Title : No, Please…[ Chap.2]

Cast : KaiSoo Couple

Sub-cast : EXO member

Author : Chang

Genre : AU, Romance, Angst, etc.

Length : Chaptered/Series Fic

Rating : NC+21

Disclaimer : FF ini asli buatan saya, hasil pemikiran saya dan tidak menjiplak hasil karya orang lain. Kejadian di cerita adalah AU. FF ini mengandung unsur Male Slash Fic/YAOI/Boy x Boy/Shounen-ai. Gak suka jangan dibaca xD

Kyungsoo pun jalan terseok-seok menuju kamar mandi. Ia tak menyangka efek dari kejadian malam tadi sangat menyakitkan seperti ini.

Selang 15 menit Kyungsoo sudah selesai membersihkan dirinya, Ia pun keluar dari kamar mandi.

"Aaaaaaaaaaaaaaaa!"

Chapter 2…

Betapa kagetnya Kyungsoo saat melihat Kai sudah berdiri di depan pintu kamar mandinya sambil membawa nampan berisi bubur dan susu hangat.

"Kau sudah selesai mandi, hyung? Ini aku bawakan makanan" ucap Kai sambil tersenyum memamerkan gigi rapinya.

"….." Kyungsoo hanya diam dengan mata bulat dan besarnya melihat Kai. Sumpah! Kai sangat gemas melihat ekspresi Kyungsoo saat ini.

"Hyung, kau mendengarkanku, kan?"

"Ahh..te..tentu saja. Tapi kau keluar dulu, Kai. Aku mau berpakaian"

Kyungsoo memberanikan diri berbicara meski kini wajahnya sudah memerah. Kai terkekeh mendengar jawaban dari namjachingunya ini.

"Kenapa harus malu, eoh? Bukankah tadi malam aku sudah melihat seluruh tubuhmu, hyung?" Kai berbisik ke telinga Kyungsoo.

Kyungsoo hanya menunduk menahan malu. Tak tahu harus bagaimana menanggapi ucapan namja tampan di depannya.

"Hmmm…baiklah. Aku akan keluar. Tapi dengan satu syarat kau harus mau makan di meja makan hari ini bersamaku"

"Ani! Aku mau disini saja" ucap Kyungsoo cepat.

"Baiklah, berarti permintaanmu juga ditolak, hyung"

"Andwe! Ne, aku akan turun setelah berpakaian. Ka!" Kyungsoo mendorong tubuh Kai keluar dari kamarnya. Kyungsoo pun buru-buru berpakaian.

Saat ini Kai dan Kyungsoo sudah berada di meja makan sambil menikmati sarapan mereka masing-masing. Tak ada yang bersuara. Hanya suara dentingan sendok beradu dengan piring yang terdengar. Terlihat Kai sesekali melihat ke arah Kyungsoo yang duduk di depannya. Namja mungil itu seperti biasa tidak terlalu semangat menghabiskan makanannya. Kai bersyukur, paling tidak Kyungsoo sudah mau makan tanpa perlu dibujuk-bujuk seperti biasa. Apalagi Kyungsoo sudah mau makan di meja makan, tidak di kamarnya lagi. Ya, meskipun karena Kai mengancamnya tadi.

"Jo…Jongin"

Secara otomatis pergerakan Kai terhenti karena Kyungsoo memangil namanya.

"Kau memanggilku, hyung?" tanya Kai tidak percaya karena Kyungsoo memanggil nama panggilannya, bukannya Kai.

"Ne, aku…"

"Chakkaman! Apa kau menginginkan sesuatu, hyung? Kekeke….biasanya kau memanggilku dengan nama 'Jongin' kalau ingin meminta sesuatu padaku".

Kyungsoo yang awalnya menatap Kai kini sudah menunduk malu.

"Benarkan, hyung?" Kai kepo bertanya malah sekarang sudah mencondongkan wajahnya mendekat ke arah Kyungsoo.

"Ne, hmmm…bolehkah aku hari ini mulai masuk kuliah lagi?"

"Mwo? Apa kau yakin, hyung?"

"Ne, aku rasa seminggu adalah waktu yang cukup untuk beristirahat karena sakit".

"Baiklah. Tapi mulai besok saja kau masuk lagi, hyung."

"Kenapa tidak hari ini saja, Kai? Aku sudah merasa sehat." Kyungsoo mulai protes.

"Tidak, hyung. Tadi malam kau masih kesakitan lagi kan? Pulihkan kesehatanu dengan utuh dulu. Perkuliahan itu sangat melelahkan, hyung. Aku takut sakitmu akan kambuh lagi karena kau belum sembuh total." Kai memandang sayang Kyungsoo yang juga memandang ke arahnya.

"Baiklah..hahhhh..kau selalu saja over protective, Kai" Kyungsoo menghembuskan nafas kesal sambil bersandar ke bangku.

"Hahaha…bersabarlah, hyung. Tinggal menunggu hari esok saja, kan? Lagian hari ini pun kalau aku mengijinkanmu masuk kuliah, kau pasti tidak sanggup." Kata Kai sambil tersenyum penuh arti.

"Memangya tidak sanggup kenapa?" Kyungsoo merasa perkataan Kai terdengar aneh.

"Kuperhatikan kau sepertinya kesakitan sewaktu berjalan" Kai berbicara sengaja seperti berbisik.

Kyungsoo mengerti kemana arah pembicaraan Kai. Wajahnya sekarang merah padam.

"Ya! Kim Jongin! Awas kau!" teriak Kyungsoo.

Tetapi Kai kini sudah berlari ke arah ruang tamu sambil menenteng tasnya.

"Hyung, aku berangkat dulu. Jaga dirimu baik-baik ne?"

"Aaaiisshh….awas kalau kau sudah pulang nanti" desis Kyungsoo sambil membereskan meja makan.

Keesokan harinya di Hanguk University.

Kai memberhentikan mobilnya di parkiran lalu membuka seat-beltnya. Terlihat Kyungsoo pun melakukan hal yang sama sampai akhirnya mereka sudah berada di luar mobil.

"Hyung…kau duluan saja masuk ke kelas. Aku harus menemui Kris untuk membicarakan sesuatu" Kai bersiap-siap untuk pergi ke arah berlawanan.

"Ne, masuklah sebelum jam mata kuliah dimulai, Kai. Jangan terlambat, ne?" teriak Kyungsoo pada Kai yang sudah mulai menjauh.

Kyungsoo pun berjalan menuju kelasnya di lantai tiga universitas itu. Sesampainya di kelas, Kyungsoo sudah menemukan Baekhyun dan Chanyeol bermesraan. Padahal di kelas itu bukan ada mereka saja. Kyungsoo hanya bisa memutar bola matanya. Maklum dengan sikap dua teman baiknya ini yang kapan pun selalu dimabuk asmara -_-.

"Eoh! Kyung-ah, kau sudah masuk lagi?" tanya Baekhyun yang menyadari kehadiran Kyungsoo.

"Kyungsoo!" Chanyeol berteriak nyaring saat melihat Kyungsoo.

"Ne, aku sudah sembuh. Kalau tidak, Kai tidak mungkin mengijinkanku masuk" Kyungsoo berucap saambil mengambil tempat duduk di depan kedua couple itu.

"Mana Kai?" tanya Chanyeol celingan-celinguk karena menyadari Kyungsoo hanya masuk ke kelas sendirian.

"Dia ada urusan sebentar, nanti juga masuk. Ya! Baekyun-ah kenapa kau ini?"

Entah sejak kapan Baekhyun sudah berada di samping Kyungsoo dan memeluknya erat.

"Aku merindukamu, Kyung-ah"

"Hahaha…ne ne aku juga merindukamu" Kyungsoo balas memeluk Baekhyun.

"Ya! Jadi kau tidak merindukanku?" protes Chanyeol merasa diabaikan.

"Aku juga merindukamu, Chanyeoli" Kyungsoo menatap geli ke arah Chanyeol yang memasang wajah masam.

Selang sepuluh menit kemudian mata kuliah pun dimulai. Membuat kegiatan bergosip mahasiswa di dalam kelas tersebut terpaksa berhenti. Terlihat Kai juga masuk menyusul dosen yang baru saja masuk. Kai berniat duduk disebelah Kyungsoo, namun gagal karena sudah ada mahasiswa lain duduk disana.

Dengan terpaksa Kai pun duduk di sudut kelas bersama Sehun yang nampaknya sudah tidur padahal mata kuliah belum dimulai.

"Kyungsoo hyung!" Kai sudah berada di dekat meja Kyungsoo.

"Nde? Ada apa, Kai?"

"Begini, hyung….Aku ada urusan jadi tidak bisa langsung pulang. Aku akan menyuruh Chanyeol untuk mengantarkanmu pulang." Kata Kai sambil menatap Chanyeol yang mengangguk mengiyakan.

"Hmmm…aku bisa pulang sendiri Kai. Kasihan Chanyeol dan Baekhyun. Mereka akan terganggu"

"Tidak! Kau tidak boleh pulang sendiri. Jika terjadi sesuatu denganmu bagaimana?" Kai setengah berteriak.

"Ne, kami juga tidak keberatan Kyung-ah. Lagian kau baru sehat, jadi tidak boleh sendirian, jika terjadi sesuatu bagaimana?" Baekhyun berucap.

"Haaahhh kalian sama saja dengan Kai. Baiklah…kajja kita pulang"

"Kai, jangan pulang terlalu malam ne?" kata Kyungsoo sebelum benar-benar menghilang dari balik pintu kelas.

"Ne hyung.." Kai tetap menjawab meskipun Kyungsoo tidak bisa mendengar suaranya lagi.

Kyungsoo dan Baekyeol couple sudah berada di parkiran untuk mengambil mobil milik Chanyeol. Saat tiba-tiba ada yang meneriaki nama Kyungsoo.

"Suho hyung" Kyungsoo melihat Suho yang berlari ke arah mereka.

"Kyungsoo-ah! Kau sudah sehat? Ku dengar katanya kau sakit."

"Aku sudah sehat hyung. Terima kasih sudah perhatian padaku" Kyungsoo tersenyum atas perhatian namja yang dulu sempat menjadi namjachingunya itu.

"Ya, kau pikir dengan berakhirnya hubungan kita, itu berarti aku tidak peduli padamu lagi?" Suho mengusak rambut Kyungsoo.

"Hahaha….terima kasih hyung" Kyungsoo merasa senang banyak yang memperhatikan dirinya selama ini.

"Kajja…itu mobil Chanyeol" ajak Baekhyun sambil menunjuk mobil Chanyeol mendekat ke arah mereka.

"Eoh? Kemana Kai? Apa dia tidak mengantarkanmu pulang?" Suho heran karena tidak melihat Kai sedari tadi.

Biasanya namja berkulit gelap itu selalu menempeli Kyungsoo. Sampai-sampai dia tak pernah berkesempatan menemui Kyungsoo dan mengajaknya mengobrol bersama.

"Kai ada urusan, hyung. Jadi aku akan pulang bersama mereka saja. Aku harus pergi, hyung. Sampai jumpa" Kyungsoo sudah akan melambaikan tangannya saat Suho menarik tangan tersebut.

"Aku saja yang mengantarmu pulang. Tidak apa, kan?" Suho memelas.

"Eh? Ta..tapi hyung?"

"Ayolah…Kyungsoo. Baekhyun-ah, aku akan segera mengantarnya. Aku janji tidak akan terlambat"

"Eh! Ba..baiklah. Tapi hyung harus janji langsung mengantarkannya ya? Ya sudah kami pergi dulu, ne?" Baekhyun pun masuk ke mobil yang langsung melesat pergi.

"Kajja…kita pergi" ajak Suho menarik tangan Kyungsoo.

Kyungsoo heran kenapa Suho mengajaknya terus berjalan menuju halte dekat kampus. Bukannya ke tempat parkiran mobil miliknya.

"Mobilku masih di bengkel, rencanya nanti aku menjuemputnya kesana. Jadi satu hari ini aku harus rela berdesak-desakan di bus. Maaf aku baru memberitahumu" Suho seperti tahu apa yang mengganjal di pikiran Kyungsoo.

"Gwenchana hyung. Itu berarti kita bisa mengobrol lebih lama" Kyungsoo tersenyum agar tidak membuat Suho merasa tidak enak hati.

"Gomawo. Ah! Itu busnya! Ayo sebelum jauh"

Suho langsung menarik tangan Kyungsoo dan mengejar bus tersebut. Sesampainya di dalam bus ternyata tidak ada kursi yang tersisa. Terpaksa mereka harus berdiri. Suho pun menarik Kyungsoo ke ujung bus tepatnya dekat pintu keluar bus bagian belakang agar lebih mudah keluar saat sampai di halte berikutnya. Suho pun menempatkan Kyungsoo bersandar pada badan bus sementara Ia sendiri berdiri di hadapan Kyungsoo sambil memegang pegangan yang terdapat di bagian atas bus.

"Eeeuunngghhh…"

"Kyungsoo, gwenchana?" Suho panik karena melihat wajah pucat Kyungsoo. Takut terjadi sesuatu pada mantan namjachingunya itu.

"Kepalaku sakit, hyung…" ucap Kyungsoo sambil memegang kepalanya, tangan yang satunya memegang erat ujung kemeja Suho. Seolah kalau tidak memegang sesuatu dia akan terjatuh.

"Ya! Kenapa bisa? Tadi kau masih baik-baik saja. Eotokhe?" Suho benar-benar takut dengan keadaan Kyungsoo.

Tanpa di duga, Kyungsoo malah memeluk Suho. Awalnya Suho diam terpaku, tapi menyadari tubuh Kyungsoo yang akan segera merosot ke bawah, Ia balik memeluk erat Kyungsoo.

"Kau sanggup berdiri?"

"Hmmm…" Kyungsoo hanya menggumam. Pelukannya semakin erat karena sambil menahan rasa sakit yang mendera.

"Mianhae….mungkin karena aku mengajakmu lari mengejar bus ini jadi kau pasti sangat kelelahan. Padahal kau baru sembuh. Aku salah, mianhae, Kyungsoo-ah" Suho merasa orang paling bersalah di dunia ini karena membiarkan orang yang masih dicintainya ini tersakiti.

"Tidak apa hyung. Aku yang lemah tidak seperti namja pada umumnya" ucap Kyungsoo lirih.

"Mian…" Suho sepertinya tidak mendengar apa yang diucapkan Kyungsoo. Suho terus saja menggumamkan kata maaf. Berharap dengan mengucapkan kata-kata itu, sakit yang di rasa Kyungsoo bisa berkurang.

Tanpa mereka sadari, mobil Kai persis berada disebelah bus yang mereka tumpangi. Kai melihat kedua namja yang berpelukan itu. Saat itu juga darahnya seperti mendidih. Ia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal.

"Bastard" desis Kai. Tangannya menggenggam kuat stir mobilnya.

Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 KST. Kai terlihat gelisah di ruang tamu. Sebentar-sebentar Ia berdiri dan melihat ke arah luar tetapi yang ditunggunya tidak juga terlihat. Lalu Kai duduk lagi sambil menggoyang-goyang kakinya tidak-sabaran. Ya, Kai sedang menunggu kedatangan Kyungsoo yang sedari sore belum pulang. Pikirannya antara cemas dan marah. Cemas, karena keadaan Kyungsoo yang sedang sakit tapi sampai malam hari kabarnya belum juga diketahuinya dan marah karena kejadian yang Ia lihat tadi siang.

Hingga suara mesin mobil menghentikan aktifitasnya. Kai pun langsung bergerak ke arah jendela untuk melihat siapa yang berada di luar sana. Seketika ubun-ubunnya serasa seperti mengeluarkan asap saat tahu orang yang keluar dari dalam mobil tersebut. Terlihat Kyungsoo keluar dari dalam mobil yang dibukakan oleh Suho. Suho pun terlihat mengacak-acak sayang rambut Kyungsoo sambil tersenyum bahagia. Ingin saja Kai keluar dan menghabisi namja itu karena berani menyentuh hyung kesayangannya. Namun niatnya Ia tahan saat melihat Kyungsoo mulai berjalan memasuki rumah.

CEKLEK

Kyungsoo terlihat takut-takut saat memasuki rumah. Takut kalau-kalau Kai memarahinya karena pulang terlalu malam dan tidak meminta izin terlebih dahulu. Kyungsoo pun berjalan pelan-pelan di ruangan gelap itu sambil berdoa agar Kai tidak terbangun dan menangkap basah dirinya.

GREB

Sial! Ternyata doanya tidak terkabul.

"Kau tahu ini sudah jam berapa, hyung?" Kai menarik tangan Kyungsoo tiba-tiba.

"Ka...Kai…." Kyungsoo benar-benar ketakutan saat ini.

"AKU BERTANYA KAU DARI MANA SAJA! INI SUDAH LARUT MALAM DAN KAU BARU PULANG BERSAMA NAMJA BRENGSEK ITU!"

Kai benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya kali ini.

"Maaf Ka…Kai. Sebenarnya tadi aku…"

"MWOYA! Kau mau bilang tadi kau berkencan satu harian dengan Suho dan berpelukan di bus, eoh?" Kai kini mendorong Kyungsoo ke sudut ruangan.

"Ahk! Kai…ka...kau salah paham. Itu tidak seperti yang kau bayangkan. Jangan terlalu kau pikirkan". Kyungsoo terkejut kenapa Kai bisa tahu kejadian saat di bus tadi.

"Hahaha…mwo? Jadi maksudmu adegan bermesra-mesraanmu tadi tak perlu kupikirkan? BAGAIMANA BISA, HYUNG?!"

"Kai, tolong jangan berteriak, ini sudah malam…"

"Hahaha…wae hyung? Kau takut kalau tetangga tahu bahwa kau selingkuh dengan orang lain?" Kai tersenyum kecut.

"Kai! Kau cuma salah paham. Aku tidak ada bermesra-mesraan dengan Suho hyung" Kyungsoo benar-benar ketakutan melihat kondisi emosi Kai kali ini. Tubuhnya sudah gemetaran karena takut melihat keberingasan namjachingunya itu.

"Eoh? Mungkin kata 'bermesraan' kurang tepat. Cih! Apakah lebih tepatnya kalian berciuman?….seperti ini?" Kai langsung mendekati Kyungsoo dan meraup bibirnya.

"A..apa?! Kai…kau keterlalu…nnmmppfftt…" Kyungsoo sudah diserang sebelum menyelesaikan kata-katanya.

Kai melumat bibir Kyungsoo secara paksa bercampur amarah. Seolah dengan melakukan hal itu akan meneguhkan bahwa bibir bahkan tubuh hyungnya itu adalah miliknya. Hanya miliknya. Tidak boleh disentuh siapa pun.

"Nnnngghhh" Kyungsoo meronta lemah atas perbuatan Kai yang dirasanya terlalu kasar.

"Kau hanya milikku, hyung" Kai berucap ditengah aktifitasnya.

Kai kembali melanjutkan kegiatan melumat bibir Kyungsoo. Kali ini sambil memasukan tangannya ke dalam kaos Kyungsoo dan mencari tonjolan yang sudah mengeras di dalam sana. Kemudian Kai memilin nipple Kyungsoo dengan kuat. Tidak mempedulikan Kyungsoo yang sedari tadi merasa kesakitan. Malahan tangan Kai sudah bergerilya ke arah bawah dan meremas cock Kyungsoo.

"Ahk! Ssshhh…Kai-ahhhh. Ja...janganhhh" Kyungsoo berusaha melepas tangan Kai yang meremas cocknya dengan tangan sebelah kirinya.

Namun, sepertinya Kai tidak mendengar ucapan Kyungsoo. Malah Ia sudah asyik menciptakan kissmark di leher Kyungsoo. Bahkan, bekas yang kemarin saja belum sepenuhnya hilang. Kini Kai sudah membuat tanda-tanda baru.

"Ssshhhh….Kaihhh andwe…hiks" suara Kyungsoo semakin lemah karena tangisnya.

Mendengar desahan Kyungsoo, Kai mulai tidak tahan lagi. Segera Ia angkat tubuh Kyungsoo dan menghempaskan tubuhnya ke sofa di ruangan itu. Lalu secepat kilat ditindihnya tubuh Kyungsoo dan melepas paksa kaos yang masih melekat ditubuh namja mungil itu. Sedangkan Kyungsoo hanya bisa pasrah atas perlakuan Kai. Ia sadar percuma melakukan perlawanan dalam kondisi Kai seperti sekarang ini karena malah akan membuat namja jangkun itu semakin menggila.

Setelah puas dengan tubuh bagian atas Kyungsoo, Kai pun beralih ke bagian bawah tubuh hyungnya itu. Kai tergesa-gesa membuka celana jeans Kyungsoo. Saat melakukan aktifitasnya ini, Kai terus saja menciumi leher Kyungsoo. Namun, sebelum Kai menurunkan celana tersebut, Kyungsoo mendorong tubuh Kai sedangkan Kyungsoo berusaha untuk bangkit. Meski terlihat Kyungsoo terlalu memaksakan diri. Kini mereka telah duduk berhadapan. nafas keduanya nampak terengah-engah. Mereka saling menatap, saat Kai ingin menciumi Kyungsoo kembali.

"Jebal, stop Kai!" pinta Kyungsoo menahan dada Kai dengan tangannya.

Kai menatap tajam Kyungsoo. Meskipun ruangan itu gelap, Kai mengetahui bahwa Kyungsoo sedang menangis. Hati Kai akhirnya luluh juga. Perlahan didekatinya Kyungsoo dan di tarik ke pelukannya. Kyungsoo masih dengan rasa takutnya, terlihat dari cara tubuhnya seperti menolak pelukan Kai.

"Mianhae, hyung…aku menyakitimu, eoh? Mian…" Kai mempererat pelukannya.

Kai merasakan sesuatu membasahi telapak tangannya saat memegang tangan Kyungsoo. Penasaran, Kai mendekatkan tangannya ke hidungnya sendiri. Bau anyir. Buru-buru Kai berdiri dan menyalakan lampu di ruangan tersebut. Saat itulah Kai melihat kondisi Kyungsoo yang mengerikan. Siku sebelah kanannya terluka dan mengeluarkan banyak sekali darah, hingga mengenai hampir setengah badannya. Betapa bodohnya Kai saat menyadari luka itu terjadi akibat tindakannya mendorong Kyungsoo ke sudut ruangan tadi dan mengenai meja kaca.

"HYUNG-AH!"

Secepat kilat Kai mendekati Kyungsoo dan membalut luka itu dengan kaos Kyungsoo yang tergeletak di lantai. Masuk ke kamarnya dan kembali lagi untuk mengambil kunci mobil. Diangkatnya tubuh Kyungsoo ala bridal style menuju mobilnya di luar sana.

"Eunngghh….Kai kita mau kemana?" Kyungsoo berbicara sangat pelan namun Kai masih bisa mendengarnya.

"Kita ke rumah sakit, hyung"

"Andwe! Aku tak mau ke…"

"Aku akan lebih menyiksamu kalau kau menolak, hyung. Ikuti perintahku!"

Kai kini panik luar biasa sampai tidak menyadari kalau perkataannya barusan membuat Kyungsoo takut. Dia tidak peduli, yang terpenting baginya adalah sampai secepatnya ke rumah sakit dan menghentikan darah yang terus mengalir dari luka Kyungsoo. Terlihat kondisi Kyungsoo semakin melemah karena mulai kehabisan darah. Wajahnya sangat pucat yang membuat Kai semakin khawatir.

"Hyung…bertahanlah.."

"Euunngghh…" Kyungsoo hanya sanggup melenguh.

Mobil tersebut melaju dengan kencangnya membelah kota Seoul di tengah malam.

Kai terduduk lemas di bangku yang tersedia di ruang tunggu ICU. Kedua tangannya bertumpu diatas kedua pahanya. Kai menunduk dalam, tubuhnya juga bergetar. Kai menangis. Ia merasa menyesal tidak bisa menjaga Kyungsoo dengan baik. Merasa bersalah karena dirinyalah yang membuat Kyungsoo bisa terluka seperti sekarang ini. Coba saja tadi Ia lebih mengontrol dirinya pasti kejadian ini tidak akan terjadi. Namun, penyesalan selalu datang terlambat. Semua telah terjadi.

Suara pintu ruangan ICU sudah terbuka. Terlihat lelaki berjubah putih bersih keluar dari dalam, namun sepertinya Kai tidak menyadarinya sama sekali.

"Jongin-ah"

"Ne…Hyung! Bagaimana keadaan Kyungsoo?!" Kai langsung menyerbu ke arah lelaki berjubah putih tersebut.

"Hahhh….Aku malas terus berkata dengan kalimat yang sama, Jongin-ah. Ck, kau tenang saja. Keadaan Kyungsoo sudah stabil sekarang"

"Syukurlah, hyung…" Kai menghembuskan nafas lega.

"Jongin-ah…"

"Ne, hyung? Mwo?"

"Sekali lagi Kyungsoo mengalami pendarahan seperti tadi, aku tidak jamin dia akan selamat. Kalau saja kau terlambat sedikit untuk mengantarkannya kesini, hyung tidak yakin bisa menyelamatkannya. Untung saja kau bergerak cepat. Kau harus menjaganya lebih baik lagi, Jongin-ah. Kau mengerti?" ucap namja itu.

"Ne, aku akan melakukan penjagaan ketat, hyung" Jongin bertekad bulat.

"Aigooo…jangan terlalu over protective, Jongin-ah. Kalau pada akhirnya Kyungsoo terluka pun karena ulahmu" ucap namja itu dengan nada mengejek.

"Ahh..itu…" Jongin seperti tertangkap basah karena hyungnya tahu bahwa ini semua karena ulahnya.

"Aku terlalu mengenalmu, meskipun kita bukan saudara kandung. Jadi kau tidak bisa berbohong padaku."

Kai hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena malu dengan hyungnya tersebut. Bagaimana tidak, hyungnya itu sangat dewasa pemikirannya dan sangat bijaksana. Jika dibandingkan dengan Kai tentu tidak berarti apa-apa. Namun, meskipun mereka tidak memiliki hubungan darah, hubungan mereka sangat dekat. Mereka saling menyayangi dan menghargai.

"Lay Hyung, bolehkah aku melihat Kyungsoo?" Kai berupaya mencairkan suasana yang sempat kaku.

"Ne, masuklah…panggil aku segera kalau Kyungsoo sudah sadar, ne?" ucap Lay berlalu sembari menepuk bahu Kai.

"Ne, hyung.."

Kyungsoo berusaha membuka matanya meski dirasanya berat. Pemandangan serba putih menyambutnya saat matanya sudah terbuka penuh. Bau obat-obatan khas rumah sakit menghinggapi indra penciumannya. Kyungsoo sudah benar-benar sadar sekarang. Ingatan itu kembali lagi. Peristiwa yang membuatnya trauma. Seketika Kyungsoo memegangi kepalanya. Sakit yang luar biasa membuat kepalanya serasa ingin pecah.

"Aaarrrgghh…ughh…"

Merasa sakit sekaligus takut, membuat Kyungsoo ingin segera melarikan diri dari rungan tersebut. Lari kemana saja asalkan tidak mengingatkannya dengan peristiwa itu. Kyungsoo berusaha turun dari tempat tidur. Sayang, tekadnya untuk keluar malah tidak sebanding dengan kondisinya sekarang ini. Tubuhnya sangat lemah. Berdiri saja tidak mampu apalagi berlari.

"Hikkss…"

Kyungsoo hanya bisa pasrah sekarang. Terduduk di lantai yang dingin sambil menenggelamkan kepalanya di antara kedua kakinya yang ditekuk. Berharap dengan begitu, bayang-banyang itu segera hilang.

TAP

TAP

TAP

Hoshh…hosshh..hoshh…

Tampak tiga orang namja lari terburu-buru. Kai berlari paling depan, sementara kedua namja lainnya, yaitu Chanyeol dan Baekhyun berada di belakang sambil terus mengikuti arah Kai berlari. Chanyeol menarik tangan Baekyun agar tidak tertinggal jauh.

"Hosshh..hosshh…apakah ini ruangannya?" tanya Baekhyun setelah mereka berhenti di ruangan bernomor 016.

Kai hanya mengangguk dan membuka ruangan tersebut. Mengajak Chanyeol dan Baekyun untuk masuk.

"Mana Kyungso?" tanya Chanyeol saat melihat ruangan itu kosong.

Tempat tidur terlihat berantakan. Kai hanya bisa diam. Pikirannya sedang berpikir keras. Seketika wajahnya berubah menjadi panik.

"KYUNGSOO HYUNG! EODIGA?" teriak Kai frustasi.

"Kai, tenanglah….kita cari sama-sama" Chanyeol menahan tubuh Kai yang sepertinya akan bertingkah kalap (?)

"Kyung-ah…"

Baekhyun berjalan pelan ke arah kanan sisi tempat tidur. Terlihat Kyungsoo yang terus terisak dan ketakutan. Bahkan Ia tak menyadari badannya sudah tersembunyi ke bawah tempat tidurnya sendiri.

"Kyungsoo hyung!" Kai menggeser Baekyun dan langsung berjongkok menghadap Kyungsoo.

"Kai…hiks..hikss…ayo pulang…" Kyungsoo sudah mengangkat wajahnya. Lega rasanya melihat Kai.

"Ne, hyung kita akan segera pulang. Tapi setelah keadaanmu membaik." Kai mengusap punggung Kyungsoo untuk menenangkannya.

"Ani! Aku mau sekarang kita pulang, Kai! Aku takut…hiks…"

"Hyung….aku ada disini, kau tidak perlu takut"

"Kai, kupikir kau akan membantuku. Ternyata tidak! Kalau kau tidak mau membantuku, aku akan pulang sendiri!" Kyungsoo sudah bersiap bangkit.

Kyungsoo pun berusaha sekuat tenaga untuk berjalan cepat. Namun Kai menarik tanggannya dan langsung memeluknya. Kyungsoo terus meronta minta dilepaskan. Namun percuma karena tenaganya tidak sekuat Kai.

"Kai…lepashh. Aku benci disini. Aku takut..hikss…" Kyungsoo berusaha meronta. lagi.

Melihat kondisi Kyungsoo yang semakin berontak, Kai memberi kode kepada Baekyun agar memencet tombol di dekat tempat tidur. Bel itu berguna untuk memanggil dokter maupun suster tanpa perlu pergi keluar ruangan.

"KAI! LEPASKAN AKU!" teriak Kyungsoo.

Malang, Kai tetap memeluk Kyungsoo lebih erat dari sebelumnya. Namja mungil itu tetap memberontak. Apa pun akan dia lakukan agar keluar dari neraka ini. Kehabisan akal untuk mencegah Kyungsoo pergi, Kai pun melakukan sesuatu hal yang membuat Kyungsoo diam seketika. Kai melumat bibir Kyungsoo agar tidak berteriak terus-menerus.

"Mmmffttt…lepashh…Kai…" Kyungsoo berusaha melepas pagutan itu namun gagal ._.

Sepertinya usaha Kai sedikit berhasil, karena Kyungsoo mulai tenang meskipun masih terlihat gelisah.

Akhirnya, Lay yang notabenenya sebagai dokter, datang dan segera menyiapkan suntik penenang untuk Kyungsoo. Lay melihat Kai sedang melumat bibir Kyungsoo, namun ekspresinya biasa saja. Lay sepertinya tahu maksud tujuan Kai melakukan tindakan tersebut. Perlahan di dekatinya kedua namja yang sedang intens berciuman. Sadar akan kehadiran hyungnya, Kai hanya melirik Lay sekilas tanpa melepas pagutannya dengan bibir Kyungsoo. Malah Kai memberikan tangan kiri Kyungsoo kepada Lay agar segera disuntik. Lay pun menyuntikkan obat penenang tersebut.

"Mmmhhh…"

Kyungsoo seperti menahan rasa sakit saat Lay menyuntik lengannya. Selang tiga menit, Kyungsoo pun tertidur akibat pengaruh suntikan tadi. Ciuman itu akhirnya terlepas juga. Kai segera mengangkat tubuh Kyungsoo kembali ke tempat tidur dan menyelimutinya. Tidak lupa Ia kecup sayang kening Kyungsoo yang berkeringat.

Sedangkan pasangan Chanyeol dan Baekyun hanya cengo'an melihat kejadian barusan. Sedangkan Lay hanya menghembuskan nafas lega karena tidak terjadi apa-apa. Sampai suara ketukan pintu mengalihkan perhatian mereka. Sosok namja tampan berwajah malaikat memasuki ruangan itu.

"Suho hyung!"

TBC