DON'T LEAVE ME
2
GDRAGON
X
SANDARA
slight daraxthunder
xxxxxxxxxxxxxxxx
Sandara pov
"sandara park~shii"
Aku dan Jiyoung menoleh bersamaan,dan kulihat seorang pria tua tak kukenal memandangku sedih.
"ne...aku sandara..." kataku pelan
Syuutt! Pria itu membungkuk 90 derajat. Aku dan Jiyoung terkejut
"TOLONG! TOLONG LAH DONGSAENGMU! PARK SANG HYUN!JEBAL!"
Apa katanya?
Park Sang Hyun?
Sang hyun si bocah sialan itu?
"mianhae ahjussi...aku tak mengenalnya" mataku memanas mendengar nama sang hyun, sial! Harusnya aku sudah lupa!
Ahjussi itu menatapku dalam,dia mencoba mencari ekspresi lain di wajahku yang dingin. Jangan harap!
"keluargamu...mereka semua tewas kecelakaan pesawat..."ucapnya terbata
Seringai muncul di di bibirku,aku tertawa keras "akhirnya...akhirnya mereka lenyap..." ucapku getir. Inilah balasan Tuhan untuk keluarga kejam seperti kalian,setelah penderitaanku yang berkelanjutan karena kalian. Park Family fuck!
"bisakah...bisakah kau menerima Sang Hyun?dia...dia bisa jadi gila karena kesepian... aku tak tega,sungguh...dia membutuhkanmu..."
Author pov
Park Sang Hyun (17 th), penerus resmi Park Inc. Sedang berada di mobil M-benz silver milik Jiyoung. Dia diam membisu di jok belakang, Sandara memijat keningnya sambil melihat pemandangan luar jendela yang membosankan.
"emm,Sang hyun~aa...namaku Kwon Ji Young,kurasa kau cukup mengenal keluarga Kwon bukan? Hmm,aku sempat mendengar berita itu...aku ikut berduka" Jiyoung memulai pembicaraan.
Sanghyun masih bergeming tanpa merespon sedikitpun ucapan Jiyoung. Sandara yang melihat gelagat sanghyun dari spion mulai kesal.
"kenapa kau mencariku hah? Kau mau membunuhku?" ucap sandara dingin
Sanghyun mengalihkan pandangannya ke Sandara,menatap dalam punggung noona'nya yang bersandar pada jok.
"tenanglah...itu tak mungkin kan?" Jiyoung mencoba menyiram api dalam diri Sandara#ha?
Sandara menghentakkan punggungnya dan kembali menatap jalanan yang ramai.
Jiyoung pov
Sudah seminggu Sanghyun tinggal dirumahku,dia menempati kamarku. Dan sandara mau membagi kamarnya untukku,yah...meskipun kami tidur bersama aku tak menyentuhnya,sejak Sanghyun dirumah ini suasana hati Sandara selalu berubah seperti bunglon. Aku tak pernah mendapati senyum indahnya,hhh... aku menyedihkan sekali kan?
Hari ini aku libur kuliah,dan sehabis kembali dari kamar Sanghyun mengambil nampan makannya. Aku sangat peduli padanya,meski aku tak tau bagaimana perasaan dia sebenarnya. Dia selalu terlihat sakit...sakit pada hatinya.
Kuputar kepalaku disepanjang sudut ruangan,tak ada sandara rasanya sepi sekali. Kucoba mencarinya di kolam renang.
"dara~aa...eodiya?"
"aku disini..." kudengar suara dara dari tepi kolam, dia sedang duduk di bibir kolam dan memasukkan kedua kakinya ke air hingga sebatas betis.
Kudekati Sandara dan duduk bersebelahan dengannya. Dia menatapku dan menggeser tubuhnya dekat denganku,kami saling terdiam. Memang apa yang harus kubicarakan dengannya?
"hhh..." aku menghela nafas panjang hingga Sandara menoleh padaku.
"kenapa kau menghela nafasmu?ada masalah?" tanyanya
Aku terkekeh dengan pertanyaan itu "bukankah kau yang punya masalah?"
Sandara tampak terdiam dan kemudian ia kembali menatap air kolam yang nampak tenang.
"aku tak tau,bagiku semua yang kualami adalah masalah...tapi entah kenapa aku merasa inilah takdirku...tak ada kebahagiaan yang sebenarnya..." wajahnya berubah sedih dan membuatku sangat ingin memeluknya,kupikir dia wanita kuat...tapi ada kalanya aku berfikir egois jika pada kenyataannya salah.
"kemarilah" hm?aku menatap heran pada Sandara,ternyata dia memberiku isyarat untuk menyandarkan kepalaku di pangkuannya. Lagi-lagi aku tersenyum,dia penuh kejutan.
"hhh...nyaman sekali..." ujarku pelan saat kurasakan kulit paha Sandara dibawah kepalaku.
"mianhae... pasti akhir-akhir ini kau merasa jenuh dengan adanya aku dan Sanghyun"
Aku menggeleng cepat dan meraih tangan Sandara menuju tempat sensitifku,jantung.
kupejamkan mataku dan mulai menghirup udara yang ada disekitar tubuh Sandara.
"dengar aku Sandara Park... kebahagiaan takkan pernah kita miliki jika kita hanya melihat kebahagiaan milik orang lain dan selalu membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain... dan bagiku,kau adalah kebahagiaanku..."
Aku bahagia Sandara...percayalah,bahwa kau juga akan bahagia...
Kurasakan tubuh sandara bergetar pelan, tes! Butiran air yang agak panas kurasakan jatuh di kelopak mataku yang terpejam. A-apa yang terjadi?kenapa bidadariku menangis?Ya Tuhan...apa yag kulakukan?
"hei..gwenchana? kau sakit eoh?"segera aku bangun dan memegang kedua pundaknya yang semakin bergetar karena tangisannya,aku takut...dia tak pernah menunjukkan sisi ini padaku!
"kau...kau adalah malaikatku,saranghae Jiyoung~aa" lalu kurasakan hangat tubuhnya yang memelukku erat sekali. Dia mengencangkan lilitan tangannya di pinggangku dan itu tak membuatku sesak sama sekali. Kuraih dagunya yang lancip dan mengecup bibirnya sekilas,dan air mata itu kubiarkan terus mengalir. Inikah perasaan cintamu padaku?
"uljima...tak baik memproduksi air mata secara berlebihan,kau akan mengiritasi matamu dan akan bengkak besar...hhh,harusnya kau memahami bagaimana hidup menjadi istri seorang dokter tampan..." aku menggodanya sedikit agar dia -setidaknya- akan membalas mencelaku seperti biasa
Jantungku berdenyut cukup kencang melihat sebuah ukiran senyuman di wajah porselin milik Sandara, aishh! Pasti wajahku memerah sekarang.
Author pov
"ya~!aku kan sudah bilang harus lebih sederhana dari model sebelumnya!" jiyoung mengeluh panjang pada seorang SPG di sebuah toko perhiasaan pusat perbelanjaan Seoul. Dia sedang mengambil pesanannya namun ada sedikit masalah karena model cincin emas bermata berlian yang khusus ia design,tentu saja untuk melamar Sandara Park J
i'm singing my blues...
jiyoung langsung menekan tombol hold dan menempelkannya di telinga
"yeobseo?"
"ini aku, jiyoung~aa bisakah kau belikan aku beberapa apel?"
"tentu,apalagi chagi?"
"ish...jangan seperti itu,kau ini..." #dara unni tersipu meong :-D
"hahaha,ne araseo..aku akan cepat pulang...annyeong"
Jiyoung menatap layar ponselnya dengan senyum mengembang, terlihat fotonya dan Sandara sebagai wallpaper. #kemudian di edit sama wajah author –plissdehh-
cukup 2 chapter dulu ya, kuharap reviewnyaa ^^
,momo,
