Jongin mengambil pulpen dari laci meja belajar Sehun dan mulai membuka sebuah buku,
Bersiul-siul sambil mulai mencoret beberapa tulisan didalam buku agenda bersampul merah dengan lambang tengkorak yg digambarnya sendiri bersama Sehun,
"kau yakin ingin mencoret semua ini ? "
Tanyanya pada anak lain diruangan itu yg sedang berdiri bertelanjang dada didepan lemari,
Sehun menarik asal sebuah kaus putih diantara tumpukan baju dan mulai memakainya dari kepala, "yeah, lakukan saja "
Anak diseberang kembali pada halamannya, menatap bimbang "eumm, aku rasa ada beberapa lelucon yg terlalu bagus untuk dihapus "
"kita perlu refresh Jongin, refresh ! "
"ahh ..oke "
Dengan itu ia menarik satu garis panjang dan zig-zag menutupi sebagian besar tulisan dihalaman itu, membuat gambar bunga-bunga kecil mengelilingi nama Tuan Kang disana
"aku pasti akan merindukannya…. " ucap Jongin dengan mimik sedih yg dibuat-buat
Sehun menangkupkan kedua tangannya di wajah dan mengeluarkan suara seperti sedang menangis sesenggukan,
"kita telah kehilangan…. "
Dua detik berikutnya adalah suara derai tawa bagaikan lolongan hewan liar yg terdengar sampai kamar Kris.
.
.
Kris sudah telalu terbiasa mendengar kegaduhan yg mereka buat untuk mau ikut campur,
Dia sudah mengenal Sehun sejak masih berada dalam perut ibunya, -yg setiap hari mengeluh sakit karena merasa terus ditendang, hingga hampir setinggi dirinya sekarang –Kris berdoa supaya tinggi Sehun tidak pernah mencapai dirinya, Kadang kris berpikir dosa apa yg telah dilakukannya dimasa lalu sampai bisa dipertemukan dengan Sehun sebagai adik kandungnya sekarang
Saat Kris memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Korea, orang tuanya menuntut Kris untuk membawa Sehun turut serta
Lihat orang tuanya sendiri bahkan tidak mau merawat Sehun kan?
Tidak, tidak, hidup di negara timur yg penuh dengan sopan santun dan norma yg masih kolot, mungkin akan membuat Sehun dan semua sifat bengalnya hilang, keras kepala dan manjanya
Tapi sialnya, rumah yg dibelikan orang tuanya di Korea berdekatan dengan rumah keluarga Tuan Kim yg mempunyai anak pungut –menurut cerita Sehun- Kim Jongin, sifatnya tak lebih dari titisan setan
Partner yg tepat jika kau ingin mengasah otak berandalmu
Kalau kau bertanya kenapa tidak ada yg keberatan?
Berani memarahi mereka sekali,
Maka kau tidak akan menyangka jika keesokan harinya kau terjerembab masuk lubang buatan di jalan biasa kau lewati, atau tersandung kabel hingga hidungmu bengkak, belut listrik …. pilihlah
Kris bahkan telah mendapatkan puluhan atau ratusan pengaduan yg datang dari orang-orang yg dikerjai oleh mereka, terlalu banyak, sampai hanya seperti suara air keran mengalir ditelinga Kris,
Sudah banyak hukuman dan ancaman yg Kris lontarkan pada mereka, hanya sia-sia
Jauh dalam hati mahasiswa universitas Seoul itu, ia merasa lega, karena Sehun dan Jongin tidak pernah sekalipun berurusan dengan narkoba, rokok dan minuman keras,
Mereka hanya remaja berkelakuan preman pasar merangkap narapidana
Dan ketika lolongan para dewa kekacauan itu membahana seperti sekarang, Kris cukup tahu bahwa mereka sedang merencanakan sesuatu
Pria ini hanya acuh memutar naik volume musik dari earphone yg dikenakannya, sembari berharap turunnya keajaiban
.
.
.
.
.
"sudah kelihatan belum ? "
"belum "
"kenapa lama sekali ? "
"aku tidak tahu "
Jongin memasukkan potongan keripik kentang ke mulutnya, "mungkin dia tersesat ? "
Pemuda didepan mengerdikkan bahunya, masih memegang teropong Bushnell hitam, memutar-mutar lensa fokusnya
Mereka sedang duduk diatas ranjang Sehun, dilantai dua dikamar didepan sebuah jendela besar tanpa teralis, mengamati orang baru yg mengisi agenda mereka
"kira-kira dia menyewa kamar dilantai berapa ? " Jongin memasukkan semakin banyak kentang kemulutnya, membuat pipinya menggembung
"mungg..kin dia sfudah kem..bbali, sebaiknya kita menggintai darri khamarrku sajja…. "
"belum, aku melihatnya pergi dengan sepeda tadi, hey kau mengotori ranjangku, bodoh! " Sehun memberikan Jongin tatapan tajam saat remah-remah keripik bercampur air liur itu berjatuhan dari mulut Jongin
Pemuda berkulit tan disana hanya mengibaskan tangannya pada sprei biru itu seadanya, "ceritakan padaku seperti apa pemuda itu "
Sehun menurunkan teropongnya, berbalik kearah Jongin, memandang dinding seperti mengingat sesuatu "eum, dia berkulit putih, mungkin setinggi kita, rambutnya berwarna seperti ini.. " tangannya menunjuk pada rak kayu tempat menyimpan kaset video game, diselatan tempat tidur
Jongin menaikkan satu alisnya, "rambutnya diwarna ? berarti dia bukan siswa senior high school lagi , mahasiswa ? "
"entahlah, mungkin seumuran Kris " Sehun menggeleng
"saat tersenyum pipinya berlubang "
"apa ..? "
"maksud ku dimple bodoh ! "
Sahabatnya itu mengangguk pelan, meraih sebuah cola dari cooler di sisi lain dari tempat tidur, Sehun memutar tubuhnya kembali menghadap jendela, menaikkan teropongnya ke arah jalan
Hanya ada seorang laki-laki yg berlari dengan anjingnya, dan sebuah mobil hitam yg berjalan pelan
"kau sudah berkenalan ? "
"belum "
"apa dia kelihatan seperti orang baik ? " Suara desisan dari minuman kaleng yg dibuka terdengar, disusul sebuah suara keras berulang dari air yg ditelan melalui tenggorokan..
gluk..gluk..gluk
sampai kapanpun Jongin memang kampungan
"sebelum dipungut kau tinggal di afrika ? cara mu minum itu seperti unta padang pasir " sindir Sehun tajam
Walaupun mungkin sifatnya bengal, Sehun sangat menjunjung tinggi kesopanan
"ya Tuhan, sudah berapa kali aku katakan padamu, aku bukan anak pungut ! apa kau tak lihat wajahku mirip dengan eomma ?! "
Ya ya Sehun mengakui kalau Jongin terlihat seperti Nyonya Kim versi laki-laki, tapi dengan warna kulit yg berbeda dan kelakuan yg jauh bisa dikatakan anak seorang profesor , vulgar dan kampungan
Sampai kapanpun Sehun akan tetap percaya bahwa Jongin adalah anak pungut,
"dan aku bukan unta ! unta itu Jongdae ! " pekik Jongin tak terima, Sehun hanya memutar bola matanya malas,
"terserah, sekarang lebih baik kita pikirkan cara mengerjai orang itu !"
Jongin mendengus, menghabiskan colanya dengan sekali teguk dan merangkak mendekati Sehun di jendela,
"lambat sekali otak mu bekerja huh? " ia merebut teropong bushnell hitam dari tangan Sehun, mengekernya kebawah
"kau bilang pemuda itu pergi dengan sepeda ? "
Sehun mengangguk tak acuh, detik berikutnya ia melihat Jongin mengeluarkan sebungkus plastik yg isinya membuat wajahnya cerah seketika
"kau memang cerdas Kim Jongin !"
"I know ! "
.
.
.
.
.
Tuhan menganugerahi dua orang anak itu kecerdasan dan kecepatan tangan yg luar biasa,
Setelah membuat sketsa sederhana yg Jongin gambar mereka segera pergi keluar untuk membangun rencana kedua, rencana pertama bahkan sudah terlihat manis ditempatnya
Sehun dan Jongin tak henti-hentinya tertawa saat menjalankan aksinya
mereka ingin segera melihat bagaimana reaksi pemuda ini termakan jebakan usil nya,
Sehun sudah membayangkan bagaimana wajah polos itu kemudian menjerit kesakitan atau ketakutan, dia terkekeh sendiri, sementara Jongin yg notabene belum pernah melihat pemuda itu, ia hanya bisa membayangkan wajah-wajah orang yg dulu pernah dikerjainya,
Jongin menarik sebuah kabel yg diikatnya pada dahan pohon oak di halaman belakang mansion Tuan Kang, sementara Sehun sedang sibuk merentangkan sebuah kain putih disebelahnya
Jangan bertanya bagaimana mereka bisa masuk seenaknya kedalam,
Mereka pasti berkilah, ini adalah ulah Monggu, poodle coklat milik Jongin, yg menggali lubang dibawah pagar dinding mansion itu, tepat disamping rumahnya,
Poodle malang itu –tentu saja atas perintah mereka- menggali lubang yg cukup dalam, sehingga seorang anak berusia 10 tahun bisa masuk hanya dengan merangkak,
Dan Monggu cukup cerdas untuk terus menggali lebih dalam sehingga lubang itu masih cukup dimasuki mereka yg terus tumbuh tinggi setiap tahunnya
Semakin dalam, semakin dalam, membuat pagar dinding itu rapuh kemudian ambruk kebawah, menimbulkan lubang baru yg bisa mereka lewati dengan berjongkok, tak perlu merangkak lagi
Sehun hanya perlu membuat sebuah papan kayu untuk menutupi lubang setengah lingkaran itu di dinding dan semakin sempurna dengan hiasan tanaman merambat milik Nyonya Kim,
Mereka sudah punya alibi jika suatu hari seseorang bertanya siapa penyebab kerusakan itu,
"that's Monggu ! Omg bad Monggu ! "
yeah
.
.
"Sehun, kabel ini terlalu pendek, "
Sehun mendongak, menatap Jongin yg sedang membuat simpul diatas dahan "tidak cukup ? "
Jongin merentangkan sisa kabel ditangannya, mengukur dengan jari "kurasa ini tidak akan bisa mencapai kamar ku, kita juga belum mengikat hantunya "
Mereka berencana membuat jebakan untuk menakuti pemuda disana, sebuah bola yg dibungkus kain putih panjang,
Sehun yg bertugas menambahkan efek menyeramkan pada replika hantu itu dengan spidol merah, sementara Jongin mengikat sebuah kabel panjang tipis melalui dua pohon oak di halaman belakang, yg bersambungan secara vertikal dengan kabel yg juga diikat dari kamarnya,
Hantu itu nanti akan digantung dibawah roda yg diikat dengan carabiner, -sebuah alat yg digunakan dalam flying fox
Jongin dan Sehun telah repot-repot mengecek dilantai berapa pemuda itu menyewa kamar, dengan memanjat sulur tanaman di dinding mansion,
Sesuai rencana, setelah malam tiba, hantu itu akan meluncur dari kamar Jongin seperti naik flying fox, dan berhenti tepat didepan kamar pemuda itu dilantai dua
Jongin juga mengikatkannya dengan tuas lain dipunggung hantu itu, sehingga dengan sekali tarik, hantu itu dapat segera turun kebawah, atau bergerak maju mundur mengetuk kaca jendela, really good idea !
"kau masih punya cadangan kabel lagi ? " teriak Jongin dari dahan
Sehun mengerutkan keningnya "eum… kurasa ya, aku akan mengeceknya "
"jangan lama-lama ! kita tak tahu kapan ia kembali " seru Jongin sekali lagi
Sehun menaruh hantu buatannya ditanah dan segera bangkit menuju pintu rahasia mereka, sedikit mengintip untuk melihat siapa tahu ada orang yg kebetulan lewat, lalu dengan hati-hati ia berjalan berjongkok keluar, dan menutupnya kembali,
Ia berjalan setengah berlari kerumahnya, hanya sekitar 80 meter
Melewati rumah Jongin yg kebetulan sedang sepi, pagar halamannya sudah tampak sebelum kemudian iris kecoklatannya menangkap sesuatu yg aneh
Sehun berhenti
Memicingkan matanya
Seorang pemuda berwajah malaikat sedang berdiri didepan pagar rumahnya
Berwajah sedih menatap kedua ban citybike silver nya yg kempes,
Sehun menahan tawanya, ia mengambil ponsel dari sakunya untuk memberitahu Jongin
Tapi kemudian sesosok berambut blonde menyembul di sisi pemuda itu, berjongkok disamping citybike yg telah lumpuh itu
Sehun mengerutkan keningnya, berjalan mendekat
Oh oh ada yg berusaha sedang menjadi pahlawan disini, biar dia catat orang itu, siap-siap akan menjadi selanjutnya dan...
"Kris ? "
Sehun tak percaya,
Sejak kapan manusia goa itu peduli dengan membantu orang yg dikerjainya
Sehun menyebutnya manusia goa karena Kris hampir jarang sekali keluar kamar, selain hanya untuk makan dan pergi kuliah, membuat Sehun seperti merasa hanya tinggal seorang diri dirumah,
Hampir tidak ada perhatian, lalu melampiaskan kekesalannya pada orang disekitar, mungkin Kris adalah salah satu penyebab kenakalan Sehun selama ini
"Kris ?! " ulang Sehun tak yakin, setelah melihat sosok itu lebih dekat, dengan kemeja putih panjang dan jeans selutut
Pria yg sedang berjongkok disana menengok ke arah suara, terkejut
"well.. " ucapnya sambil berdiri, Sehun bisa melihat Kris memegang beberapa paku yg ditaburkannya bersama Jongin tadi
"sepertinya aku tahu siapa penyebab kekacauan ini " lanjutnya sambil melirik pemilik citybike yg menjadi korban disebelahnya, pemuda itu hanya memperlihatkan wajah tidak mengerti,
Sehun mengeratkan genggamannya
Kris hanya tersenyum timpang pada adik laki-lakinya, "sudah kubilang, panggil aku Hyung ! " tekannya diiringi tatapan tajam
"oh dia adikmu ? "
Pemuda lain disebelah Kris menatap Sehun dengan wajah berbinar,
Sehun baru mendengar suara pemuda itu, suara yg lembut dengan aksen yg aneh
Kris hanya mengangguk lemah diseberang, "sayangnya ya.. "
"manis sekali… "
Sehun sekali lagi bisa melihat lekukan dalam dipipinya ketika ia tersenyum,
"manis ? kau hanya belum tahu mahakarya yg telah dibuatnya " sahut Kris kembali berjongkok mencabuti paku yg masih melekat di ban citybike
Ugh, sejak kapan Kris bersikap sok gentle seperti itu, batin Sehun
"mahakarya? Dia seorang seniman ?"
"Seniman dibidangnya " sahut Kris tak acuh, pemuda disana hanya menggeleng, menengok
"Annyeong…" ucapnya pada Sehun,
"Annyeong.. " balas Sehun datar dengan anggukan kecil
"aku menyewa salah satu kamar di mansion Tuan Kang, nama ku Zhang YiXing " ucapnya dengan senyum ramah
Sehun bertaruh, senyumnya bahkan lebih ramah dari senyum ibunya yg mirip Kris di Kanada
"Zhang Yixing? Kau orang cina ? " tanya Kris seraya berdiri
"ya, aku kesini untuk kuliah, Hansung Univesity "
Kris tersenyum dan mengangguk " aku kuliah di universitas Seoul, kami juga setengah Cina, aku Kris dan dia Sehun "
Kris menunjuk pada Sehun yg masih berdiri datar menikmati pemandangan didepannya
Pemuda cina itu tampak bahagia dengan perkenalan mereka, mengabaikan fakta bahwa ia sebenarnya telah menjadi korban kejahilannya
Sehun melihat celana jeans abu-abu pemuda itu kotor di lutut dan bagian paha, mungkin dia terjatuh tadi
Sehun baru akan mengambil ponsel dari dalam sakunya lagi sebelum kemudian sebuah suara menginterupsinya
"aku berencana membuat egg tart hari ini, maukah kalian datang membantu ku? Kita bisa menikmatinya bersama " serunya dengan senyum indah menatap Sehun dan Kris bergantian
"wah wah, akan sangat menyenangkan, tapi aku mempunyai beberapa tugas yg harus segera diselesaikan, mungkin Sehun bisa "
Kris memang selalu seenaknya
"oh sayang sekali, tapi Sehun~ssi bisa datang kan ? " ucapnya memandang Sehun penuh harapan
Ugh, Sehun menelan salivanya,
ada hantu yg menunggunya malam ini bersama Jongin
"ya, tentu dia harus " Sahut Kris enteng, ia memberikan Sehun tatapan mengancam sebelum berbalik "jangan lupa sisakan untukku Yixing~ssi "
Sehun menahan keinginannya untuk muntah, melihat Kris dengan sengaja menaik turunkan alisnya kearah Yixing
"tentu saja Kris~ssi, ayo.. "
"eng.. tapi aku harus menyelesaikan urusanku terlebih dahulu " potong Sehun saat Yixing berusaha meraih bahunya
Pemuda cina ini berhenti, mengerutkan keningnya, sementara kedua tangan Kris memperagakan mematahkan kayu dari belakang sana
Kris sialan
"eumm. .aku akan segera menyusulmu.. "
Ujung bibir itu kembali tertarik membentuk sebuah senyuman, "baiklah, jangan lebih dari pukul 8 Sehun, kuenya sudah tidak hangat, "
.
.
.
"kenapa kau peduli huh ? " seru Sehun saat mereka masuk kedalam rumah, Kris berjalan di depannya
"kau telah membuat pemuda itu jatuh terjerembab dan membuat stang nya bengkok, kau tahu ? "
Tentu saja Sehun tahu, itu adalah rencananya sejak awal
"berhenti mencelakai orang-orang Sehun ! " ucap Kris seraya mendudukan dirinya di sofa
"oh kau mulai berlagak peduli sekarang? Dan bersikap gentle ? " sindir Sehun
"awalnya tidak .. " Kris mengangkat remote dan mengarahkannya pada televisi
"aku mendengar suara orang menangis dan dia tampak….. manis ? jadi aku datang" Kris tersenyum lebar
Sehun memutar matanya "manis kau bilang ? ..haha selera mu payah Kris "
"panggil aku Hyung! "
"Kris Hyung~ " ulang Sehun dengan nada mengejek, duduk di sisi lain sofa lebar diruang tengah itu
"kau telah membuat hampir separuh belanjaannya hancur, bagaimana kalau dia tahu kau lah pelakunya ? "
"bukan urusanku ! "
"dan dia bilang kau manis lalu mengundang mu kerumahnya untuk makan ? " Kris menatap Sehun tajam "kemana hati nurani mu ? "
"aku menggantungnya di lemari " sahut Sehun sekali lagi tak acuh
Kris mengacak rambutnya, harus dengan apa ia menghadapi Sehun, ia sendiri sudah merasa tidak sanggup
Menatap adiknya melalui ekor matanya, Sehun hanya duduk diam menatap televisi yg menyala,
Oh oh dan lihat wajah datar menyebalkan itu, dari siapa ia mewarisinya,
To be honest, Jawabannya adalah dari kedua orang tuamu Kris, kau juga mewarisi jenis wajah yg sama, The bitch face
Tipe wajah yg memanggil untuk ditendang tapi juga dicintai, how can?
Kris menekan tombol off pada remote membuat layar datar 32 inch itu menghitam, Sehun segera menengok kearah Kris, merengut
"cepat mandi, dan segera pergi kerumah Yixing ! " perintah Kris
"kenapa aku harus ? "
"aku tak akan memasak makan malam, pergilah makan egg tart itu "
Sehun menghentakkan kakinya ke lantai dan akan beranjak pergi,
"satu lagi, pastikan kau tidak melakukan sesuatu yg buruk disana ! "
Kris mengepalkan tinju dan memukul-mukulkannya pada telapak tangan satunya, menatap Sehun dalam
Pemuda yg lebih pendek disana menelan saliva nya lagi
.
.
"halo ? Jongin, Jongin, ya! Pergilah dari sana segera, cepat bereskan, bawa pergi semuanya ! "
"ap..apa? "
"aku akan kerumah mu satu jam lagi, akan aku ceritakan nanti ! bye "
"ya ! heyy kau- "
KLIK
Tuut..tuut…tuuutt
.
.
.
.
.
Sebenarnya Sehun tak ingin pergi kerumah pemuda cina yg baru dikenalnya itu, pemuda yg bernama Yixing, bagaimanapun orang itu adalah target baru dalam buku agendanya bersama Jongin
Dan malam nanti ia berencana akan menakutinya dengan hantu, tapi ia tak berani melawan Kris,
Kakaknya itu tampak sangat serius mengancam akhir-akhir ini, Kris tentu tak akan tega menyakiti adik kecilnya ini, lagipula orang tuanya mempercayakan Sehun pada kris bukan untuk disakiti kan
Tapi kejadian saat Sehun berhasil membuat wajah Kris hitam dengan meledakkan pemanggang roti beberapa hari yg lalu, membuat Sehun harus berakhir terikat di kulkas, lalu Kris menyentil telinganya sampai berdengung dan terasa akan lepas ,
Sehun tidak mau mengambil resiko sekarang
Setelah membersihkan diri, Sehun mengenakan T-Shirt lengan panjang biru polos berbahan katun dengan jeans warna senada, segera melesat ke rumah sahabatnya
Ia disambut ocehan Jongin yg mengomel karena harus membersihkan dan mengangkut percobaan rencana mereka seorang diri
Sehun meminta maaf berkali-kali dan menceritakan kejadian sore tadi bersama Yixing dan Kris, ia berharap Jongin akan mendukungnya untuk tidak datang ke rumah Yixing, dan melanjutkan rencana mereka malam itu
Mana mungkin bersahabat dengan calon mangsa mu?
Tapi yg Sehun dengar adalah jawaban yg membuat nya membelalakan mata
"ahh aku suka egg tart, ayo kita kesana "
Jongin memang kampungan
.
.
.
.
Dan disinilah Sehun Wu, berdiri mengocok telur didapur mansion tuan Kang, Sementara Jongin dan Yixing sedang membuat minuman jahe diseberang
"jadi Yixing Ge mengambil jurusan apa ? "
Lihat bahkan Jongin telah memanggilnya Gege'
"aku mengikuti kedokteran " jawab pemuda itu lembut
"waow kau akan menjadi seorang dokter nanti, " Yixing hanya terkekeh, tangannya menurunkan terigu dari atas Kitchen set
"kalau aku bercita-cita menjadi seorang dancer yg terkenal "
"benarkah? kau pasti pandai menari !"
"tentu saja,aku dan Sehun adalah yg terhebat di sekolah " Jongin meliuk-liukkan tubuhnya menirukan gerakan ombak
"tapi aku masih lebih hebat dibanding Sehun ! "
Sehun merasa telah dikhianati
.
.
Mereka bertiga membuat egg tart itu bersama-sama, dari mulai mengocok telur, menuangkan terigu, gula halus, membuat adonan, membuat custard –saus tart dari telur
saat mereka menunggu adonan kulit ini mengeras untuk bisa digilas, Yixing menyuguhkan cookies coklat dan susu strawberry hangat pada mereka, kesukaan Sehun
Yixing juga menceritakan banyak hal, tentang rumahnya di Cina, tentang wisata disana, orang-orang disana,
Meskipun ayah Sehun adalah orang Cina, tapi ia tak pernah pergi ke Cina, hanya menumpang lahir disana, kecuali Kris ia sempat bersekolah disana selama 8 tahun, sebelum pindah ke Kanada
Yixing juga menceritakan beberapa lelucon yg membuat ia dan Jongin terbahak sampai perutnya sakit, juga memperagakan teknik dance yg belum pernah mereka tahu
Yixing juga seorang dancer, hampir lebih baik dari Sehun dan Jongin
Orang yg sangat ramah,
Setelah egg tart nya matang, Sehun begitu kagum karena biasanya custard berbau dan berasa amis, Yixing bisa membuatnya terasa lembut dan hanya berbau susu
Bahkan ibunya tidak pernah membuat egg tart seenak ini
"ini egg tart terlezat yg pernah kumakan " seru Jongin sambil menatap Sehun antusias
Sehun hanya bisa mengangguk mengiyakan, karena memang rasanya sangat lezat,
.
.
"kami harus pulang, ada beberapa pr biologi yg harus dikerjakan " ucap Sehun sopan saat selesai menghabiskan satu loyang egg tart bersama Jongin
"yeah, aku benci biologi " seru Jongin disampingnya "sangat sulit "
Yixing tersenyum untuk kesekian kalinya pada mereka "biologi tidak sulit, kalau kalian mau, aku bisa membantu kalian menyelesaikannya "
Ah ya Yixing adalah calon dokter,
Tidak perlu waktu lama bagi mereka untuk pulang mengambil buku dan segera kembali ke rumah Yixing
Sehun mengabaikan panggilan Kris saat ia terburu-buru masuk dan segera keluar membawa buku
Tanpa diduga, Yixing pandai mengajar, dia tak pernah membentak atau marah saat mereka salah mengerti tentang sesuatu yg dijelaskannya
Menerangkan perlahan-lahan sampai mereka benar-benar paham, dan tetap sabar walaupun Sehun dan Jongin terus bertanya, bahkan ketika mereka mulai berdebat dan saling mencekik
Lebih baik dari Park seonsangnim guru biologi mereka di sekolah
Dan jauh jauhh lebih baik dari Kris
Kris hanya akan terus memukul kepala Sehun jika salah mengerjakan soal
"tirulah otak ku yg briliant ini Sehun ! "
Cih'
Mereka pamit setelah Yixing membuatkan mereka Hotteok –pancake kacang sebagai kudapan terakhir malam itu
"datang kesini lagi ya ? " ucapnya seraya memeluk Sehun lembut,
Sehun merasakan pipinya memerah saat itu, ada perasaan hangat yg mengaliri dadanya, merasa disayangi
"ajarkan kami teknik dance yg lain Yixing Ge ! "
"tentu, "
Yixing bahkan tidak melupakan pesan Kris dengan membungkuskan sisa egg tart malam itu.
Sehun merasakan perasaan yg meluap di dadanya
.
.
.
.
.
.
.
.
"aku menyesal berencana menyakitinya kemarin " ucap Jongin keesokan harinya,
Mereka pulang dari sekolah, masih mengenakan seragam lengkap dan duduk di depan pagar rumah Sehun
"kita tidak menyakitinya, hanya menakutinya " sahut Sehun sambil mengunyah permen karet
"tapi kata mu dia juga jatuh dari sepeda saat melewati bom paku kita "
"ya "
Jongin mengambil botol mineral dari dalam tasnya, membuka tutupnya dan mulai meneguk
"hey Jongin,"
"hem " ia masih meneguk air itu
"kita akan berhenti mengerjainya mulai sekarang "
Jongin berhenti, menatap Sehun "I told u huh ? "
"no more hunting time ? "
Sehun menggeleng, mulutnya masih mengunyah permen karet, pandangannya menerawang ke atas,
"still Hunting Time "
Jongin mengerucutkan bibirnya, "aku tak mengerti " ia melanjutkan meneguk air di botolnya
"kali ini kau harus bekerja sama denganku… " Sehun melirik hati-hati pemuda disampingnya "it's Hunting time for love… "
Jongin hanya mengeluarkan suara erangan karena masih meneguk airnya, sepertinya ia tak begitu mendengarkan
Ia minum seperti orang yg baru mengenal air, Sehun benar tentang Jongin seperti unta kan?
"aku mau Yixing ge jadi pacar ku ! "
.
.
.
.
"APA? ! "
Jongin memuncratkan air dari dalam mulutnya mengenai wajah pemuda didepannya, "kau menjijikkan Kim Jongin ! " jerit Sehun
Jongin kemudian terbatuk keras karena tersedak, sebagian air keluar melalui hidungnya, ia melambai meminta pertolongan, Sehun segera memijit tengkuk sahabatnya itu panik "ya Tuhan, ya Tuhan ! "
"hanya gara-gara air kau bisa mati Jongin ! "
"aku tidak akan mati karena air ! " seru Jongin tajam, ia mencengkeram bahu Sehun kuat, matanya memerah karena kesulitan bernafas
"tapi aku hampir mati mendengar rencana mu ! " bentaknya kemudian
Sehun terkesiap "kenapa ? apa itu aneh ? "
"bukan ! kau gila ! "
Sehun memutar kembali ekspresinya menjadi datar "aku dalam keadaan sempurna, dan kau harus membantuku menjadikan Yixing Ge pacar ku !"
Jongin mendelik, ia berjalan berputar-putar sejenak, kemudian kembali ke hadapan Sehun, memegangi kepalanya
"kenapa Yixing Ge ? "
"karena ia sempurna "
"tapi namanya tertulis di agenda kitaa ! " seru Jongin semakin gila
Sehun hanya berdecak, melihat reaksi berlebihan dari sahabatnya "aku ingin dia ! " tandasnya
Jongin kembali berputar-putar, mulutnya menggumamkan sesuatu yg tidak jelas,
"apa kau juga menyukainya ? " tanya Sehun
"a..apa? " Jongin menghampiri Sehun dan mendekatkan wajahnya "aku tidak… akh kau sudah gila Sehun Wu ! " ia kembali menjauh, berjongkok, berdiri, berjongkok lalu berdiri
Sehun tertawa melihat kelakuannya, "kenapa? Apa karena ia lebih tua dari ku ? "
Jongin hanya diam masih menatap Sehun tidak mengerti
"lagipula aku tidak mau terus diolok-olok Jongdae karena belum pernah memiliki pacar ! "
"kau mendengarkan troll itu ? " dengus Jongin tidak percaya
"dan apa kau yakin Yixing Ge mau menerima mu ? "
Sehun tersenyum, mendekatkan wajahnya kearah pemuda yg lebih tinggi sedikit darinya itu "karena itu Kim Jongin sahabatku, kau harus membantu ku !" tekannya
Jongin baru akan membuka mulutnya untuk berkomentar lebih tapi suara deru mobil yg datang dari arah rumah rumah Jongin berhenti didepan mereka
.
.
Sebuah mobil Camaro kuning cerah dengan dua garis hitam di cap nya, seperti mobil yg bisa berubah menjadi robot dalam film Transformer, Bumblebee
Mereka terkesima, menatap mobil itu takjub,
Sehun hanya punya Jeep Wrangler merah milik Kris, sementara Jongin mempunyai Audi Q5 dirumahnya
"kerenn " gumam mereka bersamaan
Mereka baru melihat keberadaan mobil itu secara nyata, dan sedikit berharap mobil itu kemudian berubah bentuk menjadi robot setinggi 7 kaki lalu menembakkan peluru dari kedua tangannya
Dan meneriakkan
" let's move Autobots !"
Tapi yg kemudian terjadi adalah jendela mobil yg turun, menampakkan seorang pria berkacamata dengan jas hitam mengkilat
Jongin sedikit kecewa
Pria itu mendekatkan dirinya pada jendela, lalu menurunkan kacamata hitamnya,
"Sorry kids, aku hanya ingin bertanya, apakah ini PyeongChang-dong ? mansion Tuan Kang ? "
Sehun melirik Jongin, tapi pemuda yg berdiri disebelahnya ini masih diam mematung, ada sorot kecewa dimatanya
"disini PyeongChang-dong, mansion Tuan kang ada disebelah sana, bangunan eropa disana " Sahut Sehun mengambil alih, ia menunjuk sebuah rumah yg berdiri disamping rumah Jongin
Pria didalam mobil mengangguk, lalu tersenyum ramah, ia merogoh sesuatu dari dalam jas nya
"kalau kalian ingin beli permen…"
.
,
Mobil kuning itu kemudian bergerak maju dan berputar berbalik arah ke mansion Tuan Kang, sebelum menjauh, pria yg mengendarainya didalam sana menyalakan klaksonnya di hadapan Sehun dan Jongin yg masih berdiri mematung,
Jongin menatap lembaran uang berwarna hijau muda bergambar Raja Sejong, yg digenggam Sehun
Pemuda ini merebut nya dan mulai menghitung, satu..dua..tiga..empat..lima..
Irisnya membulat
"dia memberikan kita uang 60.000 Won karena menjawab pertanyaan nya ! " pekik Jongin histeris
"kau yakin hanya ingin membeli permen ? " ulang Jongin tidak percaya
Sehun masih diam,
Pandangannya mengikuti pria tadi yg turun dari camaro nya untuk membuka gerbang, kemudian kembali masuk dan menghilang bersama mobilnya ke dalam mansion,
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Sehun? "
"ya ?"
"kau memikirkan apa yg ku pikirkan ? "
.
.
.
.
.
To be contiuned
Hehee..
Terimakasih buat kalian yg telah sabar menunggu, I try my best
Gimana gimana? Kasih tau aku komen kalian tentang chap ini….
Review lagi..
Sehun, Sini peluk kakak rassiumins :3
mmuahh
