Ring #2

*

Cast : Chanyeol , Kyungsoo and Baekhyun

Support Cast : Oh Sehun , Xi Luhan , Kim Jongin , Kim Kyungri and other cast

Genre : Romance , Hurt

Lenght : Multi Chapter

*

Sesuatu yang dimulai dengan kebohongan , maka akan tetap mengecap rasa pahit yang menyakitkan tidak peduli sekecil apapun itu .

Happy Reading

Ternyata besoknya Luhan tidak masuk lagi dan itu cukup membuat Baekhyun pusing karna dia harus menghandle semuanya sendiri . Dia bahkan melupakan sarapannya pagi ini karna banyaknya pekerjaan yang harus ia kerjakan .

Pintu masuk butik mereka berdenting ketika seseorang baru saja masuk kedalam . Setelan jas yang menempel pas ditubuhnya mampu membuat beberapa pengunjung memekik kagum , bahkan sebagian mencuri pandang kearahnya .

" Permisi tuan , ada yang bisa kami bantu ? " sapa Jiyeon sebagai salah satu karyawan di butik tersebut

" Aku ingin memesan setelan jas "

" Ah tentu , mari saya antar menemui desainer kami "

Lelaki itu mengangguk , melangkahkan kaki panjangnya mengikuti Jiyeon . Sebenarnya dia bisa saja membeli salah satu setelan jas yang ada dibutik ini , hanya saja lelaki itu fikir dia bisa menyelaraskan warna setelannya nanti dengan gaun milik istrinya .

" Ini ruangannya , silahkan masuk tuan "

Mengangguk lagi , lelaki itu sedikit merapikan jas miliknya sebelum mengetuk pintu beberapa kali . Mendengar sahutan masuk dari dalam , tanpa ragu ia membuka pintu berbahan kayu jati tersebut .

Pemandangan yang pertama kali dilihatnya adalah sesosok wanita muda dengan rambut terikat asal , sibuk mengerjakan lembaran kertas yang merupakan desain beberapa gaun juga setelan jas . Disamping kanannya ada secangkir kopi yang masih mengepul , nampak belum tersentuh oleh pemiliknya sama sekali.

" Permisi nona "

Baekhyun sedikit terkejut ketika ada suara lain diruangannya . Dia mendongak dan saat itu juga bibirnya tidak bisa untuk tidak berkata wow ketika melihat lelaki dihadapannya tersebut . Pahatan wajah yang sempurna , bentuk tubuh yang proporsional , juga setelan jas yang begitu menyilaukan kedua matanya . Dia adalah definisi dari kata sempurna .

Refleks Baekhyun berdiri sampai membuat lututnya sedikit terantuk meja " Akh! "

" Anda baik – baik saja ? " lelaki itu refleks bertanya

" Ah , tentu " Baekhyun meringis , merasa sedikit malu " Silahkan duduk tuan – "

" Chanyeol "

" Ya tuan Chanyeol , silahkan duduk "

Menarik kursi yang bersebrangan dengan Baekhyun , Chanyeol segera mendudukkan dirinya disana , memperhatikan secarai detail bagaimana tangan – tangan lentik itu memindahkan kertas – kertas dimejanya , juga bibir kecil yang bergumam lucu .

" Kau cantik nona – "

Dan seolah paham jika lelaki dihadapannya ini menunggu ia menyebutkan namanya , Baekhyun secara refleks menjulurkan tangannya , meski kemudian dia merutuk karna merasa terlalu percaya diri lelaki dihadapannya ini ingin mengetahui namanya .

" Byun Baekhyun "

Chanyeol melihat uluran tangan itu dengan senyuman . Melirik sesuatu yang berkilau dijari manisnya , tanpa ragu lelaki itu melepas benda tersebut dan memasukkan kedalam saku celananya .

" Senang berkenalan denganmu nona Byun , aku Park Chanyeol "

Baekhyun merasakan rona merah menjalar kepipinya ketika melihat tangan besar tersebut terasa nyaman untuk digenggam , bahkan rasanya sangat pas dengan tangan kecilnya .

" Kau merona nona Byun "

Akh! Baekhyun malu sekali.

*

Kyungsoo mengetukkan jari lentiknya diatas kemudi mobilnya . Kedua matanya menilik keadaan sekitar , barangkali dia menemukan seseorang yang sudah ditunggunya sejak lima menit yang lalu .

Hari ini Kyungsoo akan bertemu dengan teman lamanya semasa Senior High School yang menawarkan sewa tempat untuk pembukaan cabang kosmetik miliknya . Pertemuan ini terjadi secara mendadak membuat Kyungsoo harus dengan berat hati membiarkan suaminya berangkat sendiri ke butik langgannya . Meski sempat merasa menyesal , namun kalimat menenangkan Chanyeol membuat perasaan bersalahnya hilang .

" Hiks ... hiks .. daddy mengingkari janji lagi hiks .. hiks .. "

Samar – samar Kyungsoo mendengar suara tangisan anak kecil yang membuat wanita itu segera menegakkan kepalanya , menajamkan penglihatannya sampai kedua matanya melihat bocah perempuan dengan pakaian seragamnya menangis tersedu dibawah pohon mapel yang berada disebelah mobilnya .

Memandang sekelilingnya , Kyungsoo tidak dapat menemukan seseorang selain dirinya disana membuat wanita itu tanpa ragu segera turun dari mobil .

" Hiks.. hiks.. daddy "

" Sayang , kenapa menangis disini ? "

Mendengar suara lain di dekatnya membuat gadis kecil tersebut mendongak dengan wajah sembabnya " Bibi siapa ? Bibi tidak akan menculikku kan ? " tanyanya , tatapan matanya yang polos serta suaranya yang sangau berhasil membuat Kyungsoo tersenyum kecil

" Tidak sayang " diberanikannya mengusap surai hitam tersebut " Siapa namamu ? "

" Kyungri "

Kyungsoo mengangguk kecil lalu mengusap lelehan air mata yang ada dipipi Kyungri " Kenapa menangis ? " tanyanya , lalu kemudian mengedarkan pandangan kesekitar " Dan dimana orangtuamu ? "

Dan pertanyaan Kyungsoo berhasil membuat Kyungri menangis lagi " Hei .. hei apa Bibi salah bicara ? " Kyungsoo kelabakan sendiri lalu segera memeluk gadis kecil tersebut

" Dadaddy membohongi Kyungri lagi Bi . Besok ada lomba membaca puisi dan daddy pernah bilang kau dia akan hadir , tapi tadi Kyungri dengar dari Paman Shim besok daddy ke Jepang "

Kyungsoo mengusap punggung kecil Kyungri , seolah paham bagaimana rasanya menjadi putri dari seseorang yang sibuk karna dia pun pernah merasakannya dulu . Dan sedikit banyak Kyungsoo merasa ingin memarahi orangtua gadis ini yang membuat kasih sayangnya harus tergeser oleh tumpukan berkas – berkas kantor . Padahal diusianya yang sekarang tumbuh kembang Kyungri adalah hal yang paling penting .

" Kenapa tidak meminta eomma saja yang datang ? "

" Eomma sudah di surga Bi "

Kyungsoo dapat merasakan sebagian kecil hatinya ikut merasa sedih . Dia bahkan hanya menemukan tatapan polos Kyungri ketika gadis itu mengatakan bahwa Ibunya sudah meninggal , seolah – olah pertanyaan itu adalah hal yang hampir setiap hari ditanyakan orang – orang .

" Maafkan Bibi "

" Tidak papa " senyum kecil itu muncul , sedikit membuat lesung pipinya terlihat " Dad bilang kalau Kyungri menangis nanti eomma juga menangis di surga sana dan Kyungri tidak mau membuat eomma sedih "

Refleks Kyungsoo memeluk gadis kecil itu lagi , tersenyum penuh haru karna gadis seperti Kyungri sudah harus merasakan sedihnya kehilangan . Bahkan sekarang rasanya justru ia yang ingin menangis . Ah memalukan .

" Oh , Kyungri belum tau nama Bibi ? " sekali lagi gadis kecil itu menatap Kyungsoo polos membuat wanita itu menahan gemas ingin mencubit pipinya

" Nama Bibi Kyungsoo "

" Wah " Kyungsoo nampak heran ketika melihat Kyungri mendadak tertawa " Pasti akan sangat lucu jika aku , Bibi dan eomma berkumpul "

Dahi Kyungsoo berkerut " Kenapa ? "

" Namaku Kyungri , nama Bibi Kyungsoo dan nama eomma Kyulkyung " gadis itu tertawa lagi " Kita seperti tiga bersaudara Kyung "

Mau tak mau tawa itu menular pada Kyungsoo " Kalau begitu Kyungri boleh menganggap Bibi eomma "

" Huh ? "

" Karna nama kita hampir sama , Kyungri boleh memanggil bibi eomma , anggap saja Bibi seperti eomma mu "

" Bolehkah ? " Kyungri menatap Kyungsoo ragu

" Tentu "

Dan secepat kilat Kyungri berhambur memeluk Kyungsoo , yang disambut hangat oleh wanita muda tersebut .

" Aku merindukan eomma "

" Eomma juga pasti sangat merindukanmu "

*

" Bisa tolong angkat tanganmu tuan ? "

Chanyeol menurut , segera mengangkat kedua tangannya dan membiarkan Baekhyun mengukur lingkar pinggangnya agar setelan yang ia buat nanti nampak pas ditubuh lelaki itu . Sementara Chanyeol sendiri diam – diam memperhatikan Baekhyun , wajahnya yang serius ketika sedang mengukur , jemari lentiknya yang terkadang tanpa sengaja menyentuh jas ia ia pakai , juga bibir kecilnya yang sesekali menggumam tidak jelas . Chanyeol merekam semua itu baik – baik dan entah kenapa justru membuat atmosfir disekitar mereka sedikit canggung .

" Selesai " Baekhyun mengehal nafas , menepuk kedua tangannya bangga " Mungkin dua hari lagi anda sudah bisa mengambi pakaian anda tu – "

" Kenapa tidak memanggilku dengan Chanyeol saja ? "

Baekhyun terkejut " Ya ? "

Tanpa ragu Chanyeol melangkah maju , mengikis jarak diantara mereka berdua dan membuat Baekhyun hanya mampu mengerjapkan kedua matanya ketika tangan kokoh itu menangkup pipi kirinya , sementara jemari besar itu menyentuh bibir kecilnya .

" Bibir kecil ini akan lebih bagus jika memanggil namaku tanpa embel – embel tuan "

Dan setelah menyelesaikan ucapannya , Chanyeol meninggalkan kecupan singkat dibibir Baekhyun sebelum akhirnya pergi dari ruangan tersebut , meninggalkan Baekhyun dengan segala keterkejutannya .

Diluar sana Chanyeol tidak bisa berhenti tersenyum mengingat wajah polos Baekhyun yang nampak seperti belum pernah melakukan skinship se intim itu dengan lelaki . Membuat sesuatu didadanya merasa begitu bangga .

" Silahkan Tuan Park "

Chanyeol mengangguk singkat pada supirnya , membawa tubuh jangkung tersebut masuk kedalam mobil yang mulai melaju di kawasan padat Seoul . Dan ditengah hiruk – pikuk jalanan , Chanyeol seperti teringat sesuatu dan segera merogoh ponsel miliknya .

" Jongdae – ya , cari tahu identitas lengkap tentang gadis bernama Byun Baekhyun "

PIP

Lalu sambungan itu terputus begitu saja , meninggalkan Jongdae disebrang sana yang sedang mengumpat habis – habisan.

*

" Bibi sudah pulang ? "

Baekhyun sedikit terkejut ketika Kyungri menyambutnya diruang tengah . Gadis kecil putri Jongin itu sudah siap dengan piyama bergambar pororo juga sandal bulu bertanduk rusa . Begitu menggemaskan untuk anak seusianya .

" Belum tidur ? " Baekhyun bertanya , dia melirik jam tangannya dan mendapati jarum jam sudah menunjukkan pukul 8 malam

Kyungri menggeleng kecil " Belum mengantuk Bi . Umm – " gadis itu menggigit bibir bawahnya ragu " Bisa meminjam ponsel Bibi sebentar ? "

" Tentu sayang " tanpa ragu Baekhyun menyerahkan ponsel miliknya , membiarkan Kyungri memegangnya –mungkin gadis itu ingin bermain game , fikirnya- " Bibi akan mandi dulu "

Lalu Baekhyun meninggalkan Kyungri sendirian diruang tengah . Setelah melihat bayangan bibi nya hilang di lantai dua , Kyungri segera membuka ponsel tersebut , merogoh sesuatu dari saku piamanya .

*

" Terimakasih sayang "

Kyungsoo lalu menarik kursi di samping suaminya setelah membuatkan kopi untuk suaminya tersebut . Sudah menjadi kebiasaannya menunggu Chanyeol pulang , meski kadang harus ikut mengorbankan jam tidurnya .

" Kau pulang lebih awal "

Chanyeol mengangguk mengiyakan pernyataan Kyungsoo " Beberapa pekerjaan kubawa pulang kerumah " lalu lelaki itu menggenggam tangan mungil istrinya " Agar aku bisa menemanimu dirumah " gombalnya

Kyungsoo terkikik geli mendengarnya , hingga ia menyadari sesuatu " Dimana cincinmu pernikahanmu sayang ? "

" Hah ? " Chanyeol masih tidak paham hingga Kyungsoo menunjuk genggaman tangan mereka . Menyadari hal itu Chanyeol ikut memperhatikan tangannya yang menggenggam tangan milik Kyungsoo " Ah –itu aku – "

Drrtt .. Drrtt ..

" Sebentar , aku akan mengangkat telfon dulu "

Chanyeol mengangguk , membiarkan istrinya mengangkat telfon sementara dia menghela nafas lega .

Sementara Kyungsoo dengan dahi berkerut menatap layar ponselnya yang menampilkan nomor tidak dikenal , dia sudah akan menolak panggilan tersebut ketika dia fikir mungkin itu salah satu nomor baru milik cliennya .

" Ya , hal – "

" EOMMA!! "

*

Kyungri menunggu dengan gelisah , takut – takut kalau seseorang diseberang sana tidak mengangkat telfonnya . Dia melirik kartu nama yang sudah lusuh karna terlalu lama digenggam , lalu menghela nafas , namun pada dering ke delapan suara grusak – grusuk diseberang sana mampu menimbulkan senyum dibibir Kyungri .

" Ya , hal – "

" EOMMA!! "

Seperti ada kebahagiaan sendiri ketika Kyungsoo mengangkat telfonnya , Kyungri berteriak tanpa peduli jika Baekhyun mendengar suaranya . Dia hanya terlalu senang .

" Kyu – kyungri ? kaukah itu sayang ? "

Kyungri dengan semangat mengangguk , tapi detik kemudian dia sadar bahwa eomma nya tidak akan melihat " Ya eomma , ini Kyungri " dia menjawab dengan semangat

" Belum tidur ? "

Lalu percakapan itu mengalir seperti biasa seolah – olah mereka sudah mengenal sejak lama . Beberapa kali Kyungri dibuat tertawa oleh candaan Kyungsoo , pun begitu dengan Kyungsoo .

" Kyungri – ya , daddy pulang "

" Eomma , daddy Kyungri sudah pulang . Bye bye "

Lalu telfon itu dimatikan oleh Kyungri . Beberapa menit kemudian sosok Jongin nampak berjalan mendekatinya dengan jas yang sudah tersampir dilengan , juga kemeja yang tidak lagi rapi .

" Hai sayang , kenapa belum tidur ? " Jongin bertanya , setelah mendudukkan dirinya di ruang tengah

" Aku baru saja akan tidur " Kyungri bersiap untuk pergi , ketika tiba – tiba Ayahnya itu menahannya

" Ada yang ingin daddy bicarakan " lalu jeda lama , Kyungri menatap polos Ayahnya yang menghela nafas dengan kecewa " Besok daddy ti – "

" Aku tau " Kyungri memotong cepat " Daddy pergi saja ke Jepang , aku tidak papa kok "

" Apa ? " Jongin sedikit terkkejut , tidak biasanya Kyungri sejinak itu karna janjinya diingkari

" Sudah ya dad , Kyungri mengantuk " satu kecupan diberikan dipipi Jongin " Selamat malam "

Dan Jongin hanya mampu menatap heran pada putrinya tersebut , sampai sebuah tepukan mendarat dipundaknya .

" Oppa , kenapa ? " tanyanya heran

Jongin menggeleng pelan " Ada apa dengan Kyungri ? " dia bertanya heran –entah lebih kepada dirinya sendiri atau Baekhyun- " Besok aku harus pergi ke Jepang Baek dan terpaksa harus membatalkan janjiku untuk pergi ke acara lomba disekolah Kyungri " lelaki itu menjelaskan

" Lomba ? " Baekhyun sedikit heran karna dia tidak mengetahui apapun, tapi seolah menangkap kegelisahan dihati kakak iparnya tersebut Baekhyun segera paham " Besok aku yang akan menemani Kyungri , oppa "

" Terimakasih Baek "

*

Dalam temaramnya kamar bernuansa abu – abu tersebut , Chanyeol memandang wajah terlelap istrinya dalam diam , diusapnya wajah polos tersebut . Sebersit rasa bersalah muncul dalam hatinya kala pertanyaan Kyungsoo tadi mengganggu pikirannya , dia belum sempat menjawab pertanyaan tersebut ketika tiba – tiba ponsel milik istrinya tersebut berbunyi .

Ada banyak hal yang mengusik fikiran Chanyeol hari ini , mulai dari pertemuannya dengan sosok Baekhyun , hingga sosok anak kecil bernama Kyungri –Kyungsoo memberitahunya tadi- yang sepertinya membuat mood istrinya terus membaik .

" Kyungsoo , maafkan aku "

Suaranya berbisik lirih , dan Chanyeol tidak tau untuk alasan apa permintaan maafnya .

*

Luhan sudah masuk seperti biasanya meski wajahnya masih sedikit pucat . Sayangnya dia cukup handal membujuk kekasihnya , hingga harus mendengar setengah jam ceramah Sehun tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan Luhan . Dia benar – benar seperti seorang ayah yang menasehati putrinya , Baekhyun sungguh tidak habis fikir kenapa Sehun yang biasanya banyak diam mendadak begitu cerewet .

" Tunggu sampai kau punya kekasih Baek " itu adalah apa yang dikatakan Luhan ketika melihat Baekhyun terus saja mentertawakan dirinya.

Baekhyun mendengus , pacar ? diusianya yang sekarang Baekhyun belum pernah berkencan . Dia tidak terlalu memfikirkan hal tersebut ketika hanya mengejar karir lah yang ada didalam benaknya . Satu – satunya lelaki yang cukup dekat dengannya hanyalah Jongin , dan hubungan mereka pun sebatas kakak dan adik ipar .

" Permisi nona "

Baekhyun tersadar dari lamunannya dan segera memberikan tatapan tanya pada Jiyeon.

" Ini ada buket bunga untuk nona Baekhyun "

Baekhyun mengernyit lalu menatap sebuket bunga yang dipegang oleh Jiyeon , dia sedikit heran karna merasa tidak memesan bunga di toko manapun " Siapa pengirimnya ? " tanyanya kemudian

" Sayang kurang tau nona , kurir tadi hanya mengatakan kalau ini untuk nona Baekhyun "

Lalu baekhyun menerima bunga tersebut setelah mengucapkan kalimat terimakasih . Dipandanganya sebuket bunga berisikan mawar merah dan satu mawar putih tersebut , terselip note kecil di bunga tersebut .

Bunga yang cantik untuk yang lebih cantik –Chanyeol

Hanya kalimat sederhana yang entah kenapa mampu membuat bibir Baekhyun mengukir senyum . Dia tidak mengerti kenapa ada lelaki seperti Chanyeol yang lebih suka melakukan sesuatu secara terang – terangan , mulai dari mencium Baekhyun sampai tiba – tiba mengirim bunga .

" Chanyeol ? " Baekhyun terkejut ketika tiba – tiba saja Luhan sudah berdiri disampingnya " Siapa lelaki itu ? "

Menatap aneh Luhan yang tersenyum menggoda kearahnya , Baekhyun segera berlalu dari sana dan pergi keruangannya.

" YA! Byun Baekhyun jawab dulu pertanyaanku !! "

*

" Kau yakin akan datang sayang? "

Kyungsoo menoleh dan menatap suaminya, sudah belasan kali pertanyaan yang sama keluar dari bibir kissable Chanyeol dan sudah belasan kali pula Kyungsoo menjawab dengan hal yang sama.

" Ya, aku yakin"

Lalu hening kembali terjadi diantara mereka sampai Chanyeol memberhentikan mobilnya dindepan sebuah gedung sekolah dasar.

" Hati-hati Soo , biar bagaimanapun dia itu orang asing " pesan Chanyeol ketika istrinya tersebut akan membuka pintu

" Yang kau maksud dengan 'dia' itu adalah anak sekolah dasar Yeol "

" Aku tau "

Kyungsoo menghela nafas sekali " Semoga harimu menyenangkan " dan mencium bibir Chanyeol kilat

" Hmm "

Kyungsoo masih berdiri ditempat menyaksikan hingga mobil hitam yang dikendarai suaminya iti hilang di belokan depan. Dia sudah akan berbalik ketika tiba - tiba saja tubuhnya menyenggol seseorang.

" Ah maafkan aku, aku tidak sengaja "

" Oh oke tidak masa - "

" Byun Baekhyun - ssi "

Baekhyun mendongak dan terkejut ketika melihat Kyungsoo " Oh Kyungsoo - ssi "

Kyungsoo tersenyum kecil " Kau tidak papa? "

Baekhyun mengangguk lalu menatap heran wanita tersebut " Apa anda juga akan menghadiri acara sekolah anak anda ? "

Gadis itu hanya bertanya refleks, namun taunya itu menghadirkan wajah sendu wanita dihadapannya sebelum disembunyikan dengan senyum kecil dari bibir hatinya.

" Aku dan suamiku belum memiliki seorang anak "

Baekhyun terkejut, menyesali pertanyaannya barusan " Maafkan aku "

" Tidak papa, ayo masuk kedalam "

Baekhyun mengangguk lalu ikut mengambil langkah disebelah Kyungsoo, beberapa lelaki nampak terang - terangan menatap kagum kearah duanya.

" EOMMA "

Suara keras tersebut mengalihkan atensi Baekhyun dan Kyungsoo, keduanya menoleh kearah gadis kecil dengan hiasan jepit pita dirambut hitamnya. Berbeda dengan Kyungsoo yang langsung berlari kecil kearah gadis kecil tersebut, Baekhyun justru nampak mengerutkan dahi dan sedikit terkejut melihat interaksi keduanya.

" Hai sayang "

" Eomma , kenapa eomma berangkat dengan Bibi Baek? " gadis kecil itu -yang ternyata adalah Kyungri- bertanya

" Bibi Baek? " Kyungsoo masih tidak paham sampai dia mengikuti arah pandang Kyungri , Baekhyun masih mematung disana.

" Baek - "

" Bibi Baek pulang saja, hari ini eomma Kyungsoo yang akan mewakili daddy "

Baekhyun masih tidak paham, sebenarnya apa yang terjadi?

*

Menghadiri rapat, pergi ke luar negeri dan memeriksa berkas - berkas adalah apa yang menjadi rutinitas seorang Park Chanyeol. Seperti saat ini , beberapa tumpukan berkas serta secangkir kopi menemani Chanyeol pagi ini. Kacamatanya beberapa kali melorot sementara tangannya menanda tangank berkas bernilai jutaan won tersebut.

Tok Tok

Ketukan pintu itu dijawabi Chanyeol dengan kalimat masuk hingga ia dapat melihat sosok Jongdae masuk kedalam ruangannya, membungkuk hormat sebelum akhirnya Chanyeol memintanya untuk berbicara.

" Saya membawa berkas tentang nona Byun , tuan Park "

Chanyeol mengangguk dan Jongdae segera meletakkan berkas tersebut dimeja sebelum akhirnya undur diri , memberi waktu bagi Chanyeol untuk melanjutkan pekerjaannya.

Dibukanya map yang sempat diberikan oleh Jondae. Halaman pertama Chanyeol disuguhi oleh paras cantik Baekhyuj dalam selembar foto, lalu halaman berikutnya terdapat informasi tetang Baekhyun dari mulai tanggal lahir hingga riwayat hidupnya. Jondae benar - benar bisa diandalkan, Chanyeol membatin bangga.

Entah kenapa sejak pertemuan pertama mereka Chanyeol merasa ada yang salah dengan detak jantungnya. Tidak seharusnya dia berdentum dengan keras hanya karna melihat paras cantik Baekhyun karna dia bahkan disuguhi wajah cantik istrinya setiap hari. Namun perasannya tidak bisa dibohongi , Chanyeol fikir dia hanya akan mendekati Baekhyun lalu kemungkinan semua perasaan itu akan hilang. Ya semua itu hanyalah masalah keingin tahuan. Chanyeol hanya ingin tau tentang Baekhyun, tidak lebih.

Meraih gagang telfon disamping kanannya , Chanyeol segera menelfon sekertarisnya " Tolong atur ulang jadwalku, aku ada urusan penting "

*

" Duduklah Baek "

Masih dengan sisa keterjejutannya Baekhyun segera duduk di atas kursi yang baru saja ditarik oleh Chanyeol. Mereka akan melakukan makan siang disebuah restoran bintang lima, terdengar cukup aneh karna harus membuang - buang uang hanya untuk sebuah makan siang, tapi Baekhyun bahkan tidak sempat menolak ketika tiba - tiba Chanyeol datang ketempat kerjanya lalu memaksa agar gadis itu untuk pergi.

" Kita akan makan siang disini? "

Baekhyun bertanya ragu, dipandangnya sekitar yang penuh dengan hiasan bunga juga iringan musik klasik. Rasanya seperti makan siang romantis saja.

" Kenapa? Kau tidak suka makanan seafood? "

" Ti - "

" Kita cari tempat lain saja bagaimana? "

Yaampun! Lelaki dihadapannya ini kenapa suka sekali menghambur - hamburkan uang .

" Kita makan disini saja "

Chanyeol mengangguk lalu segera memanggil waiters agar mencatat pesanannya. Beberapa makanan dengan nama aneh dipesan lelaki itu dan Baekhyun yang sebenarnya bukanlah penggemar seafood hanya menurun.

" Bagaimana dengan setelan jas yang kupesan? " Chanyeol membuka pembicaraan

" Mungkin akan selesai besok jika saja kau tidak menyeretku kesini "

" Aku suka memaksa omong - omong " Chanyeol tersenyum, cukup senang karna sepertinya mereka tidak secanggung itu untuk dua orang yang tidak terlalu saling mengenal

" Kau belum menikah ? "

Yang ditanya nampak cukup terkejut sementara Baekhyun diam - diam mengutuk mulut lancangnya yang mengeluarkan jenis pertanyaan semacam itu. Dia terlihat seperti seseorang yang begitu mengharapkan lelaki seperti Chanyeol, padahal kan dia tidak ada maksud lain selain hanya karna ingin tau.

Chanyeol sendiri tidak menyangka Baekhyun akan bertanya demikian. Diam - diam lelaki itu tersenyum dan sedikit bersyukur karna tidak lupa untuk melepas cincin pernikahannya dengan Kyungsoo.

" Belum " Chanyeol menjawab lancar " Kenapa? Apa kau ingin menjadi pengantin wanitanya? "

Baekhyun cepat - cepat menggeleng " Bu -bukan begitu. Maksudku diusiamu yang sekarang kau nampak cukup dewasa untuk memiliki seorang istri "

" Aku juga berfikir begitu -ya terimakasih " Chanyeol tersenyum kecil kearah pelayan yang mengantar pesanan mereka " Kau sendiri nona Byun ? "

" Aku masih terlalu muda untuk menikah "

Diam - diam Chanyeol melirik Baekhyuj yang nampak fokus dengan makanannya " Bagaimana dengan kekasih? "

Baekhyun menggeleng " Aku belum memikirkannya "

Chanyeil mrngangguk kecil " Lalu " dia melirik Baekhyun dengan pandangan yang sulit diartikan " Bagaimana dengan menjadi kekasihku? "

" Ten -Uhuk!!! " Baekhyun rasa ada sesuatu yang menyumbat tenggorokannya " APA? "

" Maukah kau berkencan denganku Baekhyun - ah? "

Digenggamnya kedua tangan kecil itu, tidak peduli pada sang pemilik yang terkejut bukan main.

*

" Chanyeol tidak ada diruangannya? "

Sekertaris suaminya itu menggeleng " Tuan Park menyuruh saya untuk mengatur ulang jadwalnya "

Dahi Kyungsoo berkerut, apa Chanyeol ada hal penting lain yang harus diurus sehingga meminta sang sekertaris mengatur kembali jadwal lelaki itu. Beberapa pertanyaan lain masih bersarang dikepala Kyungsoo sebelum akhirnya wanita itu disadarkam dengan tarikan di ujung dress yang dipakainya.

" Eomma, Kyungri lapar "

Kyungsoo tersenyum, niat hati ingin memperkenalkan Kyungri pada Chanyeol sepertinya harus gagal. Dia fikir Kyungri dapat menjadi energi posotif dipernikahan mereka meskipun sebenarnya dia belum pernah berkenalan langsung dengan sosok orang tua gadis kecil itu.

" Baiklah ayo kita cari makan "

Kyungri mengangguk antusias " Bagaimana kalau kita ke kamong? "

" Kamong? " dahi Kyungsoo mengernyit

" Itu cafe yang di dirikan daddy untuk eomma "

" Baiklah sayang, kita kesana "

*

" Bagaimana Baek?

Baekhyun menghela nafas pelan, pikirannya berkecamuk. Ada banyak hal yang harus ia pertimbangkan dalam mengambil keputusan.

" A - aku - "

" Chanyeol sunbae? "

Keduanya menoleh.

To Be Continue

Maaf kalau kecepetan dan berantakan. Terpaksa ngetik di hp disela - sela waktu kerja. Dan gasempet ngecek.

Dan maaf juga kalau gajelas karna ini pertama kalinya aku publish di ffn.

Sampai jumpa di chapter selanjutnya.