Eren Jager pemuda berumur 15 tahun dengan tinggi 170 CM yang saat ini tinggal berasama dengan ibunya,akan tetapi satu tahun yang lalu ibunya menikah dengan seorang lelaki dan Eren sangat membenci lelaki tersebut begitu juga dengan lelaki itu.
"Eren pergilah.."ujar Carla saat Eren membuka pintu utama rumahnya,Eren terlihat bingung saat melihat ekspresi ibunya matanya tertuju pada luka yang berada di sekitar wajah ibunya."ibu apakah lelaki sialan itu memukuli ibu lagi ?"tanya Eren halus.
Belum Carla mengucapkan sesuatu,lelaki tersebut muncul dari belakang Carla."nah..Eren sebaiknya kau pergi dari rumah ini !"ujar lelaki tersebut,Eren menatap tajam lelaki tersebut."tidak..ini kan rumahku dan hei kau berani-berani sekali kau melukai ibu-ku"ujar Eren setengah berteriak lalu lelaki tersebut mendekati Eren walau sudah di halau oleh Carla tapi lelaki itu tetap mendekati Eren.
"dasar anak kurang ajar !"ujar lelaki lelaki itu sambil menampar wajah eren.
"sudahlah..dia masih remaja"ujar Carla.
"aku tak peduli"lelaki itu masih menampar wajah Eren tidak hanya di tampar bahkan menendangnya."aku tidak ingin melihat wajahnya lagi"lelaki itu segera menggambil pisau dapur."tidak apa yang kau lakukan ?"tanya Carla histeris.
"baiklah kalau itu yang kau inginkan"ujar Eren,wajahnya sudah babak belur."aku akan pergi dari rumah ini !"tegas Eren.
Recon Corps
Genre : Action,Crime,Mystery
Rate : T+
Disclaimers : Shingeki no Kyojin © Hajime Isyama
AN : Typo(bertebaran dimana-mana),authornya terinspirasi dari salah satu film Action milik orang tua,Alur ga jelas.
Dont like Dont read !
Brak...
Pintu dibanting keras oleh Eren,sedangkan Carla terus menyalahkan lelaki yang ia nikahi itu."kenapa kau melakukannya hal seperti itu kepada Eren ?"tanya Carla,perempuan paruh baya itu menggeluarkan air mata."aku Cuma tidak mau melihatnya !"ujar lelaki tersebut.
"lalu kenapa kau mau menikah dengan ku ?"tanya Carla di tengah isak tanggisnya,lelaki itu membuang muka lalu tersenyum menyeringai."iya juga ya..tch aku telah menyesal telah menikah dengan-mu !"lelaki itu segera membereskan barang-barangnya.
"tunggu lelaki macam apa kau ?,bagaimana dengan anak kita ?"ujar Carla,ya Carla memiliki bayi dari lelaki itu."tch..kau urus sendiri"lalu lelaki itu meninggalkan carla yang menanggis terisak-isak.
"kita berjumpa lagi Eren.."ujar Jean yang muncul di belokan komplek perumahan Eren."mau apalagi kau ?"tanya Eren sengit,jujur Eren sudah malas menanggapi orang seperti Jean."aku ingin kau tanggung jawab atas perilaku mu yang kemarin"seketika hening.
"itu bukan salahku,salahkan pria bersurai eboni itu !"ujar Eren kesal,Jean menarik kerah baju Eren."tapi kau sudah menumpahkan kopiku serta makanan-ku"ujar Jean lalu Eren segera menendang tulang kering Jean dan dia segera melarikan diri."Tch..jangan lari kau Eren."ujar Jean yang menggejar eren dengan langkah terseok-seok.
Eren berlari menuju gang sempit,di belakang Jean tetap mengejarnya melihat tempat sampah setinggi pinggang pemuda bermanik emerald itu menjatuhkan tempat sampah tersebut seketika sampah-sampah berhamburan keluar dari tempat sampah."memang-nya dengan cara seperti itu aku akan berhenti mengejar mu ?"Jean menambah kecepatan berlari-nya.
Dengan nafas yang memburu Eren tetap berlari hingga dirinya terpojok.'oh sial,demi tuhan tembok itu menghalangiku untuk kabur'batin eren dalam hati."kau sudah terpojok sekarang.."ujar Jean yang masih berusaha untuk mengatur nafas mata Eren terpejam memikirkan cara agar dirinya bisa lolos dari musuh bebuyutannya si Jean.
'ada dua pilihan,nekat memanjat tembok itu lagi pula ada tumpukan sampah di situ,atau nekat menerobos Jean dengan memanfaatkan celah kosong atau aku akan melawan si muka kuda itu tapi jika aku melawannya aku akan berhubungan dengan polisi'
Cukup lama Eren berfikir akhirnya dia memutuskan untuk memanjat tembok tersebut dengan memanfaatkan tumpukan sampah yang berada di sudut jalan,dengan cempat Eren memanjat dan Eren sudah sampai di sebrang jalan.
"sialan kau Eren,lain kali kau tak bisa lolos dari ku.."geram Jean,sedangkan Eren Cuma tertawa terpingkal-pingkal."coba saja jika kau bisa Jean !"ujar Eren,lalu pemuda bermanik emerald tersebut berjalan menyelusuri jalan sempit itu.'lalu kemana lagi aku harus pergi ?'tanya eren pada diri sendiri.
"kau serius Rivaille ?,apa kau yakin pada Bocah itu ?"tanya Irvin sambil menompang dagunya."mungkin sifat ayahnya turun kepada bocah itu"ujar Rivaile memakai jaket kulit milik-nya."semoga bocah itu tak menyusahkan.."Irvin menyandarkan bahunnya pada dinding.
"baiklah aku akan mencari Bocah itu.."ujar Cuma mengganguk.
Dengan berjalan menyelusuri kota Shiganshina Rivaille menoleh ke kanan dan ke kiri berharap dirinya dapat menemukan anak remaja yang bernama Eren Jager."tch..bocah itu merepotkan juga ya.."ujar Rivaille,dia segera menggeluarkan secarik kertas.
"menurutku anak itu tinggal di daerah Shiganshina.."ujar Hanji kepada Rivaille saat pemuda bersurai eboni itu meminta keteranggan tentang Eren kepada hanji.
"apa kau yakin mata empat ?"tanya Rivaille setengah tak percaya."tentu saja,sepertinya dia masih duduk di bangku SMA"ujar Hanji."jadi apakah aku harus berkeliling ke kota Shiganshina ?"tanya Rivaille,Hanji menatap Rivaille tak percaya."hei kau sendiri yang mencalonkan bocah itu untuk masuk Recon Corps,tapi kau sendiri yang malas untuk mencar-"
"sst kau berisik mata empat !"potong Rivaille."baiklah terimakasih atas informasinya.."Rivaille segera keluar dari ruangan Hanji."huh..dasar pendek !"ledek hanji,baru beberapa langkah Rivaille keluar dari ruangan Hanji pria tersebut kembali lagi."tadi kau bilang apa ?kau ingin tewas di tanggan ku ?"tanya Rivaille yang saat ini menatap tajam hanji.
"tidak..aku Cuma bilang 'semanggat ya !'"ujar hanji,setelah Rivaille keluar dari ruangannya barulah Hanji bernafas lega."syukurlah aku tak jadi mati di tanggan pria cebol itu"sungguh Hanji ingin minta di bunuh oleh Rivaille.
"ternyata Shiganshina luas juga ya ?"ujar Rivaille,ia tidak sadar bahwa di sampingnya saat ini adalah yang sedang di cari-carinya."anda perlu bantuan sir ?"tanya sontak kaget melihat Eren yang sudah berdiri di sampingnya."dasar bocah sejak kapan kau berdiri di situ ?"tanya Rivaille.
"ng..sebenarnya sejak tadi sir.."
Plak...
Rivaille segera menepuk jidatnya mengingat tujuannya."Eren kau ingin menemaniku ?"tanya Rivaille,Eren tak menjawab."tenang aku ini tidak akan macam-macam padamu kok,aku tidak mesum lagi pula aku ini lebih tertarik pada perkerjaan-ku"ujar Rivaille,Eren bernafas lega."kalau begitu anda ingin kemana sir ?"tanya Eren halus.
"kita ke restoran yang di sekitar sini saja.."Eren mengganguk lalu dia mengikuti Rivaille dari belakang.
Hingga mereka sudah memesan tempat duduk,mereka mulai berbincang-bincang.
"nah Eren..pesan sesuka hati-mu tapi jangan berlebihan"ujar Rivaille menutup buku menu-nya lalu pria tersebut memanggil seorang pelayan."aku ingin pesan satu botol anggur merah.."ujar Rivaille lalu pelayan itu segera mencatat ucapan Rivaille."ada pesanan lagi sir,selain anggur merah ?"
"tolong tulis pesanan yang di ucapkan oleh bocah itu.."ujar Rivaille seraya menunjuk Eren pun segera memesan."Kopi hitam saja.."lalu pelayan tersebut mencatat."ada lagi ?"tanya pelayan itu ramah,Eren menggeleng.
Setelah pelayan itu pergi Rivaille membuka inti pembicaraanya."Eren jager !"sahut Rivaille dengan suara baritone."ya ?"
"aku ingin bertanya pada-mu.."Rivaille sedikit terbatuk sebelum melanjutkan kalimatnya."kau masih duduk di bangku pelajar tepatnya masih SMA,kau dulu memiliki prestasi di bidang olahraga tapi sekarang kau membuat catatan hitam.."Rivaille menatap tajam Eren.
"kau yang sekarang lebih suka salah bergaul,berkelahi,menggunakan obat-obatan terlarang tapi aku harap kau tak pernah melakukan sex bebas !,jika ayahmu masih hidup dia pasti sangat marah pada-mu Jager.."ujar Rivaille panjang lebar,Eren menggangkat dagunya menatap Rivaille.
"kenapa sir membawa ayah saya dalam masalah saya,anda siapa ?"tanya Eren ketus,Rivaille diam sebentar menarik nafas dalam-dalam dan menceritakan semuannya.
"aku lah yang memberimu medali berlambang sayap kebar itu.."Rivaille menunjuk lambang sayap kebebasan yang telah di jadikan gelang oleh Eren,Eren melongo tak percaya."aku juga atasan ayahmu..ayahmu dulu lah yang meneyelamatkan nyawaku dan teman-teman ku yang lain.."ujar Rivaille.
"jadi aku ingin menggajakmu bergabung bersamaku !"lanjut Rivaille tiba-tiba saja pelayan itu datang kembali dengan anggur merah dan kopi hitam."maksud anda ?"tanya Eren tak mengerti."Recon Corps..aku ingin kau bergabung ke Recon Corps.."ujar Rivaille yang kini mulai menuangkan anggur merahnya ke cangkir.
"jangan bilang itu adalah sekumpulan orang-orang pendek sepertimu "ujar Eren menahan tawa,Rivaille menatap tajam."jangan berbicara sembarangan !,jika kau ingin tahu akan aku jelaskan di mansion-ku.."ujar Rivaille.
Tiba-tiba saja ada segerombolan anak remaja yang menerobos masuk restoran,segerombolan anak remaja itu adalah Jean dan tiga anak buahnya.
"oh kita bertemu lagi Eren dan hai pak tua"Jean terkekeh pelan saat melihat Rivaille."cobalah berbicara sopan pada orang yang lebih tua darimu bocah !"ujar Rivaille,seluruh pengunjung restoran berhamburan keluar setelah melihat salah satu anak buah Jean melakukan aksi kriminal.
"tapi apakah kau bisa menyingkir dari sini..aku ada masalah dengan Eren"ujar Jean sedikit halus,tetapi Rivaille menolak."maaf aku sedang menikmati anggur merah-ku lagi pula aku juga ada masalah dengan bocah itu"Rivaille kembali meneguk anggur merahnya."aku tak peduli pak tua,lebih baik kau segera pergi dari sini !"ujar Jean.
"mungkin Jean ada benarnya,sir Rivaille kau ku mohon pergi dari sini !"ujar Eren,Rivaille segera bangkit dari tempat duduknya. bukannya malah pergi dari restoran itu Rivaille malah mengunci pintu masuk dan pintu keluar restoran seraya berkata.
"terkadang..."
"sopan santun.."
"menjadikan.."
"seorang.."
"pria yang hebat.."
Kata-katanya sedikit terpotong."kau mengerti yang ku maksud kan ?"tanya Rivaille,salah satu anak buah Jean yang berambut emo mendekati Rivaille dengan cepat Rivaille melempar cangkir yang berada di meja tempat di sebelahnya.
"aku tidak akan kalah darimu pak tua.."kata anak buah Jean yang bermata biru Rivaille segera menggeluarkan pistol khusus miliknya"majulah kalau kau berani"ujar Rivaille.
Jean hendak maju tapi di hadang oleh anak buahnya yang berambut emo.keningnya berdarah akibat terkena cangkir yang di lempar Rivaille."lawan aku tanpa senjata !"kata pemuda berambut emo."baiklah jika itu yang kau minta"Rivaille melepas jaketnya dan membuang pistol miliknya.
Setelah pemuda berambut emo itu tumbang,Rivaille menggarahkan jam tanggan-nya ke arah pemuda ternyata jam tanggan tersebut terdapat berbagai macam peluru,Rivaille memilih membius dan menghilangkan ingatan pemuda tersebut.
Bruk...
Pemuda berambut emo itu terkapar di lantai."apa yang kau lakukan ?,kau membunuhnya!"kata pemuda yang bermata biru laut."tidak aku hanya membiusnya"celoteh Rivaille pemuda bermata biru laut hendak menendang tulang kering Rivaille,tapi dia kalah cepat oleh gerakan Rivaille yang menghindar.
Lalu Rivaille mendorong tubuh pemuda tersebut dari belakang hingga mengenai anak buah Jean yang berkacamata."aku tidak akan membunuh kalian,hanya ingin memberi pelajaran kepada kalian !"seru Rivaille dan melakukan hal yang sama kepada dua anak buah jean.
Menembakan peluru amnesia dan tinggal Jean seorang."aku tak akan kalah !"ujar Jean,kali ini dia menggeluarkan pistolnya."heh kau punya pistol ?,menarik"Jean sudah menarik pelatuk pistolnya tetapi satu pun peluru tak ada yang mengenai tubuh Rivaille."mustahil bagaimana bisa ?"tanya Jean saat pistolnya kehabisan peluru.
Rivaille Cuma menepuk-nepuk setelan jas-nya."setelan jas yang ku pakai ini bukan setelan jas biasa !"ujar Rivaille seraya menembakan peluru bius ke arah Jean.
"halo polisi..."seorang pelayan sepertinya menelfon polisi setelah melihat tingkah laku Rivaille."maaf kau juga harus ku bius.."ujar Rivaille datar.
Setelah itu dia mendekati Eren."apa kau takut dengan ku ?"tanya Rivaille,menuangkan anggur merah ke cangkirnya,Eren menggeleng kuat."tidak justru saya kagum sir.."ujar Eren bersemangat."begitu ya"gumam Rivaille,lalu pria berambut eboni itu segera bangkit dari tempat duduknya.
"aku lupa,aku juga harus menghilangkan ingatanmu tentang hal ini"ujar Rivaille kini dia siap menodongkan jam tangan miliknya kepada Eren."saya berjanji saya akan tutup mulut sir"ujar Eren,Rivaille masih belum percaya."apa kau yakin akan tutup mulut ?"tanya Rivaille tajam.
"ya saya akan tutup mulut"
"sampai kapan kau tutup mulut ?"
"sampai saya mati sir"
"kau berjanji menutup rahasia ini sampai mati ?"
"ya saya berjanji."
Rivaille menghela nafas,lalu melanjutkan kembali langkahnya yang terhenti tiba-tiba saja eren bangkit dari tempat duduknya.
"tunggu sir.."ujar Eren,Rivaille menoleh ke Belakang."ada apa lagi Jager ?"tanya Rivaille seraya memasang muka datarnya."aku akan ikut dengan anda,saya akan masuk ke Recon Corps !"kata Eren sambil menundukan kepalanya."saya mohon ijinkan saya untuk masuk ke Reco-"Eren tidak bisa melanjutkan kata-katanya karna mulutnya di bekap oleh tanggan Rivaille.
"bukankah aku yang meminta-mu untuk masuk ke Recon Corps ?"tanya Rivaille,Eren Cuma menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal."baiklah kamu ikut saya.."Rivaille terus berjalan sampai keluar dari restoran tersebut.
"anda ingin mengajak saya kemana ?"tanya Eren yang berjalan di belakang tidak ada sahutan dari Rivaille"sir jawab pertanyaan saya !"ujar Eren setengah berteriak.
"aku tidak suka berbicara sambil berjalan bocah !"
AN;
Yeay udah chapter dua,padahal ini masih awal-awal banget belum sampai pertenggahan arigatou gozaimasu yang udah bau baca FF saya ini.
Terimakasih untuk :
Naka Mait= authornya ga terlalu muda kok,makasih ya udah mau membaca fic authornya ^^
dan untuk Ms. SCoups : arigatou atas sarannya ya ^^,tebak saja umur untuk anak SMP kelas ujung.
Review ?
