Title : The Wolf That Fell in Love with Red Riding Hood
Author : Daehyun imnida
Genre : romance, maybe
Rating : T
Chapter : 2
cast :
Jung Yunho
Kim Jaejoong
and others
pairing : YunJae COULPE
Disclaimer : mereka bukan milik saya, tapi cerita asli punya saya Xd
Warning : BOY X BOY, ADA UNSUR GILA(?) NYA , CERITA DI LUAR KENORMALAN, ANEH ==V, jika ada kalimat atau kata-kata yang kalian kurang paham, tolong gunakan otak kalian untuk mengerti maksudnya #plak, Tyops bertebaran. dan juga bahasa gaul (?) XD
notes:
#fanfic ini terinspirasi dari lagu Vocaloid : Len & Rin Kagamine yang judulnya juga sama dengan judul fanfic .
#kalo ada cerita yang mirip sama saya, tolong kasih tau ya. biar aku beri tindakan terhadap ffku ini and
ini adalah imajinasiku, fanfic adalah menuangkan imajinasi kita jadi cerita di sini tidak nyata.
#ini hanya imajinasi dari otak saya yang ingin saya tuangkan ^^plak#
" Senpai "
Seseorang seperti memanggilku. Aku membuka mataku perlahan dan mencari siapa yang memanggilku.
Suara ini? Panggilan ini, hanya satu orang yang memanggilku seperti ini,
" Kim Jaejoong" ucapku dalam hati.
Kenapa dia bisa ada disini ? Dan lagi kenapa dia masih memanggilku seperti itu? kami sudah tidak memiliki hubungan selama 4 tahun dan ia memanggilku seperti itu.
Terakhir kami bertemu saat acara theater berakhir, saat peran ku sebagai Srigala dan ia adalah gadis berkerudung merah. mengakhiri theater tersebut, mengadakan acara kesuksesan kami dan terakhir berbicara berdua di belakang panggung.
Dia mendekatkan wajahnya ke arahku, tidak lebih tepatnya ke telinga kanan ku.
" Lama tidak berjumpa, Yunho Senpai" katanya menatapku dalam.
Deg!
Apa ini? Perasaan ini, perasaan 4 tahun ku pendam muncul lagi. Tatapan itu, mata yang bulat sempurna yang bersinar kini telah meredup. Kenapa? Perasaan ini mencul? Dan kenapa tatapan itu ? Aku memegangi dadaku. perasaan ini tidak boleh muncul lagi! Aku tidak ingin terulang seperti dulu.
" Senpai kau..."
"Jangan sentuh aku!" Teriak ku
Buru-buru aku pergi darinya dan meninggalkan tempat ini .
Aku harus menjauh dari nya. Aku tidak mau melihatnya.
tidak, aku takut membayangkan masa lalu ku yang tiba-tiba berputar di otak ku, aku berusaha mengusir kenangan masa lalu ku dari otak ku.
Ku mohon jangan ingatkan aku tentang kenangan ku dengan nya.
Yunho berlari sekencang mungkin meninggalkan seseorang yang sendiri di pohon cherry itu. Perlahan ia berdiri lalu Ia memegangi dadanya. Sakit? Ya, tentu saja.
Cinta pertama mu menolak kehadiran mu. Tapi namja itu atau bisa kita panggil Kim Jaejoong hanya terdiam memandangi langit sore yang berwarna orenge tua itu lalu ia meronggah saku nya dan mengambil sebuah jam aloji. Saat membukanya dia dapat mendengarkan sebuah lagu.
Kalian tau kotak musik ? Jam ini selain kita dapat melihat angka jam kita juga bisa mendengarkan sebuah lagu saat kita membukanya.
Saat itu Jaejoong memandangi matahari terbenam sambil memegang jam aloji yang memainkan sebuah lagu. Jaejoong menggengam erat jam tersebut.
Ia tau air mata nya telah bebas menyesuri pipi nya, tapi Jaejoong tidak peduli. Ia hanya merasa bodoh karena melakukan sesuatu di masa lalu . Aloji ini selalu mengingatkan ia tentang kesalahan yang telah ia perbuat. Pernah terpikirkan untuk membuang aloji ini, tetapi entah kenapa hati nya menahan untuk tidak melakukan nya.
Jaejoong paling tidak suka jika ada suatu masalah yang belum ia selesaikan. Tetapi masalahnya dengan Yunho, entah kenapa ia takut untuk menyusun sekenario, takut karena ia tau sulit untuk membuat cinta pertama nya kembali kepadanya .
Matahari sudah sepenuhnya terbenam, tetapi Jaejoong engan untuk pergi dari tempat itu.
Dulu saat Jaejoong masih Senior High School, Jaejoong hanya mengabiskan waktunya di ruangan theater drama membunuh waktunya karena ia hanya memfokuskan diri mengejar impian nya dengan melatih aktingnya.
Tapi saat bertemu dengan Yunho, entah kenapa hidupnya menjadi bercahaya, kehangatan Dan perhatian Yunho kepada Jaejoong membuat Jaejoong tidak bisa melepaskan Yunho.
Perlahan tangan nya yang memegang jam aloji bergerak perlahan kedepan, berniat untuk membuang aloji ini sambil menetralkan isak tangis dan detak jantungnya. Ia mulai yakin untuk membuangnya, namun tiba-tiba kepingan kenangan masa lalu nya muncul . Jaejoong menurunkan tangan nya mengusir lembaran kenangan nya .
" aloji ini aku yang disain sendiri loh! "
Senyum ceria nya Sambil memegangi tali rantai aloji tersebut.
" dengar, aloji ini dapat mengeluarkan lagu. Kau tau lagu ini adalah lagu favorite ku" katanya memamerkan senyum nya.
" Ini untuk mu, karena aku membuat kan nya khusus untuk mu. Karena kau adalah cinta pertama ku Kim Jaejoong"
Katanya memancarkan senyuman tulus.
" Beruang bodoh! kenapa kau memberikan nya padaku?! Kenapa kau memilih lagu ini?! Kenapa ?!" Ucap Jaejoong memeluk dirinya menggengam erat jam aloji di lengan nya dan perlahan tubuhnya menurun terduduk di tanah.
Seorang Kim Jaejoong dapat di takhluk kan oleh seorang namja bernama Yunho.
Saat namja itu memegang tangan Jaejoong agar jangan pergi ,
Jaejoong malah melepaskan tangan nya dengan kasar dan berpura-pura meninggalkan namja itu dengan tindakan yang ia perbuat , seolah tindakan nya itu wajar.
Tapi waktu telah berlalu, Jaejoong menghancurkan segalanya. Mengatakan ingin lebih fokus dengan impian nya dan mengakhiri hubungan mereka dengan alasan yang tidak masuk akal.
FlashBack
3 hari sebelum pertunjukan dimulai. Para pemain yang sedang menghafalkan gerakan dan sekenario yang sudah di tentukan, membuat para pemain tidak sabar menunggu pertunjukan dimulai.
Seperti seorang namja yang tidak bergabung dengan yang lain nya, karena ia butuh menghayati dan memfokuskan diri untuk peran nya sebagai ...
"Hey Gadis berkerudung merah, sedang apa kau disini ?!" Kata seseorang mengagetkan Jaejoong, ternyata namja itu adalah Kim Jaejoong.
" Jangan menggangguku, Beruang bodoh " kata Jaejoong acuh menjauhkan tangan Beruang, atau bisa kita panggil Jung Yunho dari pundaknya.
" Hehehe aku ingin meminta izin ya? , aku tidak ikut latihan berikutnya karena ada suatu urusan." kata Yunho memohon pada Jaejoong dengan menepuk tangan nya bersamaan di depan wajahnya.
Bukan nya menjawab, Jaejoong hanya mendekatkan wajahnya ke Yunho. Melihat wajah dengan mata kecil bagaikan mata elang, hidungnya itu dan bibirnya yang berbentuk hati. Jaejoong suka melihat wajah ini, tidak pernah bosan.
" Apa ? " Tanya Yunho gugup.
Tentu saja gugup, seseorang yang sedang memandangnya ini adalah orang yang ia sukai, cinta pertama mu. Entah kenapa Yunho menjadi gugup di pandang seperti itu.
Walau diam-diam Yunho selalu memperhatikan Jaejoong, tapi ia tidak menyangka akan sedekat ini. 'Rasanya aku ingin... '
Tuuukkkk!
" Berhentilah memikirkan hal-hal yang aneh, beruang mesum" kata Jaejoong menyentil jidat Yunho cukup kencang. Sedangkan yang menerimanya? Ahh dia mengutuk Jaejoong yang telah menyentilnya sambil memegang jidatnya.
" Apa yang kau lakukan ?! Aku tidak mau jidatku lebar seperti Yoochun! " Teriak Yunho karena kesal .
Sedangkan nama nya (Yoochun) yang di sebut menghampiri Yunho sambil meregangkan jari-jemarinya dan menghajar Yunho tanpa ampun tentu saja Yunho tidak mau kalah. terjadilah pertarungan dari Yunho dan Yoochun yang di anggap biasa oleh yang lain nya, karena mereka tau itu adalah cara Yunho dekat dengan Yoochun dan begitu juga sebaliknya.
" Aku tidak akan mengampunimu beruang aneh"
" Apa kau bilang tikus jelek?! Kau menantangku" kata Yunho menggulung lengan bajunya dan kembali menghajar Yoochun.
" Kalian berlebihan, cepat latihan!" kata Jaejoong menghela nafas melihat kelakuan kedua teman nya ini lalu meninggalkan mereka berdua.
Dan langsung dipatuhi oleh mereka berdua, walau mereka belum puas menghajar satu sama lain .
-tapi tanpa mereka sadari Jaejoong tersenyum melihat moment seperti itu-
#sebelum hari pementasan
Akhirnya hari pementasan sudah di depan mata, semua orang yang terlihat acara sekolah itu terlihat sangat sibuk demi kesuksesan nya acara sekolah.
Hari sudah sore, persiapan untuk acara besok sudahlah lengkap. Hanya menunggu hari esok, semua nya mengharapkan kelancaran acara sekolah ini, termasuk namja bernama Kim Jaejoong.
Walau latihan mereka sudah berakhir, tetapi Jaejoong tetaplah berusaha melatih aktingnya agar ia terbiasa dengan peran nya.
Berperan sebagai wanita cukup memakan tenaga nya, walaupun terlihat sederhana memainkan nya tetapi tetap saja ia harus membiasakan nya ' ini demi impian ku sebagai aktor! ' iklarnya di dalam hati dengan semangatnya derngan mengepalkan tangan nya .
Seseorang yang sedari tadi melihat akting Jaejoong merasa kasian, karena Jaejoong belum beristirahat sedari tadi.
Perlahan menarik nafasnya dan berjalan menghampiri Jaejoong dengan memegang dua buah kaleng minuman, Yunho menghampirinya.
"Istirahatlah dulu, apa kau tidak lelah seharian lati.. Ah tidak, setiap hari latihan? Istirahat itu penting Kim Jaejoong" kata Yunho memberikan salah satu kaleng minum nya dan tentu saja Jaejoong menerima nya dengan senang hati.
Mereka duduk dengan suasana hening, tidak ada yang memulai pembicaraan. Yunho Sesekali melirik Jaejoong.
Kalian tau semenjak mengikuti theater drama ini, Yunho selalu menatap Jaejoong. Entah itu saat ia melihat naskah theater, duduk istirahat, minum, apapun yang Jaejoong lakukan.
Yunho sadar, telah jatuh cinta dengan Kim Jaejoong. tidak tau kapan perasaan itu muncul. Ia sangat menikmatinya.
" Hey, apa besok theater ini akan berjalan sukses ? " Kata Jaejoong yang membuyarkan lamunan Yunho.
Yunho menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal lalu menatap panggung theater mereka.
mereka sedang duduk di kursi penonton, sama-sama menatapi panggung yang akan mereka persembahkan untuk penonton yang akan datang .
" Kalau kita sungguh-sungguh dan mendalami peran nya dengan hati-hati mungkin theater ini akan sukses " kata Yunho.
Hening kembali melanda mereka. Mereka tau hari sudah malam, tetapi tidak ada dari mereka yang berniat berdiri dari kursi mereka.
" Apa yang kau pikirkan saat kau memerankan peran sebagai gadis berkerudung merah ? " Tanya Yunho tiba-tiba. Yunho juga tidak tau kenapa bertanya seperti itu, hanya saja ia ingin tau jawaban dari Jaejoong.
" Seorang gadis kecil yang sangat ceria. Aku memerankan peran ini karena ia sangat lucu" kata Jaejoong yang terkekeh dengan peran nya.
" Dia juga sangat berani melawan serigala itu, walaupun sebelumnya dia tidak tau kalau serigala itu jahat. Dan Aku harus bisa memerankan nya demi impian ku" ucap Jaejoong kembali dan kalimat terakhirnya ia ucapkan pelan agar tidak terdengar oleh Yunho
Entah kenapa Yunho yang mendengar perkataan Jaejoong tersenyum, Jaejoong yang sedang menceritakan sesuatu yang sangat manis karena ia melihat mata Jaejoong berbinar-binar walaupun munkin Jaejoong tidak sadar, ' ahhh, dia manis sekali ' batin Yunho tersenyum saat Yunho menepuk kepala Jaejoong dengan sayang sembil ia mengelusnya.
' Apa wajahku memerah ? Tapi kenapa ? Aku rasa aku mau demam' batin Jaejoong merasakan wajahnya memanas.
" Lalu, bagaimana perasaan mu saat kau memerankan peran mu sebagai serigala ? " Tanya Jaejoong menatap Yunho. Jaejoong dapat melihat Yunho tersenyum, tapi apa perasaan nya saja atau senyuman itu terlihat sedih.
" Tentu saja aku senang, lagi pula aku berpikir hanya aku yang bisa memeran kan nya. Iya kan ? " Kata Yunho. " Dan lagi, aku bisa menggoda mu saat kau latihan. Itu sangat menyenangkan" katanya terkekeh mengingat ia sering menggangu Jaejoong.
Ia masih ingat waktu itu saat sedang latihan, mereka memakai kostum saat latihan. Dan kalian tau apa yang dilakukan Yunho, ia diam-diam mendekati Jaejoong dan mengangkat rok nya yang mengakibatkan semua orang melihatnya.
" Beruang bodoh! jangan bercanda atau aku akan menghajarmu!" Kata Jaejoong yang penuh aura kegelapan, sepertinya Jaejoong harus memberi pelajaran ke ' beruang mesum' yang sudah memalukan nya di depan umum. ' Aku malu berbicara dengan wanita kalau begini' yah begitulah batin Jaejoong saat menyadari banyak wanita di sekelilingnya.
" Tolong jangan ingatkan aku tentang masalah itu Beruang mesum " kata Jaejoong membuang muka menutupi wajah merah nya agar tidak terlihat oleh Yunho.
" Heh, bisa kah kau tidak memanggil ku seperti itu? " Kata Yunho.
" Kenapa ? Nama itu bagus untuk mu" kata Jaejoong memasang wajah polosnya. Membuat Yunho sedikit kesal dibuatnya.
" Cih, aku ini kakak kelas mu. seharusnya kau harus menghormatiku" kata Yunho mendekatkan wajahnya menatap Jaejoong yang gugup saat Yunho mendekatkan wajahnya.
" Mengubah nama orang itu tidak baik. Nah mulai sekarang kau harus memanggilku senpai " kata Yunho tersenyum memperliatkan gigi-giginya yang putih.
" Senpai ?"
" Iya, senpai. Kau tidak tau, itu sebutan orang jepang saat bertemu kakak kelasnya atau orang yang lebih tua darimu" jelas Yunho.
"Aku tidak mau"
" Aku tidak menerima penolakan, jika kau tidak mau memanggil ku senpai aku akan mengundurkan diri dari peran ku dengan terhormat " jelas
Yunho mengancam Jaejoong.
" Kau mengancamku ?!"
" Kau beranggapan begitu ? " Tanya Yunho balik bertanya kepada Jaejoong.
Jaejoong tidak menjawab pertanyaan Yunho karena melihat Yunho berdiri dari kursinya.
" Ayo pulang, ini sudah malam sebaiknya kita pulang mengistirahatkan diri untuk persiapan besok" kata Yunho meregangkan tubuhnya, melepaskan lelah karena lagi-lagi mereka latihan seharian.
" Kau masih disini? " Tanya Yunho yang berhenti berjalan.
" Aku masih disini. Kau pulang saja duluan " jawab Jaejoong mulai meninggalkan Yunho.
.
.
.
.
.
Bruukkkk
Namun tiba-tiba saat ia ingin naik ke atas panggung untuk berlatih lagi, ia bukan nya maju ke depan malah seperti berputar kebelakan, lalu Jaejoong dapet merasakan tubuh seseorang memeluknya. Apa ?
" Lepaskan aku " kata Jaejoong berusaha melepaskan diri dari Yunho, orang yang memeluknya.
Bukan nya patuh perintah Jaejoong, Yunho justru mengeratkan pelukan nya. Ia juga dapat mencium leher Jaejoong karena ia menenggelamkan wajahnya di bahu Jaejoong.
" Aku mohon lepaskan aku " kata Jaejoong melemas. Ia dapat merasakan hembusan nafas Yunho, ia juga dapat mencium tubuh Yunho. 'sial' umpat Jaejoong dalam hati.
" Jangan terlalu memaksakan diri hanya karena mengejar mimpimu. Tidak taukah kau banyak yang khawatir dengan mu karena kau memaksakan dirimu seperti ini ? " Kata Yunho yang masih memeluk Jaejoong.
Ia tidak ingin melepaskan nya, karena instingnya mengatakan kalau orang yang sedang dipeluk nya ini membutuhkan seseorang untuk memeluknya, melepaskan lelahnya, mengurangi beban nya , dan kekhawatiran yang Jaejoong alami.
Dan Yunho dapat merasakan bahu nya basah.
basah ?
Yunho melepas pelukan nya dan melihat keadaan Jaejoong sekarang.
Yunho dapat melihat Jaejoong menahan tangisan sambil menggigit bibirnya, pipinya Juga memerah. Buru-buru Jaejoong mendorong bahu Yunho dan langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan nya, perlahan terduduk di lantai.
Tameng yang ia buat agar semua orang yang berada di dekatnya tidak menyadari kalau ia sedang menahan kesedihan nya.
Jaejoong berusaha menghentikan tangisan nya walaupun tidak bisa. Ia selalu mengumpat' berhenti menangis bodoh', 'jika kau ketauan menangis kau akan dihukum' dan ' kau akan mengecewakan semua nya kalau kau menangis '.
Awalnya Yunho bingung kenapa Jaejoong tiba-tiba menangis, namun sepetinya instingnya benar bahwa' Jaejoong membutuhkan seseorang untuk menghibur dirinya' Yunho menghampiri Jaejoong, menyamai posisinya dengan berjongkok(?) Sambil menatap kegiatan Jaejoong.
" Apa kau punya masalah ? " Tanya Yunho memandangi kegiatan Jaejoong.
Tidak ada jawaban dari Jaejoong, ia terus menangis. Yunho yang melihatnya hanya menghela nafas dan mengulurkan tangan nya lalu mengelus kepala Jaejoong dengan penuh sayang.
Tidak menyangka apa yang dilakukan Yunho membuat Jaejoong mengangkat kepalanya perlahan, sesekali ia dapat mendengar isakan kecil dari Jaejoong.
Seharusnya Yunho menanyakan pertanyaan ' kau kenapa menangis ?', 'Ceritakan lah masalahmu dengan ku' atau ' kalau kau mau kau bisa menginap di rumahku untuk menceritakan Semua masalahmu' namun bukanlah itu yang ia tanyakan. Memang ia menanyakan nya tadi tetapi ia tidak mengulanginya lagi.
ia tau ini bukan pertanyaan atau apalah itu, tapi apa kalian tau saat Yunho mengatakan itu ada sedikit cahaya di mata Jaejoong saat Yunho mengulurkan tangan nya dan mengatakan...
" Jika kau memanggilku senpai, aku berjanji akan selalu disisimu dan akan ku buat kau menyukai ku" kata Yunho tersenyum.
Senyum yang sangat hangat, senyuman yang membuat Jaejoong dapat berwajah merah dan sekaligus senang karena ada yang datang memberikan kehangatan kepada nya .
walaupun perkataan Yunho sedikit aneh tapi tidak berlaku dengan Jaejoong. Jaejoong perlahan mengulurkan tangan nya, menggengam tangan Yunho. Dan Yunho langsung menarik Jaejoong.
Dan semenjak Yunho mengatakan itu, kini Jaejoong menyadari kalau ia menyukai Jung Yunho, si srigala yang penuh misterius dalam kehidupan nya.
.
.
.
.
.
.
TBC
Yeorobun, annyeong :D
Aku kembali dengan yunjae :3
Bow bareng Yunjae #
Apa kalian berpikir ini sedikit angts ? Entah kenapa pas baca dada ku sesek TwT
Lebay#
Anyway, mohon review nya ya :D
terima kasih sudah membaca fanfic ku ini :3
