Tittle : Duizzhang And Magnae In Love

Rate : T sajalah

Genre : Romance? Fluff? (tentukan sendiri aja kali yeee :D)

Lenght : 2 of 2

Cast :

Wu Yi Fan/Kris Wu

Oh Sehun

All member EXO

Note :

Mumpung Dosen di kantor jurusan gag ada, dan ADM Di Kantor Jurusan baik, jadi mumpung saya onlen, saya updet saja yang ini. hahaha

Gag Maksa untuk review siihh. tapi saya sangat butuh kritik dan saran kalian. jadi, usahakan review yaa..

yooooossshhh, selamat membaca saja :D

Warning :

Yaoi / Shou-ai, Typo (s), OOC (maybe?), bahasa aneh, cerita membosankan, dan lain sebagainya.

Disclaimer :
Cast punya Tuhan, orang tua, keluarga, manajemen, dan Fansnya. Tapi Yoochun, Chen, Yongguk, TOP milik gue! Hahahahagz xDD
Cerita punya gue ! Asli dari otak kurang waras gue !

.

.

.

.

.

.

AUTHOR POV

"Cepat bersiap. Sebentar lagi giliran kalian yang tampil!" Titah manager EXO itu pada semua member. Mereka sedang mengisi sebuah acara di salah satu stasiun televisi.

Sebelum ke panggung, seperti biasa, mereka melakukan ritual mereka. Mereka berdiri dan membetuk posisi melingkar kemudian berdoa.

"EXO! LET'S LOVE!" Teriak mereka kompak yang dikomando oleh Suho.

"WE ARE ONE! WE ARE EXO!" Teriak mereka kembali sambil mengangkat tangan ke atas.

Mereka pun tampil membawakan lagu 'Wolf' dan 'Growl' dengan sangat sempurna. Para penggemar pun tak berhenti berteriak melihat idola mereka diatas panggung.

Seperti biasa, setelah tampil, mereka berinteraksi dengan para penggemar mereka.

Lay berjalan mendekati Kris, membuat para 'KrAy shipper' berteriak histeris.

Sehun mendengarnya. Ia juga melihatnya. Kris Memeluk pundak Lay. Hatinya jelas dongkol. Tapi ia harus tetap tersenyum, demi Fansnya.

BaekHyun pelahan mendekati Sehun. Ia menepuk pelan pundak Sehun agar Sehun melihatnya.

"Kau kenapa? Kau baik-baik saja kan?" Tanya Baekhyun sambil memeluk dongsaeng tersayangnya ini.

"Tak apa Hyung. Hanya tiba-tiba aku merasa pusing sedikit." Jawab Sehun sambil tersenyum pada BaekHyun.

"Bertahanlah sebentar lagi. Setelah itu, kau bisa beristirahat. Oke?" Ucap Baekhyun sambil membalas senyum Sehun. Mereka saling memandang dan tersenyum satu sama lain.

"LOOK! HUNBAEK MOMENT!" Teriak kencang dari fans yang melihat interaksi mereka berdua. Sehun dan BaekHyun tersenyum kearah fans mereka, dengan masih saling berpelukan.

"Woaah. Lihat Sehun dan Baekhyun! Mereka sangat manis dan lucu bukan? Aahh, menggemaskan." Ucap Lay heboh ketika melihat 'HunBaek' berinteraksi. Ucapan Lay membuat Kris menjadi geram.

Entah ada apa dengan Kris. Ia tiba-tiba menarik Sehun, dan memeluk Sehun dari samping.

Sehun terdiam. Matanya melebar. Ia sungguh tak menyangka kalau Kris memeluknya diatas panggung.

"KRISHUN!" Teriak salah satu fans mereka, membuat Kris dan Sehun menoleh kearah mereka, kemudian tersenyum.

Sehun tersenyum. Ia sungguh bahagia. Inilah yang ia inginkan (mungkin Kris juga). Dari dulu mereka menginginkan hal ini, tapi gengsi mereka saja yang terlalu tinggi. Hingga saat ini, mereka melupakan gengsi mereka dan melakukan apa yang diinginkan oleh hati mereka.

.

.

.

.

.

.

"CHANYEOL! Itu milikku! Kalau kau mau buat sendiri sana!" Teriak si Main vokalis bermata segaris itu pada Chanyeol yang merebut minumannya.

"Kalau bisa mengambil punyamu, kenapa aku harus membuat sendiri? Ayo ambil kalau bisa! Weeekk!" Ejek Chanyeol sambil mengangkat gelas ditangannya tinggi-tinggi.

"LUHAN HYUNG! TOLONG AKU!" Teriak BaekHyun.

"CHANYEOL!" Kali ini Luhan yang berteriak, membuat Chanyeol bergidik ngeri. Akhirnya ia mengembalikan minuman Baekhyun dan berhenti mengganggunya.

'Daripada tak dijatah Luhan. Lebih baik berhenti mengerjai Baekhyun.' Pikir Chanyeol.

Sementara itu, di ruang tamu, para member EXO terlihat bersantai setelah tiba beberapa saat yang lalu.

Xiumin dan Lay yang sedang memakan keripik berdua sambil menonton TV.

Kai dan Tao yang menempel terus pada Suho. Sedangkan Suho hanya memandang mereka dengan tatapan -sangat- bingung.

Chen dan KyungSoo yang sudah tidur seranjang di kamar Suho-Kai-Chen dengan posisi berpelukan. Membuat para member penasaran dengan hubungan mereka yang sebenarnya.

Kris dan Luhan yang duduk diam menyandarkan bahu mereka.

"Kris, kau tadi tumben sekali?" Tanya Luhan pada Kris.

"Aku setuju ge. Duizzhang hari ini aneh." Lay ikut menyambar obrolan Luhan Kris.

"Tumben apanya? Aneh bagaimana?" Tanya Kris heran.

"Tadi saat Sehun bersama Baekhyun, kau terlihat marah. Lalu tiba-tiba kau menarik Sehun." Jawab Luhan. Kris yang merasa 'terancam' tiba-tiba merasa gugup. Takut rahasianya terbongkar mungkin.

"Aaahhh, jangan-jangan kau cemburu Kris? Iya kan?" Kali ini Xiumin yang menyindir Kris.

"Tii... Tidak. Itu cuma Fan service kan?" Jawab Kris dengan nada gugup. Dia benar-benar merasa 'terancam' saat ini.

"Halaaaahh. Mengaku sajalah Kris Ge. Tak usah menutupinya lagi." - Lay

"Ceileeee.. Gege-ku ini sudah bisa jatuh cinta ternyata." Tao pun ikut-ikutan menyindir Kris.

Oh tidak! Kau terpojok sekarang Kris.

"Eh, apa apa? Kris gege jatuh cinta? Cieee.." Kali ini duo rusuh 'BaekYeol' yang bersorak.

"Cuiitt Cuuiittttt..."

"DIAM! Siapa jatuh cinta pada siapa? Itu kan hanya fan service! Dia itu Magnae kita. Tak mungkin kan aku jatuh cinta pada magnae sendiri?" Teriak Kris.

.

.

.

"BENAR! Itu hanya Fan Service! Tak lebih!" Sahut seseorang dari arah kamar mandi.

.

.

.

'OH MY GOD.' Batin Kris.

Sungguh Kris bodoh. Ia terlalu gugup, sehingga keluarlah kalimat yang sebenarnya tak ingin dilontarkan olehnya. Dan ternyata, Sehun mendengar semuanya. Sungguh sial kau Kris.

Semua mata sekarang memandang Kris-Sehun bergantian.

"Kris Ge adalah seorang duizzhang baik. Jadi semua perkataan Hyungdeul itu tidak benar! Aku mengantuk. Aku tidur dulu." Ucap Sehun lagi, ia langsung melenggang pergi ke kamarnya.

'Blam'

"Hun..." Gumamnya pelan. Raut wajahnya berubah sendu.

"Masih mau mengelak Mr. Wu Yi Fan?" Ucap Lay, Chanyeol, Luhan kompak.

"Kau sudah membuat Sehun kecewa duizzhang. Apa kau tak kasihan dengannya?" Kali ini Suho angkat bicara. Ia tak tega melihat magnae kesayangannya itu bersedih.

"Kalau suka, katakan suka Kris. Jangan jadi pengecut." Xiumin menasehati Kris, bijak.

"Tao kecewa dengan gege. Gege bilang, jangan suka menyembunyikan perasaan. Tao melakukannya, Tao tak pernah menyembunyikan perasaan Tao pada Suho Hyung. Tapi Gege sendiri?" Ucapan Tao membuat mata semua member (kecuali KyungSoo-Chen, yang sedang asik di alam mimpi) terbelalak lebar. Sempat-sempatnya ia menyatakan perasaannya sendiri disaat seperti ini.

Kai yang juga mendengar pun langsung melotot, tak terima. Ia memang bersaing dengan Tao. Mereka pun juga belum tahu Suho sebenanya memilih siapa. Tetapi, tetap saja, Kai cemburu.

Baik! Lupakan saja mereka bertiga dengan masalahnya sendiri.

Kembali ke Kris-Sehun!

Para member pun terus memojokkan Kris dengan kalimat-kalimat sindiran dari kamus mereka masing-masing. Mereka tak terima kalau adik kecil mereka tersakiti.

Kris semakin pusing. Ia semakin galau.

"Jika Sampai Sehun mengambek, maka akan kupotong Kakimu yang panjang itu agar Kau tak menjadi member tertinggi lagi!" Ancam Luhan.

"Kejar sebelum terlambat! Keterlaluan jika kau masih memikrkan gengsimu itu Kris ge!" Ucapan Chanyeol menohok dada kris.

"AAAAHH! Baik baik! Aku memang mencintai Sehun! Puas kalian." Teriak Kris. Ia langsung beranjak pergi menuju kamar tempat Sehun berada.

'Blam'

Kris pun menghilang dari hadapan mereka. Para member pun ber-smirk ria melihat keberhasilan skenario mereka.

Dan sang dalang utama skenario ini, ChanYeol, Luhan, Lay, asik ber-high five ria.

Ini semua memang skenario mereka. Mulai dari Lay yang mendekati Kris dipanggung. Juga BaekHyun yang menmeluk Sehun saat perform mereka.

'Runtuh sudah gengsi kalian.' Batin ketiga 'sutradara' itu senang.

-BEDROOM-

Kris POV

Aku melihatnya diatas ranjangnya. Tubuhnya terbungkus selimut dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Ya Tuhan. Bodohnya aku! Dia pasti sangat sedih sekarang.

Ini semua gara-gara mereka semua yang membuatku gugup tak karuan. Haaaiisshhh!

Pelahan, kudekati ranjangnya. Semakin dekat, aku mendengar gumaman tak jelas dari mulutny itu. Aahh, dia pasti sangat sebal denganku. Itu salahmu sendiri Kris Wu bodoh!

"Kau terlalu banyak berharap Oh Sehun."

"Memangnya dia siapa berani mengatakan hal tersebut. Dasar duizzhang tak peka!" gumamnya sebal. Aku hanya tertawa kecil mendengarnya.

Aku berlutut di depan ranjangnya. Kuangkat tanganku pelahan untuk menyentuh gundukan di depanku ini.

"Sehun." Panggilku pelan. Kusentuh ujung selimut yang ia gunakan dan berusaha membukanya. Tapi dia menolak, malah semakin mengeratkan selimutnya.

"Aku mengantuk duizzhang. Jangan ganggu aku." Ucapnya dengan nada manja yang selalu membuatku gemas.

"Sehun. Ayolah. Aku ingin bicara sesuatu padamu." Rayuku lagi. Berharap ia mau menurunkan selimut yang menutupiseluruh tubuhnya itu.

Ia diam saja. Ia sepertinya pura-pura tertidur. Dia kira dia bisa menipuku? Oouuww, tidak bisa!

"Sehun!" Kutarik paksa selimutnya. Ia memandangku dengan wajah pokerface-nya yang justru terlihat imut dimataku.

"Ada apa duizzhang? Cepat! Aku mengantuk!" Ucapnya sebal. Membuatku semakin gemas dengannya.

"Maafkan aku. Aku tak bermaksud mengatakan hal itu. Aku sebenarnya..."

"Sudahlah duizzhang. Tak perlu dibahas. Aku mengerti. Lupakan saja ucapan mereka. Lagipula aku yakin mereka hanya..."

Chu~

Kubungkam bibirnya yang terus berceloteh itu dengan bibirku. Kulihat matanya melebar, kaget dengan tindakanku yang tiba-tiba.

Manis sekali. Sungguh.

Mengapa tak dari dulu kau merasakannya. Dasar bodoh. Andai aku tak mementingkan gengsiku, aku pasti dapat merasakan manisnya bibir ini setiap hari.

Tak cukup menempelkan. Kututup mataku dan kugerakkan bibirku pelah, melumat bibir tipisnya. Dia pun mulai membalas ciumanku.

Kami terlarut dalam suasana -mendadak- romantis ini. Tubuhku kini sudah berada di atas tubuk kurusnya. Semakin dalam dan semakin intens. Hingga kebutuhan akan pasokan udara pun menghampiri kami. Dengan -tidak- ikhlas, ku lepaskan bibirku dari bibirnya. Kulihat dia langsung mengatur nafasnya. Menghirup udara dengan rakusnya.

Kupandangi wajahnya yang merah, semerah traffic light. Bibirnya yang basah. Matanya yang terpejam. Sungguh menggemaskan.

"Duizzhang..."

"Sehun, dengarkan aku! Maafkan aku. Sungguh aku tak bermaksud mengatakan hal tersebut. Aku terlalu gugup. Maafkan aku selama ini aku tak peka padamu. Bukannya tak peka, hanya aku terlalu gengsi untuk memulainya. Aku menyukai , Ah! Tidak! Mencintaimu! Sangat mencintaimu. Would you be mine? Tak ada penolakan!" Ucapku panjang lebar. Hilang sudah semua beban rasanya. Sungguh melegakan.

"Duizzhang?" Tanyanya. Sepertinya ia masih tak percaya.

"Bagaimana Sehun? Apa jawabanmu? Apa kau masih tak percaya padaku?" Tanyaku lagi padanya.

Ia tersenyum melihatku. Tangannya terulur membelai pipiku, lembut. Dengan gerakan tiba-tiba, ia langsung memelukku. Membuatku kembali menindih tubuh kurusnya itu.

"Bukankah kau bilang tak ada penolakan? Jadi mana bisa aku menolak. Aku mencintaimu duizzhang." Ucap Sehun riang. Aahh, sungguh hari ini adalah hari terbaikku.

Ku pandangi kembali wajahnya yang tersenyum bahagia itu. Sungguh beruntungnya aku.

"Aku tahu, pangeran Sehun ini tampan. Jadi tak perlu memandangiku terus gege." Ucapnya percaya diri. Lucu sekali kekasihku ini. Membuatku semakin gemas.

Chu~

Kukecup sekali lagi bibirnya. Aku mungkin sudah ketagihan dengan bibir manisnya ini.

"Kau sungguh menggemaskan."

"Dan kau menyebalkan."

"Terima kasih. Aku tahu aku memang tampan."

"Percaya diri sekali kau." Ucapnya.

Kembali ku kecup bibirnya. Membawanya dalam ciuman manis dan panjang. Tak akan pernah ku lepaskan apa yang telah kudapatkan ini. Terima kasih Tuhan. Terima kasih Sehun.

.

.

.

.

.

.

"Dan pada akhirnya, sang Duizzhang dan Magnae kita hidup bahagia selamanya." Ucap Lay sambil menepuk tangannya, seolah ia sedang membacakan dongeng untuk anak-anaknya.

Mereka semua sekarang sedang berada di depan kamar Sehun, melihat Drama Live secara gratis. Semua merasa bahagia melihat Duizzhang dan magnae mereka akhirnya bersatu. Pelahan, mereka menutup pintu kamar itu kembali. Memberi kesempatan pada pasangan baru itu untuk bermesraan malam ini.

"Dan sekarang giliran Happy virus dan si Rusa yang akan melanjutkan kisah cinta mereka. LAY HYUNG, AKU PINJAM KAMARMU!" Ucap Chanyeol yang langsung menggendong Luhan ala 'karung beras' style.

"WOOYY! CHANYEOL! TURUNKAN AKU!" Teriak Luhan yang tak digubris sama sekali.

'Blam'

"Aku mengantuk. Aku tidur di kamar Kyungsoo saja." Ucap Lay.

"Lay, tunggu aku." Xiumin pun menyusul Lay menuju kamar Sehun-Luhan-KyungSoo.

"Suho Hyung, ayo kita tidur." Ajak Tao sambil merangkul pundak Suho.

"Gege! Lepaskan tanganmu!" Ucap Kai sewot, langsung menarik Suho kedalam pelukannya.

"Tidak bisa! Aku duluan yang mengajaknya! Ayo Hyung!" Ucap Tao tak kalah sewot. Ia menarik Suho kembali kepelukannya.

"Aku yang biasa sekamar dengan Suho Hyung. Jadi, ayo Hyung." Kai kembali menarik Suho.

"Maka dari itu! Suho Hyung bosan tidur denganmu! JAdi, denganku saja ya Hyung?" Tao menarik Suho kedalam pelukannya.

Kejadian 'tarik menarik' Suho pun terjadi kembali malam ini.

"HEEYY KALIAN! HENTIKAN!" Teriak seseorang. Bukan! Bukan Suho.

"Hyung-ku Sayang, ayo kita tidur." Ucap Baekhyun memotong perdebatan mereka. Ia langsung memeluk Suho possesif dan membawanya ke kamar Baekhyun-ChanYeol-Tao-Xiumin. Suho pun juga membalas pelukan Baekhyun. MEreka Saling memandang dan melempar senyum satu sama lain.

"Ayo Baek. Kalian berdua, jangan bertengkar lagi ya. Cepat tidur. Selamat malam." Ucap Suho tegas, namun tetap terdengar lembut.

"Kalian! Tidur saja di sofa!" Ucap BaekHyun ketus sebelum menutup pintu kamarnya.

'Blam'

Mereka saling memandang sebelum akhirnya

"HUWAAAAAA... HYUNGDEUL KETERLALUAN... SUHO HYUNG, SARANGHAE... TEGANYA KAU MENOLAK KAMI... HUWAAAAAA..."

"BERIIISIIIIIIIIIIIIKKKK!"

Dan Kai-Tao pun harus rela tidur berdua di sofa ruang tamu malam ini.

.

.

.

.

.

- SUDAH SELESAI -

.

.

.

Maaf Kalau Endingnya mengecewakan yaa :)

.

.

TERIMA KASIH UNTUK :

kim jee wook, shakyu, Guest, unamed, hunnie, xxx, diyas, hunhashipper, HunBubbletea, Myunsoo, DianaSangadji, destyrahmasari, tiikaaa, Oh Dhan Mi, HyunieWoo, Dan Semua yang sudah nyempetin baca dengan ataupun tanpa Review. Terima KAsih Banyak :)

.

.

.

Kritik dan Saran sangat dibutuhkan.

Ditunggu Reviewnya yaaa :)

.

.

.

Wassalam