dari pita suara Naruto, membuat Sasuke heran dan langsung menatap Dobenya yang sedang tertunduk lesu. Dan terlihat, ada bulir kristal yang meluncur bebas dipipinya.
"Naru? Kau... menangis?" tanya Sasuke pelan dan penuh perhatian. Barulah setelah itu terdengar isak tangis Naruto. Sasukepun langsung mendekap Naruto walaupun cukup sulit karena berada di ayunan.
-hening-
Tiba-tiba saja Naruto berhenti menangis. Ia mengusap air matanya dengan punggung tangannya.
"Buatkan aku gelembung seperti yang tadi!" ucapnya serius sambil menatap lekat wajah Sasuke. Sasuke? Kesal? Tentu! Merasa ditipu? Benar juga! Tapi daripada harus melihat Naruto menangis, akhirnya ia pun rela mencoba membuatkannya. Jadi, bisa dibayangkan saja bagaimana sikap Naruto tadi saat meniup gelembung kini tergantikan oleh Sasuke.
"ukh, sial" gumamnya dengan wajah yang dihiasi rona merah. Terakhir kali ia meniup gelembung cair kira-kira saat ia TK. Dan seorang Uzumaki Naruto, memaksanya bernostalgia.
.
.
.
Mereka ke taman hanya untuk menunggu bioskop tujuan mereka berikutnya buka. Lagipula taman yang mereka datangi juga berbeda dengan taman yang lainnya. Taman tersebut berada di pinggiran kota. Cukup sepi karena jaraknya yang cukup jauh dari pusat kota. Namun padahal, pemandangan yang disediakan amatlah indah. Apalagi dengan sebuah danau yang cukup luas dan banyaknya pepohonan. Heah, ternyata Sasuke bisa juga memilih tempat kencan yang bagus.
.
-11.26-
"Sepertinya sudah buka. Ayo berangkat," ajak Sasuke sambil meraih tangan Naruto dan menggenggamnya erat. Merekapun berjalan beriringan menuju mobil Sasuke.
-12.03-
Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Merekapun langsung melihat-lihat film apa saja yang akan diputar hari itu.
"Romance?" tanya Sasuke pada Naruto yang menatap layar LCD yang memperlihatkan film-film beserta jadwal yang akan diputar hari itu.
"umm.." Naruto menggeleng.
"Horor?" tanya Sasuke lagi sambil bergumam pelan membaca judul-judul filmnya.
"umm.." Naruto menggeleng lagi.
"ck, yasudah. Action!" ucap Sasuke dan langsung ke tempat pembelian tiket tanpa memperdulikan Naruto yang ingin protes.
"Ekh? Teme~ aku kan belum menyetujuinya! ck," ucap Naruto tak suka dengan wajah cemberut.
Tidak butuh waktu yang lama untuk Sasuke mendapatkan 2 tiket. Mungkin karena baru buka, Bioskopnya masih lumayan sepi.
"Filmnya diputar jam 1," ucap Sasuke sambil menyelipkan kedua tiket yang dibelinya ke dalam tasnya.
"Heh, Teme! Aku kan tak terlalu suka film action!" sahut Naruto dengan wajah cemberut.
"Ck, kau pasti akan suka nanti" jawab Sasuke santai sambil meraih tangan Naruto dan menggandengnya menuju tempat penjual popcorn. Narutopun hanya bisa menggembungkan pipinya karena kesal.
.
"Eh? Naruto? Sasuke juga!" mereka yang merasa namanya dipanggilpun langsung menoleh ke sumber suara.
"Neji?" tukas Sasuke tak percaya pada sosok yang dilihatnya. Neji, teman satu kelas juga satu tim basket yang ia ketuai. Neji hanya terkekeh dan langsung mendekat pada Naruto dan Sasuke.
"Kalau kau ada, berarti Gaara juga?" tanya Naruto antusias dan langsung dibalas anggukan kepala oleh Neji. Gaara, teman mereka yang satu klub musik dengan Naruto, sobat Naruto sejak kecil, dan pastinya kekasih Neji.
"Mana dia?" tambahnya lagi dengan sangat bersemangat sambil celingak celinguk ke segela arah. Namun sepertinya ada yang tak suka dengan kehadiran Neji dan lalu akan ditambah oleh Gaara. Yep, Sasuke. Dia mendengus kesal sedari tadi. Poor Sasuke -_- *yang merasa 'akan' terganggu dengan kencan pertamanya*
"Dia sedang membeli tiket" sahut Neji. Dan tanpa ada tanya-tanya lagi, Narutopun langsung melesat menuju tempat pembelian tiket.
"Ck, dasar pengganggu" ucap Sasuke dingin dan sambil melempar glarenya pada Neji yang mendengus geli.
"Mana ku tau kalian akan kesini hari ini" jawab Neji sambil tersenyum jahil pada Sasuke.
"First Date?" tambahnya lagi.
"Hn.." jawab Sasuke malas.
"Hei hei..., jangan cemberut begitu. Aku janji, tak akan mengganggu acara menonton kalian!" ucap Neji mencoba mendinginkan suasana hati Sasuke yang amat kesal. Lagi-lagi Sasuke menghela nafas berat.
"Hn, yasudah" jawabnya singkat.
.
Sasuke bersyukur, Gaara dan Neji tidak duduk disamping mereka. Setidaknya itu akan mengurangi rasa terganggunya. Hanya saja ternyata, mereka berdua duduk tepat di depannya dan Naruto.
Lampunya baru saja dimatikan, dan kini filmnya pun mulai diputar. Baru saja film itu mulai, gambar-gambar yang ditampilkan semuanya sudah penuh darah.
"Ugh.. Teme~ aku tak suka~" bisik Naruto pada Sasuke memelas.
"Ssstt.. ini baru permulaannya, Dobe," balas Sasuke yang tetap fokus pada layar besar didepan. Narutopun tak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia pun mencoba menikmati filmnya sambil sesekali mencomot Popcorn yang sudah mereka beli. Namun sesekali ia juga meringis tak suka jika terlihat banyaknya darah.
-13.54-
Film telah berjalan lewat dari setengahnya. Namun tiba-tiba saja ada adegan romantis di film tersebut. Wajar saja, adegan seperti itu rasanya selalu ada di film manapun. Namun bagian yang ini sepertinya sedikit membuat Naruto tak nyaman melihatnya. Heah, adegan panas berciuman.
"Umh.." Naruto bergumam tak suka sambil menolehkan wajahnya ke arah pundak Sasuke.
"Hn?" gumam Sasuke heran, namun langsung mengerti.
Namun sepertinya, ada sepasang manusia yang membuat keadaan semakin memanas disana. Terlihat sangat jelas walaupun dalam keadaan gelap oleh Sasuke. Dihadapannya ia lihat Neji dan Gaara juga melakukan hal yang sama seperti yang ada di film.
"Dobe, coba lihat" suruh Sasuke sedikit memaksa mengarahkan wajah Naruto kedepan.
"Eh?" Naruto sedikit terbelalak melihat adegan yang cukup lama barusan yang dilakukan oleh Neji dan Gaara. Wajahnya pun mulai memanas dan iapun langsung kembali menolehkan wajahnya ke pundak Sasuke, dan bahkan mencoba menyembunyikan wajahnya disana.
"Kenapa?" tanya Sasuke datar sambil menarik pelan dagu Naruto, mencoba mengarahkan tatapannya ke wajahnya.
"Emm.." Naruto hanya bergumam sambil menggelengkan kepalanya pelan. Namun sepersedetik kemudian, Sasuke telah menawan bibir mungil Naruto dengan bibirnya sendiri. Awalnya Naruto terkejut, namun lama kelamaan ia juga menikmatinya. Heah, mungkin saat filmnya selesai. Sasuke akan menarik kata-katanya tadi yang menganggap Neji dan Gaara itu pengganggu, yang malah baginya itu membawa 'keberuntungan'.
.
.
.
Mereka keluar dari bioskop tepat pukul 2 siang. Harinya yang cukup panas dan merasakan perbedaan suhu yang amat drastis dari dalam bioskop lalu keluar membuat mereka sepakat ke tujuan selanjutnya yaitu ke sebuah depot Ice Cream yang jaraknya lumayan dekat dari situ.
"Huwaahhhh~ enaknya~!" ucap Naruto bahagia saat memasukkan sesendok ice cream pertamanya ke mulut. Sasuke hanya mendengus geli sambil menikmati ice creamnya.
"Che, bagaimana yang tadi?" tanya Sasuke tiba-tiba yang langsung membuat Naruto terhenti dengan kegiatannya melahap ice cream.
"Eh?" Naruto bingung. Yang terlintas dipikirannya malah kejadian ciumannya dengan Sasuke. Wajahnya pun seketika memerah.
"Kau, kenapa Dobe? Maksudku, filmnya. Bagaimana menurutmu? Bagus kan?" Sasuke mengerti dengan sikap Naruto yang barusan itu dan langsung membetulkan kata-katanya yang kurang jelas barusan. Narutopun hanya bercengok-ria lalu kembali melahap ice creamnya.
"Cukup keren. Sedikit yang tak ku suka hanyalah darahnya, terlalu banyak," Naruto berkomentar sambil sesekali memainkan ice creamnya. Sasuke yang mendengar komentar Naruto barusanpun hanya bisa mendengus geli.
"Bagaimana kalau aku yang terluka dan mengeluarkan banyak darah. Apa kau akan menolongku? atau berlari meninggalkanku karena takut darah? Hn?" tanya Sasuke sambil tersenyum jahil pada Naruto yang langsung kebingungan dengan pertanyaan barusan.
"Te-tentu saja aku akan menolongmu, sekalipun aku takut darah! Aku akan lebih takut jika kehilanganmu, Baka Teme~" tukas Naruto sambil menunjuk-nunjuk tepat didepan wajah Sasuke dengan sendoknya.
"Baguslah" jawab Sasuke singkat. Dan merekapun kembali makan dengan sesekali sedikit gurauan dan tawa.
.
.
.
-14.23-
Naruto tiba-tiba saja mengajak ke sebuah Mall besar di pusat kota. Awalnya Sasuke menolak, karena ia tak suka tempat yang seperti itu. Tapi wajah Naruto yang memelas membuat hati Sasuke mencelos dan akhirnya mengiyakan saja.
"ah! Itu dia!" teriak Naruto yang langsung menarik Sasuke kasar untuk membawanya ke sebuah studio mini yang ada tempat Photo Boxnya. Bahkan sesampai disana Sasuke langsung dipaksa berjejal masuk ke dalam salah satu Photo Box tersebut.
"Agh! pelan-pelan, Dobe!" bentak Sasuke kesal yang dari awal sudah tak suka dengan gagasan kekasihnya itu yang mengajaknya ke Mall lalu sekarang ke Photo Box. Naruto yang dibentak malah tak menghiraukan dan sibuk memprogram untuk pemotoan mereka sebentar lagi.
"Nah! Sudah! Ayo Teme! Berpose lah sekeren mungkin!" Suruh sang Dobe dengan semangat yang membara sambil menggoyang-goyangkan tubuh sang Temenya itu.
"Hn..," hanya itu yang bisa terlontar oleh Sasuke sekarang. Pasrah? Sepertinya.
-jpret- *Naruto membuat tanda 'peace' di tangan kanannya sambil tersenyum. Sasuke? di-am*
-jpret- *Naruto menggembungkan pipinya, membuatnya wajahnya semakin imut. Sasuke? wajahnya semakin kusam(?)*
-jpret- *Naruto menjulurkan lidahnya sambil tersenyum meremehkan. Sasuke? Hn... -_-*
-jpret- * Naruto tersenyum manis sambil menyenderkan kepalanya ke bahu Sasuke. Sasuke? Dia semakin 'Teme' sekarang, wajahnya mirip orang yang frustasi*
"Yak! Selesai!" sorak Naruto dan langsung mengambil hasilnya yang perlahan keluar dari mesin Photo yang ada didepannya. Sasuke yang sedari tadi duduk tak nyaman disampingnya hanya menghela nafas lega.
"Akh! Teme~, gayamu norak sekali! Ugh~ kau ini~! Apa harus ku ajarkan terlebih dahulu?" komentar Naruto tak suka sambil menatap wajah Sasuke bosan.
"Hn, aku tak suka difoto, Dobe!" balas Sasuke sambil menatap benci mesin photo box yang ada dihadapannya. ==" Dia menyalahkan mesin photo boxnya, bukan Naruto.
"Ck..," Naruto hanya mendecak kesal sambil menatap lemas ke arah luar. Namun, tiba-tiba saja terlintas sebuah ide briliant dipikiran Sasuke. Dan ia pulang langsung memprogram ulang photo boxnya.
"Emh..? Eh? Apa yang kau lakukan, Teme?" tanya Naruto heran sambil melihat Sasuke yang sibuk memprogram Photo Boxnya untuk pemotretan selanjutnya.
"Hn, sudah siap" ucap Sasuke singkat yang langsung menarik Naruto kedalam dekapannya.
-jpret- *Sasuke memeluk erat Naruto sambil membenamkan wajahnya ditengkuk Naruto*
-jpret- *Sasuke menawan bibir mungil Naruto untuk yang kedua kalinya di hari itu*
-jpret- *Sasuke menggigit kecil daun telinga Naruto*
-jpret- *Sasukepun akhirnya diam lagi seperti permotretan pertama*
"Hn, selesai" ucapnya santai sambil mengambil hasil fotonya.
"Baka Teme!" teriak Naruto histeris dengan wajah yang penuh dengan semburat merah. Sasukepun hanya mendengus geli.
.
.
.
-17.30-
Setelah asyik brfoto-ria, makan-makan, melihat-lihat aksesoris untuk anak laki-laki yang baru, dan bermain ke game center. Akhirnya merekapun pergi menuju pantai yang berada tak jauh dari Mall tersebut.
"Hehe, hari yang menyenangkan," tawa Naruto pelan yang terdiam menatap ombak kecil yang sesekali menerpa kakinya yang sudah tak beralaskan apa-apa lagi. Begitu juga dengan Sasuke.
"Juga melelahkan," sahut Sasuke yang langsung dapat sinyal tak suka dari Naruto.
"Kau tak suka?"
"Dobe, lelah kan wajar,"
"Eh? yasudah," jawab Naruto salting sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Tiba-tiba saja Sasuke mengusap lembut rambut Naruto, yang tentunya membuat sang empunya rambut berblushing-ria.
.
.
.
Sasuke membukakan pintu mobilnya untuk Naruto, dan Narutopun langsung masuk. Ia lalu berjalan santai menuju pintu sampingnya. Namun tiba-tiba saja...
"Sasuke? Hey!" panggil seorang gadis berambut pink cerah dari arah seberang mobilnya.
"Sakura?"
~TBC~
Wah-wah, ada apa dengan Sakura? Bukannya ia sudah putus dengan Sasuke dan selingkuh dengan Sasori?( You Belong With Me) Dan ada apa ini? tiba-tiba dia jadi baik? Ckckck, jangan-jangan... -_-
X3 Unyu~
Balasan Ripyu~
hhehhehhe X9
OraRi HinaRa : Hwehehehehe, emang saia GaJe, Hhi. Wadduh? Akut nih? Gak kena serangan jantung kan?(?) :D hha, kidding... Udah ryu updet nih~ ^^ Thanks riypunya~
sasutennaru : Nyaha~ :D , iya nih.. masih pake pesan-pesanan gitu. Hehe, kan ciri khasnya di 'You Belong With Me', jadi.. di TTL uga . Uapah? O.O, kependekan? *4L4Y* Hhahahaha, sory-sory... ni udah ryu panjangin~ ^^ Thanks ripyunya~
Lady Spain : Owow~ mkasih udah baca dua-duanya.. Hhihhi.. Ni udah apdet chap.2 na, X3 Unyu~ ^^ Thanks ripyunya~
Dallet no Hebi : Makasih~ , Okke! Sudah update nih~ ^^ Thanks ripyunya~
Micon : Ayay captain! '.' , ^^ Thanks ripyunya~
Namikaze lin-chan : Yosh! SN aja deh kayaknya, xixixi. Yep! dah apdet nih~ ^^ Thanks ripyunya~
sizunT hanabi : Siip! maaf rada lama... hhihhi~ ^^ Thanks ripyunya~
mekomeaow : Oyoy! udah nih~ ~ ^^ Thanks ripyunya~
hachii ga login : Huohohoho! pastinya~ ^^ Thanks ripyunya~
di'ripyu
di'ripyu
di'ripyu, lagi yak!
yang belum, ripyu juga yak!
biar bisa lanjut! :D
RiPyu~! XD
