' No Option to Refuse '
Cast : Changmin and Kyuhyun
Boys Love / YAOI
.
Disc : I would be happy person if They belong to Me , but the fact is… ChangKyu are belong to God and each other, also parents and family.
.
DON'T LIKE DON'T READ
No edit, sorry for typo..
Happy reading^^
.
Pelajaran tambahan, siapa yang tidak membenci hal ini eoh?
Termasuk seorang kyuhyun yang memilih bersembunyi diatap sekolah. Ia tidak ingin mengambil resiko ketahuan seseorang jika Ia pergi ketaman belakang sekolah untuk membolos. Tentu kalian tahu siapa orang yang sangat paling kyuhyun hindari akhir-akhir ini.
Yup, The Almighty Little Jung atau yang kita kenal sebagai Jung Changmin. Insiden dikelas beberapa waktu lalu lagi-lagi menjadi perbincangan setiap pelajar Shinki high school, dan Kyuhyun-lah yang kini menjadi korban dari umpatan yang dilayangkan penggemar little Jung itu. Yang benar saja!
"Arhh, bosaaaan." PSP berwana hitam itu tergeletak begitu saja disamping Kyuhyun yang sedang duduk menyender pada dinding pembatas. Langit sudah mulai gelap hingga menyisakan bias berwarna oranye, namun bel sekolah belum juga berbunyi. Entah sampai kapan pelajaran tambahan itu berlangsung, dan Kyuhyun bersyukur Ia tidak termasuk murid-murid rajin yang sekarang pasti tengah mengumpat didalam kelas karna guru mereka yang tidak kunjung selesai menyampaikan mata pelajaran.
Kyuhyun memandang tasnya dengan malas sebelum akhirnya memilih mengambilnya dan berdiri dari ditempatnya. Pemandangan seluruh Shinki terlihat jelas ketika Kyuhyun menumpu tangannya pada pagar pembatas. Angin sore berhembus semilir menerbangkan anak-anak rambut darkbrown Kyuhyun. Ia memejamkan matanya sebentar, menikmati satu hal yang membuatnya nyaman. Sepi, tenang, damai, ini menyenangkan… tidak ada teriakan, tidak ada makian, umpatan, semuanya seperti benar-benar apa yang Kyuhyun inginkan dalam hidupnya. Setidaknya hanya untuk beberapa menit ini hingga Kyuhyun mendengar suara pintu besi berwarna biru tua dibelakangnya terbanting dengan kasar.
"KYU! Hosh… hosh…"
Dan kyuhyun tahu siapa itu tanpa harus menoleh.
"Kau disini heh? Aku hampir gila karna tidak menemukanmu dikelas ataupun dibelakang sekolah."
Bola mata sewarna caramel itu memutar malas saat berbalas tatapan pada sang bamby disebelahnya. Tak berniat membalas apapun ucapan namja tinggi itu, kyuhyun memilih kembali menikmati sore indahnya. Changmin disini, itu berarti pelajaran tambahan sudah selesai, dan itu juga berarti bahwa Ia akan meninggalkan kenyamanan ini.
"Hey, kau mendengarkanku kan? Chokyu-ya~ apa yang sedang-"
"Ayo pulang Min."
"Eh?"
Changmin tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada namja manis itu, Kyuhyun terlihat begitu tertutup untuknya. Melihat punggung Kyuhyun dari belakangnya seperti ini membuat Changmin ingin sekali memeluk tubuh kurus itu. Kyuhyun hari ini terlihat berbeda, apa yang dilakukannya diatap sendirian seperti ini. Dan lagi, tumben sekali namja manis itu mengajaknya lebih dulu untuk pulang bersama.
"Apa yang kau fikirkan? Ayo pulang!"
"Eh, i-iya." Changmin merutuki fikirannya dalam hati karna sudah melamun disaat seperti ini.
.
.
-.-.-
.
Suara itu lagi, teriakan itu, apa mereka tidak lelah? Apa mereka benar-benar sudah melupakan bahwa tidak hanya ada mereka disini? Jika sedari awal mereka tidak sanggup menjalaninya, kenapa mereka harus mengambil komitmen berat seperti ini.
Pintu kamar Kyuhyun tertutup rapat ketika sang pemilik sudah berada didalamnya, langkahnya terlihat gontai menuju tempat tidurnya yang sangat terlihat nyaman. Nyaman? Yah, andai saja teriakan-teriakan itu bisa berhenti beberapa waktu dan memberikannya kenyamanan, tapi Kyuhyun tahu bahwa ini semua tidaklah akan semudah apa yang diinginkan fikirannya.
Criet… Kyuhyun menoleh kearah pintu kamarnya yang terbuka.
"Kyu…"
"Appa?"
Kyuhyun tahu keluarganya tidaklah baik-baik saja. Kedua orangtuanya selalu bertengkar jika mereka bertemu dan diumurnya yang hampir menginjak 19 tahun, Kyuhyun mengerti Ia haruslah bersikap dewasa menjalaninya. Tidak mudah membenci mereka yang sudah merawatmu sedari kecil, membenci seorang Ibu yang malahirkanmu atau mengabaikan seorang Ayah yang selalu menuruti keinginanmu. Tapi menerima semua kenyataan bahwa Orangtua itu tidak perduli pada perasaan batinnya dan memilih memenangkan egonya masing-masing juga terasa menyakitkan untuk Kyuhyun.
"Kau sudah mau tidur?"
"Belum."
Keadaan ini terlalu canggung bagi Kyuhyun. Jarang sekali ayahnya datang kekamarnya setelah pertengkarannya dengan sang Ibu.
Mr. Cho mendekat membuat Kyuhyun segera beranjak dari rebahannya.
"Bagaimana sekolahmu?"
"Menyenangkan." 'Setidaknya sebelum tiang listrik itu datang' lanjut kyuhyun dalam hati, sebuah senyuman tersungging begitu saja dan membuat Mr. Cho berfikiran bahwa anak tunggalnya itu memang merasa senang.
Mr. Cho mengusap lembut surai ikal Kyuhyun, "Kalau begitu ganti bajumu dan istirahatlah. Appa akan keluar." Ada perasaan aneh yang melingkupi hati Kyuhyun sekarang, namun Ia segera menghilangkan itu semua dan balas tersenyum disertai anggukan untuk ayahnya.
'Semua akan baik-baik saja, benarkan?' Kyuhyun kembali merebahkan dirinya setelah pintu kamarnya benar-benar tertutup rapat, menatap datarnya langit-langit dikamarnya dan memikirkan apa yang akan terjadi pada kehidupannya dihari yang akan datang. Changmin, entah kenapa orang itu yang kini ada difikirkannya.
'drrrrtt… drrrt…'
Dengan malas, Kyuhyun merogoh saku celananya, layar smartphone itu berkedip menandakan ada pesan masuk.
.
From. Changmin
Tak sabar untuk besok my Baby ChoKyu~ kencan kita~
.
Hanya sebaris dari kalimat itu, namun efeknya benar-benar besar untuk Kyuhyun. Namja dengan kulit berwarna pucat itu langsung membulatkan matanya dan memandang horror isi pesan dari Changmin. Bodohnya Ia baru menyadari jika besok adalah hari minggu. Sial! Kenapa waktu cepat sekali berlalu!
Kyuhyun melempar asal ponsel itu diatas tempat tidurnya. Tidak perduli jika Changmin sedang menunggu balasan dari pesannya, Kyuhyun sangat ingin mendinginkan kepalanya sebentar, dan mandi adalah pilihan yang tepat.
Kencan? Besok? Oh Tuhan! Ia bahkan belum pernah berkencan sebelumnya. Apa yang harus Ia lakukan besok untuk menghadapi Changmin. Dan lagi-
Kenapa kau berdebar Kyu?
"Hah… kurasa aku mulai gila!"
.
.
-.-
.
Mobil mewah berwarna hitam metallic itu berhenti tepat didepan rumah keluarga Cho. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, Changmin akan mengajak kyuhyun berkencan hari ini, Ia ingin mengajak Kyuhyun ketaman bermain atau mungkin lotte world, terdengar begitu manis bukan.
Tanpa ragu-ragu lagi Changmin memencet bel rumah didekatnya, tanpa menunggu waktu lama pintu itu terbuka menampilkan pujaan hatinya yang terlihat begitu… menawan. Dengan sebuah baju rajut berwana hijau tua juga skinny jeans, bahkan Kyuhyun terlihat lebih cantik daripada Ummanya. Oh, Changmin berharap Ummanya –Jung Jaejoong tidak mengetahui pemikirannya yang satu ini.
"Kau sudah datang? Cepat sekali, padahal aku berdoa kau kecelakaan ditengah jalan."
Changmin berdecak, ingin rasanya menyumpal bibir tipis itu dengan bibirnya hingga berhenti berkata sedemikian pedas, "Itukah sambutan untuk kekasihmu yang baru datang? Kau bahkan tidak meyuruhku untuk masuk terlebih dahulu."
Kyuhyun mengalah dan membiarkan pintu kayu itu bergeser makin lebar disertai helaan nafas pelan darinya dan senyuman penuh arti dari Changmin.
"Kau sendirian? Dimana orangtuamu?"
Apa yang harus Kyuhyun jawab sekarang? Ibunya mungkin tengah bersama kekasihnya yang lain dan ayahnya akan tetap bekerja dikantornya walaupun ini adalah hari minggu.
"Sedang pergi."
"Owww~ bahkan kedua orangtuamu-pun berkencan."
Mata caramel itu meredup, namja tinggi dihadapannya tidaklah tahu apa-apa tentang kehidupannya. Apa yang terjadi jika Changmin tahu bagaimana keluarganya tidaklah seharmonis itu? Tidakkah Ia malu berdekatan dengan anak dengan keluarga berantakan seperti dirinya?
"Duduklah, aku akan bersiap sebentar." Changmin mengangguk dan tersenyum tulus untuk Kyuhyun.
.
.
-.-.-
.
Kyuhyun benci keramaian, tapi Changmin malah mengajaknya ke Lotte World. yang benar saja!
Ia bukan anak-anak yang akan merasa senang dihidangkan dengan begitu banyaknya permainan, bukan juga seorang wanita yang akan merasa bahagia diajak kekasihnya ketaman bermain seperti ini. Kyuhyun hanya butuh tempat yang membuatnya nyaman dan menghilangkan seluruh kepenatan dikepalanya, ke game station mungkin lebih baik?
"Kau bilang kita akan ke Game station. Tapi ini…"
Mencoba mengabaikan apa yang dikatakan Kyuhyun, Changmin memilih tidak perduli dan langsung menarik namja manis itu kesetiap wahana permainan yang ada. Dan dengan bodoh dan pasrahnya Kyuhyun tidak menolak, Ia terlihat seperti tidak punya pilihan jika Changmin sudah menyeretnya kesana-kemari seperti sebuah boneka tak bernyawa.
"Ini mengasikan~ kau lelah baby Kyu?"
"Kau fikir? Kau menyeretku sesuka hatimu! Dan berhentilah memanggilku dengan sebutan menggelikan itu!"
"Kenapa? Panggilan itu manis."
"Kau memperlakukanku seperti wanita, demi apapun Jung… aku pria! Dan aku tidak suka dengan hal seperti itu."
Jangan panggil dia Changmin jika Ia akan mendengarkan apa yang Kyuhyun ucapkan. Namja tinggi itu terlalu tahu bagaimana tabiat namja manisnya. "Aku tidak perduli kau suka ataupun tidak Baby kyu. Selama aku suka, aku akan terus memanggilmu dengan itu."
"Argh… kau benar-benar menyebalkan."
"Sudahlah, kita kesini untuk bersenang-senang. Kau mau naik apa lagi?"
"Tidak! Aku lelah."
Changmin menatap wajah Kyuhyun, tangannya terulur membantu menghilangkan lelehan peluh pada dahi namja manisnya, "Kalau begitu, tunggu sini! Aku akan kembali sebentar." Setelah mengucapkan kata itu, Changmin langsung melesat meninggalkan Kyuhyun sendiri. Merasa lelah, akhirnya Kyuhyun memilih duduk bersantai dibawah pohon maple ditaman yang terlihat tidak begitu jauh darinya. Masa bodoh dengan Changmin yang akan mencarinya nanti, Ia hanya lelah dan ingin duduk sebentar.
.
.
-.-.-
.
Bukankah Ia begitu indah, dengan segala kelakuannya yang menyebalkan. Pandangan pertama yang mampu membuat seorang Changmin berdebar, kecupan lembut dari bibir tipis itu yang membuat Changmin menggila, dan wajah manis yang kini tengah terpejam dihadapannya, terlihat begitu… damai.
Namja dengan tinggi diatas rata-rata itu hanya terdiam menatap seorang namja lainnya yang kini tengah tertidur disebelahnya. Perasaannya begitu kalut ketika sekembalinya membeli minuman dan makanan ringan kyuhyun sudah tidak ada ditempatnya, Ia sangat takut kehilangan namja manis ini. Tapi ternyata, dengan begitu nyamannya, namja menyebalkan ini malah tertidur dibawah pohon.
Mengambil posisi disebelah Kyuhyun dan membiarkan namja manis itu bersender pada bahunya bukanlah hal yang buruk. Lagipula, kepala Kyuhyun akan merasa sakit jika terus bersender pada batang pohon yang keras itu. Selelah itukah dia hingga sampai tertidur ditempat ramai seperti ini? Changmin sadar Ia-lah yang seharusnya disalahkan disini. Melihat apa yang diekspresikan wajah namja manisnya itu, Ia tahu kyuhyun tidaklah suka keramaian, namun ia tetap memaksanya dengan pemikiran bahwa mungkin kyuhyun bisa menyukainya. Mungkin setelah ini Ia akan benar-benar menuruti apa yang Kyuhyun inginkan.
.
-.-.-.-
.
Hari sudah malam ketika Changmin mengantarkan Kyuhyun pulang. Salahkan saja Kyuhyun yang tidak bisa lepas dari semua jenis macam mainan saat Changmin benar-benar mengajaknya ke Game station –hal yang membuat namja tinggi itu benar-benar diabaikan oleh Kyuhyun.
"Terima kasih untuk kencan hari ini, Kyu."
Kyuhyun mengangguk, Ia tidak tahu harus berkata apa dan terlalu canggung untuk membalas ucapan terimakasih dari Changmin. Bohong jika Ia tidak menikmati semua perlakuan Changmin padanya. Ia begitu menyukai saat-saat dimana Changmin akan melakukan semua yang diinginkannya walaupun kadang itu membuat Kyuhyun merasa diperlakukan seperti seorang gadis.
"A-aku akan keluar-"
"Tunggu."
Kyuhyun menghentikan gerak tangannya yang hendak membuka pintu mobil Changmin ketika suara namja tampan disebelahnya menginterupsinya.
"Apa?" kyuhyun menoleh dan mata pandang mereka kembali bertemu.
Changmin ragu untuk melakukan ini, tapi Ia tetap memajukan wajahnya hingga benar-benar mengikis jaraknya dengan Kyuhyun. Mengerti apa yang akan dilakukan Changmin seharusnya Kyuhyun bisa menolak dan menghindar, tapi kini Ia hanya diam dan membiarkan bibir Changmin benar-benar menempel pada bibir tipisnya. Namun sepertinya kesempatan ini tidak diabaikan oleh Changmin, Ia tidak hanya menempelkan bibir mereka seperti sebuah kecupan. Tangan kanan Changmin menarik tengkuk Kyuhyun dan dengan berani Changmin mulai memberikan apa itu ciuman yang sebenarnya pada Kyuhyun. Changmin benar-benar menciumnya dengan dalam membuat Kyuhyin terlena dengan hisapan bibir itu dibibirnya.
"Eummft…"
Seolah tersadar akan lenguhannya dengan cepat Kyuhyun mendorong tubuh Changmin hingga kembali keposisi duduknya, Ia sendiripun ikut membenarkan posisi duduknya setelah ciuman itu terputus. Suasana didalam mobil itu terlihat lebih canggung daripada sebelumnya.
"Kyu, aku-"
"A-aku akan keluar Min, terima kasih." Dan setelah mengucapkan itu Kyuhyun langsung membuka pintu mobil Changmin dengan cepat dan langsung berlari masuk kedalam rumahnya, bahkan tanpa menoleh kearah namja tampan yang masih merutuki dirinya karna ciuman itu.
Haah~ bagaimana bisa kau melakukan itu Changmin? Benar-benar bodoh! Kyuhyun pasti akan semakin membencinya!
Dipihak lain, kyuhyun tengah bersender dibalik pintu setelah menutup pintu rumahnya itu rapat-rapat. Tangannya terulur meremat pakaian dibagian dadanya. Rasanya seperti habis berlari puluhan kilometer, jantung itu berdetak dengan begitu cepat. Bagaimana bisa Ia menerima ciuman itu dan menikmatinya? Dasar bodoh!
.
-.-.-.-
.
Matahari tampak malu-malu keluar dari persembunyiannya, bias sinarnya yang berwarna keemasan terlihat memasuki sudut rumah itu lewat sisi jendela yang sedikit terbuka tirainya. Tak terasa weekend berjalan begitu cepat, mungkin sebagian orang akan mengumpat kesal akan hal seperti ini. Oh Ayolah, siapa yang tak suka liburan, benarkan? Namun sepertinya hal itu sangatlah berbeda dengan apa yang difikirkan Kyuhyun. Dibanding berada dirumah yang membuatnya bosan, lebih baik dia sekolah, setidaknya disana ada Eunhyuk yang bisa Ia bully untuk kesenangannya, atau juga ada Changmin? Tidak! Berhenti memikirkannya Cho!
Tapi sepertinya Tuhan tidak mengabulkan apa yang Kyuhyun inginkan pagi ini. Saat Ia keluar rumah untuk berangkat sekolah, Ia melihat Changmin sudah berada tepat didepan rumahnya, bersender dengan angkuhnya pada mobil mewah dibelakangnya, seragam yang tidak diatur rapi ditubuhnya membuat namja tinggi itu benar-benar terlihat tampan. Bahkan untuk beberapa detik Kyuhyun sempat berfikir bahwa Changmin benar-benar namja yang terlampau sempurna, namun Kyuhyun segera menepis pemikiran singkatnya itu. Bukankah sudah diputuskan, bahwa seorang Cho Kyuhyun tidak akan semudah itu jatuh pada namja tiang menyebalkan yang selalu mengganggu hari-harinya itu.
"Sudah siap baby? Kajja!" Ini masih pagi dan Kyuhyun sudah membuang satu kebahagiaanya dengan menghela nafasnya. Sepertinya jika bersama Changmin Ia akan lebih sering kehilangan kebahagiaanya. Jinja!
.
Berita bahwa Changmin dan Kyuhyun yang berangkat bersama pagi ini lagi-lagi menjadi berita hangat di Shinki high school. Kadang kyuhyun heran, apa mereka tidak memiliki kegiatan yang lebih berguna untuk dilakukan daripada membicarakan dirinya dan namja tiang disebelahnya ini.
"Kembalilah kekelasmu Min." Kyuhyun sedikit melembutkan suaranya, Ia sedang tidak ingin beradu mulut dengan anak pemilik sekolah satu ini, jadi kyuhyun mencoba untuk sedikit lebih sopan.
"Aku akan pergi jika sudah mendapatkan ciuman pagi- aww! Kenapa kau menendangku?!"
"Bersyukurlah aku tidak menendang mulutmu itu Min. Pergi sana! Mrs. Kim akan masuk kelas sebentar lagi."
Changmin mendengus kesal melihat Kyuhyun yang sibuk dengan PSP hitam ditangannya. Selalu seperti ini, Ia akan diabaikan jika Kyuhyun sedang bersama benda hitam itu. Hingga sebuah pemikiran jahil terlintas diotaknya saat di kejauhan sana Mrs. Kim, guru yang akan mengajar Kyuhyun, sedang berjalan menuju kelas.
Grep
"Ya!"
Tak memperdulikan teriakan kyuhyun yang membahana dikelas, hingga membuat beberapa murid menatap kearah mereka, Changmin dengan seenaknya merebut benda hitam itu dari tangan Kyuhyun dan langsung berlari membawanya kabur. Kyuhyun sudah beranjak ingin mengejar Changmin untuk menyelamatkan kekasihnya itu, tapi tatapan Mrs. Kim didepan pintu sana membuatnya harus kembali duduk dan menelan semua kekesalannya untuk Changmin yang sudah membawa lari PSPnya. Ia benar-benar akan menghajar Changmin tanpa ampun kali ini.
..
Biasanya saat istirahat seperti ini, Kyuhyun akan pergi mencari ketenangan dibelakang sekolah, atau hanya akan memainkan PSPnya itu dengan serius dikursi belajarnya. Namun, insiden pengambilan PSP secara paksa oleh Changmin membuat namja manis pemilik caramel eyes itu harus rela menghampiri namja tiang itu dikelasnya.
Kyuhyun sedikit menyembulkan wajahnya kedalam kelas Changmin. Matanya melihat seluruh kelas special itu dengan serius. Kenapa special? Karna kelas ini diperuntukan bagi mereka yang keluarganya sangat berpengaruh bagi Shinki high school.
"Kau mencari seseorang?"
Kyuhyun berbalik ketika sebuah suara menginterupsi kegiatannya, Ia bisa melihat Choi Siwon, sang ketua OSIS, yang juga merupakan anak dari salah satu penyumbang dana di Shinki high school berdiri dibelakangnya dengan senyuman yang disertai lesung pipitnya.
"Kau mau berdiri disana dan menghalangi jalan? Atau kau mau masuk?"
Kyuhyun baru sadar jika Ia sudah menutupi setengah jalan dari pintu kelas itu. Ia sedikit menggeser tubuhnya, "Ah, Maafkan aku. Aku hanya ingin mencari Changmin."
"Changmin? Oh! Kau Kyuhyun?"
"Kau tahu namaku?" Kyuhyun sadar Ia adalah orang yang terlalu tidak perduli pada sekitarnya, jadi sangat heran ketika mengetahui namja didepannya ini mengenalnya.
"Tentu saja, kau dan Changmin masih dalam hal yang menjadi pembicaraan hangat setiap harinya."
Kyuhyun mendengus melihat namja itu mencoba menggodanya, "Apa pekerjaanmu sebagai ketua OSIS begitu sedikit hingga kau harus sibuk membicarakanku? Huh!"
"Hei, aku tidak bilang jika aku membicarakanmu, aku hanya tidak sengaja mendengarnya dari beberapa yeoja di kantor OSIS." Ucap siwon mencoba menjelaskan.
Namja dengan surai ikal berwarna darkbrown itu memutar bola matanya malas, "Terserah kau saja. Sudah sana, bukankah kau ingin masuk."
"Kau tidak mau masuk?"
"Sepertinya tidak ada Changmin didalam. Aku akan kembali kekelasku saja."
"Baiklah, senang berbincang denganmu." Ucap siwon sebelum benar-benar masuk kedalam kelasnya. Kyuhyun menghela nafasnya, dimana Ia harus mencari Changmin sekarang? Dikantin? Mungkin saja.
Kyuhyun baru saja memutar tubuhnya untuk pergi kekantin dan mencari namja menyebalkan yang sudah mengambil PSPnya, namun saat berbalik matanya langsung saja menangkap postur tubuh Changmin yang berdiri tidak jauh darinya. Kyuhyun tidak tahu ada apa dengan namja tinngi itu, tapi tatapannya membuatnya cukup ketakutan. Mencoba tidak memperdulikan atssmosfer Changmin yang sedang mengeluarkan aura hitamnya, Kyuhyun tetap menghampiri namja tinggi itu. Bagaimanapun Ia harus bisa mengambil kembali kekasihnya yang sudah dirampas Changmin pagi tadi.
"Changmin! Aku mau-"
"Ikut aku."
"Hei! Ya!"
Semua kata-kata kyuhyun terhenti begitu saja ketika dengan seenaknya Changmin menarik tangannya dan langsung menyeretnya pergi dari tempat ini, mengabaikan semua tatapan heran dari beberapa murid Shinki yang melihatnya.
.
Kyuhyun semakin dibuat bingung dengan sikap Changmin sekarang. Namja pemilik mata bamby itu membawanya ketaman belakang sekolah namun setelahnya Ia hanya diam dan tidak mengatakan apapun. Hanya menatap dirinya lalu setelahnya menghela nafasnya kasar. Oh, apa namja ini sudah gila, atau kepalanya terbentur sesuatu?
Sementara itu Changmin masih dalam pemikirannya tentang apa yang dilihatnya tadi. Yang benar saja, melihat Kyuhyun dan teman sekelasnya, Siwon, membuatnya sangat ingin marah pada namja manis ini. Tapi lihat! Namja manis ini malah menatapnya dengan alis yang mengkerut lucu dan dengan segala ekspresi bingungnya yang membuat Changmin gemas.
Changmin menatap lembut kyuhyun, Ia menggerakan tangannya dan menangkup pipi chuby Kyuhyun. Membiarkan namja manis itu semakin bingung dengan semua sikapnya.
"Min, Kau… Apa yang kau lakukan, huh? Lepaskan…"
"Aku ingin menciummu."
"Mwo? Tidak! Akmmpptthh…" Kali ini Kyuhyun harus benar-benar mengerti bahwa perasaan Changmin bukanlah hal main-main semata. Changmin ingin Kyuhyun sadar bahwa Ia sangat mencintainya, Ia ingin segera menghentikan pacaran sepihaknya ini dan membuat Kyuhyun mengakui hubungan mereka. Kyuhyun tampak masih dengan wajah kagetnya hingga Changmin memberikan lumatan terakhirnya dibibir manis Kyuhyun sebelum melepaskannya.
"Maafkan aku. Aku hanya ingin kau tahu jika aku sangat mencintaimu, Kyu." Pernyataan cinta itu menggema pelan ditelinga Kyuhyun. Dengan berat hati namja dengan rambut ikal itu nengadah menatap wajah Changmin, membiarkan kedua pasang mata itu saling menatap lekat satu sama lain. Kyuhyun tidak pernah mengenal cinta sebelumnya, tapi tatapan itu membuatnya tahu bahwa Cinta itu ada. Haruskah ia menyerah sekarang?
Dada Kyuhyun bergemuruh dan Ia kembali merasakan tangannya yang dingin dan berkeringat. Ia tidak bisa menggambarkan apa yang dirasakannya saat ini. Namun saat bibir itu kembali mengecupnya pelan dan membisikan kata-kata cinta yang begitu menjatuhkan, rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu yang beterbangan disekitarnya, seperti Kyuhyun dihadapkan dengan malaikat yang memainkan music merdu dihatinya. Bahkan jantung ini hanya berdetak lebih cepat saat Ia bersama Changmin. Dan sekarang Kyuhyun benar-benar tidak bisa menghindar dari perasaan hangat yang semakin dalam mengorek hatinya.
"Min, Aku-"
"Aku tahu kau butuh waktu, aku tidak akan memaksamu." Changmin tersenyum dan menjeda perkataanya, mengusap lembut surai Kyuhyun membuat namja yang lebih pendek darinya itu menunduk terdiam, "-Aku akan memberikan PSPmu sepulang sekolah nanti. Kajja! Bel masuk akan berbunyi."
Namja tinggi itu pergi begitu saja tanpa mau mendengarkan apa yang ingin dikatakan Kyuhyun kepadanya, membuat namja manis dengan surai darkbrown itu mengumpat kesal karenanya.
..
.-.-.
.
Ck, Kyuhyun mendengus dan berdecak untuk kesekian kalinya pagi ini. Sama seperti kemarin, hari ini Ia kembali berangkat sekolah bersama Changmin. Dan yang membuatnya kesal adalah Changmin tidak bisa berhenti untuk menebar pesonanya saat mereka berjalan disepanjang koridor sekolah. Sial, namja tiang ini seperti mengabaikannya sekarang.
"Selamat datang disekolah, Min oppa!"
"Oppa, selamat pagi."
"Kau terlihat tampan pagi ini Changmin oppa."
Ugh, Kyuhyun mual harus berjalan dibelakang Changmin dan melihat para gadis itu berjejer disepanjang koridor hanya untuk mengemis perhatian Changmin-NYA. Apa? Changmin memang miliknya!
Dan mungkin Kyuhyun tidak akan sekesal ini jika Changmin mau mengabaikan orang-orang itu, namun pada kenyataannya?
"Ini untukku?"
"Nde, Oppa. Aku membuat Cookies ini untukmu."
"Gomawo."
"Aku juga membuat bekal makan siang ini untukmu."
"Kau baik sekali, terima kas-"
Brugh
"YA!"
Yeoja dihadapan Changmin memekik kesal ketika kotak makan yang sudah diberikannya pada namja pujaannya itu jatuh begitu saja dibawah kakinya. Sedang Kyuhyun -sang pelaku penjatuhan makanan itu hanya melirik makanan dibawah sana dengan tidak perduli.
"Kau harus lebih berhati-hati Noona.-" Kyuhyun menjeda kalimatnya dan beralih pada Changmin disebelahnya. "-dan Kau Chwang! Berhentilah membuatku kesal!" Kedua alis Changmin menaut hampir menjadi satu melihat tingkah aneh Kyuhyun yang kini sudah meninggalkannya. Kesalahan apa lagi yang dilakukannya sekarang, uh?
"Maafkan Kyuhyun, nde." Ucap Changmin pada Yeoja didepannya sebelum akhirnya mengejar Kyuhyun yang sudah jauh menuju kelasnya. Dan Yeoja itu tidak punya pilihan selain mengangguk saat namja pujaannya itu berkata padanya dengan tatapan yang-
"Tatapan yang mematikan." Gumamnya pelan.
.
..
.
"Kyu~ kenapa kau meninggalkanku, eh?" namja manis itu menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan, hanya berusaha untuk menekan semua kekesalannya pagi ini.
Seorang lainnya, alias Changmin memilih menarik satu kursi untuknya dan mendudukinya disamping Kyuhyun. Melihat bagaimana pria manis itu sibuk dengan PSP hitam yang ditangannya, kalau boleh Changmin ingin menukar dirinya dengan benda itu agar Kyuhyun mau memperhatikannya.
"Apa yang membuatmu kesal pagi ini? Kesalahan apa yang aku lakukan?"
Namja itu sedang bersikap sangat gentle, Ia hanya tidak ingin melihat namja yang dicintainya itu merasa begitu terganggu dengan dirinya. Ia tidak suka ketika Kyuhyun terus mendinginkannya, setidaknya Ia harus tahu kenapa namja manis itu terlihat kesal pagi ini.
"Kau dan semua pengaggummu itu. Kalian membuatku kesal." Tanpa sadar Kyuhyun terus menekan dengan kasar tombol-tombol pada PSP kesayangannya.
"Tapi aku tidak tahu apa kesalahanku, Kyu. Kau kesal karna apa?"
Psp malang itu terbanting begitu saja diatas meja sang pemilik ketika tangan itu memutuskan untuk berhenti bermain. Kyuhyun mengigit bibir bawahnya dan menatap Changmin dengan caramel eyes miliknya. Sekuat tenaga mengabaikan sebuah perasaan kesal yang semakin melingkupi perasaannya ketika mengingat kejadian dikoridor tadi. Ia menarik nafasnya dalam-dalam.
"A-aku tidak suka Changmin-ah. Aku… aku tidak menyukainya." Suara itu terdengar lebih pelan dari sebelumnya, namun Changmin cukup mampu untuk mendengar suara lembut yang seperti menyayat perasaannya itu.
"Apa yang kau tidak suka?"
"Kau."
Deg
"Kyu, aku-"
"Aku tidak suka ketika kau mengabaikanku, aku tidak suka kau yang tersenyum kepada mereka, aku tidak suka kau yang memperhatikan mereka, aku tidak suka kau ketika kau menerima semua pemberian mereka, aku tidak suka melihat kau begitu dekat dengan yeoja itu Min! Aku tidak menyukainya!"
Changmin terpaku pada posisinya, sedang Kyuhyun masih terlihat mengatur nafasnya yang menderu setelah berkata sebegitu panjangnya tanpa jeda sedikitpun. Beruntung kelas belum begitu ramai, hanya ada beberapa siswa yang sekarang terlihat memilih meninggalkan kelas dan memberi waktu pada pasangan itu untuk berdua.
"A-apa kau tengah c-ce-cemburu, K-kyu?" namja tampan itu merutuki pemikirannya dan juga mulutnya yang seenaknya berkata seperti itu. Tidak pernsh terfikirkan oleh Changmin kalau Kyuhyun akan seperti orang yang sedang dilanda cemburu. Kyuhyun cemburu, yang benar saj-
"YA! Kau puas! Aku cemburu!"
Mata bamby Changmin membulat, sepertinya Ia barus saja mendengar kata cemburu keluar dari bibir tipis yang memabukan itu –jika Ia tidak salah dengar, "Kyu? Kau bilang apa?"
Plak
"Aww…" Changmin memekik ketika tangan Kyuhyun melayang memukul kepalanya dengan kencang. Tidak perduli jika namja dengan tinggi diatas rata-rata itu harus kembali tidak masuk sekolah esoknya.
"Dasar bodoh! Kau menyebalkan Min! Satu hari kau membuatku melambung dengan semua kata-katamu, dan hari berikutnya kau akan membuatku berfikir bahwa kau tidak sungguh-sungguh menyukaiku. Kau harus tahu seberapa menyebalkannya dirimu Jung Changmin!"
Kyuhyun tak berhenti mengoceh tentang seberapa kesalnya Ia terhadap Changmin. Sedangkan sang korban makian hanya terkekeh pelan dalam diamnya, Ia sudah sangat senang saat tahu Kyuhyun juga memiliki perasaan yang sama padanya. Kyuhyun juga mencintainya, satu pernyataan itu sudah cukup membuatnya tidak perduli dengan seribu ocehan-
"Kalau tau seperti itu, aku tidak mau jadi kekasihmu Jung!
-dari Kyuhyun.
Tunggu? Apa?
"Ya! Kyu. Apa yang kau katakan heh?"
"Apa?! Kau fikir ada kekasih yang suka saat kekasihnya memperhatikan yeoja atau namja lain? Tidak Chwang!"
Kini gantian Changmin yang harus menghela nafasnya melihat sisi lain dari Kyuhyunnya yang membuatnya menyesal. Tidak, Ia tidak menyesal karna Ia baru tahu bahwa Kyuhyun akan terlihat mengesalkan dan juga menggemaskan saat cemburu. Namun, Changmin sangat menyesal telah membuat namja manis itu terus memiliki keraguan akan cintanya.
Dengan perlahan kursi yang diduduki Changmin bergeser semakin dekat dengan kursi Kyuhyun. Namja manis itu tidak menolak ataupun menatap kesal lagi pada namja itu seperti yang dilakukannya kemarin-kemarin, Ia bahkan dengan sengaja menolehkan tubuhnya agar bisa melihat dengan jelas namja tampan itu. Huh, pada akhirnya Ia jatuh juga untuk tiang listrik menyebalkan ini.
"Hei, bukankah sudah kukatakan berulang kali bahwa aku hanya mencintaimu. Hanya karena aku memperhatikan mereka, para yeoja itu, bukan berarti jika aku akan melupakan cintaku, Baby Kyu.-" Changmin menjeda kalimatnya sebentar, "Maafkan aku karna membuatmu kesal. Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi." Cengiran bodoh khas seorang Jung Changmin membuat Kyuhyun mendengus, namun Ia tetap tersenyum bahkan sampai merona saat Changmin membereskan anak poni didahinya hingga mata mereka bertemu pandang.
"Apa kita benar-benar sepasang kekasih sekarang?"
"Tidak!"
"Kyu!"
Kyuhyun tertawa, "Kau bodoh Jung! Kau fikir aku punya pilihan untuk menolak cintamu?! Ck…"
"Kau menyebalkan, Kyu!"
"Mengacalah Minnie~"
Changmin berdecak, "Sebaiknya aku kembali kekelas sekarang, sampai jumpa jam istirahat Baby Kyu." Kyuhyun tersenyum dan mengangguk, bagaimanapun Ia suka saat Changmin mengganggunya saat istirahat.
'Cup'
Dan awal kelas ini diawali dengan kecupan lembut Changmin untuk Kyuhyun. Mengabaikan sang guru yang hanya bisa berdecak didepan pintu sana. Sepertinya mereka tidak sadar, karna perbuatan mereka ini, Eunhyuk –teman Kyuhyun- harus dengan susah payah melarang semua teman-temannya itu –termasuk sang guru- untuk memasuki kelas, dan dengan bodohnya mereka menuruti larangan Eunhyuk yang memberikan alasan bahwa mungkin Changmin akan marah karna mereka mengganggu kegiatannya dengan sang Kekasih.
.
.
;-;
.
.
The End
Thank You for Reading^^
Maaf untuk typo dan segala kesalahan lainnya..
