Sebelumnya, terima kasih untuk Sepicis a.k.a Sp-Cs, Fuyuri Shimizu dan Detective Naoto untuk reviewnya, saya benar-benar terharu. Hiks... (Untuk Naoto-san, ini sesuai dengan permintaan anda, Junpei X Chidori)

Warning : Mengandung OC, OOC, typo, dan kawan-kawannya. Serta beberapa nama dari manga Naruto.

Disclaimer : Persona Series milik ATLUS, Naruto milik Masashi Kishimoto, Shonen Jump milik Shueisha


Persona Series

Keluarga Punya Cerita

Cerita 2 : Naming Sense

Pairing : Iori Junpei X Yoshino Chidori


Siang itu, seorang pria berjanggut yang memiliki nama Iori Junpei sedang menikmati hari istirahatnya dari setumpuk pekerjaan kantor di depan televisi rumahnya, bermain game yang bernama Persona 4: The Ultimate In Mayonaka Arena. Istrinya yang berambut panjang dengan warna semerah api, Iori Chidori, keluar dari kamar tidurnya, perutnya terlihat membesar karena kehamilannya yang sudah menginjak usia 8 bulan. Melihat suaminya yang tengah asyik bermain game, Chidori hanya bisa menghela napas panjang, membuat sang suami menyadari keberadaannya.

"Ah, Chidorin sudah bangun?" Ucap Junpei sambil menaruh stik konsol gamenya dan menghampiri istrinya yang baru saja menutup pintu kamar. "Kamu tidak apa-apa?"

Chidori mengangguk pelan, senyum manis perlahan menghiasi wajahnya karena mengetahui perhatian suaminya. "Aku tidak apa-apa, Junpei. Memangnya aku terlihat sakit?"

Si pria berjanggut menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aku hanya khawatir dengan kondisimu yang sedang hamil." Ucapnya malu. "Apa tidak boleh?"

Sang istri terkagum menyadari perubahan suaminya. "Kamu makin dewasa, Junpei." Ucapnya sambil tersenyum. "Ternyata pilihanku untuk mencintai dan menikah denganmu memang tidak salah." Perkataannya membuat wajah Junpei memanas dan mulai memerah.

"Ahaha… Chidorin bisa saja…" Kata Junpei, berusaha menutupi rasa malunya dengan tertawa kecil. "Ayo sini, aku antar duduk di sofa."

"Aku bisa sendiri, Jun- Aduh!" Perkataan Chidori terpotong karena rasa sakit yang dirasakan di bagian perutnya yang tengah membesar.

Junpei mendadak panik karenanya. "Chidorin, kamu tidak apa-apa?! Bagian mana yang sakit?! Apa kita perlu ke rumah sakit sekarang?! Apa mungkin akan keluar sekarang?! Bukannya kata dokter masih 4 minggu lagi?! A-" Chidori menghentikan Junpei yang panik dengan meletakkan telunjuk kanannya ke bibir suaminya itu.

Dengan tersenyum kecil, Chidori berkata, "Aku tidak apa-apa, Junpei. Tadi sepertinya dia menendangku."

"O-oh…" Junpei langsung terlihat lega. "Tidak sabar bertemu ayah dan ibumu, jagoan kecil?" Ucapnya sambil mengelus perut istrinya. "Sebaiknya kita ke sofa, Chidorin. Aku tidak mau kamu kelelahan." Junpei melanjutkan kembali mengantar istrinya menuju ruang tengah.

Setelah sampai di ruang tengah dan duduk di sofa, Junpei kembali mengelus perut istrinya. "Junpei, kamu punya ide untuk nama anak kita nanti?" Tanya Chidori.

"Hmm…" Junpei terlihat berpikir sejenak. "Bagaimana… kalau…

.

.

.

Rasengan?"

.

.

.

DRRRRRTTT!

"GYAAAAA!"

Junpei langsung di-chidori Chidori dengan stungun yang muncul entah dari mana. "Junpei…" Wajah Chidori terlihat sedikit marah karena jawaban suaminya.

"M-maaf, Chidorin. Tadi aku hanya bercanda…" Ucap Junpei yang kini terlihat seperti daging setengah matang. "Aku sendiri bingung menentukan namanya…."

Chidori kesal, bibirnya terlihat mengerucut. "Makanya jangan kebanyakan baca Shonen Jump…"

Junpei hanya tertawa kecil mendengarnya. "Memangnya gender anak kita nanti laki-laki atau perempuan?"

"Aku sengaja tidak melakukan USG waktu ke rumah sakit beberapa minggu lalu." Tutur Chidori yang kini sudah terlihat melunak. "Agar bisa menjadi kejutan untuk kita berdua." Lanjutnya, senyum manis kembali menghiasi wajahnya. "Memangnya Junpei maunya laki-laki atau perempuan?"

"Dua-duanya juga boleh… Bagaimana kalau kembar?"

"Kembar? Sepertinya lucu juga kalau kita punya anak kembar…" Ucap Chidori sambil membayangkannya dan sedikit tertawa geli.

"Ah! Aku dapat ide untuk nama anak kita nanti! Untuk yang laki-laki dan perempuan!" Kata si suami bangga.

"Apa itu, Junpei?"

.

.

.

"Jiraiya dan Tsunade."

.

.

.

DRRRRRTTT!

"GYAAAAAA! AMPUN CHIDORIN!"

Junpei pun kembali di-chidori Chidori dengan stungun yang muncul lagi entah dari mana. Dan jadilah Junpei Well-Done.


Cerita 2

Fin


A.N :

Cerita 2 Done!

Inspirasi pembuatan cerita kali ini berasal dari saudara saya yang hamil tua (sekarang sudah melahirkan anaknya dengan normal, Alhamdulilllah…).

Menjawab pertanyaan Naoto-san di reviewnya, untuk yang pairing Persona 4 saya belum dapat ide sama sekali untuk ceritanya. Mungkin ada yang bersedia membantu? Hehehe...

Terima kasih untuk para reader karena telah menyempatkan diri untuk membaca fanfic yang tergolong OOC bin gaje ini.

Semoga reader sekalian puas dan bersedia memberi saya masukan berupa review atau flame (kalau bisa flame yang bersifat membangun).

Saya juga mengucapkan selamat menjelang tahun baru 2013 untuk para reader dan author seantero FFN.

Terima kasih.