Hi! Ini dia firstfic Sinsin, akhirnya jadi juga, wah betapa senangnya ^0^ Tapi baru chapter satu dong, tape deh!

Biar ga pada bingung sebelumnya Sinsin ngasih tau dulu, disini Gaara ga tinggal bareng Temari atau Kankuro, Mereka bertiga ga ada hubungan darah.

Yap, ini dia fic Sinsin!

Summary: Naruto dan Sasuke adalah sepasang sahabat baik. Di sekolah banyak Fans Girl Sasuke yang iri sama Naruto. Namun muncul anak baru bernama Gaara di sekolah mereka. Sepertinya dia suka dengan Naruto, tapi bagaimana kalau ternyata Sasuke secara diam2 selama ini juga suka sama Naruto. Siapa yang akan dipilih Naru? Semuanya berubah ketika Gaara mengetahui kalau dirinya ternyata adalah anak "SHINIGAMI" (dewa kematian) yang bertugas untuk merengaut nyawa Naruto yang ia sukai. Apakah jalan yang akan Gaara pilih?


"Love Tears"

Chappie 1 : First meeting with Gaara

HaK4r S!n


Tampak seorang gadis berambut pirang panjang yang dikuncir dua tinggi sedang menikmati angin yang berhenbus lembut membelai rambut pirangnya yang panjang. Dibelakangnya ada pohon yang tumbuh tinggi diantara rumput-rumput hijau, di lapangan belakang sekolahnya.

"Naru, sebentar lagi bel."

Naruto segera membalikkan badannya ketika suara itu menegurnya, di hadapannya sudah berdiri seorang pria muda bermata hitam dengan rambut hitam bergaya chicken-butt.

"Eh, iya Sas, bentar lagi, boleh kan?"

"Em"

Laki-laki itu mengangguk sambil berjalan mendekati Naruto dan mengambil posisi di sampingnya.

"Ada apa? Sepertinya hari ini kamu kurang bersemangat?"

"Ga kok, ga pa pa, Cuma semalem kurang tidur aja."jawab naru sambil memberikan senyuman manisnya.

"Oh" " Naru, mending sekarang kita balik, tiga menit lagi bel."

"Oke!" Jawab naru mantap.

Di kelas...

"Guru Kakashi belum datangkan?" tanya Naruto sambil mengambil posisi duduk, disusul Sasuke yang duduk di samping kiri Naruto ( Bayangkan tempat duduknya satu meja satu bangku, bukan 2 meja satu bangku). "Belom, tuh." Jawab Tenten. "Secara gitu, guru Kakashi bisa tepat waktu, itu sih namanya satu hil yang mustahal." lanjut Ino.

Terlihat ada 2 anak berbisik-bisik membicarakan mereka," Naruto tuh beruntung banget, ya bisa teru-terusan bareng 10 anak beken itu." kata salah seorang murid di kelas itu. "Iya, padahal Naruto sendiri tuh ananknya bias-biasa aja!" salah seorang lagi meng-iya-kan

"Maaf, anak-anak, saya terlambat lagi!"Kakashi tiba-tiba masuk ke kelas -- panjang umur —(Disini, Kakashi adalah guru Fisika dengan kemampuan yang diatas rata-rata, tapi Kakashi punya kebiasaan buruk, yaitu hampir selalu tidak tepat waktu.)

"Ah, kalo Kakashi-sensei udah biasa!" kata salah seorang murid.

"Iya, sensei payah!"Naruto ikut-ikutan nyeletuk.

"Jaka Sembung bawa golok, Jangan telat mulu dong!" kata seorang murid berambut pirang selain Naruto yang bernama Ino.

"Eh, bukan gitu, sensei harus ngurusin murid pindahan baru."

"Ah, ternyata selain suka telat juga ga kreatif, alasannya sama sama yang kemaren sih?"celetuk Sakura tiba-tiba.

"Kalian tidak percaya, ya? Silahkan masuk!"

Pandangan semua murid di kelas itu perpaling ke arah pintu depan kelas. Disana nampak seorang pemuda berambut merah dan berwajah dingin yang tidak kalah dingin dan cool-nya dari Sasuke yang selama ini menjadi perhatian banyak murid-murid perempuan di sekolah ini. Ia berjalan dengan pandangan lurus ke depan memasuki ruang kelas dan berhenti tepat di samping Kakashi. Efek lebaynya, semua cewe yang melihat dia lewat tepat di depan mata udah pingsan dan lemes seketika di tempat, waktu Gaara lewat bagai ada sinar-sinar dan embun yang samar-samar mengelilingi Gaara yang menyebabkan efek tidak penting berupa pemantulan cahaya yang sempurna pada Gaara.

"Dia adalah murid pindahan dari Sunaloy. Gaara, Silahkan perkenalkan dirimu!" kata Kakashi.

"Nama sa..." Sebelum Gaara selesai berbicara, ia dipotong oleh Kakashi,"Ehem...,In English please, because we are bilingual class."

"Ok, my name is Gaara, live on Batupasir (pelesetan dari Batununggal) Street no.56. I am from Sunagakure. I was a Sunaloy (pelesetan dari aloy) student before. That's all about me, thank you."

Perkenalan diri dari Gaara dengan sukses sudah membuat hampir seluruh siswa terpukau.

"Ok, thank you Gaara, now you can sit behind Sasuke", Kakashi menujuk seorang yang rambut dan matanya hitam.

Tanpa banyak bicara Gaara segera menuju "bangku kosong" (hi... seram) di belakang Sasuke.

"After school, Shikamaru, please help Gaara to walk around school. It's your duty as 11B's class leader."Perintah Kakashi.

"How truoblesome...", komentar Shikamaru singkat.

"O, ya, pake bahasa Indonesia aja biar cepet, Gaara, nanti kalo ada apa-apa silahkan bertanya pada sensei. Seluruh aturan-aturan sekaolah ini bisa kamu lihat di agenda siswa bagian depan. Sebagai seorang siswa BPK (Badan Pendidikan Konoha) yang baik kamu harus bisa menaati seluruh peraturan-peraturan yang ada. Mengerti?", Kakashi mengalihkan pandangannya pada Gaara.

"Ok.", jawab Gaara singkat.

"Sasuke, as first class champion, please help Gaara to learn the last chapter that we have discussed. Ok, now we are going to learn about ............................................................. bla... bla... bla...."

"Pst...pst...Naruto!"panggil Ino tiba-tiba manggil.

"Apaan..?"jawab Naruto, matanya masih memperhatikan Kakashi yang sedang menerangkan bab baru.

"Anak baru ini ganteng juga, ya! Tapi kenapa, ya, semua anak beken kok kayaknya dingin banget, sih?"Ino sedikit melirik ke sebelahnya (Gaara).

"Ga tau ah!" Naruto berusaha memperhatikan pelajaran.

"Iya, iya..., tau lah kalo buat Naru mah Sasuke yang paling sempurna!" goda Ino sambil toel-toel tangan Naruto.

"Ih, apaan sih!" Akhirnya Naruto mengalihkan pandangannya dari Kakashi ke Ino.

"Ahh..........masa........" mata Ino mulai menggoda.

"Ih, Ino! Orang lagi merhatiin pelajaran ganggu aja!" Naruto mulai sewot.

"OI, KALIAN LAGI NGAPAIN ?????" Teriak Kakashi.

Mereka berdua megerakkan kepalanya pelan-pelan melihat ke arah Kakashi. Seluruh siswa di kelas terpaku melihat tatapan membunuh dari guru mereka, terutama Naruto dan Ino pastinya.

"Ngapain? Jawab Saya!" walaupun tidak teriak, tapi cukup 3 patah kata saja dari Kakashi ini telah dengan sukses membuat Naruto dan Ino dengan gagap dan terbata-bata berkata,

" G.....go...gom.....gomen.....s....sensei..".

"Tunggu saya di depan ruang guru saat pulang nanti. Saya punya hukuman untuk kalian, mengerti?"

".........."

"Mengerti?" Kakashi agak berteriak.

"Me.....mengerti...sensei!" Jawab mereka berdua bersamaan.

"Bagus. Now, let's continue. If......................bla..bla..bla.." Kakashi melanjutkan pelajaran.

"Tuh, Ino kamu sih!" Naruto menyalahkan Ino.

"Apa?"

"Jadinya kan kita dihukum? Tau kan kalo Kakashi sensei ngasih hukuman tuh sekejam apa, serem tau!"

"Maaf..maaf.."Ino meringis

Zing... Kakashi mengalihkan pandangannya ke arah Ino dan Naruto dengan mata yang menyipit. "Ehem. . hem. .". Naruto dan Ino langsung membatu. Lalu dengan gerak yang terbata-bata membalikkan badan keposisi yang benar untuk duduk. Walaupun Kakashi merupakan guru yang asyik, tapi kalau sudah marah, ia bisa membuat seluruh siswa menggidik di tempat tanpa suara. Ia sangat menjunjung tinggi peraturan sekolah bagi para siswa, walaupun ia sendiri hampir setiap hari terlambat.

"Ok, . . . so, bla . . bla. . bla. . . "

1 menit kemudian, 5 menit kemudian, 10 menit kemudian, 15 menit kemudian,

"Naruto.., naruto.." Ino manggil lagi.

"Pst.. diem ah mau merhatiin sensei nih!" Naruto sibuk memperhatikan senseinya yang super duper hyper ultra sangat mengerikan itu. Tidak seperti Ino ia takut tertangkap basah lagi sedang ngobrol sama Ino oleh gurunya tercinta (?). Akhirnya Ino pun diam memperhatikan pelajaran sambil pundung di tempat tentunya karena dicuekin sama Naruto. Tak terasa 40 menit yang menegangkan sudah berlalu. Sekarang bel pergantian pelajaran sudah berbunyi.

"Ok, from our lesson today, any question?" tanya Kakashi mengakhiri pelajaran.

".........."

"Good." Kakashi pun pergi meninggalkan kelas.

"Good, good, dasar sensei, tau ga gara-gara tadi marah tuh kita semua sampe susah conect ke pelajaran."gerutu Tenten.

'Iya, iya, tadi tuh tegang banget tau." Sakura mengiyakan.

"Eh, ngomong-ngomong habis Kakashi sensei sekarang tuh pelajarannya siapa?" Naruto tiba-tiba nanya.

"Siapa yah?" Tenten ikut-ikutan nanya.

"Ga tau tuh" Ino nyeletuk.

"Sejarah, Orochimaru sensei."jawab Sasuke tiba-tiba.

Glek.. . . . Naruto, Ino, Sakura, dan Tenten nelen ludah. Teringat wajah orochimaru yang super mengerikan. Mukanya yang putih sepucat mayat, mungkin setiaphari di rumahnya sibuk bedakin muka dan seluruh badan sampai berjam-jam dulu kali sebelum keluar rumah. Kalau menjelaskan tuh kaya orang buta aja, pertama-tama nyiapin spidol udah gitu hadap ke white board mulai penjelasan yang tidak jelas, bla. . .bla. .. bla. . . blu.. . bli. . . blaa . . . blu . . . . Udah gitu balik badan sambil nanya ," ada pertanyaan?" kurang dari 2 detik balik badan lagi. Jrek.. .jrek. . . Jrek.. .jrek. . . (ngehapus papan tulis), nerangin lagi, bla. . .bla. .. bla. . . blu.. . bli. . blaa . . . blu . . . ., yap begitu seterusnya.

Waktu dulu pernah Ino mau nanya udah angkat tangan tapi orochimaru sensei dah ngadep papan tulis lagi, udah mulai ngehapus papan tulis lagi. Ya, dengan terpaksa Ino menarik tangannya kembali, karena orochimaru sensei pasti marah-marah kalo ada yang nanya dari penjelasan yang sudah dihapus. Ino yang malang. . . . Alhasil, nilai ulangannya hancur lebur.

Di pelajaran Orochimaru sensei Cuma ada 3 orang yang bisa ngikutin, yang lain pasti nilainya ada di gelombang tsunami. Yang pertama Sasuke, pastinya, apalagi gerakkan menulis Sasuke cepat dan dia bisa mengerti tanpa perlu bertanya. Cukup dengan belajar dari apa yang dia dengar dan bolak-balik catatan aja, kalo mau ulangan pasti nilanya udah terjamin OKE! Yang kedua Sakura, walaupun nilainya di bawah Sasuke, anak ini memiliki kemampuan otak yang bisa dikatakan sangat pintar. Catatannya juga rapi sehingga memudahkan ia belajar.

Yang ketiga pastinya Shikamaru, kalo yang ini mah ga usah ditanya lagi, emang kenyataan nya dah jenius ga belajar juga. Sayang sekali nilainya tidak sempurna karena kalau pertanyaan bersejarah seperti siapa penemu bla. . bla. . bla.. atau tahun berapakah .. . pasti Cuma asal hoki-hokian. Ga pernah nyentuh buku gitu! Semua buku-buku nya masih rapi, masih belom ada coretan satu pun, catatan nya juga bersih. Kalo ada tugas hampir ga pernah dikerjain. Wah. . wah. . .wah. . . . Tapi kalo soal-soal matematika, pemecahan masalah nilainya pasti 100 deh! Bahkan beberapa soal yang tidak bisa Sasuke selesaikan bisa ia selesaikan dengan mudahnya.

Beberapa saat kemudian terasa aura2 neraka di kelas itu, ternyata di depan kelas mereka sudah ada Orochimaru sensei sedang berjalan memasuki pintu kelas

Berhubung Sinsin males nulis kejadian hari ini selama jam pelajaran dan mungkin kalian juga dah mulai bosen jadi kita skip aja sampe waktu pulang sekolah.

Di depan ruang guru

Dua orang siswa perempuan berambut pirang sudah menuggu di depan ruang guru.

"Gezz, Kakashi sensei kemana aja sih lama banget!" Ino udah ngomel-ngomel.

"Iya tuh nyebelin banget! Apa jangan-jangan lupa udah jam 3, yang ekskul juga dah pada beres lagi. Berarti Sasuke juga dah mau pulang." Naruto juga udah bete nungguin Kakashi.

Tiba-tiba di depan mereka terlintas seorang guru yang berambut silver dan menggunakan penutup mulut, yang tak lain tak bukan adalah Kakashi sensei.

"Loh, Naruto, Ino ngapain disini, belom pulang?" tanya Kakashi dengan santainya.

"Lah, kan sensei yang suruh kita nunggu di sini setelah pulang sekolah." Tanya Ino balik dengan muka bingung.

"Oh, iya lupa!" Kakashi tersenyum dengan muka yang innocent.

" Sen-seiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!!!!!!" teriak Naruto dan Ino bersamaan diiringi dengan gerakan menutup kuping dari Kakashi sukses membuat satu sekolah bergema ditambah baju Asuma sensei yang ketumpahan kopi dari cangkir yang retak dan shikamaru yang lagi tidur jatuh dari salah satu cabang pohon di sekolah itu karena mendengar teriakan mereka.

"Gomen.. .. gomen. . . sensei lupa! Sebagai hadiahnya sekarang kalian boleh langsung pulang, gomen!" Kakashi berlalu dengan tenangnya meninggalkan 2 siswi BPK yang sedang bersungut-sungut, bernafsu untuk mencingcang habis Kakashi apabila mereka punya kesempatan untuk itu.

'Ya sudah, Ino, aku pulang dulu." Naruto mendadahi Ino.

"Cieh, pulang bareng Sasuke nih!" goda Ino.

"Ih apaan, sih kan kebetulan aja apartemen kita satu gedung! Jadi dia ngajak aku pulang bareng karena jalan ke sana agak rawan!" Jawab Naruto panjang dan lebar.

"Ah, jangan-jangan si Sasuke nyari-nyari kesempatan berduaan sama kamu tuh!"

"Udah ah, dasar Ino! Aku duluan ya!"pamit Naruto.

"Bye!"balas Ino

Di depan gerbang sekolah.

"Sasuke!" Teriak seorang gadis berambut pirang menyapanya lalu berlari ke arahnya.

"Eh, dobe, ngapain aja sih, kok lama banget?" Sasuke yang udah bosen banget nunggunya berdiri dari tempat duduknya.

"Itu tuh, tadi Kakashi sensei ngerjain." Naruto cemberut teringat kejadian tadi.

"Oh, tau, tau, soalnya suara teriakan kalian berdua kedengeran sampe ke sini. Emangnya Kakashi ngapain sampe kalian bisa teriak sekenceng itu?"

"Tau dah, katanya kita disuruh nunggu di ruang guru, eh ga tau nya yang nyuruh malah lupa! Cape deh!" Naruto tambah cemberut

Sasuke tersenyum ringan," Udahlah, namanya juga Kakashi sensei kita pulang dulu aja sekarang," Sasuke ngajak Naruto pulang.

"Oke!" wajah Naruto ceria berdua mulai berjalan.

"Ngomong ngomong kamu udah makan belom?" tanya Sasuke.

"Belom" jawab Naruto polos.

"Lain kali kalo dapet hukuman dari Kakashi sensei makan dulu aja, pasti dia datengnya telat." Kata Sasuke.

"Iya deh tuan otak jenius yang penuh perhitungan."komentar Naruto

"Ya, udah kita makan dulu terus pulang, oke?"

"Sip, lah!"

"Ga mau makan di Ichiraku Yamien lagi, ya! Enek banget tau dari kemaren makan di sana!"tanggap Sasuke cepat.

"Yah, Sasuke. Jadi Makan dimana dong?" tanya Naruto.

"Udah, kamu Ikut aja deh!"

Di Depan Istana Plaza.

"Pantesan, gamau ke Ichiraku Ramen, dasar nyarinya yang deket aja." Komentar naru ketika mereka ada di depan IP.

"Bener, kan IP kan paling deket dari SMAK 1 BPK" mereka menaiki eskalator. Lalu jalan lagi, akhirnya tiba di retoran yang Sasuke tuju.

"Sas, ga kemahalan apa makan di sini." Naruto sedikit kaget ketika Sasuke ngajak makan di Grand Easten.

"Ga, kok" Jawab Sasuke santai {Uh, dasar orkay! Diem kamu author gandeng! Gomen-gomen -pundung-}

"Eh, bener ga pa pa, kita pake seragam lagi!" Naruto berusaha ngajak Sasuke makan di tempat lain.

"Udah, ga pa pa, rileks aja!" Sasuke ga mau merubah pikirannya.

"Ya, udah deh." Naruto akhirnya nyerah.

"Ayo masuk" ajak Ssuke.

Sekilas sebelum masuk ke restoran itu Ia menatap ke belakang, namun tiba-tiba bola matanya yang berwarna biru cerah terhenti pada sosok bermbut merah. "Eh, bentar,itu bukannya Gaara anak baru yang di kelas tadi?" tanya Naruto

Sasuke ikut menatap ke belakang," hem, ya bener, udah sekarang kita ma....." kata-kata Sasuke terhenti ketika Naruto ternyata sudah memanggil Gaara dengan ramahnya.

"Hei, kau Gaara kan?" tanya Naruto pada cowo berambut merah itu dari jarak kurang lebih setengah meter.

Cowo itu menoleh," Hn?".

"Gaara, salam kenal aku Uzumaki Naruto"kata Naruto.

"Oh, aku ingat kau yang tadi dihukum oleh guru kakashi,kan?" balas Gaara.

"Yah, Gaara payah masa kenal orang kok yang diinget kesalahannya?" jawab Naruto polos.

Gaara tersenyum kecil mendengar jawaban polos dari Naruto. "Eh, Gaara, kau mau ngapain di sini?" tanya Naruto lagi.

"Makan, lalu membeli peralatan sekolah." jawab Gaara singkat.

"Wah, kebetulan sekali, aku juga sedang mau makan nih sama Sasuke, makan bareng aja, yuk!" ajak Naruto sambil nunjuk-nunjuk ke arah Sasuke. Gaara mengalihkan pandangannya dari Naruto ke arah seorang cowo yang lagi memasukkan kantong ke tangannya (? Just Kidding!) yang sedang melihat ke arah lain.

"Mau, ga?" tanya Naruto lagi.

"Boleh" jawab Gaara.

"Yay! Ayo sini." Naruto narik-narik tangan Gaara.

"Sas, ini Gaara ikut makan bareng sama kita, ya?" tanya Naruto ke Sasuke dengan wajah yang memelas disertai dengan jurus mata berkaca-kaca (puppy eyes no jutsu).

"Iya, deh boleh" jawab Sasuke. Lalu Sasuke mengajak mereka masuk ke dalam.

"Permisi, berapa orang, dek?" tanya salah seorang pelayan ramah.

"tiga" jawab Sasuke singkat.

"silahkan", kata pelayan itu sambil menuntun mereka ke arah salah satu meja makan yang berisi 4 bangku. Mereka lalu duduk dengan formasi Gaara dengan Sasuke di salah satu sisi, dan dengan Naruto di sisi lain. Setelah selesai memesan makanan, mereka berbincang ringan, walaupun banyak diemnya dan Naruto selalu yang memulai pembicaraan. Tak terasa lima belas menit telah berlalu, sekarang makanan mereka sudah datang. Setelah mereka selesai makan, Sasuke memetikkan tangan ke atas,"Bilnya, mas!"

"Silahkan, ini bilnya!" kata pelayan itu ramah. Tiba-tiba di depan mata Sasuke sudah terlintas tangan Gaara yang membawa kartu kredit HSBC. "Pakai ini saja" kata Gaara singkat pada pelayan itu. "Terima kasih, mas!" lalu pelayan itu pergi membawa kartu kredit Gaara.

"Maksud?", tanya Sasuke to the point.

"Cuma sekedar tratiran buat teman baru" jawab Gaara datar dan dingin.

"Lain kali biar aku aja yang bayar" kata Sasuke ga kalah dinginnya.

"Wah, Gaara baik, ya! Baru ketemu dah ditraktir! Seneng deh! Sasuke gimana sih, kok ditratir malah ga seneng sih! Naru ga ngerti deh" Kata Naruto, mungkin dah biasa kali, ya ngeliat sikapdinginnya Sasuke, makanya ga kaget waktu Gaara jawabnya dingin.

"O, ya, Gaara katanya habis ini mau nyari keperluan sekolah? Mau di temenin ga?"

"Terserah." Jawab Gaara singkat.

"Yes, boleh, sekalian mau nyari komik." Naruto kesenengan padahal cuma dibolehin ikut doang.

'Konyol' kata Sasuke dalam hati.

Di Toko buku Gramedia.

"Wah, Sasuke, Sasuke, liat, Bleach ama Death Note udah keluar yang baru!" Naruto semangat.

"Oh. Eh, ngomong-ngomong aku ke toilet dulu, ya, kebelet pipis nih!" kata Sasuke.

"Ya, udah" Naruto masih sibuk ama buku komik baru itu.

'Cape deh! Ada buku malah aku dicuekin.' Pikir Sasuke dalam hati sambil jalan keluar.

Tak lama kemudian Gaara menghampiri Naruto. "Sasuke?"

"Oh, dia lagi pergi" jawab Naruto sambil terus ngebaca komik baru itu.

"ke?" tanya Gaara singkat. Kayaknya mulutnya Gaara bisa nyimpen emas ya! Sampe-sampe kalo ngomong tuh singkat banget takut emasnya dari mulut ilang kali ya? –Fans Gaara tolong jangan bunuh author-.

"toilet, katanya sih"jawab Naruto masih konsentrasi ke komik.

"Ternyata kamu suka sama komik cowo gitu, ya?"tanya Gaara.

"Iya, dong, abisnya rame sih! He...he...he..." Naruto mengalihkan pandangannya dari komik ke Gaara.

"Oi!" suara Sasuke menegur mereka.

"Eh, Sasuke, cepet amat?" tanya Naruto bingung.

"Toiletnya sepi." Jawab Sasuke.

"Oh. aku bayar ini dulu, ya!" kata Naruto.

"Em" Jawab Sasuke singkat. Kayaknya mulut Sasuke juga bisa nyimpen emas ya?

"Berapa, mba?" tanya Naruto kepada mba-mba yang menjaga kounter.

"Dua puluh empat ribu, dek" jawab penjaga kounter itu yang mula-mulanya ramah.

"Bentar" Naruto mengambil dompetnya di saku, namun tiba-tiba ada tangan yang menyodorkan selembar seratus puluh ribuan kepada penjaga kounter itu.

"Eh" Naruto membalikkan badannya ke belakang untuk melihat siapa yang memberikan uang itu.

"Sasuke, kenapa kamu yang bayarin, kan waktu itu juga kamu yang bayarin?" tanya Naruto.

"Kalo uangnya dah nyampe ke sana (nunjuk mesin kasir) mau apa lagi?" Sasuke nanya balik.

"Dasar, kamu tuh ada-ada aja alasannya." Komentar Naruto.

"Tuh, ambil barang kamu" kata Sasuke melirik ke barang yang dipegang sama penjaga kasir.

"Iya, tuan" Jawab Naruto sambil ngambil barang dari penjaga kasir itu.

"Makasih banyak, ya! Nih kembaliannya. Lain kali datang lagi, ya! I love you, baby, muach ... muach... muach... (dengan gaya kissbye)." Naruto sama Sasuke langsung mundur-mundur ngeri gara-gara kata-kata penjaga kasir ga becus itu. Gaara yang tadinya ada di belakang Naruto dan Sasuke langsung pindah antrian ke kasir sebelah.

Mereka berbincang-bincang tentang penjaga kasir itu dalam perjalanan keluar dari Gramedia.

"Gila, tuh orang satu nyeremin banget deh!" Sasuke mulai pembicaraan.

"Iya, aku masih inget deh, gayanya. Ehem...ehemm..., I love you, baby,muach... muach....muach....!" Kata Naruto niru gaya penjaga kasir itu dengan lebay diakhiri oleh cengirannya sendiri.

"mirip" kata Gaara yang biasanya diem, ikut-ikutan godain Naruto.

"Ngejek, ya Gaara" tanya Naruto agak cemberut.

"Ga, cuma nyindir" jawab Gaara cuek.

"Itu sih sama aja" Sasuke sweatdrop.

"Eh, habis ini pada mau ngapain?" tanya Naruto

"Pulang aja, lagian kamu kan belom ganti baju" kata Sasuke.

"Ya, udah, Eh, Gaara kamu mau pulang sekarang?" tanya Naruto.

"Iya" jawab Gaara singkat.

"lo tinggal dimana?" Kali ini Sasuke yang nanya.

"Di apartement deket apartement lo" jawab Gaara singkat.

"Loh, Gaara tau dari mana apartementnya Sasuke?" Tanya Naruto bingung.

"Tadi pagi aku liat kamu sama dia keluar bareng dari apartemen. Kamu pacaran sama Sasuke?" tanya Gaara. Straight banget sih!

"Eh, engga , engga kok" muka Naruto langsung merah.

Baru Sasuke mau ngomong, tiba-tiba N81 8G –nya Sasuke bunyi.

"Hallo?" Sasuke ngangkat HP-nya.

"GIMANA SIH KOK LO LAMA BANGET UDAH DITUNGGU TAU SAMA YANG LAIN !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! MASA KETUA TELAT ????!!?!?!?" teriak Kiba di HP Sasuke.

Sasuke adalah ketua dari grup basket di sekolahnya. Pada awalnya memang Gai-sensei meragukan Sasuke, namun setelah melihat kemampuannya, apalagi setelah mengalahkan Lee, murid kesayangannya, Gai tidak ragu lagi untuk memilih Sasuke sebagai ketua. Tapi tetep aja Lee itu murid kesanyangannya.

"Eh, iya bentar! Ga usah sewot gitu, deh!" Sasuke menutup HP-nya.

Di tempat lain, "Eh, Nih orang, ditutup lagi! Kurang asem lo, Sas, kiba teriak-teriak sendiri sama HP nya.

"Eh, Kiba, lo gila ya? Masa ngomong sama HP?" tanya Sai.

"Iya, lu tuh sabar dikit apa sih, bisa mati apa?" tambah Neji.

"Zzzzz.....Zzzzzzzzzzz......." Shikamaru lagi tidur.

"Astafiruloh hiro ji un, inalilahi ! Nih orang sempet-sempetnya tidur! Orang lagi sewot gini!" komentar Sai.

"Ha... ya... . Mendingan juga latihan, a..." Lee yang masih sibuk latihan ngomong dengan logat chinese yang dibuat-buat. Tiba-tiba waktu lagi nge-shot bola basket pas loncatnya, kakinya malah kesandung kaki sendiri yang menyebabkan dahinya membentur lantai lapangan basket, tangannya lagi megang bolabasket, jadi ga sempet nahan badannya.

"Tidak apa-apa, walaupun sudah jatuh aku masih punya semangat muda!" mata lee berapi-api, entah kemana hilangnya logat chinese itu. Yang lain sweatdrop.

Kembali ke naruto dkk....

"He...he...he..., Naruto, aku pulang duluan, ya! Aku ga tau kalo hari ini ada latihan. Ga pa pa kan?" Sasuke nyengir ga enak.

"Ga pa pa, kok. Yang penting aku mau lihat muka kamu sebagai juara di olimpiade nanti." balas Naruto.

"Gaara, lo anterin Naruto pulang, ya"

"Em" jawab Gaara singkat.

Di perjalanan pulang.

Mereka pulang melalui jalan sepi yang kiri kanan ada pohon-pohon yang daunnya berguguran, detailnya mungkin mirip sama tempat Sakura bilang ke Sasuke aku sangat mencintaimu sebelum Sasuke pergi meninggalkan konoha.

'Uh, nih orang ga asyik banget deh, masa dari tadi diem mulu? Sasuke aja yang sediem-diemnya ga bakal nyuekin aku gini' celoteh Naruto dalam hati.'Ya, udah deh, aku aja yang mulai pembicaraan'

"Uhm, Gaara?"

"Hn?"

"kamu mau ikut ekskul apa di selolah?"

"Belom pasti, tapi kayaknya basket."

"Wah, berarti sama ama Sasuke dong?"

"May be"

"Oh"

Diem lagi...

"Eh" Naruto langsung berlari ke arah bangku taman di sebelah kanan. Gaara menoleh ke Naruto sejenak, lalu mengikutinya.

"Ada apa?" Tanya Gaara.

"Ini, ada anak kucing, bulunya putih, lucu ya! Kayaknya kakinya luka." Kata Naruto.

"Oh, bawa aja ke rumah, nanti kita obatin" Jawab Gaara. 'ternyata dia tuh orangnya perhatian sama yang gituan' pikir Gaara.

"Iya. Sini ga usah takut aku cuma mau ngobatin kamu." Naruto lalu menggendong kucing itu dalam pelukannya sambil melanjutkan perjalanan.

"Kamu lucu juga, ya! Imut" Naruto ngajak ngomong kucing itu.

"Nar, kamu mau melihara tuh kucing?" tanya Gaara

"Iya, kalo ga ada pemiliknya. Kalo ada pemiliknya, pasti aku balikin, kucing ini juga pasti seneng kalo bisa balik ke keluarga dia." kata Naruto.

"Keluarga, ya.." kata Gaara sambil ngeliat ke atas langit.

"Enak, ya kalo bisa punya keluarga." Lanjut Gaara.

"Eh, gaara?" naruto agak tersentak mendengar balasan Gaara. Ia mengalihkan pandangannya ke Gaara.

"Aku juga sama kayak kamu ga punya keluarga" kata Gaara.

"Kalo gitu kita bertiga sama ya dong!" kata Naruto sambil menatap ke depan lagi.

"Bertiga?" tanya Gaara. Mengalihkan pandangan ke Naruto.

"Iya, bertiga, Sasuke juga. Dia ditinggal ortu-nya sejak TK, kakaknya jarang banget ada di rumah. Tapi dia tetep bisa tumbuh jadi anak baik yang selalu juara di sekolahnya."jawab Naru menatap Gaara.

"Meow... meow" suara kucing itu memotong pekcakapan mereka.

"Kenapa?"tanya Naruto.

"Lapar mungkin" kata Gaara.

"Kamu lapar?" Naruto memutar badan kucing itu dalam pelukannya, lalu mengelitiki perut kucing itu.

"Meow...meow"

"Aku anggap itu iya" Naruto mengambil keputusan.

"Di rumah ada makanan kucing ga?" tanya Gaara.

"Ga ada" jawab Naru.

"Kalo gitu kita beli dulu ya" aja Gaara.

"Iya, nanti di deket apartemen ada minimarket kok." Naruto mengiyakan.

"Ya udah."

Kembali mereka terdiam. Tiba-tiba Naruto kesandung batu. Untuk saja kucing itu tidak terbentur lantai karena Naruto melindunginya dalam pelukan.

"Eh, Naru, kamu ga pa pa? Bisa berdiri ga?" tanya Gaara.

"Ga pa pa kok, bisa" Naruto mencoba berdiri tapi jatuh lagi.

"Tu, kan ga bisa" kata Gaara"Boleh aku gendong kamu?"

"Eh?" muka Naruto memerah"bisa, bisa kok, aku bisa berdiri". Naruto mencoba berdiri lagi, tapi tetep aja jatuh.

"Ga bisa? Ya udah, aku gendong kamu aja, cuma sampe bangku kok. Aku ga bakal ngapa-ngapain kamu" kata Gaara

"Iya" akhirnya Naruto mengiyakan disertai dengan rona merah di pipi.

"Thanks" kata Naruto sama Gaara waktu didudukin di bangku taman terdekat.

"Bukan apa-apa kok"

"Tapi Thanks ya?"

"Iya"

Lima belas menit kemudian...

"Gaara, kakiku udah ga pa pa kok, lanjujalan ya" ajak Naruto ke Gaara.

"Bener, udah ga pa pa?" Gaara meyakinkan naruto.

"Iya, ga pa pa"

"Ya, udah, tapi jalannya pelan-pelan aja"

"Iya"

"Meow....meow..."

"Uh, kamu mau minta digendong lagi ya?"tanya Naruto jail sama kucing itu.

"Meow...meow..." kucing itu memainkan salah satu kaki depannya

"Iya, iya, ternyata kamu manja juga, ya."

"Oh, iya, ngomong-ngomong kamu mau ngasih nama apa ke kucing ini?" tanya Gaara ke Naruto.

"Oh, iya belom dikasih nama, enaknya apa ya?"

"Sinsin gimana?"

{Hiks...hiks... jahat masa aku dijadiin Kucing. "cocok...cocok..."Sasu muncul}

"Bagus-bagus, aku suka" kata Naruto.

"meow...meow"

"Kayaknya dia juga suka, mulai sekarang kamu dipanggil Sinsin ya?" kata Naruto.

Di depan apartemen Naruto.

Setelah lama berjalan akhirnya mereka nyampe juga.

"Thanks, ya Gaara..."

"Buat?"

"Kan, kamu dah ngaterin aku"

"Oh, ga pa pa. Oh, iya nanti malem kamu ada acara ga?"

"Emang kenapa? "

"Aku mau ngajak kamu keluar"

"aku?"

"Iya, bisa ga?"

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

"aku ...........

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

To Be Continue.........


Dilempar sepatu dan sendal sama semua pembaca, "Gimana sih, bikin penasaran aja!"

Oh, iya Sinsin lupa nih! Temen Sekelas Sinsin ada yang ikutan fanfic juga! Sebenernya sih gara-gara Sinsin. Yang pertama tuh namanya Uzumaki Asuka. Orangnya asyik kok, Sinsin dah baca ide-idenya yang dikerjain waktu pelajaran Bahasa Indonesia, bagus kok. Kita ngarang bareng-bareng abiz waktu itu boleh pindah tempat duduk. Sinsin ngelanjutin fic, dia buat fic baru.

Yang ke-2 Sinsin juga ga ngerti ama nih cowo satu (sinx25 {penname-nya}). Masa waktu Sinsin tanya," Eh, kamu juga bikin? Kamu kan ga hobi-hobi amat ngarang cerita?" Dia malah jawab," Cuma iseng". Kayaknya nih orang harus kita gebukin rame-rame. Ga kebayang deh, kalo dia ampe baca ini, besok di sekolah pasti Sinsin mati.

Yap ,gimana, bagus ga ceritanya ?

Kalau bagus silahkan beri review,

Kalau jelek, silihkan beri RevieW bagian mana yang harus diubah,

Kalau lumayan silahkan beri rEVIEw,

Kalau biasa-biasa saja silahkan beri REviEW.

Jadi, intinya review, RevieW, rEVIEw, ataupun REviEW sangat diharapkan.

Oh, ya gimana kalo Sinsin sambil bikin yang One Blue Sakura, soalnya kan banyak yang request? (digetok Sasuke. "Kamu ini gimana sih, author baru kok udah sok mau bikin 2 cerita sekaligus?" "Suka-suka donk!" "Kalo ga beres gimana?""bodo amat!"). Selain itu, Sinsin kemarin tuh salah nentuin pairing, he...he...he..., harusnya di One Blue Sakura tuh pairingnya Sasuhina. Sebenernya Sinsin dah punya 2 ide lagi, judulnya: Love isn't Blind ama The Secret of Love plus The Death Love Piano. (digaplok Sasu, itu sih namanya 3!)

Sebelum yang lain pada bingung nih Sinsin kasih Denah tempat duduknya. (Semua anak beken adanya di kelas ini)

Kalo Sinsin nulis z artinya sama aja ama murid biasa yang tidak dikenal. Sakura duduk paling depan

Z z z z z Sakura

Z Temari Tenten Neji Sai Hinata

Z z z z Sasuke Naruto

Z z z z Gaara Ino

Shikamaru z Kiba z z z

Ok, see you on next chapie! Rebember, don't forget to give me any review, RevieW, rEVIEw, or REviEW!

R-eview adalah sumber inspirasiku.

E-nggan rasanya memulai cerrita/chapter baru tanpa review.

V-variasi dari review setiap pembaca benar-benar membantu.

I-ntinya review sangat dibutuhkan.

E-mail ku sudah menuggu untuk dimasuki REVIEW dari para pembaca.

W-ah, ternyata aku benar-benar lebay, yah!

See You ^O^