Pair: KaiHun
Genre: Romance, School life
Warning: Boys Love, kata tidak baku dan Typo
.
Chapter 2
.
.
Jongin sedang berada di kamarnya, terbaring telentang menghadap langit-langit. Dia kembali mengingat bagaimana perlakuannya terhadap Sehun tadi yang sukses membuat dia menelan ludah.
Dia masih tidak bisa mengerti bagaimana dia bisa lepas kendali tadi. Walaupun dia menyukai Sehun, tapi dia tidak pernah sekalipun mempunyai niat untuk menjamah anak manja itu.
Jongin menyukai Sehun sudah sejak satu tahun yang lalu, mungkin bisa juga di bilang dia itu terkena love at first sight. Dia menyukai Sehun yang pertama kali di lihatnya ketika MOS di sekolah mereka, Jongin masih ingat betul kala itu Sehun memakai bando telinga kelinci berwarna merah muda yang membuatnya terpana.
Hanya saja melihat Sehun yang manja dan polos membuatnya enggan menyatakan perasaannya, lagipula mereka tidaklah akrab walaupun berada di kelas yang sama.
Namun tiba-tiba seringainya mengembang kala mengingat ucapan ibunya sore tadi yang mengatakan bahwa rencananya di setujui, rencana untuk mengikat Sehun. Intinya, Jongin meminta pada orang tua-nya agar meminangkan Sehun untuknya.
Dan sepertinya keberuntungan sedang berada di pihaknya, karena orangtua Sehun setuju untuk menerima pinangan-nya. Sekarang Jongin tinggal mencari cara agar Sehun setuju, walaupun dengan paksaan sekalipun. Kali ini Jongin menyeringai lebih lebar.
.
-AkaSunaSparKyu-
.
"APAAAAA…?"
Pagi hari di kelas 2-1, telah terdengar teriakan yang sukses membuat semua penghuninya tersentak kaget. Tapi mereka semua mengangguk maklum kala melihat yang berteriak adalah kakak kelas mereka yang bernama Byun Baekhyun, mereka sudah biasa melihat Baekhyun di kelas ini, untuk mengunjungi kesayangan seluruh sekolah siapa lagi kalau bukan Wu Sehun.
"Kecilkan suara mu hyung." Sehun mencubit kecil lengan Baekhyun, dan membungkuk minta maaf pada teman-teman sekelasnya yang terganggu.
"Serius..?"
Baekhyun bertanya semangat tanpa mengindahkan apa yang Sehun ucapkan. "Jongin yang cuek dan pemalas itu kan..?" dia kembali bertanya guna meyakinkan dirinya.
Sehun mendengus kala melihat hyung mungil-nya ini bertanya semangat, dia lalu mengalihkan pandangan nya ke depan dan nampaklah punggung lebar Jongin. Ahhh, Sehun merona sendiri kala mengingat hal yang terjadi kemarin.
"O wow, kau merona.." Baekhyun menyenggol kecil pundak Sehun, dan mengikuti arah pandangan adik-nya ini. Dia mengangguk mengerti saat melihat Jongin.
Tadi malam Sehun menelponnya mengatakan agar pagi-pagi datang ke kelas Sehun, dan saat dia bertanya ada apa Sehun mengatakan tidak bisa menjelaskannya di telepon. Karena penasaran dia cepat-cepat berangkat sekolah pagi ini untuk datang kesini, dan BOMMMM.. Dia langsung berubah exited saat mendengar cerita Sehun yang di lecehkan oleh Jongin.
Bukannya jahat atau apa, tapi dia hanya ingin tahu bagaimana usaha Jongin untuk mendapatkan Sehun. Dia begitu terkejut saat pertama kali mendengar dari Chanyeol, kalau Jongin menyukai Sehun. Dan Baekhyun lebih terkejut lagi kala mengetahui cara yang di pakai Jongin agar meluluhkan anak manja dan polos seperti Sehun.
Tapi apa cara itu tidak terlalu berlebihan? Ahhh, nanti dia akan menyuruh Chanyeol untuk bicara pada Jongin.
"Hyung, bagaimana ini?"
"Bagaimana apanya?"
"Yang aku ceritakan tadi, bagaimana menurut mu?"
Baekhyun termenung sebentar, memikirkan jawaban yang pantas untuk di terima Sehun.
"Entahlah, mungkin dia menyukaimu." Dia mengangkat bahu dan melanjutkan, "Dan dari yang kulihat, kau juga mulai menyukainya."
"Hiyeeee.. aku tidak menyukai makhluk hitam pemalas itu hyung." Sehun bergidik ngeri tapi wajahnya memerah. Atensinya kembali pada sang pemuda berkulit tan yang sedang membaca buku di meja depa.
"Oh ayolah, jujur saja. Apa kau tidak khawatir? Terlalu banyak yang menyukai Jongin loh" Baekhyun menakut-nakuti Sehun, dan terkikik kecil saat melihat Sehun yang tertegun. "Coba saja kau tanya padanya."
"Tanya apa?"
"Mengenai insiden semalam."
"Haruskah?"
"entah lah, tapi bukankah lebih baik kalau kau tau alasannya menciummu?"
"Oke, nanti aku tanya"
Baekhyun terkekeh kala Sehun setuju, dia jadi ingin tahu bagaimana kelanjutan kisah dua pemuda berbeda warna ini.
Sedangkan Jongin yang diam diam memasang telinga untuk mendengarkan obrolan Sehun dan Baekhyun tampak menyeringai. Dia akan berterimakasih nanti pada Baekhyun nanti, Ah Jongin jadi tidak sabar untuk menunggu Sehun bertanya padanya.
.
-AkaSunaSparKyu-
.
Suasana sepi perpustakaan memang paling cocok untuk tidur, dirinya memang selalu tidur disini saat mendapat waktu bebas. Tapi kali ini dia menyerah untuk menutup mata, karena ada makhluk manja yang sedang menggerutu kecil sambil mengerucutkan bibirnya karena disuruh mengerjakan soal matematika sebanyak satu buah.
"Jangan mengerucutkan bibirmu."
Sehun sedikit mengangkat kepalanya dari soal di hadapannya dan mengalihkan perhatiannya pada Jongin, Sehun sedari tadi menunduk takut Jongin melihat wajahnya yang merona.
"Maksudmu?"
"Kau menggodaku agar aku menciummu?"
Jongin mengulum senyum kala melihat Sehun yang langsung menutup mulutnya menggunakan punggung tangannya.
"A-aku tidak menggodamu."
"Oh ya? Kalau begitu kerjakan sekarang!." Jongin berseru galak.
Selain mengemban tugas dari calon mertuanya, Jongin juga benar-benar ingin membuat Sehun mengerti matematika, dia tidak mau keturunannya kelak bodoh akibat istrinya yang juga bodoh.
Sehun menunduk takut-takut, dia mencoba lagi mengerjakan satu soal yang di berikan Jongin. Sebenarnya Sehun sering bertanya-tanya, kenapa dia sangat lemah dalam hal menghitung padahal dalam mata pelajaran lain dia selalu meraih nilai yang tinggi.
"Kalau kau tidak bisa mengerjakannya, aku akan menghukum mu."
Sehun tersentak kala mendengar suara berat Jongin, dia tidak mau di hukum. Karena saat dia kecil daddy-nya pernah menghukumnya yang sukses membuat dia demam selama tiga hari. Mulai dari saat itu Sehun kapok, dia tidak mau di hukum lagi. Apalagi yang menghukum adalah Jongin, bisa-bisa dia dihukum keliling lapangan nanti.
"Jo-jongin, aku tidak mengerti bagian ini. Apa y di kalikan dengan x atau bagaimana?"
Jongin mendengus keras, Sehun sudah menanyakan pertanyaan ini sebanyak tiga kali dan sebanyak itu pula Jongin menjelaskan. Shit, dia benar-benar kehilangan banyak energinya. Dan dia harus segera memasukkan energy baru, maka dengan cepat di tariknya tengkuk Sehun untuk mempertemukan bibir mereka.
"Amghhh Jhong.."
Sehun terkejut saat adegan mereka kemarin terulang lagi, dia bisa merasakan bagaimana lihainya bibir Jongin mengulum bibirnya. Tangannya menahan dada Jongin yang mulai merapat pada tubuhnya.
"Shhh mmhhhh…"
Sehun mendesis lirih saat lidah Jongin menjilat bibirnya, mengecup bibirnya tiga kali Jongin pun melepaskan kontak bibir mereka.
"Kerjakan tugasmu Sehun."
"Jong.."
"Kerjakan sekarang atau aku akan mencium mu lagi."
Tidak mengindahkan perkataan Jongin, Sehun malah memasukkan buku-bukunya ke dalam tas berwarna coklat miliknya. Dia merasa marah, setelah menciumnya seenaknya Jongin memerintahnya seolah tidak terjadi apapun. Bukan sekali, ini sudah yang ketiga. Mungkin Baekhyun memang benar, dia menyukai Jongin. Tapi, dia tidak akan mau di perlakukan seenaknya seperti ini.
"Apa yang kau lakukan?"
Jongin yang heran lantas menahan tangan Sehun dan menarik tas yang di pegangnya hanya untuk di hempaskan kembali di atas meja. Dia menggeram pelan kala melihat tatapan tajam di sepasang bongkahan hazel Sehun.
"Apa aku mengatakan kita selesai?"
"Jangan pergi seenakmu, sedangkan aku yang bertanggung jawab atas nilaimu."
Sehun masih mempertahankan tatapan tajamnya walaupun tubuhnya bergetar takut. Jongin memang tidak membentaknya, tapi dia tahu bagaimana Jongin menahan amarah saat ini.
"Aku mau pulang"
"Tidak, kau akan pulang saat aku mengatakan pulang."
Sehun merasakan tangannya nyeri karena cengkraman Jongin yang kian mengerat.
"Dengar Jongin, jangan perlakukan aku sesukamu. Jangan menciumku seenakmu, dan jangan menyentuhku!" Sehun menyentakkan tangan Jongin dengan keras. "Siapa diriku bagimu? Kita bukan siapa-siapa, aku ingatkan kalau kalu lupa."
Jongin tertegun pelan, namun lantas menyeringai lebar.
"Kalau begitu, siapa diriku bagimu Sehun?" Jongin menaikkan sebelah alisnya. "Kau memang tidak membalas ciuman dan sentuhanku. Tapi kau juga tidak menolak, aku ingatkan kalau kau lupa." Dirinya kembali membalikkan perkataan Sehun sebelumnya.
"Jangan bertanya ketika aku bertanya."
Sehun masih mempertahankan keangkuhannya, dia tidak akan kalah kali ini. jangan berpikir karena dia manja, dia tidak bisa berlaku angkuh ataupun keras. Dia adalah pewaris Wu, sedari kecil dia sudah dilatih bersikap pada orang-orang. Dan untuk menghadapi Jongin, Sehun memang tidak harus berlaku lunak padanya.
"Kau tahu Sehun? Kau seperti kucing kecil yang sedang menantang serigala." Jongin terkekeh, matanya dengan sangat jelas melihat binar takut dimata Sehun.
"Perumpamaan yang bagus, kau memang serigala liar." Sehun mendengus. "dan jawab pertanyaan ku tadi"
"Entahlah, mungkin karena aku mau."
"Mau? Mau kau bilang?"
Sehun menganga tak percaya, Jongin menciumnya hanya karena mau? Betapa bodohnya dia, mana mungkin Jongin melakukan itu atas dasar suka. Dan yang lebih parah, dirinya pun telah terjerat pada serigala liar ini. Sebagai pemuda yang tidak pernah mengenal cinta dan hal-hal yang berbau dewasa, sangatlah pantas bila dia merasa ingin di akui oleh orang yang pertama menyentuhnya.
Tanpa bisa di cegah, air matanya mengalir keluar setetes demi setetes. Baru kemarin dia merasakan yang namanya menyukai dan hari ini dia merasakan sakit hati.
Jongin sendiri tertegun saat melihat bulir air di mata indah sang pujaan hati, dia benar-benar tak menyangka ucapannya tadi mengakibatkan mata indah itu menunjukkan rasa sakit.
"Hei, aku hanya bercanda"
Dengan cepat Sehun menghapus air matanya, dan mendongak melihat Jongin.
"Bercanda? Berapa orang yang sudah kau perlakukan seperti ini? Ini bukanlah hal yang patut kau buat candaan Jongin."
"Apa maksudmu dengan berapa orang? Kau kira aku akan mencium orang banyak.?"
"Hentikan semua ini. Ternyata semuanya sia-sia, aku akan mengatakan pada mommy untuk mencarikan tutor lain." Sehun menyambar tasnya dan beranjak pergi.
Jongin yang melihat Sehun hendak pergi pun bergerak cepat menarik tangan Sehun agar berbalik.
"Jangan bercanda! Kau tidak akan kemana-mana"
Ditariknya Sehun dan di hempaskannya tubuh ringkih itu ke atas meja lalu dia mulai mencium kasar bibir basah bergetar milik Sehun.
"Hmmmppp.."
Sehun mencoba memberontak dan mendorong Jongin. Tidak lagi, dia tidak mau setelah ini di tinggal oleh Jongin. Tapi tenaganya bukanlah apa-apa di bandingkan Jongin yang terus menginvasi mulutnya setelah berhasil memasukkan lidahnya.
Jongin terus menjelajahi isi mulut Sehun, membelit lidah dan menghisapnya dengan kuat.
"Hmmmppp anghhmmm"
Sehun berusaha menggelengkan kepalanya, dia ingin menolak semua ini sebelum tubuhnya menyerah pada perlakuan Jongin.
Tangan Jongin beralih membuka satu persatu kancing seragam Sehun dan membelai dadanya, sedangkan mulutnya mulai membuat Kissmark di leher Sehun.
"Aggghhh, lepaskan aku.."
"Dasar berengsek"
Tanpa memperdulikan rontaan Sehun, Jongin makin meraba dada Sehun dan menemukan tonjolan kecil. Dia menekan dan memilin putting Sehun dengan gemas.
"Hiks hiks."
Seolah baru di diram oleh air dingin, Jongin kembali pada kesadarannya kala mendengar isak tangis Sehun. Dia menunduk dan menemukan wajah Sehun yang nampak menyedihkan, bibir yang bengkak, leher penuh kissmark, dan baju yang acak-acakan. Jongin bergegas bangkit dan mengancingkan kembali baju Sehun.
"Maaf, aku minta maaf"
Jongin menggumamkan maaf berkali-kali dan membawa Sehun kedalam pelukannya.
"Maafkan aku."
Sehun hanya menangis di dada Jongin, kali ini lebih keras. Dia begitu takut tadi.
"Maafkan aku, aku menyukaimu."
Ucapan Jongin yang terakhir sukses membuat Sehun mengangkat kepalanya dan menghentikan tangisnya. Melihat Sehun yang menatapnya dengan pandangan tanya membuat Jongin terkekeh pelan.
"Aku menyukaimu makanya aku menyentuh mu"
"Ta-tapi, kau selalu ketus padaku."
"Inilah aku"
"Kau berbohong"
"Tidak, aku menyukaimu dari pertama aku melihat mu."
"Selama itu? Aku bahkan menyukaimu baru semalam."
Ucapan Sehun yang terlalu polos membuat Sehun mendengus.
"Kau memang tidak peka."
"Aku? Tidak peka?"
"Kau memangtidak peka pada sinyal cintaku." Jongin mengusap rambut Sehun.
"Orang mana pun tidak akan peka, kalau sinyalmu itu berupa lirikan tajam dan dengusan malas."
"Terserah mu, yang pasti kau milik ku sekarang."
"Hei, aku tidak mau"
"Aku tau kau mau. Lagipula orang tuamu sudah setuju."
"Setuju apa?"
"Orang tuaku meminangmu untukku semalam, dan orang tuamu menerima."
"APA?"
Sehun tersentak kaget, bagaimana bisa orang tuanya menerima pinangan orang lain tanpa sepengetahuannya? Tapi ya sudahlah, lagipula dia menyukai Jongin. Sehun menyamankan dirinya di pelukan Jongin.
"Hey, walau kau tunanganku sekarang bukan berarti aku akan melupakan tugasku sebagai tutor mu."
Sehun menoleh cepat. Sial, dia lupa soal-soal matematikanya.
"Bisakah kita libur hari ini?"
Jongin menggeleng cepat kala mendengar suara memohon Sehun. "Tidak, akibat drama tadi kita kehilangan banyak waktu. Jadi kerjakan sekarang."
"Jongggg.." Sehun menggoyang-goyangkan tangan Jongin dengan tatapan super memelasnya.
"Tidak."
"Kau tidak kasihan pada tunanganmu ini?"
"Tidak"
"Aku akan cepat tua bila banyak berpikir"
"Teori dari mana itu?"
"Dari ku."
"Begini saja, aku akan memberikanmu hadiah bila kau mau belajar untuk mendapatkan nilai minimal 80 di ujian dua bulan lagi."
"Kau gila?" Sehun memekik, nilai matematikanya paling oke hanya 47 dan di suruh dapat 80? Tunggulah Borobudur pindah ke Korea.
"Kalau kau dapat 80, aku akan menyiapkan pesta pertunangan kita 2 bulan lagi."
"KAU GILA?" bukan memekik, kali ini Sehun berteriak. Bagaimana mungkin Jongin menyiapkan pertunangan mereka, mereka ini masih anak High School.
"Memang. Jadi aku tidak mau ambil resiko kalau kau berpaling pada orang lain. Bila perlu aku akan mengatakan pada orang tua kita untuk menikahkan kita minggu depan."
"Apa?"
"Dengar Sehun aku menyukai ah aku mencintaimu sudah sejak lama, dan aku tidak akan membiarkanmu lepas dariku."
"Baiklah, tapi jangan paksa aku untuk memeras otak ya."
"Hmmmm"
Jongin mengambil tas Sehun dan kembali mengeluarkan buku-buku matematika tadi. Dan meletakkannya di depan Sehun.
"Tapi.."
Sehun mengangkat wajahnya saat mendengar suara Jongin.
"Apa?"
"Sayang, aku banyak kehilangan energy ku saat kita berdrama tadi. Berikan aku pasokan energy lagi." Jongin mendekat dan memasang senyum mesum pada Sehun.
"JANGAN MENDEKAT DASAR TUTOR MESUM."
.
.
TBC..?
Holla chingudeul..
Tolong panggil saya Suna, jangan Thor. Karena demi tuhan, saya bukan anggota Avengers...
Yang menunggu adegan ranjang saya harap bersabar, karena saya sedang berusaha membangun hubungan KaiHun.
Saya merasa kasihan pada Sehun kalau di jamah tanpa status. kekekeke
Saya juga sangat berterimakasih bagi yang mempav, fol, ataupun mereview ff saya ini.
Jadi? berminat untuk review lagi? #BOW
Adios...
Thanks to:
[SehunHyurin] [gyusatan] [JongOdult] [Kim Eun Seob] [Scarletshad1230] [bekikola] [sukha1213] [whirlwind27] [shappire always for onyx] [ ] [xohunte] [daddykaimommysehun] [Ubannya Sehun] [ ] [yunacho90] [seulgifab] [flowerinyou] [Darkid Yehet] [ ] [Zelobysehuna] [exolweareone9400] [vipbigbang74] [vyrexo's] [RokuChanchan] [sehunskai] [jungkrystal432] [Tikha Semuel RyeoLhyun] [Nagisa Kitagawa] [KaiHunnieEXO] [utsukushii02] [BerryKyunnie] [Ri-chan Dandere] [MaknaEXO] [VampireDPS] [yessie94esy] [sayakanoicinoe] [winter park chanchan] [AprilianyArdeta] [Xing1002] [Hunnie94] [Syakilashine] [13613] [choi fai fai] [Mama Sehun] [chanhunnshipper] [Oh Yuugi] [Guest] [kaihun520] [sumiya wu] [ALALALAL] [cantikmukaberbi] [shakyu] [SILENT READER] [fakecheonsa] [hunnbebi]
