Watashi No Hansamuna Seteppu No Chichi
Chapter 2
—-o0o—-
TENG…TENG… suara bel sekolah terdengar di seluruh ruangan kelas, menandakan jam pelajaran telah usai dan seluruh siswa bergegas merapikan peralatan sekolahnya sambil berbisik-bisik kemana mereka akan menghabiskan liburan musim panas mereka sebulan kedepan.
"Sakura... apa kau punya rencana untuk liburan musim panas ini?" Ino memutar tubuhnya ketika Sakura sedang memasukkan kotak pensilnya ke dalam tas.
"aku tidak tahu, ayah tiriku belum memberikanku izin untuk berlibur" jawab Sakura sedikit kesal.
"oo..kenapa.. kenapa ayah tirimu pelit sekali?, saat ibumu masih hidup dan kalian tinggal berdua saja kau boleh pergi kemana saja"
"tidak tau, Sasuke bilang, karena aku harus fokus belajar. Kau tahu kan kita sebentar lagi menghadapi ujian kelulusan"
"aku tahu, tapi heii.. ini liburan musim panas bukan? Kita tidak perlu belajar setiap hari, bayangkan kau harus belajar selama sebulan penuh. setidaknya kita harus bersenang-senang paling tidak sehari atau dua hari untuk menyegarkan pikiran kita"
Sakura tertawa pelan. "itu yang ku katakan padanya kemarin, tapi dia tetap bersikeras aku tidak boleh kemana-mana"
"yaaahh.. tidak asik.. tadinya aku ingin mengajakmu ikut liburan yang diadakan oleh kelas sebelah, mereka mau ke pantai"
"pantai..?"
"Tentu saja.. bayangkan kita bisa pakai bikini di pantai" Ino menjadi lebih bersemangat ketika Sakura menunjukkan sedikit ketertarikannya.
Sakura mengerutkan alisnya, ia juga bosan harus belajar terus. Sasuke memang terlalu ketat memasang peraturan, dia tidak boleh kesini atau kesana. Tidak boleh ini atau itu, bahkan tidak boleh berpacaran, khas seorang ayah yang tidak ingin putrinya celaka. "aku juga ingin ke pantai"
"kalau begitu ayo…"
"baiklah.. aku akan meminta izin darinya terlebih dahulu jika tetap tidak boleh aku akan kabur"
"itu baru Haruno Sakura yang ku kenal" teriak Ino bersemangat, ia langsung memeluk Sakura dengan girang melupakan jika di kelas masih ada guru yang juga sedang merapikan alat-alat mengajarnya.
.
.
.
"Annabelle.."
"Hn, bosan"
"baiklah.. Rio 2"
"aku tidak nonton film kartun"
"yaahh.. Uchiha Sasuke, hari ini giliranku memilih film kan? jadi aku ingin nonton Rio 2"
Sasuke mendecakkan lidahnya melihat sampul kotak film yang di sodorkan oleh Sakura, film kartun yang menceritakan tentang burung berwarna biru. Sasuke mengerutkan alisnya tidak suka, ia tahu kegemaran Sakura menonton film kartun. Tapi yang benar saja, apa dia juga harus menonton film kartun?.
Sasuke mengambil kotak film itu lalu membuangnya ke atas sofa. "nonton yang lain saja"
"Heeyy… tidak ada yang lebih aku inginkan dari pada menonton film itu" Sakura mengambil lagi kotak film itu lalu tanpa persetujuan dari Sasuke ia pun mulai menyalakan film itu.
Sasuke mendesah pasrah, "kau masih ingin mengelak kalau kau memang anak kecil Haruno Sakura?"
"apa salahnya jika wanita dewasa juga hobi nonton film kartun? Kaa-san juga menyukai film kartun" bantah Sakura.
Sasuke memutar tubuhnya dan berjalan menuju dapur, mau tidak mau ia mengikuti keinginan Sakura. Setelah mereka memutuskan untuk menjalin pertemanan, mereka membuat jadwal baru untuk lebih akrab dan tidak bertengkat terus-terusan dengan menonton film bersama-sama di Home teater mini milik Sasuke yang terletak di salah satu ruangan di rumahnya itu. Tetapi, meskipun adanya peraturan tersebut Sasuke dan Sakura tetap bertengkar dari hal-hal kecil ataupun besar, tapi sebagian besar pertengkaran itu terjadi karena Sasuke yang terlalu mengekang dan mengatur Sakura. Wajar saja jika gadis itu sedikit membangkang dari Sasuke.
"aku bukan anakmu, jangan mengaturku"
"kau janji mau mematuhiku kemarin"
"aku tidak tahu jika kau begitu banyak aturan, Kaa-san saja tidak pernah seketat ini mengaturku. Aku seperti anak berpenyakitan saja dikurung terus di rumah"
Meskipun begitu, Sakura tetap mematuhi Sasuke. Mungkin karena janji yang pernah ia buat di saat mereka sepakat untuk bersahabat saja. Karena itu, untuk membalas Sakura yang mematuhinya Sasuke memanjakannya dengan membelikan/memberikan apa yang Sakura inginkan.
"aku ingin handphone keluaran terbaru"
"aku ingin Tv sendiri di kamarku"
"aku ingin punya sepatu baru"
"aku ingin punya mobil"
Sasuke mengernyitkan alisnya teringat akan permintaan Sakura yang terakhir, mobil?. Sim saja gadis itu tidak punya bagaimana ia mau minta mobil?. Dari sana Sasuke memberikan penjelasan panjang lebar bahwa Sakura belum boleh punya mobil sendiri, Sasuke akan membelikan mobil jika gadis itu sudah cukup umur dan memiliki sim. Setelah ceramah panjang lebar, Sakura mengurung diri di kamarnya karena keinginannya yang tidak tercapai. Tidak ingin gadis itu berlama-lama marah padanya, akhirnya Sasuke pun membelikan sesuatu yang lain untuk Sakura. Sebuah Sepeda.
"sementara ini saja" ujar Sasuke saat itu. Sakura tertawa terbahak-bahak ketika melihat sepeda itu, setelahnya Sasuke tahu bahwa permintaan ingin satu buah mobil hanyalah akal-akalan Sakura yang memang ingin menjahili Sasuke.
Sasuke marah? Tentu saja, tapi tidak lama kemudian ia ikut tertawa, ia senang karena gadis itu tidak lagi merasa keberatan dengan keberadaan Sasuke di sisinya, dan tidak marah-marah lagi karena di jaga terlalu ketat oleh Sasuke. Sasuke tersenyum, rasanya aneh.. hubungan mereka tidak terlihat seperti ayaht tiri dan anak tiri. Entahlah, seperti apa yang terlihat di mata orang lain.
"aku bawa popcorn nya" Sasuke masuk lagi ke dalam Home theater mini miliknya dengan membawa semangkuk besar popcorn. Sakura yang duduk di karpet berbulu mengulurkan tangannya mengambil mangkuk besar itu dan meletakkannya di pangkuannya. Sasuke ikut duduk tepat di sebelah Sakura, mengabaikan sofa empuk berwarna hitam yang berada di belakang mereka. Rasanya lebih nyaman duduk di karbet berbulu itu dari pada di sofa, itu yang Sakura katakan ketika ia tidak mau mengikuti Sasuke yang duduk di sofa.
Layar besar itu menampilkan sepasang burung berwarna biru yang bernyanyi sebagai pembukaan dari film itu. "bagaimana mungkin burung bisa bernyanyi" dengus Sasuke.
"ssssttt…" Sakura menempelkan jari telunjuknya di bibirnya sendiri, menyuruh Sasuke diam. Sasuke mengerutkan alisnya, bagaimana mungkin gadis itu bisa sangat serius hanya menonton film kartun, dan tidak ingin diganggu sedikit pun.
Film baru berputar sepertiga jam dan Sasuke sudah merasa bosan, burung biru yang bernama Blue itu beserta istri dan ketiga anaknya menjelajahi hutan Amazon dan akhirnya bertemu kembali dengan keluarga sang istri di sana. Sungguh film yang mengharukan, itu untuk Sakura. Pikir Sasuke, karena mata Sakura sedikit berkaca-kaca ketika menontonnya. Sasuke tertawa pelan sambil memutar bola matanya. Ia tidak mengerti jalan pikiran para wanita.
Sasuke menoleh ke arah Sakura yang saat ini sedang menatap serius layar lebar itu dengan sesekali memasukkan popcorn ke dalam mulutnya. Sasuke mengerutkan alisnya. "kapan filmnya abis? Aku bosan"
" ….." sekali lagi Sakura mengeluarkan suara agar Sasuke tidak berbicara lagi. Sasuke semakin tertawa, ia pun menyandarkan kepalanya di sofa yang berada di belakangnnya, memeluk sebuah bantal dan mulai memejamkan matanya. Lebih baik dia tidur saja.
.
Dengan adanya barisan tulisan di layar besar itu menandakan bahwa film telah berakhir. Sakura menguap kecil sambil meregangkan tubuhnya yang kaku, filmnya benar-benar mengharukan, ia selalu bisa tersentuh menonton sesuatu, bahkan itu hanyalah cerita kartun sekalipun.
"filmnya sudah habis, sekarang kau mau nonton apa?" tanya Sakura, menolehkan kepalanya ke arah Sasuke. mata gadis itu melebar terkejut melihat Pria yang duduk di sebelahnya sedang tidur nyenyak , sambil memeluk sebuah bantal. Sakura memberengut kesal, Pria itu tidur, bukanya ikut menonton. Pantas saja ia tidak mendengar suara Sasuke lagi.
Sakura menyandarkan kepalanya juga di sofa dengan mata tetap fokus memandangi wajah Sasuke. Ayah tirinya ini emmang sangat tampan, dan harus Sakura akui, perasaannya kepada Pria ini bukannya menghilang malah semakin berkembang. Haruskah ia menyerah dengan kepada perasaannya saja dan mengatakannya kepada Sasuke?. Sasuke mungkin akan menganggapnya gila karena mencintai ayah tirinya, suami dari ibunya sendiri. Tapi harus bagaimana lagi? Sakura masih terlalu kecil untuk menanggung rasa tersiksa tidak bisa memiliki Pria yang ia cintai.
Sakura mengulurkan tangannya menepis anak poni Sasuke pelan. Sakura bisa saja nekat, mengingat anak jaman sekarang memang sering melewati batas kesopanan, tetapi ia masih sangat menyayangi ibunya dengan tidak mengatakan perasaannya kepada Sasuke.
Tapi, sampai kapan ia sanggup bertahan dari rasa sakit karena mencintai Pria yang salah?. Kenapa Pria itu harus Uchiha Sasuke bukan Shimura Sai saja?.
Sakura menurunkan tatapannya pada bibir tebal Sasuke, bibir yang selalu mengeluarkan kata-kata larangan untuk Sakura, bibir yang selalu terlihat menggiurkan untuk di cium. Tidak.. tidak.. tidak boleh Sakura, apa yang kau pikirkan? Bukankah kau sudah membuat keputusan untuk mengubur perasaanmu saja?. Sakura menggelengkan kepalanya lalu menoleh ke layar yang sudah gelap.
Lagi pula, bagaimana ia bisa berfikir untuk mencium Sasuke? betapa kotor pikiran gadis berusia 17 tahun itu?. tapi.. Hei.. jaman sudah berkembang bukan, coba tanya pada siapapun siswa di dunia ini, siapa yang tidak tergoda untuk mencium Uchiha Sasuke jika melihat bibir seksi itu. Sakura pun kembali menoleh ke arah Sasuke. ia mungkin tidak harus mengubur perasaannya, Sakura bisa saja terus mencintai Sasuke tanpa Sasuke tahu. Benar bukan?.
Sakura berlutut dan mendekat ke arah Sasuke, bertumpu dengan tangan kanannya di atas sofa dan tangan kirinya di lantai Sakura pun menunduk di atas wajah Sasuke. Ia memejamkan matanya dan semakin mendekat, hingga bibirnya menyentuh material lembut milik Sasuke. bibir Sasuke terasa hangat, sama seperti ketika Sakura mencuri ciuman ketika Sasuke sedang sakit, tapi kali ini bibir itu terasa sedikit basah. Sakura terus memejamkan matanya, berlama-lama menempelkan bibirnya disana.
Merasa sudah cukup, Sakura pun menjauhkan kepalanya sedikit, tersenyum Sakura membuka matanya. Dan hal pertama yang Sakura lihat setelah matanya terbuka adalah mata Sasuke, Pria itu sudah bangun dan sekarang sedang menatapnya.
DEG… DEG… DEG.. Sakura bisa mendengar deguban jantungnya sendiri. Dia tertangkap basah sedang mencuri ciuman, bagaimana ini? apa yang harus ia katakan sebagai alasan?. Mata Sasuke masih terus menatapnya, tanpa berkedip, tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Sakura pun tidak bisa bergerak, ia menelan salivanya gugup. Mataya bergerak liar karena tatapan Sasuke membuatnya semakin gugup.
"ituu…" Sakura mulai mnegeluarkan suaranya gugup, dan mulai menjauhkan kepalanya. Tuhan, apa yang harus ia katakan?. Sasuke pasti tahu, Sasuke pasti tahu bahwa Sakura mencintainya. "ini tidak seperti yang kau pikirkan Uchiha Sasuke , tadi itu hanya eksperimen.. aku ingin tahu bagaimana rasanya berciuman"
Sasuke mengulurkan tangannya ke tengkuk Sakura lalu menarik kepala Sakura agar mendekat lagi padanya. "bukan seperti itu caranya berciuman" suara Sasuke terdengar berat dan serak oleh hasrat yang tiba-tiba muncul, Pria itu lalu menemplekan lagi bibir Sakura pada bibirnya, tangannya yang bebas menarik pinggang Sakura dan memeluk gadis itu hingga gadis itu duduk di pangkuannya. Sasuke mengecap bibir bawah Sakura lalu bibir atas Sakura, lidahnya keluar dan menyentuh bibir Sakura dan membuka pelan bibir gadis itu. menelusupkan lidahnya dan mendesah nikmat ketika lidahnya bertemu dengan lidah Sakura.
Nafas Sakura memburu karena ciuman Sasuke, ini pengalaman baru untuknya, ia memang sering melihat adegan berciuman seperti ini di film atau drama. Ia tahu kedua insan di dalam film itu terlihat begitu menikmati proses berciuman mereka, tapi ia tidak bernah tahu rasanya akan senikmat terus mengecap bibirnya, sesekali menyesap lidah Sakura, membuat gadis itu semakin mengerang nikmat. Ini seperti mimpi bisa di cium seperti ini, tubuhnya tiba-tiba saja seperti terserang aliran listri yang menggelikan, ia ingin menempel lebih dekat dengan Sasuke karenanya.
Suara decapan itu mengisi ruang Home theater Sasuke. Waktu seakan berhenti, mereka saling menikmati reaksi dari tubuh mereka masing-masing. Sasuke mengeratkan pelukannya pada Sakura dan mulai menggerakkan tangannya membelai punggung Sakura, begitu juga Sakura yang mulai menelusupkan jari-jarinya di rambut Sasuke. Mereka menggerakkan kepala mereka ke kiri dan kanan saling mencari kenikmatan dari bibir masing-masing.
"hhh…hhhahhh" Sakura menarik nafasnya panjang-panajang setelah Sasuke melepaskan ciumannya, rasanya ia bisa saja pingsan jika Sasuke tidak melepaksan pagutan bibirnya.
"gadis nakal.. sekarang bagaimana rasanya?" bisik Sasuke kasar di telinga Sakura.
Gadis itu masih bernafas tersengal-sengal, ia menelan salivanya sebelum menjawa. "basah" jawabnya polos.
"hanya itu?"
"aku tidak tahu apa la… heemmmpp" belum sempat Sakura melanjutkan kalimatnya Sasuke telah menciumnya kembali, kali ini tangan Sasuke tidak hanya membelai punggungnya, tapi juga daerah sekitar pantatnya, menarik gadis itu agar lebih menempel padanya, Sakura bisa merasakan sesuatu yang keras menempel di selangkangannya. Pria itu terangsang, Sakura tahu itu, dia memang adalah gadis kecil yang nakal seperti yang sering Sasuke katakan padanya. Meskipun tidak pernah mengalami hal seperti ini, Sakura tahu apa yang saat ini Sasuke alami, Pria itu mengalami ereksi hingga benda miliknya mengeras karena terangsang. Apa Sasuke akan melakukannya?, tapi itu terlarang untuk mereka berdua bukan?
"Uchiha Sasuke.. kau terangsang" Desah Sakura, ia memejamkan matanya ketika bibir Sasuke turun ke lehernya.
"sial, apa yang kau tahu tentang itu" geram Sasuke parau, ia menarik wajah Sakura agar bertatapan dengannya.
"aku bukan anak kecil Uchiha Sasuke" jawab Sakura dengan tatapan yang mengatakan aku tahu segalanya. Sasuke menatap Sakura dengan penuh tanda tanya, ia butuh kejelasan. Dari mana Sakura tahu entang ereksi, dan kenapa Sakura tidak terlihat takut dengan ciuman yang panas itu. apa gadis ini pernah mengalimanya?, Sial..
"Ino pernah mengajakku untuk menontonnya?"
"menonton apa? film dewasa?"
"oo.."
"Hn kau memang benar-benar gadis nakal, itu bukan tontonan untuk anak kecil"
"tapi kami penasaran"
"siapa yang memberikan video itu pada kalian, sial.. kau jangan dekat-dekat lagi dengan Ino atau siapapun temanmu yang lain"
"Kenapa ?.."
"Haruno Sakura"
"kau harus maklum, itu hanya rasa penasaran anak seumuran kami"
Sasuke mengeram keras lalu mencium Sakura lagi, gadis itu memekik pelan karena benturan bibir mereka yang sedikit keras, Sasuke kembali menjelajahkan lidahnya di mulut Sakura, dan itu membuatnya kembali terangsang. Sasuke menghentikan ciumannya lagi sebelum ia tidak bisa menahan dirinya. "kau pernah berciuman sebelum ini? kapan ciuman pertamamu" tanya Sasuke tajam.
"ini ciuman pertamaku"
"bohong! Katakan yang sejujurnya"
"aku jujur" jawab Sakura bohong, ia tidak mungkin bilang bahwa ciuman pertamanya adalah tempo hari ketika ia mencuri ciuman dari Sasuke yang sedang sakit.
"Sial, sekarang aku harus memperketat kegiatanmu"
"Kenapa..?"
"tidak boleh berjalan-jalan dengan teman-teman lagi"
"Kenapa..?"
"untuk menghindari kejadian menonton film dewasa terulang lagi"
"kami tidak akan menontonnya lagi,Ino dan aku sudah membakar video itu"
"aku tetap tidak akan memperketat kegiatanmu"
"kau tidak bisa begitu, Uchiha Sasuke.."
"aku bisa.. apalagi setelah kau menghancurkan semua pertahananku"
"Ha..? apa maksudmu?" Sasuke menggeser Sakura dari pangkuannya dan mendudukkan gadis itu kembali di atas karpet berbulu.
"semuanya berantakan karena kau menciumku, ya Tuhan." Sasuke memijat pelipisnya lalu menatap Sakura tajam. "kenapa kau menciumku?"
Sakura menundukkan kepalanya, wajahnya memerah karena malu, kenapa Sasuke akhirnya bertanya setelah mereka berciuman dengan sangat hebat barusan?. "sudah kubilang kan? aku penasaran bagaimana rasanya berciuman, aku juga belum boleh pacaran, jika kau membolehkan ku pacaran aku akan mencobanya dengan pacarku"
"Sial, kau tidak akan kuizinkan untuk memiliki pacar jika niatmu berpacaran hanya itu"
"jadi jangan protes karena aku menciummu" jawab Sakura kesal. Ia menolehkan wajannya ke samping.
"apa aku protes? Aku hanya bertanya, kenapa kau melakukannya?" Sasuke menarik wajah Sakura, agar kembali menatap wajahnya lagi. "dengar, ini semua salahmu jika nanti terjadi hal-hal yang tidak kau inginkan?"
"apaa..?" Sakura membelalakan matanya terkejut, apa maksud Sasuke
"setelah kau menciumku Sakura.., hubungan kita tidak akan bisa sama seperti dulu lagi"
Sakura memutar bola matanya, tentu saja ia tahu. Mereka akan merasa canggung setelah ciuman tadi, mereka tidak akan bisa akrab lagi seperti sebelum ini. Tidak bisa menjadi ayah tiri dan anak tiri yang akur lagi. hubungan mereka menjadi kaku kembali. Dan itu semua adalah kesalahannya. "aku tahu, maafkan aku"
Sasuke mendesah lalu memejamkan matanya kemudian tertawa, tertawa begitu puas. Sakura harus mengerutkan alisnya karena bingung, kenapa Sasuke tiba-tiba tertawa seperti orang gila?. Apa karena pengaruh ciumannya begitu dasyat untuk Pria itu?. tapi, memang Sakura yang mulai mencium Sasuke duluan, dan itu hanya sebatas menempelkan bibirnya di bibir Sasuke, Pria itulah yang kemudian melanjutkan ciuman itu menjadi ciuman panas, hingga bermain lidah.
Sakura masih duduk dalam diam, menunggu Sasuke berhenti tertawa, rasanya ia butuh kejelasan kenapa Pria itu bisa tertawa?. Apa Pria itu tidak merasa aneh dengan tindakannya tadi? Mencium ayah tirinya sendiri, tapi Sasuke juga jadi bersemangat setelahnya. Ini aneh.. sungguh aneh..
Sasuke berhenti tertawa lalu menoleh kepada Sakura, Sakura menatap Sasuke bingung karena tiba-tiba Pria itu mendekat padanya dan kembali menciumnya lagi. Sakura kembali terhanyut dalam ciuman itu. Sasuke menciumnya tanpa habis, seolah-olah ia memang ingin meresapi dan menikmati bibir Sakura, ini aneh sungguh aneh. Ada apa dengan Sasuke? tapi apapun itu, Sakura menyukainya.
Sakura mengulurkan tangannya memeluk leher Sasuke, dan ikut membalas ciuman Sasuke. nafas mereka seolah-olah menjadi satu, menderu dengan tempo yang sama, mengirimkan getaran-getaran sensual melalui tangan Sasuke yang mengusap lemput paha Sakura, Sasuke bisa gila jiak terus berciuman seperti ini.
Sasuke melepaskan ciumananya, mengusap bibir Sakura yang bengkak akibat perbuatannya. Berbisik dengan nada suara yang terdengar seksi dan menggetarkan nurani Sakura . "aku tahu rasa bibirmu pasti akan sangat manis tapi tidak pernah kubanyangkan ketika merasakannya akan membuatku mabuk. Bibirmu.. Tuhan, benar-benar membuatku gila.. akhirnya aku bisa merasakannya" Sasuke mencium Sakura lagi. "begitu lembut, manis dan…" mencium Sakura lagi. "membuatku ketagihan"
Sakura tidak mengerti apa yang Sasuke katakan, apakah maksudnya Pria itu sudah lama ingin menciumnya? Tapi sejak kapan?"
"aku tidak mengerti. Uchiha Sasuke.. apa kau tidak merasa ini aneh? Aku menciummu dan kau balas menciumku. Tidakkah ini perbuatan yang gila, kita ayah dan anak"
"tiri.." potong Sasuke. "kau jangan lupa.. kita bukan ayah dan anak kandung"
"memang ada bedanya?"
"tentu saja ada.. kau tidak pernah memanggilku Ayah kan?"
"kau tidak menyuruhku"
"benar.. karena itu, kita bukan ayah dan anak"
"lalu.. kita apa..?"
Sasuke menempelkan bibirnya di permukaan leher putih Sakura. Mereka apa..? Sasuke tidak menemukan kata lain untuk itu. "pasangan aneh?" jawab Sasuke asal. Sakura mendorong jauh Sasuke dengan menempelkan tangannya di dada Sasuke.
Sakura menatap Sasuke lama, ia masih tidak mengerti apa yang merasuki Sasuke. bukankah Sasuke mencintai ibunya? Lalu kenapa Pria itu sekarang mencium putri dari wanita yang dicintainya?. "Uchiha Sasuke.. kenapa kau mencintai Kaa-sana..?"
Sasuke membalas tatapan Sakura, ia sudah tidak bisa menahannya lagi, dia akan mengatakannya sekarang. "aku tidak mencintai ibumu"
"ne..?" apa katanya? Sasuke tidak mencintai ibunya? Lalu kenapa dia menikahi ibunya?
"kami menikah karena.."
dddrrttt..ddrrtt…drrrtt.. Sasuke menoleh ke arah ponselnya yang bergetar, menampilkan nama seseorang yang juga ia sayangi; Ibunya. "sebentar" Sasuke mengangkat teleponnya karena tahu ibunya jarang menelpon jika bukan karena keadaan mendesak. "nee Kaa-sana?"
"Sasuke-kun.. apa kau bisa pulang nak?"
"kenapa..?"
"ada seseorang disini yang mengacau di rumah"
Sasuke mengerutkan alisnya. "siapa..?"
"dia menyebutkan namanya Haruno Sumru"
"Sasuke-kun..?" Sasuke menolehkan kapalanya ke arah Sakura, jelas wanita itu mendengar suara ibunya.
"Iya aku kesana" Sasuke menutup teleponnya lalu menurunkan Sakura dari pangkuannya.
"kenapa Paman mencarimu?" tanya Sakura bingung.
"aku tidak tahu.. "jawab Sasuke acuh.
"kau mau pulang? Aku ikut"
"tidak kau disini saja"
"kenapa?"
"karena dia berbahaya untukmu"
"tapi dia pamanku, pamanku tidak pernah kasar padaku"
"aku tetap tidak ingin mempertemukan kalian"
"mungkin Paman merindukanku"
Sasuke mendengus pelan, jika memang hanya itu alasannya Sasuke akan senang hati mempertemukan mereka. Tapi masalahnya adalah Pria itu hanya ingin memerasnya dengan memakai alasan Sakura. Sasuke menyentuh dagu Sakura pelan "tetap disini"
"Kenapa ?.."
"Sakura.."
"baiklah.. tapi dengan satu syarat"
Sasuke tersenyum lalu mengangguk. "kali ini kau ingin apa?"
"aku ingin liburan bersama teman-temanku di pantai"
Sasuke terdiam, liburan? Di pantai? Ada banyak orang, Pria.. bikini.. "Apa!.. minta yang lain, handphone baru?"
"aku ingin liburan kepantai.. pantai.. pantai.." tegas Sakura,
Sasuke memejamkan matanya, apa pilihannya, mengizinkan Sakura berlibur ke pantai atau mengajak gadis itu ikut bersamanya. "asal kau janji tidak ada bikini"
"bikini itu termasuk ke dalam paket liburan ke pantai…"
"tidak ada bikini, kau boleh pergi"
"cck.. kenapa kau terdengar seperti pacar yang protektive" decak Sakura. "baiklah, tidak ada bikini"
"baiklah.. kau boleh pergi"
"kyaa.. Sasu.. kau yang terhebat" Sakura memeluk Sasuke sebagai ungkapan kegembiraannya, pelukan itupun Sasuke manfaatkan lagi dengan kembali mencium Sakura. Bibir mereka seperti memang tercipta untuk saling saling mengecap. Sakura mendesah ketika Sasuke mencecap lidah gadis itu, rasanya begitu nikmat, membuat dirinya dan juga Sasuke kembali diserang oleh rasa saling membutuhkan. Butuh waktu lama untuk Sasuke tersadar bahwa waktu telah berlalu cukup lama karena ciuman itu, ia melepaskan bibir Sakura. Lalu mengusap bibir itu lagi.
"apa setelah ini kita memiliki hubungan terlarang Sasu..?" bisik Sakura dengan nafasnya yang memburu.
"entalah, apa kau mau menjalin hubungan terlarang denganku?" tanya Sasuke.
"aku gadis yang suka hal-hal yang menantang" Sasuke tersenyum mendengar jawaban Sakura.
"kalau begitu, kita menjalin hubungan terlarang ayah dan anak tiri"
.
Sakura menelpon Ino dan mengatakan bahwa ia akan ikut pergi ke pantai karena telah mendapatkan izin dari Sasuke. Ino berseru gembira saat itu juga, begitu juga Sakura yang sangat bersemangat menyambut liburan mereka. Sasuke terkejut ketika tahu bahwa Sakura akan berlibur besok, setelah menceramahi Sakura tentang harus memberitahukannya jauh-jauh hari jika ingin berlibur Sasuke pun akhirnya pasrah dan mengizinkan gadis itu pergi besok pagi.
Sakura lansung mengemasi pakaiannya ke dalam tas berpergiannya. Ia memasukkan beberapa celana hotpant serta beberapa kaos dan bikini. Sakura mengerutkan alisnya teringat akan syarat yang di ajukan oleh Sasuke kemudian gadis itu menaikkan bahunya. Toh, Sasuke tidak akan melihat dia memakai bikini, lalu Sakura pun akhirnya menyimpan bikini itu ke dalam tas dan tertawa puas. Dia memang gadis nakal, ibunya selalu kewalahan mengatasi kenakalan Sakura. Di bibir dia memang selalu patuh tapi diam-diam Sakura selalu melanggar larangan yang di berikan ibunya, begitu juga dengan Sasuke.
"haaah.. Uchiha Sasuke, kau bukan apa-apa jika bisa menghentikanku memakai bikini ini" gadis itu kembali tertawa puas.
.
.
Sasuke menatap geram Pria itu. ia tidak mengerti bagaimana Pria itu bisa menemukan rumah ibunya, sekaligus lega karena rumah ini yang ia ketahui, bukan rumah yang ia tinggali bersama Sakura. "Haruno Sumru. aku sudah memberikanmu uang minggu lalu kenapa kau datang lagi?"
Pria itu meludah kasar. "uang itu kurang"
"itu cukup untuk kebutuhanmu selama tiga bulan, jika saja tidak kau pakai untuk berjudi"
"yaaakk.. aku tidak butuh ceramahmu, berikan saja aku uang"
"aku tidak akan memberikanmu uang lagi, pergilah"
"baiklah aku akan memintanya pada keponakan tersayangku saja" Pria itu memutar tubuhnya lalu melangkah menjauh, ia memutar lagi tubuhnya karena Sasuke tidak menghentikannya seperti sebelum-sebeum ini.
"jika kau berani melakukannya, aku akan menjamin kau akan masuk penjara. Tidak peduli kau paman Sakura sekalipun"
"oh yaa..? kita lihat saja nanti Uchiha Sasuke"
Sasuke memandangi Pria itu pergi menjauhi rumah ibunya. Ia melirik ke halaman rumah yang sudah kacau akibat perbuatan Pria pemabuk itu tadi. Beruntung Pria itu tidak pernah tahu dimana dia dan Sakura tinggal, jika Pria itu berhasil menemukan Sakura, Sasuke bisa gila.
"apa dia adik iparmu?" Sasuke mengernyitkan alisnya mendengar kalimat itu,namun ia tidak bisa membantah Pria itu memang adik iparnya.
"Kaa-san tidak terluka kan?"
"tidak.. Kaa-san baik-baik saja,ada Kakashi yang melindungi Kaa-sana…" jawab ibunya menenangkan. "sebenarnya apa yang dia inginkan?"
"uang.. untuk berjudi"
Ibunya menarik nafasnya, ia tahu alasan kenapa putranya menikah dengan wanita yang usianya jauh di atas Sasuke, bahkan usia wanita itu hanya lebih mudah tiga tahun dari ibunya. Awalnya Mikoto menolak pernikahan itu, tapi karena Sasuke bersikeras dan mengatakan alasan yang sebenarnya Mikoto pun menyerah. Semua demi gadis yang bernama Sakura itu.
"kau sudah makan?" tanya ibunya.
Sasuke memegang perutnya, mendadak ia kelaparan, memang dirumah tadi ia belum sempat menyantap apa-apa, terlalu asik menikmati bibir Sakura setelah mereka selesai menonton, melupakan makan malam yang harus mereka santap. Sasuke tiba-tiba tersenyum teringat tentang ciumannya dengan Sakura.
"kenapa..? kenapa tersenyum bahagia seperti itu? ada apa?" tanya Mikoto curiga.
"baiklah" Sasuke mengelengkan kepalanya dan semakin tersenyum bahagia.
"ooh.. kenapa..? apa ada kejadian yang membahagiakan? Ceritakan pada Kaa-sana?"
"baiklah.. Kaa-sana.. aku lapar, ayo makan" Sasuke mendorong ibunya untuk masuk ke dalam rumah, mengelak pertanyaan bertubi-tubi ibunya itu. ia tidak akan mengatkaan pada siapapun tentang apa yang membuatnya tersenyum, cukup dia dan Sakura saja yang tahu, apa yang terjalin di antara mereka berdua.
.
.
.
.
"lala..lalalal..lalalala…" gadis itu bersenandung ringan sambil mendengarkan alunan musik yang terpasang melalu earphone di telinganya. Dengan memakai celana hotpants berwarna biru dan kemeja berwarna putih yang ia ikat ujung bajunya dia atas perutnya Sakura keluar dari kamarnya. Menenteng tasnya dan berjalan ke dapur.
Mendengar suara lembut Sakura, Sasuke yang sedang memanggang pancake di penggorengan tersenyum. "Cherry.. kau terdengar sangat gembira pagi ini" Sasuke memutar tubuhnya dan melebarkan matanya melihat penampilan Sakura.
"Tentu.. ini liburan pertamaku setelah penat dengan pelajaran di sekolah" Sakura melepaskan earphone dari telingannya dan duduk di meja. Sasuke mematikan api kompor dan mendekati Sakura.
"bajumu apa tidak terlalu minim?"
"oh.. ayolah Sasuke.. apa yang kau harapkan dariku? Ini musim panas, tentu saja baju seperti ini yang harus dipakai.
Sasuke memelototkan matanya lalu melirik ke tas Sakura yang berada di atas meja. "kau tidak bawa bikini kan?"
"tidak" jawab Sakura cepat, bahkan terlalu cepat. Sasuke mengerutkan alisnya lalu berjalan menghampiri tas itu. di bukanya tas Sakura dan mulai memeriksa isi tas itu.
"Apa yang kau lakukan!?" Sakura berdiri dari kursinya dan berusaha menghentikan Sasuke, namun Pria itu tidak bisa dihentikan, tangan Sakura terlalu kecil untuk menghentikan kekuatan Sasuke. Sasuke mengeluarkan satu stel bikini berwarna Merah dengan corak bunga berwarna pink. Sasuke menatap tajam kearah Sakura. Ia tahu Sakura memang gadis yans selalu bandel, seperti anak seusia Sakura yang lainnya.
"sialan.. kau melanggar persyaratanku, kau mau di larang pergi Hah!?" geram Sasuke.
"aku hanya membawanya saja, belum tentu memakainya" elak Sakura
"kau tidak akan membawanya jika tidak memakainya" geram Sasuke."kau tidak boleh pergi"
Sakura menatap Sasuke geram, Pria itu kenapa sangat protektiv padanya?, Sasuke memang ayah tirinya, tapi semenjak ciuman yang mereka lakukan kemarin hubungan mereka otomatis berubah menjadi hubungan yang aneh, tapi Pria itu tetap tidak berhak melarang Sakura bukan?.
Sakura memasang ekspresi sedih, melirik sekali ke arah Sasuke dan mendesah. "ini liburanku setelah aku lelah harus terus belajar, kenapa kau tega membuatku terkurung disini terus?" gadis itu mulai berakting seperti seorang gadis lemah yang tersiksa karena dilarang untuk berlibur. Seperti yang sering ia lakukan kepada ibunya berpura-pura sedih hingga akhirnya ibunya mengalah dan memberikan apa yang Sakura inginkan.
"aku tidak akan termakan akting bodohmu itu" jawab Sasuke, yang langsung mematahkan akting Sakura. Sakura mendesah kemudian menatap tajam Sasuke, apa ada cara lain membujuk Pria ini?.
Sakura mendekati Sasuke, lalu menyentukan jari telunjuknya di dada Sasuke. "Sasu-kun.." ujarnya manja, mengeluarkan semua aegyo nya untuk merayu Sasuke. "boleh yaaa..? yaa..? sekali saja" Sakura menarik jarinya dan menunjuk angka satu tepat d idepan bibirnya, sambil memasang ekspresi memohon dnegan puppy eyes andalannya. Semua oang selalu luluh jika seseorang memasang puppy eyes bukan?.
Sasuke menggigit pipi bagian dalamnnya, bagaimana mungkin gadis ini bisa membuatnya menegang hanya dengan melihat puppy eyes itu. Sial.. Sasuke menyandarkan pantatnya di tepian meja makan lalu melipat tangannya di depan dada. "cium aku, lalu kau boleh pergi" ujar Sasuke.
Sakura tersenyum lalu mengalungkan tangannya di leher Sasuke, menempelkan tubuhnya begitu dekat dengan Sasuke. Sasuke langsung melingkarkan tangannya di pinggang Sakura dan menarik gadis itu agar lebih menempel padanya, bahkan bagian bawah tubuh mereka pun ikut menempel, Sakura sedikit terlonjak namun tidak melangkah mundur, dia harus pergi berlibur apapun juga caranya.
Sasuke mendesah ketika bagian bawah tubuhnya di tekan oleh tubuh Sakura, kau lihat Uchiha Sasuke, ini akibatnya jika kau keluar dari pertahananmu. Sial, gadis ini masih di bawah umur untuk merasakan betapa kerasnya dirimu. Baiklah, tahan libidomu bung.. kau boleh menciumnya tapi tidak menidurinya, Sasuke memeluk pSakura, menahan gadis itu agar tetap berada pada tempatnya.
"apa hubungan terlarang kita dimulai dari sekarang Ayah?"
"jangan memanggilku seperti itu Cherry"
Sakura tertawa kemudian mendekatkan bibirnya di permukaan bibir Sasuke, Sasuke menelengkan kepalanya sedikit lalu membuka mulutnya ketika bibir Sakura menempel diatas bibirnya, dengan cepat Sasuke pun melahap bibir manis gadis itu. Sakura harus menjerit tertahan karena gerakan yang tiba-tiba itu, tangannya mencengkeram kuat rambut Sasuke. Mereka menyesap dan mengecap bibir masing-masing, saling menerima dan memberi.
"hhhh… Sasuuu" Sasuke melepaskan bibir Sakura, menurunkan bibirnya keleher Sakura, mengecup garis nadi yang berdennyut di leher gadis itu, semakin turun dan turun hingga ke kerah teratas kemeja Sakura. Sakura merasakan sensasi aneh pada tubuhnya, menginginkan bibir Sasuke tidak hanya berhenti di lehernya. Ia ingin lebih, dan keinginannya itu terkabul ketika Sasuke melepaskan satu kancing teratas Sakura, lalu kancing kedua hingga Bra Sakura terpampang di depan mata Sasuke.
Sasuke tersenyum melihat bra itu, ia tahu Sakura sering memakai Bra yang bermotif lucu, tentu saja Sasuke sering melihat itu di jemuran pakaian mereka. Sasuke menyentuhkan bibirnya di atas gundukan dada Sakura, membuat gadis itu memekik pelan dan semakin mencengkeram rambut Sasuke.
"kau benar-benar memiliki payudara eoh? kukira bra ini hanya hiasan" bisik Sasuke diatas dada Sakura.
"aku sudah bilang, aku bukan anak kecil" jawab Sakura dengan nafas yang tersengal.
Sasuke tersenyum lalu melanjutkan kegiatannya menghisap kulit putih gadis itu. tidak hanya disatu tempat Sasuke menghisap ditempat lain lagi, membuat Sakura mengerang frustasi. Apa yang ia inginkan? Ia ingin Sasuke tidak hanya menghisap dadanya, ia ingin Pria itu melepaskan bra nya dan mencium puncak payudaranya. Ya Tuhan, Haruno Sakura apa yang kau pikirkan? Kenapa otakmu jadi begitu kotor?. Ini semua salah Sasuke.
"Sasu…" Sasuke menurunkan bibirnya melewati bra Sakura dan mengecup perut Sakura, Pria itu kembali menghisap kulit putih Sakura, membuat gadis itu semakin gila, ia ingin lebih, sesuatu dibawah tubuhnya menghangat dan basah. Apa itu? apa yang Sasuke lakukan padanya?.
Sasuke mengeram tertahan, celananya semakin sempit, ia tahu Sakura basah dibawah sana, karena saat ini tempat itu menghangat meyentuh pangkal pahanya yang menegang. Tuhan, Sasuke menginginkan gadis ini, ingin memasuki gadis ini.
Tidak, Uchiha Sasuke tahan dirimu.
Sasuke menarik kepalanya menjauh, nafasnya tersengal-sengal begitu juga dengan Sakura, mata mereka saling bertatapan. Sakura memandangi Sasuke dengan perasaan bingung, mereka mungkin sudah sepakat dengan hubungan ini, tapi gadis itu masih terlihat bingung dengan perlakuan Sasuke padanya. Apa ini wajar untuk mereka lakukan bersama?.
Sasuke kembali mengancingkan kemeja Sakura, menghindari untuk menatap dada Sakura yang terekspos, Sasuke menahan sekuat tenaga sejak tadi untuk tidak melepaskan bra itu dari tempatnya, Bertahanlah Uchiha Sasuke. Selama ini kau bisa menahannya kan, maka sekarang kau pun bisa.
"setelah kau pulang dari berlibur, aku harus mengatakan sesuatu padamu" ujar Sasuke.
"apa..?"
"tentang semuanya, tentang kenapa kau menikah dengan ibumu, dan kenapa aku menciummu seperti ini" gadis itu menganggukkan kepalanya. Ia memang butuh penjelasan.
"apa kau menyukaiku Sasu?" tanya Sakura takut-takut.
"lebih dari sekedar menyukaimu" Bisik Sasuke, mencium pelan pelipis kanan Sakura. 'hingga aku rela melakukan ini semua' tambah Sasuke dalam hati. "nanti akan kujelaskan, setelah kau pulang"
"Benarkah.." Sakura tersenyum, dengan kalimat setelah ia pulang itu artinya Sasuke mengizinkan Sakura untuk pergi berlibur.
Sasuke melepaskan Sakura dari pelukannya dan memasukan kembali bikini milik Sakura ke dalam tas gadis itu, Sakura menaikkan alisnya bingung, dia boleh memakainya?. Sasuke yang melihat ekspresi bertanya itu tersenyum licik.
"coba saja jika kau berani memakianya Cherry"
"kenapa..? kau mau mengancamku?"
"Tidak" Sasuke menggelengkan kepalanya, dan menyalakan lagi kompornya dan lanjut memasak. "jika kau tidak malu orang-orang akan melihat tanda itu"
"tanda?" Sakura mengerutkan alisnya, ia kemudian menoleh ketubuhnya, bagian bajunya sudah terkancing sampai ke atas tapi Sakura bisa melihatnya, dadanya memerah di beberapa tempat, merah keunguan. Sakura memeriksa sampai kebagian perut dan melihat tanda merah itu juga disana.
"ini apa..?"
Sasuke memutar kepalanya sambil menaikkan alisnya sebelah. "Kiss mark, kupikir Haruno Sakura tahu segalanya"ledek Sasuke.
"aku tahu, tapi kenapa kau melakukannya?" Sasuke menaikkan bahunya sebagai jawaban, Pria itu sengaja memberikan banyak kissmark di dada dan perut Sakura agar Sakura tidak bisa memakai bikini.
"Uchiha Sasuke…. sialan kau…"
"Hn.."
.
.
.
Sasuke menghentikan mobilnya tepat di depan stasiun kereta api. Matanya menyipit tajam melihat kerumunan para siswa yang sekarang sudah memakai pakaian bebas berkumpul menjadi satu, berbincang-bincang sambil menunggu teman-teman mereka datang semuanya. Sasuke melihat satu wajah yang memang sengaja ia hapal.
"Pria itu juga ikut?" tanya Sasuke ketika Sakura mengambil tasnya di belakang. Mendengar pertanyaan itu Sakura menoleh ke arah teman-temannya, siapa Pria yang Sasuke tanyakan?.
Sakura melihat Sai ada bersama teman-temannya yang lain, sekarang gadis itu mengerti siapa yang dimaksud oleh Sasuke. "aah.. tentu saja, kami kan berada di satu sekolah yang sama"
Sasuke menyipitkan matany lalu menghentikan gerakan Sakura yang hendak membuka pintu. "jangan pergi"
"apa lagi Uchiha Sasuke..? apa kau tidak bosan berdebat terus denganku?" rengek Sakura kesal. Dia hanya ingin menikmati liburannya, tapi kenapa Sasuke susah sekali melepaskannya?.
"aku tidak suka pada Pria itu, dia pasti berusaha mendekatimu lagi, apa kau sudah menolaknya?"
Sakura diam sejenak lalu mendesah. "aku berusaha menghindarinya akhir-akhir ini jadi aku belum sempat menolaknya"
"kenapa..? apa kau menyukainya?"
"tidak"
"lalu kenapa di ulur-ulur. Tolak saja langsung"
"karena aku tidak ingin merusak persahabatan kami, jika aku menggantungnya itu memberikan kesempatan padanya untuk memikirkan ulang tentang perasaannya bukan?"
"jika kau mengulur waktu itu akan membuatnya semakin penasaran dan terus mengejarmu. Tolak dia segera"
"okee.. aku akan menolaknya sekarang.. kau puas? Jadi biarkan aku pergi" Sasuke masih diam, memegang tangan Sakura semakin erat. "Sasuu…" desah Sakura frustasi. Sasuke menoleh ke arah depan, ke kerumunan teman-teman Sakura, sial.. kenapa sulit sekali baginya untuk melepas Sakura yang hanya ingin menikmati masa-masa sekolahnya? Sasuke ingin sekali mengurung Sakura di rumah, jauh dari para Pria lain. sebelum ini ia masih bisa menahan diri untuk tidak terlihat cemburu, tapi sekarang? Setelah mereka berciuman panas, Sasuke tidak bisa menahan dirinya lagi untuk merasa takut gadis ini akan jatuh cinta pada pemuda yang seumuran dengannya, gadis yang sengaja ia dekati melalui ibunya. Gadis yang membuatnya rela menikahi ibunya dulu baru mendekatinya.
"kau tahu, Setelah kejadian kemarin dan pagi tadi, kau sudah menjadi milikku" jawab Sasuke tiba-tiba.
"apa maksudmu?"
"hubungan terlarang kita Sakura, bukan hanya sekedar bualan. Kau harus ingat ada kata hubungan disana yang berarti ada komitmen di dalammnya" Sakura menaikkan alisnya bingung. Sasuke menarik pinggang Sakura hingga tubuhnya terbawa ke dalam pelukan Sasuke. "kata hubungan terlarang di dalamnya menjelaskan bahwa ada sepasang kekasih yang menjalin cinta tetapi terlarang, kau mengerti?"
Sakura mengerjabkan matanya sekali. "apa itu artinya kita sepasang kekasih?"
"Genius.. itulah maksudku" Puji Sasuke, Sakura tersenyum mendengarnya. Apa itu artinya cintanya akan berbalas? Jadi sekarang ia tidak perlu menyembunyikan perasaan cintanya lagi? ia bisa terang-terangan memperhatikan Sasuke? mencium Sasuke dan memeluk Sasuke?.
Tetapi tia-tiba Sakura terdiam, jika mereka sepasang kekasih, itu artinya Sakura menghianati ibunya, begitu juga dengan Sasuke. mereka berdua menghianati ibunya. "tidak.. tidak boleh, Kaa-sanpasti sedih jika tahu tentang hubungan kita"
"Ibumu tidak akan sedih, dia malah akan bahagia"
"kenapa begitu?"
"bagaimana jika kita pulang, dan aku akan menjelaskannya padamu?"
"Tidak.. aku ingin kepantai"
Sasuke menempelkan hidungnya di permukaan leher Sakura lalu berbisik dengan nada sensual. "ke pantainya nanti saja bersamaku, berdua saja.. hn?"
"Kenapa ?.. aku ingin bersama teman-temanku" jawab Sakura, bersikeras ingin menikmati liburannya bersama teman-temannya. "Sasuuu… yaaa..?"
Sasuke menjauhkan wajahnya lalu menatap lama wajah Sakura. "kau ingat, kau sudah memiliki kekasih, jadi jangan melirik Pria lain" Sakura tersenyum malu lalu menganggukkan kepalanya. "cium aku dulu sebelum kau pergi"
Dengan semangat Sakura mendekat dan menempelkan bibirnya pada bibir Sasuke, belajar dari cara Sasuke menciumnya Sakura pun mencium Sasuke dengan memainkan lidahnya dengan sangat ahli, membuat Sasuke mengerang nikmat dan semakin memeluk Sakura, menarik Gadis itu dengan satu tarikan yang membawa Sakura duduk dipangkuannya. Mobil sempit itu terasa semakin sempit ketika Sakura berada di pangkuan Sasuke.
Tangan Sasuke bergerak mengusap punggung Sakura dengan gerakan sensual, mengirimkan sengatan listrik di sekujur tubuh gadis itu, Sakura mendesah dan membalas Sasuke dengan mengusap rahang Pria itu, ia menyukai rahang Pria itu karena rahang itulah yang membuat kesan Sasuke semakin tampan dan tegas. Tangan Sasuke bergerak ke depan mencari-cari dua gundukan lembut yang penuh yang baru ia temukan pagi tadi di tubuh Sakura. Membuat Sakura sedikit terlonjak kaget karena Sasuke meremasnya secara mendadak Hingga tangan Sakura menyentuh klakson mobil.
TEEEETTTT… Sakura dan Sasuke berhenti berciuman, nafas mereka terenga-engah menoleh ke depan, orang-orang yang berada di luar otomatis menoleh pada mobil mereka, termasuk teman-teman Sakura. Bagaimana ini, mereka pasti melihat Sakura duduk di pangkuan Sasuke. cepat-cepat Sakura pindah ke bangkunya tadi dan merapikan dirinya.
Sasuke mengatur nafasnya sambil melirik ke kiri dan kanan. Beruntung karena kaca mobilnya adalah kaca spy yang hanya bisa melihat keluar tetapi tidak bisa melihat ke dalam. "pergilah Cherry.. sebelum aku melahapmu lagi"
"oo.. Sampai Jumpa.." Sakura menarik nafas panjang lalu keluar dari mobil, melambai untuk terakhir kalinya kepada Sasuke dan berlari ke arah teman-temannya. Sakura menoleh sekali lagi ke arah mobil dan bernafas lega ketika ia tidak bisa melihat Sasuke dari luar, jika ada yang melihat mereka bercumbu seperti tadi apa yang akan orang-orang bicarakan?. Sepasang ayah dan anak tiri bercumbu?. Tidaaakk.. orang-orang tidak boleh tahu tentang hubungan terlarang mereka berdua. Sakura tahu, jika itu akan berpengaruh buruk untuk reputasi dirinya dan juga Sasuke. jadi ini harus di sembunyikan, yaah.. sesuai dengan namanya bukan? Hubungan terlarang.
Sakura menghembuskan nafasnya lalu menoleh ke atas, ke langit biru yang berawan putih. "Kaa-sanizinkan aku mencintai suamimu.., izinkan aku menjadi kekasihnya".
"Sakura-Chan.. kenapa lama sekali, cepatlah" Sakura menoleh ketika mendengar suara sahabatnya, dan tersenyum bahagia, setelah akhirnya ia tidak perlu lagi menutupi perasaannya pada Sasuke sekarang Sakura akan menikmati liburannya bersama teman-temannya.
"Gomen.. ayah tiriku sedikit cerewet pagi ini"
"aah.. aku tidak akan mengeluh jika yang mengomeliku setampan ayah tirimu, beruntungnya kau. Sakura"
"apanya yang beruntung?, kau ini" Sakura menoyor kepala Ino, tapi Ino memang benar. Siapapun pasti rela jika di omeli oleh ayah sekeren Sasuke.
"Sakura.." suara Sai menginterupsi Sakura dan Ino, Sakura menegakkan dirinya lalu menghadap kepada Sai. "akhir-akhir ini kau terlihat sekali menghindariku" ujar Pria itu kecewa.
Sakura menolehkan kepalanya ke arah mobil Sasuke, hanya untuk memastikan apakah Pria itu sudah pergi atau belum, dan ternyata Pria itu belum pergi. Dia malah berdiri bersandar dikepala mobilnya menatap Sakura, Pria itu membuat garis lurus di lehernya seperti gerakan memotong leher, memberikan peringatan kepada Sakura untuk cepat menyelesaikan urusannya dengan Sai. Sakura tertawa pelan lalu menoleh lagi kepada Sai.
"Sai... ada yang ingin kukatakan padamu…"
.
.
.
.
Pria itu tersenyum puas ketika melihat keponakannya ayng cantik masuk ke dalam kereta, ia tidak suka jika keinginannya tidak terpenuhi. Ia akan menadapatkan uang dari pria kaya itu. Apapun akan ia lakukan untuk bisa berjudi atau minum minuman beralkohol lagi, hidupnya tergantung dari itu semua. Maka inilah yang ia lakukan, membuntuti keponakannya pergi bersama teman-temannya jauh dari Uchiha Sasuke yang mengurung Sakura terus menerus di rumah yang ia tidak tahu berada dimana.
"aaahh.. Sakura, Paman rindu padamu" Pria itu berbisik penuh arti ketika melangkahkan kakinya ikut masuk ke dalam kereta yang dinaiki oleh Sakura. "semoga kau bisa banyak menghasilkan uang untukku"
.
.
Sasuke masuk lagi ke dalam mobilnya dan bersiap untuk melajukan mobilnya ketika ia melihat Pria itu. Haruno Sumru. apa yang ia lakukan disini?. Sasuke mengerutkan alisnya, "Sial…" Sasuke memukul kemudi sambil melajukan mobilnya kencang ke arah tujuan kereta Sakura. Menyusul kereta denga mobil lebih mudah, karena laju mobilnya bisa lebih cepat dari kereta.
Pria itu tidak pernah menyerah untuk mendapatkan keuntungan dari hubungannya dengan Sakura, tidak salah jika Heewon menyuruhnya menikahinya agar perwalian Sakura jatuh padanya dari pada adiknya yang sering mabuk-mabukan. Apa jadinya jika Sakura hidup berdua saja dengan Pria itu? Sasuke berdigik, ia tidak bisa membayangkan apa ayng akan terjadi, tidak.. Sakura tidak akan pernah ia serahkan pada Pria itu, pada siapapun juga. Sakura miliknya, sejak ia pertama kali melihat Sakura, Sasuke sudah mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ia akan menjadikan gadis itu miliknya. Dan setelah sekarang Sasuke bisa menjaga dan meraih Sakura, siapapun tidak boleh mengambilnya dari Sasuke.
.
.
.
.
TBC….
Holaa Haha-Chan kembali lagi nie… sebelumnya Haha minta maaf karena Haha kurang teliti ngeditnya di chap 1 ya. Ok Haha akan perbaiki lagi mungkin di minggu mendatang… dan untuk yang udah Review Haha minta maaf soalnya nggak bisa bales satu satu soalnya jaringan di daerah Haha sulit banget jadi Gomen yaa…. Terus yang minta link nya sabar ya mungkin akan Haha kirim di PM. Ok sekian semoga chap 2 ini nggak mengecewakan
Akhir kata RnR. Semakin banyak kalian Review semakin cepat saya edit dan saya publish. Ok see you
