Title : The Edge

Author : Lee Eun San

Genre : Romantic, Angst

Main Casts :

Kim Ryeowook

Kim Jongwoon

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Cast yang lain akan mucul sendiri sesuai dengan kebutuha cerita.

Disclaimers.

Semua tokoh yang berperan dalam cerita ini bukan milik saya. Mereka adalah milik tuhan dan mereka sendiri beserta keluarganya. Saya hanya meminjam nama-nama mereka saja.

Summary

Sebuah ujung yang menjadikan pembatas antara sebuah kisah cinta, persahabatan dan penghianatan. Garis tipis yang menghubungkan mereka semua dalam ikatan takdir yang saling berkaitan. Yemin/Yewook/Kyumin

annyeong! author abal balik lagi dengan lanjutan epep yang abal pula... waakkss...! well di chap ini character minn oppa aku buat agak jahat dikit gak papa ya,, mian buat para pumpkiners sekalian yaahh...! happy reading!

warning! typo bertebaran!

Batinya terus berteriak tak terima mendapati fakta mengejutkan sekaligus menyakitkan ini. Di sungguh dibuat geram oleh kelakuan Sungmin yang ia anggap sudah melampaui batas.

Dia kembali teringat akan perkataan bawahanya tadi bahwa Sungmin dan selingkuhanya masih berada di hotel ini maka ia bergegas untuk mulai keluar guna membuktikan sendiri ucapan sang bawahan tadi. Setelah yakin telah menyelesaikan semua tugas yang diberika sang kakak padanya ia segera berkemas untuk memulai aksinya menjadi stakler seorang lee Sungmin dan selingkuhanya.

Di berjalan keluar ruangan dan langsung disambut dengan beberapa orang yang membungkuk hormat padanya.

"anda sudah akan pulang sekarang, sajangnim?" Tanya sang manager yang kebetulan sedang melintas di hadapanya.

"eh,, ne, eh ani,, aku masih ingin disini. Aku rasa aku akan berkeliling sebelum pulang ke seoul.'' Ucapnya sedikit terbata diawal entah karena kesal atau gugup karena apa.

"oh,, biar saya temani" tawar sang manager yang serta merta ditiolak karena bisa ketahuan nanti rencananya.

"eh,, tak perlu, aku hanya ingin berjalan-jalan sebentar. Lanjutkan saja pekerjaan kalian semua, ne. aku pamit sekarang." Ucapnya kemudian langsung buru-buru keluar dari sana sebelum ada lagi orang yang menanyakan hal lain padanya.

Dia menghembuskan nafas lega saat berhasil keluar dari ruangan tadi dengan cepat dan selamat.

"hhh,, untung saja tak ada yang ikut bisa gagal rencanaku nanti." Batinya lega.

Berbekal segala informasi yang didapatnya dari bawahanya tadi Ryeowook memulai aksi stalkingnya hari ini. Dia melihat arloji di tanganya yang sudah menunjukan pukul enam malam. Mungkin sebentar lagi targertnya akan keluar untuk makan malam mengingat ini sudah waktunya. Dia kemudian segera mengambil posisi duduk yang nyaman di sebuah sudut restourant yang memiliki tinggi yang sedikit berbeda sehingga memungkinkannya untuk melihat semua pengunjung dari tempatnya duduk. Seorang pelayan mendatanginya untuk menanyakan pesanan.

"sudah ingin memesan sekarang, nona?" Tanya pelayan itu ramah.

"eh,, ne, tolong beri aku cappuccino dan cake manis. Apa saja boleh" jawabnya sambil lalu sambil terus mengawasi keadaan restaurant yang mulai beranjak ramai.

"ne, ada lagi nona?" ulang pelayan tadi.

"no,thanks!" jawab Ryeowook singkat.

Pelayan tadi segera berlalau meninggalkan meja Ryeowook untuk menyampaikan pesanannya. Ryeowook mulai bergerak gelisah karena tak mendapati dua orang incaranya yang tak jua muncul. Dia sedikit khawatir jangan-jangan mereka sudah check out dari hotel sebelumnya. Namun tiba-tiba yang sedari tadi ia tunggu muncul juga.

Dia berani bersumpah yeoja itu adalah lee Sungmin istri sahabatnya. Oh mana bisa ia lupa wajah cantik dan tubuh sexy Sungmin yang bahkan mampu terlihat dari ujung sini. Dia geram bukan kepalang saat mendapati Sungmin bergelayut manja di lengan lelaki yang ia yakin juga adalah orang dengan marga Cho itu.

"cciihh,, menjijikan sekali kelakuanmu lee Sungmin!" ucap Ryeowook jijik pada sososk cantik Sungmin

Mungkin dewi fortuna sedang bepihak padanya ternyata kedua orang itu meilih tempat duduk tepat dibelakangnya. Sungmin tepat berada dibalik punggung Ryeowook sehingga semua hal yang dibicarakan mereka berdua pasti dapat dengan jelas Ryeowook dengar.

"kau mau makan apa chagi.." kata namja itu pada Sungmin.

"eummh,, terserah oppa saja. Aku suka semua yang oppa suka" ucap Sungmin manja.

"ciihh,, menjijikkan!" batin Ryeowook kesal.

"baiklah kalau begitu." Putus sang namja kemudian memangil seorang pelayan dan mulai memesan makanan untuk mereka berdua. Tak berselang lama makanan milik Ryeowook dan Sungmin datang di waktu yang hampir bersamaan.

Sungmin dan pasanganya hanya bicara biasa layaknya pasangan yang sedang dimabuk cinta. Namun semua itu terdengar sangat menjijikna di telinga Ryeowook yang notabene tahu status Sungmin yang sudah bersuami namun tengah kedapatan sedang bersama pria lain selain suaminya.

"aku akan pulang besok oppa," ucap Sungmin disela acara makanya.

"eh,, wae,,? Kenapa buru-buru sekali chagi.. aku bahkan masih merindukanmu!" protes sang namja.

"hhh.. sebenarnya aku juga malas pulang oppa. Tapi kau tahu kan keadaan kita sekarang. Dia akan pulang besok." Ucap Sungmin malas

"hhh,, kenapa dia harus pulang juga! Lebih baik ia tak usah pulang saja selamanya! Jadi kau terus ada di sampingku chagiya…" katanya sedikit kesal.

"kau fikir aku juga tak ingin seperti itu, oppa! Aku juga sama!" ucap Sungmin tanpa beban

Ryeowook menggertakkan giginya kesal mendengar ocehan kedua orang ini yang menyumpahi jong won seenak jidat mereka! Dia bersumpah demi nama tuhanya ia akan melakukan segalanya agar Jong Woon tahu yang sebebarnya tentang istri bejatnya ini.

"hhh,, sudahlah toh kita pasti akan segera bertemu lagi oppa! Bukankah wanita itu juga akan segera pulang dari acara liburanya itu,eoh" kata Sungmin lagi

"hhhmm,, kau benar yeoja tua itu sudah mengabariku kemarin. Hhhh,, mendengar suaranya saja aku malas apa lagi harus bertemu denganya.. astaga! Ini sungguh sangat menyebalkan!" keluhnya kesal dalam setiap kata-katanya,

"sudahlah oppa sebaiknya kita tak usah membucarakan kedua orang itu! Lebih baik kita habiskan malam ini dengan bersenang-senang,eothhe?" tawar Sungmin sumringah.

"hahahaha,,, kau benar untuk apa kita fikirkan dua mahluk bodoh itu! Baiklah kita mau main apa malam ..?" kekeh sang namja

"eummhh,, apa ya,,,,?" Sungmin tampak berpura-pura berfikir sambil mengerucutkan bibirnya imut.

"hahah,, kau mau menggodaku dengan bibirmu itu,eoh… kau sungguh terlalu nona lee…" namja tadi terkekekh girang

"hahahah siapa yang menggodamu oppa. Salahkan saja wajahku yang begitu cantik dan menggoda!" ucapnya percaya diri.

"kau benar,,, ya,,, ya,, kau benar…! Kau membuatku tak sabar melumat bibir manismu segera chagiya…" ucap namja tadi seduktif

"hhuueekk.. ingin rasanya aku menyumpal mulut mesum dua orang itu!" gerutu Ryeowook yang mulai jengah dengan isi obrolan dua orang tadi.

"oohh,, silahkan saja oppa! Aku milikmu seutuhnya" ucap Sungmin mesra sambil mengecup pipi namja tadi membuat sang namja tersenyum senang.

"hhhh,, kurasa kita tak usah menunggu sampai hidangan penutup tiba." Ucap sang namja tiba-tiba

"eh,, wae,,, disert di sini kan enak oppa" kata Sungmin bingung.

"aku tak mau disert seperti ini terlalu biasa…" ucap sang namja ambigu

"eh,,, biasa,,,? Lalu apa yang luar biasa oppa?" ucap Sungmin lagi masih tak begitu menegrti ucapan namjanya tadi

"aku mau makan kau saja chagiya,,, kau lebih manis dari semua disert di dunia.,,,," kata namja tadi tenang

"iiss,, oppa,,,," manja Sungmin sambil memukul pelan lengan namja tadi.

"hahaha.. kau makin terlihat manis saat pipimu merona cahgiya….. sudah ayo kembali ke kamar saja. Aku sudah tak tahan!" kata namja tadi yang langsung mendapat persetujuan dari Sungmin.

Ryeowook sampai harus beberapa kali menahan nafasnya karena syock dan tak percaya.

"oh,, astaga…!" ucap Ryeowook dengan mulut yang sedikit terbuka yang ia tutupi dengan telapak tanganya. Jujur semua ini terasa sangat mengejutkan baginya.

Tak berselang lama pasangan tadi segera berlalu dari restouant dengan tangan saling bertautan mesra. Setelah yakin dua orang itu dalam jarak yang cukup jauh, Ryeowook bangkit dari kursinya dan berjalan pelan mengekor dibelakanya pelan-pelan. Gayanya sudah seperti seorang polisi yang sedang mengintai penjahat sekarang.

Dua orang tadi sedang menunggu pintu lift terbuka masih dengan tangan terpaut tentunya bahkan kini Ryeowook melihat dengan mata kepalanya sendiri namja tingi itu tengah mencium Sungmin di bibirnya. Catat bibirnya!

TING,,,,

Pintu lift terbuka dan mereka berdua masuk segera. Ryeowook yakin dengan pasti dua orang itu masih akan kembali melanjutkan kegiatanya itu di dalam.

"hhhh.. mereka sungguh sangat menjijikan!" kesal Ryeowook. Dia segera masuk kedalam lift sebelahnya dan melesat menyusul dua mahluk nista tadi.

Beberapa saat kemudia pintu lift kembali terbuka dan ia kembali melanjutkan aksinya menstlak. Dia berjalan perlahan melewati lorong hotel yang sepi. Sampai telinganya mendengar lenguhan tertahan dari seseorang dibalik tikungan tembok ini

"euummgghh,, oppaaahh,,,," desahnya membuat bulu kuduk Ryeowook berdiri.

"cppkk,,,ccppkk…" bunyi itu makin menggema

"astaga mereka sungguh mahluk yang sangat menjijikan! Bahkan di tempat seperti ini saja mereka bisa berbuat seperti itu,, astaga…" batin Ryeowook tak percaya.

Entah dorongan dari mana tiba-tiba Ryeowook mengeluarkan ponselnya dan memotret kegiatan nista dua orang itu tanpa mereka sadari.

"kurasa ini bisa jadi bukti suatu hari nanti"

"eeuunngghh,,,, oopppaaahh,,, geumm,,,aaaakkhhmmm.. hehhhh…" desahan Sungmin makin menjadi membuat risih telinga Ryeowook.

"wae?" keluh sang namja tak suka.

"hhh,, sebaiknya kita masuk dulu ne,, baru kita lanjutkan,," kata Sungmin seduktif"

"oh,, ne,, sebentar, aku buka dulu kamarnya,ne.." ucap sang namja kemudian menurunkan Sungmin dari gendonganya,

Cklek..

Pintu terbuka dan kedunya langsung menghilang kedalamnya.

Ryeowook merosot terduduk di lantai hotel yang dingin sambil mencengkeram dadanya yang terasa nyeri luar biasa. Dia pun sendiri tak tahu mengapa, padahal bukan dirinya yang seharusnya teluka melihat semua ini, namun batinya seakan ikut terluka mana kala membayangkan bila nantinya semua ini sampai diketahui oleh Jong Woon.

"oppa! Apa yang harus kulakukan sekarang!" keluhnya putus asa

Setelah berhasil menetralkan kembali emosinya. Ryeowook segera bangkit dari posisinya dan langsung melesat pulang ke seoul segera. Tak lagi ia perdulikan laju mobilnya yang kelewat kencang karena yang ada difikiranya sekarang adalah mencari cara agar semua masalah ini ada jalan keluarnya.

Sudah lewat tengah malam saat mobil mewahnya memasuki pelataran rumah. Tubuh dan otaknya letih secara bersamaan. Sekarang yang ia butuhkan adalah tidur sejenak agar esok ia kembali bisa berfikir lebih jernih. Cukup lama ia terdiam tak melakukan apapun sampai dua hari kemudian ia memutuskan untuk berbuat sesuatu.

Hari ini adalah hari minggu, dan Ryeowook mensyukuri akan hal itu. Di hari ini dia bisa dengan mudah menemui Jong Woon nanti. Selain ini jadwal diamana semua orang kebanyakan libur juga karena kebiasaan kegereja Jong Woon yang rutin ia lakukan walau sesibuk apapun pekerjaannya.

"tuhan kumohon beri akau petunjuk! Semoga apa yang akan aku lakukan benar Tuhan…" doanya dalam hati sebelum benar-benar melangkah lebih jauh dalam masalah ini.

Kali ini lagi-lagi ia menyeret lucky yang masih sedikit terpejam di kasur empuknya untuk lari pagi menemaninya. Si anjing tampaknya sedikit kesal mendapat paksaan dari majikan cantiknya ini namun ia toh tetap bangkit dan mengikuti kemauan sang majikan walau dengan langkah ogah-ogahan.

"yak! Lucky-ya kenapa kau jalan malas-malasan !' gerusuh Ryeowook yang menyadari kelakuan tak biasa sang anjing.

Tak ada sahutan dari si anjing membuat Ryeowook mendengus kesal.

"hhh,, yasudah,, padahal tadinya aku ingin mengajakmu menemui kkomming tapi kurasa kau malas, sebaiknya kita pulang saja kalau begitu,,," goda Ryeowook pada anjingnya.

Sang anjing yang mendengar nama sahabatnya di ucapkan sontak langsung berdiri semangat sambil sesekali mengibas-ibaskan ekornya kekiri dan kekanan.

"ggguuuukk…guukk,,gguuuukk…" gongngongnya semangat.

"hahahhaaa,, ne,,ne,, ayo kita kerumah kkomming!" seru Ryeowook kemudian kembali melanjutkan larinya menuju rumah Jong Woon yang tak lagi jauh di depan.

Setelah berlari lima menit sampailah Ryeowook di depan sebuah rumah mewah bergaya minimalis modern yang sangat luas. Kebetulan pagar rumahnya sedang terbuka sehingga tanpa perlu menunggu Ryeowook langsung masuk saja seperti dulu yang biasa ia lakukan. Saat ia masuk ia mendapati Jong Woon sedang bermain bersama anjing hitam kesayangannya kkoming.

"annyeong oppa! Kkoming!" seru Ryeowook setengah berteriak membuat kedua mahluk beda species itu menengok kearahnya

"oh,, hai wookie-ya,, kau datang!" ucar Jong Woon senang.

Bahkan kini dua anjing mereka tampak saling menghampiri dan bermain kejar-kejaran riang,

"hahahahaaa,, kurasa kkoming rindu pada lucky..wookie-ya.." seru Jong Woon geli melihat tingkah anjingnya.

"ne, kurasa lucky juga sama. Lihatlah oppa mereka lucu bukan, hahahaha,,,," kekeh Ryeowook kemudian.

Tanpa mereka sadari sepasang manik hitam Sungmin memandang tak suka kebersamaan mereka. Cemburu kah? Oh ayolah dia kan istri sahnya wajar bukan?

"ehhm,, " dehem Sungmin menghentikan kegiatan bahagia Jong Woon dan Ryeowook seketika.

"eh,, kau chagi,, lihatlah kkoming dan lucky mereka lucu sekali bukan,, kurasa kita akan jadi besan wookie-ya,, anjingku suka dengan anjingmu kurasa hahaahahahaaa,,,,," kekeh Jong Woon gembira tanpa menyadari ada kilatan amarah di mata kedua wanita yang dekat dengannya ini.

"eh,, ne, benar juga! Kurasa kita sudah harus mulai menyiapkan gereja unuk mereka menikah oppa! Astaga! Hahahah…" ucap Ryeowook berusaha terlihat gembira padahal kini hatinya geram bukan kepalang melihat sosok sok lugu istri sahabatnya ini.

"kurasa juga begitu, eonnie, aku senang sekali kalau nanti mereka sudah punya bayi anjing waahhh,, pasti lucu sekali…" Sungmin ikut-ikutan berekpresi antusias mengikuti arah obrolan Jong Woon dan Ryeowook barusan.

"hahahaah,, kalian lucu sekali. Oiya tumben kau kemari ada apa wookie-ya. Jangan bilang kau rindu padaku,ne.." goda Jong Woon sambil mengedipkan sebelah matanya pada Ryeowook usil.

"tsskk.. percaya diri sekali kau tuan kim jelek! Bukankah tadi sudah aku katakan kalau lucky rindu pada kkoming makanya aku kesini!" seru Ryeowook mencoba terlihat kesal padahal semua yang di ucapkan Jong Woon benar adanya. Dia sungguh sangat merindukan sosok namja itu sekarang. Kini dia benar-benar ingin melindungi namja baik itu dari semua hal yang dapat menyakitinya bahkan dari istrinya sekalipun.

"hahahah,, begitu saja marah! kau makin manis saat marah wookie-ya" godanya lagi.

Sungmin sungguh merasa jengah melihat kelakuan dua orang ini. Dia seperti terabaikan begitu saja ditengah obrolan asik mereka.

"huh! Menyebalkan! Kenapa aku merasa terabaikan begini!" gerutu Sungmin dalam batinnya.

"eonnie mau minum apa, biar nanti aku buatkan." Tawar Sungmin basa-basi.

"oh,, tidak usah Minnie-ya aku sudah akan pamit sekarang. Oiya oppa kau tak ke gereja,eoh?" ucap Ryeowook mengalihkan pembicaraan. Sungguh dia malas berlama-lama menatap wajah Sungmin yang memuakkan itu.

"eh, tentu saja aku pasti kegereja! Kenapa? kau mau kujemput,eoh?" kata Jong Woon

"eh, apa boleh aku minta jemput oppa?" kata Ryeowook sengaja menggoda Sungmin yang sudah terlihat gerah akan keberadaannya.

"hahaha.. rasakan kau yeoja sialan! Sekarang kau tahu kan bagaimana rasanya kalau seseorang mengabaikanmu. Ini baru permulaan, lihat saja apa yang bisa aku lakukan nanti Lee Sung Min!" geram Ryeowook dalam hati.

"tentu saja boleh, iyakan chagiya.." kata Jong Woon kemudian melirik sekilas kearah istrinya.

"eh,,eum,, ne oppa. " jawan Sungmin sedikit tergagap.

"yeeiiyy.. asik! Baiklah kalau begitu aku tunggu oppa nanti ne,, sekarang aku pulang dulu oppa, Minnie." Pamit Ryeowook kemudian segera mengambil tali pengait milik lucky. Sang anjing yang sedang asik bermain tampak lagi-lagi mengerutu kesal melihat kelakuakn sang majikan yang seeanaknya saja ini.

"sudahlah wookie-ya. Tinggalkan saja dulu lucky disini, nanti dia akan aku bawa saat menjemputmu." Seru Jong Woon pada Ryeowook yang Nampak kesal mengejar-ngejar lucky yang merajuk.

"baiklah oppa, aku titip anjing nakal ini disini ya. Dan kau anjing nakal awas kalau kau macam-macam!" ancam Ryeowook pada sang anjing.

Dia kemudian meneruskan langkahnya bergegeas menuju rumah untuk bersiap-siap. Dia sengaja sedikit berdandan lebih pagi ini. Ini juga termasuk dalam skenario rencana balas dendamnya untuk Jong Woon pada Sungmin.

"lihat saja nona Lee, akan aku buat kau merasakan apa yang Jong Woon rasakan! Aku bersumpah!" kata Ryeowook yakin.

Setengah jam kemudian terdengar bunyi klakson mobil dari luar rumahnya dia yakin pasti itu Jong Woon tentunya.

"ne,oppa! Jankamman!" serunya dari dalam rumah. Ia kemudian manyambar tas yang berisi alkitab didalamnya dan segera melesat keluar. Dia duduk di kursi belakang setelah mengeluarkan lucky dan menyerahkanya pada penjaga rumahnya di depan.

"are you ready ladys…?" seru Jong Woon

"ne,," jawab kedua yeoja itu serempak tanpa sengaja.

Tak ada obrolan berarti selama perjalanan mereka menuju gereja. Hanya sesekali Jong Woon mengoda Ryeowook dan dibalasnya begitu juga sebaliknya. Sungmin tak banyak komentar. Ia hanya memandang jalanan diluar sambil terus merutuk dalam hati menyumpahi Ryeowook dan memaki-maki.

Akhirnya mereka bertiga sampai digereja juga. Sungmin mengambil langkah terlebih dahulu keluar dari mobil. Dia sudah muak dengan obrolan dua manusia itu.

"eh, Minnie marah ya oppa aku ikut mobil oppa?" Tanya Ryeowook pura-pura tak enak padahal dalam hatinya ia bersorak gembira melihat raut kesal di wajah Sungmin barusan.

"eh,,aniyo. Wookie-ya. Itu hanya fikiranmu saja. Kajja kita sudah hampir terlambat." Jawab Jong Woon. Sebenarnya ia juga merasa tak enak hati pada keduanya di satu sisi Sungmin adalah istrinya namun disisi lainnya Ryeowook adalah yeoja yang sudah menemani hari-harinya bahkan jauh sebelum ia memilih Sungmin sebagai pendampingnya.

" aigo,, kim Jong Woon apa yang sudah kau lakukan.." keluhnya sendiri dalam hati.

Keduanya kemudian keluar dari mobil dan segera menyusul Sungmin yang sudah terlihat berjalan sedikit jauh di depan.

"minniie chagi,, tunggu aku." Ucap Jong Woon sedikit berteriak membuat Sungmin berhenti dan menoleh kepadanya.

"ne," hanya itu yang keluar dari bibir merahnya.

Ketiganya segera berjalan ber ringan. Satu tangan jongwon digunakan untuk memeluk pinggang ramping Sungmin sedangkan tangan yang satunya lagi digunakan untuk menggandeng tangan Ryeowook tanpa Sungmin sadari. Dan anehnya Ryeowook tak menolak genggaman itu. Ia justru makin mengeratkan genggaman tanganya pada Jong Woon membuat sang empunya tangan dilanda dilemma mendalam di hatinya.

"astaga! Apa lagi sekarang tuhan!" seru Jong Woon menyesali tidakanya, namaun apa daya ia juga senang mendapati Ryeowook tak menolak sentuhanya.

Beberapa orang yang tengah lewat memandang iri sekaligus heran akan pemandangan aneh ini. Bagaimana Jong Woon bisa begitu beruntung dikelilingi dua orang wanita yang begitu mempesona. Itulah kiranya yang ada di benak banyak namja yang berjalan melewati ketiga orang itu.

Setelah menjalani misa pagi seperti biasa, Jong Woon, Sungmin dan Ryeowook menyempatkan diri untuk berdoa.

"tuhan,, hari ini apa yang kulakukan benar bukan?

Tuhan, aku mohon bantulah aku jika langkah yang aku ambil ini benar." Begitulah bunyi doa Ryeowook pada tuhanya.

"tuhan… apa aku salah memilih?

Apakah aku terlalu bodoh sehingga tak menyadari bahwa ternyata sosok Ryeowook juga sangat penting untukku,

Tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang. Dilain sisi aku sudah memilih Sungmin sebagai pendampingku namun di sisi lain aku masih saja mengharapkan sosok Ryeowook hadir untuk menemaniku.

Tuhan,, apakah aku ini serakah,,,?

"tuhan kumohon bantulah aku,," bunyi doa yang terdengar begitu putus asa dan kegalauan dia utarakan Jong Woon pada tuhaNya. Berharap dengan begini rasa gundah dihatinya bisa sedikit terobati.

"tuhan,, maafkan aku" itulah seucap doa Sungmin.

Ketiganya telah menyelesaikan acara dao mereka dan kini sudah bersiap untuk kembali pulang kerumah.

"eum,, Minnie chagi bagaimana kalau malam ini kita undang wookie makan malam dirumah," usul Jong Woon pada istrinya tiba-tiba.

"eh,, oppa" Ryeowook sedikit kaget juga mendengar kelakar tak biasa Jong Woon barusan.

"ne, tentu saja. Datanglah eonnie kurasa Jong Woon oppa masih merindukanmu." Ucapnya semanis mungkin padahal hatinya berkata lain.

"eh,, umm,, ne,, aku akan datang nanti."

Setelah mengantar Ryeowook sampai kerumah mobil yang ditumpangi suami istri itu berlalu meninggalkan Ryeowook sendiri.

"kurasa ini jawaban atas doaku tadi tuhan. Terima ksih kau memberiku jalan." Ucap Ryeowook lega.

Dia kemudian segera bersiap menuju the edge seperti biasa. Dia bekerja dengan wajah sumringah karena mengingat nanti malam ia akan kembali bertemu dengan Jong Woon pujaannya sampai-sampai tak terasa jam sudah menunjukan pukul lima, kafenya juga sudah mulai rame pengunjung. Setelah mempercayakan semuanya pada pegawai kpercayaanya dia segera bergegas pulang karena tak ingin terlambat ke rumah Jong Woon nanti malam.

Setelah mandi kini Ryeowook tampak sedang berdiri mematung menghadap pada baju-bajunya yang tersususn rapi di sebuah lemari besar miliknya. Tampak puluhan gaun-gaun cantik beraneka warna dan bentuk yang membuat Ryeowook bingung sendiri akan memilih yang mana.

"aaiiggooo,, aku harus pakai apa..?" keluhnya.

Setelah berkutat cukup lama dengan baju-bajunya akhirnya dia memutuskan untuk memakai sebuah gaun malam berwarna ungu dengan potongan sederhana namun terkesan cantik bila mana Ryeowook memakainya. Dia memaduannya dengan sepasang sepatu cantik bertingi 9 cm untuk menunjang penampilanya.

Setelah memoleskan riasan tipis di wajahnya dia tampak puas dengan penampilanya. Sengaja ia gerai rambut hitamnya karena dia tahu Jong Woon suka melihatnya dengan rambut panjang sejak dulu. Ia kemudia menaiki Mercedes silvernya dan segera melesat menuju rumah Jong Woon yang sebenarnya hanya berjarak dia blok dari rumahnya. Tapi masa ia dia harus jalan kaki?

Tak sampai lima menit Ryeowook sudah samapi di rumah itu lagi. Dia segara melangkah masuk dengan percaya diri.

Saat ia akan masuk dia mendengar sedikit keributan didalam rumah.

"oh ayolah oppa! Kau fikir aku buta,eoh! Aku tahu segalanya." Dari suaranya Ryeowook yakin ini suara Sungmin. Tapi kenapa ia terdengar marah?

"apa yang kau katakan chagi, aku tak mengerti" kini suara Jong Woon yag terdengar.

"hhh,, kau menggelikan sekali oppa! Kau fikir aku bodoh sampai tak menyadari bahwa yeoja itu menyukaimu,eoh?" jerit Sungmin

"wookie tak begitu chagi.." kata Jong Woon

"eh,, kenapa jadi namaku ikit dibawa-bawa..?" Tanya Ryeowook bingung.

"kau dan dia sama saja oppa! Oh jangan katakan kau juga menyukainya?" kali ini suara sungmi sedikit melemah namun tak menyurutkan nada sinis disetiap kata yang ia ucapkan.

"kau ini bicara apa! Sudahlah! Cukup! Sebentar lagi wookie akan tiba. Jaga sikapmu padanya." Putus Jong Woon akhirnya karena dia juga tak sanggup lagi berkata-kata jika istrinya terus saja memojokkannya seperti sekarang.

"terserah padamu saja!" kesal Sungmin. Ia sebenarnya ingin beranjak pergi namun ia keduluan akan sosok Ryeowook yang tiba-tiba sudah muncul dari arah ruang tamu.

"annyeong oppa, Minnie…" sapa Ryeowook riang berusaha menormalkan wajahnya seolah-olah ia tak mendengar apapun barusan.

Melihat Ryeowook yang sudah datang kontan saja wajah cemberut Sungmin sedikit berubah. Ia memaksakan senyumnya. Walau kesal ia tetap menuruti perintah suaminya untuk meyambut Ryeowook.

"kau sudah datang? Sudah lama?" kata Jong Woon takut-takut. Ia sungguh tak mau Ryeowook mendengar pertengkaranya tadi.

"aniyo oppa baru saja aku tiba. Apa aku terlambat. Maaf aku langsung masuk." Kata Ryeowook basa-basi.

"tidak kok eonnie, kita juga baru selesai mandi. Ayo kita makan, aku sudah lapar. Kau juga kan oppa?" kata Sungmin manis pada suaminya.

"n,,ne,, kajja." Ucap Jong Woon sekenanya.

Ketiganya kemudian berjalan menuju ruang makan. Ketiganya mengobrol normal seakan tak pernah ada pertengkaran sebelumnya.

"eh,, Minnie saudaramu di Ilsan itu dimana,,?" kata Ryeowook memulai inti rencananya. Menyinggung masalah Ilsan

Sungmin sedikit terlonjak kaget mendengar pertanyaan Ryeowook barusan.

"ige,, eum,,," Sungmin bergerak gelisah membuat Ryeowook menyeringai dalam hatinya.

"buakn apa-apa, kau tahu aku punya sebuah hotel di Ilsan, yah siapa tahu suatu hari kita bisa bertemu saat kau sedang mengunjungi saudaramu" ucap Ryeowook lagi.

"eh, kau punya hotel di Ilsan ya, kenapa aku tak tahu?" seru Jong Woon

"eh,, itu buka milikku juga sih tapi milik kakan iparku. Kau inagt eonnieku Kim jaejong kan,oppa? Nah suaminya pemilik hotel itu." Papar Ryeowook yang dibalas anggukan kepala dari Jong Woon tanda mengerti.

"apa nama hotelnya?" Tanya Sungmin

" SHINKI HOTEL" ucap Ryeowook penuh penekana n sambil menatap tajam manik hitam Sungmin yang terlihat ketakutan.

"sshhii,,,sshinki…?" gagap Sungmin

"ne, apa kau pernah kesana, minnie-ya?" jawab Ryeowook dengan senyuman tanda kemenangan telak.

"eh,, eum,, aniyo eonnie aku hanya merasa hotel itu familiar di telingaku. Bukankah itu termasuk hotel mewah,eoh?" ucap Sungmin berusaha terlihat bisa.

"yah, begitulah. Hotel itu cukup bagus kurasa. Beberapa hari yang lalu aku kesana tepatnya tiga hari yang lalu." Ucap Ryeowook sambil tersenyum ramah sembari terus menatap Sungmin tajam.

"kenapa kau kesana wookie-ya" Tanya Jong Woon ingin tahu.

"oh,, aku menggantikan eonnieku oppa, aku hanya bertugas untuk memeriksa keadaan hotel saja karena kebetulan eonni sedang kurang enak badan. Dia kan sedang hamil muda." Jawab Ryeowook kali ini dia beralih memandang Jong Woon dengan mata berbinar.

"eh, jinjja? Jongie nuna sudah mengandung? Wah dia pasti gembira sekali ya…" ucap Jong Woon tulus.

"eum,, ne tentu saja!" jawab Ryeowook kemudian.

Suasana makan malam itu terasa begitu menyenagkan untuk Ryeowook dan Jong Woon namun lain halnya untuk Sungmin. Ia merasa seperti pencuri yang sedang ketahuan sekarang. Sekarang ia sadar yeoja di hadapanya ini pasti tahu sesuatu yang ia sembunyikan.

"astaga yeoja ini megerikan juga" batin Sungmin

Setelah minum teh dan bercengkrama sebentar, Ryeowook akhirnya memutuskan untuk pamit pulang.

"sepertinya sudah malam, sebaiknya aku pulang sekarang ne,," ucapnya.

"eh,, kenapa buru-buru sekali eonnie.. " jawab Sungmin basa-basi.

"aku kan bisa kemari lagi kapan hari, tapi sekarang aku sudah lelah setelah seharian tadi bekerja." Tolak Ryeowook.

"eum,, baiklah hati-hati ne, "kata jong won pelan sambil mengusap pucuk kepala Ryeowook pelan.

"eh,, eum" jawabnya sambil mengangguk paham.

Dia langsung bergegas menaiki mobilnya dan kembali kerumah. Saat dia ingin masuk kedalam tiba-tiba ponselnya berbunyi. Sebuah pesan masuk dari lee Sungmin.

"aku tahu kau menegtahui sesuatu. Ayo kita bertemu dan kita ungkapkan semuanya" itulah isi pesan dari Sungmin

"ciihh,, dia pintar membaca suasana juga ternyata, baiklah nona, aku ikuti maumu." Ucap Ryeowook yakin.

….TBC…

FIIEUUHH,,,,! Lap keringet pake kaos eunppa! Akhirnya epep kebut-kebutanku jadi juga part duanya. Semoga kalian suka sama ceritanya. Mian kalo masih bbuuaannyyakk banget typonya maklum kan saya miss typo sejagad gitu. Mohon repieunya setelah baca ya.

Epep ini awalnya Cuma mau aku bikin two shoot tapi kok kayaknya ntar gak cukup ya, nah makanya ini aku potong jadi tiga atau empat lah, gak panjang kok. o iya enaknya ini epepnya dibikin sad ending apa happy ending...? kalo aku sih lebih condong ke sad ending but,,what do you think readers...?

Well,, last but not least. Thanks for reading

Saranghae,,, gamsahae,,,,, ^_^