Summary:"Eh, Cupid? Siapa Cupid?? Kau sudah gila yah??" ujar Sakura bingung... SasuSaku, bisa jadi SaiSaku. OOC, OC.

Disclaimer: Tentu saja Kishimoto-sensei.

Warning: OOC.. Bagi Fans SaiSaku baca yah!!!

Di chapter ini ada OC-nya. Cewe yang jadi peran penting dalam cerita ini. OC muncul dari temen gue yang pengen nampang di panpik gue.

Oie di chapter ini lebih panjang dari yang pertama. Moga gak bosan.

Enjoy.....

Chapter 2

"Ah kamu ngapain kamu disini?" tanya Sakura pada seorang cowok.

"Ngapain?? Ini kan rumahku." Kata cowok itu

"Ah kamu, klo gitu ngapain ngasih alamat ini ke aku dan menyuruhku datang ke alamat ini, kenapa bukan kamu saja yang mengajakku kemari, semua masalahkan jadi ringan!!" tanya Sakura berentetan.

"Ah tenang - tenang Sakura. Jangan nyerbu dengan semua pertanyaanmu. Okeh - okeh aku minta maaf karena tidak berkata jujur tentang hal ini. Aku hanya ingin tahu apakah kamu sungguh - sungguh kemari atau hanya mengacuhkan kertas yang kuberikan," jawab pemuda itu sambil tersenyum yang ternyata adalah teman sekelas Sakura di konoha High School. "dan ternyata kau datang kemari, ayo - ayo masuk kemari jangan diluar, panas kan??, ayo masuk." Sai mengajak Sakura untuk masuk kedalam rumahnya.

"Jadi sebenarnya apa maksud dari kertas ini?" Tanya Sakura lagi dalam kebingungan.

"Maksudnya adalah ingin membantumu keluar dari masalah mu, ah aku tak tahu masalah cinta mendingan kau tanya saja pada sepupuku itu, ayo silahkan duduk dulu Sakura." Sai mempersilahkan Sakura duduk.

"Sepupu? Apa hubungannya sepupumu dengan hal ini?" Sakura tambah bingung.

"Iya sepupu ku adalah cupid, iya sering menjadi orang yang menyelesaikan masalah cinta yang seperti kamu ini, sebentar ya akan kubuatkan minuman dulu." Sai menjelaskan dan pergi ke dapur.

"Tunggu Sai, cupid??" Sakura makin bingung dan berpikir apa si Sai udah gila yah.

Sai pun menghentikan langkahnya,

"Iya Cupid, kau tahukan cupid, dewi cinta. Sepupu ku disebut cupid oleh teman - temannya karena dia punya solusi yang beragam untuk masalah cinta, nama aslinya bukan cupid, itu hanya nama samaran" jawab Sai enteng.

"Oooohhhh....." Sakura ber 'ooo' tanda dia mengerti.

"Tunggu sebentar ya akan kupanggilkan, Kaoru!! Ini ada client cepat kemari....." Panggil Sai kepada sepupunya itu.

"Ada apa Niisan?" Jawab si pemilik nama itu yang keluar dari kamarnya.

"Kaoru kenalkan ini Sakura, dan Sakura ini Kaoru. Nah Sakura ceritakan semua masalahmu pada anak ini ya?" Sai pun segera ke dapur.

"Iya Sai" jawab Sakura. Sakura melihat seorang gadis didepannya. Gadis yang memakai baju terusan rok berwarna ungu, berkulit putih tapi gak pucat kayak sepupunya, rambutnya panjang sebahu dan berwarna hitam. Bola matanya juga hitam. Tapi sepertinya dia gak aneh kayak sepupunya itu.

"Jadi kau ya yang namanya Sakura, Niisan kemaren cerita kepadaku, maaf aku lancang menyuruhmu datang kemari dan aku minta sama Niisan untuk mencoba menyelesaikan masalahmu," jelas anak itu.

'Jadi si Sai cerita ke anak ini. Hebat juga si Sai peka terhadap lingkungan sekitar. Tumben.' Pikir Sakura.

"Ayo ke kamarku dan ceritakan masalah yang menggajal hatimu itu." Ajak kaoru.

"Iya." Jawab Sakura pendek.

Setelah beberapa menit..

"Oh begitu yah cowokmu selingkuh dan cowokmu membela selingkuhannya?? Ini sering terjadi, tapi aku akan berusaha untuk membantumu menyelesaikan permasalahanmu. Oh ya cowokmu tadi namanya siapa?" Tanya Kaoru ke Sakura.

"Uchiha, Uchiha sasuke." Jawab Sakura.

"Oh Sasuke ya. Baiklah Sakura-san boleh aku minta alamat rumahnya dan nomer hpnya serta photo terbaru sasuke?" Pinta Kaoru.

"Iya." Sakura pun mengeluarkan photo Sasuke dan mencatat no hp dan alamat rumah Sasuke dan menyerahkannya ke gadis berambut hitam itu.

"Ini Sasuke, wow seleranya buruk, rambutnya kayak pantat ayam, kukira Niisan berbohong ternyata Niisan benar." ucap Kaoru takjub dan matanya berbinar – binar.

'Glek, Sakura cemas mendengarnya dan berpikir bahwa anak ini hanya main - main saja dengannya.'

"Baiklah Sakura Haruno beri aku waktu sebelum pesta valentine itu, kira - kira seminggu. Setiap hari aku akan memberikan infonya lewat sms, atau pas kita bertemu, nomormu udah kudapatkan dari Niisan. Dan sekarang tolong bayar uang mukanya dulu 500ryo." Ujar kaoru udah kayak detektif.

"Bayar? Uang muka?" ucap Sakura kaget.

"Iya bayar, gimana aku mau mencari informasinya klo aku tidak bertindak. Di kertas yang kau pegang tak ada tulisan free kan, jadi harus bayar. Sekarang mana ada yang gratis. Klo kau tidak mau juga tak apa apa tapi kita batal perjanjiannya. Gimana?" Si kaoru pun mau membatalkannya.

"Baik ini tapi pastikan selesai dan aku bisa jadian lagi dengan Sasuke, mengerti?" Sakura pun rela mengeluarkan uang 500ryo dari dompetnya dan menyerahkannya ke Kaoru dan Kaorupun menerimanya dengan senang hati.

"Baik klo masalahmu tak bisa kuselesaikan uang mu akan kukembalikan 50%, setuju?"

"Setuju!" Akhirnya sakura bekerjasama dengan Kaoru untuk menyelesaikan masalahnya dengan Sasuke.

Setelah selesai Sakura memutuskan untuk pulang.

0000

Ditempat yang sama

"Niisan, besok kita akan menyelidiki tentang Sasuke dan gadis itu, bantu aku yah. Ini uangnya 200ryo, cukupkan? Oh ya satu lagi jangan sampe Sakura san tahu, mengerti!!" Ancam Kaoru.

"Cukup, tapi kamu juga jangan lepas tangan aja ya? Iya aku mengerti." Jawab Sai enteng.

"Ya iyalah kan aku ketuanya." Jawab Kaoru tegas.

0000

Keesokan harinya di sekolahnya pada jam istirahat, Sai udah mulai mencari infonya dari sahabatnya Sasuke tentang Konan. Tapi gak ada yang tau siapa Konan itu. Karena tidak bisa lagi mengerok pertanyaan dari sahabatnya Sasuke, Sai memutuskan untuk bertanya langsung ke Sasuke..

Sai berjalan ke arah kantin dan ia menemukan sosok yang sangat ia kenal, yaitu Sasuke. Lalu cowok itu mendekati Sasuke yang kebetulan sedang duduk sendirian.

"Sasuke, sendirian aja mana Konan?" Tanya Sai sambil menghampiri Sasuke.

"Oh kau Sai, Ada apa??" jawabnya tenang.

"Gak ada apa apa. Cuma pengen negur aja, gak boleh?" jawab Sai santai.

"Terserah kaulah." Jawabnya ketus.

"Sasuke? Kudengar kau putus dengan Sakura ya? Yah sayang padahal Sakurakan manis, cantik." Jawab Sai sambil duduk di sebelah Sasuke.

"Apa maumu?" ujar Sasuke tajam.

"Yah kasihan saja Sakura. Oh ya kaukan sudah putus dengan Sakura kan? Aku boleh dong deket sama Sakura? Kamu gak keberatan kan?" tanya Sai lagi.

"Terserah kau lah!" jawab Sasuke sambil membuang muka.

"Ah makasih ya Sasuke, kau baik deh!! Aku janji akan selalu menjaga Sakura dan gak akan ada orang yang menyakitinya walaupun itu lewat perkataan!" Sai lalu menyedot jusnya sambil tersenyum.

"Iya tuh bagus, jaga dia." ketus Sasuke dan meninggalkan Sai dengan wajah marah.

'Ah kayaknya ada tanda - tanda bagus nih' pikir Sai ketika melihat wajah Sasuke.

0000

Bel pun telah berbunyi pertanda pelajaran telah usai. Siswa pun berhamburan keluar kelas. Begitu juga dengan Sakura yang masih murung lalu ia melihat sosok yang sangat ia kenal yaitu mantan pacarnya. Sakura yang masih sedih tapi campur rasa kangen kepadanya hanya bisa menatap Sasuke dari jauh. Ia berjalan sendirian menyusuri koridor sekolah. Ketika mau meuruni tangga ia merasa ada yang menggenggam tangannya. Sakura yang sudah berharap itu adalah sasuke ternyata yang menggenggam tangannya itu adalah orang lain. Apalagi cowok itu sangat familiar dengan senyum yang terpasang diwajahnya.

" S-Sai lepaskan!!" Pinta Sakura.

"Tidak akan, pulang bareng yuk." Ujarnya sambil tersenyum.

"Iya, tapi lepaskan dulu tanganmu" Pinta Sakura lagi.

"Gak!" Bisik cowok itu lembut di kuping Sakura dan menarik lengan Sakura.

Sakura pun menurut dan wajahnya memerah mendengar ucapan Sai di kupingnya. Dan dari kejahuan terlihat seorang cowok yang melihat Sakura dengan tampang marah.

"Awas kau ya" Ujar cowok tersebut.

0000

Sai pun mengantar Sakura sampai dirumahnya. Walapun mereka berdua tetap diam. Tapi Sakura merasa damai dengan cowok itu.

"Ah sudah sampai Sakura, oh ya mulai hari ini dan seterusnya aku akan menjemputmu setiap pagi oke." Ucap Sai sambil tersenyum dan melepaskan genggamannya.

"Eh tidak perlu, aku bisa berangkat sendiri kok." Senyum Sakura.

"Ga apa apa aku juga tidak merasa direpotkan oleh mu? Oh ya aku pulang ya! Sampai besok Sakura." ujar Sai lagi lalu ia meninggalkan rumah Sakura.

" Bye... Sai!!" Ujar Sakura lembut.

0000

Ternyata pagi itu Sai memenuhi janjinya untuk menjemput Sakura untuk pergi kesekolah. Sakura yang merasa canggung dengan cowok itu membuang mukanya. Walaupun pagi ini mereka tidak bergandengan tangan kayak kemarin. Tak terasa akhirnya mereka tiba di sekolahnya. Sakura diantar oleh Sai kekelasnya. Sesampainya dikelas Sakura melihat mantannya sedang asyik mengobrol dengan Naruto. Sasuke sempat melirik ke Sakura lalu membuang mukanya ketika ia melihat Sai disamping Sakura.

"Ah Sai makasih ya udah anterin aku kemari." Ujar Sakura lembut sambil tersenyum.

"Ah sama – sama." Ujar Sai sambil mengecup pipinya Sakura.

'Ehhhhhh apa yang dilakukan Sai padaku' pikir Sakura dengan wajar memerah.

"Aku pergi dulu ya! My princess?" Sai pun berlalu.

'My Princess?? Aku?' pikir Sakura masih dengan wajah yang memerah.

Dari kejauhan Sasuke pun pergi dari kelas Sakura dengan tampang marah.

0000

"Sai!, Sai tunggu aku mau bicara!" Bentak seseorang.

Sai pun membalikkan tubuhnya dan melihat cowok yang ia kenal siapa lagi kalo bukan Sasuke.

"Ada apa?" Sai pun menghentikan langkahnya.

"Aku mau bicara? Apa hubunganmu dengan Sakura?" Tanya tajam Sasuke.

"Hubungan? Kenapa kau tanya itu bukannya kau sudah putus dengan Sakura." Jawab Sai santai sambil tersenyum.

Sasuke marah dan menarik kerah baju Sai "Eh denger ya lo, walaupun w udah putus sama Sakura. Tapi w masih sayang ma dia. Karena sebenarnya..."

"Sebenarnya apa? Sebenarnya kau dan Konan hanya mempermainkan Sakura gitu..." Tebak Sai sambil memainkan jari.

"Kurang ajar kau!!!"

Duakkkk...

Sasuke kehilangan kendali dan mendaratkan pukulannya di pipi kanan Sai.

"AUUUUUWWWW" Teriak Sai sambil memegang pipinya yang sakit akibat perbuatan Sasuke.

"Asal kau tahu ya, aku masih sayang dengan Sakura. Tapi ada peristiwa yang membuatku harus melepaskan Sakura!! Dan kuperingatkan ya KAU jangan deket - deket dengan Sakura lagi. MENGERTI!!!" Ancam Sasuke lalu meninggalkan Sai yang meringis kesakitan.

"Terserah kaulah, tapi ini pekerjaanku" Ujar Sai kecil sambil tersenyum.

Orang - orang yang berada disekeliling mereka berdua hanya bisa menatap bingung. Sai pun berdiri dan merapihkan baju seragamnya dan mengelap darah yang mengucur di sudut bibirnya dengan telunjuknya. Lalu pergi juga.

0000

"Apa Sasuke ngomong kayak gitu!!!! Dan menonjok Nii-san ku tersayang!!! Gak akan ku maafkan!!!!" teriak Kaoru sambil mengepalkan tangannya dan menunjukan kebenciannya.

"Dia emang orang yang temperamental, sakit juga tonjokannya" ujar Sai lirih sambil mengkompres pipinya yang terluka.

"Apa yang harus kita lakukan sekarang?? Memberitahu Sakura tentang hal itu" ucap kaoru sambil mengambil snack dan membukanya lalu duduk samping Sai.

"Gak usah terburu - buru nanti malah ada masalah baru dengan Konan. Selesai aja semampunya dulu lagian masih 5 hari sebelum valentine kan?" ujar Sai.

"Yaudah deh klo gitu." Cemberut si Kaoru mendengar perkataanya si Sai.

0000

Keesokan harinya masih sama Sai masih menjemput Sakura. Sakura menanyai tentang luka di pipi cowok itu. Tapi yang bersangkutan Cuma bisa tersenyum dan berkata bahwa luka itu didapatkan karena jatuh dari tempat tidur (gak logis lu Sai).

Sesampainya di sekolah masih dengan tatapan mengerikan dari Sasuke. Sai memilih menghindar dari Sasuke, takut emosi si pantat ayam itu mulai muncul lagi. Akhirnya tiba dikelas Sakura. Saipun memutuskan untuk meninggalkan Sakura. Sakura yang sudah hapal lalu membiarkan Sai pergi. Tapi tak lama kemudian ada orang yang muncul dan mendekati Sakura.

"Apa hubunganmu dengan Sai??" tanya seseorang.

Sakura yang merasa familiar dengan suaranya lalu mencari asal suara itu, ternyata adalah Sasuke.

"Sas..Sasuke!" Ujar Sakura senang.

"Hubungan? hanya teman kok." Jawab Sakura.

"Teman? Kau dengan dengan ia lebih pantas disebut pacaran daripada teman!" Dengus Sasuke.

"Teman kok. Mungkin sikapnya agak berlebihan. Tapi dia teman yang baik." Ucap Sakura sambil tersenyum.

"Bagus deh, kau sekarang sudah mendapatkan penggantiku. Lagian kau cocok sekali dengan Sai. Dia penyabar daripada aku yang selalu ketus padamu." Ketus Sasuke.

"Kamu ngomong apa sih Sasuke. Kan sudah ku bilang Sai hanya teman. Dan asal kau tahu ku selalu menyukaimu!" Ucap lirih Sakura.

"Bohong. Asal kau tahu, Sai itu suka padamu. Kenapa dia deketin kamu itu semata hanya untuk mengambil perhatianmu tahu. Dasar cewek bego tidak menyadari hal semudah itu." Cemooh Sasuke lalu tersenyum picik.

"Kenapa, kenapa kau ngomong seperti itu SASUKE!! Tak kusangka kau begitu membenci aku. Hiks.. hiks... apa salahku??? Aku gak pernah lagi mernyakiti Konan. Tapi kau sekarang muncul dihadapanku hanya untuk menyakitiku. Tak kusangka selama ini aku bisa jalan dengan orang yang tak berperasaan kayak KAMUUU!!!" Tangis Sakura pecah.

Sahabatnya Sakura, Tenten langsung memeluk Sakura. Dan menyuruh Sasuke pergi sebelum tenten memanggil teman sekelasnya untuk mengeroyok Sasuke. Sasukepun pergi.

"Sabar Sakura. Kan sudah kubilang ga ada gunanya menangisi untuk dia. Akibatnya dia makin menjadi menghina kamu. Tinggalkan dia. Lagian kamu ada Sai. Aku selalu dukung kamu dengan Sai kok. Cup cup Sakura, berhentilah menangis." Tenten mengelus bahu Sakura.

"Makasih ya Ten...hiks Ten." Ujar Sakura sambil mengelap air matanya yang turun dari bola matanya yang berwarna hijau.

"Nah gitu dong, jangan nangis lagi. Mau aku cariin Sai untuk temenin kamu?" tawar Tenten.

"Tak usah kan ada kamu disini." Ucap Sakura.

"Yaudah" Jawab Tenten senang.

0000

Bel pulang sekolah pun telah berbunyi. Sasuke berjalan cepat meninggalkan sekolah. Ia merasa penat sekali. Ia berpikir kenapa dirinya yang sok cool itu bisa ngomong sekasar itu kepada gadis yang sangat ia sayangin. Lelah, itulah yang Sasuke pikirkan. Pikirannya sudah bercampur dengan emosi, sehingga dia tidak bisa lagi berpikir dengan jernih. Akhirnya sore itu Sasuke memutuskan untuk pergi ketempat kesukaannya di pusat kota Konoha. Tempat yang selalu menjadi favorit sasuke ketika dia merasa lelah.

Akhirnya tiba di taman Konoha, tempat favoritnya. Ia pun mencari tempat yang tenang untuk istirahat sejenak melepaskan semua pikirannya.

"Ah, pusing sekali aku. Sebenarnya aku hanya tak bermaksud ngomong seperti itu. Kenapa aku selalu terkalahkan oleh emosi." Pikir Sasuke sambil menikmati sejuknya angin saat itu.

"Apa aku bisa membalikan keadaan yang sudah rusak seperti ini ya? Ini semua karena ayah dan kakak. Padahal mereka berdua tahu bahwa Konan itu hanya menyukai kakak tapi kenapa aku kena imbas dari masalah ini?? Sekarang semua orang berpikir bahwa aku orang yang selalu menyakiti cewek." Sasuke menghembuskan napasnya ke langit.

0000

Disisi lain.

" Kaoru, kau mau ke taman ya? Yaudah deh sampai besok. Dadah" ujar Shion temannya Kaoru.

" Dadah Shion!!!" Ujar kaoru sambil melambaikan tangannya.

Kaoru yang sudah tiba di taman yang kebetulan sama kayak Sasuke ( gila author kagak kreatip ya) pun mencari tempat yang sejuk tapi tak lupa ia membeli ice cream rasa coklat favoritnya untuk menemani sore itu. Akhirnya Kaorupun sudah menemukan tempat yang nyaman untuk menghabiskan sore itu.

"Wah cantik sekali awannya, seger lagi udaranya, coba Niisan ikut ama aku!! Tapi dia lagi gak bisa karena lagi sama pacar barunya!! SEBELLL!!!" Teriak Kaoru.

Kaoru yang tidak sadar dengan makhluk (?) disebelahnya. Dan makhluk itu bangun karena teriakan kaoru yang lumayan bisa membangunkan orang 1 RT.

"Ngapain seh teriak - teriak, gak tau orang lagi istirahat ya!!" Ucap sebel makhluk itu.

"Eh ada orang ya? Dikirain sepi. Abis lo ga keliatan sih. Sory... abis sebel sendirian disini." Ucap kaoru asal.

"Enak aja lo ga keliatan, lo kira w apaan?" Ucapnya lagi.

"Iya sory," Kaorupun melihat makhluk itu dari atas sampe bawah dan merasa ia mengenali makhluk itu. Dan untuk memastikannya dia mengecek bukunya dan mendapatkan sesuatu. Ternyata dia adalah cowok kliennya.

"Eheeee, ternyata aku bertemu seseorang yang tak terduga." Senyum penuh kemenangan milik Kaorupun muncul.

"Kenapa senyum sendiri" Ujar cowok itu heran liat gadis disebelahnya.

"Gak kenapa - kenapa. Oh ya aku Kaoru. Kamu siapa? Sory gak enak coz kita udah bertemu, gak ada salahnya berkenalan kan?" Ujar Kaoru sambil menjulurkan tangannya.

"Sasuke." ujar cowok itu sambil menyambut tangan Kaoru.

"Oh Sasuke ya, lam kenal. Oh ya btw u ngapain disini. Klo aku kemari karena aku suka sekali tempat ini. Kamu juga sama. Mau?" Kaoru bertanya lalu menawarkan eskrimnya ke Sasuke.

"Tidak makasih, sama seperti kamu ini juga tempat favoritku." Ujar Sasuke menolak.

Akhirnya kedua makhluk yang sudah saling kenal ini mengobrol banyak hal yang umum hingga hal yang khusus seperti cinta. Dari sini Kaorupun mengetahui tentang hubungan cinta Sasuke yang rusak juga tentang pacar barunya yang bernama Konan, dan Konan itu adalah sepupu Sasuke yang sebenarnya menyukai kakaknya Sasuke, Itachi. Tapi ayahnya Sasuke menjodohkan Konan dengan cowok itu. Akibatnya Sasuke harus melepaskan Sakura gadis yang sangat ia sayangin.

"Kenapa tidak kau yakinkan saja ayahmu, bahwa kau sudah punya pasangan, lagipula kau menyayanginyakan. Apalagi tadi pagi kau membentaknya. Kau benar - benar payah. Padahal ganteng. Tapi payah dalam masalah cinta." Ujar kaoru sambil geleng - geleng kepala.

"Jangan ngomong seperti itu. Seperti aku payah sekali dalam cinta!!" Sasuke cemberut mendengarnya.

"Emang, bahkan kau melukai perasaan cewek itu, bagaimana kalau cewekmu itu jadi berpacaran dengan orang lain, mungkin kau sudah bunuh diri." Ujar kaoru yang makin memojokan Sasuke.

"Ah kau ini,, kukira curhat denganmu bisa membalikan keadaan ternyata sama saja, aku mau balik." Ujar Sasuke sambil berdiri.

"Yasudah terserah kau saja. Oh ya kalo mau curhat lagi aku ada disini setiap sore kok." Ujar kaoru.

"Aku gak mau lagi kenal denganmu." Ujar sasuke sambil menatap wajah kaoru.

"Cepat atau lambat kita pasti akan berjumpa kok. Inget loh aku sudah tahu masalahmu dan nama cewekmu, juga sekolahmu. Aku punya kakak yang satu sekolah denganmu. Aku bisa saja menyebarin semua ini." Ancam Kaoru.

"Apa, jangan gitu dunk!!!" Sasuke langsung berbalik lagi dan mendekati Kaoru.

"Ya emang begitu, makanya besok datang lagi ya." Ucap Kaoru senang.

"Baiklah, aku tak punya pilihan. Tapi kau harus janji akan menyelesaikan masalah ku ya?" Ujar Sasuke sambil melihat matahari tenggelam.

"Baiklah, Sasuke sampai jumpa lagi." Ujar kaoru sambil melihat kepergian Sasuke..

End chapter 2....

Ada yang kenal Shion??? XD

Review......!!!!!