IT'S NOT SWEET
Main Pair : KaiHun
Genre : I don't know. Maybe hurt.
Author : Yesi
Dis : FF ini milikku. Castnya milik Tuhan dan keluarga.
Rate : M
DLDR!
TYPO MENYERTAI KALIAN SEMUA
Exo's fiction
aku cuma mau bilang kalau ini fic rate m. No Children yah.^^ kalau emng jijik sama pairingnya silahkan klik tanda (x) berwarna merah di sudut kanan atas atau bisa close tab aja. Aku terima kritik yang pedes. Tapi aku gak terima bash. Apalagi jika kalian bash tentang castnya atau pairingnya.
Untuk yang suka plagiat. Kalo memang ingin mengcopy bisa minta izin. Jika tidak minta ijin berarti kalian gak punya perasaan.
Summary:
"Katanya cinta akan datang karena terbiasa. Tapi kenapa aku tidak." –Sehun
"Aku tau dia tidak bisa mencintaiku." –Kai
.
.
.
Sehun berjalan menyusuri koridor sekolah. Ia ingin mencari sahabat cabenya yang sangat cerewet itu. Sementara ia berjalan, ia melihat kris wu, -kakak kelasnya yang sangat ia cintai. Sayangnya cintanya itu bertepuk sebelah tangan.- berjalan kearahnya. Ketika mereka berdua bertemu sehun hanya membungkuk dan memberikan senyuman kecil. Ia memang sangat mencintai kakak kelasnya itu, tapi sayangnya ia harus mengubur perasaannya itu karena kris sudah memiliki kekasih.
"Sehun." Tiba-tiba ada yang memanggilnya. Ahh itu teman cabenya.
"Aku mencarimu kemana-mana baek. Ada yang ingin ku ceritakan." Ucap sehun serius. Ahh ngomong-ngomong teman cabenya sehun itu namanya Baekhyun. Kenapa sampai ia dipanggil cabe. Itu karena baekhyun sangat agresif jika sudah bertemu Park Chanyeol. Dia benar-benar agresif. Bahkan pernah mencium ketika ia berpaspaskan dengan chanyeol di koridor sekolah dan kalian tahu apa reaksi chanyeol? Chanyeol malah membalah ciuman baekhyun dan menggendong baekhyun. Dan juga baekhyun pernah berteriak ditengah keramaian agar chanyeol mau bercinta dengannya. Sehun yang berada disamping baekhyun sangat malu dengan kelakuan baekhyun. Oke back to topic.
"Apa yang ingin kau ceritakan? Pasti tentang kris wu lagi. kalau tentang dia aku malas mendengarnya." Ucap baekhyun ketus.
Sementara mereka berbicara, mereka berjalan kekelas mereka.
"Iss kau ini. Ini bukan tentangnya. Kau tau tadi ada seseorang yang meyatakan perasaanya padaku."
"Menyatakan cinta? Siapa? Kau tidak lihat name tag orang itu?"
Sehun menggeleng. "Aku tidak melihatnya. Tapi aku tau ciri-cirinya. Hemm… Dia tinggi, kulitnya tan, tampan sih. Tapi.."
"Tapi apa?"
"Pesek" ucap sehun pelan.
Baekhyun menaikan sebelah alisnya. "Pesek? Tunggu dulu. Sepertinya aku mengenalnya. Kulit tan, pesek, tinggi. Hmmm.." Baekhyun terlihat berpikir sejenak. Alisnya mengernyit lucu. Tiba-tiba matanya berbinar . "Oh ya, Kim Kai. Itu pasti dia." Ucap baekhyun semangat.
"Kau tau darimana kalau dia Kim Kai? Bagaimana kalau itu bukan Kim Kai yang kau maksudkan?"
"Tentu saja aku tau. Kai satu kelas dengan chanyeol. Aku sering melihatnya ketika pergi ke kelas chanyeol."
Ketika mereka asik bercerita tiba-tiba kai datang ke kelas mereka dengan tumpukkan buku, dan ada seorang guru mengikutinya dari belakang. "Terima kasih kai." Ucap guru itu pelan. Kai hanya membalasnya dengan senyuman dan membungkuk lalu pergi.
Sehun terbelalak. Itu orang yang menyatakan cinta kepada sehun tadi.
"Aku benarkan. Namanya kim kai." Ucap baekhyun bangga. Sehun hanya menganggukkan kepalanya.
"Kau harus menjauh darinya sehun." Ucap baekhyun tenang
"Tentu saja. Dia terlihat seperti psikopat dengan senyum manisnya itu." Balas sehun cepat.
"Kau benar. Aku juga merasakan aura mencekam yang mengikutinya. Setiap kali aku pergi ke kelas chanyeol, aku selalu melihat dia duduk di bangkunya sambil membaca. Dan kau tahu apa yang dibacanya?" Sehun menggeleng polos. "Aku sih tidak terlalu tau apa judulnya, tapi cover buku itu terlihat menyeramkan." Ucap baekhyun sangat serius.
Sehun memutar kedua bola matanya. "Iss.. kau saja yang penakut baek."
"Sembarangan kau. Aku tidak penakut. Cover buku itu memang menakutkan." Ucap baekhyun tidak terima dengan pernyataan sehun tadi.
"Tapi sehun kau berjanji untuk tidak dekat dengannya kan? Dia itu hitam, mungkin tidak pernah mandi. Aku tidak mau kau mendapat pacar yang tidak pernah mandi."
Sekali lagi sehun memutar kedua bola matanya. "Astaga baekhyun."
Mereka berdua terus saja bergosip tentang Kim Kai. Hingga..
"BAEKHYUN. SEHUN. KELUAR DARI KELASKU SEKARANG." Teriakan guru membuat baekhyun dan sehun cepat-cepat berdiri dan membungkuk lalu keluar dari kelas itu. Sepertinya mereka terlalu asik membicarakan kim kai.
.
.
.
Sehun sedang duduk di perpustakaan sambil mengerjakan tugasnya. Waktu menunjukan jam 3 sore. hampir seluruh siswa di sekolahnya sudah pulang. Tapi sehun tidak peduli kapan dia harus pulang. Lagipula tidak ada yang akan menunggunya dirumah. Dia tidak punya keluarga. Jadi walaupun pulang besok juga tidak akan ada yang menghawatirkannya.
Sementara sehun asik dengan dunianya sendiri. Tiba-tiba ada yang membekap mulutnya.
.
.
.
"Eungghh." Sehun menggeliat pelan. Kepalanya terasa pusing. Dan tangannya keram. Ia mencoba menggerakan tangannya tapi tidak bisa. Tangannya diikat kebelakang.
"Eoh kau sudah bangun?" seseorang tiba-tiba bersuara. Itu kai.
"To..tolong. ssakkiit" ucap sehun lemah.
"Tidak. Tidak akan. Sekarang kau miliku jadi kau tidak bisa kemana-mana." Ucap kai tenang. "karna kau sudah bangun aku mau menidurkan adik kecilku, dia sudah sakit ingin dipuaskan." Ucap kai pelan sementara tangannya perlahan membuka kancing kemejanya.
"Apa yang ingin kau lakukan?" sehun bertanya takut-takut.
"Aku? Tidak ada. Hanya mencoba memuaskan adik kecil ku."
Tiba-tiba kai menindih sehun. Ia mulai mencium sehun kasar. Kepala sehun bergerak kenana dan kiri untuk menghindari ciuman kai yang membabi buta. Bosan dengan kelakuan sehun yang terus menghindar akhirnya tangan kai menjambak rambut sehun agar kepalanya tidak bergerak.
Cpkh.. cpkh.. mmh
Sehun mulai kehabisan nafas, tapi kai masih terus menciumnya dengan kasar. Sehun memcoba untuk menggeser kepalanya agar ciuman kai terlepas tapi tangan kai masih saja menjambak rambutnya.
Haaahh.. haaahh.. hahh..
Akhirnya kai melepaskan ciumannya. Sehun berusaha menghirup udara sebanyak-banyaknya. Sungguh ia seperti ingin pingsan, badannya lemas sekali. Tapi sehun merasa ada sesuatu yang keras menenpel dipahanya. Ia melihat kearah pahanya dan.. OH TUHAN.. itu penis kai. Astaga sejak kapan anak itu membuka celananya. Sehun mulai panik.
"What the fuck are you doing Kim Kai." Sehun berteriak didepan wajah kai.
"Owh.. Cupcake. Seorang wanita dilarang memaki diranjang."
Plak. Kai menampar pipi sehun.
"I don't like it. Jangan sekali-kali kau memaki diranjangku."
"Brengsek. Lepaskan aku kai." Mata sehun menyala-nyala kali ini. Pikirannya dipenuhi emosi.
"Sepertinya kau ingin dikasari eoh." Kai tersenyum manis. "Baiklah kalau begitu"
Kai mengarahkan penisnya ke lubang sehun dan lansung memasukannya tanpa pemanasan lebih.
JLEB..
"ARRGGGHH.. APA ITU? KELUARKAN.. BAJINGAN KAU.. ARRRGGGHH.. SAKIIIIT.. YA TUHANN.. SAKIIT KAIII!" sehun berteriak keras. Airmatanya jatuh. Sungguh sakit sekali, badannya seperti dibelah dua.
Seolah tuli kai terus memasukan miliknya. Lubang sehun masih yang perawan ia terobos dengan paksa tanpa menghiraukan rasa sakit sehun.
"Fuck sehun. Your hole is so tight. Feels so good. Ahh.." Kai merasa miliknya diremas didalam sehun. Setelah merasa miliknya sudah masuk semua. Kai langsung menggeraka pinggulnya.
"sakiitt.. lepassh.. perih.." sehun merintih. Paha dalamnya sakit sekali. Badannya seperti dibelah dua. Tapi yang lebih sakit adalah hatinya. Harga dirinya di injak-injak.
"No honey.. ini terlalu nikmat untuk dihentikan." Kai menggenjot miliknya lebih keras.
"hiks.. sak.. Arrgghh. Sakiiit.. hiks."
"Tidak.. ini nikmat sayang. Ohh.. I'm close." Kai merasa miliknya muali berkedut-kedut. Ia menggerakan pinggulnya seperti orang kesetanan. Kuat, dalam dan sangat kasar. Pinggul sehun terhentak-hentak dengan kasarnya. Suara decitan kasur menjadi saksi bagaimana kasarnya perbuatan kai.
"oh astaga.. sakiiit kaii.. yatuhannn.. keluarkan milikmu kai.. ARRGGGHH.. SAKKKIIIITT.. CUKUP KAI" sehun berteriak dengan suara serak. "Sa.. hiks.. kiit.. sakitt.. hiks" sehun bisa mencium bau darah. Ya bau darah. Darah perawannya dan mungkin juga darah yang keluar dari luka yang kai buat karna permainannya yang kasar.
"Ohh. Yeahh.. CUMMMM"
Crot.. crot.. crot.
Kai menyemburkan benihnya didalam sehun. Sedangkan sehun hanya mampu menangis. Ia bahkan tidak merasakan kenikmatan sama sekali. Yang ia rasa hanya sakit diseluruh tubuhnya. Kemudian kai beranjak dari tempat tidur lalu mengambil sebuah kardus di dalam lemari. Ia mengeluarkan isi dari kardus tersebut diatas tempat tidur.
Mata sehun terbelalak. Itu semua.. astagaaa.. sex toys.
Sehun tidak tahu apa nama benda-benda laknat itu satu-satu, tapi yang jelas ia tau kalau jika benda-benda itu masuk ataupun tertempel padah tubuhnya, pasti akan sangat menyiksa.
Dengan kasar kai membuka ikatan tangan sehun. Lalu kemudian ia kembali mengikat tangan dan kaki sehun di sudut ranjang hingga badan sehun berbentuk seberti huruf x. sehun mencoba berontak tapi sayang. Kekuatannya sudah habis, dan selangkangnya sakit sekali. Jadi tidak mungkin ia bisa melawan kekuatan kai. Apalagi dengan keadaan terikat seperti ini.
Tiba-bia ia merasakan sesuatu masuk kedalam 'tubuhnya'. Rasa sakit dari selangkangnya mulai menjalar ke seluruh tubuhnya. "AARRRGGHH APA ITU? SAKIIIT. LE.. ARGHHH.. LEAPSKAN." Sehun berteriak histeris ketika benda itu dimasukan kai secara kasar.
"Wow. Reaksimu lebih dari yang aku perkirakan. Kau tau sehun, aku telah menunggu sangat lama agar kau bisa menjadi milikku. Sebenarnya sih aku ingin memperlakukanmu dengan baik. Tapi kau menolak pernyataan cintaku dengan kejam. Mana mungkin aku membiarkan seorang wanita cantik menginjak-injak harga diriku." Kai menyeringai jahat.
"Aku.. hiks minta maaf.. hiks.. Maaf kai." Sehun menangis tersedu-sedu. Ia tidak menyangka jika nasibnya akan sesial ini.
"Sssstt.. Jangan menangis sayang." Kai perlahan mencium kelopak mata sehun dengan lembut, sementara tangannya mengambil sebuah remot dan menekan sebuah tombol. Tiba-tiba benda yang ada dalam dirinya bergetar sangat kuat. Lalu kai mengambil nipple clamp dan menjepitkan benda itu di pucuk payudara sehun.
"ARRRRRRGGGGHHHH" Sehun berteriak semakin keras. Selangkangnya sakit dan sekarang bagian dadanya juga sakit sekali.
"Kau berisik sayang."
Kai mengambil gag ball dan memasangkannya di mulut sehun.
Airmata sehun menetes sangat deras. Seluruh tubuhnya sakit, ia bahkan sudah tidak punya tenaga untuk bergerak sama sekali.
"Baiklah Cupcake.. Aku pergi dulu. Nikmati permainannya yah. Aku akan kembali lagi." Kai berjalan kearah pintu.
"Jangan coba-coba berpikir untuk kabur. Kau milikku. Ingat itu." Lalu kai benar-benar menghilang dibalik pintu.
Sehun hanya mampu menangis meratapi nasibnya. Tubuhnya telanjang dan ada berbagai macam sex toys terpasang di tubuhnya. Selangkangnya sakit, payudaranya sakit, pergelangan kaki dan tangannya juga sakit. Apakah kai tidak punya perasaan kasihan? Apa kai tidak bisa membiarkannya tenang? Kalau memang ia mencintai sehun kenapa ia harus menyiksa sehun seperti ini?
'hikss.. Tuhan apa salahku? Apa aku terlalu kejam padanya?' Batin sehun menangis.
.
.
.
TBC
.
.
.
Big thanks to:
AwKaiHun, MinnieWW, ohhanniehunnie, kjinftosh, relks88, , Kimoh1412, KKnKH
makasih buat yg udah review, fav, fol ff abal ini. maksih juga buat sidder yang udah berkenan baca. hehehe :)
APA-APAAN YG DIATAS ITU?. :V Gimana menurut kalian? Bagus gak? Aku panas dingin pas ngetik chap ini :v
Ya ampun.. say goodbye to otak poloth :'v
Dan jangan panggil aku thor yah :v aku bukan salah satu anggota avenger yang sering bawa palu :v Panggil aja Esy. :)
Sedikit spoiler yah. ff ini gak menceritakan bahwa ada yang bilang cinta bisa datang karna terbiasa. Tapi itu gk berlaku sama KaiHun. :v
untuk ff ini esy akan usahakan untuk update tiap 10 hari. kelamaan yah? sorry kalo emang kelamaan, soalnya ff ini masih dalam proses nyari ilham dulu :v atau paling gak esy bisa update tiap minggu, paling cepet yah 5 hari :v itupun kalo otaknya lagi encer, trus inspirasinya lagi gak macet.
So, Mind to review? :)
