Disclaimer : Belongs to Masashi Kishimoto

Genre : Romance

Rate : T

Warnings : AU, maybe contain a little bit OOC n typo

PERFECT LOVE

"Ino, gue gak salah liat kan? Shikamaru lagi di Kiri dan jalan ke arah kita."

"Iya itu Shikamaru. Dia ikut liburan bareng kita."

"What!"

"Sori, kalo gue bilang elo pasti gak mau nemenin gue liburan, kalo gak bareng elo nyokap pasti gak bakal ngijinin ke Kiri."

"Gak mau nemenin? kalo gue tau yang sebenarnya, gue pasti cancel reservasi tiket elo ke Kiri."

Great! What a perfect holiday? gue liburan di Kiri bareng sepupu gue, pacarnya dan mantannya. Kacau semua rencana liburan gue.

"Eh Shikamaru ngapain elo duduk deket cewek gue."

"Kursi ini kan milik umum jadi sah-sah aja donk kalo gue duduk disini."

"Tapi gue kan cowoknya Ino jadi yang duduk di sebelahnya itu harusnya gue."

"Elo emang cowoknya Ino, tapi gue dulu yang duduk disini, jadi elo gak berhak usir gue."

"Udah-udah cukup! Gue duduk deket Temari aja." Ujar Ino menghentikan perdebatan Shikamaru dan Kiba sembari duduk disebelah gue.

Aku hanya bisa menghela nafas panjang, masalah duduk aja mereka udah bertengkar, gimana seminggu liburan di Kiri. Ini semua memang salah Ino, dia selalu gak bisa nolak permintaan orang, tanpa sadar kadang perbuatannya malah menyusahkan dia sendiri dan orang disekitarnya ato dalam masalah ini, gue, orang yang paling susah.

OOO

"Gue heran sama elo, kenapa cowok kaya Shikamaru diputusin? Kurang apa coba? Cakep iya, baik iya, perhatian iya. Kalo Shikamaru cowok gue, pasti gak pakal gue putusin"

"Ya udah elo pacaran aja sama Shikamaru, biar gue bisa tenang pacaran sama Kiba."

"Enak aja, bekas elo dikasih ke gue, emang gak ada yang laen apa? Eh tapi beneran deh kenapa sih elo putus sama Shikamaru?"

"Udahlah cerita lama gak usah dibahas lagi." Ujarnya sambil membawa piring ke depan.

Selalu begitu jawabannya ketika gue tanya kenapa dia putus sama Shikamaru, lagian gue gak habis pikir sama Ino, masa dia bisa mutusin cowok yang care banget sama dia. Seperti pagi ini, Shikamaru datang pagi-pagi bawain sarapan buat kami meskipun letak hotelnya jauh dari rumah Chiyo baa-san, tempat kami menginap selama liburan di Kiri. Gue sih seneng aja tapi kadang gue juga yang dapat apesnya, kemarin malam contohnya

"Ino ada, Temari?" tanya Shikamaru yang tiba-tiba datang dan Ino menyuruhku 'mengusirnya' "Lagi keluar tuh Shikamaru" karena tidak siap dengan kedatangan Shikamaru yang mendadak, maka jawaban itulah yang meluncur dari mulut gue, dan gue segera menyesalinya

"Oh gitu, ya udah gue tunggu aja deh di dalam." Katanya dengan santai sambil menuju ruang tamu

"Eh jangan masuk."

"Kenapa?"

"Eh soalnya... soalnya..." God! Gue blank alasan apa ni yang mesti gue kasih ke Shikamaru

"Soalnya apa Temari? Koq panik banget."

"Soalnya gue udah ngantuk banget, mau tidur, kalo elo nunggu kan gak enak, sendirian, lagipula tadi Ino keluar sama Chiyo baa-san, pasti mereka shopping. Elo tau kan kalo dia lagi belanja pasti lama banget."

"Oh, oke deh besok aja gue datang lagi. Elo tidur aja, salam buat Ino ya bilang gue tadi mampir."

Dan Shikamaru menepati janjinya datang lagi hari ini, sebenarnya gue gak enak juga sama Shikamaru udah bohongin dia kemarin malan, padahal kemarin Kiba ada di rumah waktu Shikamaru datang.

OOO

Sepertinya gue mesti narik kata-kata gue tadi pagi, gak enak sama Shikamaru, yang ada sekarang gue males banget sama dia. Gue 'terjebak' bersama Shikamaru seharian ini, kenapa? Karena Ino jalan sama Kiba otomatis gue bareng Shikamaru, seharian ini gue puas mengawasi Ino dan Kiba serta tampang sewot Shikamaru.

"Temari elo tau alasan Ino mutusin gue?" pertanyaan Shikamaru mengagetkanku

"Sori Shikamaru itu privacy Ino, meskipun gue tahu gue nggak berhak ngomong. Emang Ino gak kasih alasan yang tepat?"

"Dia cuma bilang udah gak cocok lagi sama gue, kenapa? Gara-gara Kiba?"

"Jadi karena itu elo masih gak bisa relain Ino buat cowok lain?"

"Gue rasa Ino gak fair aja sama gue."

"Maksudnya?"

"Dia yang pertama deketin gue, sekarang gue udah sayang banget dia yang mutusin gue."

"Cinta itu seperti permata yang hilang di samudra. Meskipun sangat berharga tapi elo mesti relain. Karena sia-sia elo nyari permata di samudra yang dalam dan tak bertepi, tidak peduli betapa berharga dan sayangnya elo sama permata itu. Suatu saat mungkin ada orang lain yang kebetulan menemukannya, tapi elo gak bisa bilang kalo permata itu milik elo dan permata itu jadi milik orang yang menemukannya."

"Elo bisa nasehatin gue karena bukan elo korbannya, coba elo di poInoi gue." Kata Shikamaru sambil meninggalkan gue sendirian di pantai.

"Shikamaru, elo mau kemana?"

"Bukan urusan elo, gue kesini mau liburan bukan dengerin nasehat elo."

Huff... sabar, sabar ya Temari

"Oke, gue punya ide."

OOO

"Shikamaru, elo gak apa-apa?"

"Gue pengen muntah, rasanya badan gue melayang."

"Minum dulu Shikamaru, kenapa elo gak bilang kalo phobia ketinggian. Kalo tau gue pasti gak nyuruh elo naik paracelling."

"Belum sempet gue bilang elo udah nyuruh petugasnya..." Shikamaru tidak meneruskan kalimatnya karena dia mulai muntah

Setelah beberapa menit keadaan Shikamaru mulai membaik meskipun wajahnya masih pucat

"Shikamaru gue bener-bener minta maaf, gue gak tahu kalo elo punya phobia, Ino juga gak pernah cerita ke gue."

Wajah Shikamaru sedikit terkejut tapi dia cuma mengangguk

"Oke! Sebagai permintaan maaf, malam ini gue traktir elo makan, gimana?"

"Nggak usah, gue udah baikan kok."

"Harus, elo pengen gue merasa bersalah seumur hidup. Mau ya?"

"Hm... Oke."

OOO

"Temari, elo pilih makanan apa buat gue?"

"Tenang aja ini makanan favorit disini, pasti elo suka. Coba aja"

"Enak juga, namanya apa?"

"Ini risol kepiting. Enakkan kan? Ya ampun Shikamaru pelan-pelan aja donk makannya sampai batuk-batuk gitu. Nih minum dulu."

"Jadi ini seafood?"

"Iya lah ini kan kepiting. Kenapa?"

"Gue alergi sama seafood."

"Apa? Serius?"

"Emang bentol-bentol ini bercanda Temari? Aduh alerginya mulai kambuh."

"Trus gimana donk? Oke kita ke rumah sakit aja ya."

OOO

"Ada apa Temari pagi-pagi udah kesini?"

"Gak ada apa-apa, gue heran aja jam segini elo belum nongol di rumah Chiyo baa-san. Elo udah mendingan kan? kalo masih alergi ntar kita cari kelapa ijo ya, kata Chiyo baa-san bagus buat alergi."

"Kenapa elo khawatir ya sama gue?"

"Enggak, kenapa juga gue mesti khawatir sama elo?"

"Buktinya pagi-pagi elo udah kesini, kalo bukan khawatir apa coba?"

"Oke gue emang khawatir, semalaman gue gak bisa tidur mikirin elo. Puas?"

"Mikirin gue?"

"Alerginya, Shikamaru. Bukan elo. Eh kenapa ketawa?"

"Enggak, elo itu beda ya sama Ino, elo itu gengsian. Padahal khawatir tapi gak mau bilang."

"Kenapa? Elo pengen Ino yang kesini bukan gue."

"Enggak juga, Ino pasti sibuk sama Kiba kan. Elo bilang ke Ino kejadian kemarin? "

"Tenang aja, rahasia elo aman di tangan gue. Gue gak nyangka ternyata elo manusia biasa juga ya?"

"Yeah I'm not perfect guy, dan gue gak nyangka kenapa mesti terjadi hal yang tidak diinginkan di depan elo."

"Never mind, we're not the couple, jadi elo gak usah sok sempurna di depan gue, dan elo emang gak sempurna kan. Hehe."

"Itu pujian ato apa?"

"Up to you." Jawabnya sambil mengangkat bahunya

OOO

"Elo yakin mau pulang dulu gak mau bareng kita?"

"Ya, kalian nikmatin aja liburan ini, gue yakin liburan ini pasti lebih asik tanpa ada gue."

"Yah awalnya gue emang mikir gitu, tapi sekarang udah enggak kok."

"Oke, next time kita liburan bareng lagi. Take care Temari. Bye, see you again."

Temari menggaruk kepalanya yang tidak gatal ketika melihat Shikamaru pergi, entah kenapa ada sedikit ' ketidak-relaan' ketika Shikamaru pergi.

"Apa ini karena gue sendirian lagi dan bakal jadi obat nyamuk lagi?" Temari menghembuskan nafas panjang sambil memegang dadanya yang terasa sedikit sesak, "Ya, ini pasti gara-gara itu." Sejanak ia memandang jalanan kosong yang tadi dilewati Shikamaru, sebelum ia pergi ke ruamh Chiyo baa-san.

"Shikamaru kita naik flying fish ya, please."

"Enggak ah."

"Katanya liburan bareng tapi dari tadi cuma duduk di pantai aja, diajak naik ini gak mau, yang itu gak mau. Maunya apa coba."

"Lucu banget sih kalo lagi ngambek gini" katanya sambil mencubit pipi Temari. "Oke kita naik flying fish tapi ada syaratnya"

"Apa?"

"Sini. Aku mau naik flying fish kalo kamu panggil aku sayang."

"Apa? tunggu sepuluh tahun lagi."

"Oke kalo cuma 10 tahun aku bisa nunggu, berarti naik flying fishnyajuga 10 tahun lagi."

"Ih kok gitu sih." Temari berkata dengan cemberut

"Makanya jadi orang jangan gengsian, gimana sekarang ato 10 tahun lagi?" katanya sambil mengacak-acak rambut Temari dengan gemas.

"Ya udah, Shikamaru sayang kita naik flying fish ya." Ia memberi penekanan penuh pada kata 'sayang'

"Emm..." ia pura-pura berpikir. "Oke." Putusnya

"Tapi aku gak jamin ya kalo kamu sampai muntah lagi ya. Hehehe..." ia berkata sambil berlasi meninggalkan Shikamaru

~The End~

Author's note:

Sesuai janji saya kembali dengan another fail fanfic of Shikatema. Entah fic ini lebih baik ato lebih gagal dari fic sebelumnya. Saya biarkan reader saja yang memutuskan lewat reviewnya.