Huahahaha… saya muncul lagi *plak-plak-plak* setelah berkutat dengan hari-hari yang sungguh melelahkan sekali *mijit-mijit pundak yang super pegel* Muah-muah tiba-tiba saya mendapatkan ide untuk meneruskan fic ini, so… gak jadi one-shot deah~!

Yak-yak mari kita mulai meneruskan dengan kehidupan cinta gaje para shinigami dan zanpakutou kita, gyahahaha… uhuks, maap keselek biji cabe *?*

Disclaimer

Tite Kubo-san, maafkan saya karena kembali meminjam chara karya-karya anda. Hweee gak minta ijin secara langsung gak papa, yah? Repot kalo musti ke Jepang, gak ada dana =.=" (kere mode : on).

.

Saya rasa chapter lalu bisa dianggap sebagai prolog, wuahaha *plak* maap bila malah bosen. Abis idenya ada sih, jadi kenapa gak ditulis saja? Ya, kan?

Euh… OOC !!! Meneruskan yang kemaren, dan kisah cinta Jishou cs!

.

shiNomori naOmi present

.

Married! Married! Married-?-

"Bagian Kedua : Mak Comblang! Part 1"

Wuaaah… lima bulan sudah rumah tangga Hyourinmaru dan Sode no Shirayuki berlangsung. Ah masih seumur jagung jadi maklumlah kalo masih lengket, selengket-lengketnya bak kertas rekat untuk menjebak lalat, gyaaah~ maksudnya seperti perangko gitu. ^.^ V

Jangan bilang kalau mereka berdua bakalan tinggal bersama. Heeaaah… coba pikir? Mau tinggal di mana? Inner world Hitsugaya atau milik Rukia? Tidak keduanya, dengan kata lain mereka hidup terpisah dimana Hyourinmaru tinggal di dalam inner Hitsugaya dan Shirayuki di dalam inner Rukia.

Aaah… ada yang tahu alasannya? Hayoooo kenapa?

Ini masalah privasi, Bung! Privasi!

Tidak mungkin kan, di saat mereka, Hyou dan Shirayuki berduaan di salah satu inner world kedua shinigami bertinggi badan di bawah rata-rata tersebut, eh… ketauan deh sama masternya! Malu dongk! Jadi sesering mungkin mereka meninggalkan inner world alias para master mereka, menuju dunia nyata, dalam hal ini dunia di luar inner world yang dapat berarti dua yaitu dunia arwah (soul society) atau dunia manusia, tempat Kurosaki Ichigo berasal.

Jadi sudah jelas kan, alasan mengapa hubungan mereka masih seperti baru saja menikah kemarin sore? Hueeeee kangen berat tauk!

Yah… yah, tentu saja hal ini membuat master mereka kebingungan mencari para babunya yang ganteng dan cantik itu. Tentu saja, helooooo bisa apa coba shinigami tanpa zanpakutou-nya saat melawan hollow kalau sang zanpakutou menghilang entah kemana? Kemampuan kidou tidaklah cukup untuk menghadapi para Arrancar yang bertebaran di langit Negeri Sakura itu.

… dan seperti saat ini, menghilang dan menyembunyikan diri dari master mereka. Menikmati hujan salju di musim panas yang terik. Hahaha… gak usah heran deh, namanya juga zanpakutou berelemen es, apa sih yang enggak? Langit yang cerah dengan matahari yang terik dalam sekejap mata dapat mereka ubah menjadi mendung dan bersalju. Beneran deh nih anak, niat banget sih?! =.="

Walah… kalau begitu memang bener menyembunyikan diri, tapi tidak menyembunyikan keberadaan, karena efeknya sampai ke seluruh penjuru Soul Society. Jadi semuanya sudah maklum, termasuk Hitsugaya dan Rukia yang cukup memberikan keleluasaan bagi mereka untuk melepas kerinduan. Halah… kayak pisah 100 taon aja, padahal cuma pisah maksimal 2 atau 3 hari bila Rukia sedang pergi bertugas di Karakura. Itupun setelah dipaksa oleh Shirayuki agar segera pulang ke komunitas arwah, padahal tugas yang diberikan ke Rukia untuk berpatroli belumlah selesai. Alhasil sang partnerlah yang selalu menggantikannya.

Kerja double untuk sang shinigami daigo, Kurosaki Ichigo.

Hum-hum, begitu Senkaimon terbuka, Shirayuki langsung menyeret Rukia ke divisi 10. Pokoknya harus secepatnya, udah kangen banget sama Hyou soalnya. Eh setelah ketemu, mereka malah menghilang, meninggalkan para master mereka yang hanya bisa terbengong-bengong di kantor Hitsugaya.

Rukia hanya bisa tertawa canggung melihat kelakuan mereka. Sambil menggaruk-garuk pipi kirinya dengan jari telunjuk, ia berkata, "Sepertinya cinta mereka begitu dalam, yah, taichou?"

Hitsugaya menyenderkan bahunya di sandaran kursi, dan kemudian menatap ke arah pintu dimana kedua zanpakutou es tadi menghilang dalam sekejap mata. "Kurasa begitu. Yah, lebih baik begini daripada…," katanya dengan wajah memerah karena tidak mampu meneruskan kalimatnya. Mengingat kejadian itu saja sudah membuatnya panas dingin, apalagi mengatakannya kepada orang lain. Tidak… tidak… ini memalukan.

"Kurasa itu hanya salah paham saja," kata Rukia seraya mengangkat bahunya.

Kepala Hitsugaya menoleh dengan cepat ke arah gadis Kuchiki itu. "Maksudmu, mereka tidak-?" tanyanya penasaran.

"Tentu saja, aku memahami sifat Sode no Shirayuki. Dia mengatakannya kepadaku sesaat setelah pernikahan itu. Sebelumnya ia berusaha mengatakan yang sebenarnya, tapi…" pandangan Rukia kemudian menunduk. "… ma-maaf tapi saat itu Hitsugaya taichou dan nii-sama tidak mempercayai mereka."

Hitsugaya menghela napas. "Begitu?" Rukia mengangguk dan bergumam pelan. "Kurasa aku harus meluruskan semua ini. Menceraikan mereka mungkin."

"Eh?" Rukia terkaget mendengarnya. "Taichou! Bukankah itu sama saja menghancurkan mereka?!" sergahnya dengan nada tinggi.

Hitsugaya menyeruput teh hijaunya. "Aku bercanda."

Rukia sweatdrop. 'Gak lucu.'

- M3! -

Shirayuki menatap langit mendung nan gelap di Seretei, duduk di hamparan rumput yang seharusnya hijau namun karena salju dan angin dingin super ekstrim yang muncul tiba-tiba, hamparan rumput itu kini mengering dan kekuningan. Pohon besar tempatnya dan Hyourinmaru kini bernaung juga sedikit demi sedikit menggugurkan daunnya. Sepertinya para makhluk berklorofil tersebut bingung dengan cuaca yang berubah mendadak.

"Shirayuki, kau yakin dengan rencanamu ini?" tanya Hyourinmaru tiba-tiba. Shirayuki mendongakkan kepalanya yang saat ini bersandar di dada bidang Hyourinmaru. Oaaaah~~! Author tereak-tereak gajeee, gak nahan liat adegan ini, huhuhu… nevermind.

Shirayuki mengulurkan tangannya ke depan, menengadahkan telapak tangannya ke atas dan membiarkan bulir salju putih terjatuh di atasnya. "Aku rasa mereka cocok, kok."

"Dalam hal apa?" tanya Hyourinmaru seraya menggenggam salah satu tangan Shirayuki yang bebas.

"Ummm…?" Shirayuki menyentuh bibirnya, mencoba memikirkan sebuah argumen yang masuk akal. "Mereka berelemen sama seperti kita, tingginya juga gak jauh beda, berat badannya juga, sifatnya juga sama."

Oh Shirayuki~ ini beneran deh, alasan yang gak masuk akal! Lagipula tinggi keduanya lumayan beda jauh. Selisih kurang lebih dua puluh senti, kau tahu?! Itu kan angka yang lumayan besar. =.="

"Katakan yang sebenarnya, Sode no Shirayuki."

"Apa maksudmu?!" Shirayuki dengan segera melepaskan diri dari pelukan Hyourinmaru, menatap ke dalam bola mata lelaki itu cukup dalam dengan pandangan marah. "Kau tidak mempercayaiku?" lanjutnya sambil menatap Hyourinmaru yang telah berdiri dari posisinya.

"Ini karena kita, bukan?" tebaknya tanpa melihat ke arah Shirayuki yang masih terduduk di rerumputan. "Kau ingin menyatukan mereka berdua agar kita juga bisa bersatu tanpa penghalang. Begitu?" tanyanya dengan senyum sinis.

Shirayuki berdiri dengan cepat dan berkacak pinggang. "Kau bercanda?! Itu menjijikkan! Tentu saja aku tidak-"

"Jangan bohong!" potongnya sambil memberikan tatapan marah pada istrinya. "Tatap mataku, Shirayuki!" Hyourinmaru mengguncang-guncang bahu Shirayuki dengan sedikit keras.

"A-aku… sebenarnya," Shirayuki memalingkan wajahnya, segan menatap wajah murka Hyourinmaru.

Hyourinmaru memalingkan tubuhnya. "Kau egois," katanya singkat sebelum melesat pergi meninggalkan Shirayuki yang hanya bisa tercenung dan membantu

"Hyou-… kun, ma-maafkan aku, tapi aku tidak akan merubah keputusanku," desah Shirayuki. "Ini kan juga demi kelangsungan hubungan kita!" lanjutnya dengan mata berapi-api. Akan kubuktikan bahwa kau akan menyesal mengatan itu dan akan berterima kasih kepadaku, Hyourinmaru!"

Weuh~ semangat yang berkobar demi mempertahankan kehidupan rumah tangga, oey!

- M3! –

Kurotsuchi Mayuri menatap sang zanpakutou ciliknya dengan wajah kebingungan. Sudah beberapa bulan ini nafsu makan Jishou menurun drastis. Eaaah… dia menolak saran author untuk gantung diri, padahal uugh… author yang baek hati ini -?- sudah bersusah payah membuang uang untuk biaya bea cukai buat mengekspor tali tambang dan pohon ceplukan dari Indonesia ke Jepang. Fiuuuuh… dasar merepotkan.

Mungkin karena Jishou masih memiliki sedikit harapan pada Suzumebachi yang kian hari kian menjauh dari jangkauannya, kale yak? =.=a

Hahaha tentu saja tidak. Entahlah, sebenarnya ia sendiri sedang bingung apakah ia harus dendam atau berterima kasih kepada Matsumoto yang telah memberikan support dan dukungannya selama ini dalam usahanya mendapatkan secuil hati dari Suzumebachi.

Sabar yah, Jishou-kun. Cinta memang butuh perjuangan.

"Miyuuuuu-"

"Ayolah, makanlah!" pinta Mayuri yang kini berjongkok di depan Jishou, sedikit memelas sambil menyodorkan mangkok berisi madu kualitas terbaik kepadanya. Sang zanpakutou menggeleng, dan kembali pada aktifitasnya. Tidur dengan aura gelap. "Ini kualitas terbaik," lanjut Mayuri dengan nadanya yang euh… namun Jishou malah memalingkan badannya, membelakangi sang master yang menjadi tambah kebingungan.

Mayuri menggaruk-garuk kepalanya, bingung. "Nemu!" panggilnya kepada sang asisten yang selalu setia berada di sampingnya.

"Hai, taichou."

Sang kapten maniak berdiri dan berjalan menuju kursinya lalu menghempaskan dirinya di tempat itu seraya memandangi layar komputer dengan kedua tangan bertautan di dagu. "Menurutmu mengapa Jishou bisa seperti itu?" tanyanya.

"Jatuh cinta," jawab sang fukutaichou datar, tanpa ekspresi. Mayuri masih terdiam, seakan menunggu jawaban berikutnya. "Suzumebachi, zanpakutou Soi Fon taichou," lanjutnya dengan wajah yang masih sedatar kematian, ups… deadpan maksudnya.

Sebelah alisnya terangkat. "Begitu?" Sang fukutaichou mengangguk, dan sedetik kemudian jemari Mayuri sudah menari dengan lincah di keyboard dengan seringainya yang khas bak ilmuwan yang mendapatkan ramuan baru.

- M3! -

"Kau kenapa, Hyourinmaru?"

Hitsugaya merasa heran dengan tingkah laku zanpakutounya yang menurutnya sedikit aneh. Sekembalinya ia dari euhm… kencan dengan sang istri, raut wajahnya menjadi murung dan sedikit pendiam. Ya walaupun sifat aslinya memang agak pendiam tapi kalau makin diam artinya ada sesuatu yang tidak beres.

"Gak ada," jawab Hyourinmaru tanpa menatap sang master. Ia membuang pandangannya ke arah kolam ikan koi yang ada di luar kantor divisi 10. Ia duduk di bingkai jendela dengan kedua tangan terlipat di dada, pandangannya tampak sedikit sedih. "Master-" ia berkata.

"Hn?" sahut Hitsugaya tanpa mengalihkan perhatiannya dari kertas kerja yang semakin menggunung di mejanya. Kuas yang ada di tangannya tampak lincah menorehkan tulisan yang entah apa isinya, mungkin sesuatu yang berhubungan dengan laporan pertanggungjawaban divisi.

"Menurutmu, bagaimana dengan Rukia-dono?"

Ahaha… kena kau Hyourinmaru~!!! Mungkin itulah yang akan dipikirkan oleh Sode no Shirayuki bila mengetahui suaminya itu akan menanyakan hal itu. Bahkan Hyourinmaru tidak habis pikir, bagaimana bisa ia mengatakan hal itu. Mungkin setelah berpikir panjang, ada bagusnya juga ide Shirayuki untuk mempersatukan Rukia dan Hitsugaya dalam hubungan pernikahan seperti mereka. Khe-khe-khe… demi kelangsungan cintanya bersama sang Putri Salju. Hohoho- maksudnya, helooooo, ia bertengkar dengan Shirayuki gara-gara ini, kan? Jadi mengapa ia tidak ikut egois saja dan mengabaikan idealisme-nya? Menuruti kemauan Shirayuki untuk menyatukan para master mereka.

Sang master hanya menghentikan gerakan tangannya pada kertas kerja, terdiam dan menatap tulisannya dengan cukup lama. "Dia kuat," sahutnya setelah jeda beberapa saat.

"Apakah kau menyukainya?" tanya Hyourinmaru to the point. Nah loh… ikut-ikutan deh nih zanpakutou es buat mak comblangin masternya sama master Shirayuki. "Maksudku sebagai seseorang yang lebih spesial?"

Alis Hitsugaya mengkerut. "Tekniknya cukup hebat," jawabnya singkat.

Haaaah~! Rasanya Hyourinmaru ingin sekali menjedukkan kepalanya di bingkai jendela yang kini sedang ia duduki. Merasa gagal dalam menjalankan misi rahasianya, tentu saja karena Shirayuki belum mengetahui bahwa ia telah berubah.

"Memang kenapa?" tanya sang master sekali lagi.

Nah yaaah… ini dia yang tidak bisa diungkapkan sama Hyourinmaru, tentang rencana dia yang sesungguhnya. Oh betapa menyesalnya dia karena telah bertengkar dengan Shirayuki pagi tadi, sungguh saat ini dia membutuhkan keahlian sang istri. Wanita memang lebih tepat mengurusi hal ini.

Ah… Hyou- coba dari tadi deh kamu bilang sama Shirayuki. Gak gini kan jadinya? Repot sendiri.

"Hei-hei… kau mau kemana?" seru Hitsugaya saat melihat Hyourinmaru malah pergi keluar, mengabaikan dirinya dan pertanyaannya yang belum terjawab. Sang naga es hanya melambaikan tangannya tanpa berkata apapun, membuat sang master mendengus dengan rasa bingung tingkat tinggi.

- M3! -

"Jadi?"

Hyourinmaru menolehkan kepalanya ke arah sumber suara, memperlihatkan Sode no Shirayuki yang kini sedang berdiri dengan punggung yang bersender di tembok, beberapa blok dari kantor Hitsugaya. Salah satu tangan putri salju itu tampak sedang menyematkan rambut putihnya yang jatuh di wajahnya ke belakang telinga kanannya.

"Kau akhirnya setuju, Hyou-kun?" Senyum kemenangan tampak tersungging di wajah cantik Shirayuki.

"Aku menyerah. Kali ini aku ikut denganmu, Shirayuki."

"Atas dasar apa?"

"Maksudmu?"

"Kau bukanlah orang yang bisa dengan mudah menerima keputusan orang lain. Tentu saja, kau harus memiliki alasan yang cukup kuat bukan untuk bisa berubah pikiran seperti itu?" desak sang istri.

Sang suami menolehkan kepalanya ke langit yang mulai gelap. "Karena aku tidak bisa hidup seperti ini, terpisah dengan orang yang-" Ah sulitnya bagi Hyou buat mengucapkan sebuah kata cinta. Aduh-aduh… ternyata dia masih malu-malu kucing, seperti Jishou tapi bedanya cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Hohoho…

Tiba-tiba kedua jemari Shirayuki telah menyentuh bibir Hyourinmaru. Ia menggeleng pelan. "Jangan katakan bila kau tidak bisa mengatakannya. Aku paham akan sifatmu," katanya dengan tatapan haru dan penuh kasih sayang.

"Shirayuki-!"

Kedua tangan berselimut es milik Hyourinmaru seketika telah menarik tubuh Shirayuki ke dalam pelukannya. Yap mereka telah berbaikan kembali. Pertengkaran suami-istri yang terjadi beberapa saat lalu akhirnya telah dileburkan oleh hati mereka. Perasaan yang saling menyayangi yang ternyata lebih besar dari yang pernah diperkirakan orang lain.

Tapi…

Apakah seseorang yang saat itu sedang duduk di atas dahan pohon menerima ikatan yang telah tersambung kembali itu?

DUK~!!!

Kepalan tangannya menghantam batang pohon, membuatnya sedikit retak. Ia menggigit bibir bawahnya untuk menahan amarah. Mata aqua-nya berkilat penuh kebencian. Ia tidak bisa menerimannya, selamanya… karena wanita itu hanya akan menjadi miliknya.

.

To Be Continued

.

Pojok Author

Nyohoho… diputuskan untuk melanjutkan fic ini, hahaha. Tauklah siapa yang ada di atas pohon itu kan? Yap… siapa hayoooo?

Nah… berhubung ini author gak ada ide buat cara nyomblangin HitsuRuki, saya dan para provokator *nunjuk-nunjuk HyouShira* menerima segala ide buat menyatukan mereka berdua, tanpa mengabaikan keberadaan Send an Kurosaki Ichigo. Ingat mereka juga bagian dari konflik.

Sebelumnya minta maaf bila ada miss-typo, saya bukanlah orang yang sempurna dan bisa bebas dari kesalahan.

Untuk chapter ini saya mohon masukannya. Repiu dongk!?