The Noble of Trouble Maker

Desclaimer : Jelas bukan punya saya!...,

Warning : Gaje!, Au!, imajinasi Author!, OOC!, Bahasa gak baku!, bikin sakit mata!, GAK SUKA JANGAN BACA!..., dan yang terpenting, Isekai!...,

Pairing: Alur menentukan segalanya.

Summary: Dia, mati muda saat menyelamatkan seorang wanita yang dirampok, namun bukannya terkirim keakhirat malah ia tersadar sebagai seorang Anak dari seorang bangsawan pembuat masalah, Namikaze Naruto. Anak bangsawan gendut mirip seekor babi dan terkenal karena memiliki reputasi yang jelek karena sifat memuakkannya. Sejak saat itu, pria itu menjalakan hidupnya sebagai sih [Trouble Maker].

Chapter 02

Aku, Anastasia Nikoelvna Romanova, Tuan Putri kedua kerajaan [Bahlum] salah satu kerajaan terbesar dibenua [Grand Fargansia], sebagai seorang Tuan Putri, aku menjalani kehidupanku yang menurut sebagai besar orang mungkin sangat menakjubkan tapi percayalah tidak ada yang lebih membosankan dari menjalani kehidupan didalam istana yang sangat sunyi...

Bahkan sangking sunyinya, kau dapat mendengar suara langkah kaki bergema dari jarak jauh. Tidak hanya itu, bayangkan betapa membosankannya saat kau harus terus bersikap manis didepan banyak orang? Jujur saja itu menjijikan, apa lagi saat kau harus bersikap manis pada orang yang hanya menjilat kearahmu dengan maksud tertentu didalamnya...

Muak, saat melihat banyaknya bangsawan dengan status tinggi mengerubungimu dan melempar banyak pujian kesana-kemari, jika saja aku tidak menguasai cara memainkan ekspresi-ku yang sempurna, aku mungkin akan menatap jijik mereka... Huh~

"Tuan Putri, ada undangan untuk anda menghadiri pesta minum teh yang diadakan keluarga [Valkryie]..."

Ketika aku sedang merenungkan betapa membosankannya hidupku, salah satu maid pribadiku datang dan mengatakan sebuah masalah yang disebut undangan itu, sejujurnya aku tidak ingin menghadirinya sebab pasti disana para penjilat akan mengerubungiku layaknya kue manis yang dikerubungi lalat...

Tapi karena ini berasal dari keluarga [Valkyrie] yang memiliki kedudukan cukup berpengaruh maka aku harus menghadirinya sebab jika tidak reputasi keluarga kerajaan akan tercemar, menghela nafas...

'Inilah kenapa menjadi Tuan Putri sangat menyebalkan.'

Aku bergegas menghadiri pesta itu, disana ya~ seperti yang kuduga banyak sekali para penjilat yang langsung mengerubungiku dan melemparkan kalimat memuakkan kepadaku, aku ingin meringis melihat situasi ini, tolong para penjilat bisakah kalian menutup mulut manis kalian itu! Karena tak tahan dengan situasi itu, aku dengan pelan meminta ijin untuk pergi kekamar mandi...

Saat sedang berjalan menuju kemar mandi, aku memikirkan masa depanku, aku adalah Tuan Putri kedua, itu artinya kemungkinan Kakak-ku lah yang akan menggantikan posisi Ayah sebagai seorang penguasa dikerajaan ini, sebagai seorang pemilik Hak waris kakakku sangat populer dikalangan semua rakyat yang tinggal dikerajaan ini, mulai dari rakyat sampai bangsawan berpengaruh, tidak ada seorangpun yang tidak mengenal dirinya, pribadinya yang halus, sikapnya yang ramah, dan senyuman lembutnya yang memberikan kesan tenang pada siapapun yang menatap senyuman itu.

[The Golden Princess] and [The Silver Princess]

Itu adalah julukan kakak dan aku yang diberikan karena warna rambut kami yang menurut sebagai orang sangat menawan. Sebagai pewaris tahta kakak tentu diincar oleh para bangsawan yang menginginkan ikatan keluarga dengan kerajaan, karena Kakakku sangat populer maka para Bangsawan besar mulai mendekatinya dan mencoba membuat janji pernikahan dengannya. Sama halnya dengan kakakku, aku juga di incar oleh para Bangsawan yang menginginkan pertunangan denganku, karena itulah para Bangsawan mengirim putra mereka untuk mendekatiku berharap dapat menarik minatku dan membuat janji pertunangan tapi sayangnya aku tidak tertarik pada orang yang hanya melihatku sebagai sebuah peluang untuk meningkatkan nama keluarga mereka, karena itulah ketika pesta Minum teh diadakan dan aku diundang disana aku lebih memilih mencari tempat untuk menyendiri...

Aku setidaknya menginginkan seorang kekasih yang tidak melihatku sebagai sebuah peluang peningkat status keluarga mereka, atau Tuan Putri kerajaan besar, aku ingin dicintai sebagai seorang Manusia, tapi karena statusku sebagai [Tuan Putri] menikah atas dasar cinta itu hampir mustahil, mungkin jika ada bangsawan atau rakyat biasa yang memiliki prestasi luar biasa aku akan disuruh menikah dengannya sebagai pengekang untuk orang luar biasa itu.

Aku terhanyut dalam pemikiranku sampai aku tidak memperhatikan langkah kakiku dan akhirnya menginjak Gaun yang aku kenakan, aku memasrahkan diri ketika keseimbanganku hilang dan aku harap rasanya tidak akan sakit...

Bruk!

Suara keras bergema disana, saat aku mengira aku akan jatuh membentur lantai, aku malah bertubrukan dengan sesuatu yang cukup berisi dan berkat itu aku mendapatkan kembali keseimbanganku dan berdiri diatas kedua kakiku, perlahan aku membuka mataku dan seketika aku terdiam...

Tepat didepanku saat ini, seorang Anak seumuranku bertumbuh gemuk tengah tergeletak diatas lantai, perlahan anak itu bangun dan memegangi kepalanya...

"A-Apa yang..."

Dia meringis sakit sebelum perlahan ia duduk diatas lantai, aku terdiam sebelum aku dibuat terkejut ketika Anak itu membalikkan kepalanya menghadapku, darah mengalir dari kepalanya dan jatuh membasahi tanah, aku terkejut ketika melihat wajahnya... Bukankah dia...

'Di-Dia... Putra dari Duke Namikaze Minato dan Duchess Namikaze Kushina... Oh celaka...'

Keluarga Bangsawan Namikaze adalah keluarga paling berpengaruh dikerajaan ini, Kepala Keluarga dan Istrinya adalah seorang yang memiliki pengaruh yang sangat tinggi sampai-sampai keluarga kerajaan tidak dapat meletakan tangan pada mereka secara sembarangan...

Namikaze Minato dan Namikaze Kushina, sangat dicintai oleh rakyatnya, kedua Bangsawan itu begitu memperdulikan rakyat dibawah naungannya bahkan ayah pernah mengatakan jika kerajaan akan mengalami krisis Nasional jika berani membuat marah keluarga Namikaze... Karena bagaimanapun, meski Namikaze Minato dan Namikaze Kushina adalah orang yang menyayangi Rakyat mereka, mereka adalah Bangsawan yang bergerak dalam bidang Militer, bahkan dikatakan kekuatan Militer mereka sangat kuat yang bahkan membuat takut negara lain...

Saat mendengar Pasukan Namikaze memasuki wilayah musuh, maka Musuh yang mengenal sekuat apa Pasukan Namikaze akan langsung lari meninggalkan medan perang, karena menurut rumor yang beredar dikalangan para Veteran Perang, Pasukan Namikaze adalah Pasukan Siap mati, melawan Pasukan siap mati bukanlah perkara mudah, tidak seperti Pasukan negara lain yang masih memiliki rasa sayang pada nyawanya, Pasukan Namikaze Sangat Royal pada penguasa mereka bahkan seandainya Namikaze Minato memerintahkan mereka untuk bertarung sampai mati maka mereka akan dengan senang hati melakukannya...

'Menguasai dengan membuat takut memang efektif untuk mencegah pemberontakan tapi, Namikaze Minato menggunakan Kasih sayang-nya yang besar untuk membuat bawahannya menjadi begitu royal padanya, dan jika kita membuat marah Namikaze Minato maka ia akan mengerakan pasukan Namikaze miliknya dan menghancurkan Kerajaan, mungkin kita bisa menang tapi kerugian yang akan ditanggung negara setelahnya sangat besar, aku lebih memilih untuk tidak membuat Keluarga Namikaze Marah.'

Itu adalah apa yang dikatakan ayahku dengan lelah... Oh ayah, maafkan aku, sepertinya aku baru saja membuat Keluarga Bangsawan yang paling tidak boleh kita musuhi memusuhi kita... Bukan rahasia lagi jika Namikaze Minato dan Namikaze Kushina sangat menyayangi keluarga mereka, terlebih mereka sangat mencintai putra mereka dan saat ini putra tersayang mereka sedang duduk dengan kepala yang terus mengalirkan darah, matanya menatap kosong kedepan seolah ia tengah kebingungan dan linglung...

"Na-Namikaze Naruto-sama... Me-Medis! Seseorang tolong panggil Medis!."

Aku berteriak mencoba memanggil Medis, dan seakan teriakanku menyadarkan mereka, kepanikan langsung memenuhi tempat itu, saat kepanikan berlangsung suara 'bruk!' yang keras membuatku menoleh kebelakang dan mataku melebar sempurna, Namikaze Naruto tergeletak tak sadarkan diri...

-change scene-

Tiga hari berlalu setelah kejadian insiden dimana aku menabrak Namikaze Naruto dan membuatnya mengalami pendarahan dikepalanya. Ada kejadian yang membuat panik seluruh penghuni kerajaan, khususnya Ayah, ibu dan Kakakku mereka semua terkejut mendengar insiden dimana aku membuat Namikaze Naruto terluka...

Dan seperti dugaanku, ayah langsung panik dan mengirim surat pada Namikaze Minato untuk datang keistana dan menemuinya, sepertinya Ayah ingin menjelaskan situasinya pada Duke Minato tentang insiden yang tak disengaja itu, dan orang yang harus menjelaskannya adalah aku, orang yang menyebabkan masalah ini...

Ibu dan Kakakku menceramahiku habis-habis, itu adalah pertama kalinya kakakku dan ibuku yang lembut mengomeliku meski secara halus tetap saja itu yang pertama untukku, mereka mengatakan padaku jika perbuatanku bisa memicu peperangan yang akan membuat banyak nyawa melayang, mereka mengatakan jika aku harus bertanggung jawab untuk masalah yang aku sebabkan dengan kata lain, aku harus meredam kemarah yang mungkin akan diarahkan kepada keluarga kerajaan...

Aku merenung dikamarku memikirkan bagaimana cara menjelaskan semua ini pada Namikaze Minato, ketika aku memikirkan itu pintu kamarku terbuka dan salah satu Maid pribadiku mengatakan padaku jika ayah memanggilku...

"Sudah waktunya kah?."

"Ya, anda ditunggu oleh Yang Mulia."

Aku mengangguk dan langsung bergegas menuju tempat Ayah, disana aku dapat melihat ruang Tahta kosong tidak seperti biasanya, aku berdiri disebelah ayah untuk menyambut Duke Minato, Ayah mengatakan padaku untuk menjelaskan situasi sampai ketitik dimana Duke Namikaze menganggapnya sebagai ketidaksengajaan, aku tidak pernah melihat ayah secemas ini, mungkin rumor tentang kekuatan tempur Keluarga Namikaze adalah kenyataan yang tak terbantahkan...

"Duke, Minato-sama memasuki Ruang tahta!."

Ketika aku sedang memikirkan tentang penjelasan yang menyakinkan, pintu ruang tahta terbuka dan memperlihatkan seorang pria tampan dengan surai pirang menawan yang membingkai wajahnya, pakaian militer yang mempertegas kekuasaannya didalam bidang Militer semakin menambah pesona yang dimilikinya, meski aku sudah melihat banyak Bangsawan yang mempesona tapi, orang itu memiliki pesona yang luar biasa... Namun entah mengapa aku merasa jika orang itu, Duke, Minato-sama tengah berada dalam suasana hati yang buruk, aku pernah mendengar jika Duke, Minato-sama orang yang selalu memasang senyuman lembut diwajahnya tapi kali ini senyuman yang biasanya terpasang kini lenyap dan digantikan tatapan beku yang menakutkan.

"Aku, datang memenuhi undanganmu, Yang Mulia."

"Lama tidak bertemu, Minato, bagaimana kabarmu?."

"Kabarku?... Aku rasa fisikku baik, tapi sepertinya tidak dengan suasana hatiku..."

Uwaaa! Suaranya sangat dingin, bahkan aku tanpa sadar merinding mendengar nada dingin itu, disebelahku Ayah berjuang mempertahankan kesan bermartabat miliknya sebagai seorang raja. Ayahku melakukan pembicaraan kosong dengan Minato-sama sebelum memintaku untuk menjelaskan situasi yang terjadi.

Aku menjelaskan urutan kejadiannya sebaik mungkin agar itu terlihat seperti bukan aku yang salah disini, aku mengatakan itu sebagai ketidak sengajaan, selama sesi penjelasan Minato-sama hanya diam mendengarkan pembicaraan sambil sesekali mengangguk, dan ketika penjelasan itu selesai, Minato-sama memejamkan matanya dan menarik nafas dalam.

"Secara garis besar aku tahu Anastasia-Hime tidak sengaja melakukan itu..."

Aku dan Ayahku menarik nafas lega mendengarnya, sepertinya kami bisa meluruskan insiden itu dan membuat Minato-sama mengerti.

"Tapi... Itu tidak akan mengubah fakta jika saat ini anakku masih menderita akibat luka itu, pagi ini dia terkena demam tinggi yang menurut Dokter dikediaman kami adalah gejala aneh yang tidak bisa dia jelaskan, karena itulah, ... Aku datang kesini ingin mengatakan..."

Perlahan udara diruang tahta berubah menjadi berat, tekanan yang menusuk berasal dari Minato-sama memenuhi ruangan tahta, aku samar-samar dapat melihat aura emas yang menyeruak dari tubuh Minato-sama... Baik ayah dan aku, kami berdua sudah kehilangan rona sehat diwajah kami...

"... Jika, terjadi sesuatu pada putraku akibat insiden ini, maka jangan salahkan aku jika aku mengambil tindakan tegas atas masalah ini..."

Setelah mengatakan itu, Minato-sama meninggalkan ruangan dengan langkah pelan meninggalkan Ayahku yang memijat pelipisnya untuk meredakan sakit kepala yang saat ini ia rasakan, Aku memahami apa yang saat ini tengah ayah pikirkan...

Saat Minato-sama mengatakan kata-kata itu, itu adalah tanda jika hubungan antara keluarga Militer Namikaze dengan Kerajaan rengang, hanya karena kesalahanku situasi bisa menjadi semakin buruk, Ayah memahami hal itu dan menatapku dengan tatapan lelah.

"Anastasia, aku tahu kau mungkin tidak menyukai hal ini, tapi bisakah ayah meminta sesuatu darimu?."

... Begitu, pada akhirnya aku harus melakukan itu, menarik nafas pelan dan menatap Ayahku yang mengalami kelelahan secara mental.

"Katakan saja, Ayah. aku akan menjalankan apapun permintaanmu."

"Maaf, Anastasia tapi kau harus bertunangan dengan Putra dari Minato untuk mencegah situasi menjadi lebih buruk dari ini..."

Lihat? Aku adalah jalan keluar untuk semua masalah, itulah arti dari menjadi seorang Tuan Putri, kartu terakhir untuk menyelesaikan semua masalah dengan menikahkan ku kekeluarga bangsawan lain, Kartu Ajaib berwujud [Tuan Putri]. Aku mengangguk pelan.

"Aku akan menjalankan permintaanmu, Ayah."

-change scene-

Tiga hari setelah pertemuan dengan Minato-sama, hari ini aku mendapatkan kabar jika Namikaze Naruto telah sembuh dari demam tingginya, mendengar kabar itu Ayah memerintahkanku untuk menjenguknya dan mengajukan pertunangan untuk memperbaiki hubungan antara kerajaan dengan Keluarga Namikaze, dan disinilah aku, berguncang dikereta kerajaan yang bergerak menuju kediaman keluarga Namikaze...

Selama tiga hari ini, aku mengumpulkan informasi tentang Namikaze Naruto, aku mengumpulkan informasi tentangnya untuk memuluskan rencana pertunangan kami, seperti apa yang dia suka dan tidak suka, apa yang ingin dia lakukan dan tidak ingin dia lakukan, semuanya... Namun saat aku mengumpulkan informasi tentangnya yang aku dapatkan adalah informasi tentang reputasi yang buruk...

Anak manja yang bodoh, tidak memiliki tata krama dan menjijikan, itulah yang dikatakan para Maid pribadiku saat aku bertanya kesan mereka pada Putra dari Namikaze Minato yang secara garis besar aku memahami satu hal jika Namikaze Naruto adalah contoh Gagal dari seorang Bangsawan..

"Huh~ betapa sialnya aku harus menikah dengan orang seburuk dia, hanya karena insiden ketidak sengajaan itu hidupku harus menderita seperti ini..."

Meratapi apa yang tengah lalu memang tidak ada gunanya tapi setidaknya itu dapat mengurangi beban mental karena sebentar lagi aku akan dijodohkan dengan pemuda yang dijuluki sebagai [Duke Piggy]...

Sesampainya dikediaman keluarga [Namikaze] aku disambut oleh seorang wanita cantik bersurai merah yang memiliki aura lembut disekitarnya, wanita itu sangat cantik hingga membuatku tanpa sadar terikat dalam pesona kecantikannya, dia sejauh ini adalah wanita tercantik setelah ibuku, dibalut gaun merah yang indah wanita itu tersenyum kearahku.

"Selamat datang, Anastasia-Hime, maaf jika hanya saya yang menyambut kedatangan anda, suami saya saat ini tengah melakukan kegiatan yang tidak bisa ia tinggalkan, mohon pengertiannya."

"A-Ah tidak masalah, lagipula harusnya pihak kami yang meminta maaf karena datang secara tiba-tiba, tolong maafkan kami."

"Ara~ sungguh sopan, baiklah silahkan masuk."

Kami masuk kedalam, aku menjelaskan pada Namikaze Kushina-sama tentang maksud kedatangan kami, ia hanya tersenyum menanggapi penjelasan kami, dan setelah menjelaskan maksud kedatangan kami, Kushina-sama memanggil Maid pribadinya, dan datanglah seorang Onee-san cantik bersurai perak layaknya milikku namun sedikit lebih gelap berdiri menundukan kepalanya pada Kushina-sama.

"Apa ada yang bisa saya bantu, Kushina-sama."

"Ya Ampun~ jangan terlalu Kaku, Grayfia-san... Rileks sedikit."

"..."

"Kau tidak mau ya, huh~ baiklah, ttolong antara Anastasia-Hime ketempat Naru..."

"Sesuai permintaan anda, Kushina-sama."

"Betapa kaku-nya~."

"..."

Aku hanya menatap interaksi antara Kushina-sama dan Kepala Maid, Grayfia Lucifuge-san yang terlihat tidak sepetti percakapan antara Bangsawan dengan seorang Maid tapi melainkan percakapan antar seorang sahabat... Aku meninggalkan Kushina-sama yang tersenyum menatap kepergianku... Sungguh wanita yang lembut...

Setelah berjalan selama beberapa saat akhirnya aku sampai dikamar Namikaze Naruto, Grayfia-san mengentuk pintu dengan pelan.

"Permisi, Tuan muda... Bolehkah saya masuk?."

"Ya, silahkan..."

Setelah mendapatkan balasan dari dalam, Kepala Maid masuk kedalam dan melakukan pembicaraan dengan orang yang ada didalam.

"Grayfia Lucifuge-san?."

"Ya, ada apa, Tuan Muda?."

"A-Apa ini saatnya aku minum obat?."

"Hm? Obat? Tidak, Tuan Muda, saya hari ini datang dengan maksud berbeda, saya mengantar seseorang yang ingin bertemu dengan anda..."

"Si-Siapa yang berkunjung?."

"Tuan Putri kedua, Anastasia Nikolaevna Romanova..."

Setelah Kepala Maid mengatakan itu, aku melangkah masuk kedalam dan disana aku melihat orang yang secara tak sengaja terlibat insiden denganku, Namikaze Naruto-sama... Hm, saat pertama kali aku melihatnya aku memang sekilas melihat jika ia memiliki tubuh yang gemuk, tapi sepertinya itu sedikit mengecil, apa itu karena demam yang tinggi yang membuat tubuhnya sedikit menyusut? Entahlah...

Aku duduk dikursi disebelah ranjang dan menatap Namikaze Naruto yang terdiam dengan lembut.

"Maaf menganggumu disaat kamu sedang memulihkan dirimu, Naruto-sama... Tapi, aku datang kesini ingin meminta maaf secara langsung, karena salahku kau jadi mendapatkan luka itu..."

Aku meminta maaf dengan tulus pada Duke Piggy-sama yang terdiam, jika reputasi yang beredar disekitarnya benar maka tak lama lagi Duke Piggy-sama akan memarahiku karena menyebabkan dirinya mendapatkan bekas luka didahinya yang membentuk goresan horizontal yang cukup panjang, tapi ketika aku berpikir ia akan marah Duke Piggy-sama malah tersenyum tipis kearahku.

"Tidak apa, Tuan Putri... Ini hanya luka kecil, lagipula... Aku bersyukur kamu tidak apa-apa, jika seandainya saat itu kamu tidak menabrakku mungkin kau lah yang akan terluka, jadi jangan merasa bersalah hanya karena hal kecil ini..."

Ia mengatakan itu dengan suara yang sangat lembut yang membuatku terkejut, aku mengeleng pelan mendengar perkataannya dan menatap Duke Piggy-sama yang masih tersenyum tipis, apa... Apa benturan keras dikepalanya telah membuat orang ini jadi kehilangan otaknya? Sambil memikirkan itu aku menjadi cemas.

"A-Ano, Naruto-sama... Mungkin, kau tidak masalah dengan [Luka Kecil] itu, tapi itu akan membekas dan mungkin akan mempengaruhi pernikahanmu kelak..."

Benar, bagi para Bangsawan dengan status besar layaknya Duke Namikaze yang bahkan membuat Keluarga kerajaan takut, sebuah luka terutama dibagian wajah akan memperngaruhi pernikahan mereka dimasa depan, meski aku ragu jika akan ada yang mau menikah dengan Duke Piggy-sama ini mengingat betapa buruk Akhlak¹ yang dimilikinya aku yakin jika tidak akan ada putri bangsawan yang mau menikah dengannya... Bahkan Kepala Maid, Grayfia mengangguk menyetujui perkataanku karena mungkin kami memikiran hal yang sama...

Duke Piggy-sama terdiam sejenak sebelum aku melihat senyuman pahit terpatri diwajahnya, sepertinya dia juga tahu hal ini, karena itu seharusnya dia marah sebab ini menyangkut masa depan keluarga Namikaze yang akan dia pegang kelak, aku sudah siap menerima amarahnya dan mengenggam erat gaunku. Ketika aku mengira akan menerima amarahnya kali ini, ia kembali mengejutkanku...

"Tidak masalah, Tuan Putri... Bahkan justru aku harus berterimakasih padamu, sebab berkat luka ini mungkin aku akan menemukan orang yang mau menerima diriku yang seperti ini dengan tulus... Ya, meski aku yakin itu akan memakan waktu yang lama atau bahkan mungkin tidak akan pernah terjadi, tapi setidaknya luka ini akan menjadi pengingat jika aku... Namikaze Naruto, pernah melindungi Masa depan Tuan Putri kedua Kerajaan ini..."

Sekali lagi, aku dibuat terkejut dengan perkataannya, apa Orang ini tidak memikirkan masa depan keluarganya? Tidak menikah itu artinya tidak akan ada yang akan melanjutkan keluarga ini, baik mungkin dia bisa mengadopsi anak, tapi itu akan membuat para bawahannya memberontak karena merasa Anak adopsi yang tidak ada hubungan darah dengan keluarga utama tidak pantas untuk dilayani, itu artinya kehancuran Keluarga Namikaze, dengan hancurnya keluarga Namikaze maka kekuatan Utama penopang negara ini akan hancur yang artinya negara ini akan ikut tamat jika Clan Namikaze Hancur... Tidak sadarkah dia jika apa yang baru saja keluar dari mulutnya itu menentukan nasib banyak orang?.

Aku tidak dapat menebak isi kepala orang ini, apa yang dia pikirkan, apa yang dia inginkan atau tidak dia inginkan aku tidak dapat menembaknya, semua terasa samar seolah-olah ia memiliki pemikiran yang sangat luas, dia tidak seperti apa yang aku dengar, dia bukan orang bodoh yang dengan egois menggunakan nama keluarganya untuk menekan keluarga lain yang lebih rendah darinya, kenyataannya orang ini, dia berkebalikan dengan rumor buruk disekitarnya, orang ini terlihat ramah dan bijak, tidak! Anastasia! Jangan mau tertipu, dia mungkin sudah merencanakan hal ini untuk membuatmu lengah!, ya itu benar aku harus waspada padanya, karena tidak ada jaminan jika ia bukan salah satu keluarga penjilat disana, tapi... Entah kenapa aku merasa sedikit aneh ketika mendengar perkataannya, jantungku berdebar sedikit kencang... Tidak, Anastasia kuatkan dirimu, ini mungkin jebakan...

Baiklah, mari gunakan cara licik untuk melihat sifat dia yang sebenarnya, aku mengepalkan tanganku dan menatap kearah Duke Piggy-sama yang masih mengeluarkan senyuman yang sedikit membuatku jijik...

"Jika... Jika Naruto-sama, setuju... Maka apa anda mau bertunangan dengan saya?."

Ayo, makan umpan ini, jika dia orang yang sama seperti para penjilat yang menganggapku sebagai alat untuk meningkatkan derajat keluarganya maka orang ini harus aku singkirkan bagaimanapun caranya, aku akan menyusun rencana untuk menyingkirkannya membuatnya terlihat bersalah karena suatu hal hingga ia harus dieksekusi atau paling tidak ditendang keluar kerajaan, sikapku padanya tergantung pada jawabannya...

"Eh?..."

Eh? Tunggu, apa? Kenapa dia malah terkejut! Seharusnya ia mengeluarkan sifat serakahnya bukan malah terkejut dengan wajah bodohnya itu! Tidak, tunggu jika dia terkejut seperti ini apa itu artinya semua yang dia katakan tadi itu tulus? Semua kata-kata itu berasal kejujuran dari hatinya...

Ba-dump!

Aku merasakan jantungku berdegub cepat, orang ini semua yang dia katakan tidak menyembunyikan apapun dibalik kata-katanya ia sangat jujur, aku merasakan wajahku memanas... Ia tidak masalah tidak dapat menikah dengan siapapun, ia tidak masalah jika ia harus mengadopsi anak, semua tidak ia mempermasalahkan hal itu dan alih-alih dia marah karena menyebabkan masalah internal keluarga dimasa depan ia malah tersenyum tipis dan mengatakan itu sebagai sebuah rasa syukur... Merasa terkejut dengan perkataanku, Duke Piggy-, tidak, Naruto-sama menjadi panik...

"Tu-Tunggu dulu, Tuan Putri! A-Apa yang anda katakan! Be-Bertunangan?! Dengan siapa? Saya! I-Itu tidak mungkin! S-Saya..."

"Naruto-sama... Apa anda membenciku karena sudah merusakan pernikahan masa depan anda dengan luka itu?."

"I-Itu... Tidak, aku tidak..."

"Kalau begitu... Kenapa anda tidak mau bertunangan dengan saya? Apa karena saya kurang menarik?."

"Ti-Tidak, bukan itu maksud saya... hanya saja..."

Naruto-sama nampak kesulitan ketika aku menatapnya dengan ekspresi memelas yang tidak pernah gagal untuk meluluhkan hati Ayah, ibu dan Kakak-ku, ufufu~ melihatnya panik itu cukup lucu, tapi ayo tekan dia lagi, aku membuat wajahku semakin memelas...

"Naruto-sama..."

Naruto-sama yang tengah melamunkan sesuatu tersadar dan menoleh kearahku dan melihatku yang bersedih ia menjadi semakin panik, ah~ imutnya... Naruto-sama mengalihkan pandangannya dan mengaruk pipinya yang bulat itu.

"A-Ano, apa Tuan Putri tidak malu melihat bentuk tubuh saya? Saya gendut dan memiliki reputasi buruk dikalangan para bangsawan, jika Tuan Putri menjadikan saya sebagai tunangan anda, maka itu... Akan merusak Reputasi anda yang sudah baik... Aku tidak ingin menjadi penyebab hancurnya Reputasi baik, anda... Tuan Putri harus mendapatkan pendamping yang jauh lebih baik dari saya, tampan dan memiliki reputasi baik tidak seperti saya ini..."

Aku terdiam... Orang ini, ia lebih memikirkan reputasi diriku daripada kenyataan jika aku telah memutuskan untuk menikahinya dan menjadikan dia keluarga kerajaan, memang benar reputasinya sangat buruk dikalangan para Bangsawan, bahkan sangking buruknya reputasi yang Naruto-sama miliki itu mungkin akan mencemari nama baik keluarga kerajaan, ia memikirkan reputasi orang lain karena ia memiliki reputasi yang buruk? Dia lebih mementingkan kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri... Bagi Orang yang hidup dikasta kebangsawan-an mementingkan diri sendiri adalah hal Mutlak, tapi orang ini berbeda ia mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri... Itu, sangat keren...

Jantungku berdebar lagi, firasatku mengatakan padaku jika orang ini, Naruto-sama adalah orang yang tepat untukku, ia tidak serakah seperti bangsawan yang lain, ia juga lebih memetingkan kebaikan orang lain daripada kenyataan jika ia akan menkadi keluarga kerajaan... Aku yakin orang ini, akan membuatku bahagia, dia akan menunjukan semua hal baru dari sudut pandangannya padaku, entah kenapa aku merasa dunia penuh para penjilat yang membosankan akan hilang jika aku menikah dengannya... Aku harus mengikatnya denganku dalam hubungan pertunangan, harus!...

Tapi, jika seandainya ternyata firasatku salah, seperti kataku tadi, aku akan membuat scenario yang akan menyingkirkannya atau menendang keluar dari kerajaan ini... Aku mengenggam tangan Naruto-sama yang menegang, dan mengangkat tangan gemuk yang hangat itu kepipiku... Aku mencoba membiarkan keadaan seperti itu sebelum menatap kedalam mata Naruto-sama... Ia saat ini tengah dalam keadaan bingung, ini kesempatanku untuk mengajukan pertunangan kami...

"Aku tidak peduli semua itu, Naruto-sama... yang ku inginkan sekarang adalah kau mau bertunangan denganku, masalah reputasiku, aku bisa mengatasi itu entah bagaimana caranya karena itu... Maukah kau bertunangan dengan saya, Naruto-sama?."

Ditengah kebingungan yang melandanya, Naruto-sama mengangguk pelan, aku tersenyum tipis dan melepaskan tangan Naruto-sama yang masih belum sadar dari kebingungannya.

"Terimakasih, Naruto-sama... Aku akan berkunjung lagi nanti, karena itu cepatlah sembuh agar kita bisa menikmati waktu minum teh, hanya kau dan aku ditaman Keluarga Namikaze..."

"A-Ah, y-ya tentu saja..."

Aku tersenyum, dia benar-benar lucu saat dia tengah kebingungan seperti itu, ya itu tidak masalah yang jelas ia sudah setuju dengan pertunangan kami, aku akan mengatakan ini pada ayah saat pulang nanti... Meski, sejujurnya aku tidak ingin melaluka cara curang karena pihak lain sedang linglung tapi aku harus melindungi keutuhan kerajaan ini, sekaligus memastikan jika Namikaze Naruto-sama adalah calon suami yang tepat untukku... Jika tidak? Ya mari pikirkan itu nanti, aku tersenyum dan meminta ijin untuk pamit...

"Kalau begitu, saya permisi dulu, Naruto-sama... Sampai jumpa lagi..."

"A-Ah ya, Sampai jumpa, Tuan Putri..."

Setelah mengucapkan selamat tinggal, aku pergi dari kamar itu dan kembali keruang keluarga, diruang keluarga Namikaze aku melihat Kushina-sama yang tengah meminum teh dengan anggun sementara para pengawal dan maid pribadiku, khususnya Pemimpin Rombongan, Kapten Royal Knight, Sir Gawain-san memucat pasi... Hm, aku penasaran apa yang dapat membuat mereka menjadi begitu pucat seperti itu?

Saat aku memikirkan itu, Kushina-sama yang menyadari kehadiranku meletakan cangkir tehnya dan menoleh kearahku dengan senyuman diwajah cantiknya...

"Ara~ anda sudah kembali, Tuan Putri, apa urusan anda telah selesai?."

"Ya, Kushina-sama... Saya sudah berbicara dengan Naruto-sama, jadi urusan saya sudah selesai, saya harus kembali keistana..."

"Begitu... Baiklah, mari saya antar..."

Kushina-sama bangkit dan memimpin jalan, aku menatap punggung Kushina-sama sebelum melihat kearah samping dimana, Kapten Royal Knight, Sir Gawain memasih pucat.

"Gawain-san apa anda sedang tidak enak badan? Wajah anda pucat loh."

"A-Apa, t-tidak, Tuan Putri... A-Anda salah lihat..."

"Ara~ apa Kapten-dono sedang tidak enak badan? Seharusnya anda mengatakannya pada saya, saya akan memanggil dokter kami untuk menyembuhkan anda..."

"T-Tidak, tidak perlu merepotkan diri anda untuk orang seperti saya, Kushina-sama..."

"Ufufu~ Kapten-dono, anda harus lebih menjaga kesehatan anda, karena jika tidak anda mungkin akan melewatkan situasi terburuk yang mungkin akan terjadi nanti..."

Aku mengerutkan dahiku ketika sekilah aku melihat Gawain-san dan rombongan yang mengawalku mengigil takut, atau itu hanya perasaanku saja?. Aku mengangkat bahu tak tahu dan melanjutkan perjalanan menuju gerbang keluar utama...

Hmm~ aku sudah mengikat pertunangan dengan Namikaze Naruto-sama, itu artinya aku berhasil mencegah Keluarga Namikaze memusuhiku, dan memperbaiki hubungan diantara kami, lalu... Dengan pertunanganku dengan Naruto-sama, aku mendapatkan perisai yang akan mencegah Putra Bangsawan lain melayangkan surat lamaran padaku, menikahi orang sejujur dan setulus Naruto-sama mungkin akan menarik, ufufufu~ aku merasa seperti membunuh banyak Burunh dengan satu [Ice Bullet]... Tanpa sadar aku menyeringai kecil.

'Aku tidak sabar untuk menantikan apa yang akan terjadi dengan hal ini kelak~, ufufu~'

And Cut

Umu~ ini adalah sudut pandang Anastasia Nikolaevna Romanova, disini ada beberapa bagian yang tidak diceritakan saat chapter pertama, disini aku mengambil dasar dari LN Otome Game no Hametsu blablablabla~ atau Desctrution Flag atau I've Reincarned blablablab~ juga dengan sedikit sentuhan dari Buta Koushoku blablablabla~

Hanya bedanya, jika disana mereka lebih cenderung kekonflik keluarga dan diselesaikan dengan adu mulut, pengecualian tentang Buta Koushoku yang jago dibidang sihir... Disini lebih cenderung pada kesalahpahaman antara Naruto dengan semua orang yang dekat dengannya, Naruto mikir si A mau ini tapi nyatanya Si A malah mikir L sama Naruto, nah itu terus berlanjut-lanjut...

Tentu dengan sedikit sentuhan Adventure menjelajahi Dungeon diseluruh benua Fargansia dan fantasy dari para Monster yang Absolute Overpowered, nah untuk Konflik aku rasa ini akan berfokus disatu tempat dimana semuanya mulai menarik~ tentu disini tidak atau belum ada organisasi yang mengancam dunia atau sesuatu yang seperti itu~

Naruto kurus? Kuat? Dan apa ini? Harem? Umu, umu~ aku akan mengatakan pada kalian [Alur Menentukan Segala]-nya, cocok tidaknya, sesuatu aku menyesuaikannya pada apa yang aku tulis... Lalu, Ah~ sudah lama sejak terakhir kali aku menerima Flame~ fufufu~ jangan kira aku akan bersikap lunak pada kalian para Guest sialan, aku akan melenyapkan segala Flame kalian, maaf saja bahkan jika kalian berkata kalian bahkan tidak mau meludah kearahku, lalu apa yang membuatmu berpikir aku akan menbiarkan diriku diludahi? Maaf saja aku tidak akan kalah dengan hal sarkas seperti ini, jika kau memang ingin menjatuhkanku maka lakukan seperti orang yang jenius, kalahkan aku dengan karya kalian karena dengan begitu aku akan menundukan kepalaku padamu dengan segala hormat, meski kalah tapi aku kalah secara terhormat tidak sepertimu yang hanya menjadi seorang pengecut yang menggunakan akun Guest, khakhakha~ aku bahkan tertawa keras menyadari hal jika yang melakukan flame memiliki mental layaknya anak SMP labil yang galau dua tahun karena diputusin sama pacarnya... Ufufu~

Ketahuilah ini, jika kau tidak menyukai sesuatu maka tutup mulut, mata dan telingamu lalu pergilah sejauh mungkin, jangan melakukan hal yang menbuatmu menjadi manusia kekurangan moral, baik, mungkin kalian para flame berpikir [Ah, Gw pake Akun Guest ini, jadi bebas lah gw ngeword kemana aja], please Bro, open Your Mind! Dengan lu ngelakuin hal lu menunjukan jika lu kurang perhatian dan kekurang hal yang ngebuat lu puas...

Ckckck, oke~ mungkin kalian para Flame masih tidak memperdulikannya, lagipula aku juga tidak mementingkan kalimat sarkas kalian, toh selama ada tombol delete semua dapat diselesaikan~ tapi yeah, aku hanya kasihan pada kalian yang flame panjang-panjang tapi malah kena delete...

Rasanya tuh udh kya, hmm~ download anime format Batch 5GB dengan kecepatan Download 100kb, tapi gagal pas udh 99%... Atau saat kalian berjuang mati-matian menyembuhkan sakit hati orang yang kalian sayang tapi dia malah masih berjuang untuk orang yang ngelukai dia, Holy shit! That Hurt! Very Hurt! Mune Ga itai!?

Nah, sampai disini perjumpaan kita, maaf jika aku sedikit curhat tapi mau bagaimana lagi, Generasi bangsa dinegara ini semakin lama semakin tidak bermoral, entah apa penyebabnya tapi intinya aku bersedih untuk Generasi bangsa ini, yang hanya tinggal menunggu waktu sampai-sampai bangsa negara lain tidak akan bisa membedakan mana Manusia Mana hewan~

Sampai jumpa diwaktu yang akan datang, Selamat tinggal~ Jaa Ne~

Next Chapter: Aku, tombak dan kesialan yang Hakiki

Phantom Out~

1, Akhlak=sifat, kelakuan atau sesuatu yang mengarah pada kepribadian seseorang...