Bleach: Tite Kubo

Utakata: Kanata.

X

X

X

2. A Few Story About Past

Seorang gadis berambut hitam terbangun oleh cahaya matahari yang merembes ke ruangannya. Ia menyipitkan matanya, menatap kisi-kisi jendela yang menyumbangkan sinar matahari yang menyilaukan itu ke ruangannya. Beranjak walau sedikit menahan sakit di tangan kirinya, ia mencoba menggapai gorden jendela yang tak tertutup dengan rapat, tapi gagal. Menyerah, kembali ia pada kasurnya dan mencoba untuk tidur. Ingatannya berjalan ke beberapa tahun lalu, saat pertama ia bertemu gadis itu. Mungkin sesosok orang yang dikagumi, merangkap saudara, atau orang yang harus dilindungi. Namun, pada akhirnya dirinya sendirilah orang yang akan dilindungi orang tersebut. Sedikit kesal pada dirinya sendiri, gadis itu kembali memeluk bantalnya dan menutup wajahnya. Entah karena panas atau apa, pipinya memerah.

Ingatannya kembali berjalan-jalan ke beberapa tahun yang lalu. Saat ia masih bocah yang digandeng ayahnya, menatap seseorang yang ditandu dan dikawal, atau ketika ia mendapat jabatan menjadi wakil ketua divisi 2. Lentera putar dalam otaknya kembali memutar gambar ketika orang itu, menghilang darinya sekitar 100 tahun lalu. Ia tersintak oleh bunyi berderit pintu kamar tersebut. Berpura-pura kembali tidur, ia mndengar percakapan seseorang.

"Jujurnya aku tidak setuju untuk bekerjasama denganmu, camkan itu," suara seorang wanita yang ditangkapnya sebagai Unohana.

"Khiehiehie…Kau kan lihat sendiri dia membaik, wanita sial," dalam pikiran gadis itu, tawa bengis itu hanya dimiliki Mayuri.

Mungkin Unohana sedang mencabut pedangnya, atau Mayuri terkena serangan jantung mendadak, ia tak tahu. Yang jelas seketika suasana hening. Tak jelas apa yang sedang terjadi, untuk membuka mata ia enggan. Daripada ditanyai banyak hal yang belum ingin ia jawab. Sebenarnya keheningan itu terjadi karena wakilnya, Si Omaeda, datang dengan tersedu-sedu dengan mata yang bengkak. Mungkin sekian lamanya ia menangis, tangisnya jadi dalam diam dan tak snggup berkata-kata lagi. Namun cukup untuk membungkam Unohana dan Mayuri yang siap saling bunuh di tempat. Sehingga yang terjadi adalah Unohana dan Mayuri menyeret keluar wakil kapter tersebut agar tidak terjadi ledakan tangis yang memekakkan telinga. Mungkin jika si nona yang (pura-pura) tertidur itu tahu, ia akan sangat menyesal tidak menyaksikan pemandangan menggenaskan tersebut. Tapi sang tuan putri tak tahu. Ia malah benar-benar tertidur, ketika pintu berbunyi 'blam' dengan cukup keras karena ditutup dengan ditendang Mayuri karena kedua tangannya sudah terlalu kerepotan menyeret Omaeda keluar ruangan.

Ia bermimpi tentang bunga sakura yang dilihatnya dengan orang itu di malam dengan bulan bulat penuh. Bulan mungkin punya pandangan sendiri pada apa yang dilihatnya. Tapi ia berpikir lain, meskipun bulan punya sudut deviasi yang lebih luas daripada dua bola matanya, tapi ia punya memori yang lebih banyak dari bulan, pikirnya. Atau beberapa tahun sebelumnya, alih alih mengajarinya latihan untuk memperkuat diri, gadis yang sangat dikaguminya itu malah mengerjainya habis-habisan. Dalam igauannya, nona itu tersenyum.

####

Seorang bocah sekitar sebelas tahunan berjalan ke arah sebuah gerbang yang dijaga 2 orang. Sang penjaga membungkukkan badan pada bocah berbaju hitam seperti ninja tersebut. Bocah ini berjalan ke arah halaman, dimana telah banyak orang yang berlatih. Tampak seorang nona berambut ungu menatap muak ke arah halaman, hingga matanya menyipit menatap bocah yang baru datang. Dengan enggan dikibaskannya tangannya untuk memanggil bocah tersebut. Takut-takut bocah tersebut berjalan mendekat.

"Kau terlambat, Soi Fon"

"Ma..Maaf Yoruichi-sama.."

"Dasar payah.." ujarnya dengan nada kesal.

"Ma..maafkan saya," sang bocah menunduk sedalam yang ia bisa.

"Kau harus dihukum, tau kan kesalahanmu!" ujarnya lebih ketus.

"I..iya," ujar Soi-Fon ketakutan seraya menunduk jauh lebih dalam. Tubuhnya mulai gemetaran. Sebelumnya ia pernah melihat penjaga yang lalai dan hukuman yang cukup mengerikan bagi mereka. Ia mulai menutup matanya, membayangkan hal tersebut.

"Angkat kepalamu!" perintah Yoruichi dengan dingin.

Soi Fon yang ketakutan mengangkat kepalanya walau masih sambil menutup matanya. Tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang licin membentur wajahnya dan dengan bunyi 'pof' ringan meletus di depannya. Ragu-ragu ia membuka matanya, dan menatap wajah Yoruichi yang memerah hingga keluar air mata karena tertawa terbahak-bahak menatap wajah ketakutannya. Di tangan nona besar itu, ada sebotol air sabun dan batangan peniupnya.

"Aku baru tau ada yang ketakutan setengah mati karena gelembung," ujar Yoruichi di sela tawanya.

####

Sejak winter war, terakhir kali nona yang kini tengah tertidur itu bertemu dengan orang yang dikaguminya. Sementara sinar matahari yang mendadak dengan intensitas yang terlampau kuat masuk ke ruangannya, ia merasakan sesuatu yang licin membentur wajahnya dan dengan bunyi 'pof' ringan meletus di depannya. Dengan kaget ia buka matanya. Menangkap sosok seseorang dengan rambut keunguan yang dikuncir itu duduk di jendela, membiarkan angin menerpa rambutnya. Seperti mimpinya, nona itu menggenggap botol gelembung dan batang peniupnya.

"Mau tidur sampai kapan, Soi Fon?"

####

Chapter 2..apdeett…:D

Makasi yang udah baca. Apdetna rada lama ya? Kanata lagi sibuk berburu buku kimia Kanata yang raib xD

Danken buat yang baca :D

Juga spesial thx to : chappythesmartrabbit, ojou-chan , RikurohiYuki03 buat reviewna.

Yosh..lanjutkan perjuangan *kembali berburu buku kimia*