Destiny

Presented by Naurovhy

Disclaimer : Naruto Masashi Kisimoto

Rate : T

Warning : AU, OOC, OC, Typo, Ide pasaran, Alur berantakan , Dll

If you don't like? So, don't read! Happy Readimg all

please RnR

#Pertama-tama aku mau ngucapin .. 'Minal aidzin wal faidzin .. mohon maaf lahir dan batin' untuk segala kekhilafan, lisan yang tidak terjaga, perilaku yang menyakitkan hati, dan juga ketetlambatan peng-update-an fic, ahh pokonya aku minta maaf banget ya, semoga moment lebaran ini kita mendapatkan segala kebahagiaan dan pengampunan atas segala dosa … 'Selamat Hari Raya Idul Fitri'#

Cinta, aku merasakan cinta untuk pemuda itu. Dia yang membuat hariku penuh warna dengan segala keceriaannya, segala tingkah lakunya yang selalu membuatku merasa bahagia, pemuda itu Namikaze Naruto kapten klub sepak bola pada kampus tempatku menimba ilmu saat ini dan dia menyatakan cintanya padaku sekitar 4 bbulan yang lalu. aku sangat menyukainya tak ada alasan bagiku untuk menolak jodoh yang diberikan Kami-sama untukku terlebih jika jodoh itu adalah orang yang selama ini aku cintai.

Namun, belakangan ini aku merasakan ada hal yang berbeda, Naruto berubah aku dapat merasakan jika segala cinta dan perhatian yang ia berikan padaku berkurang seakan terbagi oleh hal lain, semula aku berfikir jika hal itu dikarenakan turnamen sepak bola yang akan diadakan sebentar lagi. Namun sekitar 1 bulan yang lalu aku mellihatnya, pemuda yang selama ini mengisi hatiku, tertawa, bercanda dengan wanita lain. Dan dia adalah Haruno Sakura, awalnya ku merasa hal itu wajar terlebih Sakura adalah sahabatku, dan juga Manager club sepak bola ini, namun entah mengapa perasaan curiga kerap kali menghampiri hatiku saat lavender-ku menemukan mereka tengah bersama.

"Hinata, kau melamun?" Sasuke membuyarkan lamunan gadis di sampingnya

"Aaa, Nii-san, gomen nee, aku akan turun sekarang terima kasih sudah mengantarku"

"Hn, kapan kau pulang?"

"Jam 4 nanti, kenapa?"

Sasuke mengeleng "Hati-hati"

"Um" Hinata mengganguk.

.

Pertandingan itu berjalan lancar, sebenarnya setengah hati aku memperhatikan karna lagi-lagi aku menagngkap jika pandangan sapphire Naruto selalu saja mengarah pada Sakura, padahal aku ada di samping gadis itu.

"Hinata kau kenapa?" gadis itu bertanya padaku

"Tidak apa Sakura, aku hanya sedikit mengantuk" dustaku

"Sou, tidurmu tidak nyenyak semalam?" Aku hanya tersenyum menjawab pertanyaannya.

Tanpa terasa 90menit telah berlalu, syukurlah pertandingan tersebut dimenangkan oleh kampus kami. Naruto bersorak gembira menanggapi kabar baik tersebut, lalu ia beranjak memelukku dan disinilah aku sekarang, menunggu Naruto di depan ruang ganti, menunggunya karna ia berjanji kami akan berkencan setelah turnamen ini selesai.

"Naruto-kun" aku menyapanya saat ia telah selelsai

"Hinata, aku senang sekali, Guy sensei berjanji akan mentraktir kami malam ini, kau mau ikut?" tanyanya padaku

"A .. bukankah ... 'hari ini kau berjanji kencan denganku Naruto-kun' aku melanjutkan kalimatku dalam hati

"Kenapa Hinata? kau ada acara?" ia bertanya padaku

'Kau melupakannya begitu saja' batinku … "y-ya" jawabku akhirnya

"Ah.. sayang sekali, padahal kita bisa makan bersama, kau bisa pulang sendirikan? yang lain sudah menungguku" Naruto mengusap kepala Hinata

Aku mengangguk menjawabnya, "Baiklah, Jaa hime"

Ia berlari menuju kerumunan tim sepak bolanya, dan sekali lagi aku melihat mereka bersama Naruto dan Sakura bahkan mereka bergandengan tangan sekarang. 'Naruto apakah kau tidak menyadari janji kita? atau aku memang tidak penting untukmu?'

Aku terdiam cukup lama didepan ruangan ini, menikmati rasa panas di pelupuk mataku, dan mencoba menahannya agar tidak berjatuhan, setelah merasa cukup aku berjalan menuju gerbang lapangan ini, menunggu di halte bis … 30 menit berlalu, namun aku tak kunjung menemukan angkutan untuk sampai dirumah, pelahan aku merasakan langit mulai menggelap, dan bulir-bulir hujan itu mulai turun.

Aku semakin merapatkan sweater yang aku gunakan, mencoba memerangkap kehangatan yang tersisa dan tiba-tiba ponselku berdering …

"Moshi-moshi Sasuke-Nii?"

"Hn, kau dimana Hinata?"

"A-aku sedang bersama Naruto-kun" kilahku

"Benarkah?"

"Y-ya , ada apa Nii-san?"

"Tidak, hanya saja perasaanku tidak enak" ah, aku lupa ia seorang indigo

"Mungkin itu hanya perasaanmu saja"

"Hn"

"….."

"Baiklah jangan pulang terlalu malam, jaa"

"Jaa"

Tuttt Tuutt Tuttt … sambungan itu terputus aku tersenyum pahait menatap ponsel genggamku. Sasuke-Niisan selalu saja tau saat perasaanku sedang buruk, selalu menemukanku pada saat paling menyedihkan, seakan bisa membaca pikiranku, seakan kami mempunyai hubungan batin yang sangat kuat, ah tentu saja kami memilikinya, kami adalah saudara kandung terlebih aku sangat menyanyanginya.

.

.

Ch, dia sedang bersama mahluk kuning itu, apa yang sedang dilalukanya? kemana mereka pergi? kapan mereka akan pulang? apa sebaiknya aku menjemputnya? lalu apa yang akan aku katakan? berbagai pertanyaan bermunculan dalam pikiran Sasuke membuatnya menggeram frustasi meremas stir range rover-nya, sebenarnya Sasuke sangat ingin menyatakan jika Hinata dalah miliknya, namun sekali ikatan persaudaraan ini teramat sangat mengganggunya.

Hujan mulai turun menemani kegalauan si jenius Uchiha, membuatnya kembali berdecih karna jalan yang mulai turun membuat jalan semakin macet, dan dapat di pastikan ia akan semakin lama mencapai tujuannya, dalam macetnya hiruk-pikuk jalanan yang mulai padat Sasuke menenukannya. Namikaze Naruto membuat segala perhatiannya terpusat pada tunggal Namikaze tersebut. Kh tentu saja buka lelaki berisik itu yang ia perhatian, sedari tadi irish obsidian-nya terus saja mencari sosok Hinata dalam kerumunan itu, tapi Nihil.

'Kemana? kemana Hinata?' Sasuke kemudian memarkirkan mobilnya di depan resto tersebut, berfikir jika ia akan menunggu disini dan membawa gadis itu pulang bersamanya nanti. Tapi kenyataan apa yang Ssuke dapatkan kini, Naruto tengah merangkul mesra gadis lain padahal ia sudah memiliki Hinata, kenapa si brengsek itu malah memeluk gadis lain.

"Namikaze" sapa Sasuke dingin saat ia berada di depan pemuda itu

"Sa-sasuke" mendengar kegugupan dalam nada suara Naruto, Sakura segera melepaskan rangkulan Naruto dari bahunya, sengguh ia merasa sangat tidak enak tertangkap kakak Hinata seperti ini.

"Mana Hinata?"

"Hinata-chan sudah pulang duluan tadi, ia bilang ada acara"

"Dan karna itu kau berselingkuh?"

"Sasuke-Nii bu-bukan seperti itu" ucap Sakura terbata

"Diam kau, aku tidak bicara denganmu" hardik Sasuke

"Hey, bersikap baiklah pada wanita" mendengar perkataan Naruto membuatnya mendengus meemehkan

"Mulai sekarang jauhi adikku" perintahnya

"Apa hakmu melarangku? aku kekasihnya" entah sadar atau tidak pengakuan Naruto terasa seperti katana bagi Sakura

"Aku bilang jauhi dia, aku tidak akan menyerahkan adikku pada lelaki brengsek sepertimu" bersamaan dengan ucapan itu Sasuke melayangkan satu tinju telak pada Naruto, membuat pria itu terhuyung kebelakang tidak siap dengan pukulan itu.

"Kyaaa" Sakura berteriak, dan dimulailah perkelahian mereka, beberapa orang berusahan memisahkan, namun kesulitan karna tubuh edaunya yang terbilang besar, saat mereka berhasil dipisahkan beberapa memar menghiasi wajah tampan Naruto, pun sama dengan Sasuke ia mendapat memar di sekitar pilipis dan sudut bibirnya.

.

.

"Kau dimana?" Tanya Sasuke saat panggilannya telah dijawab oleh Hinata

"Aku sedang bersama Naruto Suke-Nii"

"Ck, jangan berbohong padaku Hinata. Kau dimana?" Sasuke menaikan sedikit nada suaranya

"A-aku …"

"Kau masih di stadion tadi pagi"

"…"

"Tunggu aku, aku akan kesana. Jangan kemana-mana ingat tunggu aku!"

Lalu ia mematikan sambungan itu dan bergegas menuju tempat dimana pagi tadi ia mengantarkan Hinata, 30 menit kemudian ia dapat melihat dengan jelas gadis itu berdiri sendirian di halte, memeluk sweater-nya erat berusaha menepis rasa dingin yang ingin memerangkapnya.

Melihat wajahnya yang seperti itu membuatku kembali merasakan déjà vu tersebut, sesaat aku seolah terpental ke dalam masa laluku.

"Hinata diamlah, aku tidak bisa tidur jika kau terus bergerak seperti itu"

"Tapi disini dingin Sasuke-kun" rengek Hinata

"Ini" aku memberikan selimutku padanya, aku sudah terbiasa tidur tanpa selimut pikirku

"Arigato" ucapnya, dan gerakan bolak-baliknya diranjang sempit ini mulai berhenti, namun saat aku akan memejamkan mataku sekali lagi tiba-tiba ada sebuah tangan yang memeluk pinggangku

"Hi-hinata?" tanyaku sedikit terkejut degan tingkahnya

"Aku tidak bisa tidur tanpa guling Sasuke-kun, makanya aku menjadikanmu gulingku"

"?!"

"Tenang saja aku tidak akan melakukan apapun padamu, kau bisa tidur sekarang" kekehnya

"Baka, harusnya aku yang bilang seperti itu"

"Hihihihihiii" kikinya, lalu aku berbalik dan ikut merangkulkan lenganku pada pinggangnya

"Kau sudah mengambil selimutku, makanya sekarang aku menjadikanmu selimutku" kataku meniru suara barusan

"Um" jawabnya aku bbisa mendengar senyuman di nada suara itu.

Kenangan itu terus berlanjut hingga sebuah mobil yang melaju cukup kencang menyebabkan cipratan air yang mengenai rok Hinata yang membuat gadis itu memekik, sontak segala kenangan itu pudar dan di gantikan segala hal nyata yang ada dihadapanku.

Hinata yang tengah menggigil memegang erat sweater yang ia kenakan, terlebih saat ada sebuah mobil yang melewati genangan air yang cukup banyak sehingga cipratannya mengenai rok bagian bawah gadis itu, sontak membuat Hinata memekik.

.

Sasuke memarkirkan mobilnya mendekati gadis itu, lalu membuka sebelah kaca mobilnya

"Hinata"

"Suke-Nii" Sasuke member isyrata pada gadis itu untuk mesuk kedalam mobil

"Pakai ini" Sasuke melepaskan jaket tebal yang ia pakai untuk Hinata

"Arigato, Demo kenapa wajah Niisan seperti itu?" Tanya Hinata saat melihat beberapa lebam pada wajah kakanya"

"Tidak apa" jawab Sasuke singkat, masih terlarut dalam kenangan yang baru ia dapatkan merindukan saat-saat itu dengan sangat dalam, memasukan porsneling dan mulai menjalankan mobil tersebut.

Tiba-tiba Hinata seperti tersadar dan … "Niisan , tidak …" katanya takut untuk menyuarakan pikirannya

"Mulai sekarang jauhi pemuda itu" tepat seperti apa yang Hinata pikirkan

"…"

"Kau dengar aku Hinata?"

"Aku tidak bisa"

"Hn?" Onix-nya masih terfokus pada jalanan

"Aku mencintainya Niisan, aku mencintai Naruto-kun" perkataan Hinata mantap, dan sukses membuat Sasuke menginjak rem secara mendadak, demi apapun itu adalah perkataan yang tak ingin Sasuke dengar seumur hidupnya.

Tindakan Sasuke tersebut membuat Hinata memegang seatbelt-nya erat menahan dorongan saat ia mengerem mendadak, mencegah dahinya membentur dashboard mobil tersebut.

"Niisan ada apa?"

"Aku sudah bilang jauhi dia, Namikaze itu tak baik untukmu" Sasuke menekan kata-katanya tak lagi ingin dibantah

"Ta-tapi … kenapa Niisan?"

"Aku … -'melihatnya tengah bersama wanita lain dan malah membiarkanmu di tengah hujan seperti itu' ingin rasanya Sasuke mengatakan hal itu- tidak suka caranya memperlakukanmu" namun hanya itu yang keluar dari bibirnya, mendengar itu Hinata menundukan wajahnya dan Sasuke kembali menjalankan mobilnya.

.

Hinata tak hentinya memikirkan perkataan kakanya saat dalam perjalanan tadi, walaupun enggan mengakui namun ia tau bahwa perkataan Sasuke-Nii benar adanya. Belakangan ini Naruto selalu saja mengabaikannya, menjadikannya nomer dua, membuatnya merasa terasing, namun jika harus meninggalkan pemuda itu Hinata yakin dengan sangat bahwa ia tak sanggup tak akan pernah sanggup.

Lelah dengan berbagai macam pemikiran yang melintas dalam benaknya, tanpa terasa alam mimpi telah mejempunya membawanya kedalam mimpi yang paling aneh yang pernah ia lihat sepanjang hidupnya …

Hinata berada dalam sebuah rumah yang sangat sederhana, dan dapat dipastikan bahwa ini bukan rumahnya, namun entah mengapa ia merasa sangat mengenal tempat ini, mengenalnya dengan sangat jelas hingga tiba-tiba seseorang membuka pintu tersebut ..

"Tadaima" ucap pria itu membuatnya menoleh merasa namanya di serukan

"Okaerinasai" ucap seseorang dari balik dapur, keluar membawa semangkuk sup yang masih mengepulakn uapnya

Hinata terkejut melihat sosok itu, sosok yang menyerupai dirinya, menaruh mangkuk tersebut diatas meja dan beranjak memeluk lelaki yang baru memasuki rumah ini, pria itu memiliki postur tegap dan irish sekelam malam.

"Kau masak apa hari ini?" Tanya pemuda itu menggandeng tangan gadis tersebut

"Sup misso" ucap gadis itu tersenyum hangat, pemuda itu balas tersenyum dan mengacak kecil rambut gadis tersebut

Tanpa disadarinya, bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman perasaan hanngat perlahan menjalari seisi hatinya, seolah ikut merasakan apa yang gadis itu rasakan, kebahagian yang terpancar dari kedua orang yang ada disana.

Ia tau, hanya dengan melihatnya sekilas Hinata mengerti bahwa gadis itu mencintai pemuda yang kini duduk dihadapannya menyantap apapun yang ada di meja makan sederhana tersebut.

Dan seakan terseret sesuatu Hinata kini tengah berlari, berlari dan terus berlari namun ia tak tau apa yang mengejarnya, perasaan ini … sakit, ia merasakan sakit yang tak terujung sakit yang seakan mencabiknya sedikit demi sedikit, air matanya terus berderai menghiasi deru nafasnya yang teregah, terasa amat perih pada ujung pilipis kanannya, meyakini pasti terdapat luka disana, tapi bukan karna itu ia merasakan sakit, ia takut, cemas, kecewa dan putus asa semua perasaan menyedihkan itu berkecamuk dalam benaknya.

"Sa-sasu … hah hah Sasuke-kunhh .."

Dan tepat saat mengataka perkataan itu Hinata terbangun dari mimpinya, peluhnya bercucuran, nafasnya terengah, kedua tangannya terkepal erat tapi perasaan sakit itu tak kunjung hilang ia masih dapat merasakannya masih dapat mengecap rasa takut yang menjalari seluruh tubuhnya.

Kini saat ia telah berhasil menguasai dirinya, perasaan bingung melambung dalam benaknya … kedua sosok dalam mimpinya tersebut .. mereka, Hinata merasa sangat mengenalnya, memejamkan matanya mencoba mengingat segala moment yang ia alami dalam mimpi tersebut, seketika lavendernya membulat dan jantungya mulai berdebar melebihi normal, ia ingat nama pemuda itu, ia ingat wajah pemuda itu …

"Sasuke-Nii?" ucapnya antara cemas dan takut.

TBC

Mind To Review

Vampire Uchiha :: um, ya aku buat dengan tema baru, di fic ini aku buat situasi di masa depan mereka, so 'Memory' itu masa lalu dan 'Destiny' ini kehidupan mereka di masa mendatang hehehe .. well arigato nee

Cahya Lavender :: nee, cahya-san gomen disini Hinata jadi Uchiha, kenapa? kalo mau tau ikutin terus ya ^^ #promo hahha .. buat NaruSaku pasti ada masanya ko …

aindri961 :: um, bisa dibilang kaya gitu sih … ^^

hiru neesan :: iia ini sequel from 'Memory', kan biar panas jadi mere kakak-adik hahaha … hehe ia ini masih akan berlanjut ko ,, hehe

onna miku :: hiks hiks .. maaf ya lamaaaa bgt updatenya, gomen gomen .. m(_ _)m

bitch jerk :: coming soon ,,, banzai hahaha

Zee-leven Seven :: ya tema cinta segitiga kan ga ada matinya wkakakaka … apa ya, well stay tone terus nee …

n :: ga ko, kamu ga konslet emang aku angkat tema baru, di kehidupan mendatang ceritanya .. hehehe ^^

hinatauchiha69 :: aku yang terima kasih .. :* mumumu :*, yap ini dimasa yang akan datang ko .. ending aku usahain ^^