Summary : Ada ramalan kuno yang mengatakan "JIKA PADA SUATU WAKTU HOKAGE MEMILIKI ANAK KEMBAR, MAKA SALAH SATU ANAK HOKAGE AKAN MENGHILANG"
Disclaimer : Naruto belong to Masashi Kishimoto
Genre : Adventure (?)
Rated : T
Cast : U. Naruto ; Kyuubi/Kurama ;
Warnings : Gaje ; typos ; kurama as Naruto's twin ; AU ; vamfict ; OOC ; slight crossover Vampire Knight (for the Vampire Class and blood pill) ; and other stuff
DON'T LIKE DON'T READ
READ AND REVIEW PLEASE
Chapter 1 : Forecast/Ramalan
Sebulan telah berlalu semenjak kelahiran si kembar. Semua hal berjalan dengan mulus, dan tanpa ada halangan sedikitpun awalnya. Awalnya? Ya awalnya, keadaan masih seperti hari-hari sebelumnya tenang dan damai. Para penduduk menjalani hari-hari mereka dengan baik. Hingga pada suatu waktu salah satu dari 3 Legenda pengguna sihir terkuat di Konoha yang disebut DENSETSU NO SANNIN bernama Jiraiya datang berkunjung setelah mendengar bahwa muridnya telah menjadi seorang ayah. Penjaga gerbang kota—Izumo dan Kotetsu— menyambut dengan ramah sang Legenda. Sesampainya di kota Jiraiya langsung menemui muridnya di kantor Hokage. Lalu masuk melalui jendela yang berada di belakang meja kerja sang Hokage. Bisa terlihat dengan jelas bahwa muridnya itu tengah berkutat dengan musuh yang paling menyebalkan untuk dirinya yang seorang Hokage.
Kertas Tugas.
Saking seriusnya sampai-sampai dia tak menyadari kehadiran sang guru. Sang guru pun akhirnya berdehem untuk mendapat perhatian muridnya. Tak ayal karena sedang serius dengan kertas-kertas tugasnya Minato sedikit terlonjak dan refleks melihat kebelakang.
"Sensei, bisakah sensei tidak masuk lewat jendela saat aku masih sibuk mengurus kertas tugas ini?" kata Minato dengan nada selembut mungkin, mengingat dia sangat menghormati senseinya itu.
"haha, gomen ne Minato. Aku tak beraksud untuk mengagetkanmu." Kata jiraiya sambil mengatupkan keduan tangannya lalu meletakkannya di depan wajahnya.
"Tak apa sensei," balas Minato sambil mempersilakan Jiraiya untuk duduk di kursi tamu yang tersedia. "Ngomong-ngomong ada apa Sensei datang ke Konoha?"
"Aku kan juga orang Konoha, apa aku tidak boleh mengunjungi Kotaku sendiri?" belum sempat Minato merespon Jiraiya menambahkan kata-katanya "Lagipula kudengar Kushina melahirkan tanggal 10 Oktober lalu, apa benar?" Minato hanya membalas pertanyaan dari gurunya dengan senyum yang kelewat lebar sampai-sampai gurunya membatin 'idiot'.
"hehe, benar sensei. Apa sensei mau melihatnya? Sebentar lagi aku selesai." Jiraiya hanya mengangguk menanggapi perkataan muridnya, dia duduk dalam diam sambil mengecek salah satu karya terbaiknya "ICHA ICHA PARADISE" jangan lupa senyum mesum yang setia menghiasi diwajahnya.
15 menit kemudian Minato selesai mengurusi kertas tugasnya, mengajak gurunya Jiraiya menuju rumahnya dengan sihir khusus miliknya yang bernama "Jikuukan". Jiraiya mengangguk, menutup Icha-icha-nya dan berjalan menghampiri Minato. Hanya dalam sekali kedipan mata mereka telah sampai di ruang keluarga yang berada di rumah sang Hokage.
"Kushi-chan..." panggil Minato lembut tapi penuh semangat, saat tidak mendapati istrinya di ruang keluarga, dia mencoba menyusuri setiap sudut rumahnya sampai ia mendengar suara Kushina
"Aku ada di kamar, anata," jawab Kushina dari arah kamar si anak kembar. Tanpa basa-basi lagi Minato langsung menuju kamar yang dimaksud Kushina dengan Jiraiya mengikuti dibelakang.
Mendapati sang suami tidak datang seorang diri, membuat Kushina langsung berdiri dan menyambut kedatangan guru dari suaminya—Jiraiya.
"Ara, selamat datang Jiraiya-san, apa yang membawa seorang seperti anda datang kekediaman kami?" katanya dengan nada seramah mungkin. Kushina tahu bahwa Jiraiya itu seorang pervert—Kushina benci Pervert —tapi dia juga tahu kalau Jiraiya itu adalah salah satu orang yang sangat dihormati oleh suaminya. Belum sempat Jiraiya menjawab, Minato sudah menjawabnya terlebih dahulu.
"Kushi-chan, Sensei ingin melihat kedua putra kita."
'putra kita?' Jiraiya membatin
"Jadi kalian memiliki putra kembar?" tanya Jiraiya setengah tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Minato hanya ber-Humm ria sambil mengangguk-anggukan kepalanya bak mainan rusak.
"Yap," kata Kushina singkat sambil memersilakan Jiraiya melihat kedua putranya yang saat ini masih tertidur. Tanpa menunggu lama Jiraiya lalu melihat kedua bayi itu.
"Bayi yang tampan," komentarnya lirih namun masih bisa terdengar oleh Kushina.
"Tentu saja mereka tampan ttebane.." seru Kushina penuh semangat. Tiba-tiba Jiraiya teringat akan temuannya beberapa waktu lalu saat berkunjung ke reruntuhan kota Uzushiogakure, yang merupakan salah satu kota yang menjadi sekutu dari Konoha. Namun sayang, kota itu telah hancur beberapa tahun lalu dikarenakan penyerbuan dari desa lain.
"Kushina, Minato bisa ikut aku sebentar?" tanya Jiraiya dengan wajah serius yang jarang sekali ia buat. tanpa ba-bi-bu lagi mereka langsung mengikuti Jiraiya.
.
.
~Ruang Keluarga ~
Setelah ketiganya duduk, suasana tiba-tiba berubah menjadi hening hingga akhirnya Minato mengambil inisiarif untuk bertanya pada gurunya.
"Ano, Sensei sebenarnya ada apa?"
"Aku akan mengatakan sesuatu pada kalian." Jiraiya mulai berbicara, masih dengan wajah serius "Tapi saat mendengarnya aku harap kalian bisa tetap tenang." perkataan tadi hanya dibalas oleh anggukan dari Kushina dan Minato.
"Belum lama ini aku mengunjungi Uzushio, dan aku menemukan sesuatu disana,"
"Anda menemukan apa disana Jiraiya-san," kata Kushina mengiterupsi. Uzushio adalah kotanya, sebelum kota itu hancur. Jadi wajarkan jika dia agak sedikit kurang senang mendengar nama kota yang ditinggalinya dari kecil disebut?
"Saat aku menyusuri reruntuhan disana aku berakhir di sebuah tempat yang kukira dulunya adalah sebuah perpustakaan. Jujur saja aku terkejut saat melihat tempat itu. Walau tempat itu terlihat berantakan diluar, tapi didalamnya aku banyak buku-buku yang masih berjejer dengan rapi. Aku pun mulai menelusuri seluruh sudut perpustakaan itu sampai aku berhenti di sebuah rak. Didalam rak itu terdapat sebuah buku yang terlihat sangat tua. Tanpa pikir panjang aku langsung membuka buku tersebut yang ternyata berisi tentang berbagai ramalan.
Hingga pandanganku tertuju pada salah satu ramalan yang tertulis dibuki itu. Ramalan itu berbunyi JIKA PADA SUATU WAKTU HOKAGE MEMILIKI ANAK KEMBAR, MAKA SALAH SATU ANAK HOKAGE AKAN MENGHILANG," Jiraiya menyudahi perkataannya. Minato dan Kushina membeku mendengar kata-kata terakhir dari Jiraiya. Sungguh mereka ingin sekali menganggap apa yang dikatakan oleh pria berambut putih itu adalah bohong belaka. Tapi mereka ragu, apalagi saat melihat Jiraiya masih menampakkan wajah serius. Hingga Minato mencoba untuk menyangkal apa yang dikatakan oleh gurunya itu, tapi Jiraiya meresponnya dengan gelengan kepala.
Jujur saja baik Minato dan Kushina merasa amat sedih, mengingat memang baru merekalah yang memiliki anak kembar. Ditambah lagi di waktu lampau Uzusio merupakan kota yang terkanal akan peramal-peramalnya,, tak ada satupun orang yang meragukan ramalan-ramalan mereka. Karena meraka tahu semua ramalan itu akan terjadi... cepat atau lambat. Hal inilah yang menjadi faktor utama penyerangan terhadap Uzushio, kota lain takut akan kemampuan meramal yang dimiliki para rata-rata pengguna sihir yang memiliki darah Uzumaki. Walaupun Kushina memiliki darah Uzumaki namun dia tidak memiliki kemampuan ini, sebagai gantinya dia adalah seorang pendekar pedang yang tangguh dan mampu membuat pedangnya berakselerasi dengan kekuatan alam.
"Apa tidak ada hal lain yang tertulis Sensei?" tanya Minato dengan nada lemas, tenaganya hilang saat mendengar apa yang dikatakan oleh Senseinya belum lama ini.
"Tidak." jawab Jiraiya singkat.
.
Hening
.
Tak ada yang bicara. Semua orang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, sampai...
"Tidak.." satu-satunya perempuan diantara mereka mulai berbicara "Tidak.. Aku tak akan membiarkan hal itu terjadi pada anak ku. Tidak selama aku masih ada disini." Kushina berdiri dan mulai beranjak untuk pergi ke kamar si kembar, namun beru beberapa langkah suara seseorang menghentikannya
"Tapi Kushi-chan, kau tahu kan kalau..."
"Aku tahu," Kushina memotong sambil membalik badannya dan menatap Minato, air mata mulai turun dari kedua iris violetnya "Aku tahu, ramalan dari klan ku klan Uzumaki selalu benar, aku sangat tahu akanhal itu dan tak pernah meragukannya. Tapi, tetap saja mereka anak ku, darah dagingku. Aku akan melakukan apa saja untuk mereka bahkan nyawaku sekalipun. Bisakah.. setidaknya.. kita.." kata-katanya terpotong oleh isakannya. Minato membawanya kedalam pelukan untuk setidaknya menenangkan istrinya.
"Tenanglah sedikit Kushina," Jiraiya mulai buka suara dan langsung dihadiahi deathglare oleh Kushina. Bayangkan saja bagaimana kau bisa tenang disaat kau mengetahui suatu saat anakmu akan menghilang? Dan orang yang menyuruhmu untuk tenang adalah orang yang memberitahumu tentang berita itu. Apa yang kau rasakan marah kah? Sakit kah? atau yang lain? Jiraiya hanya menghela napas panjang dan mulai berbicara lagi
"Aku memang kurang bisa untuk memahami perasaan yang sedang kau alami sekarang. Tapi di dalam buku itu memang tidak tertulis hal lain selain ramalan singkat itu, tanggal terjadinya pun tidak tertulis. Jadi setidaknya kita bisa atau minimal sedikit menundanya. Karena aku tahu pasti ramalan itu akan terjadi apalagi itu berasal dari klan Uzumaki cepat atau lambat."
"Kau benar Sensei, setidaknya kita harus berusaha untuk menunda terjadinya ramalan itu." kata Minato, Kushina hanya mengangguk sebagai tanda setuju sambil menghapus air matanya.
.
Hening
.
sampai terdengar suara tangisan si kembar dari kamarnya
.
.
To Be Continue
Thanks to : ferianda.D viki , altadinata, 123 (guest), Ae Hatake, Blue-Temple Of The King, (yang udah review) Dede Namikaze, Naru Kyura, , .71, (yang udah nge-fav), sherry dark jewel (yang udah nge-follow) dan semua silent readers
A/N : buat chapter depan aku ga janji buat update kilat, mohon dimaklumi aku itu ga (belum) punya PC, jadi hatus ke warnet dulu kalo mau ngetik. Dan aku minta maaf kalo chapter ini ga memuaskan
update : 19/07/2014
words : 1303
page : 6
