Kyungsoo senang saat senyuman Chanyeol terulas untuk tamunya. Setidaknya Chanyeol tak akan marah atau kesal karna Kyungsoo membawa orang luar untuk tinggal di rumah mereka meskipun Kyungsoo sudah mendapat ijin sebelumnya.
Kyungsoo hanya takut karna Chanyeol yang pulang kerja dan lelah emosinya akan memburuk. Bahkan tadi sempat Kyungsoo mendapati wajah Chanyeol yang terlihat sangat suram hingga buru buru ia mendekati suaminya. Meski begitu tetap saja Chanyeol masihlah terlihat tampan dengan wajah lelah dan sedikit suram itu.
Berbeda dengan Baekhyun yang menatap Chanyeol tak berkedip. Bagaimana tidak jika Baekhyun tengah mendapati seorang lelaki dengan tubuh tinggi yang sesempurna itu. Parasnya yang tampan bak dewa yunani dengan rahang tegas dan yang makin membuat Baekhyun tak mampu berkedip adalah saat mata Baekhyun bertemu dengan mata amber milik Chanyeol. Tubuhnya sangat proposional idaman setiap wanita dan submisif sepertinya Baekhyun yakin mereka bahkan dirinya akan luluh dibawah Chanyeol dengan suka rela. Dan satu lagi Chanyeol begitu dominan. Tanpa sadar pria dengan mata bulan sabit ini tengah menelan ludahnya.
"Kalian berbincanglah aku akan menaruh tas ini dulu dan melanjutkan memasak. Chanyeol kau mau kan menemani Baekhyun?" pintanya dengan lembut dan senyuman yang menghangatkan.
"Tentu sayang fokuslah dengan urusanmu tanpa terburu buru"
Tangannya mengusak punggung Kyungsoo dengan kecupan sayang di dahinya membuat suami kecilnya menutup mata menikmati apa yang tengah mereka lakukan sedang tangannya sendiri menggenggam erat tas kerja Chanyeol membuat orang lain disana merasa semakin canggung dengan pemandangan yang tak ingin dlihatnya dan lebih memilih untuk membuang muka.
Saat ciuman itu terlepas Kyungsoo menunduk dengan wajah yang bersemu merah. Begitu menggemaskan dan itu tak luput dari Chanyeol yang memberinkan sentuhan terakhir di pipi halus Kyungsoo dengan ibu jarinya.
"Kalian juga belum berkenalan bukan? Bersikaplah baik kepada Baekhyun"
Chanyeol hanya terkekeh dengan kata kata suaminya dan lebih memilih menyentil pelan hidung si pemilik mata doe itu. Sepeniggal Kyungsoo yang masuk ke dalam sebuah kamar, Chanyeol melepas jas hitamnya dan meletakkan di lengan sofa tunggal, sambil berjalan pelan kemeja putih itu dia gulung hingga siku dan mulai menjulurkan tangannya tepat di depan Baekhyun.
"Park Chanyeol. Suami Do Kyungsoo" memperjelas statusnya sebagai bentuk perkenalan meskipun Baekhyun tau status mereka, nadanya begitu tegas, dominan dengan sorot mata yang menatap tepat di manik milik Baekhyun. Membuat sebuah getaran lain muncul tak tau malunya.
Baekhyun menatap tangan Chanyeol kemudian dengan mantap menjabat tangan besar yang menenggelamkan telapaknya.
"Byun Baekhyun" jawab Baekhyun sama tegasnya seperti yang Chanyeol lakukan.
Chanyeol menarik sudut bibirnya menyeringai kemudian jabatan itu terlepas. Baekhyun yang melepas duluan ketika ia rasakan tangan pria yang lebih besar itu menggenggam tak biasa. Keras seperti meremukkan kelima jemari Baekhyun dalam sekali genggam dalam hitungan detik.
Apa yang salah? Sebersit pertanyaan muncul dan benar saja jemarnya terasa berkedut meski raut wajah Baekhyun tak mengatakannya hanya manik sipitnya yang begitu terlihat penuh tanya.
"Kau menarik" Baekhyun mengatupkan mulutnya mendengar pujian Chanyeol dan tiba tiba jantungnya berdentum sangat keras. Melupakan pertanyaan yang bersarang diotaknya barusan.
Satu yang Baekhyun lewatkan. Seringai Chanyeol setelah mengatakan pujiannya.
Chanyeol duduk bersandar di kursi tunggal, menumpuk kaki kanannya di atas kaki kiri sedang tangan kanannya bertumpu pada lengan sofa. Menatap Baekhyun yang masih saja berdiri.
"Duduklah, Baekhyun-ssi" seperti sebuah perintah yang mutlak, Baekhyun dengan kikuknya duduk di sofa panjang. "Mari kita buat senyaman mungkin."
Baekhyun tak menanggapi apapun, sedang Chanyeol terus menatapnya seperti menunggu sebuah celoteh yang keluar dari Baekhyun. Baekhyun yang merasa ditatap se-intens itu merasa tak nyaman hingga begitu nampak di mata si lelaki jangkung, membuatnya kembali tersenyum penuh arti hingga Baekhyun yang menyadarinya merasakan bulu kuduknya meremang.
'Oh selamatkan aku dari situasi gila ini dewi. Ingat Baek dia suami Kyungsoo'
Baekhyun benar benar tak menyukai situasi macam itu bahkan jantungnya makin berdebar sangat cepat, wajahnya pun juga berubah seperti panik, tak nyaman dan ingin pergi menenggelamkan diri di dasar bumi ketika tatapan keduanya kembali bertemu dan wajah tampan mendominasi itu menyunggingkan senyuman. Rasa panas menjalari wajah mulus Baekhyun hingga rasanya Baekhyun ingin lari mencari kolam dan segera berendam.
"Jadi kau dari Eropa? Apa yang kau lakukan disana?" Kalimat yang keluar dari Chanyeol berhasil menyadarkan Baekhyun dari kepanikan namun Baekhyun begitu merutuki tingkahnya yang menoleh dengan wajah bodoh membuat Chanyeol kembali mengulang pertanyaannya.
"Eh...emm Ya, lebih tepatnya aku dari Seoul dan belajar di negara Eropa"
"Aaah... belajar ya?. Bagaimana dengan keluargamu di Seoul, Baekhyun-ssi? Kau meninggalkan mereka?" lagi Chanyeol bertanya bak seorang wartawan yang mencari sebuah berita penting dengan santainya.
Baekhyun menegang. Bibirnya sangat kelu tak mampu berucap apapun. Dia alihkan pandangannya sedang Chanyeol yang menatapnya menyadari jika jari jari Baekhyun tengah meremat bajunya.
"Apa aku salah bertanya?"
"Tidak. Tapi kurasa kita tak sedekat itu hingga harus membahas keluargaku."
Baekhyun yang tadi sempat mengagumi Chanyeol maka pemikiran itu seketika berubah hanya dalam waktu hitungan menit jika Baekhyun saat ini membenci Chanyeol. Terlihat dari bagaimana Baekhyun menjawab dengan tatapan tak suka dan nada tak bersahabat.
"Oh. Maaf jika itu menyinggungmu. Aku hanya ingin mengenal latar belakang teman suamiku" jawabnya dengan sebuah kekehan di akhir membuat Baekhyun menyipikan maniknya.
"Kau mengkhawatirkan sesuatu?"
"Tentu saja, hal sekecil apapun jika itu berkaitan dengan Kyungsoo aku akan sangat berhati hati. Meskipun itu sahabatnya. Kita tidak tau sifat seseorang juga niat didalamnya, bukan? Bukankah tugas suami adalah melindungi apa yang menjadi miliknya? Apakah salah? Baekhyun-ssi..?" pembicaraan yang berubah dari santai menjadi sangat serius.
Baekhyun dan Chanyeol saling menatap dalam artian yang tak menyenangkan. Baekhyun, benar benar membencinya.
"Ya, kau benar. Maka lakukanlah. Park Chanyeol-ssi.?"
Jika beberapa menit yang lalu Baekhyun akan menatap mempesona wajah Chanyeol kini tatapan itu berubah menajam satu sama lain. Chanyeol yang menyeringai dan Baekhyun yang menghunus tajam mata Chanyeol dengan kepalan tangan mungilnya. Kecanggungan yang Kyungsoo takutkan nyatanya tak pernah terjadi.
Hingga terdengar panggilan yang memecah keheningan juga ketegangan diantara dua manusia dengan tubuh yang berbeda.
"Chanyeol Baekhyun kemarilah. Ayo kita makan malam!" teriakan dari dapur memutuskan tatapan keduanya dengan Chanyeol yang berdiri terlebih dahulu.
"Mari Baekhyun-ssi jangan sampai suamiku menunggu"
Baekhyun menggeram tertahan dengan menatap punggung tegap Chanyeol dan kepalannya sedari tadi kini ia lampiaskan ke lengan sofa yang tadi bekas Chanyeol duduki. "Mati saja kau" gumamnya dan berjalan dibelakang Chanyeol kearah dapur.
Kyungsoo menyiapkan banyak macam makanan dan Baekhyun berlari kearahnya untuk membantu menata dimeja. Sedang Chanyeol sudah duduk di kursi utama disana menunggu Kyungsoo dan Baekhyun duduk juga.
Baekhyun menatap dengan binar bahagia melihat beberapa menu makanan favoritnya, bagaiman bisa Kyungsoo mengingatnya?. Rasanya Baekhyun ingin menghabiskan semua yang ada di meja. Bahkan kekesalanya lenyap begitu saja setelah menatap makanan. Menyadari tingkah Baekhyun, Kyungsoo pun ikut tertawa geli dan menyodorkan beberapa makanan tepat didepannya.
"Habiskan Baek, itu khusus dirimu."
"Benarkah? Kyungjaaaaa Saranghae~." Dan sontak hal itu membuat Kyungsoo memukulkan sumpitnya tepat di kepala Baekhyun. Bagaimana tidak jika Baekhyun melakukannya dengan aegyo yang menggemaskan –sebenanya – dan itu membuat Kyungsoo benar benar merasa geli. Berbeda dengan Chanyeol yang justru terperangah hingga menautkan kedua alisnya melihat tingkah Baekhyun yang jauh berbeda saat mereka berada di ruang tamu.
Mereka makan dengan tenang dan hanya suara sendok dan piring yang mengisinya hingga tiba tiba Kyungsoo memecah kesunyian disana.
"Di Eropa apa kau makan sebaik ini, Baek?"
"Ya, aku makan dengan sangat baik tapi kurasa ini yang terbaik" mengangguk dengan mulutnya masih mengunyah dan menjawab tanpa melhat Kyungsoo.
"Jangan bilang disana kau makan junk food?"
"Eeeiii...apa itu perlu jawaban?"
"Astaga Baekhyun! Belajarlah memasak sudah berapa kali aku bilang? Junkfood harus kau kurangi dan kalau bisa hindari. Astagaa kenapa kau susah sekali untuk dinasehati?"
Kyungsoo mendengus kesal sedang Baekhyun yang sedang dimarahi yang lebih tepatnya diperhatikan justru tertawa keras, masih dengan mulut yang mengunyah. Begitu lucu dan makin terlihat imut.
"Sebenarnya ada temanku yang memasakkan untukku, tapi tidak setiap hari."
"Apa dia kekasihmu?" Goda Kyungsoo dengan smirk yang terlihat menakutkan bagi Baekhyun. Baekhyun tak menjawab karna baginya itu tak perlu untuk diberitahukan. Dan lebih memilih untuk melirik makanan lain yang dirasa belum dijamahnya.
"Jadi kau meninggalkan kekasihmu disana untuk beberapa bulan?"
Chanyeol yang sedari tadi tak bersuara kini ikut bergabung dan bertanya tanpa melihat lawan bicaranya dan hanya fokus dengan sumpit yang mengambil beberapa makanan didepannya. Baekhyun tak menjawab dan hanya melirik sekilas. Kyungsoo yang mendengar Chanyeol bertanya tiba tiba sempat tertegun sesaat namun kemudian sama seperti Chanyeol, Kyungsoo menunggu jawaban dari Baekhyun.
"Aku memiliki waktu untuk privasiku dan kurasa kekasihku tak masalah dengan hal itu"
"Jadi benar kau sudah punya kekasih, Baek? Yaaaa kenapa tak cerita?" Kyungsoo tentu saja senang mendengar Baekhyun yang sudah memiliki tambatan hatinya.
Baekhyun hanya mengangkat bahu dan kembali makan tak ingin berucap lebih. Begitu juga dengan Kyungsoo yang diam diam masihsaja mengulas senyumnya. Hanya satu pria disana yang telah meletakkan sumpitnya dan memilih untuk mengakhiri makan malamnya dengan sisa makanan yang masih banyak di piringnya.
"Apa kau butuh bantuan untuk mencuci piring setelah ini Kyung?"
"Hm? Tidak Baek. Kau pasti lelah jadi pergilah istirahat aku akan mengurus ini."
"Baiklah. Tapi dimana kau menaruh barang barangku?"
"Ah ya, aku lupa memberitahumu. Naiklah kelantai dua disana hanya ada satu kamar tidur dan beberapa ruangan. Masuklah di pintu yang berwarna biru, kamarmu disana." Jelas Kyungsoo yang cukup Baehyun pahami dengan sebuah anggukan.
"Kyungsoo..." suara berat dan sangat dingin.
"Ya, Chanyeollie?"
"Aku akan ke ruang kerja"
"Hm aku mengerti. Baiklah"
Dan Chanyeol berlalu meninggalkan ruang makan tanpa menoleh sama sekali menciptakan kerutan samar Baekhyun ketika mendapati Kyungsoo yang menunduk kemudian setelah Chanyeol pergi.
Apa yang sudah kulewatkan?
TBC
Jangan minta yang panjang yaa,. Karna yang panjang hanyalah milik Park Chanyeol seorang.
Review lagi yaa di chapter ini,. Wehehehehe
Salam ChanBaek
