Read? Dont Rude!
Happy reading~
Sehun memiliki jadwal les piano setiap hari senin dan jumat di jam 5 sore hingga jam 7 malam, maka tak heran bukan bila Kyungsoo sering memasak untuk Sehun lantaran jadwal les piano nya yang memang dekat dengan jam makan malam.
Saat ini Kyungsoo masih sibuk berkutat didapur untuk memasakan sesuatu yang lezat untuk sehun, ayam bakar madu lemon, ya itu menu untuk hari ini. Sehun sendiri sedang mengamati pergerakan kyungsoo di dapur dari meja makan, anak itu selalu terkagum melihat betapa luwes nya Kyungsoo menginvansi dapur, Sehun merasakan perasaan yang hangat sekali, ia jadi berfikir apakah seperti ini rasanya jika ia memiliki ibu yang memasak untuknya? Ahhh nyaman nya, Sehun jadi tersenyum senyum aneh membayangkan memiliki ibu seperti Kyungsoo kelak.
Ditengah tengah melamun nya, Sehun mendengar suara seseorang membuka pintu rumah, ia pun refleks menengok ke arah pintu.
"Willis, daddy pulang!" seru Chanyeol sesaat berhasil masuk ke rumah.
"Aku di meja makan dad" teriak Sehun dengan nada sing a song.
Chanyeol yang mendengar anak nya berteriak pun segera menghampiri si sumber suara. "Hai Boy, how was ur day?" tanya Chanyeol sambil mengacak ngacak rambut anak nya.
"Good, but never good as today". balas Sehun sambil merapihkan rambut yang diacak acak oleh daddynya.
"What happened? Want to share?" Chanyeol penasaran.
Sehun tidak menjawab tapi justru mengarahkan pandangannya kepada seseorang wanita yang telah berada di hadapan mereka dengan keadaan menunduk.
Chanyeol pun mengikutin arah pandang Sehun dan sedikit bingung dengan kehadiran wanita yang tidak pernah ia lihat sebelumnya . Chanyeol berusaha mencari jawaban dengan menatap Sehun, namun Sehun hanya mengangkat kedua bahu nya tanda Chanyeol harus mencari tahu nya sendiri.
Merasa disekitarnya hening, Kyungsoo pun menaikan wajahnya, ia sedikit terkejut saat arah pandangn nya bertabrakan dengan tatapan mata Chanyeol. Kyungsoo refleks menunduk lagi dan mengucapkan maaf.
"Ah, Selamat malam Mr. Park, maaf malam-malam begini menginvansi dapurnya" ucapnya kemudian ia membungkukkan badannya .
"Tidak perlu sungkan, hmm... Ms?"
"Kyungsoo. Do Kyungsoo"
"Baiklah Ms. Kyungsoo tidak perlu sesungkan itu, dan aku rasa kau sudah boleh mengangkat wajahmu"
Sesaat kemudian Kyungsoo mengangkat wajahnya, Chanyeol langsung mengulurkan tangannya kehadapan Kyungsoo. "Aku Park Chanyeol, daddy nya Sehun".
"Aku, Kyungsoo guru les piano nya Sehun, senang bertemu dengan anda Mr. Park". sambut Kyungsoo dengan nada lembut.
Ugh tangan nya lembut sekali. Ini kata hati Chanyeol.
"Ekhem.. dad, aku lapar bisa tolong lepaskan tangan Miss Kyungsoo? Dia tidak bisa melanjutkan masak kalau tangannya di genggam erat terus begitu". Sehun menginterupsi daddy nya yang terlihat canggung karna terlalu excited memandangi wanita cantik di hadapannya itu. Ini adalah pertemuan pertama mereka mengingat Chanyeol selalu pulang telat saat jadwal les pianonya Sehun.
"Ah.. maaf Ms. Kyungsoo, aku t-tidak bermaksud, hmm"Chanyeol salah ingkah setelah ia melepaskan genggaman tangannya.
Sedangkan di sampingnya, Sehun tengah terbahak bahak melihat kelakuan idiot daddy nya. Mendengar hal itu Chanyeol memandang anak nya dengan death glare, dan bukan nya takut Sehun justru malah semakin terbahak bahak.
Kini ketiga nya sudah duduk di bangku masing masing di meja makan, Setelah Kyungsoo menata makanan yang dimasak nya keatas meja makan. Kyungsoo berada tepat di hadapan Chanyeol dengan Sehun di samping nya, Chanyeol heran anak itu tiba tiba berkata bahwa ia ingin duduk di samping guru les nya tersebut.
"Miss bisa ambilkan aku ayam nya? Aku mau yang bagian Dada ya miss" ujar Sehun dengan nada manja.
Cih.
Chanyeol mendecih melihat kelakuan manja anak nya, apa apaan sikap manis itu, biasanya meja makan akan berantakan oleh ulah mereka hanya karna berebut siapa duluan yang mengambil makanan.
"Loh daddy kenapa bengong saja, mau diambilkan juga oleh miss?" Sehun mengejek ayahnya.
Sial. Sehun ini jahil sekali fikir Chanyeol, ingatkan dia untu menjewer Sehun nanti.
"Maaf bila aku kurang sopan, Mr. Park ingin aku ambilkan ayam?"
"Jangan, hmm maksudku panggil aku Chanyeol saja tidak usah terlalu formal begitu, aku merasa terlalu tua dengan panggilan itu"
"Baiklah, tapi apakah terdengar tidak sopan? Maksudku ku rasa kita memiliki jarak umur yang jauh"
"Tidak-tidak aku bukanlah lelaki kolot, dan aku merasa tidak nyaman dengan panggilan formal itu kalo boleh jujur, jadi tidak masalah bagiku untuk memanggil nama saja, oke Kyungsoo-shi?'
"Ya, Mr- ah maksudku Chanyeol-shi". Setelah nya kedua nya kembali melanjutkan makan mereka.
Disana tepat disebelah Kyungsoo, Sehun sedang tersenyum geli memandangi interaksi unik daddy nya dengan guru les cantiknya.
Makan malam telah selesai, Kyungsoo tengah bersiap untuk pulang, sebenarnya ia merasa tidak enak hati karna ia langsung pulang sehabis makan, ia sudah menawari untuk mencuci piring terlebih dahulu namun ditolak mentah mentah oleh Sehun yang diangguki oleh daddy nya. Jadi lah ia memutuskan untuk langsung pulang saja mengingat ini sudah cukup malam untuk berada di rumah orang
"Miss Kyungsoo pulang nya diantar daddy ku ya?" Sehun dengan santai nya berkata kepada Kyungsoo.
"Tidak perlu Sehun, sangat merepotkan, miss naik bus saja, lagipula tidak jauh kan jarak halte bus dari komplek ini". Tolak Kyungsoo halus.
"Tidak-tidak Kyungsoo, ini sudah malam dan itu bukanlah pilihan yang aman, aku akan sangat tenang bila bisa mengantarkan guru les anakku pulang dengan selamat sampai tujuan".
"Tapi-"
"Aku dan Sehun adalah dua manusia anti penolakan, jadi dengan sangat menyesal kau tidak boleh menolak, oke!" dengan refleks Chanyeol menarik tangan Kyungsoo menuju bagasi mobil nya.
Sesampainnya di depan mobil Chanyeol bingung mengapa Kyungsoo memandanginya, sampai tiba tiba Kyungsoo menaikan tangannya dan disana tangan kedua nya terpaut rapat.
Chanyeol pun bergegas melepas genggaman itu untuk kemudian menggaruk tengkuk nya yang tak gatal sama sekali.
"Ah maaf. Silahkan naik" Chanyeol membukakan pintu mobil untuk Kyungsoo.
Chanyeol segera masuk ke kursi kemudi dan segera menyalahkan mesin mobil. Di depan gerbang ada Sehun yang sedang menunggu mobil daddy nya keluar.
Chanyeol membuka kaca mobil disamping kyungsoo " Boy, jaga rumah sebentar oke".
"Okay dad, selamat malam miss, sampai ketemu di hari jum'at, hati hati ya miss dengan pria tua itu, kalau di mengebut di jalan jewer saja kuping peri nya itu" Sehun mengejek ayahnya lagi.
"Maafkan kelakuan anak itu ya kyungsoo, mulutnya suka hilang kendali memang". Chanyeol menatap sinis Sehun dan segera memencet tobol menaikan jendela otomatis untuk kaca di samping Kyungsoo lagi. Kemudian mereka pun berangkat menuju rumah Kyungsoo.
Di awal perjalanan tidak terjadi interaksi yang berarti diantara kedua nya selain interaksi Chanyeol menanyakan arah kepada Kyungsoo. Sampai Chanyeol akhirnya memberanikan diri untuk memulai percakapan lain.
"Kyungsoo apakah Sehun sering merepotkanmu? Apakah dia serius dalam les piano nya? Mengingat anak itu sesungguhnya lebih menginginkan untuk les bela diri dibandingkan dengan piano, demi menuruti kemauan mendiang ibu nya yaa dia terpaksa melakukannya".
"Sehun anak yang baik, dia tidak merepotkanku dan dia serius dalam hal belajar piano, ya memang diawal pertemuan dia sangat sulit dihadapi. Sifat dingin nya membuatku sedikit ngeri tapi setelah melewati pertemuan ke 2 ternyata dia anak yang sangat hangat".
"oh syukurlah, dia memang memiliki sifat itu sedari kecil, turunan ibunya. Tapi dia tetaplah anak yang manja, percayalah dia bahkan terkadang lebih manja dari anak gadis. Hahaha" Chanyeol tertawa dan Kyungsoo terenyum juga melihatnya.
"Ya, dia memang manja,terbukti dengan dia banyak merengek kepadaku, aku jadi merasa memiliki anak di rengeki oleh Sehun seperti itu, terutama bila dia sudah bosan dan lapar huh dia sangat manja". Kyungsoo jadi curhat soal kelakuan Sehun pada ayahnya.
"Maafkan untuk hal itu Kyungsoo, dia memang sangat manja kepada setiap wanita yang lebih tua dari nya seperti kepada nenek dan tante nya, yaa seperti yang kau ketahui Sehun besar tanpa seorang ibu".
"Sungguh aku tidak keberatan dengan sifat manja sehun, dia sangat manis". Kyungsoo menatap Chanyeol sambil tersenyum.
"Beruntung sekali anak itu selalu dikelilingi oleh wanita wanita cantik dan baik hati seperti dirimu, aku merasa bersyukur ia mendapatkan guru sekaligus tempat untuk bermanja manja, Sehun terlalu malu untuk bermanja denganku asal kau tahu".
"Ya tentu, anak seumur dia memang penuh gengsi, dia pernah bercerita tentang hal itu kepadaku ngomong-ngomong". "Dia bilang dia iri dengan jongin yang bisa tidur dipaha ibu nya, dia malu masa dia tidur dipaha daddy, sangat tidak keren kata nya, hahaha anakmu sungguh menggemaskan Mr. Park". Kyungsoo tertawa mengingat kelakuan Sehun.
"Dan bagaimana dengan dia yang selalu memintamu memasak? Apakah itu tidak menjadi masalah, maksudku kau dibayar untuk menjadi guru bukannya Chef, Sehun memang suka kelewatan".
"Oh tidak, bukan masalah untukku, sejujurnya aku adalah si penggila masak, hanya saja karna aku tinggal sendiri jadi aku tidak bisa menyalurkan hobiku kecuali untuk diriku sendiri, mendengar permintaan sehun kala itu, aku sangat senang karna akhirnya hobiku bisa tersalurkan" ujar Kyungsoo panjang lebar.
"Wahh beruntung sekali anakku bisa selalu merasakan makanan enak buatanmu" ujar Chanyeol dengan tampang iri yang dibuat buat.
Kyungsoo tersenyum "ehm. Kapan kapan aku akan memasakan juga untuk mu bila kau tidak keberatan untuk menghangatkan nya lagi".
"Tentu, namun apakah aku bisa meminta lebih?" ucap Chanyeol dengan tidak tahu diri nya.
"Lebih? Kyungsoo bingung dnegan pertanyaan Chanyeol namun kemudian dia rasa Chanyeol ingin ia memasakan yang banyak untuknya. "Ahh.. akan kubuatkan yang banyak nanti"
"Bukan, bukan lebih makanannya, maksudku apakah pacarmu akan memberi izin bila sekali-kali aku memintamu membuatkan aku makan siang? Kita bisa janjian di suatu tempat untuk bertemu dan memakan bekal buatanmu, bagaimana?" tawar Chanyeol sopan.
"ahahah aku sedang tidak dalam hubungan semacam itu, dan untuk makan siang aku rasa bukanlah masalah, justru aku sangat tersanjung ada orang yang menghargai masakanku, tapi apakah itu tidak menghabiskan waktu makan siangmu bila harus bertemu di suatu tempat? Bukankah lebih baik bila aku mengantar makan siang saja langsung ke kantormu bila tidak mengganggu?"
"Aku justru akan sangat senang sekali didatangi oleh chef cantik, oke call! Cukup hubungi aku kapan dan jam berapa kau akan datang maka akan aku gelar karpet merah spesial untukmu" ucap Chanyeol jenaka.
"hahaha ada ada saja" kedua nya tertawa bersama.
Tak lama kemudian mobil Chanyeol berhenti tepat didepan sebuah bangunan flat sederhana tempat Kyungsoo tinggal.
"Terimakasih telah mengantarkan aku dengan selamat daddy nya Sehun, hahaha" Kyungsoo mengucapkannya dengan nada yang membuat Chanyeol setengah mati gemas. Ugh.
"ahh ya sama sama, jangan sungkan" . Chanyeol speechless.
Setelahnya Kyungsoo berencana bergegas keluar dari mobil Chanyeol sebelum tangannya di tahan oleh Chanyeol.
"Berikan aku nomor ponselmu"
Tbc.
Haiii~ duh ini kayaknya gak akan jadi 2shoot/3shoot deh hahah masih gak kebayang lanjutannya, semoga chap kali ini cukup memuaskan. Terimakasih untuk yang review, rada sedih sih karna banyak silent readers nya hehe gpp aku gak baperan kok orang nya, ciee update barengan sama mak i got sehun hahah gak janjian mau update. Udh deh gitu aja see ya di next chapter ya~~~~
Xoxo.
YOUAREMYFIRE -OCT
