Cinderella Man
Tsukishima Kei | KageyamaTobio
Disclaimer : Haikyū! (ハイキュー!), HaruichiFurudate.
Genre : Friendship, Romance, BL Dan tentukansendiri genre lainnya :D
Warning! OOC, OOT, Typo everywhere, Alur berantakan, EYD kacau..
Mengandung unsur Shounen Ai untuk yang tidak menyukai Shonen Ai, Yumi saranin ngga usah baca..:3
Pemandangan yang sangat tidak biasa bisa kita lihat sekarang ini. Dalam ruangan istana yang besar dan luas ini banyak sekali gadis-gadis bergaun indah. Mereka tampak begitu senang karena undangan pesta yang diadakan oleh raja mereka. Tidak hanya para gadis, keluarga bangsawan serta rakyat biasa lainnya juga diundang dalam pesta itu.
"Haaah…"
Kageyama tampak menghela nafas panjang. Ia duduk sambil bertopang dagu diatas singgasananya. Ia sama sekali tidak menikmati pesta yang ia adakan sendiri, bahkan ia menolak semua ajakan gadis-gadis yang mengajaknya berdansa.
"Haaah…" Lagi-lagi ia melakukannya.
"A-ano… Ousama-san… Anda baik-baik saja?"
Hinata menepuk pelan pundak tuannya. Ia tampak begitu cemas namun juga takut karena tuannya terlihat begitu bosan dan marah saat ini. Hinata juga kebingungan karena hanya dia yang menemani rajanya, Tsukishima tidak ada bersama mereka.
"Huh? Apa kau pikir aku baik-baik saja? This is suck! Dan dimana Tsukishima?!"
Kageyama memberikan tatapan menusuknya pada Hinata. Hinata sampai melangkah mundur karena ingin menghindari tatapan Kageyama itu. Hinata teringat pada kata-kata Tsukishima itu beberapa jam sebelum pesta dilaksanakan.
"Uhuk! Uhuk! Maaf… tiba-tiba aku merasa tidak enak badan, tolong gantikan aku Hinata…"
Bayangan Tsukishima muncul dikepala Hinata. Hinata tau kalau Tsukishima hanya pura-pura sakit saja, ia juga tau kalau Tsukishima berusaha menghindari pesta ini dengan cara berpura-pura seperti itu. Yups, Tsukishima memang tidak menyukai acara formal seperti pesta dansa itu.
"Awas kau, Tsukishima?!" batin Hinata sambil mengepalkan tangannya.
Kageyama mengalihkan lirikannya dari Hinata ke arah lain. Ia merasa sangat bosan, ditambah lagi tidak ada satu gadispun yang mampu menarik perhatiannya sedikitpun. Wajahnya tampak bosan, ia mulai mengelus-elus lehernya. Ia merasa sangat haus.
"Hinata!"
"I-iya.."
"Ambilkan aku jus jeruk! Aku haus.."
"Ba-baik akan segera saya am…"
DEG!
Hinata teringat sesuatu. Ia sangat mengingatnya dengan jelas di dalam kepalanya. Bahkan ia juga ingat ekspresi macam apa yang diberikan Tsukishima saat mengatakannya pada Hinata.
"Hinata, apapun yang terjadi jangan beri Kageyama-sama jus jeruk! Kau tidak perlu bertanya apa alasannya. Oke?!"
"Hinata!" Kageyama sedikit membentak Hinata.
Itu membuat Hinata terkejut dan ia segera berlari mengambil segelas jus jeruk untuk Kageyama. Setelah mendapat apa yang diinginkannya, Kageyama segera meminum jus jeruk yang dimintanya tadi. Baru seteguk ia meminumnya, wajah Kageyama sudah berubah sangat merah, bahkan ia juga cegukan. Ia tampak seperti orang mabuk.
"O-ousama-san?" Hinata tampak khawatir.
"Aku ingin berdansa.."
Kageyama berjalan dengan sedikit sempoyongan. Beberapa gadis langsung menghampiri Kageyama, mereka berharap dapat berdansa dengan raja kerajaan Karasuno itu. Para gadis itu berebut untuk dapat berdansa dengan Kageyama. Namun Kageyama hanya memilih seorang gadis dengan gaun biru muda yang tingginya sama dengan dirinya.
Mereka berdua mulai berdansa dan berbaur bersama pasangan lain yang berdansa. Gadis itu berusaha mengajak Kageyama berbicara, tapi Kageyama sama sekali tidak memperhatikan apa yang dikatan oleh gadis itu. Sedari tadi ia hanya memperhatikan bibir merah gadis itu, semakin lama ia semakin mendekatkan bibirnya ke bibir gadis itu.
"O-ousama-san.."
"Hmm?"
Beberapa senti lagi bibir mereka berdua hampir bersentuhan. Kageyama sama sekali tidak sadar dengan apa yang dilakukannya, yang ia tau ia sedang ingin mencium seseorang. Tiba-tiba sebuah kipas kertas terbuka lebar diantara wajah Kageyama dan gadis yang akan diciumnya itu.
"Aapa-apaan in?" bentak Kageyama.
"Time's up! Maukah kau bertukar denganku nona? Aku rasa tidak adil jika kau memonopoli Raja kita ini.."
Tampak seorang gadis berambut pirang berdiri tepat disamping Kageyama. Gadis itu mengenakan topeng berwarna emas dan gaun berwarna kuning yang sangat indah dan mewah. Gadis itu tampak lebih tinggi daripada Kageyama. Itu membuat Kageyama mendongak saat menatapnya.
"Siapa kau?"
"Ousama-san.. Maukah kau berdansa denganku?"
Gadis itu membungkuk. Kageyama hanya mengulurkan tangannya pada gadis itu. Gadis itu menerima uluran tangan Kageyama. Kageyama dapat melihat dengan jelas kuku-kuku indah gadis itu yang dicat kuning keemasan.
"Kirei.." pikir Kageyama.
Mereka berdua berdansa hingga sebuah lagu selesai. Gadis itu melepaskan tangannya dari Kageyama dan berjalan menerobos banyak orang. Kageyama berusaha mengejar gadis misterius itu. Kageyama terus mengejarnya, bahkan ia ikut-ikutan menerobos tamu undangannya.
"Fuah! Sesak sekali?!"
Kageyama mengendorkan dasinya. Ia kini berada di balkon kerajaannya. Tempat itu tampak sedikit terang. Hanya cahaya bulan dan bintang saja yang menerangi bagian balkon itu. Saat Kageyama menoleh, ia mendapati gadis yang dicarinya tengah berdiri didekatnya.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Kageyama.
"..." Namun gadis itu hanya terdiam.
"Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?"
"Aku tidak harus selalu menjawab pertanyaanmu, kan Ousama-san?"
"Apa maksudmu? Aku ini raja! Jadi kau harus menjawab pertanyaanku?!"
"Kalau begitu, sebut saja aku 'Cinderella' . Seseorang yang akan segera menghilang dari hadapanmu tepat pada pukul 12 malam..."
Kageyama tampak tidak terima dengan perlakuan gadis itu. Ia bahkan sampai memukulkan tangannya di pembatas balkon itu. Gadis itu hanya melirik Kageyama, ia lalu berputar dan berjalan mendekati Kageyama.
"Kenapa kau mengadakan pesta ini, Ousama-san? Bukankah kau tidak memerlukannya?"
"Hah? Kenapa kau malah bertanya padaku?"
"A-aku... aku tidak suka jika kau bersama orang lain..."
Kageyama terkejut melihat gadis itu. Gadis itu menunduk, bahkan walau tertutup topeng Kageyama dapat melihat pipi gadis itu yang semakin memerah. Tanpa sadar Kageyama membuka topeng gadis itu lalu ia mencium gadis itu dengan panasnya.
Kageyama memasukan lidahnya kedalam mulut gadis itu. Lidah mereka saling bertautan. Mereka berciuman cukup lama. Bahkan Kageyama dapat merasakan tangan gadis itu yang mulai mencengram lengan pakaiannya. Ia bisa merasakan gadis itu bergetar hebat.
DUAK!
Gadis itu memukul Kageyama hingga pingsan. Ia menyeka ujung bibirnya yang basah karena saliva. Ia juga menutupi bibirnya dengan tangan kanannya. Wajahnya tampak merah padam. Bahkan air mata keluar dari kedua matanya.
"Ka-kau benar-benar raja bodoh!"
Gadis itu menurunkan tangannya. Kini seluruh wajahnya dapat terlihat dengan jelas bermandikan cahaya bulan, ia mengeluarkan sesuatu dari salah satu lipatan roknya. Ia mengeluarkan sebuah kacamata dan menggunakannya.
"Kalau kau melakukan lebih, kau akan menemukan siapa aku sebenarnya, Ousama-san..." batinnya.
TENG! TENG! TENG! TENG!
Jam besar kerajaan berdentang sebanyak 12 kali.
"Sepertinya aku harus kembali menjadi diriku sebelum Hinata kembali ke kamarnya."
Ia melirik kearah Kageyama, ia lalu tersenyum penuh arti pada rajanya yang tengah terbaring pingsan di balkon itu.
"Seperti yang kukatakan tadi, aku akan menghilang dari hadapanmu tepat pada pukul 12 malam seperti 'Cinderella' . Maafkan Aku yang mulia, Aku akan kembali menjadi pelayanmu yang setia setelah ini. Aku akan kembali menjadi Kei, Tsukishima Kei."
Lalu ia berbalik sambil membuka kipasnya. Ia menutupi bagian bibirnya agar tidak ada yang tahu siapa dia. Ia meninggalkan Kageyama yang tengah pingsan di balkon seorang diri.
To be Continue
See You next chapter.. xD
