Buka Dulu Maskermu, Biar Kulihat Wajahmu

Sebenarnya Sakumo sudah memiliki firasat buruk pada hari naas itu. Hal ini ditandai dengan kemunculan pertanyaan-pertanyaan aneh dari para rekan kerjanya, contohnya...

(Flashback)

"Sakumo, apakah kau memiliki trauma masa kecil?"

"He?"

...Morino, kepala investigator elit anbu Konoha menatapnya tajam. Sudah turun temurun klan Morino hampir selalu menjabat sebagai investigator atau profiler kriminal dan bahkan hampir seluruh anggota klannya berprofesi di bidang psikologi atau psikiatri.

Kenyataan mengenai rekannya ini, berikut pertanyaan yang diajukannya kemudian, tentu saja membuat Hatake Sakumo jengah.

"Atau mungkin kau punya masalah dengan self esteem-mu?"

"Um, tidak?"

"Hmm, kalau begitu bagaimana dengan 5 tahun pertamamu? Adakah hal yang mengganjal?"

"..."

...dan seterusnya. Pertanyaan demi pertanyaan diajukan untuk mengorek informasi tentang kepribadiannya. Saat itu Sakumo benar-benar tidak sadar kalau Morino berusaha mengorek alasan sebenarnya ia mengenakan maskernya selama ini, yang dianggapnya sebagai kompensasi dari masalah kepercayaan diri.

Keanehan tidak berhenti sampai di situ saja. Pasangan suami-istri Umino, yang menurutnya adalah pasangan yang ramah, berkali-kali menawarkan untuk mencucikan seragam jounin beserta masker miliknya, yang kemudian ditolaknya secara sopan.

Nyonya Mitarashi menawarinya dango. Sesuatu yang tidak mungkin terjadi, mengingat bahwa dango adalah makanan keramat klan ini.

Salah satu anggota klan Hyugaa mengaktifkan byakugan saat berpapasan dengannya.

Seorang Uchiha berusaha memberinya semacam genjutsu dengan sharingan, yang untungnya berhasil dihindarinya.

Sampai akhirnya, di tengah hari bolong, di jalanan sepi, tiga sannin—Tsunade, Jiraiya dan (surprise!) Orochimaru, menghadangnya.

Tanpa prasangka apapun, Sakumo menyapa ketiganya, mengingat mereka adalah senpainya di akademi.

Saat sedang berbasa-basi mengenai cuaca yang cerah, politik saat ini, dan gosip-gosip yang sedang santer di Konoha, Jiraiya—salah satu sannin—memotongnya dengan pertanyaan yang benar-benar mengejutkannya...

"Sakumo-chan, ermmm boleh kami melihat wajahmu? Tanpa masker tentunya, sebentar saja?"

Deg!

Sedetik kemudian otak jeniusnya memproses kembali semua hal-hal aneh yang sudah dialaminya hari itu. Morino, Umino, Mitarashi,... byakugan dan sharingan itu...

Jangan-jangan...

Keringat dingin mulai mengalir perlahan. Mungkinkah dugaannya itu benar? Batinnya dalam hati.

Setelah berkali-kali menganalisis, mendeduksi, menjumlah, mengurang atau apalah itu, akhirnya penerus klan Hatake yang super jenius-misterius-berbakatnius itu memutuskan satu jalan terakhir, teraman, dan terlogis untuk situasi kondisi saat itu...

...jalan terakhir yang juga merupakan metoda paling pengecut dan tidak bertanggung jawab dalam setiap kode kehormatan ninja...

Kabur.

Secepat kilat, bagaikan angin...(interpretasi ngaco)

Meninggalkan tiga sannin terpelongo diiringi background musik jangkrik, dan hembusan angin yang seolah mengatakan 'kesiaan deh lo...'

"Cih, dia kabur."

"Goblok kau Jiraiya! Kenapa kau menanyainya secara langsung?!"

"Tsunadeee, tidak sopan kan kalau kita langsung membuka maskernya tanpa meminta ijin terlebih dahulu?"

"...heh. Dobe..."

"HEY!"

......................................................pengejaran pun dimulai....................................................

TBC. (disclaimer; naruto masih miliknya kishimoto-sensei! Gw cuma nulis fanfic! urja shannan)