Fucked by Them
YAOI. BoysLove. PWP.
Warn! Rate-M. Sex Scene. 18+ Only.
Lirihan Baekhyun membuat Chanyeol semakin meledak. Dia langsung kembali pada posisinya dan memasukkan miliknya tanpa aba-aba.
JLEB
"AKH!" Baekhyun melengkung dan menjerit keras karena benda tumpul itu langsung mengenai prostatnya.
CKLEK
"Baekhyun? Chanyeol?!" Sehun membuka pintu kamar dengan mata melotot lebar.
Baekhyun kelabakan dibuatnya, membuatnya bergerak dengan maksud melepaskan benda panjang itu, tapi yang ada malah ujung penis Chanyeol yang menumbuk lagi prostatnya yang sensitif.
"AHH—" Baekhyun langsung menutup mulutnya. "Se—Sehun.. Aku bisa jelaskan—"
Chanyeol taunya hanya tertawa dengan reaksi Baekhyun yang menggemaskan. Karena sudah tak sabar, langsung saja dia memajumundurkan pinggulnya tanpa aba-aba. Membuat Baekhyun yang masih kelabakan akhirnya menggelepar merasakan kenikmatan menghujamnya.
Tentu saja Chanyeol dapat menemukan titik kenikmatan Baekhyun dengan cepat.
Karena ini bukan kali pertama mereka.
PLOK PLOK PLOK
"Angh! Ah! Ah! Eungh… Sehun—"
Chanyeol menggeram pelan melihat pemandangan di depannya. Baekhyun dengan mata yang sayu dan tubuh terhentak-hentak di bawahnya itu sangat sexy.
Sehun melihat semua itu dengan pandangan menilai.
"Hm.. Kurang menarik." Komentarnya datar.
Sementara Baekhyun terus saja mendesah keenakan saat Chanyeol terus menumbuknya dengan akurat dan dalam. "Sehun-ah—"
"Bagaimana, Sehun-ah? Apakah kau senang akhirnya fantasimu terkabulkan?" Chanyeol menyempatkan diri untuk menatap Sehun yang kini sudah ada di samping kiri ranjang.
Sehun balas menatapnya dan menggeleng, "Kurang panas, Hyung.." Lalu atensinya ia alihkan pada Baekhyun yang tengah menggelengkan kepalanya lemah dan menggelinjang liar di bawah kendali Chanyeol.
"Apa itu nikmat, Baek?" Sehun berhasil menarik mata Baekhyun yang terus saja merem melek keenakan.
"Sehun.. Yah! AKH!" Tubuhnya bergetar hebat saat mendapat klimaksnya kala itu. Baekhyun menghentak-hentak kecil setelahnya.
Chanyeol melihat itu dengan takjub. Tidakkah makhluk ini sangat indah?
Tanpa melepas tautan mereka, dan tanpa memperdulikan Sehun yang sekarang berpindah duduk di sofa, Chanyeol menuturkan, "Jadi, Baek. Sehun memang menyuruhku untuk memperkosamu karena ia memiliki fantasi yang aneh." Di akhir kalimat Chanyeol menatap remeh pada Sehun.
"Hey! Itu tidak aneh, tahu." Ujarnya mencebikkan bibir. "Lagipula kau juga senang, kan, bisa menikmati Baekhyun? Cih, padahal sudah kubilang untuk menungguku pulang dulu." Balasnya sengit.
Chanyeol hanya menyengir lebar mengingat dia yang memang tidak sabaran.
Baekhyun mendengar semua penuturan itu dengan mata mengerjap pelan. "Apa?" Katanya pelan menginterupsi percakapan keduanya.
Dia masih belum memahami situasi saat Chanyeol dengan tiba-tiba mengulum genitalnya yang mulai melemas.
"AHN! Chanyeol!" Tangannya bergetar ketika mencari rambut Chanyeol untuk ia remas. Sayangnya ia baru ingat jika tangannya terikat kuat.
"Akh! Yaah! B-berhentihh..."
PLOP
"Ugh! Penis mungilmu ini sungguh menggemaskan, Baek! Aku jadi tidak tahan untuk memakannya. Hehehe." Chanyeol berujar gemas dengan menangkup penis itu dan menyentil ujungnya membuat Baekhyun melenguh pelan.
Baekhyun menggeliat agar Chanyeol melepaskan penisnya yang masih tertaut itu.
"Lepaskan.." Katanya merengek kecil.
"Jadi, bagaimana, Sehun?" Chanyeol tak menggubrisnya, alih-alih berpaling pada Sehun yang terlihat sedang berfikir.
Tanpa menunggu jawaban pria itu, Chanyeol malah memulai ronde keduanya dengan Baekhyun.
"Agh! Ahn—Chanyeolieh~ Akh! Ah! Ah! Yah!" Baekhyun mulai mendesah dan menggelinjang liar.
"Karena kau telah memulainya tanpa menungguku, aku jadi tidak terangsang! Jadi aku butuh sesuatu yang lebih panas." Sehun berkata dengan kesal.
Chanyeol mendecih kesal melihatnya. Lagipula ia memang hanya ingin bagian 'memperkosa Baekhyun' saja, bukannya 'membuat Sehun terangsang'.
Sehun memang memiliki fetish yang sungguh aneh. Jadi ia sendiri bingung untuk menaikkan hasrat pria dengan fantasi liar itu.
Chanyeol hanya tidak tahu saja kalau itu cuma rencana terselubung Sehun. Mana mungkin ia benar-benar memiliki fetish seaneh itu, yang ada dia justru lebih senang menjadi pihak pemerkosa. Ia terkikik pelan membayangkan Luhan ada di posisi Baekhyun.
"Kau mau yang bagaimana? Sempit sekali, sial!" Chanyeol menggeram rendah merasakan miliknya diserap habis oleh lubang berkedut Baekhyun.
Sehun hanya diam karena ia masih membayangkan Luhan.
"Chanyeol! A-aku—Akh! Ah! AKH!"
CROT CROT
Mereka mendapat pelepasan yang bersamaan sehingga cairan itu menyembur bersama.
"Ah—Lubangmu sungguh nikmat, Baek." Chanyeol mendesah lega.
PLOP
Chanyeol melepaskan tautan mereka membuat Baekhyun mendesis kecil. Ia menyempatkan diri untuk melepaskan tali yang mengikat lengan Baekhyun dan mengelusnya lembut. Tangannya juga terulur untuk mengusap peluh yang menetes di dahi Baekhyun.
"Cantik sekali…" Lirihnya tanpa sadar saat mengamati wajah Baekhyun dari dekat.
Baekhyun menunduk malu mendapat perlakuan manis itu. Semburat merah menjalari pipi chubbynya membuat Chanyeol gemas hanya dengan menatapnya. Chanyeol mencubit pipi itu dengan kikikan lucu.
Baekhyun hanya tersenyum malu-malu tanpa mau menatap langsung wajah tampan Chanyeol.
Dia heran dengan dirinya sendiri. Tak bisa dipungkiri kalau permainan Chanyeol membuatnya melayang karena itu jauh lebih memuaskan daripada ketika Sehun memanjakannya. Ia juga menikmatinya meskipun di awal sempat berpura-pura tidak mau.
Pipinya kembali memanas memikirkan itu. Chanyeol hanya menatap itu semua dengan geli. Baekhyunnya sungguh lucu!
Mereka sepenuhnya mengabaikan kehadiran Sehun yang menatap mereka dengan datar. Ia tidak cemburu karena sebenarnya ia tidak mencintai Baekhyun. Jelas saja sedari tadi ia tidak terangsang, karena ia memiliki objek lain yang membuatnya langsung turn on hanya dengan sekali lihat.
CKLEK
"Oh, Lu—" Sehun langsung beranjak kearah pintu dan menyambar bibir Luhan sebelum sang pemilik sempat untuk terkejut.
Chanyeol dan Baekhyun ikut melirik ke arah mereka secara serempak. Baekhyun terkejut sekali mendapati pemandangan itu.
Apa hubungan mereka?
Chanyeol yang paham situasi langsung ikut menjemput bibir tipis yang terbuka kecil itu. Menjulurkan lidahnya dan mencium Baekhyun dengan penuh perasaan. Dia harus banyak mengucapkan terimakasih pada Sehun karena sepertinya hubungannya dengan mantannya, Baekhyun, akan membaik setelah ini.
Chanyeol melepaskan tautan mereka dan terkekeh melihat wajah lucu Baekhyun yang menatapnya.
"Haruskah kita melanjutkan hubungan kita, sayang?" Chanyeol tersenyum tampan sekali. Membuat yang ditatap hanya bisa berkedip kecil dan terhipnotis.
Tak sadar kala kepala itu mengangguk. Senyum malu-malu menghiasi paras cantik dan manis itu membuat Chanyeol menggigit pipi gembul itu main-main.
"Aku punya hadiah untukmu…" Chanyeol menyeringai.
[***]
"AKH! N-nikmat—Ahn.. Mhh…" Baekhyun memekik merasakan kenikmatan yang menghujamnya lebih intens dan kuat. Dia tak berhenti mendesah meski telah mendapatkan puncaknya yang ke sekian kali.
Inilah hadiah yang dimaksud Chanyeol. Sex hebat dengan bantuan Sehun dan Luhan.
Dia sendiri bingung menyebutnya. Ini bukan threesome, tapi lebih daripada itu, ini nikmat sekali!
Baekhyun dengan tangan bebas kini tengah menungging memamerkan pantat bulat dan kenyal pada Chanyeol di belakang sana. Pria itu tengah menjilati lubangnya yang berkedut hebat. Di dalamnya Chanyeol sempat memasukkan vibrator yang bergetar hebat membuatnya klimaks berkali-kali.
Tangan pria itu tak tinggal diam, sesekali Chanyeol akan menampar pantatnya membuat birahinya menaik dengan cepat setelah orgasmenya yang menyenangkan. Sedang tangan yang satunya setia memanjakkan genital mungilnya dengan rutin menggoda pucuk penisnya atau kedua bola kembarnya.
Baekhyun menggelinjang dan tubuhnya bergetar hebat merasakkan semua kenikmatan itu.
"ANGH! Aku s-sampai… Yah—"
CROT CROT
Tak sampai disitu, Luhan juga ikut memanjakkan titiknya yang lain. Dia menjilati tengkuk dan telinga Baekhyun membuatnya menggelengkan kepala tak karuan. Tangan pria cantik itu menggerayangi tubuh bagian atasnya dengan sensual.
Sedang Sehun, dia terlentang di bawah dadanya. Menjilati nipple pinknya yang ikut menegang dan menggigitnya sesekali. Tangan pria itu meremas pantatnya yang bergoyang karena kenikmatan yang diberikan pada semua titik tubuhnya.
Vibrator yang menyerang lubangnya bergetar dengan lebih cepat dan menyentuh prostatnya telak. Tubuh Baekhyun terhentak-hentak dan matanya mengeluarkan air mata karena tak sanggup lagi dengan ini semua.
"Akh! Ahn… N-nikmat sekali… Ah! Ah! AH!"
CROT CROT CROOTTTT
Seakan tak memberinya kesempatan menikmati pelepasannya, mereka terus saja memanjakan semua titiknya membuat Baekhyun langsung terangsang lagi dan lagi.
"C-chanyeolie, masuki aku… Nghhh… Penuhi lubangku, daddy." Baekhyun menggoyangkan pantat indahnya membuat Chanyeol menggeram buas.
PLAK
"Akh! Mhh…"
"Mulai nakal, hm?"
PLAAK
"Ahn, daddy~"
"Tidak ada yang menyuruhmu menjawabnya, Baek."
Chanyeol memberi isyarat pada Luhan dan Sehun agar mereka berhenti. Kemudian mereka segera berciuman karena telah menahan hasratnya terlalu lama. Mereka keluar ruangan dan membuat kegiatan sendiri.
PLAK
"Ugh! Hm…" Baekhyun semakin menggoyangkan pantatnya menggoda.
"Dasar nakal!"
PLAK
"L-lalu, apakah Baekie akan dihukum?" Baekhyun menengok ke belakang dengan menggigit bibirnya sensual.
Chanyeol mengerang melihatnya. Dia menunduk di belakang Baekhyun yang menungging dan meremas kasar pantat sintal itu. Melebarkannya hingga lubang berkedut itu terlihat. Dia mengeluarkan vibrator yang bergetar kecil dan menggantinya dengan dildo yang besar dan panjang.
JLEB
"AKH!" Tubuh berkeringat Baekhyun langsung melengkung karena prostatnya yag masih sensitif merasa terkejut.
Tak lama Chanyeol memaju mundurkan benda itu dengan pelan membuat Baekhyun frustasi namun tetap mendesah nikmat.
"Engh… Hmhh! Akh! Angh!"
"Daddy, k-kurang…" Lirihnya putus asa.
"Kurang apa, baby? Hm?" Chanyeol bertanya menggoda.
Baekhyun tidak menjawabnya.
PLAK
"Jawab aku, baby~ Kurang cepatkah?"
PLAK
"Ungh! Ya!"
"Kurang dalam juga?"
PLAK
"Y-ya.. Ah!"
"Atau kurang besar, sayang?"
PLAK PLAK
"Semuanya, daddy~ Kumohon…"
Chanyeol menyeringai melihatnya. Ia tak menjawab dan segera mempersiapkan penisnya didepan lubang berisi dildo itu. Kemudian dimasukkannya dengan pelan.
"Yah—Daddy! Nikmat, AH! Eunghh… Hmm…"
"Ouh, Baek. Ketat sekali, ah…"
[Fin.]
Uwaah! Nyerah saya nulis NC _ Beruntung bisa kelar hihihi
Maaf kalau alurnya gak jelas karena dari awal memang berniat bikin cerita pwp tanpa menyiapkan alur yang pasti *_* Maaf juga kalau aneh dan tidak hot huehehe maklum belum pernah ngerasain xD
Is there any request? Something else, maybe?
