Dear my Love

Author : Rina Dhila

Cast : - Jung Shi Hyun

Oh Sehun

Kim Jong In [Kai]

Support Cast : - Lee Sun Kyu

Genre : Romance

Rating : General

Length : 2 of ?

Ini FF ke 4 ku. Jujur aku belum sering bikin FF, dan ini FF chapter pertamaku. Soalnya aku sering bikin oneshoot. Kalo mau tau lebih tentang aku bisa add fb ku [ Rina Dhila], follow twitter ku [ rina_fany], and dateng + follow ke blog ku ne [ .com] .

Cerita ini murni karangan ku, cast nya ini [Jung Shi Hyun] atas saran temenku di facebook. Oke deh dari pada banyak omong mending langsung baca aja.

Sebelumya maaf ya kalo banyak typo bertebaran. Maklum belum professional…

Cerita Sebelumnya…

"YA!Panggil aku K-A-I. Kai"

"Ne… ne… ne"

Akhirnya Shi Hyu mengajakku pergi ke Namsan Tower. Karena aku tidak mau ke Taman hiburan. Sebenarnya jika tadi dia memaksa ke Taman Hiburan juga tidak apa-apa, asal aku bersama Shi Hyun.

"Palli .. kita hampir samp…aww"

"Gwenchana?"

CHAPTER 2-

Shi Hyun POV

Dasar Kai, ke taman hiburan saja tidak mau. Apa kini dia gengsi, karena dia seorang dancer handal, dan tidak ingin lagi masuk ke tempat seperti itu. Padahal dia kan dulu sering memaksaku untuk menemaninya ke sana , apa dia tidak ingat . huh.. Dia selalu mengatakan

"Hyunnie, ayo kita ke taman hiburan"

"Aniyo.."

"Ayolah Hyunnie, aku janji akan membelikanmu ice craem strawberry"

"Eumm.. jinja? Baiklah"

Tak ingatkah dia hal itu. Anak ini benar-benar tidak berubah, masih tetap menyebalkan. Baiklah akhirnya aku mengajaknya ke Namsan Tower. Dan dia menyetujuinya. Dan kami pun berjalan ke sana, karena jarak taman hiburan dan Namsan Tower tidak terlalu jauh. Di jalan kita hanya bercerita tetang masa lalu kamu, membuatku kadang tertawa dan kadang marah padanya. Inilah yang aku suka darinya, sifatnya selalu bisa membuat hatiku nyaman. Walaupun dia membuatku marah atau senang, dia tetap sahabat terbaikku, Kai.

"Palli .. kita hampir samp…aww"

"Gwenchana?"

"Gwenchana, Kai"

"Oh mianhae. Mianhae.."

Suara itu… Akh jinja. tanganku sakit, ini mungkin karena aku terlalu asyik berbicara dengan Kai aku jadi tidak melihat ada orang di depanku. Aku memang benar-benar orang yang ceroboh sekali. Tapi suara itu.. aku rasa aku mengenalinya..

"Oppa.. gwenchana?"

"Gwenchana, Sunny-ya. Mian agasshi"

Aku mendongak dan aku melihat sosok namja yang benar benar membuatku terpaku. Aku tak mampu bergerak, tanganku bergemetar. Hatiku seperti tertusuk beribu jarum.

Sehunnie?

"Sehunnie?"

"Sehunnie? Oppa? Kau mengenal agasshi ini? Oppa? Jangan diam saja, jawab aku"

"Ani.. Ani.. Aniyo, aku tidak tahu"

"Tapi dia tau namamu , Oppa"

"Ayo pergi, sunny-ya"

Apa? Dia bilang apa? Dia tidak mengenalku? Oh, yang benar saja, dia anggap aku ini apa? Benar-benar membuatku emosi. Tak taukah kau betapa aku rela menunggumu selama ini? Dan kini aku bertemu denganmu untuk pertama kali setelah perpisahan itu, kau bilang kau tak mengenaliku. Tega. Kau benar-benar tega Oh Sehun.

"TUNGGU!"

"OH SEHUN BERHENTI!" teriak ku.

"Oppa. Dia memanggilmu" kata gadis itu pada Sehun.

"Ani.. kau salah dengar" balas Sehun.

"Oppa! Katakana padaku ada apa ini? Siapa dia?" bentak gadis itu seraya melepas tangan Sehun.

Aku menghampiri mereka yang berhenti tak jauh dariku, kulihat Kai hanya bingung melihat hal ini. Aku menatap mata gadis itu.

"Kau! Siapa kau?"

"Seharusnya aku yang bertanya agasshi, kau siapa? Kenapa kau memanggil Oh Sehun?"

"…"

"Aku. Aku kekasih Sehun Oppa?"

"Oh,,, begini Oh Sehun. Jadi ini yang membuatmu meninggalkanku satu tahun ini? Gara gara yeoja ini?"

"Ma…mak…sud nya apa ini, Oppa?"

"OH SEHUN.. BICARALAH. Apa kau tak punya mulut?"

"DIAAMMMM!"

Deg.

Seumur hidupku aku belum pernah dibentak sama sekali, dan kali ini, hari ini, aku di bentak oleh seseorang, dan orang itu adalah orang yang ku cintai, Oh Sehun.

"Kalian ini berisik"

"Op…ppaaa.."

"Shi Hyun, aku minta maaf bukan maksud.."

"Aku tau, aku tau .. aku minta maaf. Anggap saja hari ini tidak pernah ada. Mian"

"Yeoja ini bukan kekasihku. Percayalah…"

Aku tak peduli dia berkata apa. Hatiku benar—benar semakin sakit. Setelah kau meninggalkanku. Tak menganggapku, lalu membentakku. Apa itu tidak cukup untukmu? Tak taukah saat aku melihatmu tadi, aku berharap kau kembali lagi padaku. Tapi kau menghianatiku dengan yeoja lain saat hubungan kita belum berakhir. Oh Sehun kumohon, buat aku membencimu, jangan buat aku semakin mencint….

"SHI HYUNNN!"

"Mwo? Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa….."

.

.

.

.

TBC

Mian chapter ini pendek. Soalnya buat feel di chapter ini agak susah. Disini saya juga nggk punya kerangka pemikiran FF. jadi saat membuat lanjutan, langsung yang keluar dari pikiran ya aku tulis. Pokoknya makasih udah mau baca FF geje ini. Gomawo… jeongmal gomawo.