.

The Person You Will Love

Mei Anna AiHina

Naruto CopyRight Masashi Kishimoto

SasuHina

T

Romance/Drama

.

.

Langkah mereka pijaki dijalan utama desa. Begitu ramai, ya seramai pasang mata yang menatap mereka-Sasuke dan Hinata. Tangan yang bersahutan itu saling mengerat tatkala intimidasi diterima mereka. Jujur, Sasuke sudah biasa akan hal ini semenjak dirinya kembali, berbanding terbalik saat amarah dan dendam belum merajai hatinya. Dulu dipuja dan dipuji, namun Sasuke tak menyesali sepenuhnya. Dulu, saat mata memandang kagum akan dirinya, Hinata tak sedikitpun seperti yang lain. Ia menjauh menghindarinya. Ironis memang. Sekarang tatapan menghina, acuh, mencemooh, Sasuke terima. Malah, sekarang Hinata yang memandangnya hangat-walau hati itu belum terbaca.

Sasuke palingkan pandangannya dan mendapati Hinata berjalan dengan keteguhan, mencoba mengacuhkan mereka dan bisikan yang membuat telinga panas itu. Kembali Sasuke memandang kedepan dan, "Apa kau menyesal?"

"Aku sudah biasa," kata Hinata sambil tersenyum lembut memandang Sasuke. Itu tadi bukan jawaban, ya Sasuke tahu. Mereka memang sama.

Dimata mereka, Sasuke jahat, mantan nuke-nin yang hampir menghancurkan desanya. Dimata mereka, Hinata lemah, Hyuuga lemah yang ditakdirkan lahir dikalangan souke dan pewaris utama Hyuuga, seorang Hyuga Heiress. Mereka sama 'kan? Semua senang mempermainkan mereka.

Mansion Hyuga di hadapan mereka, terlihat dua orang Hyuuga kalangan bunke yang sedang berjaga digerbang utama.

Mereka-Sasuke dan Hinata-menatap dalam diam. Mereka tidak akan apa yang akan terjadi untuk 30 hari kedepan. Meraka mencoba menikmati saja hubungan aneh ini. Ya, selama mereka masih bertahan. Tapi untuk berapa lama?

"Tenanglah Sasuke-san. B-besok yang sesungguhnya," ya. Sasuke tahu akan konsekuensi hubungan mereka. Sungguh berat. Kalian tahu 'kan mulut lebih cepat dari pada Sharingan Itachi - walau belum pernah dihitung sih. "J-jadi…," jeda dibuat Hinata, "S-selamat malam," dan ia lari masuk kebalik gerbang itu memberi jejak rona pada pipi Sasuke. Hinata mencium Sasuke.

Cekikikan dari dua orang bunke-yang tadi juga dilanda shock - menyadarkan Sasuke. Senyum muncul dalam wajah minim ekspresi itu. Oh… hari yang indah bagi Sasuke yang malang.

-:-:-:-:-

Ketukan berirama itu menyuarakan ruangan yang didominasi aroma bumbu. Adu antara alas potong dan pisau yang cepat itu menandakan betapa terbiasanya orang itu, Hinata.

Derit langkah ditatami mendekat kearahnya, namun tak sedikitpun beralih pandang kearah belakang. Hinata mencoba fokus dan menghiraukan saja.

"Nee-san, sudah bangun," bila kalian mendengarkan, maka ini bukan suatu sapaan. Ia seharusnya tahu Hinata sudah bangun dengan melihat Hinat memasak, inilah masalahnya. Sejak hari itu, Hinata tidak pernah kedapur sepagi ini hanya untuk membuat sarapan, lagipula ada pelayan. Ini karena cinta kecilnya telah pupus saat Naruto menyatakan cintanya pada Sakura dihari kembalinya Sasuke. Sungguh menyesakan.

Hinata mencoba fokus akan masakannya, mengacuhkan sindiran adiknya, Hanabi. Sedikit banyak, itu membuat Hanabi kesal.

"Aku sudah dengar lho," pancingnya. Oh, Hanabi sangat suka membuat emosi kakaknya naik sampai ubun-ubun, sayang, belum pernah tercapai. Iapun berdecak mendengar keabsenan Hinata, "Apa pantas seorang Hyuuga Heiress berhubungan dengan mantan nuke-nin? Ck. Ngga level Nee-san," cibirnya pedas.

Hinata hanya menghela nafas untuk sekian kalinya. Dengan kesabaran tersisa, ia memasukan dadar gulung pada kotak bento.

Hanabi tidak menyerah begitu saja, ia punya cara asik agar kakaknya kesal kali ini, "Hoh. Aku hanya takut saja. Aku takut kalau Nee-san frustasi seperti saat Naruto dan bagaimana nanti kalau Sasuke ma-."

"Untuk kali ini Hanabi, kunci mulutmu!" sorot mata mutiara lavender Hinata penuh keteguhan. Amarah tertahan di sana dan Hanabi menciut, " Semua punya kesempatan, termaksud seorang seperti Sasuke," ia melepas celemeknya kasar, meletakannya di samping alas potong , dan pergi dengan bento ditangan.

Hanabi terpaku, ternyata kakaknya…, "Terpancing," senyum seringai itu nampak tanpa raut penyesalan. Dengan santai ia mencomot dadar telur Hinata dan, "Tomat?"

.

.

TBC

Kayaknya masih pendek ya? Gomen. Aku akan berusaha.

Special Thanks:

n

Yes Us

The Amesthyt Hime

Dinda tsukiyomi

Amane Aoki

Ino Michiyo

Saruwatari Yumi

Lollytha Chan

Ryu Uchiha

Shyoul Lavaen

Maaf ngga bisa bales satu-satu, diwarnet sih m(_ _)m.

Kalau ada kesalahan nama murni kesalahan saya dan gomen lagi karena typo mengganggu reader, aku akan berusah.

Arigatou minna

Rnr?