Bismillahhirrohmanirohim!
(maaf bagi yang non-muslim -.-V)
Selamat membaca ^-^
Naruto, kepunyaan Masashi Kishimoto
Kissing under the blooms sakura? Punya Imechan
Terinspirasi dari The Falling Snow karya Wataru Mizukami
Summary : Sakura yang berusaha untuk mendapatkan Sasuke mencoba berguru dengan Naruto yang merupakan sahabat Sasuke. Dan apa jadinya jika Sakura malah jatuh cinta pada gurunya tersebut? Dan apa jadinya ketika Sasuke malah memiliki perasaan terhadap Sakura?
Pasangan : NaruSaku , little SasuSaku
PERINGATAN! : OOC, AU, gaje, miss-typo, abal dan sebangsanya.
Tidak suka? Tidak usah di baca dan jangan diblame.
.
Final chapter
.
.
"Li, lihat itu! si Naruto dengan Haruno itu!"
"E, eh? Mereka pacaran?"
"Haruno sial!"
"Wah, mereka pacaran ya? Memang cocok sih.."
"Wa! Naruto milikku diambil si Haruno itu!"
Mungkin itulah gumaman murid-murid di sekolah, ketika melihat Naruto dan Sakura yang berjalan memasuki sekolah dengan bergandengan tangan.
"Pagi yang indah ya, Honey." ucap Naruto dengan wajah innocentnya pada Sakura.
"I, iya darling." ucap Sakura sambil tersenyum getir karena sangat nervous.
"Pstt! Wajahmu tegang tuh!" bisik Naruto di telinga Sakura. Wajar saja Sakura tegang, baru pertama ini dia bergandengan tangan dengan laki-laki selain ayahnya.
"Iya-iya maaf! Dasar bocah cerewet." gerutu Sakura seraya memonyongkan mulutnya.
"Hey! Siapa yang cerewet? Aku hanya memberitahumu, Dasar jidat lebar!" Seru Naruto yang agak jengkel. Mendengar ucapan Naruto itu Sakura langsung naik darah.
"Dasar anak rubah sial!"
"Berisik! Dasar jidat!"
"Cerewet bau!"
"Berisik gendut!"
"Kumis!"
"Jidat!"
"Rubah!"
"Babi!"
"Anjing!"
"Kecoa!"
"Cicak!"
Naruto dan Sakura terus-terusan mengumpat satu sama lain. Dari mengejek fisik mereka masing-masing sampai menyebutkan nama-nama hewan yang menurut mereka pas untuk diucapkan. Sampai pada akhirnya Sakura sudah tidak tahan menghadapi Naruto.
"Khhh! Sini kau!" seru Sakura sambil mengejar Naruto yang pontang-panting berlari. Para murid yang melihat kejadian itu hanya bersweatdrop ria. Baru saja mereka menampilkan kemesraan mereka tetapi detik berikutnya malah berkelahi.
'Cih, lari Sakura lumayan cepat juga!' gumam Naruto sambil terus berlari. Dan ketika Naruto berbelok di tikungan koridor, dia melihat Sasuke yang sedang digerumbungi para fansnya. Naruto langsung menghentikan larinya, lalu menghitung fans Sasuke yang ada di sana. "Wah-wah, saingan Sakura banyak ya," ucapnya sambil manggut-manggut.
Karena terlalu asik menghitung, Naruto tidak menyadari bahwa Sakura sudah berada dibelakangnya dan langsung menarik seragam sekolah Naruto.
"Kau tadi berani-beraninya mengatai fisik ku, Hah!" Sakura yang geram langsung meninju perut Naruto. Naruto hanya berteriak histeris kesakitan. Dan mereka pun kembali memulai perkelahian kecil mereka. Tanpa mereka sadari kelakuan mereka itu mengundang perhatian Sasuke dan para fans nya.
"Yo, Dobe.. Sedang apa kau di situ?" tanya Sasuke yang masih berdiri di tempatnya. Naruto dan Sakura yang sadar langsung menghentikan 'perkelahian' kecil mereka, lalu dengan serempak menolehkan kepala mereka menghadap Sasuke.
"Aa..." Naruto terlihat memutar otaknya,
"Loh, Kau Sakura yang kemarinkan..?" tanya Sasuke sambil berjalan mendekat pada Naruto dan Sakura.
Melihat Sasuke yang berjalan mendekatinya, tubuh Sakura langsung membeku, jantungnya langsung dag-dig-dug. Para fans Sasuke yang melihat Sasuke berjalan menghampiri Naruto, langsung membubarkan diri lalu berjalan menuju kelas mereka masing-masing.
"Terimakasih, bento yang kemarin ya.." ucap Sasuke sambil tersenyum tipis pada Sakura—yang masih membeku.
Sakura hanya mangap-mangap untuk mengatakan sama-sama tapi sepertinya bibirnya terlalu kaku untuk menyucapkan kata itu. "Hey tersenyum lah!" ucap Naruto sambil menarik sisi-sisi mulut Sakura.
"Apa-apaan sih?" seru Sakura lalu memukul-mukul tubuh Naruto yang meringis kesakitan. Dan mereka mulai lagi melakukan 'ritual' tidak penting mereka.
"..." Sasuke hanya menonton mereka dengan bola mata yang memancarkan ekspresi aneh.. Ekspresi diantara bingung, heran, jengkel, kesal dan... Cemburu?
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o
Tee—eett Te—eett
Bel tanda istirahat ini memang surganya bagi para murid yang sedang suntuk mengikuti mata pelajaran. Dengan segera mereka langsung menghamburkan diri keluar kelas. Menuju tempat favorit mereka masing-masing, ada yang pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka, ada yang ke perpustakaan untuk belajar, dan ada juga yang pergi ke taman untuk 'mojok' bersama kekasih. Ckckck.. Memang kehidupan remaja zaman sekarang.
"Hey Sakura," Ucap Ino sambil membalikan tubuhnya menghadap Sakura yang sedang menyalin tulisan di papan tulis. Sakura hanya bergumam tanda merespon sapaan Ino barusan. "Kau pacaran dengan Naruto?" pertanyaan Ino ini mampu membuat Sakura tersentak.
"E,eh? Kata siapa? Tidak kok." jawab Sakura yang menatap wajah Ino sesaat, lalu kembali meneruskan pekerjaannya yaitu menyalin.
Ino memutar bola matanya dengan malas. Dasar sahabat pink nya yang satu ini.. Tidak pernah bercerita tentang kehidupan asmaranya sama sekali, terakhir itu saat dia sedang menulis surat cinta yang akan dikirimnya untuk Sasuke.
"Kau jangan bohong.. Bukannya kau suka dengan Sasuke?" tanya Ino sambil melirik Sakura—yang sedang menulis, dengan ekor matanya.
Sakura menghentikan kegiatan menulisnya, lalu mengubah posisi duduknya menghadap Ino. "Sudah ku bilang, aku tidak berpacaran dengan Naruto. Aku hanya menyukai Sasuke, paham?" ucap Sakura dengan penekanan di kata 'hanya' .
"Tapi tadi pagi, banyak yang melihatmu bergandengan tangan dengan Na—"
"S. A. K. U. R. A !" teriak Naruto yang tiba-tiba muncul di depan kelas Sakura. Sontak saja seluruh isi kelas—termasuk Ino dan Sakura, langsung terlonjak kaget. Ino yang melihat Naruto langsung menyenggol lengan Sakura lalu langsung menatapnya dengan tatapan yang seolah mengatakan 'Kau bohong denganku'. Sakura hanya mendengus kesal lalu berdiri dan langsung berlari kecil menghampiri Naruto.
"Mau apa kau ke kelasku? 'kan biasanya pelatihan kita dimulai setelah pulang sekolah?"
Naruto hanya menontonkan cengiran kuda miliknya, "Kau ingin mendapatkan Sasuke secepatnya, 'kan? Oleh karena itu kau harus latihan bagaimana rasanya dekat dengan laki-laki sejak dini!" Jelas Naruto sambil meraih pergelangan tangan Sakura. "Ayo kita sambung yang tadi pagi!" serunya lalu segera mengambil langkah seribu membawa Sakura—yang histeris. Yup.. Naruto melatih Sakura untuk merasakan bagaimana rasanya berhubungan ataupun dekat dengan lelaki. Agar saat bersama Sasuke dia tidak canggung ataupun kaku lagi.
Mungkin 'melatih' itu hanya alasan Naruto untuk mendekati Sakura. Sepertinya sedikit demi sedikit Naruto mulai tertarik dengannya.
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o
"Ck. Aku benar-benar tidak suka dengan suasana kantin yang penuh seperti ini," ucap Sakura sambil mengipas-ngipaskan tangannya untuk menghasilkan semilir angin untuk menyejukannya. Kantin yang penuh ini membuat hawa menjadi panas.
"Nikmati sajalah!" seru Naruto yang sedang duduk di seberang Sakura. Mereka sedang duduk di meja paling pojok yang ada di kantin ini.
"Ini, silakan dinikmati." ucap seorang bibi-bibi yang meletakan semangkok Ramen super besar yang dipesan Naruto.
"Waahhh! Terimakasih bibi!" seru Naruto lalu langsung menyantap ramen supernya itu dengan lahap. Ck.. Naruto makan seperti orang yang tidak pernah makan selama 77 hari saja.
Sakura hanya melirik pelatih konyolnya sebentar lalu mendengus sebal sambil mengaduk-aduk jus mangga miliknya dengan sedotan.
"Kau benar-benar tak ingin pesan makanan?" tanya Naruto di sela makannya. Sakura hanya menggeleng pelan untuk menjawab pertanyaan Naruto tersebut.
Naruto langsung mendengus panjang, "Hey makanlah! Rugi sekali apa bila kau tidak makan ramen super enak ini!"
"Sudah ku bilang, Aku tidak ma—" ucapan Sakura langsung terhenti saat Naruto tiba-tiba menyuapinya dengan mie ramen. Dengan susah payah Sakura langsung mengunyah dan menelannya.
Glek.
"Enak." ucap Sakura dengan wajah berbinar-binar berlebihan.
"Nah, betulkan? Kau pasti suka Ramen ini!" Naruto langsung tertawa geli melihat ekspresi Sakura. Sakura langsung mengambil sumpit panjang yang ada di dalam rak sendok yang disediakan di setiap meja di kantin ini.
"Mau apa kau?" tanya Naruto sambil menutupi mangkok ramennya.
Sakura menampilkan cengiran manis miliknya, "Bagi lagi dong!" ucap Sakura sambil berusaha menerobos tangan Naruto.
"Tidak mau!" seru Naruto—yang masih menutupi mangkok ramennya dari sumpit Sakura.
"Hey! Berbagilah dengan muridmu ini!"
"Tidak, Tidak, tidak!"
"Hey, Ayolaah!"
Naruto dan Sakura kembali memulai perkelahian kecilnya di atas meja kantin tersebut. Berpasang-pasang mata melihat tingkah mereka itu, termasuk sepasang mata onyx yang tak lepas memandangi mereka.
"Wah, wah.. Naruto sekarang sedikit berubah, ya?" ucap seseorang yang sedang bersama dengan sang pemilik iris onyx tersebut.
"Hn." respon sang pemilik bola mata onyx yang tak lain dan tak salah lagi adalah Sasuke.
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o
Sudah berhari-hari lamanya Sakura dilatih Naruto untuk mendapatkan cinta dari Sasuke. Dan sudah berhari-hari pula Sakura ke rumah Naruto untuk berlatih. Mereka berlatih dengan membaca buku-buku cinta yang mereka beli di toko buku, berlatih dengan pengalaman Kushina waktu muda dulu dan yang terpenting adalah mereka berlatih dengan logika.
Sakura mulai mengerti sifat-sifat Naruto yang bermacam-macam, tergantung moodnya. Tetapi Sakura yakin satu hal, Naruto adalah seorang lelaki baik hati yang rela mengorbankan tenaga dan waktunya untuk membantu Sakura yang bahkan baru saja dikenalnya.
Sakura POV.
Sraaahhssss
Glup Glup Glup
Mungkin bunyi itulah yang terdengar ketika aku mencuci tangan di washtapel yang ada di kamar mandi keluarga Uzumaki ini. Aku sudah sering ke rumah ini. Sampai-sampai aku menjadi akrab dengan ibunya si blonde itu. Dan sudah berhari-hari pula aku berlatih dengan pelatih konyol itu.
Cih. Kadang aku tidak tahan menghadapi kelakuan si Naruto itu! Aku ingin segera mempraktekan tahayul sekolah itu dengan Sasuke! Tapi, kalau bisa bilang begitu, aku tidak perlu bersusah payah begini.
Aku menatap pantulan wajahku di cermin yang terletak di atas washtapel itu, yah.. Wajahku lumayan lah.. Tidak terlalu jelek-jelek amat. Jadi tidak terlalu sulit untuk mendapatkan Sasuke. Sebaiknya aku segera keluar sajalah. Kasian Naruto yang menunggu lama.
Aku langsung melangkahkan kaki keluar dari kamar mandi tersebut. Semoga saja pelatihan ini segera berakhir dan aku segera dapat menyatakan perasaanku pada Sasuke.
Normal POV.
'Clek'
Mungkin itulah bunyi derit pintu yang Sakura buka, yaitu pintu untuk memasuki ruang tengah keluarga Uzumaki.
"Aku kembali.. Kita teruskan yang..." Sakura tidak meneruskan kata-katanya ketika melihat Naruto yang tertidur lelap dengan posisi duduk di atas kursi dan dengan memangkukan wajahnya diatas tangannya yang berada di atas meja.
Semilir angin membuat tirai gorden di depan meja Naruto yang sedang tertidur itu, melambai perlahan. Benar-benar suasana yang tenang. Perlahan Sakura berjalan menghampiri Naruto yang sedang tertidur tersebut. Sakura dapat mendengar suara dengkuran pelan Naruto. Mungkin dia Sangat kelelahan.
"Hem, lelap Sekali tidurnya," gumam Sakura sambil membungkukan tubuhnya. "Mungkin dia kelelahan menghadapi sikapku ini.. Padahal sebelumnya tidak terpikir sama sekali olehku, akan kenal dengan orang ini." Sakura mengoceh sendiri sambil tetap menatap Naruto yang tertidur.
Sakura mendekatkan wajahnya ke wajah Naruto, "Sedekat ini pun tidak masalah buatku, yah tapi itu kalau yang kuhadapi si Naruto, sih.."
Sakura terdiam dan tetap menatap wajah Naruto yang masih terlelap, 'Padahal seandainya orang yang kusukai.. Adalah Naruto.. Pasti impianku akan terwujud dengan mudahnya..' pikir Sakura dan tetap menatap wajah Naruto dengan jarak yang dekat.
Tep.
"Wakh!"
Tiba-tiba Saja mata Naruto terbuka perlahan. Dan tentu saja itu membuat Sakura kaget dan langsung terjatuh.
"O, Oi!" seru Naruto sambil membantu Sakura untuk berdiri. "Apa yang kamu lakukan? Kau tidak apa-apa?" tanya Naruto.
"I,iya." ucap Sakura seadanya. 'Tadi itu aku memikirkan apasih?' gumam Sakura dengan wajah yang tiba-tiba memanas.
"Maaf, ya, aku ketiduran. Nah, ayo kita lanjutkan..." Sakura hanya mengangguk lemah tanda mengiyakan. Entah kenapa dia merasa deg-degan seakaan jantungnya memaksa untuk keluar. Padahal yang Sakura hadapi adalah Naruto.. bukan Sasuke.
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o
"Ahh.. Aku capek sekali.. Sudah lama tidak latihan basket," keluh Naruto. Sekarang dia sedang duduk di bangku yang ada di pinggir lapangan basket di sekolahnya.
Tuk.
Tiba-tiba ada yang melempar sehelai handuk kecil ke wajah Naruto yang sedang beristirahat sejenak itu.
"Yo, Dobe." sapa seseorang yang melempar handuk itu. Dan tentu saja orang itu adalah Sasuke. Siapa lagi orang di dunia ini yang memanggil Naruto dengan sebutan Dobe selain Sasuke?
"Teme." Naruto langsung melap keringatnya dengan handuk yang Sasuke lemparkan ke arahnya. Sasuke langsung mendekat lalu segera duduk di samping Naruto.
"Hey, sekarang kau jarang menemuiku." ucap Sasuke.
"Eh? Em.. Iya sih," jawab Naruto sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Belakangan ini aku sibuk melatih.. Eh maksudku sibuk dengan banyak hal."
Sasuke langsung menatap lekat pada Naruto. Naruto yang risih ditatap seperti itu hanya menyipitkan matanya.
"Hey Naruto.."
"Eng?"
"Kau tau? Kau menjadi bahan gosip di sekolah sekarang ini." ucapan Sasuke ini membuat Naruto sedikit heran. Sejak kapan Sasuke menjadi peduli dengan gosip-gosip murahan yang tersebar di sekolah.
"Kau yang sebelumnya jarang dekat dengan anak perempuan.. Sekarang sibuk dengan satu cewek." ucap Sasuke lagi sambil menyenderkan punggungnya di senderan bangku yang sedang ia duduki.
Naruto yang mendengar tuturan Sasuke langsung mengangkat sebelah alisnya karena heran.
Sasuke langsung mendelik Naruto dengan ekor matanya, "Dengan Sakura." ucapan Sasuke itu kontan membuat Naruto tersentak.
"I, itu tidak benar!" kilah Naruto sambil berdiri.
"Lho? Masa sih?" tanya Sasuke yang ikut-ikutan berdiri. Sasuke langsung tersenyum kecil. "Hmm.. Kalau begitu aku boleh mengincar dia, dong?"
Naruto terlihat begitu shock dengan pertanyaan yang Sasuke lontarkan, mulutnya hanya bisa mengucapkan kata 'eh' saja.
"Waktu itu dia membawakan bekal makan untukku 'kan? Itu artinya dia menaruh perasaan padaku.. Dia cantik juga dan aku pun tertarik padanya," ucap Sasuke sambil menatap blue shappire milik Naruto. "Aku jadi kepikiran untuk pacaran dengannya.. Bagaimana menurutmu?"
Naruto terlihat membatu sesaat. Bagaimana Naruto? Apa kau setuju dengan pendapat Sasuke itu..? Bukankah tujuanmu melatih Sakura selama ini adalah agar Sasuke bisa menyukai Sakura?
Dan.. Apa yang salah Naruto? Kenapa tiba-tiba saja raut wajahmu berubah? Kenapa tiba-tiba saja jantungmu berdegup kencang dan tiba-tiba saja hatimu terasa nyeri? Ada yang salah, Naruto..?
"Terserah kau saja.." jawab Naruto.
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o
"Cih, Naruto lama sekali.." gumam Sakura sambil melirik jam dinding. Saat ini Sakura sedang menunggu Naruto di dalam kelasnya, seorang diri. Karena teman-teman sekelasnya termasuk Ino sudah pulang duluan sejak 10 menitan yang lalu.
"Eits! Aku menunggu-nunggu dia bukan karena senang! Tapi, karena hari ini dia akan mengajariku cara menyatakan perasaan!" ucap Sakura sambil mengepalkan tangannya. "Arg! Aku beralasan pada siapa sih!" Sakura langsung mengacak-acak rambutnya dengan gemas. Mungkin dia sedang bingung dengan perasaannya sekarang ini.
Sakura langsung merebahkan kepalanya diatas mejanya, "Tapi.. Kalau aku menyatakan perasaanku pada Sasuke dan diterima, selesai sudah urusanku dengan pelatih konyol itu.." Sakura yang sadar dengan ucapannya barusan langsung mengebrak mejanya dengan kasar. 'Kenapa begini? Kenapa barusan... Aku merasa kesepian?' pikirnya sambil menutupi mulutnya dengan tangan.
"Sakura.." panggil Naruto di depan pintu kelas Sakura. Sakura yang mendengar langsung menoleh ke arah Naruto.
"Naruto! Aku sudah lama menung—"
"Sasuke memanggilmu." potong Naruto.
Mata Sakura membulat seketika, "Eh? Yang benar? Masa' sih?" tanya Sakura yang tidak percaya dengan apa yang Naruto ucapkan.
"Dia menunggumu di taman belakang." ucap Naruto tanpa menjawab pertanyaan Sakura barusan.
Sakura yang bingung karena hal ini terlalu mendadak langsung mengambil langkah, "A, aku menemui dia dulu! Oh, iya, aku belum diajari cara menyatakan pera—"
"Pelatihan sudah selesai."
"E,eh?" Sakura terlihat terhenyak ketika mendengar perkataan barusan. Pelatihannya dengan Naruto selama ini sudah selesai? Bukankah itu yang dia harapkan selama ini?
"Dulu aku sempat berpikir kalau kau tidak akan bisa mendapatkan Sasuke. Tapi kau terus berusaha keras.. Kau sangat ceria dan terus melangkah ke depan.. Itu kelebihanmu.. Karena itu, nyatakanlah perasaanmu.. Seperti apa adanya kamu dan dengan kata-katamu sendiri." ucap Naruto sambil tersenyum lembut tetapi terlihat menyimpan rasa sakit yang begitu dalam. Sakura hanya terdiam mendengar ucapan Naruto. Sakura merasa kata-kata Naruto begitu menggelitik hatinya. Begitu membuat hatinya bimbang.
Naruto segera membalikan tubuhnya lalu berjalan menjauhi Sakura, "Semoga sukses." ucapnya.
"Eh? Tung—"
"Oh, iya.. Sepertinya bunga Sakura di taman belakang sedang bermekaran.. Syukurlah, pasti impianmu bakal terwujud.." ucap Naruto lalu segera mengambil langkah cepat meninggalkan Sakura di belakangnya.
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o
Sakura berjalan perlahan menuju taman belakang sekolahnya. Sakura terlihat sangat frustasi.. Dia terlihat sangat bimbang dengan hatinya.
'Impianku... Akan terwujud..?'
"Sakura!" seru Sasuke ketika melihat Sakura yang berjalan mendekat ke arahnya.
"Sa, Sasuke.." gumam Sakura ketika sudah berada di hadapan Sasuke.
Sasuke langsung tersenyum tipis, "Aku senang kamu mau datang." ucapnya. Sakura hanya mengangguk pelan lalu menundukan kepalanya, mencoba menyembunyikan ekspresi bimbangnya saat ini.
"Sakura.. Kamu suka padaku, 'kan?" pertanyaan Sasuke ini mampu membuat Sakura terhenyak. Sakura tidak menjawabnya dan hanya menatapnya dengan tatapan kebingungan.
"Aku ingin pacaran denganmu."
Wusss...
Semilir angin membuat bunga-bunga berjatuhan dan berterbangan.
'Rasanya ini tidak mungkin...'
"Impianmu bakal terwujud, Sakura." Tiba-tiba saja otak Sakura menampilkan wajah Naruto dan kata-kata Naruto yang selalu menyemangati hatinya.
'Apa aku akan menyatakan perasaanku.. Dengan kata-kataku sendiri?'
"Ayolah Sakura! Lakukan dengan benar!" lagi-lagi Sakura teringat dengan kata-kata Naruto dulu, saat melatihnya untuk berjalan catwalk di dalam rumahnya.
'Naruto benar, aku harus menyatakan perasaanku sendiri''
"Bagus! Kamu sudah melakukannya dengan baik." dan untuk ketiga kalinya sakura mengingat momen-momennya saat dilatih oleh Naruto. Naruto begitu lembut dan baik. Selalu bersemangat dan ceria.
"Sakura.." suara Sasuke ini mampu memecah lamunan Sakura. "Apa perasaanmu waktu itu.. Masih sama sampai sekarang?"
Kenapa Sasuke menanyakan hal itu..? Tentu saja Sakura masih menyukai Sasuke.. Tetapi kenapa tiba-tiba saja dada Sakura terasa begitu sesak saat mendengar pertanyaan Sasuke itu?
"Ti, tidak mungkin! Eh, tidak! Maaf, bukan begitu!" Sakura mulai meracau tidak jelas sambil menundukan kepalanya.
'Apa yang terjadi denganku? Padahal impianku bisa jadi bakal terwujud''
"Sakura..." ucap Sasuke sambil mengangkat wajah Sakura dengan jarinya, "Temuilah Naruto." ucap Sasuke. Dengan sekejap emerald Sakura langsung berair. Perasaan bimbang itu kini telah hilang. Kini Sakura sadar akan perasaannya yang sebenarnya.
"Ma, maaf!" seru Sakura lalu segera mengambil langkah seribu meninggalkan Sasuke.
"Aah..." dengus Sasuke. " Diambil si Dobe itu, deh."
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o
Sakura terus-terusan berlari kemana pun itu. Tujuannya berlari hanya satu, yaitu untuk mencari sosok Naruto.
Sampai akhirnya dia melihat Naruto yang sedang duduk di bangku yang berada di bawah sebatang pohon Sakura yang sedang mekar.
"NARUTO!" teriak Sakura lalu berlari menghampirinya.
"Hah? Kenapa kau ada di sini! Sasuke mana!" tanya Naruto bertubi-tubi sambil berdiri. Dalam sekejap Sakura sudah berada di hadapannya.
Sakura langsung mengepalkan tangannya, "To, tolong ajari aku bagaimana menyatakan perasaanku!" seru Sakura lalu menarik napasnya dengan panjang. "Aku ingin kau terus jadi pelatihku!" serunya Lagi.
Naruto tertegun mendengar pernyataan Sakura tersebut, "Dasar bodoh! Sudah ku bilang, latihan kita sudah selesaikan?" Naruto langsung menarik tangan Sakura, lalu...
Cup
Selama beberapa detik bibir Naruto dan Sakura bersentuhan. Dan hal ini membuat dada Sakura begitu bergemuruh.
"Ungkapan perasaan seperti ini sangat manjur," ucap Naruto dengan garis-garis merah tipis di wajahnya. "Aku tidak mungkin membiarkanmu menyatakan perasaanmu dengan cara seperti ini pada Sasuke. Aku tak mau Sasuke yang mewujudkan impianmu." Sakura masih terdiam dengan wajah yang super merah.
Dengan perlahan Sakura meraih tangan Naruto, "Tidak. Impianku sudah terwujud.." ucap Sakura sambil menatap lembut mata Naruto, "Karena aku bisa melakukan ciuman pertamaku dengan orang yang kusukai."
Naruto yang mendengar pernyataan Sakura tersebut langsung menutupi wajahnya—yang semerah tomat, dengan sebelah tanganya karena sebelah tangannya lagi sedang digenggam Sakura.
Setelah beberapa saat dengan posisi seperti itu, yang tujuannya untuk menstabilkan tempo detak jantung mereka berdua. Naruto melirik Sakura—yang sedang menunduk melalui sela-sela tangannya.
"Sakura..." ucap Naruto sambil mengangkat wajah Sakura dengan perlahan dan menatap matanya dengan lembut. Blue shappire dan emerald mereka bertemu. Sedikit demi sedikit Naruto membunuh jarak diantara mereka. Sakura saja dapat merasakan terpaan napas Naruto di wajahnya. Sampai pada akhirnya bibirnya menyentuh bibir ranum Sakura.
Semakin lama, Naruto makin memperdalam ciumannya di bibir Sakura dengan lembut. Tanpa ragu ia melepaskan tangan Sakura yang saling mengait sama lain dan melingkarkan tangan Sakura ke lehernya. Naruto memeluk pinggang Sakura. Tidal ada jarak, tubuh saling menempel. Mata mereka terpejam, menikmati setiap ciuman. Detak jantung bersahut-sahutan. Debarannya terasa.
Ciuman hangat, lembut, dan lama. Terasa sangat manis.
Ciuman
Ya, mereka berciuman di bawah pohon Sakura yang sedang bermekaran. Lagi-lagi pohon Sakura itu menjadi saksi cinta dua insan manusia yang sedang memadu kasih.
'Kalau kau mengatakan cinta ataupun berciuman dengan orang yang benar-benar kau cintai di bawah pohon Sakura yang tengah berbunga, cintamu akan kekal abadi'
Kissing Under the Blooms Sakura?
"Cukup. Naruto." ucap Sakura yang menghentikan ciuman hangatnya. "Aku perlu memasok udara," gumamnya sambil menarik napas. Naruto hanya tertawa kecil.
"Sakura.." Naruto dengan jari tangannya menyelipkan sebagian rambut Sakura kebagian belakang telinganya. "Aku mencintaimu." seketika wajah Sakura langsung memerah lagi mendengar ucapan Naruto itu.
"A, Aku juga mencintaimu!" jawab Sakura lalu langsung menghamburkan dirinya memeluk Naruto.
FIN.
A/N : kyahahahahahahah! Ime cepet apdet 'kan? bagus tidak tuh? jelek ya? Aduh ime jadi merasa galauu.. *gaje*. Oh iya maaf ya apabila ada kata-kata yang salah ketik ataupun tidak jelas.. soalnya Ime nulisnya cepat-cepat.. sekali lagi maafin ime T-T
BIG SPECIAL THANKS TO : KataokaFidy, Kaori Ryuusei, Miya Hime Chan, UZUmakinUZUka, Rinzu15 the 4th espada, Mugiwara 'Yukii' UzumakiSakura, Naruto lover, OraRi HinaRa, Ziah chan, Ryukimisa-chan.
DAN. Kalian semua yang udah baca walopun gk sempet review.. Terimakasih banyak!
sayonara!
