STARLIGHT

.

Disclaimer: Naruto © Kishimoto Masashi

Warning: OOC, typo(s), AU | Genre: Humor, Romance, Family, Drama | Rated: T | Main Pairing: Uchiha Sasuke and Haruno Sakura | Original Character: Uchiha Hikari | Dedicated: Uchizuki RirinIin

.o.O.o.

Kelahiran cahaya bintang membuat hari-hari pohon Sakura senang dan bahagia. Biarpun malam yang dingin terus mengusiknya. Hanya cahaya bintang yang terus menemaninya.

Dua tahun kemudian, anak perempuan merupakan buah hati Uchiha Sasuke dan Uchiha Sakura tumbuh besar. Tumbuh besar karena tinggal dengan ayah dan juga tinggal dengan ibu. Kok dua-duanya agak berbeda? Apa maksudnya?

Bagaimana tidak, sang ayah jarang pulang karena terlalu sibuk. Sibuknya terus menerus di kantor atau dinas ke luar kota, jarang ada di rumah. Itupun si ayah sering menelepon untuk tahu perkembangan buah hatinya lewat ibu, bukan istrinya.

Jadi, si kecil ini selalu dibawa ke sana kemari oleh ayah lalu ke ibu. Tentu saja, si kecil yang baru berusia 3 tahun. Setiap tahun, setiap bulan, setiap minggu, dan setiap hari, pasti akan berada di tangan sang ibu atau sang ayah. Inilah yang membuat si kecil benci diatur ke sana kemari tanpa meminta persetujuan.

Well, si kecil bernama Uchiha Hikari, yang sekarang berperawakkan keras, dingin, cuek, dan super super pintar. Hanya mau bersama sang ibu ketimbang sang ayah. Sang ayah fine fine saja, asalkan tidak mengganggu pekerjaan. Hikari hanya mau bersifat lembut kepada ibunya saja. Tapi, beda dengan sifat Hikari yang lama kelamaan dingin dan dikagumi oleh banyak orang karena dirinya cantik.

Hikari saat ini berusia lima tahun. Saat masuk Taman Kanak-Kanak di salah satu sekolah ternama di kota Tokyo. Hikari sudah dikagumi banyak orang. Baru beberapa hari masuk, gadis berambut merah muda beriris mata hitam, kaya, dan sangat dimanja oleh kedua kakek dan nenek apalagi paman-paman dan bibi-bibinya. Bagaimanapun juga, Hikari adalah manusia biasa.

Di hari pertama Hikari masuk sekolah Taman Kanak-Kanak, Sakura mengantarnya tanpa ada Sasuke di sampingnya. Semua mata tertuju pada dua orang perempuan cantik. Ada aura keluarga kaya terpandang di sekitarnya. Hal itu membuat tidak ada seorang pun yang boleh menghancurkan, mengejek, ataupun menghina mereka.

Sakura merapikan pakaian sekolah Hikari, "Nah, Hikari. Mulai sekarang, Hikari sudah jadi murid Taman Kanak- Kanak. Jadi, belajar yang rajin, ya."

Hikari pandang wajah pucat Sakura, memegang pipi Sakura lembut. "Ibu sakit, ya? Apa ibu sudah makan?"

Sakura rapikan topi kecil, mengelus pergelangan tangan. "Tidak. Ibu tidak apa-apa."

"Apa ayah belum pulang dari New York?" tanya si kecil Hikari. Tatapan tajam membuat Sakura tidak berdaya. "Katakanlah, Bu. Apa ayah tidak akan pulang lagi?"

"Tenang saja. Ayah pasti pulang. Karena ayah mau bertemu Hikari," Sakura terpaksa tersenyum. Mata anak kecil boleh dibohongi, tapi hati tidak. Rasa sedih dirasakan ibunya sangat diketahui oleh Hikari. Hikari punya rasa sedih dan tidak senang kalau ibunya begitu. "Masuklah. Ibu akan menjemputmu lima jam kemudian."

Hikari terpaku di sudut pintu masuk. Sakura berdiri tegak, dan berjalan pulang. Hikari murung. Anak perempuan berusia lima tahun ini masuk ke dalam sekolah. Di sana ada guru belum dikenalnya, Hyuuga Hinata. Wanita berusia 28 tahun sama seperti usia ibunya. Hikari meletakkan tas di gantungan, duduk di samping Misa Yamanaka, anak perempuan berusia sama dengannya. Anak teman Sakura, Yamanaka Ino. Ayahnya telah meninggal saat Misa berusia 2 tahun, jadi Misa jarang terbuka pada semua orang kecuali Hikari.

"Selamat pagi, Hikari!" sapa Misa duduk di samping Hikari. "Bagaimana keadaanmu?"

"Aku baik-baik saja. Bagaimana kabarmu? Apa ayah barumu itu selalu mengganggumu?" tanya Hikari.

Misa menggeleng. "Aku tidak mau bertemu dengan dia. Aku tidak mau anggap dia ayahku!"

Tidak ada percakapan lagi. Yang terdengar adalah sayup kelas. Saat semua murid-murid masuk semua, wanita berambut biru menyapa seisi kelas. "Selamat datang di Taman Kanak-Kanak Konoha, anak-anak. Perkenalkan nama saya, Hyuuga Hinata. Wali kelas kalian. Semoga kita bisa berteman dengan baik."

"Iya, Bu!" teriak serempak anak-anak.

Hinata tersenyum. "Bagaimana kalau kita memulai perkenalan terlebih dahulu?" Hinata bingung memilih siapa, jadi acara tersebut dimulai melalui Hikari. "Kalau Uchiha Hikari duluan, bagaimana?"

Banyak rasa penasaran di seisi kelas. Mereka ingin tahu siapa Hikari, Uchiha Hikari. Gadis kecil yang sifatnya dingin dan pintar dalam segala hal karena banyak orang mendidik dia dengan baik. Sampai-sampai, tidak ada satupun yang bisa mengajar dia.

Hikari bangkit, menuju depan. Hikari berbalik. Ekspresi wajahnya datar dan aura dingin menyelimuti ruangan. Mau tidak mau, anak-anak kelas harus diam sambil mendengarkan. "Perkenalkan, nama saya Uchiha Hikari. Panggil saya, Hikari saja. Saya anak dari Uchiha Sasuke dan Uchiha Sakura. Saya berharap saya bisa berteman dengan kalian."

Hinata bertepuk tangan pada kesopanan Hikari, "Kamu sungguh hebat, Hikari! Kembalilah ke tempat dudukmu." Hinata melihat Hikari kembali ke bangku. "Nah, siapa lagi?" Misa mengangkat tangan. "Ya, Yamanaka Misa. Silakan naik."

Misa naik dan berbicara lembut selayaknya keluarga terpandang. "Perkenalkan nama saya, Yamanaka Misa. Saya ingin berteman dengan kalian semua. Semoga kita bisa berteman baik di tahun ajaran ini."

Hinata sungguh kagum pada kedua murid-muridnya. Pintar, bicaranya sopan, dan selalu membuat orang-orang tidak bisa buka mulut. Sempurna. "Nah, kembalilah ke tempat dudukmu, sayang."

Acara perkenalan telah menghabiskan waktu satu jam. Ada dari keluarga konglomerat, sederhana tapi kaya, kaya tapi jarang memperlihatkan kekayaannya.


STOP!

Kok? Di atas memperlihatkan siapa murid-murid yang kaya raya, ya? Sepertinya lebih baik dipotong acara perkenalannya dan beralih di mana tempat Sasuke di luar negeri yaitu Hong Kong. Di sana tidak ada menyangka kalau Karin Haruno akan bekerja sama dengan Sasuke untuk menggabungkan dua perusahaan Haruno dan Uchiha.

Mereka sedang rapat untuk pengadaan proyek, proyeknya berada di Hong Kong. Sebagai perwakilan keluarga Haruno, Karin sengaja ikut dengan Naruto dan sepupu-sepupu Sakura lainnya. Alasannya tentu dekat dengan Sasuke. Tidak tahu kenapa, dulu Karin tidak menyukai Sasuke yang dingin dan sombong. Tapi, setelah beberapa tahun, Karin mengenal Sasuke lebih dari Sakura mengenal Sasuke.

Di sini, di perusahaan di Hong Kong, Karin mendekatkan dirinya untuk mendekati Sasuke. Sasuke awalnya tidak mau. Setelah beberapa saat, Sasuke mau dekat-dekat dengan Karin walaupun terpaksa.

"Kenapa Sasuke dekat dengan Karin?" sidik Kiba mengamati kedekatan dua orang tersebut di ujung meja. Kiba berbisik kepada Naruto, Gaara, Shino, dan Kankurou di sampingnya, "Apa Karin tidak tahu kalau Sasuke adalah suami Sakura sekaligus adik ipar Karin?"

"Ada alasan kenapa Karin melakukan itu, Kiba." Gaara tidak menatap Kiba sambil mengetik di laptop. "Sepertinya Karin sudah menyukai Sasuke dari awal. Itu kecurigaanku."

"Mana mungkin," Naruto mengayunkan tangan, menggeleng.

"Bisa jadi, 'kan." Kiba berbisik lagi, mengusap-usap dagu. Dilirik kembali Sasuke dekati Karin dalam waktu jarak dekat. "Lebih baik diantara kita harus menghentikan tingkah Karin itu sebelum Sakura melihatnya. Bagaimana?"

Naruto, Kankurou, Shino dan Gaara melihat keakraban itu, mengangguk pelan. Akhirnya Naruto berdiri, menghampiri Sasuke dan Karin. Naruto duduk di samping Sasuke, sedangkan Karin hanya terlongo melihat tingkah Naruto tiba-tiba datang dan merusak suasana.

"Kenapa kamu ada di sini, Naruto?" tanya Karin mengangkat alis. Gadis berambut merah ini paling tidak suka ada mengganggu kehidupannya.

"Aku mau membicarakan sesuatu pada Sasuke," kata Naruto tidak mau melihat Karin. Tatapannya tertuju pada Sasuke. "Apa kamu punya waktu luang nanti malam ini, Sasuke? Aku ingin mengajakmu makan malam bersama Shino, Kankurou, Gaara, Kiba dan Shikamaru begitu juga dengan Temari dan Tenten."

"Apa?" Karin melepaskan keterkejutannya. "Kamu ingin ajak Sasuke dan tidak mengajakku? Kalian itu adalah sepupuku juga, tahu!"

"Aku tidak bilang tidak mengajakmu, 'kan? Kalau kamu mau, aku sekalian mengajakmu," jawab Naruto dengan tampang tidak bersalah.

"Tidak usah melakukannya. Aku juga tidak mau pergi!" Karin bangkit dari kursi dan keluar ruangan. Bisa dilihat, Kiba, Kankurou, Shino, dan Gaara melirik tingkah Karin kesal. Sasuke tidak mengejar Karin dan hanya berbicara dengan Naruto saja. Sasuke sebenarnya tidak terlalu tertarik pada perempuan lain, hanya Sakura seorang. Apalagi Sasuke memiliki anak perempuan yang lebih manis dari Karin.

"Jadi, kita akan memulai rapat ini?" Gaara memulai rapat tersebut tanpa ada Karin. Bukankah masih ada wakil Haruno selain Karin seorang? Masih ada Naruto, Kiba, Gaara, dan Kankurou yang merupakan sepupu-sepupu Sakura.

Di luar Karin mengepalkan tinju dan berwajah masam. Akhirnya Karin meninggalkan perusahaan itu dengan keadaan kacau balau.


Beda dengan Sakura yang duduk di cafe dekat Taman Kanak-Kanak Hikari, Sakura melamun sambil berpangku tangan. Tatapan matanya kosong. Dilihatnya sebuah cangkir kopi susu hangat di meja di depannya. Dan Sakura tidak tahu kalau ada orang di depannya yang merupakan sahabatnya sendiri.

"Sakura?" Wanita berambut pirang keemasan melambaikan tangan di depan wajah Sakura yang melamun. "Haloo... Sakura..." Wanita memiliki nama Yamanaka Ino ini menjentikkan jari agar Sakura kembali ke dunia nyata. "Sakura!"

Sakura terkejut dan kembali ke dunia nyata. "I-Ino? Aku ada di mana?"

"Hei, kamu melamun apa sih? Kita berada di cafe dan kita sudah ada di sini tadi saat kamu mengantar Hikari dan aku mengantar Misa. Ada apa denganmu?" Ino meneliti wajah Sakura yang sedih. "Apa kamu masih memikirkan Sasuke?"

"Ah... Aku..." Sakura merunduk.

Ino menyeruput kopi susu, memangku wajah dan meletakkan cangkir tersebut ke meja. Ino memandang mata Sakura, "Aku yakin hubunganmu dengan Sasuke akan berjalan baik. Sekarang 'kan Sasuke bersama sepupu-sepupumu di Hong Kong. Aku percaya kalau mereka pasti akan menjaga Sasuke dari wanita-wanita lain termasuk Karin."

Sakura kaget mendengar nama Karin. Sakura mengangkat wajahnya menatap Ino, "Apa maksudmu, Ino? Kenapa kak Karin di bawa-bawa?"

"Apa kamu tidak sadar, kalau Karin menyukai Sasuke dari awal? Biarpun, Karin tidak menunjukkan itu. Tapi, bisa dilihat dari gelagatnya." Ino menopang dagu memakai punggung tangan.

"Gelagatnya?" Sakura mengingat kejadian di mana Karin berusaha dekat dengan Sasuke biarpun ada Sakura di situ. Waktu acara kelahiran Hikari. Biarpun wajahnya tidak suka Sasuke, tapi bisa dlihat dari senyuman dan gelagatnya. Tingkahnya yang campur aduk membuat sepupu Sakura yaitu Temari mengerti dan memberitahukan ini pada Ino. "Aku pernah lihat kalau Karin berusaha tampil beda di hadapan Sasuke."

"Tuh, benar 'kan. Apa kubilang." Ino melihat jam tangan di pergelangan, dan memanggil supir untuk menjemput Hikari dan Misa. "Lebih baik kita jalan-jalan saja dulu untuk menenangkan pikiran. Kalau suami suka begitu untuk dipusingkan. Aku yakin Sasuke masih menyukaimu dan tidak ada wanita lain selain dirimu."

"Jangan bercanda. Itu buktinya dia menolakku setiap aku minta keluar. Dan alasan adalah pekerjaan."

"Bisa jadi kalau ini ada hubungannya dengan keluarga Uchiha," Ino kembali menyeruput kopi susu.

"Ke-kenapa?" tanya Sakura curiga dan penasaran.

"Bisa dilihat waktu acara pernikahanmu dengan Sasuke, keluarga Sasuke menghancurkan malam pertamamu biarpun kamu sudah melakukannya. Ini terbukti kalau keluarga Uchiha ingin menyatukan Sasuke dengan seseorang termasuk Karin dan ada satu orang lagi jika tidak berhasil," jelas Ino serius.

Sakura berusaha menenangkan diri. Amukan rasa di perasaan mengakibatkannya terguncang. Ingin rasanya Sakura pingsan dan berharap Sasuke akan datang menemuinya dan mengkhawatirkannya. Tapi, setiap kali mereka bertemu pasti ada halangan. Dan halangan itu adalah keluarga Uchiha.

Sebuah tangan mungil diletakkan di atas tangan Sakura. Ada rasa hangat dipancarkan tangan mungil di tangan dingin Sakura. Sakura tersentuh, dilirik siapa yang memegang tangannya. Sakura meneteskan air mata karena buah hati telah menentramkan hatinya.

"Hikari..." Sakura memandang Hikari. Gadis kecil berambut merah muda tersebut, memeluk Hikari. "Terima kasih, Hikari. Ibu senang bisa memilikimu. Kamu anak ibu yang paling baik."

Hikari mengusap-usap punggung Sakura yang lemah. "Selama Hikari hidup, Hikari akan selalu berada di samping Ibu. Hikari tidak akan meninggalkan ibu karena ibu yang telah melahirkan, merawat, dan membesarkan Hikari. Hikari juga akan melindungi ibu dari orang yang menyakiti Ibu. Dan Hikari juga akan membuat ayah kembali ke sisi ibu tanpa ada seorang pun yang merusaknya. Hikari janji."

Keduanya berpelukan. Hikari tidak menangis, tapi merasa sedih. Karena isi hati Hikari bisa merasakan hati sosok ibunya yaitu Sakura. Hikari berjanji tidak akan membuat sang ibu menangis.

"Terima kasih, sayang." Sakura melepaskan pelukannya. "Ibu berterima kasih padamu. Terima kasih sudah mau menemani ibu sampai sekarang."

Hikari tersenyum. Wajah lembutnya memang diperlihatkan hanya untuk Sakura seorang. Kalau di depan ayahnya, Hikari akan bertindak cuek seakan sengaja dilakukan. Dan Hikari akan menumpas serangga yang mendekati ayahnya.

Aduh, anak-anak kok bicara seperti itu? Kebanyakan anak-anak tidak ingin orangtua mereka bercerai, jadi harus ada senjata jitu buat sang orangtua tidak bercerai. Alasannya menghentikan rencana tersebut dan kembali menyatukannya.

To Be Continued...

.o.O.o.

A/N: Chapter depan memang agak panjang. Ini baru permulaan. Dan chapter depan akan menjadi suatu permulaan di mana anak Sasuke dan Sakura datang ke Hong Kong buat liburan keluarga. Haha...

Saatnya balas review... (Biarpun sedikit review, 'kan masih tetap nulis. Hoho...)

Run-a-Run: Iya, pilihan kata memang agak bagaimana ya... ==a #bingung. Iya, alurnya sengaja kecepatan sih. dan minim deskrip. Mungkin bakal susah deh... waktu saya terbatas dan humornya juga sedang dipelajari #maksudnya? saya akan buat chapter satu lebih bagus.. sebelum saya update chapter 3 di bulan ini.
Uchizuki RirinIin: sudah dikabulkan kok. dan tidak akan pernah ingkar janji. kalau diri sendiri, mungkin tidak ya? #plakplak.. tidak usah dipikirkan... :))

Nah, terima kasih sudah membaca :)

Love and Hug,

Sunny Blue February (SmileUpSunny)

Date: Makassar, 01/12/2013

Review... Please.. :o