Hi, minna! Akhirnya sampai juga di chapt. 2! Maaf, ya... Di chapt. kemaren gak ada basa basi(emang nasi?) kayak gini "...(R: "Nggak perlu kaliiii!")! Soalnya, Yumi nggak tau, kalo di FFn nggak bisa diedit lagi fic'a... Jadi, ya... Gitu deh!-Author gak nyambunk, nehhh!-

Makasih buat yang udah review fic gaje saia ini... hahaha! Saia sangat menghargai kalian... Saia nggak nyangka, fic saia ini masih ada yang mau review! :3*G 'n Y: berapa emang kamu hargain mereka? Emang barang apa? A: Hehe... " Kalian nggak ngerti, sih, maksud Author yang baik ini! Y 'n G:-muntah satu baskom-*

Wokeh, saatnya perbincangan nggak penting dimulaii!

Yunna: Dasar Author gilaaa! Kenapa First Kiss-ku diambil Gaara, sihhh?

Author: Lah? Nggak apa-apa, kan? Lagi pula... *ngelirik Yunna dengan tatapan menggoda*

Yunna: Napa? *deathglare dilancarkan! :D*

Author: Ehmm... Ehmm...

Gaara: Hoi, Author! Kalo sakit tenggorokan nggak usah ngomong aja... Ntar suaranya ilang!

Author: Wahhh! Gaara perhatian, nih, sama Yumi!:D Makasih yaaaaa! XP *meluk-meluk Gaara*

Gaara: Lepasin! Aku nggak suka sama kamu! Aku cuma suka sama...

Author: Sama siapa, hayooo?

Gaara: Pokoknya lepasin atau nggak kugorok lehermu! *tatapan mengancam*

Author:*pundung di pojokan sambil nangis guling-guling-?-* Gaara jahat!

Yunna: Wuidih! Gila bener, sih, Authornya!

Author: Ya udah, deh... Saatnya BTS! *ceria lagi*

Gaara dan Yunna: Author anehhh! *pergi ninggalin Author sendirian*

Author: Hiks... Hiks... Kalian semua jahat! *nangis ngerengek kayak anak kecil*

Wokeh~ Nggak usah diperhatiin lagi percakapan nggak bener ini... BTS aja, yuuuu! *plak*

.

.

Judul: Dancer Love

Disclaimer: Naruto by Masak Sirih Pake Molto *digeplak Masashi*

Author: AnGeL Yumi Yunna HikaRin

Main Chara: GaaraXOC

Warning: Gajeness, OOC, typo buanyak, alur gaje n kecepetan

.

.

Dancer Love

Normal POV

"Kamu kenapa? Tau nggak? Kamu itu udah nyuri First Kiss-ku tau!" ujar Yunna dengan membentak-marah juga sih...-. Namun, tiba-tiba handphone Gaara berbunyi. Refleks, ia pun segera mengambil handphonenya dan mengangkat telepon dari seseorang di seberang(sungai *plak*) sana.

"Moshi-moshi," ujar Gaara memulai pembicaraan.

"Oh, hi, Gaara. Ini kakak, Temari. Cepat kau kembali ke Suna sekarang," jawab orang yang mengaku bernama Temari itu.

"Memang ada apa?" tanyanya.

"Si Kankurou kecelakaan tadi. Jadi, aku ingin kau menjenguknya sekarang," perintah kakaknya itu.

"Huh! Bukan urusanku..." jawabnya santai.

"Apa? Dia itu kakakmu, Gaara! Dasar kau ini! Cepat, kau jenguk dia!" perintahnya lagi.

'Sialan! Nggak tepat banget, sih, waktunya!' umpat Gaara dalam hati. "Oh, ok," jawabnya lalu menutup telepon itu.

"Yunna, aku mau jenguk kakakku dulu ke Suna. Nanti, pengumumannya, kan, 2 hari lagi. Nanti kau beritahu aku lewat FB aja, ya," ujar Gaara segera bersiap.

"Dasar! Kau ini! Kau mau pergi saja, hah? Setelah kau merebut First Kiss-ku? Dasar! Aku nggak akan ngasih tau kamu!" ujar Yunna.

"Ya udah..." jawab Gaara santai. Yunna yang mendengarnya mendengus kesal.

'Dasar robot!' gumam Yunna kesal.

"Ya udah... aku antar kamu ke rumah. Mau nggak?" (roti)tawar *plak* Gaara.

"Hn? Tumben baek?" tanya Yunna seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Emang aku baek, kok! Dari lahir malah!" Yunna yang mendengarnya merasa ingin muntah melihat Gaara dengan gaya sok baik-nya.

"Tch!" Yunna mendecih kesal.

"Mau nggak nihhh?" tanya Gaara. Mengalihkan pembicaraan.

'Dasar! Pinter banget, sih, ngalihin pembicaraan?' batin Yunna.

"Ok, deh! Tapi, jangan cepat-cepat, ya!" ujar Yunna.

"Hn," jawab Gaara singkat dan padat kayak es batu-?-. mereka pun pergi ke parkiran motor dimana tempat Gaara memakirkan motornya.

"Hei, keriting! Nanti, pegangan erat-erat, ya..." usul Gaara-atau permintaan?-.

"Awas kalo nanti kamu ngebut, ya! Lagipula, siapa ntar yang mau pegangan sama kamu!" ujar Yunna kesal seraya mendecih kesal.

"Ya udah... Cepet naik," ajak Gaara. Yunna pun naik. Belum sempat Yunna menempelakan-?-bokongnya dengan sempurna di jok motor Gaara, Gaara udah tancep gas sampai buat Yunna-tanpa sengaja- meluk Gaara dari belakang.

"Hoi! Udah kubilang jangan kenceng-kenceng, tatoooo!" teriak Yunna. Gaara hanya menyeringai di balik helmnya.

'Hahaha! Rasain kamu!' batin Gaara puas.

"Dasar! Lambatin dikit, dong!" pinta Yunna-sambil mbentak-ke Gaara.

"Nggak. Karena aku harus cepet kesana!" jawab Gaara dengan nada santai.

"Hu..uft!" Yunna mendengus kesal. Namun, ia sadari, sedari tadi ia memeluk Gaara dari belakang. Mengetahui itu, Yunna langsung melepaskannya-yang justru membuatnya memeluk Gaara lagi-.

SKIP TIME

"Nih, helmmu!" ujar Yunna seraya menyerahkan helmnya.

"Hn," jawab Gaara santai.

"Aduh! Gara-gara kamu, nih! Jadi pusing kepalaku! Habis, kamu ngebut-ngebutan, sih? Dasar! Awas kau, ya! Akan kubalas kau! &^*^$%#^%$#&!" bentak Yunna.

"Kau ngomong apa?" tanya Gaara dengan-100%- bingung bin heran.

"Dasar!" Sesaat setelah itu...

HUWEKKK!

Dari mulut Yunna keluar benda cair berwarna merah. Melihat itu, Gaara pun segera menghadap ke arah Yunna.

"Yunna?" ujarnya.

"Udah. Aku nggak apa-apa, kok..." ujar Yunna lalu mempersembahkan senyum termanisnya ke Gaara.

"Tapi, ada darah yang keluar dari mulutmu itu!" Gaara khawatir. Ia pun mengambil saputangannya.

"Maaf, ya, Yunna. Membuatmu menjadi seperti ini..." ujar Gaara seraya mengelap mulut Yunna dengan saputangannya.

"Oh, t-terima kasih, ya..." jawab Yunna seraya tersenyum lembut.

"Sudahlah, tidak usah dipikirkan. Pokoknya, maaf, ya... Lain kali, aku tidak akan membuatmu jadi seperti ini lagi..." ujar Gaara menyesal. Yunna yang melihatnya pun menjadi sedikit iba.

"E-eh! Nggak, kok! Makasih, udah jemput aku ke rumah... Ini memang udah lama, kok, penyakitnya. Buka salahmu..." Tanpa sengaja, Yunna pun memeluk Gaara untuk menenangkannya-Lho? Kok jadi malah cewek yang nenangin cowok nangis, sih? Gaara: aku nggak nangis! A: whatever...-. gaara yang mengetahuinya sontak terkejut.

"Makasih, ya... Jaa~!" ujar Yunna melepaskan pelukannya seraya tersenyum lebar. Ia pun masuk ke rumahnya.

"Yunna... Maaf..." gumam Gaara. Ia pun memacu-?- motornya lalu melesat pergi ke bandara Konoha.

'Huh! Apa, sih, yang aku lakuin tadi? Masa' aku meluk dia? Aneh, deh! Tapi...' batin Yunna. Ia pun dikejutkan dengan suara handphone-nya berdering. Tertulis nama Sakura disana.

"Moshi-moshi," ujar Yunna menjawab teleponnya.

"Oh, Yunna! Cepat datang ke sini! Kami mau pesta, nih! Soalnya, si Ino PIG itu mau pergi ke Paris," jelas Sakura. Yunna sempat juga mendengar si Ino mendengus kesal ke Sakura.

"Oh, baik. Tapi, ibuku sedang tidak ada dirumah," ujar Yunna.

"Oh, begitu, ya... Baiklah, Yunna. Nanti aku suruh Sasori-nii untuk menjemputmu saja," saran Sakura.

"Hah?" gumam Yunna.

'Sasori... Kakaknya Sakura? Bagus, nihhh! Hehe...' batin Yunna sambil nyengir-?-.

"Kenapa? Halo?" tanya yang disana.

"Oh. Ok..." jawab Yunna.

"Baiklah, Yunna. Jaa!" ujar Sakura lalu memutuskan teleponnya-emang tali?-.

"Jaa!" ujar Yunna. Ia pun segera bersiap-siap. Ia mengikat rambutnya yang sempat berantakan tadi karena naik motor Gaara. Lalu, mengganti pakaiannya.

TING TONG! Terdengar suara bel.

'Itu pasti Sasori-kun...' pikir Yunna. Ia pun pergi ke arah pintu. Ia pun mendapati seoarang laki-laki dengan wajah bayi*plak* berambut merah, Sasori lebih tepatnya *susah amat sih? #plak*

"Oh, hi, Sasori-kun~" sapa Yunna seraya tersenyum.

'Yunna... Kamu manis banget!' batin Sasori seraya tersenyum sendiri-yang otomatis membuat Yunna kebingungan-.

"Sasori-kun?" tanya Yunna membuyarkan lamunannya.

"Oh, i-iya, Yunna. Ayo kita berangkat," ajak Sasori yang sudah sadar dari lamunannya.

"Ok," Yunna tersenyum ke arah Sasori.

"Naik apa?" tanya Yunna.

"Motor," jawab Sasori.

"Oh... UAPPA?" tanya Yunna seraya membelalak tidak percaya.

"Emang kenapa?" tanya Sasori bingung.

'Waduh! Kalo aku bilang... Ntar Saso-kun marah lagi... ya udah, dehh...' batin Yunna.

"HOI!" Sasori-kun mengagetkanku.

"Ada apa?" tanyaku.

"Jangan banyak ngelamun. Ntar kesambet, lho! Hihi..." jawab Sasori. Aku pun mendengus kesal.

"Humb! Dasar! Sasori-kun, nanti, motornya pelan-pelan aja, ya..." pinta Yunna.

"Ok..." jawab Sasori. Mereka pun naik ke motor Sasori lalu melesat pergi ke rumah Ino.

Di lain tempat, Gaara sedang ada di Suna menjenguk sang kakak di rumah sakit.

"Hoi, Gaara! Tumben kamu datang menjenguk..." ujar Kankurou setengah terkejut.

"Hn," jawab Gaara singkat. "Bagaimana keadaanmu?" tanya Gaara.

"Begitulah..." jawab Kankurou setengah malas.

"Oh," jawab Gaara-kok malah Gaara yang jawab ya?-

Tiba-tiba handphone Gaara berbunyi. Ada MMS masuk di handphonenya. Langsung saja ia membukanya. Matanya membulat sempurna melihat apa isi dari MMS tersebut.

"Sial!" umpatnya dalam hati.

-TBC-

Waduhh! Akhirnya jadi juga chapt.2! Maaf, ya, kegajean Yumi nggak terelakkan di fic ini... XP

Baik, ini dia balesan review dari chapt. kemaren...

: Thx, ya, udah review! Ok, dehh... Ntar dikasih tau di summary-nya... Thx kripik'a, ya... Maaf kalo di chapt. ini masih banyaaaaaaaaaak banget A/N-nya... Karena, Yumi nggak bisa hidup jadi anak normal-jadi slama ini nggak normal? A: nggak laahhh!- a.k.a nggak ALAY gitu...! Sorry, waktu itu, Yumi kira bisa ngedit dulu di FFn... Jadi nggak di perhatiin. Eh, malah jadinya gitu, deh... Gomen, Kingi-chan-bener nggak nih?=="-! Enjoy Reading, ya! And... Jangan lupa, review lagi, ya..?

Nadya Hi-chan: Nad-nad~! *melukin Nadya* Maaf, ya, kepanjangan... Soalnya, waktu itu banyak waktu senggang-malah curhat!-. Yunna itu OC, Nad! Masa' nggak tau? Mana ada lah, di Naruto itu si Yunna! Hinata? Ok, deh.. Kapan-kapan... Tapi, Yumi nggak bisa bikin Hinata gagap, lho! Palingan jadiin Hinata kepiting rebus A**s Gagap bisa! *plak* Review lagi, ya? :D

Ok, thx buat yang udah review! Akhir kata saia ucapkan...

R

E

V

I

E

W,

please,,,

AnGeL Yumi Yunna HikaRin~