Sun Shine

Chapter 2 : Good Morning, Kushina-chan!

oOo

Kushina menatap deret huruf yang tertulis diatas bukunya dengan seksama. Kadang-kadang membenahi kacamatanya yang merosot ke batang hidungnya.

Biasanya, dia tidak akan terganggu dengan suara riuh kelas yang menggelegar dan terus berkonsentrasi pada bukunya. Tapi, bukan karena suara bising kelas yang membuatnya tidak bisa konsentrasi. Tapi karena pemuda pirang yang bernama Namikaze Minato.

Pertemuan semalam membuatnya merasa…Berbeda. Baru kali ini dia mendapat perhatian lebih dari seseorang. Apalagi lelaki. Itu membuatnya merasa aneh sekaligus bingung. Biasanya lelaki-lelaki populer di kelas hanya akan berteman dan menghabiskan waktu dengan anak populer lainnya. Bukannya menghabiskan waktu untuk membujuk seorang kutu buku untuk menerimanya sebagai teman.

Fakta aneh kedua tentang Namikaze Minato adalah ketika pertama kali mereka bertemu. Mata biru samudranya itu langsung bisa menemukan tempatnya. Dirinya yang PALING tidak mencolok diantara yang lain. Banyak kok, anak gadis lain yang memiliki warna rambut yang mencolok sepertinya. Contohnya Mitarashi Anko.

Gadis berambut biru Indigo yang cantik dan super sempurna. Tubuh tinggi semampai, bibir tipis merah muda, tubuh yang proporsional, cantik, kapten Cheerleader, ramah, baik. Keturunan keluarga ningrat lagi. Dia itu punya segalanya dan diidolakan oleh seantero sekolah.

Huft. Kelihatannya Anko juga menyukai Minato. Kushina masih ingat betul ekspresi Anko ketika melihat Minato pertama kali.

Flashback On

oOo

"Masuklah,"

Ucap Orochimaru pada orang yang berdiri di luar kelas. Seisi kelas XI-1 memperhatikan betul langkah-langkah yang diambil oleh anak baru itu. Di detik kemudian, terdengar suara bisik-bisik tidak jelas. Diikuti oleh suara cekikikan dan jerit histeris dari para kaum hawa.

Kushina yang masih membaca bukunya kini merasa terganggu. Sangat terganggu. Dia dengan kasar menatap orang yang berdiri disamping guru fisikanya.

Entah apa yang barusan merasukinya, amarahnya yang meluap-luap kini menghilang begitu saja. Hanya karena menatap wajah anak baru itu… Dia…

Siswa baru itu memiliki tubuh yang tinggi. Rambut pirang dan mata biru yang dalam. Seperti warna samudra. Kulit tan yang eksotis yang sesuai, tubuh proporsional, bibir tipis merah alami, dagu dan rahang yang kokoh. Dan yang tidak bisa diabaikan darinya adalah senyum manisnya. Semua hal itu membuatnya terlihat sangat tampan dan manis.

"Kau bisa mulai."

Ucap Orochimaru memecah keheningan.

"Ohayou, Minna! Namaku adalah Namikaze Minato. Senang berkenalan dengan kalian!"

Serunya riang sembari menunjukkan senyuman manisnya, disertai dengan rona merah dikedua belah pipinya yang membuat siapapun merasa gemas dan buru-buru ingin mencubit pipinya.

"GYAAAA!"

Salah satu anak cewek berteriak lalu pinsan. Didetik kemudian, dia diangkut ke UKS terdekat.

"Ada pertanyaan untuk Minato-san?"

Tanya Orochimaru datar.

"Apa nomor ponselmu?!

"Apa nama Facebook-mu?!"

"Apa nama Tweeter-mu?!"

"Aku ingin tanda tanganmu!"

"Tipe cewe apa yang kau suka?!"

"Pertanyaan paling mendasar dahulu. Ya,Kaguya?"

Tanya Orochimaru.

"Apa kau blasteran? Kau dulu sekolah dimana?"

Tanya Kaguya pada Minato dengan senyum manis-nya. Yang membuat seisi kelas itu menengguk air liur mereka.

"Well, iya. Aku blasteran. Ayahku dibesarkan di Amsterdam dan ibuku orang Jepang asli. Sebelum masuk ke sekolah ini, aku bersekolah di Paris Internationale Senior High School."

Jawab Minato.

Satu kelas itu greget. Paris Internatonale Senior High School?! Sekolah terkenal di Paris itu?! Sekolah dimana pangeran Charles kedua belas menuntut ilmu sebagai siswa SMA. Desas-desusnya, untuk masuk sekolah itu, biaya admisnistrasinya saja mencapai $$100 juta Euro!—A/N: ada yang tahu berapa jumblahnya dalam rupiah?
"Kenapa kau pindah?"

Tanya yang lain.

"Ayahku ingin menginvestasikan cabang perusahaannya disini. Di Jepang. Dan lagi, ini adalah kampung halaman Ibuku."

Jawabnya.

Sementara semua orang ber-oh-ria, Kushina menatap Minato. Pipinya memerah ketika dia menyadari kalau pemuda itu menatapnya. Dan…Tersenyum lembut.

Flashback-Off

oOo

"KYAAAA—Minato-kun datang!"

Seru beberapa anak cewek dan langsung mengerumuni pintu kelas.

Kushina diam-diam mencuri pandang kearah pintu kelas. Tepat seperti yang dikatakan oleh anak cewek yang tadi, Namikaze Minato berjalan santai memasuki kelas dengan senyumannya yang ramah. Dan tentu saja, anak-anak cewek langsung berteriak histeris ketika lelaki pirang itu mengucapkan kalimat sederhana berbunyi 'Ohayou' pada mereka.

Minato menyadari kalau Kushina menatapnya diam-diam. Dia tersenyum tipis lalu melangkah menuju bangkunya. Menyadari kalau Minato datang ketempatnya, Kushina buru-buru menatap bukunya lagi. Walaupun matanya terasa gatal untuk menatap mata Minato lagi.

"Ohayou, Kushina-chan!"

DEG

Jantung Kushina nyaris copot ketika Minato menambahkan akhiran –chan pada akhir namanya.

"Yo, Minato!"

Fugaku memanggil Minato dari kejauhan.

"Aku pergi dulu,"

Ujar Minato dengan sopan. Lalu berlari kecil menuju Fugaku.

'Jadi dia…'

Kushina meremas roknya dengan kuat. Dan membuat rok berwarna krem itu kusut seketika.

'Dia ingat kalau aku disini…'

Batinnya. Bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman penuh makna.

'Dia benar-benar ingat…'

Dari kejauhan, Minato menatap Kushina. Matanya terbelalak ketika melihat bulir air mata menggenang di pelupuk mata gadis itu. Namun, senyumnya mengembang ketika dia tahu kalau gadis itu bukanlah menangis karena sedih. Namun karena bahagia.

"Syukurlah…"

Ucap Minato tanpa sadar.

"Syukur kenapa?"

Tanya Fugaku heran.

"Ah—itu…Bukan apa-apa. Hahahaha…"

Ujar Minato kikuk sembari menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal dengan wajah yang merona.

"Kau ini aneh sekali…"

oOo

"Rasanya…Kau ini mengikuti aku terus…"

Ujar Kushina gugup.

"Aku tidak mengikutimu. Hanya—"

Bantah Minato santai.

"Hanya apa?"

"Aku kebetulan mau ketempat yang sama denganmu."

Ujar Minato tetap dengan nada santai.

"Oh, ya?"

Tanya Kushina agak geli.

"kalau mau tertawa, tertawa saja."

Ucap Minato santai.

Kushina hanya tersenyum. Dia tahu kalau lelaki ini memang mengikutinya dari awal bel istirahat berbunyi. Dia berusaha sopan dan tidak ingin melukai hati Minato karena gaya Minato yang kelewat santai.

"Kau serius mau ketempat yang sama denganku?"

Tanya gadis itu. Lagi-lagi terdengar suara tawa kecil lolos daari bibirnya.

Dahi Minato mengerut agak dalam. Sebelah alisnya naik, dan rasa penasaran mulai tumbuh dibenaknya. Dia mendahului Kushina dan menghentikan langkahnya tepat saat mereka didekat toilet.

"Memangnya apa yang lucu dengan hal itu?"

Tanyanya.

Kushina hanya tersenyum samar dibalik helaian rambut merahnya yang panjang.

"Nanti kau tersinggung."

Ujarnya dan hendak mendahului Minato. Namun, lelaki itu bereaksi dengan cepat. Ia membentangkan tangannya.

"Kalau begitu kenapa kau menahan tawamu?"

Kushina tampak terkejut. Lalu memejamkan matanya.

"Kau akan kaget kalau mendengarku tertawa."

Ujarnya. Pipinya merona merah.

Mau tak mau, pipi Minato ikut merona. Kushina benar-benar manis dengan rona pipinya itu!

"Kenapa?"

Tanyanya lagi.

"Kau akan tahu."

Ujar Kushina lalu berjalan lagi.

"Kau serius 'kan mau ketempat yang sama denganku?"

Tanya Kushina lagi.

"Ya, tentu saja!"

Jawab Minato tegas.

Mata biru Minato terbelalak ketika kaki Kushina melangkah memasuki toilet cewek yang berada disebelahnya.

"Bagaimana? Masih mau ikut?"

Tanya Kushina lalu memasuki toilet tersebut.

"K-Kushina—"

"HUAHAHAHAHAHAHA!"

Di detik selanjutnya, terdengar suara tawa yang menggelegar nan membahana dari toilet cewek.

"Jadi ini alasan dia menyembunyikan tawanya…."

Gumam Minato kikuk lalu mengangguk-angguk mengerti.

BLARR!

Terdengar suara ledakan dari laboratorium selang beberapa detik setelah Kushina tertawa.

"GAWAT! LABORATORIUM TERBAKAR!"

"Sepertinya aku harus merahasiakan ini, ya… Hm, Hm…"

oOo

TBC TO CHAPTER 3

oOo