Utapri no Fanfiction

-What the hell?!-

Disclaimer : Utapri punya sayur Broccoli #piss Fic gaje ini punya teteh Chia

Rate : T menuju M buat jaga-jaga (?)

Genre : Romance,Humor, Drama (Full of gajeness, bacotan author, OOC, OOT, OC, bahasa ga sesuai EYD, humor gagal dan banyak iklan promosi keselip. Auth baru, mohon maklum atuh :'D)

Cast : all of utapri's charas and my oc ''Ishimaru Chiharu''

"Unh... sudah pagi ya?'' Gadis bersurai hitam kecoklatan itu mengucek-ngucek matanya dan melirik ke sampingnya. Tidak ada orang. Tunggu- dimana Nanami? Memangnya sekarang udah jam berapa? Karna penasaran, si gadis yang diketahui bernama Chiharu atau sering disingkat Chia, langsung mengambil hp nya. Jam 8.10. Wait- jam... 8? Lewat 10 menit?

"...NANA-CHIIIIIIIIIIII!"

Sementara itu di ruang makan..

"Tch! Anak itu.. pagi-pagi udah teriak-teriak. Apa dia memang selalu begitu?''
tanya Shou yang lagi-lagi protes.

"Nanami-chan apa kau tidak membangunkan Chi-chan?''
tanya Natsuki

"Eh? Unn...'' yang ditanya, menggeleng. "Habis, dia nyenyak sekali. Jadi kupikir tidak sebaiknya kubangunkan..''

BRAAAAKKK!

Semua melongo ke arah pintu yang baru saja dibanting (?). Di ambang pintu terlihat seorang gadis dengan bed-hair nya dan mukanya yang masih ada ilernya.

"Nana-chiii! Kau jahat tak membangunkanku!'' serunya seraya menunjuk ke arah orang yang dimaksud.

"A-ah, gomen Chi-chan. Habis, kamu nyenyak banget sih, jadi kupikir sebaiknya aku tak membangunkanmu..'' jelasnya

"Sudah sudah. Sebaiknya Chi-chan mandi dulu. Nanti dilanjut lagi protesnya (?).'' ujar si rambut 'nyentrik' alias mas Otoya.

"Hmm, okelah~'' Chia membalikkan badannya, bergegas hendak pergi. "Oh, habis ini kalian akan kulatih menyanyikan lagu baruku, jadi prepare yourself~'' ucapnya seraya ber-evil smirk ala Kuroha #iklan. Yang lain hanya melongo.

"Firasat ku ga ga terjadi sesuatu yang err- 'ekstrim' (?)'' ujar Shou disusul anggukan dari yang lainnya.

Skip time

"Yap. Ini lirik lagunya.'' Chia pun langsung bagiin kertas bertuliskan lirik lagu. Sementara yang lain berdiri sambil membaca lirik tersebut, Chia enak-enakan duduk di kursi istana nya (?) sambil menaikkan satu kakinya ke atas kaki satunya dan melipat kedua tangannya. Rambutnya yang memanjang itu kini digulung ke atas bagaikan konde.

"Kita nyanyi lagu ini?! What the-'' Shou langsung protes.

"Ga mau! Liriknya ambigu gini. Ga nyambung. Ga sesuai ama judulnya!'' protes Shou sambil mencak-mencak.

"Maaf, Ishimaru-san, tapi aku setuju dengan Kurusu-san. Dengan lirik yang begini, tidak mungkin kami menyanyikannya.'' ujar Masatompel #digebuk.

"Chiharu-san, apa maksudnya semua ini? Apa kau sengaja menulis lirik ini?'' tanya Tokiya.

Hening. Semua terdiam. Tiba-tiba Chia yang sampe sekarang menunduk, tertawa yandere layaknya Ryuugu Rena #iklanlagi.

"Ha...ha...hahahahaha...ahahaha...ahahahaha...hahahaha''

Semua bingung melihatnya. Apa yang terjadi dengan anak ini? Apa dia gila? Atau dia menertawai kami? Apa dia memanfaatkan dan mempermainkan kami sbagai idol? Ya, kira-kira begitulah pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak anggota STARISH.

"Anoo... Chi-cha-'' belum sempat Otoya menyelesaikan kata-katanya, Chia udah keburu memutus kata-katanya.

"Hee~ lucu sekali.. tapi itu perintah dan kalian mau tidak mau harus melakukannya~'' ucapnya seraya menaikan sedikit kepalanya. Dari balik poninya, terlihat matanya telah berubah warna menjadi merah dengan campuran kuning menyala, sehingga terlihat seperti api kecil.

"Haa? Apa maksudmu? Memangnya-''

DUUKK!

"Gue hime-samanya. Manut sama gue!'' seru Chia yang memotong ucapan Shou,sambil berdiri di atas kursi dan menaikkan satu kakinya ke atas meja di sebelahnya.

'Seram amat- apa ini diri Chi-chan yang sebenarnya?' batin Cecil yang sedikit ketakutan melihat gadis kesurupan di depannya (?)

"Hee~ apa yang terjadi denganmu, my sweety lady?''

"Gue ga mau tau! Pokoknya kalian harus menyanyikan lagu ini apapun yang terjadi!'' perintah Chia, tidak menghiraukan perkataan Ren barusan.

"...kalau tidak, maka karir kalian akan hancur..'' lanjutnya seraya memakai blazer putihnya namun tidak memasukkan kedua tangannya ke lengan blazernya. Chia niru gayanya Shuu Samakaki eh- Sakamaki. Seluruh anggota STARISH terpaksa mau ga mau harus memenuhi perintah cewe berkepribadian ganda ini. Mereka takut kalau-kalau mereka ga nurut, maka bisa saja gadis ini berbuat yang tidak-tidak layaknya seorang psikopat. Atau, yang lebih buruk lagi, bisa saja dia menjadi provokator untuk menghancurkan karir mereka, seperti yang dia katakan barusan. Setelah itu, anggota STARISH mulai latihan, termasuk latihan dance dengan diajari oleh Chia.

"Na-nanti kita disuruh pose gitu?!'' ucap Shou yang ogah-ogahan.

"Kau protes? Hm, shou-kun?'' Chia langsung men-death glare Shou.

"U-uh..ti-tidak..'' balas Shou ketakutan (?). Lalu, latihan pun dimulai.

"Bukan, bukan begitu! Otoya-kun salah formasi! Cecil-kun kecepetan dance nya! Lalu Shou-kun suaranya agak dibikin seksi dong kayak Ren-kun!'' Chia tak henti-hentinya mengoreksi bagian-bagian yang salah.

Selang 3 jam (?), akhirnya latihan pun selesai.

"Yak, sampai disini dulu. Nanti jam 8 malam kita latihan stengah jam.''

Semua anggota STARISH mengangguk, meski sebenarnya terpaksa. Sementara Chia yang udah duluan pergi, yang lain masih di tempat.

"Aku tidak mengerti dengan anak itu.'' ujar Ren seraya ber-sigh ria.

"Un.. Chi-chan terlihat seram sekali tadi.'' ucap Natsuki seraya memeluk Shou.

"Hey! Lepaskan!''

"Tapi, kenapa Chi-chan tiba-tiba menjadi seperti itu ya?'' tanya Otoya entah kepada siapa.

"Entahlah. Mungkin dia berkepribadian ganda.'' ucap Masato seraya melirik sebentar ke arah Natsuki.

"Mungkin saja.'' lanjut Cecil.

"Aku jadi penasaran dengan anak itu. Pasti ada sesuatu yang belum kita ketahui dari anak itu.'' kata Tokiya sambil melipat kedua tangannya. Dibalas anggukan dari yang lainnya.

Skip time

Tok tok tok.

"Ya, silahkan masuk~''

"Maaf menganggumu, sensei..''

"Ah, Tokiya-kun dari S Class kah? Tumben, ada apa Tokiya-kun?''

"Ringo sensei, aku perlu bicara denganmu. Ini mengenai anak 'itu''' ucap Tokiya seraya duduk di hadapan Ringo.

"Anak itu? Chi-chan kah?''

Tokiya mengangguk. "Kau pasti tau 'sesuatu' tentang dia kan?"

Ringo menghela nafas sambil tersenyum singkat. "Sebenarnya...Chi-chan itu...''

Skip time

"Jadi begitu. Dugaanku ternyata benar.''

"Tokiya-kun sudah menduganya? Lalu kenapa bertanya lagi?''

"Hanya memastikan kebenarannya. Baiklah, terimakasih info nya sensei''

"Un! Sama-sama, Tokiya-kun''

Cklek. Keluar dari ruangan Ringo-sensei, Tokiya berjalan ke arah kamarnya.

'Pantas saja ia berlagak seperti bos begitu. Jadi ternyata itu benar.' pikir Tokiya. Ia kemudian membuka pintu kamarnya. Tidak ada orang. Kemana Otoya? Ah, sudahlah. Tokiya tak mau memikirkan itu. Ia melihat sekeliling kamar itu dan menemukan sesuatu di meja belajar teman sekamarnya. Ada kertas di bawah tumpukan buku. Penasaran, akhirnya Tokiya mendekati meja itu dan perlahan menarik kertas itu. Kelihatannya seperti surat. Tokiya pun membuka kertas yang dilipat-lipat (?) itu dan membacanya. Baru 2 detik dia membaca, tiba-tiba Otoya masuk tanpa mengetok pintu. Sontak Tokiya menengok ke belakangnya.

"Eh? Tokiya sedang apa kau- WAAAAA! Apa yang kau lakukan?!'' teriak Otoya seraya berlari ke arah Tokiya dan berusaha mengambil kertas yang dipegang Tokiya.

"Tokiya berikan itu padaku! Itu milikku! Tokiya!''

"Hei, tenanglah. Aku bahkan baru hanya membaca satu kalimat!''

"Gak boleh! Tokiya ga boleh baca itu! Itu rahasia!'' Otoya terus berusaha mengambil tapi Tokiya bersikeras tidak mau memberikannya.

"Ha? Kenapa aku tidak boleh tau? Biasa juga kau memberitahu segalanya padaku.''

"Pokoknya ga boleh! Berikan padaku! Tokiya-''

Tanpa sengaja Otoya tersandung dan terjatuh bersama dengan Tokiya. Dan jarak wajah mereka hanya kira-kira 3 cm. Blush. Kini Otoya benar-benar serba merah segalanya, termasuk mukanya udah ikut memerah semerah jaketnya Shintaro #iklannyaudahanwoi

"A-a-a...ma-maaf, a-aku...'' Otoya buru-buru menghindar setelah ia berhasil meraih kertas tersebut entah kapan.

"A-aku mau ke toilet dulu..'' ucapnya seraya masuk ke kamar mandi, meninggalkan Tokiya yang berusaha berdiri.

Meanwhile, Tokiya hanya bingung melihat tingkah Otoya. 'Dasar aneh...' batinnya.

Meanwhile Otoya di kamar mandi, mengunci diri dan menutupi mukanya yang masih memerah.

'Uh.. ta-tadi.. kami hampir saja ber-ber...ci-ciuman... Aaaaahhh! Bagaimana ini?! Mukaku pasti merah sekali! Mana Tokiya tadi nemuin kertas ini... uhhh! Untung ga dibaca sampe abis!' pikirnya. Dia perlahan menggenggam erat kertas di tangannya.

"Maaf Tokiya, tapi aku ga mau kau menjauhi dan membenciku karna membaca isi hatiku di surat ini...'' ucapnya pelan seraya memasukkannya ke kantong celananya. "...soalnya... aku suka Tokiya...'' lanjutnya pelan bahkan hampir tak terdengar.

Skip time

Jam sudah menunjukkan jam 8 malam. Semua anggota STARISH termasuk Nanami juga, sudah berkumpul di halaman belakang.

"Ah, aku tadi lupa bilang.. untuk lagu kali ini...kalian..'' kata-kata Chia terpotong.

"Apa?'' tanya Masato.

"Kali ini kalian harus topless lho''

Hening. Semua terdiam.

"A-apa?! Topless?! Itu ga mungkin!'' protes Shou, Masato, dan Tokiya. Ren, Cecil dan Otoya tidak protes, karna bagi mereka topless itu biasa aja dan sudah jadi trend mereka. Kalau Natsuki, dia mah cuma terima nasib (?) aja.

"Kalian protes? Tuh yang lainnya ga protes. 4 ah tidak, 5 lawan 3, suara terbanyak. Kalian lupa perkataanku tadi pagi?''

Lagi-lagi mereka terdiam. Mau ga mau terpaksa nurut.

"Kostum nya sudah ku desain, tinggal dijahit saja. Baiklah, ayo latihan! Ambil posisi masing-masing!''

Segera setelah perintah dari Chia, semua langsung mengambil posisi sesuai instruksi. Latihan pun dimulai dan lagi-lagi Chia tak henti-hentinya mengoreksi yang salah.

"Shou-kun, ayolah.. ga bisakah kau membuat suaramu lebih seksi sedikit?''

Shou cuma cemberut dan ber-pout ria. 'Salahku apa ya Tuhan...' pikirnya.

"Cecil-kun bagus! Pertahankan! Jangan sampe kecepetan lagi ya!''

"Un! Mengerti!''

"Dan Otoya-kun, ada apa denganmu? Kau jadi kaku dan gerakanmu terlambat.''

"A-ah.. ma-maaf, Chi-chan.. akan kuperbaiki..''

"Masa-kun agak mepet dikit ke Ren dong. Tokiya juga. Agak mepet dikit ke Otoya-kun dong.''

Sumpah ni anak lebih cerewet dari ibu-ibu kost yang nagih uang kost. Tapi, mau gimana lagi, kalau ga diturutin, si hime-sama ini bisa menjadi panah beracun bagi STARISH. Nanami yang sedari tadi hanya duduk menonton sampe berpikir 'jangan-jangan dia ini artis yang lagi nyamar? Dia punya banyak bakat dan kemampuan, stylish dan kakaknya seorang model. Jadi curiga deh (?)' batin Nanami ga nyambung #ngek.

"Ulangi sekali lagi, abis itu selesai." perintah Chia. Mereka pun langsung latihan sekali lagi dan akhirnya selesai tepat waktu.

"Besok latihan lagi. Jangan sampe ada kesalahan lagi ya'' ucapnya seraya berlalu bagaikan angin (?). Anggota STARISH pun bubar barisan dan kembali ke kamar masing-masing. Semua terlihat berjalan normal kecuali si serba merah dengan teman sekamarnya.

'Gi-gimana ini.. sejak kejadian itu, rasanya jadi awkward.. uhh.. ka-kalau begitu aku akan mencairkan suasana (?)' batin Otoya.

"Um... Kalau diperhatikan, Chi-chan itu sangat berbakat ya..''

Hening. Tokiya ngacangin Otoya tapi si rambut nyentrik tetep berusaha ngoceh seperti biasa.

"...emm.. meski cerewet, tapi dia terkadang bisa jadi manis dan ceria ya.. haha aku jadi suka sifatnya yang unik itu a-ahaha..''

Tiba-tiba Tokiya berhenti berjalan menuju kamar.

"..etoo... ada apa?''

"...kau menyukai dia?'' tanya Tokiya seraya melihat ke arah Otoya.

"A-ah, tidak kok! A-aku hanya menyukai sifatnya karena unik saja..'' ucap Otoya salting dan mengalihkan pandangan matanya ke arah lain. Ia takut kalau ia memandang Tokiya, ia akan ingat kejadian sebelumnya. Tapi meski begitu, tetap aja Tokiya natap dia.

"Ano.. aku duluan ke kamar ya..''

"Sampai kapan kau mau menghindar dariku?''

"A-apa?''

"Sejak latihan kau selalu berusaha menghindariku terutama bertatap denganku. Kalau bukan karna perintah Chia, mungkin sampai akhir latihan pun kau tetap akan menghindariku kan?''

Otoya terdiam, ia ingin menjelaskan tapi ia terlalu malu untuk membuka kejujurannya. Karna melihat Otoya tak bergeming, Tokiya langsung masuk kamar meninggalkan partnernya itu.

"Maaf...Tokiya.." ucapnya pelan sambil menunduk menyesal.

To be continued

Spoiler for chap 3 :

"...aku akan membocorkan mengenai siapa dirimu yang sebenarnya...''

"Kau menyukainya kan? Teman sekamarmu yang cool itu.''

"Kalau kau tidak menuruti perkataanku, maka akan kuberitahu padanya mengenai hal 'itu'"

"Aku..aku minta maaf, Tokiya! Aku benar-benar minta maaf!"

.

.

Fi-finally chap 2 rilis ! QvQ #bukan

Review please? :'D