My Chef Butler My Best Butler

Pair : SebasCiel Slight CielLiz

DC : Yana Toboso

Chap 2

DLDR and Happy Reading :*

-Zyy Present-

.

.

"Tunggu Bochan, butler bochan menyampaikan pesan kepada saya. Bahwa ada masalah dikantor" Kata Sebastian, menahan tangan Ciel. Tentu saja ini adalah ketidak sengajaan, dengan ketus Ciel melepaskan tangannya. Sebastian masih pada posisi diamnya.

"Ekhheem..." Ciel berdehem dan membuat Sebastian keluar dari dunia lamunannya.

"Maaf maksud saya, bolehkah saya menyetir hari ini ?" Kata Sebastian menyelesaikan pertanyaan yang tadi sempat tertunda karena sebuah insiden sebelumnya.

"Ya...Kita berangkat sekarang Sebastian"

"Yes my lord" Kata Sebastian menyeringai. Seringai ? tentu saja karena ia senang diperbolehkan untuk selangkah lebih dekat dengan tuannya. Semakin banyak tugas yang Sebastian kerjakan, maka akan semakin dekat pulalah ia dengan Ciel. Dan Ciel akan semakin bergantung dengan Sebastian. Itu sangat menguntungkan karena jiwa Ciel akan lebih mudah untuk dipengaruhi.

.

.

-Phantom Company-

.

.

"Pertemuan hari ini aku rasa sudah cukup. Semoga langkah kita untuk meminimalisir pencurian barang bisa terlaksana dengan baik. Aku harap income bulan ini mencapai atau malah melebihi income bulan lalu. Terimakasih" Kata Ciel selaku direktur utama Phantom Company.

"For Phantom For Us !" Lanjutnya lantang.

"For Phantom For Us !" Dan suara serentak dewan direksi dan peserta rapat lainnya menutup pertemuan penting hari ini.

"Sebastian, kita keruangan" Kata Ciel.

"Yes my lord"

Ciel dan Sebastian meninggalkan ruangan rapat dan masuk keruang pribadinya. Saatnya berkutik dengan kertas, surat perizinan promosi produk, laporan pemasukan dan pengeluaran, dan semua yang berhubungan dengan Phantom Company.

"Sebastian, aku lapar"

"Anda tidak boleh makan tuan. Karena anda akan ada pertemuan dengan Tuan Elton James seorang pengusaha teh yang akan berkerja sama dengan perusahaan kita saat makan siang nanti"

"Hufft, berikan aku makan, aku lapar"

"Baiklah, saya akan bawakan sepotong pie apel dan teh untuk anda"

"Apa saja, aku tidak peduli" Kata Ciel, dan Sebastian pun meninggalkan ruangan Ciel.

Ciel menatap kertas-kertas ditangannya dengan pandangan kosong, sejenak ia menyentuh bibirnya. Bibirnya sudah disentuh oleh bibir Sebastian.

"Apa ini ciuman ?" Gumam Ciel.

"Ahh tidak tidak...ini murni kecelakaan. Ini tabrakan bibir" Kata Ciel sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. Kemudian ia kembali fokus ke kertas-kertas ditangannya, mencoba untuk fokus dan meneliti pekerjaannya.

.

.

/tok tok tokkk...

"Kue anda, bochan" Kata Sebastian.

"Hmm" Ciel menerima nampan berisi kue dan tehnya.

"Earl Grey ka ?" Katanya sembari meminum tehnya.

"Ha'i, anda hebat sekali. Earl Grey Moonlight" Kata Sebastian.

"Dimana kita akan melakukan pertemuan dengan Tuan James ?"

"Sebuah Restoran di Bibury, Gloucestershire"

"Baiklah"

.

.

.

-Bibury, Gloucestershire -

"Ini sungguh hebat. Suana pedesaan ini sempurna dan cocok untuk pembicaraan santai kita. Anda benar-benar hebat dalam memilih tempat, earl"

"Terimakasih Tn. James. Tempat ini memang menjad salah satu desa paling indah di Inggris"

"Kudengar desa ini terkenal dengan bisnis wolnya diabad 17" Kata James.

"Tapi bisnis mereka hilang sepenuhnya diakhir abad 18, dan diganti oleh industri penggilingan jagung sampai tahun 1920an silam"

"Wow, diusia 17 tahun saja anda sudah sehebat ini !"

"Sudah saatnya kaum muda yang menguasai dunia kan, Tn. James" Kata Ciel.

"Haha...itu semangat yang bagus, earl"

"Jadi, bisa kita mulai sekarang Tn. James ?"

"Ahh tentu saja"

.

.

"Senang bekerjasama dengan anda Tn. James"

"Ahh tidak, aku yang seharusnya berterimakasih. Aku permisi, earl"

"Hn"

James pun meninggalkan Ciel, selang satu menit Sebastian menghampiri Ciel tanda akan keluar dari restoran tersebut.

"Sebastian, kita kekantor sekarang"

"Ha'i wakarimashita"

.

.

Keduanya sudah berada diluar restoran. Kota tampak ramai siang ini, orang-orang berlalu-lalang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.

"Saya akan mengambil mobilnya. Mohon tunggu sebentar, bochan"

"Hn"

Sebastian segera menuju basement dengan cepat agar tuannya tidak menunggu lama. Ia sangat tahu bahwa sang bochan tidak suka menunggu lama, sangat tidak sabaran dan hobi diculik. Hobi diculik ? Siapa yang tidak tertarik untuk menguras direktur utama sebuah company besar yang notabenenya hanyalah seorang remaja 17 tahun.

Ciel tampak menunggu dengan tidak sabaran. Kemudian ia mendengar suara gaduh dari arah kanannya. Ia melihat seorang gadis blonde yang dikucir dua sedang lari dengan tergesa-gesa sambil memegang sebuah roti Perancis dalam genggamannya dan diikuti dengan segerombol orang-orang. Ciel menebak bahwa sang gadis hanya pencuri ulung dan orang-orang yang mengejarnya hanyalah manusia yang tidak punya kerjaan.

"Dua orang juga cukup untuk menangkap seorang gadis, dasar bodoh" Entah pada siapa Ciel mengumpat.

Sebastian sudah berada didepan restoran dengan mobilnya. Dan Sang gadis mengarah ketempat Ciel berdiri. Sedetik kemudian hal yang tak terduga terjadi.

/Bruuukkk...

Sebuah tabrakan terjadi. Ciel ditabrak oleh sang gadis blonde.

"Ahh hoshh...gomenn ! Bolehkah hoosshh...aku bersembunyi hosshhh...disini" Kata sang gadis yang terengah-engah sembari menunjuk kearah bagasi mobil Ciel. Sedangkan Ciel masih dalam posisi duduknya, mencerna apa yang baru saja terjadi.

"Tuan...hoosshh ohhh ayolah, mereka hosshh sudah dekat"

Suara sang gadis menyadarkan lamunan Ciel. Ia mencoba bersikap normal.

"Anda benar-benar tidak sopan, nona"

"Maaf...hooshh...tapi ini menyangkut hidup hosshh saya..." Katanya panik.

"Ehhmm...Apa yang kau punya untuk membayarku, nona ?! Sebuah roti curian ?" Kata Ciel sarkastis.

"Apa ? Dasar orang kaya !"

"Tidak ada yang gratis didunia ini, nona. Tabung oksigen saja mahal harganya"

"Aku tidak jadi minta-"

"Itu Lizzy, tangkap Lizzy si pencuri itu !" Kata seorang yang mengejar sang gadis tadi.

Sang gadis mengengok kebelakang disertai rasa kaget. Ia panik, tentu saja.

"Baik, akan kuberikan apapun yang kau mau asal aku bisa hidup"

"Berikan jiwamu, maka kau akan selamat"

Sang gadis a.k.a Lizzy menimang apa yang akan terjadi selanjutnya. Ini menyangkut hidupnya saat ini, tapi ia tidak serendah itu akan menjual harga dirinya terhadap orang kaya ini. Perasaannya campur aduk, ia takut jika orang yang akan menolongnya ini adalah orang kaya jahat yang biasa ia lihat diberita tv. Ia pun menghela nafas, ia tidak punya orang lain yang membantunya hidup. Ia benar-benar seorang diri dikota ini. Ia melihat Ciel dengan tatapan susah diartikan, ia tidak percaya orang kaya. Ia terdiam cukup lama.

Setelah itu mobil melaju meninggalkan restoran Bibury. Meninggalkan orang-orang yang terbengong melihat kejadian yang terjadi tadi.

"Apa anda yakin dengan tindakan anda, tuan ?"

"Hn. Tindakanku ini sangat tepat"

"Wakarimashita" Kata Sebastian

"Jadi nona...apa yang kau bisa ?" Lanjutnya.

"Aku bisa hanya bela diri dan seni pedang"

"Owh dan namaku Elizabeth Midford, kalian bisa memanggilku Lizzy"

"Elizabeth ? Namamu bagus, sayang kau tidak seberuntung namamu" Kata Ciel datar, tapi sukses membuat alis Lizzy berkedut.

"Maaf tuan ?"

"Lupakan" Kata Ciel.

"Jadi tuan. Apa kita akan menjualnya ?" Kata Sebastian dengan datarnya, seakan kata-kata tersebut sangat mudah dikeluarkan dari mulutnya.

"Appaaa !"

.

.

TBC

.

.

AN :

Aloohaaa XD...Zyy disini. Sebenarnya ini adalah FF kolab yang dilakukan oleh onee Hana dan Zyy. Mungkin akan Zyy kasih bocoran sedikit. Jadi untuk chapter ganjil di bikin sama onee Hana dan untuk chapter genap oleh Zyy. Moga ini ga kepanjangan :'). Dan yaa mungkin masih (banyak) typo yang bertebaran disini.

Karena kebetulan Zyy punya akun ffn juga. Jadi sekalian promo dilapak orang ahh, jangan lupa mampir ke "Natsu Zyy" yaa :*

Dan jangan lupa untuk like FP yang dihuni sama Zyy dkk (bahasa gw XD). Untuk link ada di bio akun ffn Zyy (modus biar pada kesana XD)

Sekian dan terima tahu bulat :')

- Zyy Off -

Adakah yang berminat untuk mereview ? :').