-Normal POV-

Time Skip: 14 Hours later

"Hah... Hah... Hah..." Nafas Naruto 'teratur' sembari berbaring di permadani hijau alam.

'Sial, kau Onii-san! Kau menjebakku ke dalam nerakamu lagi-ttebayou!' Rutuk Naruto, dalam hati. Yang di ejek malah tertawa kesetanan.

'HAHAHAHA! Ejek saja terus! Kalau kau tidak ingin ku beri sesuatu!' Balas atau merujuk kepada Ancaman dari Naruto.

'Apa?! Apa itu Onii-san?!'

'Kemarilah! Kalau ingin tahu!' Suruh Uno.

Lalu, Naruto yang masih terbaring mulai menutup mata dan mulai memasuki alam bawah sadarnya. Pertama, melihat sebuah hutan dengan sebuah danau kecil di tengahnya, Uno berdiri membelakangi Naruto. Melihat sebuah Katana berwarna hitam dengan gagang berwarna putih.

"Apa itu Uno-Nii?" Tanya Naruto saat melihat Katana tersebut.

"Ini adalah Katanaku, yang kuberi nama Blood Dancer" Jelas singkat Uno, sembari membalikkan tubuhnya dan menatap Naruto tajam nan serius.

"Naruto, apakah kau mau menerima Katana ini untukku?" Tanyanya mendekati sebuah permohonan.

"Memangnya kenapa? Apa Onii-san ingin pergi?" Tanya parau Naruto.

"Naruto, aku tidak bisa selamanya menemanimu. Tugas ku melatihmu sudah selesai dan sekarang aku harus pergi. Tolong kau terima Katana ini dan menjaganya untukku?" Uno mengacak rambut berwarna Crimson, lalu menyerahkan Katana tersebut kepada Naruto.

"Apapun untukmu-ttebayou~~" Lalu Naruto menerima Katana tersebut dan memegang.

.

.

.

( ͡ ͡° ͜ ʖ ͡ ͡°){Naruto: The Mana User}( ͡ ͡° ͜ ʖ ͡ ͡°)

[-DISCLAIMER-]

Naruto bukan milikku

(-Warning-)

For T,OC,OOC,Chaser!Naru,Smart!Naru,Godlike!Naru,Typo,GaJe,Jutsu sebagian buatan sendiri,Bahasa translate google,Jalan pemikiran sejalur (sendiri dan inspirasi dari beberapa fic),Fantasi menyebabkan kelainan imajinasi.

Summary: Dia bukan Jinchuriki. Dia adalah korban diskriminasi dan di anggap sebagai 'AIB!' di desanya sendiri. Karena, tidak mempunyai Chakra. Sampai dia bertemu 'Mereka' dan di anggapnya sebagai keluarga sekaligus 'Sensei'.

.

XxxxX

.

Chapter 1 : Team 12

"Eh! Apa yang terjadi!" Pekiknya saat melihat aura biru menyelimuti pedang tersebut.

"Itu adalah aura dari Blood Dancer, ada 2 aura dari Blood Dancer. Yaitu, Biru dan Merah. Saat Biru menyala terbukti kalau kau bisa menggunakannya dengan baik. Tapi, kalau Merah menyala saat itu kekuatan Blood Dancer meningkat 2x lipat. Tapi, kau harus mengoleskan darahmu di badan Blood Dancer, ketika kau ingin mengaktifkan aura merah. Tolong, jangan terlalu sering memakai aura merah. Karena, dampak negatifnya adalah kau akan kekurangan darah terus menerus" Jelas panjang lebar Uno kepada Naruto.

"Wah! Hebat~~" Teriak Naruto antusias sembari memutar-mutar Blood Dancer si tangan kirinya.

"Ada satu lagi ..." Lalu Uno menempelkan tangannya di bahu Naruto, lalu aura yang sama dengan Blood Dancer mengalir dari tubuh Uno ke tubuh Naruto.

"Apa itu?" Tanya polos Naruto.

"Ini adalah kekuatanku di dimensiku, yang bernama 'Mana', prinsip Mana ini mirip dengan chakra. Namun, Mana tidak akan habis jika kau tidak menggunakannya, tidak seperti chakra yang bisa berkurang saat melakukan kegiatan sehari-hari. Seperti; berjalan, berlari atau melompat"

"Wah! Sehebat itu kan?!" Pekik senang Naruto.

"Bukan hanya itu saja, Mana lebih mudah di kendalikan daripada chakra. Tapi, efek sampingnya saat kau kehabisan Mana, kau akan pingsan selama lebih dari 1 minggu" Lanjut Uno.

"Se-seburuk itukah?" Tanya horror Naruto.

"Tidak apa, ini hadiah ketigaku. Kalung ini akan membuatmu sadar setelah kau pingsan selama 10 detik" Uno memasang kalung segi enam (Kayak kalung Koyuki di Naruto the Movie 1) di leher Naruto.

"Dan untuk hadiah terakhir ..." Uno memunculkan sebuah Flute berwarna kuning dan juga sebuah buku berwarna coklat tua dengan sampul bergambar betah ketupat, di tengah belah ketupat tersebut ada sebuah Orb berwarna kuning dan berekor biru, putih dan kuning seperti bintang jatuh.

"Dua benda ini adalah milik sahabatku dan juga kakakmu Naruto, ini adalah Flute alat musik Genjutsu milik kakakmu saat dia masih berguru pada sahabatku, kau bisa menggunakan ini Naruto" Ucap Uno sembari memberikan Flute tersebut kepada yang Naruto.

"... Dan yang ini adalah buku yang di sebut 'Klara Libri', buku ini berisi semua rahasia yang ada di dunia termasuk di dimensimu, kau juga bisa mempelajari semua teknik yang ada di dalam. Semua ada tak terkecuali, kalau kau butuh informasi kau bisa mencarinya di dalam sana" Tambahnya dengan sedikit senyum tipis, lalu menyerahkannya kepada Naruto.

"Arigatou Uno-Nii, aku akan menjaga semuanya dengan baik" Ucap Naruto dengan cengirannya.

"Baiklah, tugasku sudah selesai. Kau akan menggunakan kekuatanmu di jalan yang benar atau salah, itu adalah pilihanmu dan aku tidak berhak mengaturnya, jadi jangan kecewakan aku ya?" Lalu Uno bercahaya berwarna biru, lalu menghilang menjadi cahaya-cahaya kunang-kunang.

"Aku tidak akan mengecewakanmu Uno-Nii~~" Sebuah senyuman atau lebih tepatnya Seringaian menggantung di wajahnya.

.

XxxxX

.

-2 Years later-

-Normal POV-

Kini, mereka. Semua murid akademi menjalani ujian Genin.

"Uchiha Sasuke" Panggil Iruka, lalu orang yang di panggil pun beranjak dari tempatnya lalu berjalan ke arena.

"Kyaa! Sasuke! Kau pasti bisa!..."

"...Semangat Sasuke!..."

"...Pasti mudah untukmu!"

Yah, itulah teriakan GaJe dari Fansgirl Sasuke. Saat, dia berjalan mendekati arena.

"Lempar shuriken ini ke arah yang tepat, lalu lakukan kawarimi, Henge dan juga jutsu yang bisa kau gunakan" Jelas Iruka dan mendapat respons yang sama, selama 4 tahun ini. Yaitu, "Hn".

Lalu, dia melempar shuriken dan hasilnya 10/10 tepat sasaran. Lalu, dia melakukan kawarimi dan membuat dua bunshin, Henge Uchiha Fugaku ayahnya sendiri. Setelah itu...

"Baiklah, sekarang lakukan jutsu yang kau kuasai" Perintah Iruka.

[Katon: Goukakkyu no jutsu]

Lalu muncullah sebuah bola api raksasa dan membakar papan target.

"""Kyaa! Sasuke keren!"""

"Namikaze Menma" Panggil Iruka. Lalu, orang yang di sebut mendekati arena. Yah, dia lah Menma anak dari Yondaime Kiroii Senko dan seorang Senju, Namikaze Minato dan Senju Aoki (OC). Jinchuuriki dari Kyuubi no Kitsune atau Kyuubi no Yoko.

"Kyaa! Menma-sama! Kau pasti bisa!..."

"...Semangat Menma-sama!..."

"...Pasti mudah untukmu!"

"Lempar shuriken ini ke arah yang tepat, lalu lakukan kawarimi, Henge dan juga jutsu yang bisa kau gunakan" Jelas Iruka dan mendapat respons yang sama.

Lalu, dia melempar shuriken dan hasilnya 10/10 tepat sasaran. Lalu, dia melakukan kawarimi dan membuat 4 bunshin, Henge Yondaime Hokage. Setelah itu...

"Baiklah, sekarang lakukan jutsu yang kau kuasai" Perintah Iruka.

[Fuuton: Kazekiri no jutsu]

Lalu, angin pemotong itu memotong papan target.

"""Kyaa! Menma-sama hebat!"""

"Baiklah, Uzumaki Naruto" Panggil Iruka.

"""Hu! Jangan harap kau lulus di ujian ini!"""

"Heh! Orang yang tidak mempunyai Chakra, apa kau bisa melakukan sebuah jutsu? Menggelikan" Ucap sinis Menma kepada Naruto.

"Huft, aku duluan Shika" Ucap Naruto, yang tadi dengan posisi tidur di bawah pohon bersama Shikamaru.

"Hah~~ Mendokusei" Lalu Shika pun mengganti posisinya, dari tidur menjadi terduduk, untuk melihat kemampuan Naruto yang dia bilang kepadanya.

.

XxxxX

.

Flashback: 1 Week Ago

"Hey, Shika! Apa kau bisa menyimpan sebuah rahasia?" Tanya Naruto kepada Shikamaru, mereka sekarang ada di komplek klan Nara. Mereka sedang bermain Shogi, di halaman rumah Shikaku. Yah, ayah dari Shikamaru.

"Huft, Mendokusei~~ rahasia apa?" Dengan nada malas sembari memainkan gilirannya.

"Aku mempunyai ..." Ucapan Naruto terpotong.

"... Chakra?" Canda Shikamaru mendadak menjadi serius, setelah menerima jawaban berupa anggukan dari Naruto.

"A-APA KAU SERIUS?!" Teriak Shikamaru tidak percaya (atau OOC ya?) Sembari menatap Naruto dengan mata melebar.

"Ssst! Kau ini!" Bisik Naruto.

"Gomen, jadi benar kau mempunyai Chakra?" Tanya Shikamaru memastikan.

"Ya, lebih tepatnya mirip" Pernyataan Naruto membuat Shikamaru bingung.

"Apa maksudmu 'mirip'?" Tanya Shikamaru bingung.

"Kau lihat saja saat ujian Genin minggu depan" Jawab Naruto dengan cengirannya, membuat Shikamaru mengucapkan 'Mendokusei' beberapa kali.

.

XxxxX

.

"Lempar shuriken ini ke arah yang tepat" Perintah Iruka dan mendapat respon anggukan.

Hasil lemaparnnya, 7/10 tepat sasaran, sementara 3/10 sedikit melenceng. Yah, itulah yang di pikirkan Anak-anak yang lain. Tapi, tidak dengan Iruka, dan para juri. Itu karena, 3 shuriken itu menancap di tempat syaraf manusia. Yaitu; Kepala, tenggorokan dan jantung. Setelah itu.

"Naruto untuk-" Ucapan Iruka terpotong.

"Percayalah kepadaku Iruka-Sensei" Ucapan Naruto memotong perkataan Iruka.

[Clone: 1]

"Tapi, kau kan-" Ucapan Iruka terpotong lagi. Karena, melihat ada sesuatu yang berbeda. Yah, Naruto membuat 1 bunshin, semua orang yang ada di sana menatap tak percaya.

"... Henge"

[Copycat: Shodaime Hokage]

Lalu tubuh Naruto bercahaya berwarna biru, lalu menghilang dengan sebuah percikan cahaya. Semua kembali bungkam, melihat Naruto berubah menjadi Shodaime Hokage, Hashirama Senju. Lalu, datang lagi cahaya dan menghilang lagi menampilkan Naruto berdiri dengan tampang datarnya.

"Lalu kawarimi"

[Deceive]

Naruto berubah menjadi percikan cahaya biru dan muncullah sebuah Dummy Training. Lagi-lagi mereka semua bungkam dan ekspresi tak percaya kembali menghiasi wajah semua orang di sana terkecuali Naruto. Lalu Naruto muncul di belakang Iruka menghadap papan target, membuat yang di depannya kaget.

"Lalu jutsu ..." Ucap Naruto, sembari mengadakan tangannya ke arah target. Naruto mengadakan tangannya ke langit.

[Storage]

Lalu munculah sebilah Katana berwarna hitam berujung pegangan berwarna putih. Ya, itu Blood Dancer. Membuat semua membulatkan mata, tak terkecuali Menma dan Sasuke.

[Mystic Wind]

Naruto mengayunkan Blood Dancer 2 kali dan munculah gelombang angin berwarna biru membentuk (+) Lalu, bukan hanya papan target. Tapi, juga yang ada di sekitarnya pun ikut terhempas, sekiranya 3 meter.

"Ba-bagaimana kau bisa melakukan itu?" Tanya salah satu juri di sana.

"Kau kan tidak punya Cha-" Ucapan salah satu juri yang lain di sana terhenti saat melihat di sekitarnya terdapat bola berwarna-warni mengelilinginya.

[Techno Orb]

"Aku sudah bosan dengan kata-kata itu" Ucap Naruto sembari mengadakan tangannya ke arah si juri tadi. Lalu, Naruto menuju ke tempatnya lagi dan beberapa saat kemudian bola-bola tadi menghilang di terpa angin.

"Apa itu yang kau maksud dengan 'Mirip'?" Tanya Shikamaru.

"Ya"

Lalu, di saat bersamaan Shisui menatap Naruto dari tempat berbeda.

"Bagus sekali Otouto" Senyuman Shisui pun pecah dari wajahnya.

.

XxxxX

.

-Naruto POV Start-

Sudah 4 tahun, aku berada di akademi dan sudah 4 tahun, aku berteman dengan Nara Shikamaru. Selalu bermain Shogi bersama dan berakhir seimbang, selalu bertengkar walaupun di akhir kami tertawa. Kami seperti keluarga hubungan antara kakak-adik. Dan disinilah kami, duduk bersebelahan di bangku paling dekat dengan jendela, menunggu hasil ujian Genin.

'Srek'

Suara pintu terbuka, mengalihkan perhatian murid-murid dari aktifitasnya kearah orang yang membuka pintu tadi. Ya, Iruka-Sensei.

"Anak-anak, sudah tahu. Kan? Hari ini adalah hari ujian Genin dan kalian semua LULUS!" Teriak Iruka membuat semua yang ada di sana bersorak-sorai, terkecuali kami. Yah, menguap.

"Dan, aku akan mengumumkan siapa yang memegang penghargaan R.O.T.Y tahun ini adalah..."

"Peringkat pertama, Uzumaki Naruto dan Uchiha Sasuke. Peringkat kedua, Namikaze Menma" Sambung Iruka-Sensei, membuat kelas hening, mereka menatapku dengan tatapan tajam.

"Sensei! Kenapa dia juga yang memegang R.O.T.Y peringkat pertama?!..."

"...Iya! Hanya Sasuke yang pantas untuk itu!..."

"...Sasuke yang terbaik!" Teriak beberapa anak sembari menunjuk-unjuk ke arahku. Sasuke pun melototiku sepertinya tapi aku tak menghiraukannya.

"APA MUNGKIN SI AIB YANG TIDAK MEMPUNYAI CHAKRA ITU, MEMEGANG GELAR R.O.T.Y?!" Teriak Menma yang tidak ku hiraukan.

"DIAM! Ini menang kenyataannya. Jadi jangan banyak membantah!" Teriak Sensei, membuat semua yang tadi berteriak, mendecih.

"Baiklah, aku akan membagikan kelompok kalian..."

-Naruto POV End-

.

XxxxX

.

"Kelompok 12: Uzumaki Naruto; Jounin pembimbing Gekko Hayate"

"Kenapa kelompok 12 hanya beranggotakan 1 orang saja?" Tanya salah satu murid.

"Itu karena dia lemah" Jawab Sasuke mendapat anggukan dari beberapa siswa.

"Iya, dia itu tidak mempunyai Cha-" Tambahan dari Menma terpotong karena merasakan ada yang dingin di lehernya. Ya, itu Katana Blood Dancer yang sedang enaknya mengantung di bawah dagu Menma.

"Sudah kubilang, aku sudah muak dengan kata-kata itu" Naruto masih tak bergerak, masih menggenggam Blood Dancer, yang masih di posisinya. Lalu, dia bergerak mendekati telinga Menma.

"Dengar ya Menma-sama, aku tidak akan segan-segan membunuhmu jika kau ungkit permasalahan tadi, walaupun kau itu anak Yondaime" Suara Naruto menekan saat memanggilnya dengan suffiks -sama, membuat Menma berkeringat dingin.

"Naruto hentikan dan kembali ke bangkumu!" Perintah Iruka-Sensei membuatnya menarik kembali BD (Blood Dancer) dan menyimpannya kembali dan berjalan ke tempat bangku miliknya.

.

XxxxX

.

-Normal POV-

"Lama sekali sih!" Teriak Menma dan Sakura gelisah. Sudah dua jam lebih saat pemilihan tim Genin. Jounin pembimbing Naruto sudah datang sejak satu jam yang lalu.

"..." Naruto dan Sasuke tidak mengubris Sakura dan Menma, mereka lebih memilih aktivitas mereka sendiri.

'Poft'

Terdengar suara ledakan kecil bersamaan dengan datangnya asap putih, membuat team 7 dan 12 mengalihkan perhatiannya ke arah asap tersebut.

"Yo, maaf menunggu lama. Temui aku di atap akademi" Lalu pria itu menghilang dengan Shunsin.

"Main datang, main pergi. Ayo semua, kita ke atap" Hayate berjalan dan Sakura sembari menggandeng atau bisa di bilang menyeret sang Uchiha dan sang Namikaze ke atap.

"Heh, baiklah" Lalu Naruto menghilang dengan sendirinya.

[Teleport]

.

XxxxX

.

-Rooftop Academy-

Poft!

Pria itu Kakashi langsung duduk lalu membaca buku laknat berwarna jingga miliknya.

Lalu muncullah percikan cahaya biru, memunculkan Naruto yang sedang membaca 'Klara Libri'nya.

"Jangan terlalu bersantai Kakashi-Sensei" Suara itu di bareng dengan hilangnya cahaya tadi.

"Kau juga bisa Shunsin, Naruto?" Tanya Kakashi tidak percaya.

"Tidak" Tanya Naruto balik, membuat Kakashi sweatdrop.

Lalu beberapa saat, Hayate, Menma, Sakura dan Sasuke pun datang dengan wajah terkejut.

"Kau sudah di sini, Dobe?" Tanya Sasuke tidak percaya, begitu pun Sakura dan Menma.

"baru saja sampai, Emo" Jawab Naruto dengan nada datarnya.

"Sudah-sudah, semua duduk dan kenalan diri kalian" Perintah Kakashi sembari mengeluarkan Eye Smilenya.

"Coba, Sensei saja terlebih dahulu" Jawab Sakura dengan nada memerintah.

"Baiklah, namaku Hatake Kakashi, kesukaanku kalian belum cukup umur, yang kubenci kalian tidak usah mendengarnya, hobiku kalian belum cukup umur juga dan cita-citaku belum ada" Contoh Kakashi, membuat semua (minus Kakashi dan Naruto) sweatdrop.

"Selanjutnya aku, namaku Gekko Hayate, kesukaanku adalah Katana dan Kenjutsu, yang kubenci adalah penindasan, hobiku berlatih Kenjutsu dan cita-citaku adalah menjadi Master Kenjutsu" Perkenalan Hayate.

"Selanjutnya, Kau Pink"

"Namaku Haruno Sakura, kesukaanku (Melirik Sasuke dan Menma) Kyaa! Yang kubenci Ino-pig, hobiku (Melirik Sasuke dan Menma) Kyaa! Cita-citaku (Melirik Sasuke dan Menma lagi) Kyaa!" Perkenalan ala Sakura membuat mereka (minus Sakura dan Naruto) sweatdrop.

'Dia pemegang gelar R.O.T.Y. Tapi, dia ini Fansgirl akut' Batin kedua Jounin itu.

"Lalu kau, Raven"

"Aku Uchiha Sasuke, kesukaanku sedikit, yang kubenci banyak, hobiku adalah berlatih, Cita-citaku bukan tujuanku adalah membunuhnya" Perkenalan Sasuke.

'Itachi' Batin Kakashi, Lalu menunjuk Menma.

"Namaku Namikaze Menma, kesukaanku ramen, yang kubenci adalah menunggu ramen matang selama 3 menit dan juga orang lemah seperti dia (Menunjuk Naruto), Cita-citaku adalah menjadi seorang Hokage!" Perkenalan Menma dengan antusias. Dua Jounin di saja tersentak, Naruto adalah orang yang Menma benci. Lalu, dua Jounin itu menatap Naruto.

'Dia kuat untuk menahan semua selama ini' Pikir dua Jounin itu bersamaan, melihat Naruto dengan tampang datarnya membaca buku 'Klara Libri'nya.

"Uzumaki Naruto" Ucap Naruto dengan singkat sembari membalik halaman Klara Libri.

"Lalu boleh ku tau tentangmu tuan Uzumaki?" Tanya Kakashi dengan nada tertekan.

"Sungguh?" Tanya balik Naruto meremehkan. Masih fokus pada bukunya.

"Sudah tolong lanjutkan saja, Naruto" Pinta Hayate tidak ingin melanjutkan perdebatan.

'Huft, Mendokusei' Batin Naruto meniru gaya klan Nara.

"Baiklah, Namaku Uzumaki Naruto, kesukaanku, yang kubenci,hobi dan cita-citaku tidak ada hubungannya dengan kalian" Perkenalan Naruto mirip dengan Kakashi, masih fokus dengan buku miliknya.

"Perkenalan macam apa itu?!" Teriak Sakura, Menma dan Hayate, Sasuke hanya menambahkan dua kata kesayangannya dan Kakashi sama seperti mereka bertiga hanya saja tidak berteriak.

"Aku hanya menirumu Kakashi sang Copy Nin" Pernyataan Naruto dengan nada tertekan di akhirnya, tanpa mengalihkan perhatiannya pada bukunya.

"Kau harus memperhatikan orang yang sedang berbicara kepadamu Naruto!" Perintah Kakashi.

"Apa harus?" Naruto menantang balik dan masih saja membaca bukunya dengan tenang.

"Kau harus menjaga sikapmu GENIN!" Sentak Kakashi geram melihat tingkah Naruto.

Naruto pun menutup bukunya dan mengalihkan perhatiannya ke arah Kakashi.

"Oh~~ aku sangat terkejut, Kakashi sang Copy Nin yang di beri status ninja raja terlambat, anak dari sang Shiroi Kiba, murid dari Yondaime Hokage : Kiroii Senko, Minato Namikaze, selalu membawa buku laknat berwarna jingga berjudul 'Icha-Icha paradise' ciptaan Ero-sannin, sang petapa katak dari gunung Myoboku, Jiraya no Gama sannin, selalu mengagung-agungkan peraturan bak dewa-dewi saat masih kecil karena suatu kejadian di masa lalu, yang membuatmu kehilangan dua cahayamu karena mementingkan peraturan. Karena itulah, kau berubah seperti sekarang, selalu santai, pemalas, selalu terlambat dan memakai alasan yang konyol salah satunya; 'Tersesat di jalan yang bernama kehidupan', yang berarti kau selalu mengenang masa lalu, yang tidak akan pernah berubah, selalu datang ke tugu pahlawan shinobi desa Konoha, untuk mengenang masa lalunya dengan kedua temanya" Pernyataan panjang dari mulut sang Uzumaki, anak dari Kushina dan Yondaime Uzukage itu. Membuat Kakashi tersentak kaget.

"Ba-bagaimana kau tahu itu?" Tanya Kakashi yang masih dalam keadaan shok.

"Pengetahuan adalah segalanya, aku bukan lah seorang yang senang bermain-main, Hatake. Aku adalah orang yang mementingkan otak daripada otot" Jawab Naruto, walaupun dia tau dari informasi di dalam 'Klara Libri', lalu beranjak dari tempatnya menuju tangga untuk turun.

"Mau kemana kau? Kami masih ada hal untuk di bicarakan" Ucap Hayate membuat Naruto menghentikan langkahnya.

"Itu adalah Survival Test, yang di gunakan untuk mengetes seorang Genin sejak zaman Shodaime, aku sudah tau dimana, besok pagi di Training Ground#7 dan Hatake. Ingat pesanku ini; 'Jika kau besok terlambat, maka aku tidak menjamin kau bisa membaca buku laknatmu esok hari' ingat itu Hatake!" Sebuah peringatan Naruto, membuat Kakashi berkeringat dingin, dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada buku kesayangannya besok kalau dia terlambat.

Lalu, Naruto pergi meninggalkan semua orang yang ada di sana, dengan hanya fokus kepada buku 'Klara Libri'nya.

.

XxxxX

.

-Next day; 4,30 a.m-

"Ah! Aku tidak bisa tidur!" Teriak Naruto frustrasi. Yah, saat sudah kembali dari pemakaman Yuki, dia tidak bisa tidur.

"Lebih baik, aku lari pagi saja" Naruto bergerak menuju kamar mandi dan mensucikan(?) Diri.

Setelah itu, Naruto mengenakan kaos berwarna merah, berlengan pendek merah kecoklatan, lambang Uzumaki beaar di belakangnya dan tambahan tudung berwarna senada dengan kaosnya, dan memakai celana pendek selutut (Sama seperti pakaian Naruto di Naruto the Movie 3).

"Hah~~ lebih baik pemanasan terlebih dahulu di tempat berkumpul" Lalu dia berjalan keluar apartemen dan berlari pagi (jogging) ke Training Ground#7.

Setelah beberapa saat, Naruto berlari kecil. Tiba-tiba, Dia di kejutkan oleh seseorang beralis tebal, berponi dan memakai pakaian Training ketat berwarna hijau.

"Hai, namaku Rock Lee, aku dari team 9. Kulihat kau juga suka berlatih, ya?" Tanya Lee kepada Naruto sembari berlari di sampingnya.

"Oh, Namaku Uzumaki Naruto, aku dari team 12. Ya, aku suka berlatih. Sebelum tes Sensei team 7 di tempat latihan" Jawab Naruto sambil berlari.

"Team 7?" Lee berhenti berlari dan mengisyaratkan Naruto untuk mendekat.

"Lebih baik, kau sarapan terlebih dahulu" Bisik Lee sembari memberikan tatapan serius.

"Ya, aku sedang ingin ke kedai Ichiraku. Memangnya kenapa?" Jawab dan Tanya di akhir kalimat Naruto.

"Baguslah" Lanjut Lee lalu meneruskan lari paginya.

"Memangnya kenapa, Lee?"

"Nanti juga, kau akan tahu. Sudah dulu ya Jaa~~" Jawab Lee dan meninggalkan Naruto, membuat Naruto sweatdrop lalu mendatangi Ichiraku Ramen.

"Jiji, Ramen misi porsi biasa satu!" Pesan Naruto singkat padat dan antusias.

"Ok! Pesanan segera datang!" Lalu tidak lama akhirnya Ramennya siap di makan.

Lalu beberapa menit, mangkuk itu pun bersih tidak ada sisa sama sekali.

"Oh ya, Naruto. Aku dengar kemarin kau lulus, jadi sekarang ramen ini gratis!" Kata Teuchi sang pemilik kedai ramen.

"Wah! Terima kasih Jiji! Baiklah aku harus latihan lagi, Jaa ne~~" Lalu Naruto melesat ke tempat berkumpul.

Lalu, setelah beberapa saat. Naruto telah sampai di Training Ground#7.

"Heh, baiklah. Pemanasan terlebih dahulu" Naruto melakukan 20x Push up, Sit up beberapa kali.

[Storage]

Lalu munculah sebuah seluruh atau 'Flute' berwarna kuning keemasan.

'Ini adalah peninggalan Yuki-Nee, aku akan menjaganya dengan baik' Lalu, Naruto meniup dan memainkannya dengan lembut, ajaran dari Uno.

"..." Naruto masih fokus untuk mencari nada yang cocok, lalu menemukannya dan mengingat masa lalunya dengan Yuki dan Uno.

"Ninja yang hebat adalah ninja yang bisa menjaga teman-temannya dengan baik" Itulah pelajaran dari Yuki yang selama ini menjadi panutan bagi Naruto.

"Seseorang yang kuat adalah seseorang yang menjadikan dirinya tameng untuk teman-temannya" Itu adalah pelajaran Uno yang menjadi dasar bagi Naruto.

.

XxTBCxX

.

AN: Ini bagaimana bagus atau jelek? Ini adalah Chapter 2 'The truth of Rinnegan' yang ku rewrite. Soal Kyuubi di chap kemarin itu Typo maaf maklum ini hasil rewrite hehehe dan maaf nggak bisa balas Review tapi aku sangat berterima kasih dan kalo penjelasannya Prologue kemarin nggak membingungkan ya maaf.

.

Profile:

Nama: Uzumaki Naruto.

Clan: Uzumaki.

Tanggal Lahir: 10 Oktober

Golongan Darah: B

Warna mata: Violet

Warna rambut: Merah menyala (Scarlet)

Tinggi Badan: 169 cm

Berat Badan: 58 kg

Desa: Konohagakure (Desa Daun Tersembunyi)

Tingkatan: Genin

Ayah: Yondaime Uzukage (Arashi Uzumaki)

Ibu: Kushina Uzumaki

Grandmother: Mito Uzumaki (Kushina)

.

Penjelasan tentang kekuatan Naruto:

Naruto memiliki kekuatan 'Mana' dengan Pengontrolan yang sangat hebat, dengan darah Uzumaki kental di dalam tubuhnya berpengaruh terhadap kinerja 'Mana' yaitu memperbanyaknya menjadi setara dengan 'Deity' di dimensi 'Arneas'. Kekuatan dari Shingan dan kekuatan yang masih di rahasiakan #Hehehehe.

*Clone:

Skill untuk membuat Clone sesuka hati, dengan hanya mengorbankan 10% Mana.

*Copycat:

Skill untuk membuat sang pemakai meniru penampilan orang lain dengan mengorbankan 5% Mana.

*Deceive:

Skill untuk menipu musuh dengan berubah menjadi benda mati untuk mengecoh musuh dengan mengorbankan 25% Mana.

*Storage:

Skill yang mirip dengan fuinjutsu menyimpan/mengeluarkan benda mati/hidup dalam sebuah dimensi dengan mengorbankan 1% Mana.

*Mystic Wind:

Skill level 1 Uno dengan menebas udara menjadi gelombang udara dengan mengorbankan 10% Mana.

*Teleport:

Skill untuk mengirim pemakai ke segala tempat yang pena ia datangi dengan mengorbankan 5% Mana.