A/N : Uwah! Makasih skali yang sudah review! XD Senang skali rasanya… TT-TT Aku akan berusaha untuk membuat fict yang bagus n' menghibur! XD Balasan untuk yang udah review dulu!

Balasan Review

Hikari Hoshizora

- Thanks for the first review :D Hehe… makasih yap! XD Yah… biasalah. Konan yang OOC pasti seperti itu. Wakakakaka… Konan tuh benernya pervert sejati kalau sudah menyangkut Pein –ditabok Konan- Hehe… Makasih reviewnya ya!

Pandora The Dark Princess

- Hoho… Memang benar itu! –dotabok lagi- Makasih reviewnya! Ini updetnya. Hoho…

Inuzumaki Helen

- Oh, iya… Aduh! Maap sekali yah! X( Makasih sudah memberi tahu!! Xp Kesalahan fatal… hiks… makasih! Semoga kesalahan tidak terjadi lagi TT-TT Haha… biasalah. Anggota Akatsuki gitu, anggotanya parah semua Xp Trutama Konan yang napsong itu. Wekekekeke… -ditabok untuk ketiga kalinya- Thanks buat review dan koreksinya! X3

Ray-kun 13

- Yeah! You said it! Dari mana hadiahnya?? Kau akan tahu kalau sudah baca chapter ini, dst… -GUBRAK!- Entah lah. Jangan-jangan Pein suka Sasuke?! –ditabok sama Pein- Thanks reviewnyaa :lol:

Lucious Shiro-kun

- Ehehe… Sip deh kalau kau suka! XD Baca terus yaaah!! Iya, aku sendiri juga penasaran! –lu kan authornya, bego!- Entah kenapa kok aku suka buat Konan OOC berlebihan ya? –ditabok lagi, dan lagi…- Sekali lagi juga, baca terus yaah! This is for you! :lol: Makasih reviewnya! XD

yellow.box warehouse

- Biasa, mentang-mentang dia ketuanya! Wakakaka… -ditendang- Hee… Baru taw Shiro-kun ada adek XD Smoga suka yah! Thanks reviewnya! X)

cweeniez.narsis

- Wah… jangan tanya gender saya, saya sendiri juga bingung! –GUBRAK!!- Oww… ternyata ente! XD Baru tahu aku. Hehe… Oh… lihat saja sendiri, apa bener dia sanggup –evil smirk- Kalau pun sanggup… ehehehe… baca deh :lol: Waduh… Itachi kan mau selingkuh ma adek yang satunya –dibante Itachi n' Sasuke- Hehe… seneng deh kalau kau suka :D Hmm… mungkin aku akan buat untukmu. Ehehehe… Lihat saja nanti! XD Thanks reviewnya Chya! XD

naruchu-chan

- Iya nih… salah… TT-TT Maap banget… huhu… setelah kulihat-lihat baru nyadar… T.T Thanks yah review dan koreksinya!

NejiDemon

Sasori : … apaan nih??

Yuu : Itu dari Aozo-san. Makasih dong!

Sasori : … Um… thanks…

Yuu : Yang ikhlas kek!

Sasori : MAKASIH!! –kiss bye-

Yuu : Nah, gitu dong! Thanks yah Aozo-san atas reviewnyaa! XD

- Memang Pein ga bisa wibawa. Wakakaka… -ditabok lagi… TT-TT-

uchiha yuki-chan

- Wakakaka… bagus kan? Zetsu memang rada gila :)) Zetsu putih, hitam, mau pun yang utuh :)) Heheh… Baca trus deh! Di sini dikuak semuanya!! XD (menurut versiku loh. Hehe…) Makasih repiewnya! :3

.bLack.gemBeL.

- Wehehehe… tau aja. Medan badai ya? Padahal Jogja terang benderaang! Panas banget tapi DX

Itachi : EeH!! Berani lu bilang otoutoku yang kiyut (cute maksudnya) itu kambing! Sini! Gua Goukakyu kamu!

Yuu : Eeeh!! Jangan! NTar fotonya Sasuke ga jadi loh!

Itachi : -kecewa- Yah… iya deh… ntar kapan-kapan aja… demi my otouto's photos

- Wehehehe… untuk janji-janjinya si Pein, bisa dilihat nih, aksi gilanya untuk mendapatkan barang-barangnya. Hohoho… thx! XD

aburamesora

- Yep! Betul! Pein suka nyogok. Hehe… Sejak kapan? Sejak fict ini dibuat! –GUBRAK!- Mkasih reviewnya! XD

Kiyohara

- Waduh!! Makasih yah udah memperhatikan! Hehe… ini updetnya! XD Pein kapan sih jadi keren? –ditabok lagi…- Wehehe… makasih reviewnya!

- Sekali lagi, makasih untuk yang udah review! XD Maap ada kesalahan fatal di bagian prolog… yaitu bagian…

--

"YANG MENANGGAPI AKU KASIH DAGING 1 TON!" seru Pein mulai lelah.

Kakuzu menoleh.

--

Nah, harusnya bagian itu si Zetsu yang noleh… huhu… Maap yah! Makasih buat Inuzumaki Helen yang udah ngoreksi X( Skali lagi maaap!!

Pein : Nah loh! Makanya! Buat aku jadi keren! -nabok-

Yuu : ARGH!! SINI KAU!! –menabok Pein beribu kali-

-000-

To the fict! Hope you like it! Happy Reading!!

Desclaimer : Masashi Kishimoto, dan semua yang memiliki copyrightnya!

WARNING! OOC di mana-mana. Huehehehe…

Text (italic) : Teks nya narator

-x-x-x-x-x-x-

Akatsuki's Story

Story 1-1 : Pein's Action – Part 1

Sekarang ini, Pein sedang berada di ruangannya, mondar-mandir dengan tidak jelasnya. Hmm… apa yang sedang ia pikirkan?

"Think… Think… Think…"

Memang lu Winnie The Pooh??

"Duuh… Gimana ya? Aku memang sudah janji mau ngasih barang-barang yang tadi aku sebutin itu… tapi dapatnya di mana dan bagaimana? Haduh… pusing aku…" ujar Pein.

Pein mondar-mandir lagi.

"Think… Think… Think…"

"Apa aku bilang hadiahnya tidak jadi saja, ya?" ujar Pein. Lalu ia menggeleng-geleng, "Tidak mungkin. Bisa-bisa aku dicap leader tak tepat janji lagi…"

Readers, sebenarnya lebih tepat kalau Pein akan dibantai habis-habisan.

"Heh?! Lu sapa?!" ujar Pein kaget tiba-tiba.

Loh? Bisa mendengarku, ya?

"Ya iyalah! Kupingku masih normal tahu!" protes Pein.

Ooo… kirain kuping udah budeg gara-gara piercing-nya banyak banget.

"Heh! Ini mode tahu! Styleku! Ah… sudah! Ga penting! Yang penting, kamu siapa?!" ujar Pein pada… entahlah… padahal dia ada di ruangan itu sendiri.

Aku ini narator! Sudah deh, jangan terlalu memikirkan aku! Kamu kan punya masalah sendiri!

"Eh… iya juga sih…" Pein menimbang-nimbang. "Ah! Pusing! Woi kamu! Siapa? Narator? Ada ide gak?!" seru Pein putus asa.

Ide? Hmm… ya cari saja barang-barang yang sudah kamu sebutin. Tanggung jawab dong! Sudah deh. Aku tidak mengganggu lagi. Nah, readers. Mari kita saksikan bagaimana Pein akan memenuhi janji pada anggota-anggotanya!

"We!! Tunggu!! Siapa lagi readers?! Musuh?!"

-HENING-

"Bah… Ya sudahlah… mungkin aku berkhayal saking bingungnya…" ujar Pein sambil menghela nafas, "Kalau begitu! Aku akan mencari barang-barang itu dalam seminggu ini!" ujar Pein optimis.

-x-x-x-x-x-x-

Sebelum bergi merantau untuk mencari barang-barang itu, Pein membuat sebuah memo dulu.

LIST

1. Tanah liat C4 - Deidara

2. 100 kotak Barbie Limited Edition - Sasori

3. 10 album foto Sasuke Uchiha – Itachi

4. Ikan sekolam - Kisame

5. Uang buat jazirah ke Arab - Hidan

6. 1 Milyar Ryo - Kakuzu

7. Daging 1 ton - Zetsu

8. Anak ba

Pein berhenti menulis dan memandang kertas memonya, "…"

Wah… hal tak penting ditulis?

Pein langsung menghapus tulisan di nomor 8.

Memang hal tidak berarti apa-apa sih.

8. Ciuman untuk Ko…..

Sekali lagi, apa ia akan menulis tulisan tidak penting di memonya?

"…"

Lagi-lagi nomor 8 ia hapus.

Readers, memang tidak akan pernah ada nomor 8 dalam memonya…

-x-x-x-x-x-x-

Hari pertama, Pein akan mencari tanah liat C4 untuk bahan bom Deidara.

"Ke mana aku akan mencari?" gumamnya bingung.

…………………

Pein sudah lengkap dengan pakaian dan perlengkapan ala petualangnya. Sebuah jaket yang menutupi bajunya, celana jeans, sepatu kets dengan kaus kaki, dan ransel di punggungnya. Di dalam ransel berisi macam-macam hal, dari sikat gigi sampai alat pembersih piercingnya. –WOT?!- Bahkan jubah Akatsukinya tidak ia bawa!

……………….

Yah… itu bayangan kalian readers. Tapi, faktanya tidak seperti itu.

Tentu saja, tidak seperti yang kalian bayangkan, Pein tidak membawa apa-apa, hanya jubah kesayangannya saja dan juga dirinya sendiri.

Tentu saja. Saking sayangnya, jubah itu tidak pernah dicucinya.

"Apa katamu…?" ujar Pein dengan tampang sangar.

Err… tidak kok. Selamat berusaha!! -kabur-

"Dasar… suara apa sih itu? Ma ne… lebih baik aku segera mengumpulkan tanah liat 1 karung," ujar Pein.

Pein saat ini ada di sebuah lembah entah di mana tempatnya, tapi tempat itu penuh tanah yang becek-becek, alias lumpur. Ternyata, tak disangka dia nyasar ke daerah yang telah digenangi Lumpur Lapindo di daerah Jawa Timur.

Tunggu! Kupikir, seharusnya kau cari tanah liat untuk Deidara, bukannya lumpur kan?!

"Mau gimana lagi? Aku gak modal sih," ujar Pein membuka aibnya.

Yah… itu bener juga sih…

"Sudah deh. Kau diam saja!" bentak Pein.

Iya… iya… Dasar bocah piercing. Baiklah, readers, beginilah kisahnya. Sepertinya Deidara akan… ehm… senang mendapatkan sekarung… lumpur.

-x-x-x-x-x-x-

Hari kedua dan urutan kedua dalam memo Pein adalah…

"100 kotak Barbie Limited Edition. Astaga… kenapa kok kemarin aku bisa memikirkan barang ini…" gumam Pein sweatdropped. "Yah… untung deh aku nyasar di tempat ini," ujar Pein.

Di mana Pein nyasar? Yah… tepatnya di Australia yang ada di tenggaranya Indonesia. –jadi sebenernya Konoha ada di mana?!- Pas di Australia, dia menemukan pabrik Toy R' Us. (A/N: Lupa namanya aku…) Langsung aja dia nrobos masuk.

"Woi! Bagi yang tidak mau mati! Cepat buatkan mainan Barbie dengan desain ini!!" seru Pein menunjukkan sebuah desain boneka Barbie yang luar biasa jelek, bagus menurut Pein sendiri.

"What? What is he talking about?" tanya seorang pegawai di pabrik itu.

"I don't know. He looks like an idiot for me," ujar yang lain.

"Yeah, I agree. Should we call the security?" tanya pegawai pertama.

"Yeah. I think so," ujar pegawai lainnya setuju.

Pein yang daritadi menyimak pembicaraan kedua pegawai itu sama sekali tidak mengerti bahasanya, tapi, ketika sekuriti pabrik, yang berbadan besar dan bertampang sangar, itu muncul, ia tahu kalau ia harus bertempur. Hiperbolis amat, maksudnya ia tahu ia harus bertengkar dengannya.

Memangnya adu mulut?

"I'm sorry sir, but you are disturbing the employees here. Please get out of here now," ujar sang sekuriti.

"Opo?! Koe omong opo?!" (Apa?! Kau ngomong apa?!) Pein ngomong asal. Sepertinya dia baru belajar Bahasa Jawa saat di Jatim kemarin.

"I've warned you sir," ujar sekuriti itu memperingatkan.

"Ni shuo sen ma? Wo pu tong!!" (Kau ngomong apa? Aku tidak mengerti.) ujar Pein dalam bahasa Mandarin.

Sebenarnya dia bisa berapa bahasa sih?!

"Sorry then, I've no choice," ujar sekuriti itu akhirnya.

"Haa?? Nanda omae wa?" (Haa? Apa kau?)

Sekuriti itu langsung saja menarik kerah jubah Pein dan berusaha menyeretnya keluar. Tapi tentu saja, Pein tidak akan menyerah semudah itu.

"Ini berarti perang!" batinnya.

Ia langsung mengeluarkan bunshinnya dan langsung menggerebek rame-rame sekuriti itu. Akhirnya sekuriti yang bertampang sangar itu tumbang.

"Ternyata aksinya tidak sesangar wajahnya," batin Pein sambil menepuk-nepuk pundaknya.

Pegawai-pegawai yang melihatnya langsung ngeri walau ada juga yang takjub.

"A… allright! We'll make them! But please don't hurt us!" ujar seorang pegawai pabrik itu dengan takut-takut.

Pein memasang tampang bingung, "Ya?"

"Hurry! Just make it!" seru yang lainnya.

Beginilah ceritanya, karena suatu kebetulan dan kesalahpahaman dari Pein yang tidak mengerti bahasa Inggris, jadi ia mendapatkan Barbie limited editionnya dengan GRATIS. Maksudnya sih… dengan paksa… PLUS! Barbienya bener-bener limited edition karena design-nya juga 'unik'. Semoga saja Sasori suka…?

-x-x-x-x-x-x-

Hari ketiga, ia kembali ke Konoha untuk mendapatkan pesanan Itachi. Yaitu 10 album foto Sasuke Uchiha.

"Alamak… Gimana lagi? Sasuke Uchiha… di mana kau??" ujar Pein frustasi di atas sebuah pohon di Sparring Field dekat Konoha.

"Hm? … Huahm… siapa yang memanggilku?" gumam seseorang yang ada di bawah pohon itu.

"WOT?!" Pein berteriak dalam hatinya.

Ia melihat ke bawah dan… ya, seseorang dengan rambut hitam lancip dan wajahnya yang keren, tanpa ekspresi dan selalu bertampang cool. Ya, itu Sasuke Uchiha.

STOP! Kau bilang keren?!

"Suka-suka aku," ujar Pein.

Astaga…Back to Story

Jadi, intinya, Sasuke ada di bawah Pein.

"…" Ia menoleh ke kiri dan kanan, "Mungkin hanya perasaanku saja…" ujar Sasuke sambil menguap lalu kembali terlelap.

"Ada kesempatan!" ujar Pein ala Giant yang ada di film Doraemon dan Legenda Raja Matahari. –copyright lagi deh…-

Sssh!!

"Ups…"

Lalu Pein menuruni pohon itu dengan perlahan setelah memastikan Sasuke tertidur.

"Bagus," gumamnya sambil mengeluarkan kamera kuno nya.

Ia berpikir sejenak, "Kalau aku pakai ini, nanti aku harus cuci film dulu, ih… repot. Apalagi aku ini buronan," ujar Pein menyadari statusnya.

"Sudahlah, aku pake, 'Kamera Langsung Jadi Fotonya'!" ujarnya ala Doraemon.

Namanya panjang amat, mas…

Dengan kamera 'Kamera Langsung Jadi Fotonya'nya, ia mulai memotret Sasuke yang sedang tertidur dengan berbagai angle, baik yang hancur maupun yang setengah hancur, alias jelek semua. Tidak ada bakat fotografi dia.

Setelah setengah jam penuh dia memotret Sasuke, tepatnya, ia memiliki 245 lembar foto. 1 album foto bisa memuat sekitar 24 foto. Jadi kenapa lebih 5?

"Buat koleksi, ah…" batinnya.

Busyed… kau stalker-nya Sasuke juga, ya?

"Enak ajah! Biar nanti bisa nyuap Itachi kapan-kapan," ujar Pein dengan bangganya.

"Hm… siapa itu… berisik sekali," ujar Sasuke sambil menggosok-gosokkan matanya.

"Gawat!"

Pein secepat kilat langsung naik kembali ke atas ranting pohon tepat di atas Sasuke. Sialnya, karena dengan kasar diinjak oleh Pein, dan kebetulan ranting pohon itu memang tidak kuat menyangganya dari awal, akhirnya patah.

KRAK! WUUSSH!! BUAGH!!

"Urrgh…" Pein mengusap-usapkan kepalanya.

Lalu ia menyadari bahwa ia mendarat di tempat yang empuk. Bagaimana bisa? Ia lalu melihat bawah. Ternyata…

"SASUKE UCHIHA?!"

Memang benar ia menindih Sasuke. Sasuke jelas pingsan karena kepalanya terbentur dengan begitu kerasnya.

"Terima kasih!! Kau menyelamatkanku padahal tahu aku musuhmu!!" ujar Pein terharu sambil memeluk Sasuke. Ia salah paham. Benar-benar bodoh…

Tapi tentu saja Sasuke tidak bereaksi. Pingsan sih… mau apa lagi?

"Oke, sampai kapan-kapan Sasuke Uchiha!" ujar Pein sambil melambai pada tubuh yang sudah tak sadarkan diri itu.

Yah… beginilah readers, cerita Pein dengan usahanya untuk mendapatkan barang pesanan Itachi. Benar-benar mendoksei…To Be Continue

……………

Wot?! To Be Continue sekarang?! Ehem… oke, readers, tampaknya sekian dalam chapter ini, chapter-chapter berikutnya akan lebih seru lagi! Ikuti terus kisahnya! CIAO!

-Story 1-1- END

-x-x-x-x-x-x-

A/N : Aduh… kok rasanya agak gaje ya? Gimana menurut kalian? N' tadi ada bagian yang menggunakan bahasa Inggris kan? Kalau ada yang tidak mengerti, tanya boleh kok. Aku sengaja tidak memberi terjemahannya sih… ehehe… Jangan lupa untuk meninggalkan review, saran, atau kritik untuk saya. Terima kasih semua!! XD

Oh, ia! Lupa! Saya mengumumkan pembukaan lamaran OC!

LAMARAN OC

Syarat : Tidak keberatan dibuat OOC skali, mau berpartisipasi dalam fict.

Tolong nama dan deskripsikan ciri-ciri penampilan serta gender OC kalian :)

Daftar OC :

- 1 orang cewek dan ibunya (1) yang akan bertemu Pein –masih rahasia apa perannya. Hehe…- dan 1 orang cowok, teman sang ibu –peran masih rahasia ;)-

Contoh Pendaftaran : Nama – Gender - ciri-ciri singkat – Jabatan

Yap, silahkan mendaftar semua!! XD Makasih sebelumnya!!

ASAP untuk OC : cewek n' ibunya, plus temannya yang akan ketemu Pein!

Thanks!!