WEREWOLF

DISCLAIMER: M.K

.

.

.

(Langsung aja ya!)

Chapter 2: Mate

Sakura POV

"Hei,Sakura! Kamu sudah dengar kabar siswa baru yang bakal pindah ke sekolah kita?" tanya Ino kepadaku saat kami berjalan menuju sekolah.

"Murid baru?"

"Iya, kau belum dengar ya?. Menurut kabar yang beredar sih mereka cowok. Tapi mudah-mudahan mereka ganteng terus masuk kelas kita deh!"

"Dasar kau ini, memang yang selalu ada dipikiranmu hanya cowok ganteng ya?" jawab ku sambil terkikik geli.

"Biarin, lagipula siapa juga yang mau pacaran dengan buku fisika" Ino melirikku dan menyindirku.

"Ino belajar itu penting dan juga jodoh kan pasti sudah ada yang menentukan, jadi aku rasa memikirkan hal seperti itu hanya membuatku pusing"

"Oh ya? Bagaimana dengan Gaara, Sakura?" Ino mulai tertawa lagi saat melihat pipiku yang mulai memerah.

Namun, saat aku hendak berbicara lagi, ternyata kami telah sampai di depan gerbang sekolah dan otomatis membuat pembicaraan kami terputus. Tetapi, waktu kami memasuki gerbang sekolah, terlihat oleh mata emerald ku kerumunan siswi-siswi sekolah ku yang sedang megerubungi sesuatu, seperti semut yang mengerumuni gula.

"Ada apa sih disana?" tiba-tiba suara Ino membuatku kembali sadar yang dari tadi menatap kerumunan itu.

"Entahlah" aku dilanda rasa penasaran, namun kaki ku juga terlalu malas jika harus melangkah ke kerumunan dan berdesak-desakan hanya untuk melihat.

"Itu murid baru yang akan sekolah di sini" ucap Gaara yang membuatku sedikit terkejut karena kehadirannya yang tiba-tiba, namun sukses menghilangkan rasa penasaranku.

"jadi itu murid barunya? Ya ampun Gaara kenapa ga bilang dari tadi sih" ucap Ino yang mulai heboh dan menarikku masuk ke kedalam kerumunan.

Namun, tepatnya saat kami akan masuk ke dalam kerumunan. Tiba-tiba, empat orang laki-laki mendesak keluar dari kerumunan dan membuat kami terjatuh kerena terdorong oleh mereka.

"Sakura…" bisik Ino masih dengan posisi terjatuh kami.

"apa itu benar murid barunya?" Ino menatap keempat laki-laki itu dengan kagum akan ketampanan mereka.

Spontan, aku langsung menengadahkan wajahku untuk melihat mereka.

"Nona, apa kau baik-baik saja?" tanya salah satu dari mereka yang berambut kuning jabrik dengan mata sapphire, yang secara sekilas mirip bule. Namun, kulit tan nya yang membuatku yakin kalau dia masih orang asia.

"Nona?" laki-laki itu kembali bertanya sambil mengulurkan tangannya, menawarkan bantuan.

"umm…,yah aku tidak apa-apa. Terimakasih" segera aku membalas perkataannya dan menyambut uluran tangannya.

"Maafkan kami ya, karena menabrakmu tadi. Tadi benar-benar sumpek disana, dikerumuni oleh orang banyak." Orang itu kini menampilkan cengiran khas nya, menunjukkan gigi putih nya yang berderet rapi dan gerakan tangannya yang sekarang seperti menggaruk kepalanya.

"sudah lah jangan dipikirkan! Kami juga tidak apa-apa kok" ucap Ino membalah perkataannya.

"oh iya, perkenalkan nama ku Uzumaki Naruto. Terus, orang yang berambut panjang itu namanya Neji. Disebelahnya, yang menguap terus namanya Shikamaru. Lalu yang terakhir, yang mukanya paling datar namanya Teme alias Sasuke" Orang yang kami kenali bernama Naruto mengenalkan semua temannya.

Tetapi saat aku mengalihkan pandanganku ke lelaki yang bernama Sasuke itu, ternyata ia juga sedang menatapku intens dengan iris obsidiannya dan membuat kami saling menatap satu sama lain.

"Mata itu. Mata kelam yang sedang menatapku tajam. Aku seperti sudah tak asing lagi dengan mata itu. aku seperti pernah melihatnya di suatu tempat. Tapi dimana?"

Tiba-tiba, sengatan listrik terasa menyetrumku, tepatnya di lengan kanan ku. Membuat tatapan mata kami terputus seketika. Kucuri pandang kepadanya dan kulihat ia juga sedang memegangi lengan kanannya, entah kenapa.

"Sakura, ayo cepat kita sudah terlambat masuk kelas!" teriakan heboh Ino menginterupsiku. Ia juga langsung menyeretku untuk segera masuk ke dalam kelas.

Normal POV

"Akh!" Sasuke meringis kesakitan akibat setruman tiba-tiba yang entah darimana asalnya menyerang lengan kanannya.

"Hei! Hei! Kau kenapa Teme?" Naruto menampakkan raut cemasnya kepada sahabatnya itu.

"sepertinya, aku telah menemukan mate ku" batin Sasuke sambil memperlihatkan seringai nya yang terlihat menakutkan dan cukup membuat ketiga temannya bingung.

"sepertinya lebih baik kita ke ruang kepala sekolah sekarang" ucap Neji mencoba mengalihkan kebingungan temannya.

Gaara POV

"aku harus memberi tau Sasori tentang ini. ia pasti akan sangat terkejut. Dan apapun yang terjadi, aku pasti akan selalu melindungi mu, Sakura." Gaara membatin dalam hati.

.

.

.

Normal POV

kantin

"Jadi Sakura, menurutku murid baru tadi bagaimana? Yah, walaupun sayangnya mereka tidak satu kelas dengan kita" Ino memulai pembicaraan dengan bertanya pada sahabat pink nya itu, yang sejak masuk kelas kerjaannya hanya melamun saja, sampai-sampai Sakura ditegur guru yang mengajar saat itu.

"huh? Biasa saja sih. Tapi, yang bernama Sasuke tadi, saat aku melihat matanya aku merasa pernah melihat mata kelam itu. Mata itu tak asing bagiku." Jawab Sakura dengan matanya yang menerawang entah kemana.

"eh? Benarkah? Tapi kau saja baru bertemu tadi pagi" Ucap Ino heran.

"benar juga, mungkin itu hanya perasaanku saja. Oh iya!" seru Sakura tiba-tiba dan langsung menyingkap lengan pendek seragamnya bagian lengan kanan.

Tampaklah, gambar seperti tato berbentuk bunga sakura yang melingkari lengannya dengan symbol kipas ditengahnya dengan indah.

"ya ampun Sakura, tato mu keren banget! Tapi,sejak kapan kau suka mentato dirimu sendiri? Kukira kau bukan orang yang seperti itu"

"Aku memang bukan seperti itu Ino! Lagipula, ini muncul dengan sendirinya setelah aku merasa tersetrum tadi pagi" Ucap Sakura memberikan penjelasan kepada Ino.

"tapi itu tak masuk akal Sakura. Apa cara berpikir rasional mu sudah hilang?" Ino masih belum mempercayai ucapan Sakura.

"entahlah Ino. Tapi, tato ini memang muncul sendiri. Aku bahkan berani bersumpah kalau tadi pagi saja tato in belum muncul!" Kini Sakura berkata sambil mengacungkan kedua jarinya membentuk huruf 'V'.

"ah ya sudahlah kuanggap saja kau habis terbentur murid baru dan itu membuatmu amnesia. Cepat selesaikan makanmu, sebentar lagi bel akan berbunyi"

Atap sekolah

"sepertinya kau sudah menemukan mate mu, Sasuke" Tanya Neji meminta penjelasan.

"hn" Sasuke menjawab seperti biasanya.

"he?! Benarkah teme?"Naruto menatap wajah Sasuke dengan tatapan tak percaya.

"gadis berambut pink itu kan?" Shikamaru mulai bertanya.

"tapi, aku belum pernah melihat dia sebelumnya di pertemuan besar queron" Naruto terlihat lebih serius, perihal mate Sasuke.

"kau sepertinya akan sulit mendapatkannya Sasuke. jika ia keturunan merion kau benar-benar takkan bisa mendapatkannya, tetapi jika manusia pun belum tentu kau bisa" ujar Neji yang saat ini menatap Sasuke dengan tatapan yang menyiratkan belas kasian kepada sahabatnya ini.

"kita lihat saja nanti. Apapun yang terjadi, berjanjilah kalian takkan mengkhianati ku" Seringai perlahan muncul lagi sudut kiri bibir Sasuke sambil mata kelamnya yang bergantian bergulir menatap teman-temannya.

Author's note:

Hai semuaaaa! Pasti udah pada kangen ya?*ngga,kegeeran dasar*ditimpuk sandal sama readers

Pertama-tama, maafkan K.C ya yang udah lama ga update. Jangan marah dulu ya*peace. Jadi, kemarin k.c itu baru aja selesai UKK yang bikin pusing tujuh keliling. Doain ya muda mudahan aku naik kelas plus masuk 10 besar, amin.

Terus maaf ya fict kali ini pendek banget, soalnya seharusnya peralatan elektronika ku masih disita n ini aja nunggu sampe ortu pergi. Wkwkwk XD jadi ketahuan deh kalau author anak badung. Salah ku sendiri sih yang UKK aja masih suka main hp.

Nah, terimakasih ya yang masih pada setia nungguin fict gaje ini. K.C bertrimakasih sekali kepada readers sekalian. Lalu, review nya log in pasti bakal dibales lewat PM.

Oke, sekian dulu ya, babay^^