DEAR MY FAMILY
Author : hikachaan21
Rating : T
Genre : Angst, Family
Cast :
- Lee Chaerin (as Kim Chaerin)
- Min Yoongi (as Kim Yoongi)
- Kim Himchan (GS)
- Kim Seokjin (GS)
- Kim Namjoon, etc.
Suga CL story! Typo(s)!
Chapter 2 updated!
.
.
Sudah seminggu sejak Himchan dirawat di rumah sakit. Chaerin masih dengan setia menemani Himchan. Chaerin sudah sangat terbiasa dengan keadaan di rumah sakit sejak Himchan sakit sakitan. Terkadang Dara dan Minji menjenguk Himchan di rumah sakit sekaligus menemani Chaerin.
Sore ini, seperti biasa Chaerin pulang dari sekolahnya. Ia harus ijin dari kegiatan klub karena menemani Himchan di rumah sakit. Ia lewat jalan seperti biasanya. Sebetulnya ia sangat malas untuk lewat di depan Taman kanak kanak. Ia tak mau bertemu Namjoon, Seokjin ataupun Yoongi lagi. Chaerin melihat mobil hitam yang sangat ia kenali terparkir di depan taman kanak kanak itu. Chaerin berusaha untuk mengacuhkan mobil itu. ia benar benar tak ingin bertemu dengan Namjoon lagi.
"Chaerin!" teriak seorang pria.
Chaerin menghentikan sepedanya dan menengok kearah belakang. Terlihat Namjoon sedang berjalan menghampirinya. Terlihat pula Seokjin sedang berdiri di depan pintu mobil. Chaerin memutar bola matanya dengan malas. Ia tak menghiraukan Namjoon dan hendak mengayuh sepedanya lagi.
"Chaerin kumohon berhentilah sebentar.." pinta Namjoon.
Chaerin menyerah. Dengan sangat malas ia menatap wajah Namjoon. Rasa benci masih menjulur di hatinya. Ada perasaan senang dalam hati Namjoon karena dapat bertemu dengan putrinya lagi. Meskipun ia merasakan sakit di hatinya karena ia harus menerima kenyataan kalau Chaerin telah membencinya.
"Bagaimana kabarmu.. keadaanmu baik baik saja?" tanya Namjoon.
"Aku? Hah.. Tidak. Keadaanku sangat tidak baik karena pikiran yang terus membebaniku" balas Chaerin sambil tertawa meremehkan.
"Lalu eommamu?"
"Untuk apa Appa menanyakan kabar eomma? Bukankah appa sudah tidak peduli pada eomma lagi? Lebih tepatnya sejak 6 tahun yang lalu!"
"Chaerin.."
"Apa?! Keadaan eomma?! Eomma sakit! Sangat sakit. Aku harus merawat eomma seorang diri! Dan kupikir ini bukan suatu hal yang sangat penting bagi appa untuk mengetahui keadaan eomma. Aku ingin pulang. Aku tidak ingin meninggalkan eomma berlama lama di rumah sakit"
Namjoon terhenyak setelah mendengar kata kata sinis yang dilontarkan Chaerin. 'Rumah sakit? Himchan dirawat di rumah sakit? Bagaimana bisa?" batin Namjoon. Setelah selesai berbicara pada Namjoon, Chaerin kembali melanjutkan perjalanan pulangnya. Namjoon berbalik dan menghampiri Seokjin. Raut wajah Namjoon yang tidak percaya dan bingung membuat Seokjin bertanya tanya.
"Apa kau berhasil berbicara pada Chaerin?" tanya Seokjin
"Tidak terlalu. Sepertinya ia sangat membenciku. Tetapi ia bilang jika Himchan sedang sakit, ia sempat mengatakan kalau Himchan dirawat di rumah sakit.. aku penasaran Himchan sakit apa. Setahuku ia tidak mempunyai riwayat penyakit" balas Namjoon.
"Kalau begitu kau ikuti saja kemana ia pergi. Aku dan Yoongi akan pulang naik taksi saja"
"Apa tidak apa-apa kau dan Yoongi kutinggal?"
"Tidak apa-apa. Aku juga sudah berjanji pada Yoongi untuk membeli ice cream nanti. Sudah kau ikuti Chaerin sana.."
Namjoon tersenyum karena kebaikan istrinya itu. Ia segera memasuki mobilnya dan melaju meninggalkan Taman kanak kanak itu. Ia mencari Chaerin yang kemungkinan belum jauh dari situ. Ia mengingat ingat dimana rumah sakit yang paling dekat dari sekolah Chaerin karena kemungkinan besar Himchan dirawat di situ. Akhirnya Namjoon menemukan Chaerin yang sedang mengayuh sepedanya itu. ia melihat Chaerin berbelok pada suatu tempat. Tebakan Namjoon benar, pasti Himchan dirawat di rumah sakit yang tak jauh dari sekolah Chaerin. Ia bergegas memarkirkan mobilnya agar tidak kehilangan jejak Chaerin. Ia mengikuti Chaerin memasuki rumah sakit itu. Chaerin memencet tombol lift dan memasuki lift tersebut. Namjoon sedikit kecewa karena kehilangan jejak Chaerin karena memasuki lift. Bergegas ia menghampiri meja resepsionis.
"Boleh saya bertanya?" ucap Namjoon.
"Tentu, silahkan" balas suster wanita tersebut.
"Pasien bernama Kim Himchan dirawat di kamar nomor berapa?"
"Nyonya Kim Himchan dirawat di ruang ICU. Ruangannya berada di lantai 4"
"Kalau boleh saya tahu dia sakit apa?"
"Menurut data, Nyonya Himchan mengidap penyakit kanker hati. Ia cukup sering keluar masuk rumah sakit sejak setahun yang lalu"
"Ah ne, kamsahamnida"
Namjoon meninggalkan meja resepsionis dan langsung menuju lift. 'Kanker hati? Astaga kemana saja aku selama ini' batin Namjoon. Namjoon benar benar tak menyangka jika Himchan mengidap penyakit kanker. Ia benar benar merasa bersalah karena tak pernah mencari tahu keadaan Himchan dan Chaerin setelah Himchan melarangnya bertemu dengan Chaerin. Denting lift membuyarkan pikiran Namjoon. Ia segera mencari ruangan dimana Himchan dirawat. Setelah menemukannya, ia tak langsung membuka pintu ruangan tersebut. Ia hanya mengintip dari jendela yang terdapat dipintu. Namjoon dapat melihat Chaerin dan Himchan sedang mengobrol. Namjoon miris melihat alat alat rumah sakit yang terdapat pada tubuh Himchan. Tubuh Himchan bertambah kurus sejak terakhir mereka bertemu. Melihat wajah Himchan yang sangat pucat membuat hati Namjoon tersayat.
"Eomma, aku lapar" ucap Chaerin.
"Kau lapar? Kalau begitu pergilah ke kantin rumah sakit. Makanlah dulu, eomma tidak ingin kau sakit" balas Himchan.
"Eomma tidak apa apa kutinggal sendirian?"
"Tidak apa-apa. Pergilah.."
"Kutinggal ya eomma. Aku tidak akan lama"
Chaerin beranjak dari duduknya. Kemudian ia berjalan ke arah pintu. Melihat Chaerin sedang menuju ke arah pintu, Namjoon langsung pergi dan bersembunyi di balik tembok. Setelah memastikan Chaerin meninggalkan area tersebut, Namjoon kembali mendekati kamar rawat Himchan. Ragu ragu ia untuk masuk. Ia tak terlalu yakin Himchan akan menerimanya atau tidak. Namjoon meyakinkan dirinya, akhirnya ia membuka pintu ruangan itu dan masuk ke dalamnya. Perhatian Himchan teralih ke arah pintu. Ia terkejut luar biasa saat melihat sosok Namjoon yang sudah sangat lama sekali tidak bertemu.
"Namjoon..?" ucap Himchan dengan suara paraunya.
"Annyeonghaseyo.. sudah lama sekali kita tidak bertemu.." balas Namjoon.
Namjoon mendekati kasur Himchan dan duduk di kursi. Suasana canggung sangat terasa diantara mereka berdua.
"Bagaimana kau bisa tahu aku ada disini..?" tanya Himchan membuka pembicaraan.
"Aku tadi mencoba berbicara pada Chaerin, ia sempat menyebut kata rumah sakit. Aku mengikuti Chaerin saat pulang. dan ia membawaku ke rumah sakit ini" balas Namjoon.
"Mmm.. Bagaimana usaha toko rotimu?" lanjutnya.
"Semenjak aku sakit, toko rotiku dipegang oleh Jungkook, kekasih Taehyung. Ia yang menyarankan agar Jungkook saja yang mengurusnya"
"Aku benar benar tak menyangka jika kau sakit, kenapa kau tak memberitahuku?".
"Untuk apa aku memberitahumu? Kita sudah tidak mempunyai hubungan apa apa. Sekarang kau hanya ayah dari Chaerin"
"Tapi aku khawatir padamu dan Chaerin.."
"Khawatir? Kau khawatir padaku? Kebohongan apalagi yang kau katakan. Kenapa kau tidak mengkhawatirkanku sama sekali saat 6 tahun yang lalu? Semua sudah terlambat.. kau meninggalkanku dengan Chaerin.."
"Maafkan aku..."
Hati Namjoon berasa dihujami beribu ribu jarum. Kata kata Himchan benar benar menusuk. Ya, ini semua salahnya karena telah meninggakan Himchan dan Chaerin. Wajar jika Himchan berkata seperti itu. Perlahan tangan Himchan terulur mengarah ke Namjoon. Tangannya mengusap lembut pipi Namjoon.
"Berhentilah meminta maaf. Aku tidak mau mendengar kata maaf lagi terucap dari mulutmu. Semua sudah terjadi, aku tidak dapat mengembalikannya seperti semula. Jika ditanya aku masih mencintaimu atau tidak, aku akan menjawab iya. Ya, aku masih mencintaimu. Namun aku tidak dapat berbuat apa apa lagi. Ini semua juga salahku karena waktu itu aku terlalu sibuk mengurus tokoku. Wajar jika kau memilih untuk meninggalkanku.."
"Maaf.."
"Sshh"
Himchan menutup bibir Namjoon dengan ibu jarinya. Himchan tersenyum sangat manis di hadapan Namjoon. Entah kenapa Namjoon senang melihat senyuman Himchan kembali. Ia merindukan senyuman itu.
"AKH!"
Tiba tiba saja Himchan langsung mengerang kesakitan. Ia memegangi perutnya yang benar benar terasa sangat menyakitkan. Namjoon terlihat panik karena tiba tiba Himchan kesakitan.
"Channie, akan kupanggilkan dokter!" ucap Namjoon panik.
"Tidak tidak usah.." tolak Himchan sambil memegang lengan Namjoon.
"Tapi.."
"Akh.. aku benar benar sudah tidak kuat lagi... Namjoonah aku ingin bicara sesuatu.."
"Katakan.."
"Jika aku tidak ada, bawa Chaerin bersamamu. Aku ingin kau dan Seokjin merawat Chaerin ketika aku sudah tiada. Aku mempercayakan padamu untuk menjaga Chaerin karena kau ayahnya.."
"Yak! Kau tidak boleh bicara seperti itu! kau harus tetap hidup! Jangan seperti ini.."
"Kumohon.. bilang pada Seokjin agar menganggap Chaerin seperti anaknya sendiri. Rawat Chaerin seperti anaknya sendiri.."
"Jangan seperti ini.."
"Pergilah.. mungkin sebentar lagi Chaerin datang. Ia akan marah jika melihatmu ada disini.."
Namjoon menatap Himchan tak yakin. Ia tak menginginkan kata kata terakhir dari Himchan. Ia ingin Himchan sembuh. Menuruti kata kata Himchan, Namjoon keluar dari ruangan itu. ia tidak pulang, ia memutuskan untuk bersembunyi dibalik tembok. Tak lama kemudian Chaerin datang dan masuk ke ruangan Himchan. Betapa terkejutnya Chaerin ketika melihat Himchan kesakitan sambil memegangi perutnya.
"Astaga Eomma! Akan kupanggilkan dokter!" seru Chaerin.
"Tidak usah Chaerinah... Eomma sudah tidak kuat lagi.." balas Himchan lemah.
"Chaerin, dengarkan eomma. Jika eomma tidak ada, eomma ingin kau tinggal dengan appa ne. Appa akan menjagamu.. Akh.. eomma tidak kuat.." lanjutnya sambil menggenggam tangan Chaerin
"Tapi aku ingin tinggal bersama eomma! Aku akan terus bersama eomma! Aku tidak ingin tinggal bersama appa"
"Tidak Chaerinah, kau harus tinggal bersama appa. Jangan membenci appa, Chaerinah.."
"Tapi.."
"Eomma mohon.., eomma selalu menyayangimu.. Eomma sayang dan cinta padamu lebih dari apapun.. Chaerin.."
Perlahan mata Himchan mulai menutup. Chaerin tidak dapat membendung air matanya lagi. Ia sudah panik setengah mati. Ia langsung memencet tombol di dekat kasur untuk memanggil dokter yang langsung tersambung di ruang perawat.
"DOKTER! TOLONG EOMMAKU! KIM HIMCHAN! DOKTER KUMOHON!"
Tak lama kemudian Kyuhyun dan tim perawat yang lain datang ke ruangan Himchan. Chaerin terpaksa keluar karena Himchan harus ditangani oleh para perawat. Chaerin menangis dengan keras. Ia tak mengerti kenapa Himchan berkata seperti itu padanya. Ia tak ingin berpikiran buruk tentang Himchan. Yang ia inginkan hanya Himchan bisa selamat dan sembuh. Jungkook melihat Chaerin terduduk sambil menangis keras. Ia segera menghampiri Chaerin.
"Chaerin?! Ada apa ini?!" seru Jungkook.
"Jungkook imo.. Eomma.. Eomma kritis.." balas Chaerin.
"Tenanglah Chaerinah... Himchan eonni akan baik baik saja"
Jungkook memeluk Chaerin erat. Ia berusaha menenangkan Chaerin. Ia dapat merasakan tubuh Chaerin berubah menjadi dingin. Tubuh Chaerin bergetar hebat. Jungkook semakin erat memeluk Chaerin. Ia hanya bisa berdoa agar Himchan baik baik saja. Dari kejauhan Namjoon melihat Chaerin dan Jungkook. Namjoon sama khawatirnya dengan Chaerin. Ia sedih karena melihat Chaerin menangis seperti itu. Ia ingin menenangkan Chaerin, ingin memeluknya dengan erat, Ia ingin berperan sebagai 'ayah' seperti yang seharusnya untuk Chaerin karena telah sekian lama Chaerin tidak menerima perhatian dari seorang ayah. Namjoon benar benar menyesal karena meninggalkan Chaerin yang masih kecil pada saat itu yang sekarang membuat ia dibenci oleh anaknya sendiri.
Lama menunggu, akhirnya Kyuhyun keluar dari ruangan itu. Chaerin dan Jungkook langsung berdiri ketika melihat Kyuhyun.
"Dokter, bagaimana keadaan eomma?! Eomma baik baik saja kan?" seru Chaerin.
Kyuhyun menatap Chaerin dengan sedih. Kyuhyun menghela napas berat dan ia memegang kedua pundak Chaerin.
"Chaerin, Chaerin mengerti kan keadaan eomma seperti apa..? Dokter dengan perawat yang lain sudah berusaha keras menyelamatkan eommamu.."
"Maksud dokter.."
"Eomma Chaerin sudah tiada..."
"Tidak.. Dokter bohong padaku, tidak mungkin!"
Chaerin langsung berlari masuk ke dalam ruangan Himchan. Para perawat sedang melepas alat bantu yang dipasang di tubuh Himchan. Terlihat Himchan sudah memejamkan matanya dengan wajahnya yang sangat pucat. Chaerin menghampiri Himchan dan memegang tangannya.
"Eomma bangun! Eommaa bangun! Kumohon bangunlah!" seru Chaerin
Tidak ada respon samasekali. Pikiran Chaerin mulai kosong. Tangisan Chaerin bertambah keras karena ia harus menerima kenyataan pahit.
"Eomma bangun! Kumohon.. Eomma aku berjanji tidak akan nakal lagi, aku berjanji akan selalu menuruti perintah eomma, aku berjanji akan mendapat nilai yang bagus saat ujian, aku berjanji akan selalu jadi anak yang baik, tapi kumohon eomma bangunlah.. kumohon..!"
Chaerin terduduk lemas di lantai dengan masih menggenggam tangan Himchan. Airmata Chaerin terus mengalir dengan deras. Ia benar benar tak menyangka jika Himchan akan meninggalkannya untuk selamanya. Jungkook menatap kasihan ke arah Chaerin. Baginya Himchan benar benar seorang ibu yang baik. Jungkook mengeluarkan ponselnya dan segera menelpon Taehyung.
"Annyeonghaseyo, Tae.."
"Annyeonghaseyo, Kookie kenapa nada bicaramu?!"
"Himchan eonni, hiks.."
"Himchan noona kenapa?! Apa yang terjadi?!"
"Ia..meninggal.., cepatlah kemari.. Chaerin benar benar sedih akan hal ini. Ia terus menangis sejak tadi.."
Di depan pintu terlihat Namjoon hanya mematung. Ia terlalu shock dengan kenyataan yang ada di hadapannya saat ini. 'Himchan meninggal..?"
.
.
Namjoon memasuki rumahnya dengan gontai. Ia masih lemas dan shock karena Himchan telah tiada. Ia memutuskan untuk duduk di sofa. Namjoon menunduk dan menutupi wajahnya dengan tangannya. Ia benar benar masih shock.
"Namjoonie, ada apa denganmu?" tanya Seokjin
Namjoon mengangkat kepalanya menatap Seokjin. Seokjin terheran kenapa wajah suaminya itu terlihat shock.
"Himchan.." ucap Namjoon pelan.
"Himchan? Himchan kenapa? Bagaimana keadaannya?" tanya Seokjin bingung.
"Ia meninggal..."
"Astaga! Kau serius?! Namjoon ini tidak lucu.."
"Aku tidak berbohong. Ia—ia mengidap penyakit kanker hati. Sebelum ia meninggal ia sempat berkata padaku, jika ia sudah tiada ia ingin aku membawa Chaerin. Ia ingin aku merawat Chaerin.."
"Kalau begitu bawa saja Chaerin kemari. Setelah pemakaman kita akan menjemput Chaerin, aku akan menyiapkan kamar untuknya"
"Aku tidak terlalu yakin Chaerin mau ikut denganku.. bagaimana jika ia tidak mau.."
"Himchan sudah menyuruhmu untuk membawa Chaerin. Aku yakin Chaerin pasti mau ikut denganmu.. tenang saja"
.
.
Chaerin menangis di depan foto Himchan yang terpampang jelas diatas meja. Sejak kematian Himchan, Chaerin terus menangis hingga matanya sembab. Setelah acara pemakaman Chaerin masih terdunduk di depan foto Himchan sambil menangis. Ia masih terlalu shock karena Himchan sudah tidak ada disisinya lagi. Dara dan Minji masih disitu untuk menenangkan Chaerin sejak tadi. Mereka kasihan melihat Chaerin yang terus menangis. Mereka tidak menyangka jika Himchan akan pergi secepat ini meninggalkan Chaerin.
"Chaerin.. berhentilah menangis.. kau membuatku bertambah sedih.." ucap Dara.
"Chaerin harus kuat. Himchan imo pasti tidak ingin melihatmu bersedih seperti ini kan.."
Dara memeluk tubuh Chaerin. Ia membiarkan Chaerin menangis disisinya. Chaerin tak sanggup menjawab kata kata mereka berdua. Dadanya terlalu sesak untuk berbicara.
Sebuah mobil hitam berhenti didepan rumah Chaerin. Taehyung dan Jungkook yang sedang diluar terheran, siapa yang datang?. Keluarlah sosok Namjoon dari dalam mobil diikuti Seokjin dan Yoongi yang sedang berada di gendongannya. Taehyung terkejut karena ia tak menyangka jika Namjoon akan datang ke rumah noonanya.
"Hei Namjoon hyung!" sapa Taehyung.
"Hei Taehyung! Sudah sangat lama aku tak bertemu denganmu. Bagaimana kabarmu?" balas Namjoon
"Aku baik baik saja. Mmm.. ini istrimu?"
"Ah.. ne, kenalkan ini Seokjin, dan ini Yoongi"
Namjoon sangat canggung saat mengenalkan Seokjin pada Taehyung. Ia sudah merasa karena sejak awal ia datang Taehyung sudah memperhatikan Seokjin dan Yoongi dengan aneh.
"Hai, aku Seokjin" ucap Seokjin ramah.
"Aku Taehyung, Ah! Hyung, kau masih ingan Jungkook kan, Kekasihku" balas Taehyung.
"tentu aku masih ingat. Dulu kalian masih sangat muda. Kalian sudah lama sekali berpacaran, kapan menikah?" ucap Namjoon.
"Entahlah, rencananya beberapa bulan kedepan. Aku sangat sedih karena Himchan noona harus pergi sebelum melihatku menikah.. . Ah, darimana Namjoon hyung tau jika Himchan noona meninggal..?"
"Begini.. dihari ketika Himchan meninggal aku berada di rumah sakit itu. Ia bilang padaku ketika Himchan tiada, ia ingin Chaerin tinggal bersamaku. Aku kesini untuk menjemput Chaerin.."
"Chaerin ada didalam. Masuklah. Ia tak berhenti menangis dari kemarin, mungkin kau dapat menenangkannya.."
Namjoon dan Seokjin masuk kedalam rumah dan mendapati Chaerin menangis tersedu sedu. Ketika Dara melihat Namjoon ia langsung berdiri membungkukkan badannya. Tentu saja Dara mengetahui Namjoon. Ia sudah sejak kecil kenal dengan Chaerin.
"Annyeonghaseyo Namjoon samchon" sapa Dara
"Annyeonghaseyo. Kau Dara kan? Kau sudah besar sekarang" balas Namjoon.
Mendengar nama Namjoon, Chaerin langsung menengok ke arah pintu. Chaerin terkejut melihat Namjoon datang ke rumah. Chaerin berdiri dan menundukkan kepalanya tanpa menatap Namjoon. Namjoon menghampiri Chaerin dan langsung memeluknya. Ia membiarkan Chaerin menangis didadanya.
"Hei, siapa lelaki itu?" bisik Minji
"Seingatku itu Namjoon samchon, appanya Chaerin" balas Dara.
"Aku tak pernah melihatnya"
"Akupun juga sudah sangat lama tidak melihatnya. Terakhir kali aku melihatnya saat aku masih kecil, aku dulu sering bermain ke rumah Chaerin"
"Kami permisi dulu untuk pulang, Namjoon samchon" ucap Dara pada Namjoon.
"Ne, kami pulang dulu ya Chaerin" sahut Minji.
"Chaerin harus tetap semangat ya!"
Setelah berpamitan, Dara dan Minji pergi meninggalkan rumah Chaerin. Chaerin melepaskan pelukannya pada Namjoon. Ia mengusap matanya dan mecoba menenangkan diri.
"Kenapa appa datang kemari.." ucap Chaerin.
"untuk menjemputmu, Chaerinah" balas Namjoon.
"Aku tidak mau.. aku tidak mau tinggal bersama appa"
"Tapi Chaerin..."
"aku tidak mau!"
Chaerin berlari meninggalkan Namjoon menuju kamarnya. Namjoon sedih karena anak perempuannya menolak mentah mentah untuk tinggal bersamanya. Ia bingung harus bagaimana lagi kepada Chaerin. Ia kemudian mengikuti Chaerin ke kamarnya. Tertinggal Seokjin dan Yoongi yang tertidur di gendongannya diruangan itu. Seokjin mendekat pada foto Himchan yang terpampang diatas meja. Seokjin mengulurkan tangannya dan mengusap foto Himchan.
"Kenapa kau pergi secepat ini.."
Namjoon membuka pintu kamar Chaerin dan masuk ke dalamnya. Terlihat Chaerin sedang duduk di tepian kasur dan sesekali terisak. Namjoon duduk dihadapan Chaerin. Chaerin hampir beranjak dari duduknya namun ditahan oleh Namjoon. Namjoon mengusap pipi Chaerin yang basah karena air mata.
"Chaerin kumohon dengarkan Appa.." ucap Namjoon pasrah.
"aku tidak mau.." balas Chaerin lirih
"Chaerinah.. kau harus mau tinggal bersama appa. Eommamu menyuruh appa untuk mengajakmu tinggal bersama appa.. appa tidak ingin melanggar janji dengan eommamu.. kenapa kau tidak mau tinggal bersama appa? Appa benar benar merindukanmu Chaerinah, appa ingin kau tinggal bersama appa"
"Apa wanita itu juga tinggal di rumah appa?"
"Seokjin? Tentu saja, dia kan istri appa. Dia eomma mu juga"
Chaerin mendengus ketika mendengar nama Seokjin. Ia benar benar benci untuk melihat wanita itu. Membayangkan untuk tinggal bersama saja tidak pernah apalagi memanggilnya dengan sebutan 'Eomma'.
"Dia bukan eommaku. Eommaku bernama Kim Himchan!"
"Okay okay.. terserah padamu kau akan memanggil Seokjin apa. Sekarang, kau ingin tinggal bersama appa kan?"
Chaerin terlihat menimang nimang pertanyaan Namjoon. Sebetulnya ia tidak mau. Rasanya terlalu berat untuk meninggalkan rumahnya saat ini. Rumah ini terlalu banyak kenangan bersama Himchan yang tak akan bisa ia lupakan untuk selamanya. Tetapi ia mengingat kata kata terakhir Himchan agar ia tinggal bersama dengan Namjoon. Namjoon berharap harap menunggu jawaban dari Chaerin.
"Mmm.. baiklah.. "
"Kalau begitu bereskan barang barangmu, ne. Kau ingin appa bantu?"
"Aniya.. tidak perlu. Sepedaku dibawa juga, ne?"
"Kalau kau ingin appa akan membawanya juga. Appa tunggu di luar ne"
.
Chaerin menatap pigura kecil berisi foto Himchan memeluk dirinya yang saat ini ia pegang. Ia mengusap lembut wajah Himchan pada foto itu.
"Aku menuruti perintah eomma... aku akan tinggal bersama appa.." ucap Chaerin lirih.
Chaerin kemudian memasukan pigura itu kedalam tasnya dan menutupnya. Kemudian ia menggendong tasnya dan menyeret koper keluar dari kamar. Namjoon yang sejak tadi menunggu di luar menghampiri Chaerin dan membantu menyeret koper besarnya. Chaerin keluar dari rumah dan melihat Taehyung dan Jungkook masih berada disitu. Chaerin menghampiri Taehyung dan memeluknya.
"Chaerin baik baik ne dengan Namjoon hyung. Himchan noona pasti tidak senang jika Chaerin nakal" ucap Taehyung.
"Aku tidak berjanji, Taehyung samchon" balas Chaerin.
"dasar anak nakal" balas Taehyung sambil menyentil dahi Chaerin.
"Samchon sakit!"
"Sudah kau masuk sana kedalam mobil"
Chaerin kemudian masuk kedalam mobil Namjoon. Didalam mobil tersebut sudah ada Seokjin yang duduk di depan dan Yoongi yang duduk di sampingnya. Ia memilih untuk diam saat di dalam mobil. Setelah Namjoon memasukkan koper, ia menghampiri Taehyung.
"Setelah aku menjemput Chaerin, kau berencana apa untuk rumah ini?" tanya Namjoon.
"Sepertinya aku akan tinggal disini. Rumah ini sayang jika dijual. Mungkin aku dan Jungkook akan tinggal disini. Aku akan memindahkan barang barangku dari apartemen" jelas Taehyung.
"Mmm.. baiklah. Aku pulang dulu ne. Tabahkan dirimu, aku juga sedih kehilangan Himchan"
"Annyeong~"
"Annyeong"
Namjoon kemudian meninggalkan Taehyung dan masuk kedalam mobil. Ia menyalakan mesin mobilnya dan menjalankannya. Sedari tadi ia melirik kearah Chaerin yang hanya diam saja dan menatap ke arah luar jendela.
"Kenapa kau hanya diam saja, Chaerinah?" tanya Namjoon.
"lalu aku harus berbicara apa?" balas Chaerin.
"Apa Chaelin noona akan tinggal bersama kita? Benarkah itu noona? benarkah?" seru Yoongi sambil menatap Chaerin.
Chaerin memutar bola matanya dengan malas dan kembali memalingkan wajahnya ke jendela. Ia terlalu malas untuk membalas kata kata Yoongi. Seokjin mengerti kenapa Chaerin seperti itu. ia masih tidak suka dengan keadaan seperti ini.
"Yoongi jangan mengganggu Chaerin noona dulu ne. Chaerin noona sedang tidak ingin diganggu" ucap Seokjin lembut.
"Baik, eomma" balas Yoongi.
.
Sampailah mereka di rumah Namjoon. Chaerin merasa sangat berbeda ketika di rumah ini. Seokjin berjalan menghampiri Chaerin.
"Biar kutunjukan kamarmu, Chaerinah. Mau kubantu untuk membawa barang?" ucap Seokjin.
"Tidak perlu" tolak Chaerin.
Seokjin hanya bisa pasrah. Ia harus bisa bersabar dengan Chaerin yang keras kepala. Apalagi saat ini Chaerin masih membencinya. Ia tidak mau memaksa Chaerin untuk cepat cepat menganggapnya sebagai eomma. Seokjin menunjukan Chaerin dimana kamarnya. Tepat disebelah kamar Yoongi.
"Nah, ini kamarmu. Kau suka?" ucap Seokjin.
"Bisakah kau meninggalkanku sendiri?" balas Chaerin datar.
"Eumm? Baiklah. Kupikir aku bisa membantumu untuk menata barang barangmu"
"Tidak usah"
Seokjin kemudian meninggalkan Chaerin dikamarnya. Chaerin menutup pintu kamar itu lalu berjalan menuju kasur. Iapun membuka tas ranselnya dan mengeluarkan sebuah pigura. Ia kembali menatap pigura berisi foto Himchan dengan dirinya tersebut.
"Eomma, aku merindukanmu.. aku merasa berbeda berada di rumah appa. Aku tidak menyukai wanita bernama Seokjin itu. Eomma aku berharap kau masih berada disini. Seandainya eomma masih hidup dan kita bisa bersama, dengan appa juga. Eomma..."
TBC
Wohoo udah update chapter 2 nya nih :' aku bener bener gak nyangka bakal ada yang ngerespond ff ini. Maafkan diriku memakai cast yang tidak biasa :'v hahah. Maaf juga kalo di chapter ini kurang bagus (_ _) Makasih banget buat yang udah ngefollow, favorite, atau ngereview ff ini :3 aku bener bener gak nyangka xD ditunggu reviewnya~~ :3
