Behind The Scene
Cast
.
Jong In - Kai
Do Kyung Soo - Kyungie (GS)
Rated
.
M
NC 20+
para pembaca yang dibawah umur tolong jangan mencoba untuk membaca
saya tidak bertanggung jawab jika otak kalian ternodai oleh karya saya!
Summary
"bukankah itu Kai EXO?" "hey berhentilah berkhayal, kau baru melihat konsernya sebulan yang lalu dan kau masih saja berkhayal hingga sekarang?" saat beberapa dari mereka melihat sepasang kekasih yang saling berpelukan di pintu keberangkatan "kurasa aku masih cukup sadar saat ini..." apakah kau yakin idolamu masih lajang?
.
.
"bagaimana kalau fans mu melihatmu?"
.
"cukup minta aku untuk tinggal. Maka aku akan pergi meninggalkan popularitas ini"
.
"aku masih terlalu merindukanmu"
.
.
Maafkan summaryku yang buruk ini. Kuharap kalian dapat memberikan kritik ataupun saran untuk segala karyaku. Karya ini sepenuhnya hasil dari imaginasiku yang terlalu tinggi. Ada kemungkinan seluruh FF ku akan memiliki 2 ver. (exo-couple & exo-real girl) untuk EXO-Girl akan ku update wattpad sedangkan untuk EXO-Couple akan ku update di
Mohon dukungan dan sarannya
Terima kasih
.
.
.
Kedua manusia beda gender ini memasuki sebuah mall, yang tak jauh dari rumah kyungsoo, mereka bergandengan tangan layaknya kekasih pada umumnya, namun kyungsoo sesekali melirik orang-orang takut kalau saja ada yang melihat atau ada yang mengenali Kai, jantung berdegup kencang bersama dengan langkahnya yang sesekali bertambah kala tangannya ditarik oleh Kai
"jangan khawatir, mereka tidak akan mengenaliku" ucap Kai berusaha menenangkan kekasihnya
"tapi, tetap saja. Kalau mereka mengetahuimu bagaimana?" bisik kyungsoo
"maka biarkan mereka mengetahui siapa kekasihku saat ini" tegas Kai yang membuat semburat merah di pipi kyungsoo menjalar. Meski begitu ada kerisauan di hati kyungsoo, karena jika mereka ketahuan maka karier Kai yang menjadi taruhannya. Dan ia tidak ingin Kai kehilangan mimpinya
"tenanglah sayang" ucap kai sekali lagi yang masih mendapati kyungsoo melihat sekeliling. Kyungsoo menangguk kemudian mengikuti arah Kai yang menggenggam tangannya sejak tadi. Gedung bioskop tampak dimasuki oleh pasanngan kekasih ini, beberapa kali menatap ke screen yang menampilkan film yang sedang tayang saat itu. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menonton film laga.
"maaf tuan, tapi nona ini belum bisa menyaksikan film ini" ucap petugas bioskop yang langsung membuat mata kyungsoo membulat, ia sudah 24 tahun.
"Dia su-.." Baru saja Kai ingin menjawab "aku sudah 24 tahun ajumma" ketus kyungsoo yang membuat kai terkekeh, ia mengusak rambut kyungsoo lalu mengeluarkan ID kyungsoo, membuat sang empunya membuah wajahnya kasar.
"maafkan sikap saya nona, tuan" bungkuk petugas itu
"tidak apa-apa. Memang wajah dan tingkahnya sudah sejak dulu seperti anak kecil" Kai menjawab tanpa sedikitpun melepaskan maskernya, ia meraih tiket bioskop kemudian menggandeng tangan kyungsoo.
"jangan marah begitu chagi-ah" kai menggoda kyungsoo dengan mencubit pipi putih nan gembil itu
"jangan ganggu aku" kyungsoo mempoutkan heart lipsnya membuat kai semakin gemas untuk mengerjainya
"jangan melakukan itu pada bibirmu, nanti kucium disini bagaimana" ujar kai pelan dengan smirk nya yang langsung membuat kyungsoo mengulum bibiirnya hingga membentuk garis
"oppa sih selalu menggodaku" kyungsoo mencubit pinggang kai pelan
"arrasseo, oppa minta maaf" ujar kai meraih tangan kyungsoo lalu mengecupnya
"yak oppa, nanti ada yang melihat wajahmu" sergah kyungsoo melihat kai membuka maskernya sedikit untuk mengecup tangannya
"wah, kau membuatku terlihat seperti selingkuhanmu" kai bersedekap melihat kyungsoo
Kyungsoo hanya terkekeh malu, "bukan begitu oppa"
"ah sudahlah ayo kita keliling dulu" kyungsoo menarik lengan kai yang masih bersedekap "jam tayangnya masih lama kan?" tanya kyungsoo yang diangguki kai saat mereka mulai berjalan beriringan.
Beberapa toko di mall ini telah dilewati namun kyungsoo hanya melihat sebentar kemudian pergi, kai mampu membelikan itu semua, dengan pendapatannya sebagai seorang boyband yang populer, serta keluarganya yang cukup berada, itu bukanlah sesuatu yang sulit bagi Kai. Namun, kyungsoo hanya memilih melihat-lihat tanpa membeli.
Kyungsoo kini sedang mengantri bersama gerombolan anak-anak di sebuah toko eskrim , orang yang melihat kyungsoo pasti akan mengira bahwa ia pun adalah anak-anak. Ia terlalu mungil dan imut untuk seorang desainer kelas atas. Dari jauh Kai memerhatikan kyungsoo, gelak tawanya terlihat saat sesekali ia berbicara dengan anak kecil yang ikut mengantri. Kai berjalan pelan menjauh.
"oppa dari mana?" kyungsoo bertanya sambil sibuk memakan es krim yang nyaris habis di tangannya saat melihat Kai menghampirinya
"maafkan oppa, oppa dari toilet tadi" ujar Kai, sedang kyungsoo melirik papan petunjuk toilet tidak jauh dari tempat mereka saat ini, dan Kai datang dari arah yang berbeda
"arrasseo oppa" ucap kyungsoo pelan, ia penasaran kemana Kai pergi tadi. Karena ia menunggu selama 15 menit sejak tadi.
"kajja, filmnya sudah akan dimulai" ujar Kai, merangkul tubuh mungil kekasihnya
"ne oppa" ucap kyungsoo berusaha menekan rasa curiganya
Mereka baru saja akan memasuki gedung bioskop saat ponsel Kai tiba-tiba berbunyi Manager Hyung tertera di layarnya membuat Kai langsung menangkatnya setelah melirik kyungsoo meminta persetujuan.
"ne hyung?" tanya Kai
".."
"aku masih di jepang tentu saja" tukas Kai sesekali melirik kyungsoo
".."
"bukankah masih aku punya seminggu" Kai menghela nafas kasar
".."
"baiklah, akan kubicarakan dengan kekasihku dulu" singkat Kai langsung memutuskan sambungan panggilannya
"kenapa oppa?" tanya Kyungsoo. Kai meraih tangan Kyungsoo mengusapnya dengan lembut kemudian mengecupnya kyungsoo, semakin membulatkan matanya sedang pipinya mengeluarkan semburat merah disana
"nanti saja kita bicarakan ne, aku tak ingin melewatkan waktuku bersamamu" ujar kai menarik Kyungsoo masuk ke gedung bioskop
Kyungsoo dan Kai kini duduk di barisan paling 3 kebelakang, hingga Kai bisa membuka maskernya tanpa takut orang akan melihatnya karena, ruangan bioskop sangat gelap hanya sebuah layar yang menjadi penerangnannya.
Sesekali kyungsoo tercekat karena kaget akan film laga yang mereka nonton bahkan beberapa kali Kyungsoo mengutuk saat sang pemeran utama dibuat menderita. Yang dilakukan Kai? Ya ia menikmati filmnya dengan disuguhkan ekspresi wajah kekasihnya yang berubah-ubah membuat Kai lebih memilih Kyungsoo untuk di tonton daripada Film.
"seharusnya ia balas memukul kenapa diam saja" Kyungsoo mengomel sendiri membuat Kai terkekeh
"aku juga akan diam saja jika penjahat itu memukulku, karena ia sedang menyandera kekasihku" ujar Kai yang langsung membuat Kyungsoo mencubit pinggang Kai
Kai meringis pelan "yak! Aku membicarakan filmnya, bukan oppa" ujar kyungsoo menahan pipinya yang terasa panas karena ulah Kai.
DRRTT
"arrasseo aegi" Kai terkekeh tapi kekehannya terhenti saat tiba-tiba ponselnya berdering. Kyungsoo sempat melirik ke ponsel Kai dan melihat nama Krystal terlampir sebagai tanda bahwa gadis bernama Krystallah yang menelpon
Kai melirik Kyungsoo meminta izin yang langsung diangguki oleh Kyungsoo, meski dalam hati ia ingin sekali melempar ponsel Kai karena menerima panggilan gadis lain saat sedang bersamanya. Tapi, jika ia marah itu akan membuatnya terlihat kekanak-kanakkan. Kai langsung saja meninggalkan ruang teater saat mendapatkan persetujuan dari kyungsoo yang mempoutkan bibirnya
Lebih dari 20 menit kyungsoo menonton seorang diri. Moodnya berubah buruk. Bagaimana tidak Kai sejak tadi belum kembali dari acara menelponnya dengan Krystal.
'memangnya apa yang mereka bicarakan. Kenapa lama sekali sih'
'ini sama saja aku sedang menonton sendiri'
'ishh menjengkelkan'
'dasar genit'
Berbagai monolog terucap di otak panas Kyungsoo. Ia memakan popcorn dengan kasar sesekali melirik kesampingnya karena sejak tadi kekasihnya belum juga menampakkan diri. Kyungsoo baru saja menyeruput cola nya hingga habis saat Kai telah selesai dengan acara telpon menelponnya.
"maafkan aku chagi" senyum Kai yang membuat Kyungsoo menarik kedua ujung bibirnya memaksa untuk tersenyum. Ya, meski cahaya di ruang teater tidak banyak tapi Kai dapat melihat senyum paksa kyungsoo
"heum" Kyungsoo berdeham
"wae?" tanya Kai
"anio"
"Krystal memintaku mendengarkan lagu yang akan muncul di albumnya nanti" jelas Kai.
'kenapa dia harus minta pendapat padamu? Kenapa bukan chanyeol oppa? Atau siapapun asal bukan kau!' Kyungsoo mengomel dalam hati mendengarkan penjelasan Kai
"arrasseo. Itu bukan sesuatu yang perlu kau jelaskan oppa. Aku paham" lirih Kyungsoo, 'kau menghabiskan hampir setengah jam untuk menelpon dengannya, apa saja yang kalian bicarakan' Kyungsoo masih merutuk dalam hati.
"saranghae chagi" Kai mengecup pipi Kyungsoo
"nado oppa" ucap Kyungsoo, meski hatinya masih terbakar api cemburu
Hanya beberapa menit Kai duduk tayangan film yang mereka tonton telah berakhir. Kyungsoo sendiri menggerutu dalam hati.
"eoh, filmnya ternyata tidak lama ya" heran Kai, Kyungsoo mengidik
'bukan tidak lama, kau yang terlalu asik sendiri dengan Krystal, dasar kamjong'
"nan molla" ujar Kyungsoo, mempoutkan bibirnya. Rasa cemburunya sudah di ubun-ubun . berkali-kali ia mencoba menahannya tapi tetap saja. Kyungsoo berjalan agak cepat saat keluar dari gedung bioskop
"kau kenapa kyungie-ah?" Kai berlari kecil, melirik gadis mungilnya.
SRET
Kai menarik tangan Kyungsoo, membuatnya kini saling berhadapan. "chagi, kau kenapa?" Kai memegang kedua bahu Kyungsoo seraya bertanya dengan lembut
"bukan apa-apa oppa, aku lelah" bohong Kyungsoo sambil mengalihkan pandangannya. Matanya terasa panas jika berlama-lama melihat kekasihnya karena hatinya kini sedang terbakar cemburu.
"aku dan Krystal hanya berteman chagi, aku mencintaimu" Kai paham Kyungsoo sedang cemburu saat ini. Ia semestinya menghabiskan waktu terbaiknya bersama kyungsoo tapi ia malah terjebak dengan pekerjaan dan teman-teman agensinya. Kyungsoo masih mengalihkan pandangannya namun saat mendengarkan penjelasan Kai ia melirik
Kyungsoo menghela nafasnya pelan, meraih salah satu tangan Kai yang masih setia bertengger di bahunya "aku lelah oppa, bisakah kita pulang?" pinta Kyungsoo yang langsung diangguki Kai.
Mereka berjalan beriringan dengan Kai yang merangkul tubuh mungil Kyungsoo sedang yang dipeluk hanya berjalan tak berniat menggandeng ataupun merangkul pinggang Kai. Kai sepertinya akan kesusahan membujuk Kyungsoo yang saat ini sedang dalam mood tak bersahabat. Sepanjang perjalanan kembali kerumah pun Kyungsoo hanya melihat keluar jendela mobil, jika Kai melemparkan pertanyaan ia hanya berdeham ataupun menggeleng.
Kyungsoo berlalu dengan cepat tanpa sepatah kata saat mereka telah sampai, dirumahnya, jantung Kyungsoo berdetak cepat, karena rasa cemburu dan fikiran yang tak seharusnnya ia pikirkan kini bertengger indah di otaknya.
Drrrtt
Drrrtt
Getaran ponsel Kai mengalihkan perhatian Kai, ia sebenarnya hendak membicarakan hal ini pada Kyungsoo saat mereka baru saja tiba, dan karena mood Kyungsoo yang sedang berantakannya. Tapi ponselnya melampirkan manager hyung yang membuat Kai langsung saja mengangkat panggilannya
"hyung, bisakah kau menelponku nanti saja?" Kai memelas, ia ingin segera berbaikan dengan kekasihnya tapi, selalu saja ada yang mengganggu. Waktunya di jepang hanya sedikit. Tak bisakah orang-orang sesama artisnya mengerti?
"..."
"kenapa selalu seperti ini sih hyung! Aku bahkan belum 5 hari disini" Kai menggerutu pada manager hyung yang ada di seberang sana
"..."
Kai mengehela nafasnya kasar, "beri aku waktu lagi hyung , jebbal" dalam hati ia berdoa bahwa manager hyungnya menyetujui permintaannya
"..."
Dan yup do'anya sepertinya terkabulkan karena senyum sumringahnya melebar "gomawo hyung" ucap Kai langsung mematikan panggilannya secara sepihak.
Kai melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah Kyungsoo hingga berakhir di kamar si mungil yang kini sedang sibuk berganti pakaian. Tubuh mungil Kyungsoo yang hanya berbalutkan underware hitam dan kaos kebesaran sebatas pahanya membuat Kai menelan salivanya kasar. Sekalipun pria itu telah melihat banyak tubuh wanita terekspos tapi, hanya satu orang yang bisa membuat hormonnya meningkat berkali-kali lipat, dan orang itu adalah Kyungsoo.
Kyungsoo sebenarnya melihat Kai yang kini berjalan pelan kearahnya dari ekor matanya hanya saja ia sedang bersikap acuh, jangan lupakan bahwa ia masih terbakar cemburu. Kai menyentuh pelan pinggang Kyungsoo berencana menarik tubuh mungil itu untuk mendekat padanya tapi, sang empunya menjauhkan diri dari Kai.
SRET
Kai menarik pinggang Kyungsoo yang kembali melakukan penolakan dan berusaha keras untuk melepaskan diri hingga membuat Kai memeluk Kyungsoo dengan amat erat dari belakang"Kau kenapa chagi?" Kai bertanya lembut
"lepaskan aku oppa, aku ingin menonton TV" sergah Kyungsoo dengan segala kebohongannya, ia marah dan jantungnya semakin berdetak kencang, ia bahkan mengetahui bahwa manager Kai sudah meminta kekasihnya untuk kembali ke tidak bodoh untuk tau apa yang di bicarakan kekasihnya tadi di telpon.
"shiireo" Kai menggeleng lalu membenamkan wajahnya di ceruk leher Kyungsoo
"lepaskan oppa hikss"Kyungsoo tidak bisa menahan gemuruh dihatinya lagi ia menangis dengan jari-jari yang berusaha melepaskan pelukan Kai di pinggangnya. Kai yang mendengar isakan Kyungsoo memutar tubuh Kyungsoo hingga berhadapan dengannya. Dan yah, mata bulat itu telah tergenang sempurna oleh liquid yang mulai berceceran di pipi gembilnya
"lepasskhhnn-hikss" Kyungsoo menangis
Kai panik, tangannya menangkup pipi Kyungsoo "kau kenapa chagi? Apa aku melakukan kesalahan eum?" ia mengelus pipi gembil Kyungsoo yang masih saja dicucuri airmata. Kyungsoo menggeleng
"beritahu aku sayang apa yang mengganggumu?"
"hikss hikss lepaskan aku oppa hikss" Kyungsoo tersedu-sedu
"ada apa, eoh?" Kai membawa tubuh mungil Kyungsoo dalam pelukannya.
Wajah kyungsoo terbenam di dalam dada bidang Kai "pergilah oppa, lebih baik kau tidak usah kemari" Kyungsoo berteriak meski teredam tapi Kai masih mampu dengan jelas suara kekasihnya itu.
Kai beralih mencengkram baru Kyungsoo "Kau kenapa Kyungsoo" Kai menegur dengan sedikit menaikkan nada suaranya. Ia tau kyungsoo sedang cemburu tapi, ia tidak suka jika Kyungsoo melakukan penolakan seperti ini padanya
"jangan membuatku semakin khawatir kyungie-ah"
"AKU MEMBECIMU!" seketika Kyungsoo berteriak nafasnya tak teratur karena sesegukan, membuat Kai membulatkan matanya,
"KAU MEMBUATKU FRUSTASI! ORANG LAIN BISA MELIHATMU SESERING YANG MEREKA MAU SEDANG AKU, AKU TIDAK BISA HANYA UNTUK MEMILIKIMU SEORANG DIRI"
"AKU MERINDUKANMU"
"AKU INGIN MEMELUKMU SELAMA YANG AKU MAU"
"KRYSTAL ITU MENJADI LEBIH PENTING DARIPADA DIRIKU"
"APAKAH KAU SEBEGITU DEKAT DENGANNYA!"
"AKU PACARMU ATAU KRYSTAL EOHHH!"
Runtuh sudah pertahanan diri Kyungsoo yang sejak tadi ia tahan, ia menyemburkan semua kekesalan dalam hatinya yang memang sejak hari ini bersemayam di hati dan fikirannya. Ia hanya berharap untuk menghabiskan waktunya dengan Kai bukan malah berakhir cemburu
Kai sejak tadi tak bersuara bahkan menatap kekasihnya dengan tatapan terkejutnya "MAAFKAN AKU SEHARUSNYA AKU TIDAK KEKANAK-KANAKAN"
"KAU SEPATUTNYA MEMILIK KEKASIH YANG LEBIH BAIK DARIKU"
"MUNGKIN SEBAIKNYA KITA BERPP-SSMMPFFTT" omongan Kyungsoo terbungkam saat Kai melumat bibir mungil kyungsoo dengan terburu-buru. Ia mencintai kekasihnnya demi apapun, ia rela melepaskan karirnya untuk bisa bersama kekasihnya tapi, jika kyungsoo meminta mereka untuk berpisah ia akan sangat marah. Ia tidak ingin kekasihnya pergi dan ia juga tak akan mau meninggalkan Kyungsoo.
Kai melumat bibir kyungsoo dengan menuntut tangan kanannya ia bawa ketengkuk Kyungsoo menariknya untuk semakin memperdalam ciumannya, sedang tangan kirinya melingkari pinggang ramping kyungsoo yang kini lemas karena perlakuan Kai, tangan Kyungsoo bertengger di perut Kai merambat naik ke dada bidang namja tan itu. Mendorong pelan hingga panggutan keduanya terlepas.
"jangan membodohiku oppa, manager oppa meminta untuk kembali ke korea bukan? Pergilah" ketus Kyungsoo berbalik keluar dan memasuki salah satu kamar yang ada di rumahnya, ia membutuhkan waktu sendiri untuk menenangkan hatinya
Kai diam tak berniat mengejar Kyungsoo, ia mengusak wajahnya dengan kasar, ia benci harus bertengkar dengan Kyungsoo, karena Kyungsoo akan melakukan penolakan yang keterlaluan padanya, situasi saat ini bahkan semakin membuat amarah kyungsoo semakin menjadi, seharusnya ia tidak mengangkat panggilan Krystal hari ini, seharusnya ia memberitahu kyungsoo bahwa manager hyung menyuruhnya pulang lebih awal yang ia sendiri tak tahu apa alasannya. Dengan langkah kasar Kai membawa tubuh tan nya keluar dari rumah.
.
.
.
Tap
.
Tap
.
Tap
.
.
.
BLAM
.
'dasar kkamjong, nappeun! Jika aku menyuruhmu pergi kau akan benar-benar pergi eoh' Kyungsoo merutuk langkah kaki yang terdengar di depan kamarnya yang kemudian disusul dengan suara pintu yang terbanting. Kamar tempat kyungsoo berada adalah kamar yang tak jauh dari pintu utamanya jadi, ia bisa memastikan bahwa Kai telah pergi meninggalkan rumahnya.
"kau jahat sekali oppa hikkss" lirih Kyungsoo kembali terisak mengingat Kai tidak berusaha membujuknya dan memilih pergi. Ia tak sepenuhnnya menyuruh Kai untuk meninggalkannya, hanya saja terkadang mulutnya mengeluarkan kata-kata yang bahkan ia sendiri tak menginginkannya. Ia berfikir dengan ia ke kamar tamu Ia akan tenang dan Kai pun berusaha membujuknya
Tapi, sepertinya apa yang kyungsoo harapkan tidak berjalan dengan lancar, karena buktinya Kai meninggalkan rumah
Kyungsoo membuka pintu kamar kemudian berjalan kearah pintu utama, ia melihat sepatu Kai tidak ada disana yang mebuat hatinya semakin sakit karena di tinggalkan seorang diri. Tanpa ucapan perpisahan bahkan berderai air mata. Ia tidak menyukai ini, ia tidak ingin bertengkar dengan Kekasihnya.
Mulutnya ia bekap, merasa bahwa mulutnya telah melakukan kesalahan karena telah menyuruh Kai untuk pergi meninggalkannya, padahal ia sangat merindukan namja tan itu. Ia menjatuhkan dirinya hingga berjongkok didepan pintu
"maafkan aku yang cemburu seperti ini oppa"
Kyungsoo berlinang air mata diselingi sesegukannya "aku tak bermaksud menyuruhmu pergi" tatapannya terpaku pada tempat kosong disisi sepatunya, dimana sepasang sepatu yang berukuran besar ada disisi sepatunya
"maafkan mulutku"
"hikss kumohon kembali lah oppa hikk hikss" Kyungsoo semakin sesegukan bahkan ia kini mengubur wajahnya di kedua lututnya dan memeluk kedua kakinya dengan erat berharap bahwa yang ia peluk adallah kekasih tan nya
"oppa, kumohon kembali lah, maafkan mulutku ini"
"hikkss aku memang kekasih yang buruk hikkss" seru Kyungsoo memukul kepalanya
.
.
.
tbc?
.
hehehe nggak
.
.
SRET
"YAK!"
Tubuh kyungsoo tertarik bangkit saat sesorang menarik tangannya, Kyungsoo mengusap airmatanya karena pandangannya tidak dapat melihat dengan jelas siapa yang ada dihadapannya
"OPPA!" Kyungsoo berteriak dan langsung memeluk tubuh Namja ynag ternyata adalah Kai, Kai terhentak kebelakang karena kencangnya pelukan Kyungsoo di tubuhnya
"kau kenapa menangis lagi? Eum?" tanya Kai lembut
"hiks Maafkan aku oppa, aku tidak akan menyuruhmu pergi lagi dari hadapanku hiks hiks" Kyungsoo menangis semakin mengeratkan pelukannya pada Kai, Kai yang awalnya terkejut langsung bersmirk
"janji kau tidak akan menyuruhku pergi lagi?" tanya nya sekali lagi sedang Kyungsoo mengangguk dalam pelukan Kai
"maafkan aku oppa, seharusnya aku tidak boleh secemburu ini, seharusnya aku tidak memarahimu maafkan aku! Aku salah oppa!" rentetan kalimat keluar dari mulut Kyungsoo yang membuat Kai menjauhkan tubuh Kyungsoo agar bertatapan dengannya
Kai memerhatikan Pipi gembil Kyungsoo memerah, dengan tangan yang masih terus mengusap air matanya yang terus saja mengalir, ia menepuk kedua bahu kekasihnya pelan,
"oppa yang seharusnya minta maaf aegi, Kau boleh cemburu padaku jika ada yang mendekatiku, karena itu berarti babyku mencintaku. Benar bukan?" ucap Kai yang dijawab dengan anggukan pelan kyungsoo, air matanya tak lagi mengalir namun sesegukannya masih terdengar. Kai mengusap pipi Kyungsoo menepis segala bekas air mata yang amat dibencinya
"hik-k-kufikir oppa m-mening-galkanku-hikS" Kyungsoo menjawab sambil sesegukan, Kai kembali memeluk tubuh kekasih mungilnya
"mana mungkin aku meninggalkan istriku seperti ini, bahkan ia mengutuk bibir yang selalu kucium" ujar Kai, membuat Kyungsoo mendongak.
"oppa, mendengarnya?" tanya Kyungsoo
"tentu saja aku mendengarnya, kau menangis kencang sekali sayang, bahkan dari 1 blok kesini aku sudah mendengarnya" Goda Kai, sebenarnya ia sejak tadi berada didepan pintu setelah beberapa menit ia menghirup udara segar di halaman kyungsoo.
Menurut Kai sangat lucu karena kekasihnya berfikir bahwa ia meninggalkan kyungsoo sendiri, bahkan ponsel dan barang-barangnya pun masih ada dikamar.
"kau bohong oppa" ucap Kyungsoo
"eoh, mana mungkin aku bohong pada istriku ini heum" ucap Kai menghasilkan semburat merah di pipi Kyungsoo. Kekasih mungilnya mempoutkan heartlipsnya memukul pelan dada Kai "kenapa oppa pergi meninggalkanku? Oppa kemana tadi hiisshh" Kyungsoo berucap
"oppa didepan tadi, oppa menenangkan fikiran oppa, dan membiarkanmu memiliki waktu untuk sendiri" Kai berucap menahan kepalan tangan Kyungsoo yang masih memukul dadanya pelan
"semestinya aku tidak melakukan itu chagi, maafkan aku. Semestinya aku memberitahumu tentang manager hyung"
"semestinya aku tidak meninggalkanmu sendiri karena Krystal menelpon. Seharusnya aku membuatmu tertawa bukan membuatmu menangis seperti ini" lanjutnya lagi mengecup jemari kyungsoo dengan amat lembut
"biarkan aku mengganti tangismu dengan senyuman chagi" ucap Kai membuat mata Kyungsoo menatapnya penuh tanya.
"jadilah milikku untuk selamanya" lirih Kai seraya mengeluarkan cincin emas putih bertahtakan tiga berlian hitam yang ukurannya tidak terlalu besar. Kyungsoo menatap tak percaya dengan apa yang ia dengarkan dan ia lihat saat ini, matanya kembali mengeluarkan airmata namun berbeda dari sebelumnya senyum lebar nan cantik terukir bibir hatinya
"hikss tanpa kau bilang pun aku telah menjadi milikmu selamanya oppa" lirih Kyungsoo lalu mencium bibir Kai, bukan lumatan yang terjadi hanya kedua belah bibir yang menempel dalam, Kyungsoo menitikkan air mata sambil tesenyum dalam ciumannya saat tangan Kai ikut memasangkan cincin itu di jari manis Kyungsoo.
Keduanya melepas kedua bibir itu karena salah satu telah nyaris kehabisan nafas "kau memaafkanku kan chagi?" Kai bertanya kembali, membuat Kyungsoo memutar matanya malas "kalau aku tidak memaafkanmu tentu aku tidak akan menciummu oppa" Kyungsoo mencubit pinggang Kai pelan
GREP
KYAA!
Kai menangkat tubuh mungil kekasihnya hingga membuat Kai berhadapan dengan perpotongan leher kyungsoo. Smirk terukir di wajah tampan Kai.
"wae? Oppa mau apa?" tanya kyungsoo saat Kai membawa langkahnya kekamar mereka
Kai menyeringai "tentu saja menikmati milikku"
"yak! Kau baru saja meminta maaf sekarang mau menyakitiku lagi eoh" gerutu Kyungsoo
"sakit begitu pada akhirnya kau akan menikmatinya chagi" kekeh Kai yang langsung membuat Kyungsoo menggigit pipi Kai hingga si empunya terkejut
"kalau begitu buat aku tak kesakitan oppahh-enhh" goda Kyungsoo bergerak kecil dalam gendongan Kai . melihat godaan Kyungsoo Kai engan langkah cepat membawa dirinya masuk kekamar karena jujur saja inti dirinya pun terbangun sejak tadi karena menggendong kekasihnya. Kai merebahkan tubuh mungil Kyungsoo di atas ranjang mereka.
Diciumnya bibir hati kyungsoo dengan sedikit menuntut, yang langsung dibalas kyungsoo, ciuman tersebut dengan cepat berubah menjadi lumatan panas, tangan keduanya saling menggerayang memberikan sentuhan menggoda satu sama lain, tungkai kanan kyungsoo sudah bertengger kepinggang Kai dengan erat sedang yang kiri sesekali menggoda adik kecil Kai disana. Kai menggeram samar merasakan sengatan yang diberikan kyungsoo disana
"eeunggggtthhhh...hahhh.."Kai tak ingin menerima godaan sendiri membawa ciumannya ke leher jenjang kyungsoo, menjilat menyesap hingga meninggalkan jejak kemerahan bahkan nyaris keunguan dan menghasilkan lenguhan panjang kyungsoo yang ada dibawah
Tangan kai membuka kaos dan bra kyungsoo beralih memijat payudara kyungsoo sedang yang satunya ia sesap dengan amat serius. "oo...pppahh...hahh... hardeerrrhh" racau kyungsoo saat Kai menyesap pelan dan menjilat dengan pelan,tangan kyungsoo menarik surai coklat Kai agar semakin memeperdalam sesapannya disana.
Tubuh kyungsoo yang hanya menggunakan underware kini membuat hormon kelaki-lakian Kai naik keubun-ubun dengan cepat ia membawa bibirnya menelusur turun hingga sampai ke inti kyungsoo yang bahkan sudah basah disana, aroma vanila dan aroma khas kyungsoo membaur menjadi satu memasuki indra penciuman Kai, kai menjilat pelan disana membuat Kyungsoo melenguh meremat seprai dengan keras tubuhnya melengkung ke atas "aaanhhh... eungghhh hahhh"
respon tubuh kyungsoo membuat Kai kembali menjilat disana kemudian menggigit pelan tungkai sang kekasih pelan "kau meyukainya?" ucap Kai bernafas dengan berat disana, tubuh kyungsoo merinding merasa geli dengan nafas hangat Kai. Ia mengangguk, bibirnya nyaris terbuka sedikit matanya melihat dengan sayu kearah kai yang sudah melepaskan seluruh pakaiannya hingga naked total, pipi gembil kyungsoo merona menyaksikan tubuh Kai yang atletis, Kai beranjak naik menyetarakan posisinya dengan Kyungsoo.
Kai melumat kembali bibir hati kyungsoo dan membawa kedua tangan kyungsoo kelehernya sedang tangannya yang lain ia posisikan dibawah tubuhnnya dengan kyungsoo, kyungsoo menlenguh merasakan kejantanan Kai menggoda intinya disana.
"sarannghae, chagihhh" kecup Kai di pipi Kyungsoo lalu menerobos masuk kedalam tubuh kyungsoo dengan sekali hentak, membuat Kyungsoo menancapkan kukunnya di punggung kai karena menahan perih dibagian bawahnya
"arghhh...heunnnnhhh" kyungsoo memekik yang kemudian mendesah pelan kyungsoo menatap kai dengan sayup, tangannya menarik Kai untuk bertarung lidah
"berhhhgghheraklahhh oppahh" desah kyungsoo lalu Kai menarik pelan kejantanannya disana, kemudian menghujam dengan keras, menarik dan kembali menghujam memancing desahan, desisan, dan lenguhan kyungsoo semakin menjadi
Sepasang kekasih itu, bergelut dengan adegan panas, suara kecipak terdengar disana. Peluh membasahi keduanya, bahkan penyejuk ruangan yang sejak tadi menyala tak terasa lagi. Suara decitan tempat tidur bahkan ikut menggema mengiringi kegiatan panas itu
"oppphhaaahhhh... ak-uhhh..hnnhh" Kyungsoo meracau merasakan tubuhnya akan terjun dalam api kenikmatan
"bersamaahh chagii..." Kai mengerang semakin menghujam cepat kedalam inti Kyungsoo yang semakin mengetat dan berkedut disana.
"oppaaahhhh..."
"kyunggg..."
Tangan keduanya tertaut erat saat mencapai klimaks mereka, membiarkan bukti pergumulan mereka mengalir disana. Kai mengecup bibir Kyungsoo yang bahkan sudah membengkak
"saranghae chagi" ucap Kai didepan bibir Kyungsoo. Dengan pelan ia mengeluarkan kejantanannya dari inti kyungsoo membuat Kyungsoo mendesis pelan merasakan perih yang diikuti rasa kosong dalam tubuhnya
"nado oppa" lirih Kyungsoo yang mulai mengantuk karena rasa lelah yang menerpanya, Kai beralih kesamping Kyungsoo, memeluk sang kekasih dengan erat. Ia mengecup kepala kyungsoo dan ikut menghanyut dalam dunia mimpi bersama sang kekasih.
Kyungsoo terbangun lebih awal karena rasa dingin yang menerpa keningnya, dengan pelan ia menggerakkan tubuhnya agar semakin mendekat ketubuh namja tan yang ada dihadapannya, kyungsoo membenamkan wajahnya di dada bidang Kai yang langsung memeluk tubuh mungil kyungsoo. Perbedaan besar tubuh dan warna kulit mereka sangat kontras. Kyungsoo yang putih nan mungil tampak nyaris tenggelam dalam pelukan Kai yang berkulit tan dan besar
"kyung..." Kai memanggil kekasih yang ada dipelukannya dengan mata yanng masih terpejam
"wae oppa?" Kyuungsoo menjawab lirih sedikit mendongak membuatnya berhadapan dengan rahang Kai
Kai membuka matanya "aku akan pulang hari ini" ucapnya
mata kyungsoo membulat mendengarkan perkataan Kai, matanya terasa memanas hingga tanpa bisa ia tahan air mata itu mengalir tanpa ampun membasahi pipi dan dada bidang Kai "maafkan aku" serak Kai semakin memeluk kekasihnya, berat baginya untuk meninggalakan Kyungsoo.
Berat baginya untuk berjauhan, ia tak ingin pergi, ia tak ingin meninggalkan kekasihnya sendiri. Banyak hal yang ingin ia lakukan bersama Kyungsoo,saling menggenggam tangan, berlibur tanpa rasa takut ketahuan, sejenak hatinya tertohok karena tangisan kekeasihnya.
Kai ingin memutar waktu kembali dan tak memilih profesi ini, ingin rasanya ia ungkap pada dunia bahwa ia telah memeiliki kekasih. Kekasih yang amat ia cintai, kekasih yang telah ia lamar, kekasih yang akan ia jadikan pendamping hidupnya bahkan sampai akhirat sekalipun.
"hikss-hikss aku masih merindukan oppa" lirih kyungsoo mendongakkan kepalanya dan bertatapan dengan mata Kai
"kau hanya perlu memintaku untuk tinggal sayang. maka aku akan tinggal" ucap Kai menegaskan maksudnya, ia rela meninggalkan popularitasnya demi sang kekasih
"ani oppa, hanya saja aku masih terlalu merindukan oppa" senyum Kyungsoo. Kai kadang merutuk dengan sikap kekasihnya. Semestinya kyungsoo melarangnya kembali ke seoul tapi, inilah yang terjadi kyungsoo akan memaksanya kembali dan lebih memilih menyimpan rasa rindunya berakar
"jangan pikirkan tentang karirku, kau ingin aku berjauhan tterus denganmuu eoh?"
"sepertinya kau tidak rindu denganku chagi" rutuk Kai mencoba membuat Kyungsoo untuk memintanya untuk tinggal
"aku kan bisa melihat oppa di TV tiap hari jika aku rindu" ucap kyungsoo tak mau kalah. Ia merindukan Kai bahkan bernafaspun rasanya berat tanpa Kai disisinya. Hanya saja ia tak mau untuk egois. Jika kontrak kerja Kai selesai maka biarlah ia menyimpan Kai untuk dirinya sendiri. Tapi, untuk saat ini biarlah berjalan seperti bagaimana semestinya
"kau menjengkelkan kyung" rajuk Kai beralih duduk , tubuh atletisnya hanya tertutup pada bagian bawah dengan selimut, Kyungsoo ikut bangun tapi setelah memakai kaos milik Kai yang sejak semalam berada dilantai
"oppa harus kembali eoh" ucap Kyungsoo di pundak Kai namun sang empunya masih memalingkan wajahnya kearah lain
"kau harus bertanggunng jawab dengan pekerjaanmu oppa" ucap Kyungsoo lagi sesekali mengelus pundak Kai
Kyungsoo mengecup pundak Kai dengan lembut "Bagaimana kau bisa bertanggung jawab padaku jika bertanggung jawab pada pekerjaanmu saja tidak bisa eoh" lirih Kyungsoo yang berhasil membuat Kai menoleh
"urusan pekerjaanku dengan dirimu itu berbeda. Aku akan bertanggung jawab padamu sekalipun kau tak mau padaku" tegas Kai, kyungsoo beralih kepangkuan Kai tangannya ia lingkarkan ke leher Kai "jika fansmu tau aku alasanmu keluar pasti aku yang akan menjadi korbannya, apakah kau mau melihatku tersiksa?" tanya Kyungsoo, inilah satu-satunya cara agar Kai mau kembali ke Seoul, dalam hati Kyungsoo berdoa agar Kai bisa dibujuk kali ini.
PUK
Kyungsoo bersyukur dalam hati melihat kai menggeleng sebelum mmenjatuhkan kepalanya di dada kyungsoo yang langsung mengelus surai coklat Kai. "tunggu aku chagi, jangan tinggalkan aku eoh" ucap Kai. "aku akan selalu menunggumu chagi" ucap Kyungsoo meyakinkan.
Kai mengenakan topi hitam bersama dengan masker, serta kacamata hitam. Kaos putih yang dipadupadankan bersama jaket denim serta jeans membuatnya memiliki resiko yang kecil untuk ketahuan oleh orang-orang di bandara . handbagnya terpantri ditangan kirinya sedang tangan kanannya sejak tadi menggenggam tangan kekasih mungilnya.
Penampilan kyungsoo tak jauh berbeda dengan penampilannya saat menonton dengan Kai, dan yup alasan yang sama pula yang diberikan Kai pada Kyungsoo, agar memakai pakaian tertutup karena banyak pria yang akan meliriknya. Keduanya saat ini sedang berada di bandar internasional tokyo, awalnya Kyungsoo tak ingin ikut ke bandara karena ia tak ingin mereka ketahuan dan disamping itu ia tak sanggup melihat Kai pergi, namun Kai tetap memaksanya untuk ikut. Maka disinilah ia berakhir
Pengunguman penerbangan ke Seoul terdengar membuat Kai menoleh ke arah Kyungsoo yang duduk , sedang yang diperhatikan hanya mengangguk tersenyumm. "gwaenchana oppa" ucap Kyungsoo beralih untuk berdiri begitupun dengan Kai
"jaga dirimu eoh"
"makanlah teratur"
"jaga kesehatanmu" kyungsoo mengangguk mengiyakan segala penuturan Kai yang beruntun
"jangan mengenakan pakaian yang minim saat aku tak ada" alis Kyungsoo menyeringit
"jangan biarkan pria lain melihat aset-asetku" ujar Kai sambil menunjuk seluruh tubuh Kyungsoo
"oppa kau akan ketinggalan pesawat nanti" ujar Kyungsoo membalikkan tubuh Kai kearah pintu masuk dan sedikit mendorong tubuh Kai . Kai berbalik membuat Kyungsoo terkejut dan menatapnya dengan mata bulatnya
"kau mendengarkanku apa tidak chagi?" tanya Kai
"aku mendengarkanmu oppa, cepat nanti kau terlambat" ucap Kyungsoo
CUP
Kai menarik turun maskernya lalu mengecup pipi Kyungsoo dan bibir Kyungsoo membuat sang kekasih mematung dengan wajah yang mulai memerah. Kai bersmirk ria lalu menutup kembali maskernya "saranghae yeobo" usak Kai di rambut Kyungsoo lalu pergi karena pengumuman penerbangannya yang sudah keberapa kali
"nado oppa" ujar Kyungsoo meneteskan air mata. Hatinya terasa berat melihat Kai berlalu pergi meninggalkannya, namun ia akan selalu menunggu sang namja apapun yang terjadi.
.
.
.
.
.
"e-eoh bukankah itu Kai EXO?" ujar seorang gadis sipit membuat beberapa temannya ikut melihat kearah pandangan sang gadis, yang melihat seorang pria sedang mengusak rambut seorang gadis mungil yang mereka yakini adalah kekasihnya.
"Kau sepertinya masih bermimmpi karena konser EXO bulan kemarin ya" ujar salah satu yang mengalungkan earphone di lehernya
"sudahlah, bagasi kita sudah akan sampai" ucap yang memiliki rambut bob lalu berlalu ke arah pengambilan bagasi
"aku tidak mimpi kok" lirih Gadis sipit itu pada dirinya sendiri, pasalnya ia melihat orang yang menyerupai Kai membuka maskernya lalu mengecup gadis yang ada di depannya tadi, matanya masih memerhatikan gadis mungil yang kini tampak mengusap matanya lalu berlalu pergi "apa mungkin aku mimpi? Atau itu benar kekasih Kai oppa?" tanyanya kembali entah pada siapa, lalu ikut melangkah pergi.
END/TBC?
JANGAN LUPA MEMBERI LIKE DAN COMMENT
