Pairing: YeWon (Yesung x Siwon)
Rate : T (Teens)
Genre: Romance/Hurt/Comfort
Disclaimer: I don't know! yang jelas fanfic ini murni buatan saya ^o^
Warning: OOC (Out Of Character), gaje, don't like? don't read! No bashing! No copas or plagiat! Fanfic ini adalah fanfic shounen-ai. Typo. etc.
Shounen-ai : boys love versi soft yang intinya tidak ada adegan ranjang atau adegan NC lainnya, beda dengan yaoi.
Annyeong~ saya kembali mempublish FF, setelah 3x puasa 3x lebaran hiatus dari dunia menulis per-FanFict-an. *lebay!* *Bang Toyib kale* *ditimpuk*
Yuhuu~ chapter 2 update! Ini ending dari fanfic ini, gomawo untuk semuanya yang sudah ikut berpartisipasi dalam fic ini ^^
Happy reading~
BE MY BABY
by
Chima Geunma
"Siwon, apakah kau mencintaiku lagi? Seperti waktu SMP dulu." tanya Yesung dengan penuh rasa percaya dirinya.
Pertanyaan Yesung sangat mengejutkan, sehingga sukses membuat Siwon tersedak oleh kopi yang sedang diminumnya.
Yesung mengambilkan tissu untuk Siwon lalu mengelap pakaian Siwon yang basah oleh kopi. "Aish... Siwon, kau jadi basah kan, makanya hati-hati," ucap Yesung disertai senyuman manisnya. Seolah kepada pacarnya.
"A-aku tidak apa-apa, hyung." Siwon salah tingkah.
"Mian, itu pasti karena pertanyaanku."
Siwon tertunduk. Ia tak berani menatap Yesung. Namun ia harus berani, berani meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
"Hyung, kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal ini?"
"Aku hanya ingin tahu."
"Benar kau ingin tahu?"
"Ne..."
"Aku, tidak pernah mencintaimu, hyung. Lagi pula darimana kau bisa tahu aku mencintaimu? Bukankah dulu aku tidak pernah menyatakannya kan?" jelas Siwon. Mata onyx-nya kini menatap Yesung, mendalam.
"Jinja? Seperti itu kah? Ah, mianhae lagi. Aku memang terlalu pede. Aku diberitahu oleh temanmu, Kyuhyun."
"Dia membohongimu, hyung. Aku tidak pernah berkata demikian."
Suasana di antara keduanya menjadi canggung sejak pertanyaan mengejutkan tersebut. Terdiam untuk beberapa saat.
"Hyung, aku pulang dulu, hari sudah mendung."
"Hn, iya," gumam Yesung dengan tersenyum canggung. "Siwon, mianhae tentang pertanyaanku yang tadi, kau tidak marah padaku kan?"
"Tidak, hyung, jangan dipikirkan..." Siwon menenangkan Yesung. Kemudian pergi dari rumah Yesung.
Yesung menyesal telah menanyakan pertanyaan –bodoh- yang telah ia lontarkan kepada Siwon.
"Baboya! Kenapa aku menanyakan hal itu kepadanya? Dan ternyata aku dibohongi oleh mahluk yang bernama Kyuhyun itu. Damn it!" gumam Yesung sambil mengacak rambutnya.
.
Selang beberapa jam kemudian, Siwon mengirimkan SMS kepada Yesung.
Siwon : Annyeong hyung, ini Siwon ^^
Yesung: Annyeong Siwon. Kenapa baru sms sekarang?
Siwon : Mian, aku baru isi pulsa. Sedang apa hyung?
Yesung : Aku sedang tiduran. Kau sendiri sedang apa?
Siwon : Sama, aku juga sedang tiduran. By the way, kau suka lagu apa?
Yesung : Aku suka lagu It Has to Be You, penyanyinya Kim Jong Woon.
Siwon : Hyung, lagi-lagi selera kita sama. Tak disangka kita memiliki
banyak chemistry~ ^^
Setelah Siwon membalas SMS dengan adanya kata 'chemistry', Yesung tidak membalas SMS Siwon lagi.
'Chemistry? Maksudnya apa? Ah, jangan berpikiran macam-macam Yesungie! Kata chemistry itu mungkin saja bukan kata yang dalam tanda kutip.' gumam Yesung dalam hati. Ia mengacak rambutnya, frustasi.
Frustasi akan perasaan galau yang sedang ia rasakan sendiri.
~BE MY BABY~
Siwon sedang menikmati makan siangnya di kantin kampus. Saat ini ia sedang istirahat, jam pertama dan kedua untuk sudah selesai. Ketika ingin menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, seseorang tiba-tiba duduk di depannya.
Orang itu tersenyum manis nan lembut kepada Siwon.
"Hyung..." Siwon tidak jadi menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Ia menaruh sendok yang tadi dipegangnya ke piring makanan yang sedang disantapnya. Lalu ia menatap lekat orang tersebut.
"Aku mengganggumu ya, Siwon?" tanya orang yang tersebut yang tidak lain dan tidak bukan adalah Yesung. Kemudian ia melipat kedua tangannya di meja.
"Tidak, hyung, kau tidak menggangguku." Siwon tersenyum.
"Hm, tapi kenapa kau tidak jadi menyuapkan makananmu itu?"
"Gwaenchana, hyung... apa kau juga sedang istirahat?"
Siwon tidak jadi menyuapkan makanannya bukan karena tidak ada maksud apapun, akan tetapi ia malu pada Yesung. Ok, ralat bukan malu tapi salting alias salah tingkah.
"Ne, aku sedang istirahat dan menunggu mata kuliah berikutnya."
Ketika mereka asik mengobrol, seorang datang menyapa keduanya.
"Yesung-hyung, Siwon? Long time no see~" sapa seorang tersebut. Tanpa dipersilahkan, ia duduk. Senyuman manis tersungging dari bibir tebalnya. Gayanya sangat sok asik.
Yesung dan Siwon menoleh, menatap orang tersebut tanpa ekspresi.
"Apakah kalian masih ingat padaku? Aku Kyuhyun, teman SMP kalian, hahaha... tak kusangka kalian masih tetap BERSAMA sampai saat ini." Kyuhyun menekankan kata 'bersama' yang membuat Siwon geram. Siwon sudah tahu maksud Kyuhyun yang menekankan kata 'bersama' tersebut.
"Apa maksudmu, Kyu?"
"Err, maksudku, tak kusangka kalian masih bersahabat sampi saat ini." Kyuhyun berkilah.
Tanpa mengatakan sepatah kata pun, Yesung hanya menatap tajam kepada Kyuhyun. Yesung marah tentunya, karena pernah dibohongi tentang perasaan Siwon.
Sesungguhnya Yesung ingin sekali menghajar Kyuhyun, tetapi ia tidak menyukai kekerasan. Baginya, kekerasan bukanlah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah.
Siwon pun sebenarnya ingin memberi sedikit 'pelajaran' kepada Kyuhyun. Hanya saja ia dapat mengendalikan emosi dan amarahnya. Memang ini menjadi keberuntungan seorang evil Kyu.
Tak ingin berlama-lama berada satu atmosfir (?), dengan Kyuhyun, Yesung pergi meninggalkan Siwon dan Kyuhyun.
"Hyung, mau kemana?" tanya Siwon.
Yesung tidak menjawab, ia berjalan meninggalkan keduanya.
"KYUHYUN! Kau tahu, hah? Ini semua gara-gara kau!" Sedikit rasa emosi dalam diri Siwon meledak seketika. Siwon bangkit dari kursinya, kemudian ia menarik kerah baju Kyuhyun.
"Siwon, kau ini kenapa?"
"Kau masih saja bertanya? Yesung-hyung pergi karena ucapanmu tadi, dan juga karena keusilanmu beberapa tahun lalu yang menyatakan bahwa aku mencintainya. INGAT TIDAK?" Tangan Siwon menggenggam erat kerah baju Kyuhyun.
Kyuhyun mengalihkan pandangannya, mengingat perbuatannya yang baru saja dikatakan oleh Siwon.
"Ck, iya, aku memang mengatakan hal tersebut." Jawabnya santai.
"Jadi benar? Apa tujuanmu mengatakan hal itu?"
"Aku hanya bercanda, Sungguh! Tidak ada maksud lain..."
"Bercandamu sungguh lucu, Kyu!" Siwon sarkastis. Ia ingin 'menghadiahi' Kyuhyun sebuah pukulan diwajah tampan Kyuhyun.
Siwon mengepalkan tangan kanannya.
Kyuhyun menutup matanya, pasrah.
Tapi Siwon tidak jadi memberi 'hadiah' tersebut karena melihat seorang security kampus yang sedang berjalan ke arah kantin. Siwon melepas genggaman tangannya dikerah baju Kyuhyun dan menurunkan tangan kanannya. Siwon menyerah. Ia tak ingin menambah urusannya menjadi panjang.
"Kau beruntung hari ini!" gumam Siwon sambil menarik napas panjangnya, lalu pergi.
Kyuhyun membereskan bajunya yang sedikit berantakan dan juga bernapas lega.
.
Siwon mengejar Yesung yang sudah menjauh, ia kehilangan jejak.
"Hyung, kau di mana? Aku ingin bicara..."
Matanya melirik ke segala arah, mencari sosok pemuda yang tadi bersamanya.
Yesung tak dapat ditemukan. Siwon sudah mencarinya keliling kampus, sampai saat ini ia tak tahu kelas Yesung.
.
Yesung berada di gedung paling atas di sekolahnya. Ia menyendiri di sana. Tempat itu membuatnya nyaman.
"Apa-apaan namja gila itu? Untuk apa dia tiba-tiba datang? Dia membuatku bad mood hari ini, aaargh..."
Yesung berdiam diri di tempat itu sampai ia tidak mengikuti mata kuliah berikutnya. Ia pun menjadi bimbang akan perasaannya kepada Siwon.
Kenapa skandal seperti ini yang terjadi pada hidupnya?
Siwon tetap mengikuti mata kuliah berikutnya, walau sebenarnya ia tidak konsentrasi. Pikirannya hanya tertuju kepada Yesung. Ia pun menjadi galau akan perasaannya sendiri.
'Hyung, kenapa tadi kau tiba-tiba pergi? Hanya karena orang itu? Damn it!'
Gumamnya dalam hati.
.
.
Semenjak hari itu, Yesung dan Siwon tidak pernah bertemu lagi.
Siwon tidak berani datang ke rumah Yesung. Ia takut akan memperburuk keadaan jika melakukannya.
Yesung berdiam diri di atas gedung kampus bertingkat 4. Seperti yang sudah diketahui, di sana lah tempat Yesung suka menyendiri, ia tak suka keramaian.
Yesung melihat-lihat ke bawah gedung kampus, banyak orang yang berlalu lalang. Di antara orang yang ada di sana, ia melihat Siwon. Sebenarnya ia ingin menghampiri Siwon tetapi keadaan tidak memungkinkannya, Siwon bersama teman-temannya.
Yesung harus mengikuti mata kuliah hari ini, karena dosennya yang ketat, sekaligus killer, ia tak mau jika harus absen dari mata kuliah dosen yang killer itu. Ia beranjak dari tempat tersebut dan kembali ke kelasnya.
Ketika melangkah kan kakinya di anak tangga ke 10, di lantai 2. Yesung berpapasan dengan Siwon. Keduanya saling berpandangan.
"Hyung..." Siwon memanggil.
Yesung menatap Siwon tanpa ekspresi. Keduanya terdiam.
Tak lama kemudian, mereka duduk di anak tangga berikutnya.
"Apa kabar?" tanya Siwon memulai pembicaraan.
"Kabarku baik, kau?"
"Aku juga baik-baik saja, hyung..."
"Syukurlah... Siwon, maaf waktu itu aku pergi tanpa pamit. Aku menahan emosiku pada orang itu! Mungkin, aku bisa menghajarnya jika terus berada di sana. Haha..." Yesung tertawa garing.
Siwon tertawa kecil.
"Aku juga hampir menghajarnya, hyung, tapi tidak jadi karena ada security kampus yang tiba-tiba saja muncul, shit!"
"Benarkah?" Yesung sedikit terkejut.
"Iya, hyung. sepertinya hari itu hari keberuntungan si evil, aku tidak jadi menghajarnya," kata Siwon kecewa.
"Sudahlah, biar Tuhan saja yang membalasnya." Yesung berlapang dada.
"Iya, hyung, semoga saja..."
"Siwon, aku ingin mengatakan sesuatu..." Yesung menarik napas dalam-dalam. Mempersiapkan dirinya untuk berucap sesuatu yang tidak biasa. "Aku..."
"Kau kenapa, hyung?" Siwon menatap Yesung, dalam.
"Aku... aku harus segera masuk kelas, ada mata kuliah yang dosennya killer...!" Yesung segera bangkit dari duduknya, lalu berlari meninggalkan Siwon. Ia amat tergesa-gesa.
Siwon menggubrak dengan tidak elitnya #salah!
Siwon hanya terdiam dan terpaku menatap Yesung yang berlari sampai menghilang dari pandangannya. Sebuah senyuman manis tersungging dari bibir indahya.
Siwon melanjutkan perjalanannya dengan menaiki tangga tersebut. Ia menuju ke kelasnya yang terletak di lantai 2 tersebut.
Siwon duduk di bangku kelasnya, menunggu mata kuliah berikutnya. Lagi, pikirannya tertuju pada Yesung.
'Kurasa... Aku telah jatuh cinta pada Yesung-hyung.' Pikirnya dalam hati.
"MWO? Apa-apaan aku ini? Kenapa berbicara seperti itu?" kata Siwon tak percaya. "Sadarlah Choi Siwon!" Siwon berbicara sendiri seperti orang gila.
Karena kelas belum dimulai, Siwon pergi ke toilet untuk mencuci mukanya, tolilet yang berada di lantai bawah. Ia rasa mungkin ia sedang sakit. Toilet tersebut berada di lantai pertama.
Saat akan kembali ke kelasnya, Siwon melihat Yesung yang sedang mengikuti mata kuliah di kelasnya. Pintu kelas Yesung tidak ditutup, sehingga Yesung yang duduk di barisan paling depan terlihat dari luar.
Siwon memerhatikan Yesung dari luar, ia benar-benar jatuh cinta padanya.
Tanpa disadari, Yesung tak sengaja melihat ke arah pintu kelasnya, terlihatlah Siwon yang sedari tadi memerhatikannya. Yesung pun menjadi tahu.
Siwon gugup. Yesung tersenyum kepada Siwon.
Siwon memutuskan pergi dengan rasa malunya tersebut.
Yesung ijin pergi ke toilet, untung saja dosen killer yang sedang mengajarnya memberikan ijin.
Yesung bukanlah ingin pergi ke toilet, melainkan ingin meyusul Siwon.
"Siwon." Yesung memanggil Siwon yang sedang berjalan di lorong kampus.
Siwon berhenti berjalan dan menoleh ke arah sumber suara di belakangnya.
"Hyung... bukannya kau sedang mengikuti mata kuliah ya?" tanya Siwon bingung.
Keduanya berhenti di tempat itu. Saling berhadapan.
"Ne, tapi aku meminta ijin pada dosen yang mengajarku, kalau aku pergi ke toliet. Tapi sebenarnya aku tidak pergi ke toilet."
"Kenapa begitu?"
"Aku ingin menyusulmu... Kenapa kau tadi mengintip ke dalam kelasku, Siwon?"
"A-aku, aku tidak mengintip, hyung, tadi aku sedang lewat saja, benar. Hehe..." Siwon gugup, lalu mengalihkan pandangannya ke arah kanan.
"Benar hanya itu?" tanya Yesung, lagi. Ia tentu tidak akan percaya pada ucapan Siwon yang jelas-jelas tertangkap basah ketika Siwon sedang memerhatikan dirinya.
"Kau bohong, Siwon! Tatapan matamu yang ke arah kanan menandakan kau berbohong," lanjutnya.
"Hyung..." Siwon tidak melanjutkan ucapannya, speechless. Tidakmungkin jika ia harus jujur saat ini.
"Ada apa, Siwon? Katakan padaku?" Tatapan mata Yesung penuh harap.
"Tidak ada apa-apa, hyung..." Siwon masih tetap tidak ingin mengakui perasaannya.
"Siwon, kau bohong! Tolong, jujur saja padaku yang sebenarnya!" Yesung memaksa.
Siwon menggigit bibirnya.
'Baiklah, mungkin aku harus mengatakannya sekarang!' pikir Siwon dalam hati.
"Hyung, SARANGHAE..." Akhirnya Siwon memberanikan diri untuk menyatakan cintanya pada Yesung.
Yesung terkejut. Bibirnya bergetar. Masih tak percaya dengan apa yang didengarnya.
"..."
"Hyung, aku serius, aku mencintaimu! Dulu aku memang tidak mencintaimu, apa yang dikatakan Kyuhyun itu bohong. Tapi kali ini berbeda, Aku benar-benar mencintaimu..." Siwon menjelaskan perasaannya dengan sungguh-sungguh.
"Siwon, aku tidak menyangka kau akan berkata seperti ini. Tapi aku tidak mencintaimu..." gumamnya. Yesung membelakangi Siwon. Yesung pun sebenarnya mencintai Siwon, hanya saja ia tidak ingin bersama dengan Siwon. Bagi Yesung itu bertentangan dengan logikanya sendiri.
"Hyung... benarkah kau tidak mencintaiku? Kenapa perasaanku mengatakan bahwa kau juga mencintaiku. Kau bohong hyung!" seru Siwon.
Siwon memeluk Yesung dari belakang.
"Aku tidak berbohong, Siwon, untuk apa aku berbohong."
"Kau sendiri yang tahu kenapa kau berbohong... Hyung, jebal terimalah aku, terimalah cintaku," Siwon memohon. Pelukannya pada tubuh Yesung semakin erat.
"ANDWAE! Lepaskan aku, Choi Siwon!" Tubuh Yesung meronta-ronta ingin dilepaskan.
Namun tangan kekar milik Siwon yang penuh tenaga itu lebih kuat, tidak mampu dikalahkan oleh rontaan tubuh Yesung, Siwon tak mau melepaskan pelukannya pada tubuh Yesung.
Yesung tak berkutik, tubuhnya lemas.
"AKU TIDAK MENCINTAIMU, SIWON!" Yesung mempertegas. Ia berbohong.
"Hyung, jika benar, lebih baik aku mati jika tidak dapat bersamamu."
Kini Siwon melepaskan pelukannya. Kemudian berjalan meninggalkan Yesung.
Yesung tak menoleh ke arah Siwon sedikitpun. Tubuhnya tak bergerak.
"AAAAAA..." Terdengar suara teriakan dari para perempuan yang terdengar di belakang Yesung.
DEG!
Perasaan Yesung berdetak lebih kencang. Bulir bening mengalir dari pelupuk matanya. Yesung menoleh ke arah belakang, Siwon sudah tak terlihat lagi.
"Siwon..." lirihnya. Yesung menoleh ke belakang dan berlari menghampiri Siwon.
"Siwooon... aku juga mencintaimuuuu..." Yesung menangis dan berteriak sambil berlari.
Siwon yang mendengar hal itu berbalik dan segera menyusul Yesung.
"Hyung..."
Yesung terus berlari sampai ia dapat bertemu dengan Siwon. Yesung yang tadinya berlari sangat cepat, kini mengurangi kecepatan berlarinya. Ia berhenti.
"Siwon... jadi kau, masih hidup? Kau tidak apa-apa?" Yesung cemas, tangan kecilnya meraba-raba wajah Siwon.
"Hyung, memangnya kau pikir aku kenapa?" tanya Siwon heran.
Yesung melepaskan tangannya dari wajah Siwon.
"Kupikir tadi kau bunuh diri," jawab Yesung pelan sambil mengusap airmatanya.
"Aku baik-baik saja, hyung. Aku masih sehat. Bagaimana bisa kau mengira aku bunuh diri?" Siwon tersenyum.
"Tadi aku mendengar suara teriakan para permpuan, kukira ada orang yang bunuh diri, dan kupikir kau lah orang yang bunuh diri tersebut..." Yesung menunduk malu.
"Hahaha... kau lucu, hyung. Aku tidak bunuh diri, tadi itu suara teriakan para perempuan yang sedang asyik menonton ekskul bola basket di sana." Siwon menunjuk lapangan basket, Siwon tertawa lumayan keras.
"Bodoh! Aku memang bodoh...!" Yesung mencaci dirinya sendiri.
Siwon berhenti tertawa.
"Eh, hyung... mianhae aku tidak bermaksud menertawakanmu."
Yesung tertunduk dan mengusap airmatanya seperti anak kecil.
Tanpa basa-basi, Siwon memeluk Yesung. Kali ini Yesung tidak memberontak.
"Hyung, apa benar yang kau katakan tadi?"
"Apanya?" Yesung melepaskan pelukannya.
"Tadi yang kau katakan Siwooon... aku juga mencintaimuuuu... itu yang kau katakan tadi sambil berlari," goda Siwon.
"Itu-itu..." Yesung berniat menyangkal namun sudah terlanjur ketahuan oleh Siwon. "Aaaaargh... iya itu memang benar. PUAS kau?" Yesung sarkastis.
"Hahaha... berarti cintaku tidak bertepuk sebelah tangan ya, hm?" Siwon semakin menggoda Yesung.
"Iya!" Yesung mengerucutkan bibirnya. Tangan kecilnya memukul manja dada Siwon.
Siwon tertawa senang dan memeluk Yesung lagi. Ia mempererat pelukannya.
"Saranghae, Choi Siwon...
"Nado saranghae, Kim Yesung."
FIN
Me : CUT! Cukup woi cukup, udahan pelukannya. *author jeles*
Siwon : Apaan sih tu yeoja ganggu aja lagi enak-enaknya pelukan ama bebeb Yesung! =='
Yesung : Ho'oh, ganggu aja tu yeoja! =w=
Me : Aye jeles, bang~ pengen juga dipeluk ama abang Iwon -_- #ngiler
Siwon : Kagak mau! Aye cuman kepengen pelukan ama bebeb Yesung :p
Me : Tega lu, bang! T_T *nangis di bawah shower*
Di FF nanti, kagak aye pasangin lagi lu bedua, muahaha.. *evil laugh*
Siwon : eits... kagak bisa gitu! pokoknya aye kagak mau maen di FF lu kalo kagak dipasangin ama bebeb Yesung!
Yesung : aye juga, huh! Pergi aja nyok, beb? *kibas rambut*
Siwon : nyok...
Me : *garuk aspal*
Yah sekian dialog gajenya, wkwk...
Gomawo untuk readers yang ikut berpartisipasi, itu membuat saya semagat untuk meng-update FF-nya. ^^
Sekali lagi, gomawo~
