2. On the defense and on the attack
The warrior is careful with people who think they can control the world, determine their own steps, and are certain that they know the right path. They are always so confident in their own capacity of decision that they do not realize the irony with which fate writes everyone's life.
The Warrior of Light has dreams. His dreams carry him forward. But he never commits the mistake of thinking that the road is easy and the door wide.
He knows that the Universe works like alchemy: solve et coagula, say the masters. "Concentrate and disperse your energy according to the situation."
There are moments to act and moments to accept.
---
Kolonel sialan ! Mengapa kau membunuh bawahanmu sendiri ?? Suruhan atasankah ? Huh ? Begitu… Ternyata…aku mengerti…
Kalimat tajam itu mengiris-iris. Kalau boleh berteriak menyatakan apa yang sebenarnya, dan mengajari si bocah pendek itu untuk diam dan tahu aturan sedikit, tentu sudah akan dilaksanakannya sedari tadi dengan suka rela.
Sayang keadaan tidak mengizinkannya.
Dia percaya pada semua bawahannya, tapi tidak percaya pada semua bawahannya.
Dalam kemiliteran ini ada oknum-oknum yang bahkan mempunyai mata dan telinga di tembok-tembok bisu itu. Roy harus berhati-hati.
Tujuannya di militer ini sekarang hanyalah maju dan terus maju mendaki hingga dia merebut posisi teratas dan mengubah Negara yang kasihan ini.
Dalam aksinya untuk terus maju, dia tahu bahwa akan banyak pihak-pihak atasan yang tidak senang akan keberadaan satu bocah secara radikal terus menanjak maju di usianya yang masih belia – yang takutnya dalam sekejap mata akan menggeser posisi mereka yang mereka dewakan itu.
Itu sebabnya, diam adalah cara jitu yang selalu menjadi kartu andalannya. Diam dan makan semua kepahitan yang disodorkan dalam mulutnya. Makan diam-diam dalam kepahitan.
Tidak mudah memang. Namun demi cita-citanya itu Roy menjaga image coolnya, mengeluarkan setiap patah kata yang diperlukan saja – karena dia mengenal baik lawan-lawannya.
