Disclaimer : punyaku punyaku punyaku!!! *narik barbie dari tangan anak tak berdosa*. Ayo tebak tenipuri punya siapa!
Summary : Akaya dan Marui kalah taruhan sama Niou, akibatnya mereka disuruh melakukan rencana busuk Niou. Rikkai fic, OOC, dah gitu aneh.. nyesel baca di tanggung sendiri loh~
Warning : berhubung lupa sama kelanjutannya, jadinya chapter ini ngaco! Ng... plus rape?? Berarti semustinya ratingnya naik dong?
Makasih teman-teman yang udah nge-review ^^ lov u all!! (harus love me back, awas kalo ngga! *keluarin Yukimura*)
"cip cip cip"
"hmmm...."
"cip cip cip cip!"
"ngh..!"
"CIIIIIIIIIIIIIIIIIPP!!"
"BERISIK!!"
Dengan indahnya sebuah bantal mendarat tepat di kepala burung tak bersalah yang dengan baik hatinya mau membangunkan seorang anak aneh yang sekarang matanya udah melek .
"akh! Bantal gua!" dengan frustasinya ia beranjak dari tempat tidur dan berusaha menyelamatkan bantal kesayangannya. Sebelum Marui melakukan bunuh diri 'tak' disengaja, terdengar suara manis dari luar kamarnya, tepatnya dari dapur di lantai bawah.
"Marui sayang kamu udah bangun ya?, ada kiriman buat kamu nih!!" teriak ibunya
"hah? Apa mah?" Marui teriak balik
"kiriman kue!!" kali ini dengan nada kesal, udah berkali-kali gitu loh dia teriak-teriak tapi kaga di gubris sama ni anak satu.
"ku..e? WAAAAAAY~ KUEEEE!!" dengan kecepatan 1cm/jam Marui lari dari kamarnya menuju dapur
"mana mah? mana mah?" dengan hati riang gembira marui memeluk ibunya tercintah (manisnya~) tapi bukan maksud sayang, Cuma mau ambil kuenya doang.
"tuh, disana. Tadi temenmu yang nganterin kesini"
Dengan ganasnya Marui langsung menyergap kotak coklat yang tergeletak di lantai dan membawa kotak tersebut ke kamarnya. Begitu sampai kamar, ia langsung membuka bungkusnya dengan penuh napsu birahi, ga sabar pengen makan kue. Hati berbunga-bunga begitu ia membuka pintu pertama namun saat melihat isinya, hatinya hancur berkeping-keping, hangus, berantakan, ilang tak bersisa (lebay~)
Yang dilihatnya bukanlah tumpukan makanan-makanan nan lezat dan halal melainkan seonggok (atau sebiji?) baju belel. Isi Cuma se'emprit tapi kotaknya gede.. atau kotaknya gede tapi isinya Cuma se'emprit? Dengan hati masih sedih, Marui mengangkat baju tak layak pakai tersebut. Dan ternyata sodara-sodara, baju tersebut adalah daster bekas yang udah lusuh punya mak-mak berwarna pink (yang cucok abis sama rambutnya) bermotif macan tutul trus ada rumbai-rumbai di bawahnya. Maksud dari motif macan tutul disini adalah gambar macan mangap di sekeliling baju, end ow may gaud it's so cooooool!!!
"masyallah.. apa-apan inih!! Baju Inul Burungdara ko bisa ada di sini?!!" teriak Marui. Pas lagi menggoncang-goncangkan tuh baju keren, sebuah kertas menyelip keluar dan jatuh di samping Marui. Cowo yang lagi nangis tersedu-sedu tersebut mengambil dan membaca isinya yang berupa :
dear Marui
di pake yuah bajunya (kalo ngga, gua sebarin poto lu lagi *piiiiiiiiiip* sama Jirou!)
jyaa na~
-dari temanmu yang aujubileh keren abiisss-
Marui meremas kertas tersebut setelah membaca dengan penuh asmara yang membara.. maksudnya amarah yang membara, apalagi setelah mengingat taruhan mereka (rencana Niou).
"Niou... kurang ajyaaaar!!!"
~3~ Rumah Akaya ~3~
"syalalalalalalala senangnya dapet kado dari fans~" Akaya bersiul-siul ria sambil membuka kotak berbungkus kado gambar lope lope.
Berharap isinya mainan, Akaya pun menambah kecepatan dalam membuka kotak tersebut. Saat terbuka dan melihat isinya bukan seperti yang diharapkan, wajahnya berubah -180 derajat. Tapi berhubung namanya juga pemberian orang, Akaya nerimo-nerimo saja. Pas di angkat, alangkah kagetnya ia melihat sepasang celana dan baju lusuh udah rombeng ga jelas.
"hah? Ko baju emang emang ada di sini sih? Salah kirim apa ya?" namun setelah diperiksa ulang, emang kaga ada barang lain di kotak tersebut Cuma ada secarik kertas putih dengan tulisan amburadul, Beginilah isinya :
Pagi bocah gendeng~
Ni baju gua sengaja beliin spesial buat kamyu, harus di pake loh buat pertemuan kita nanti. Okeh?
-dari senpaimu yang ganteng gila!-
'heh? senpai yang ganteng? Emang ada? Kalo gila sih ada' pikir Akaya, mulutnya manggut-manggut. 'Siapa lagi yang gila kalo bukan Niou senpai'
Ditatapnya lagi baju di depannnya, diperhatikan bolongan-bolongan kecil di baju dan celananya, tidak lupa betapa lusuh dan kusutnya kedua kain tersebut. "keren juga nih baju" gumam Akaya senyum aneh tersungging di bibirnya.
~3~ Tempat yang dijanjikan ~3~
Tepat jam 9 di Halte bis Rikkai, berdiri seorang cowok tinggi berambut silver, memakai baju putih bergambar 'kotoran' ditutupi dengan jaket ijo dan celana baggy abu-abu. Wajahnya tampaknya berseri-seri udah kayak model iklan PONDS.
"senpaaaaai!!" panggil seseorang dari arah kanan cowo berambut silver tersebut
"Akaya?" Niou mengerutkan dahinya, mencari tahu siapa yang memanggilnya. Dan memang benar yang datang adalah Akaya dengan kostum pemberian Niou, berlari dengan semangat bak anjing pudel.
"kagak telat kan pai?" tanya Akaya begitu sampai ke tempat Niou
"gak..." jawab Niou, tapi matanya kagak menatap mata Akaya melainkan ngeliat pakaian yang di pake Akaya.
"ternyata emang cocok.." gumam Niou dengan nada bangga
"heh? iya dong! Siapa dulu yang make" ujar Akaya seneng, kaga nyadar kalo tu baju bikin dia kaya gembel yang udah 100 tahun ga mandi!
"trus mana nih si Gendut? Awas aja kalo dia ga dateng.."
"ow ya ya, Marui senpai belum keliatan" Akaya langsung celingak celinguk cari bundelan rambut pink. Berkat 'kerja keras' (pedahal Cuma diem di tempat) Akaya dalam mencari senpainya, ia menemukan sesuatu yang aneh di balik rerumputan.
"Niou senpai.. itu apa ya pink-pink gitu..??" tanya Akaya. Tangan kirinya tarik-tarik jaket Niou, sedangkan tangan kanannya menunjuk ke arah sesuatu-yang-aneh-di-balik-rerumputan.
"heh? mana?"
"ntu tuh pai , yang ntu!" kali ini dengan sopannya, Akaya menyundulkan kepala senpainya biar lebih keliatan (omg! That's not sopan Akaya..)
"eh bujug lu!! Gua tampol juga lu!" Niou dengan garangnya menampol jidat Akaya sampe-sampe jidatnya merah merona bak mawar melati semuanya indah..
"sakit senpai..." rengek Akaya sambil mengusap-usap jidatnya namun tak keluar sebuah Jin (ya iyalah mangnya Aladin?)
Niou menghiraukan rengekan Akaya, ia kembali mencari-cari 'pink-pink' yang dimaksud Akaya. Setelah beberapa detik kemudian, Niou pun menyadari adanya keganjalan pada rerumputan yang berjarak 1 km dari tempatnya berdiri.
"apaan tuh? Pink-pink ga jelas" gumam Niou. setelah berpikir 1100 detik, Niou pun menyadari apa benda tersebut dan menyengir saudara saudara! Dengan gagah berani seperti pahlawan pahlawan di film HOLYWOOD, Niou pun mendekati sesuatu-yang-aneh-di-balik-rerumputan, diikuti dengan Akaya yang masih ngusep-usep jidat tak bersalahnya.
Sesampainya di tempat tersebut, tampaklah Marui sedang tengkurep kaya kura-kura nungging, make jaket warna oranye plus celana jeans. Niou menatap Marui sambil nyengir, terus nendang punggungnya sampe-sampe tiguling (apa sih bahasa indonesianya?).
"itai!" rintih Marui yang berusaha buat duduk sambil ngelus-ngelus punggungnya yang bekas di tendang
"Pagi gendut!" sapa Niou dengan senyum jailnya, puas banget bisa nendang orang pagi-pagi.
"ah! Marui senpai!! Met pagi!" sapa Akaya, terjun ke arah Marui dan langsung memeluk senpainya tersebut
"Wakz!! Ngapain lu bocah, berat tau!" ujar Marui yang ga segan-segan neke kepala tu bocah
"ehehehehe habis senpai lucu sih pake baju pink, ada gambar macannya lagi!"
"eh?" Marui yang menyadari kalo bajunya keliatan, langsung nutupin pake jaketnya. Tapi baju pinknya ga luput dari pandangan Niou, wong tuh baju ukurannya panjang ampe lutut. Dengan sigap Niou menahan Marui untuk menutup jaketnya.
"apaan sih Niou, ngagetin gua aja" ujar Marui kekeh nutupin bajunya
"coba kulihat bajumu" ucap Niou dengan nada seduktif, tangannya masih nempel di jaket Marui
"iya senpai, aku juga mau liat!!" Akaya ikut nimbrung
"WAAAAA!! GA BOLEH GA BOLEH!!" teriak Marui
"ayolaaaaah~ kulihat tadi bajunya bagus" kata Niou iseng, dia tau kalau yang di pake Marui itu, baju yang dia kirim tadi pagi ke rumah Marui.
"ngga!! Jelek banget!! Lu bakalan nyesel kalo ngeliat ni baju!!" Marui bersikeras meyakinkan mereka
Niou yang emang otaknya ga pernah bener langsung saja berniat mengambil langkah selanjutnya yaitu MEMBUKA PAKSA BAJU MARUI!!! 'gila, gua tuh udah ganteng, pinter pula!' pikir Niou sambil nyeringai iblis.
"Akaya! Ayo kita buka bajunya!!" ajak Niou semangat
"OOOOOSSSHH!!" Akaya pun jadi ikut semangat, napas pun jadi menggebu-gebu kaya sinetron Deru Debu.
Langsung saja tanpa busa basi lagi, Niou dan Akaya beraksi untuk melucuti baju Marui. Sebenernya Cuma jaketnya doang yang mau di buka, ga sampe semuanya.
"eh bujug dah! Kalian mau ngapain?!!" protes Marui, sambil meluk badannya, takut 'diapa-apain' sama dua temannya yang udah ilang akal.
"khukhukhukhu.. Akaya kamu tahan bagian atas, biar gua yang buka jaketnya" suruh Niou
"siiip senpai!" dengan sigap, Akaya yang lagi jongkok di belakang Marui langsung aja nahan kedua tangan senpai di depannya tersebut.
"A-Akaya?! Lepasin!! Lepasin ga!" titah Marui sambil meronta-ronta tapi Akaya nggak ngegubris sama sekali
Niou pun segera membuka jaket Marui tanpa babibu, memperlihatkan dengan jelas daster berwarna pink dengan corak Macan memenuhi kainnya tidak lupa rumbai-rumbai di bawahnya. Marui yang malu gara-gara bajunya terlihat, langsung membalikkan badannya, sayangnya niatnya tidak berjalan mulus soalnya Niou menahan badannya dengan kuat bikin Marui ga bisa bergerak bebas.
"SUKEBEEE!!!" teriak Marui, teriakannya mampu membuat seorang Niou menutup mulut Marui dengan tangannya.
"ssst... ntar gua dikira pemerkosa dodol!"
"jadi kita mau perkosa Marui senpai?" tanya Akaya dengan lugunya
Marui yang mendengar pertanyaan Akaya pun langsung aja bergerak dengan ganasnya, berharap temen-temennya yang dah bener-bener gila ngelepasin tangan mereka.
"ya nggaklah dududz!! Ngapain juga gua merkosa ni orang, mending gua sama Yagyuu dah" ujar Niou, pengen nempeleng kepala Akaya tapi ga bisa, gara-gara tangannya harus nahan badan dan mulut Marui. Dan baru kali ini Marui benar-benar tenang mendengar omongan Niou.
"mm... kayaknya ada yang aneh deh..." gumam Niou sambil memperhatikan Marui dari atas sampei bawah
"ng... celananya?" tebak Akaya ngasal
"Mak Inang!! Akaya! Sejak kapan lu pinter? Ayo kita lucutin celananya hehehehe..." dan Niou segera beraksi
"WAAAAA!! Niou jangan sentuh-sentuh sembarangan!!"
SETAN!! Niou bener-bener setan!! Pikir Marui sambil meronta-ronta yang kesekian kalinya. Dalam perjalanan Niou untuk membuka celana Marui penuh rintangan, ada tendangan lah, badan ga bisa diemlah, celana susah dibukalah, ada-ada aja. Namun berkat kesabaran hati Niou, celana tersebut pun akhirnya berhasil di plorotin. Betapa bangganya hati Niou dan Akaya (knapa Akaya juga bangga??).
"yakz! Operasi berjalan lancar! Akaya kamu boleh ngelepas tangan Marui"
"oke!"ujar Akaya sambil melepas genggamannya pada tangan Marui
Marui yang abis di 'perkaos' (pedahal mah ngga) diem sejuta bahasa. Ia memeluk badannya trauma sama perbuatan 'keji' kedua temannya. Kalau dilihat sama orang awam ataupun yang ga tau persis kejadiannya, Marui tuh bener-bener kaya di 'perkaos', rambutnya acak-acakan, badannya lemes tak berdaya, trus bajunya ngangkat gitu sampe memperlihatkan paha mulusnya, aduhai pisanlah~
"huuu... aku sudah tidak suci lagi..." gumam Marui sedih
"ya elah lebay lu! Kagak di apa-apain juga. Ayo bangun!" Ujar Niou tanpa rasa bersalah secuilpun
"parah lu Niou, gua dah ga bisa nikah nih!" kata Marui yang dibantu bangun sama Akaya
"lu bener-bener mau ga bisa nikah lagi? Gua bantu sekarang juga..." Tawar Niou yang udah kesel sama bacotannya Marui
"hah! Emoh! Gua udah punya Jirou gitu loh! Hush hush!"
"ahahahaha... jadi Niou-senpai, gimana sama rencananya?" tanya Akaya, yang satu ini ga sabar banget ngejalanin rencana Niou, beda banget sama Marui yang dari tadi udah mau kabur.
"bentar, gua ambil schedulnya" Niou mengodok-odok kantong celananya, mencari kertas berisi jadwal untuk hari ini
"heh? jangan bilang kita bakalan ngelakuin rencana lu seharian?" tebak Marui, bulu kuduknya merinding memikirkan apa yang bakalan terjadi sama dia.
"sabar ndo sabar..."
Tak lama kemudian akhirnya Niou berhasil mengambil kertasnya dan membukanya.
"nih, ini yang harus kalian lakukan hari ini" kata Niou sambil memperlihatkan kertasnya pada Marui dan Akaya
"HAAAAAH!??"
~to be kontinyu~
Syalalalalalala saya stress jadi ceritanya pun ikut stress. Hampir aja ni fic berubah jadi rating M! Haduh... mau jadi apa saya..? gara-gara kebanyakan baca komik Yaoi nih jadinya ni tangan maunya ngetik cerita yang berbau lemon. Mana pas kemaren udah di post ternyata banyak yang salah pula, jadi harus di delete en di ketik ulang TxT
Anywaw, thanks udah ngebaca dan ngeriview fic indang.
Doakan aku biar cepet nge-update yua ^3^
