.
.
Love Does Exist For Someone like Him
Part II
oOo
Romance, Sci-fi, YAOI, M-rated, mention of sex activity
oOoOoOo
When love touch the most unreasonable thing.
.
.
Kyuhyun terbangun dengan keadaan yang sama, namun matanya mengerjap beberapa kali melihat dirinya sendiri yang tengah terbaring dengan tubuh Sungmin dalam dekapannya. Pemuda tampan itu memutar ingatannya kembali dan bibirnya tersenyum mengingat tadi pagi dan juga pesta kemarin, dimana sisi android lain yang baru saja ia temukan. Sungmin yang memang selalu menggemaskan sekarang tampak jauh lebih berbedadi mata sang pengusaha muda itu, mungkin benar selama ini ia tak pernah melihat Sungmin seperti manusia pada biasanya. Sosoknya yang dingin bukanlah tidak beralasan, Sungmin adalah sebuah android dan itu merupakan hal mutlak bagi Kyuhyun. Ia tidak mau menghancurkan masa depan keluarganya hanya karena menanggap Sungmin seorang manusia, bai Kyuhyun dunia manusia adalah dengan manusia dan Sungmin tidak lebih hanya sebuah peralatan elektronik yang ada di apartemennya.
Kyuhyun dingin.
Kyuhyun yang tidak pernah tersenyum pada Sungmin.
Namun entah kenapa, semenjak kejadian minum wine yang menyebabkan Sungmin mabuk membuat Kyuhyun sedikit berubah. Entah kenapa. Kyuhyun pun tidak mengerti.
"Sungmin… bangunlah, bukannya kau akan ke perusahaan hari ini?"
Kyuhyun perlahan melepas dekapannya pada tubuh Sungmin, ia bisa merasakan betapa lembutnya kulit android itu ketika tidak sengaja ia menyentuh kulit leher Sungmin. Kyuhyun memperhatikan wajah Sungmin, melihat ekspresinya saat masih tertidur dan sedikit terganggu karena suara Kyuhyun. Menggelikan. Kyuhyun tertawa singkat melihat bibir Sungmin yang bergerak seolah mengucapkan sesuatu yang samar.
"Engh… kenapa aku—"
"Sudah, jangan banyak tanya. Kemarin kau mabuk di pesta aku membawa pulang dan mengganti pakaianmu. Sekarang mandilah, kita harus ke perusahaan segera. Tidak banyak waktu tersisa, Sungmin." Kyuhyun memotong pertanyaan android sempurna itu sambil melepas celana panjang yang belum juga ia tukar dari pesta kemarin.
Sungmin segera bangkit dan berdiri di hadapan Kyuhyun.
"Wae?"
"Hmm, kita mandi berdua saja…" ujar Sungmin lirih.
"Apa?"
"Ah, kalau Kyuhyun tidak mau aku tidak akan memaksa. Hanya saja, jika memang tidak ada banyak waktu lagi dan perusahaan lumayan jauh aku takut jika nanti err… tapi bukan maksudku mandi seperti kemarin. Erhm…" Sungmin tampak berhenti, wajahnya segera memerah dan Kyuhyun menaikkan alisnya bingung namun sedetik kemudian pemuda tampan itu tersenyum mengerti.
"Aku mengerti, tapi kau duluan saja. Aku tidak yakin bisa menghemat waktu jika kita berada di kamar mandi yang sama…" balas Kyuhyun tersenyum, ia sedikit mendekat dan memandangi wajah mulus Sungmin. Sungguh, Kyuhyun tidak bisa mengerti betapa sempurnanya wajah android ini bahkan setelah terlelap karena mabuk berat. Sanggup membuat jiwa liarnya menguar, Kyuhyun yakin sekarang di dirinya sudah berbalutkan aroma birahi yang menggoda.
Hanya wajah polos Sungmin.
Bahkan android ini masih berpakaian lengkap dan sama sekali tidak memasang wajah menggoda padanya—well, Sungmin memang tidak pernah memasang wajah menggoda, image yang ada dari awal adalah clumsy dan juga innocent berkepanjangan.
Sungmin tersenyum.
"Ne, aku akan mandi duluan kalau begitu…" ujarnya sekarang jauh lebih lega.
"Tunggu, Sungmin…" cegah Kyuhyun saat android manis itu hendak melangkah. Sungmin menatap dengan mata beningnya, bingung dan menant dengan sabar. Kyuhyun justru terdiam dengan mata yang saling bertatapan dengan sang android. Sekelabat aura kelam terasa sekali dari pandangan Kyuhyun, bagaimana mata itu seolah menelanjangi tubuh di hadapannya ini.
"Kyuhyun? Apa kau sakit?"
Kyuhyun menggeleng, dengan cepat ia melingkarkan tangannya di pinggang ramping Sungmin—salah satu tangannya segera menyelinap baju tidur Sungmin, mebelai lembut kulit tersebut sementara sekarang posisi mereka saling berdekatan dengan jarak wajah begitu singkat.
"Perusahaan tutup malam hari, bukan?" Tanyanya serak.
"Ne…"
"Kurasa masih ada waktu untuk melakukan hal lain saat ini sebelum pergi ke sana…" ucap Kyuhyun sebelum menurunkan wajahnya menuju leher Sungmin, melumatnya lembut sebelum menghujani dengan cumbuan memabukkan. Sinyal yang sudah sangat dihafal sang android, karena sekarang Sungmin telah memejamkan matanya. Pasrah untuk sekian kalinya.
.
Let us paint the world, baby, so they will know how much this love breaks us apart
.
"Aigoo, android kebanggaanku. Bagaimana? Apa kau tidak rindu padaku, eoh?"
Sungmin tertawa.
"Appa, jangan bercanda begitu…" balas Sungmin sedikit memanjakan suaranya, ia lalu berhambur memeluk tubuh besar itu sambil tersenyum lebar. "Aku merindukan appa…" ujar Sungmin berbisik.
"Aish, android-ku semakin manis saja…" ujar pria berpakaian putih lengkap itu sambil melepas pelukan Sungmin lalu mencium pipi putih berisi sang android. Sungmin segera manyun.
"Android?" Protesnya kesal.
"Aish, chagiya… ini perusahaan, ingat? Appa tidak akan bisa menjelaskan pada merekajikan yang tidak-tidak…."
"Huh, tapi aku memang android. Kau benar…" ujar Sungmin tampak kesal, pria yang ia panggil 'appa' itu segera merangkulnya sambil memeluknya hangat.
"Maafkan appa, ne? Hanya ini yang bisa aku lakukan, Sungmin-ah. Maafkan appa yang bodoh ini…" ujarnya lemah. Pemimpin utama perusahaan itu hanya bisa tersenyum miris, ia memang sangat bodoh. Membiarkan anaknya sendiri diperjual-belikan seperti barang di perusahaan bawahannya, dan itu adalah kesalahannya.
Tepat sepuluh tahun yang lalu, saat ia begitu ambisius dengan karir yang tenah ia jalani semuanya terjadi. Ia melupakan keluarganya, dan tidak disangka saat itu sebuah kecelakaan terjadi pada mobil perusahaan yang saat itu membawa istri dan juga dua anaknya untuk berkemah. Ia sengaja menyuruh sopir dari perusahaan untuk mengantarkan keluarganya terlebih dahulu dan ia akan menyusul esok paginya, tap[I ternyata rencananya membawa musibah.
Istrinya tewas akibat kecelakaan itu.
Mobil yang hancur membuat tubuh yang ada di dalamnya juga nyaris hancur. Bahkan Sungjin, sang bungsu meninggal dengan keadaan kakinya terputus. Tidak ada yang selamat di kecelakaan naas itu, kecuali Sungmin, ya Lee Sungmin. Anak pertamanya, Sungmin pun dalam kondisi kritis—beberapa dokter hebat mengatakan Sungmin akan koma panjang meskipun sudah diusahakan sebisa mungkin. Lima tahun penuh Sungmin dirawat di Jepang dan beberapa dokter bahkan menyarankan agar Sungmin direlakan saja. Tentu saja sang appa tidak rela, hanya Sungmin yang tertinggal saat itu.
Sampai akhirnya, ide gila muncul di benak CEO kaya tersebut.
Seluruh organ Sungmin tidak ada yang berfungsi. Hanya peralatan medislah selama ini yang membuat ia bisa bertahan, dan dengan segala kemampuan yang ia punya—Sungmin dipoles dalam bentuk android. Gila memang, memakan tiga tahun lebih untuk mengesekusi seluruh ide yang ada, terlebih ia hanya sendiri karena itu jelas melanggar etika dari dunia pembuatan dan penciptaan android. Tetapi demi menebus segala kesalahannya selama ini, ia nekad merahasiakannya kepada seluruh penjuru Korea Selatan bahwa Lee Sungmin—manusia dengan organ tubuh android adalah produk perusahaannya yang terhebat.
"Gwaenchanayo, sajangnim…" balas Sungmin menggoda, ia tahu appa-nya sangat benci dipanggil demikian.
"Sungmin-ah…" protesnya sesuai ekspetasi.
Sungmin tertawa.
"Nah, sekarang aku harus melihat beberapa sistem di tubuhmu dulu."
Sungmin memang sudah setahun penuh tidak ke perusahaan, sebenarnya ia butuh untuk dicek beberapa kali namun itu akan sangat ganjil jika banyak pegawai perusahaan melihatnya sementara android lain hanya hanya sekali setahun diperbaiki. Mungkin di luar itu, Sungmin sangat sering bertemu ayahnya di rumah kediaman sang appa atau mungkin di beberapa tempat makan secara pribadi. Tetapi tetap saja, rahasia adalah rahasia.
"Bagaimana Kyuhyun-mu, eoh?"
Sungmin segera memukul pelan pundak ayahnya.
"Haha, jangan bilang kau malu? Baiklah, tidak akan ditanya lagi…" balas appa-nya sambil menghubungkan beberapa alat pada tubuh Sungmin. Seketika beberapa monitor besar menyala dan melihatkan keadaan alat dalam tubuh Sungmin, entah itu pencernaan, syaraf dan sebagainya. Sungmin hanya bisa mengerjap begitu appa-nya mengecek beberapa kali menuju monitor kecil di atas meja.
"Apa aku bermasalah?" Tanya Sungmin begitu melihat pemuda yang berumur hampir setengah abad itu mengerutkan dahinya.
"Apa Kyuhyun menemanimu ke sini?"
"Ya, dia ada di ruang tunggu. Mungkin sedang makan malam, kenapa?"
"Sepertinya aku butuh bicara dengannya…"
"Appa! Kenapa tidak bicara padaku saja?" Tanya Sungmin gelisah, ia benar-benar takut sekarang, sepertinya pembicaraan itu sangat serius sehingga melibatkan Kyuhyun.
"Aku butuh bicara dengan Kyuhyun, karena ia yang menyebabkan sesuatu dari sistem-mu bermasalah…"
"Eh? Kyuhyun? Kenapa dia?"
"Ahh, susah harus mengatakannya kepadamu mengingat kau anak kebangganku satu-satunya, Sungmin-ah. Tapi jika kau memaksa akan kukatakan, lagipula aku mengatakan semua ini hampir kesetiap android lain."
Sungmin semakin bingung.
"Begini, hmm—apa sebelum kesini kau dan Kyuhyun melakukannya?"
"Melakukannya?" Ulang Sungmin.
"Ya, melakukannya…" ujar sang appa memasang wajah yang sedikit aneh yang tentu saja membuat Sungmin segera sadar. "Ah i-iya…" jawab Sungmin malu.
"Aigoo, manisnya. Baiklah, aku akan bicara pada Kyuhyun saja…"
"Tidak! Appa, jangan… biar aku err… hmm yang menganyampaikan pesan appa pada Kyuhyun…"
"Haha, Sungmin-ah. Kau terlalu manis, appa tidak mau melihat ekspresimu saat mendengarnya. Sudah, biar aku yang bicara pada Kyuhyun. Kau istirahat dulu saja dan ah ya, pembersihan memori harus dilakukan. Kau akan dibius dulu, Sungmin-ah…"
"Dan aku akan lupa semuanya, lagi…" ujar Sungmin sedih. Ia bahkan kehilangan semua memori masa lalunya saat proses pergantian sistem tubuhnya dahulu, hanya tertinggal kenangan mengenai kecelakaan naas itu yang ia ingat dan sekarang ia harus siap kehilangan seluruh kenangan lagi.
"Tenang saja, kenangan mengenaiku tidak akan hilang…" ujar sang ayah hanya menenangkan Sungmin, karena tentu saja setelah ini Sungmin akan melupakan semuanya. Karena ingatan android hanya bisa bertahan setahun saja.
"Eung…" ujar Sungmin mengangguk sebelum matanya tertutup begitu bius sudah bekerja sepenuhnya.
oOo
Love is the way those fearness gone
oOo
"Jadi, kau yang namanya Kyuhyun? Maaf aku tidak ada saat kau membeli Sungmin."
"Tidak apa-apa, aku juga tidak ada saat itu."
Kyuhyun masih tidak mengerti kenapa ia berada di ruangan penuh dengan monitor terpampang dan Sungmin yang tengah duduk diam dengan mata tertutup—beberapa kabel hitam tersambung dengan tubuh android itu.
"Kenapa dengan Sungmin? Dan kenapa aku harus berada disini?" Tanya Kyuhyun kembali menatap wajah pria di hadapannya, matanya agak menyipit melihat rupanya dari dekat. Kyuhyun perlahan melirik name-tag yang ada pada bagian kanan jas putih pemimpin perusahaan tersebut. "Lee sajangnim…" sambung Kyuhyun.
"Aku tahu android di perusahaan kami dirancang untuk memuaskan nafsu pembelinya," balasnya sedikit gamblang. Kyuhyun terpaksa diam menanti kalimat selanjutnya. "Tapi sayangnya android bukanlah seorang manusia…" kali ini suara pemimpin tersebut tampak melemah dan tersirat rasa sedih di dalamnya. "Begitu juga Sungmin, sesempurna apapun kami menyebutnya ia tetap bukan manusia meski—wajahnya sangat sempurna dan juga mungkin sifatnya jauh lebih manusiawi daripada android lain. Kau mungkin akan kaget, Kyuhyun-ssi, begitu melihat kemampuan Sungmin dalam mempelajari sesuatu karena tidak ada satu pun android lain yang bisa melakukannya."
Kyuhyun hanya mengangguk.
Inilah yang menjadi alasan kenapa sang ayah merelakan anaknya yang terbungkus dalam tubuh android tersebut jatuh ke tangan Kyuhyun, penawar lainnya banyak yang lebih tinggi menjanjikan uang bahkan ada yang memberikan asuransi jiwa yang begitu besar bagi Sungmin tetapi semuanya adalah orang yang telah berpengalaman membeli android. Entah itu dari Jepang bahkan dari Amerika sana, merupakan satu kejanggalan jika mereka hidup lama dengan Sungmin yang memang notabene-nya bukan sebuah android ciptaan manusia. Mereka akan sadar dan itu merupakan satu pelanggaran.
Dan Kyuhyun adalah satu-satunya yang tidak mengetahui apapun tentang android, bahkan Kyuhyun sama sekali tidak meminta buku manual panduannya pada perusahaan. Tetapi tetap saja merupakan kekhawatiran bagi pemilik perusahaan tersebut untuk mempercayakan seluruhnya pada Kyuhyun. Sehingga bagaimana pun ia harus menegaskan padanya bahwa Sungmin adalah android yang mungkin –sedikit berbeda dan istimewa.
"Ini adalah sistem pembuangan Sungmin, kau lihat…" Kyuhyun segera mengarahkan pandangannya pada salah satu monitor yang ditunjuk. "Memang sangat seperti manusia tetapi, tetap saja semua ini adalah buatan manusia. Tidak ada yang mampu membuat seperti ciptaan Tuhan dan sistem ini berdekatan dengan sistem pencernaannya."
Kyuhyun menaikkan alisnya, tidak mengerti kenapa tiba-tiba ia seolah belajar di tingkat menengah lagi.
"Ini, jika kau perhatikan lebih jelas seperti ada gumpalan di atas ini. Ini bisa saja keluar dan mesuk ke sistem pencernaannya, Kyuhyun-ssi. Dan seperti kasus sebelumnya, aku asumsikan ini adalah cairan yang kau keluarkan di dalam tubuh Sungmin saat bercinta."
Sekarang sangat jelas.
Kyuhyun menutup matanya sejenak sebelum memaksakan tersenyum singkat.
"Bukan berarti kau dilarang melakukannya tetapi mungkin kau jangan melakukannya terlalu sering atau kau bisa menyuruh Sungmin atau membantunya mengeluarkannya saat selesai."
"Bagaimana caranya?" Tanya Kyuhyun kembali tidak mengerti. Pembicaraan ini mulai sangat aneh bai Kyuhyun yang well sama sekali tidak pernah membicarakan hal seintim ini dengan orang lain, berbeda mungkin dengan appa Sungmin yang telah membicarakannya kepada banyak orang.
"Haha, kau lucu sekali, Kyuhyun-ssi. Apa kau pertama kali melakukan semua ini dengan Sungmin?"
"Yeah…" jawab Kyuhyun jujur.
"Kalau begitu biar pegawaiku lihatkan secara langsung. Mr. Park, silahkan masuk."
Seorang pria segera masuk, berpakaian sama dengan wajah yang lebih muda. Pria berkaca-mata itu lalu mendekat pada Sungmin, tangannya segera melepaskan ikat pinggang pada Sungmin. Kyuhyun melebarkan mata.
"Apa yang kau lakukan?"
"Melihatkannya padamu, tentu saja."
"Apa?"
"Seperti yang kulakukan pada banyak—"
"Kau akan menelanjangi Sungmin?"
"Ayolah, dia hanya android dan saat proses pembuatannya kami sudah sangat sering—"
"Tidak! Tidak perlu, aku bisa mencari tahu sendiri. Temanku banyak yang memiliki android dan, tolong singkirkan tanganmu darinya."
Sebuah senyum keluar dari bibir pemimpin mereka. "Kau bisa keluar kalau begitu, Mr. Park. Ah, sepertinya kau sudah mengerti, Kyuhyun-ssi. Dan sepertinya pembersihan memori Sungmin sudah selesai, kau bisa membawanya kembali pulang."
Kyuhyun diam, sedikit bingung dengan senyum yang ada pada appa Sungmin. Tapi ia hanya bisa menyaksikan bagaimana puluhan kabel tersebut dicabut dari tubuh Sungmin, terlihat tetesan darah di bekasnya dan itu membuat Kyuhyun takjub—bagaimana manusia bisa menciptakan darah sedemikian sempurnanya? Dan kekagetan yang sama agaknya juga terjadi pada sang appa karena pria itu segera mendehem, segera mengambil beberapa perban dan membersihkan luka-luka di tubuh anaknya dengan canggung. Takut jika Kyuhyun bertanya yang macam-macam.
Android tidak bisa terluka dan mengeluarkan darah.
Memang sangat beruntung ia menyerahkan Sungmin pada Kyuhyun yang tidak tahu apa-apa.
"Lukanya tidak akan berbekas," ujarnya sambil menyapu luka Sungmin dengan beberapa cairan. Kyuhyun bisa melihat perlahan luka-luka tersebut hilang perlahan dan hilang sempurna setelahnya. Seperti magic yang sangat hebat. Dan beberapa detik kemudian mata Sungmin mulai bergerak dan terbuka.
"Appa…" ujarnya begitu melihat wajah sang appa berada di hadapannya.
"Appa?" Suara Kyuhyun yang kaget membuat Sungmin segera sadar bahwa di ruangan itu ada orang lain, dan itu adalah Kyuhyun. "Kau memanggilnya, 'appa'?"
"Kyuhyun? Kenapa bisa ikut masuk?" Tanya Sungmin menggigit bibir bawahnya gugup. Kyuhyun tidak menjawab, ia hanya menatap Sungmin dan Lee sajangnim bergantian.
"Sungmin memang memanggilku seperti karena ia sudah menganggapku seperti ayah-nya sendiri, Kyuhyun-ssi." Jelas Lee sajangnim dengan sangat santai. Kyuhyun yang pada saat itu menerma segalanya segera mengangguk mengerti lalu mendekat pada Sungmin.
"Kau bilang dia akan mengalami penghapusan memori, kenapa dia bisa tahu namaku?" Tanya Kyuhyun.
"Ah, aku lapar…" ujar Sungmin memegangi perutnya. "Kita pulang saja, Kyu. Appa, annyeong!" Pamit Sungmin segera berdiri dan keluar dari ruangan tanpa mempedulikan tatapan appa-nya sedikit berbeda. Kyuhyun pun agaknya lupa dengan pertanyaan terkahirnya dan segera keluar mengikuti langkah Sungmin. Meninggalkan pemimpin hebat itu yang tengah mengerutkan dahi bingung.
"Seharusnya Sungmin lupa semuanya."
TBC
Laptop-ku, rusak gak bisa ngetik angka satu, dua, tanda strip, tanda seru dan lainnya dan itu sangat menyebalkan. Terpaksa menggantinya dengan beberapa tanda dan lalu me-replace dengan cara copy paste dari file yang ada sebelum keyboard ini berulah. Haha, bahkan gak bisa ke kanan, kiri atas dan bawah. Jadi ini gak diedit karena sangat susah mengeditnya, apalagi touch pad-nya juga bermasalah. T.T sedihnya hidup ini, kejamnya hidup ini. Oh, Tuhan… jemputlah aku #eh. Haha. Anyway jangan berharap ini akan cepat update ya, mengingat hidupku yang sangat sibuk sebagai mahasiswa yang sok aktif jadi asdos dua mata kuliah sekaligus dan juga sok pinter udah bikin skripsi semester empat. Lalalalala. Ini aja bikinnya karena lagi sakit and by the way suaraku hilang alias habis, jadi serak basah gimana gitu haha. Udah seminggu karena sabtu kemaren lomba debat dan pol-polan banget untungnya menang juara satu haha, lumayan ngisi CV. Dan internetku juga udah abis T.T ngepostnya ke warnet jadinya, padahal lagi sakit. Dasar nakal diriku ini.
Buat siapapun yang udah review makasih banyak hoho. Baik yang tahu siapa aku sebenarnya ataupun yang tahu sebagai Stroberi Manis saja. Dan kalo ada yang bilang ini mengingatkan pada karya seseorang yang sebaiknya tidak kita sebut namanya… makasih, hehe, karena yang nulis memang orang yang sama. Haha.
Well, silahkan membaca #telat
