Haloo …

Ini fic pertamaku.

Maaf ya kalo alur gaje dan typo bertebaran..

Selamat Membaca ^^

Naruto belongs Masashi Kishimoto

Romance and Friendship

Rate T+

Cast : SakuSasu, SakuNaru, NaruHina

.

.

.

.

.

Normal POV

Naruto dan sakura sampai di depan gerbang sekolah baru mereka. Kemudian mereka menyapa teman-teman SMP yang masuk ke SMA yang sama dengan mereka. Kiba dan Lee yang melihat naruto berada di depan gerbang sekolah segera menghampirinya.

"Hai Naruto!" sapa kiba. "Apakah kau sudah lihat mading ? kita satu kelas lagi loh !" ucap kiba. "Dan yang paling penting, kita sekelas dengan sakura !" ucap Lee dengan semangat sambil melirik sakura yang sedang mengobrol dengan teman-temannya.

"Sakura itu manis ya, sepertinya tahun ini dia akan menjadi gadis yang paling manis di sekolah kita. Dan dia juga baik makanya dia bisa menjadi popular sejak SMP"ucap kiba.

"eehh ? dia manis ? menurutku dia itu tomboy. Lihat saja rambutnya yang pendek, yah meskipun dia bukan tipe pemarah tetapi dia sangat mengerikan ketika marah. Apalagi pukulannya. Pasti dia menggunakan tenaga monster. Hiiy" naruto bergidik ngeri ketika membayangkan sakura yang sedang marah.

"Kau sangat beruntung naruto bisa menjadi teman masa kecilnya sakura!"ujar Lee yang tidak terima dengan kedekatan Naruto dan sakura.

"hahaha.. aku hanya menganggapnya sebagai adikku tidak lebih." Ucap naruto sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

Kemudian sebuah mobil mewah melintas di depan naruto dan sakura, mereka sama sekali tidak berniat untuk pindah dari posisi mereka karena mereka penasaran dengan siapa yang akan turun dari mobil mewah tersebut. Kemudian sebuah kaki yang mengenakan sepatu yang sama dengan naruto, kiba, dan lee turun dari mobil. Setelah kedua kaki tersebut menapak sempurna di tanah, terdengarlah teriakan-terakan para gadis yang menyebutkan nama pemuda tersebut.

"kyaa~ itu sasuke-kun"

"wah~ dia sangat tampan ya"

"sepertinya dia akan menjadi pria paling tampan di sekolah kita"

Pemuda yang turun dari mobil tersebut hanya menyeringai mendengar namanya di elu-elukan para gadis dan dengan sombongnya dia berkata "Karna moodku hari ini sedang bagus, aku biarkan kalian para gadis bodoh meneriakkan namaku!".

Para gadis yang mendengar sepatah kata dari sasuke hanya bisa berteriak histeris.

"Kyaa~ sasuke-kun keren sekali!"

Naruto yang mendengar hal tersebut hanya mencibir. "apa-apaan dia. Sombong sekali. Cih".

"kau tidak tau dia naruto ?" Tanya kiba.

"ha? Emangnnya dia siapa? Apakah dia orang penting ? bukankan dia sama saja seperti kita, murid baru di sekolah ini ?"

"dia adalah putra dari donator tertinggi di sekolah kita ini. Selain itu dia juga murid yang jenius, tidak hanya jenius tetapi dia juga jago dalam berbagai bidang olahraga. Yah bisa dibilang dia pria yang sempurna".

"huh. Apa-apan itu. Aku tidak terima dengan hal tersebut! Dia sangat menyebalkan! Lihat lah tampang sombong nya! Dan apa-apaan para gadis itu, mengerubunginya seolah dia permen manis!" kesal naruto.

"KEPADA SEMUA SISWA SISWI BARU, SAYA UCAPKAN SELAMAT DATANG. SILAHKAN KALIAN MASUK KE KELAS KALIAN MASING-MASING SESUAI DENGAN PENGUMUMAN YANG TERTERA DI MADING".

"Ayo naruto, daripada kau marah-marah tak jelas mending kita ke kelas. Siapa tau kita bisa berkenalan dengan para gadis cantik"ucap Lee dengan semangat.

Kiba yang mendengar perkataan lee hanya bisa mendengus dan menjitak kepala lee yang di fikirannya hanya gadis, gadis dan gadis. "Dasar!"

.

.

Naruto POV

Aku, kiba dan lee berjalan menuju ke kelas kami. Aku hanya menatap lurus kedepan, melihat pria yang kata kiba bernama sasuke sedang dikerubuni oleh gadis-gadis. Tiba-tiba aku melihat seorang gadis terjatuh yang sepertinya menabrak sasuke.

Bruk.

"Kalau jalan pakai mata dong!" tatap sinis sasuke.

"sasuke-kun ternyata kalau marah sangat manis ya" ucap salah seorang gadis yang mengerebuni sasuke tadi.

Gadis yang terjatuh tadi hanya menatap sasuke seolah tidak percaya dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh sasuke tadi dan badannya terlihat gemetar hendak menangis. Habis sudah kesabaranku melihat pria sombong ini. Akhirnya aku mengambil uwabaki-ku dan memukulkannya ke kepala sasuke pantat ayam itu.

Plak!

Sasuke kelihatan kaget dan segera menghadap kearahku.

"Apa-apan kau!"

"Perkenalkan. Aku uzumaki naruto dari kelas 1-2. Kau harus minta maaf kepadanya" ucapku sambil menunjuk gadis yang terjatuh tadi, yang kemudian di bantu berdiri oleh kiba dan lee.

"aku melihat kau menyenggol gadis ini hingga dia terjatuh" ujarku. "kata ibunya sakura kita harus bersikap lemah lembut terhadap wanita. Bukannya seperti kau yang bersikap kasar" ucapku sambil menunjuk mukanya si sasuke.

"pfft! Aku tidak peduli dengan perkataan ibunya sakura. Dan apakah kau mau keluar dari sekolah ini ? aku bisa mengatakan kepada ayahku untuk mengeluarkanmu!" ucap sasuke seraya menyedekapkan tangannya di depan dada.

"Cih. Dasar anak manja!" akhirnya sudah habis kesabaranku dan aku mengepalkan tinjuku hendak memukul si pantat ayam sialan ini. Begitu pula dengan sasuke yang sudah mengepalkan tinjunya untuk memukulku.

Bugh.

Bugh.

Bugh.

Bugh.

Kami sudah saling tinju sebanyak dua kali. Sampai datanglah si sakura yang langsung menjitak kepala kami dengan tenaga monsternya.

Bletak.

Bletak.

"apa-apan kau!" ucapku dan sasuke serempak karena tidak terima dengan pukulan sakura.

"Harusnya kau membelaku sakura-chan" ucapku memelas.

"aku tidak membela siapapun" ucap sakura tegas.

"Nah sekarang kau harus minta maaf kepada gadis itu" tunjuk sakura kepada sasuke.

"Huh. Siapa kau berani menyuruhku!" ucap sinis sasuke.

"Baiklah kalau kau tidak mau meminta maaf."

Bletak.

Sasuke terkena jitakan sakura sekali lagi.

Aku hanya terkekeh geli melihat sasuke yang sepertinya tidak akan bisa kalah dari sakura. Kemudian sasuke meminta maaf kepada gadis yang terjatuh tadi.

"Sorry" ucap sasuke dingin dan berlalu pergi dengan diikuti para gadisnya.

Aku baru sadar disekitar kami sangat ramai, untungnya tidak ada guru yang lewat. Kemudian aku melihat Kiba dan Lee yang bertepuk tangan denga sikap sakura tadi.

Normal POV

Sasuke yang telah beranjak pergi sedikit melirik kearah sakura. "Kau telah mempermalukan aku. Awas saja kau!" ucap sinis sasuke sambil mendeathglare sakura dari jauh.

"apakah kau baik-baik saja ?" Tanya sakura ke gadis tersebut.

"i-i-iya.. aku baik-baik saja". Ucap gadis itu malu-malu

"Siapa namamu ?" tanya sakura lagi.

"na-na-namaku Hinata. Hyuuga Hinata."

"Namaku uzumaki Naruto. Senang berkenalan denganmu" cengir naruto sambil memegang pundak hinata.

Hinata yang kaget karena tidak pernah bersentuhan dengan pria akhirnya kabur dengan muka merahnya keatap sekolah.

"apakah aku salah bicara?" kata naruto polos.

Naruto kemudian pergi hendak melihat-lihat sekolah barunya. "Hei naru, kau mau kemana ? sebentar lagi kita ada perkenalan murid di kelas!" Teriak kiba.

"Aku hanya ingin liat-liat sebentar"

Naruto kemudian berjalan ke atap sekolah. Awalnya dia hanya ingin bersantai sebentar sambil menikmati matahari pagi. Ketika dia hendak memejamkan mata, dia mendengar sebuah suara yang sangat indah menurutnya.

There's a song that inside of my soul

It's the one that I've tried to write over and over again

I'm awake in the infinite cold, but you sing to me over

And over and over again

So I lay my head back down

And I lift my hands and pray to be only yours

I pray to be only yours

I know now you're my only hope

Sing to me the song of the stars

Of your galaxy dancing and laughing and laughing again

When it feels like my dreams are so far

Sing to me of the plans that you have for me over again

So I lay my head back down

And I lift my hands and pray to be only yours

I pray to be only yours

I know now you're my only hope

I give you my destiny, I'm giving you all of me

I want your symphony

Singing in all that I am at the top of my lungs

I'm giving it back

So I lay my head back down

And I lift my hands and pray to be only yours

I pray to be only yours

I know now you're my only hope

Setelah suara tersebut berhenti menyayi, naruto mencari arah datangnya suara tersebut. Betapa terkejutnya dia ketika melihat hinata. Sama halnya dengan hinata dia juga terkejut melihat naruto.

"Kyaa~!" teriak hinata yang saking malunya karena ada yang mendengar suaranya ketika dia bernyanyi.

"Hei! Tenanglah. Jangan malu." Ujar naruto yang panik mendengar teriakan hinata dan langsung memeluknya sambil membekap mulut hinata supaya dia tidak berteriak lagi. Hinata yang kaget dengan sikap naruto hanya bisa diam. Setelah merasa hinata cukup tenang akhirnya naruto melepaskan pelukannya. Dan kini naruto dan hinata berhadap-hadapan sambil menatap dalam diam. Dan akhirnya naruto membuka suara sambil tersenyum.

"Suaramu sangat merdu lho" ucap naruto yang masih tersenyum. Hinata yang hanya dipuji seperti itu hanya bisa menyembunyikan rona merah dipipinya. "Aku sangat terpesona dengan suaramu. Sangat indah!" puji naruto yang masih tersenyum kepada hinata.

Woosshhh.

Tiba-tiba angin berhembus dan mengibaskan rok hinata hingga menampakkan celana dalamnya. Hinata yang kaget karena tiba-tiba ada angin segera menutup roknya dengan muka memerah seperti kepiting rebus.

"e-e-e maaf. Aku tidak sengaja" ucap naruto gugup dengan muka merahnya karena melihat celana dalamnya hinata.

"dan apa yang kulakukan tadi. Apakah aku memeluknya ?! dan baru kali ini aku melihat celana dalam seorang cewek" tanpa sadar apa yang harus dikatakan naruto dalam hati malah keluar dari mulutnya.

"pffttttt." Hinata melihat sikap anehnya naruto, hanya mendengus geli sambil tersenyum.

.

.

"Naruto dimana ya ?" sakura berjalan dilorong sekolah mencari naruto, kemudian dia melihat naruto yang sedang tertawa.

"Eh? Itu kan naru.."

Deg.

Sakura kemudian sadar ternyata naruto sedang tertawa bersama hinata.

.

.

Sasuke POV

Aku berjalan di lorong dengan mood yang sangat buruk. "bocah-bocah tadi sangat menyebalkan. Beraninya mereka memukulku. Aku harus mencari cara untuk membalas mereka." Kemudian aku melihat cewek yang tadi menjitak kepalaku dengan keras.

"Hei kau!" teriakku memanggil cewek tersebut. Gadis itu tidak menoleh dan aku melihat raut kesedihan diwajahnya.

Deg Deg. Deg Deg. Deg Deg,

"kenapa? Kenapa dengan jantungku ? kenapa aku berdebar melihatnya" dan aku langsung bersembunyi sebelum gadis itu melihatku.

.

.

.

.

.

-to be continued-

Terimakasih buat yang udah ngebaca fic ku ini dan terimakasih buat A bank dan Rin Mizuki yang udah ngereview fic ku ini. Karna ini masih pertamanya buat ku mohon maaf jika masih banyak kekurangan di fic ini. (bungkuk 90 derajat).

Sekian ^^