Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Friendship, Romance,
Warning : OOC, typo(s), AU, multichapter, dan yang lainnya..
Sumary : Chap. 2/Sakura hanya meminta satu lelaki saja untuk mengisi hidupnya, tapi banyak yang datang membuka hatinya untuk Sakura. Siapakah yang akan dipilihnya? /SasuSaku/SasoSaku/NejiSaku/GaaSaku/DeiSaku/ Special for Shirayuki
Which One Will I Choose?
Pagi yang cerah dengan matahari bersinar terang dan kiacuan burung sebagai melodi tersendiri bagi orang-orang yang mendengarnya. Para pelajar berjalan menuju tempat mereka menuntut ilmu dengan girang tak sabar menanti apa yang akan terjadi di hari baru ini. Para orang dewasa mengobarkan semangat untuk pergi berkerja demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Mereka yang sudah lanjut usia berjalan-jalan pagi sambil menikmati hari-hari tuanya.
Seorang remaja putri berjalan dengan langkah setengah berlari dan setengah berjalan, suasana hatinya sedang baik yang terlihat karena sejak tadi ia selalu melemparkan senyum ke siapa saja yang ditemuinya saat mejejakkan kakinya di KHS. Beberapa teman yang menyapanya dibalas dengan sapaan yang terdengar ramah di telinga siapa pun. Mata aquarime'nya berbinar-binar kala ia mengingat lagi apa yang akan disampaikannya pada sang sahabat sejak kecilnya.
Yamanaka Ino-gadis tadi langsung berlari menuju sahabatnya-Haruno Sakura yang sedang berdiri di depan lokernya. Wajah cantik gadis blonde itu dihiasi senyuman dan terlihat tak sabaran jika diperhatikan lebih detail.
"Kyaa, Saki! Apa kau sudah tau kabar terbaru? Kau pasti akan senang sekali jika tau nanti! Ayo ke kelas supaya aku bisa menceritakannya padamu! Sungguh kau tak akan percaya ini!" celetuk Ino tiba-tiba di depan Sakura yang membuat Sakura kaget saat jarak mereka bisa dibilang dekat, terlampau dekat malah. Kenapa? Saat Ino melihat Sakura, ia langsung berlari ke arah sahabat pinknya dan berhenti tepat di depan wajah Sakura sehingga Sakura harus mundur supaya tidak kena hujan lokal dari Ino.
Mereka berdua pun menyusuri koridor kelas XII yang dipenuhi teman-teman seangkatan mereka dan memasuki kelas XIIB. Sudah lumayan banyak murid kelas yang sudah datang, tapi beberapa dari mereka sepertinya berada di luar kelas. Suasana kelas tidak terlalu ramai, karena kelas XIIB sekarang ini didominasikan oleh murid-murid perempuan yang sibuk cekikikan bersama dan beberapa murid laki-laki yang pendiam yang memilih tenggelam dalam buku.
Sakura dan Ino berjalan menuju kursi mereka yang terletak di barisan kedua dari depan tepatnya dekat tembok sebelah kanan kemudian menaruh tas dan duduk. Murid-murid yang ada di kelas itu tak tampak mempedulikan kehadiran sepasang sahabat itu, mereka lebih memilih menoleh sebentar ke arah mereka lalu kembali ke aktivitasnya masing-masing. Sakura dan Ino tampak biasa saja saat diperlakukan seperti tadi. Ino pun mulai menceritakan hal yang membuatnya melebihi kata senang dan gembira pada Sakura.
"Saki, alumni KHS akan datang hari ini untuk reunian! Tidak kah kau percaya itu? Berarti Deidara-senpai dan Sasori-senpai juga akan datang. Kyaa.. aku sudah tidak sabar melihat wajah keduanya, pasti bertambah tampan. Kira-kira mereka masih mengingat kita tidak ya, Saki? Semoga saja masih." Jelasnya. Ternyata alasan Ino sangat senang adalah alumni KHS akan datang hari ini untuk reunian. Sasori dan Deidara memang mengenal Sakura dan Ino, mereka adalah primadona KHS sebelum lulus. Pantas saja Ino sangat senang. Dulu saat Sakura dan Ino masih kelas XI, pernah ada gosip jika Sasori menyukai Sakura dan mencoba untuk mendekati Sakura. Makanya dulu Sakura pernah sempat terkenal di kalangan kakak kelasnya, tapi sampai saat ini Sasori belum pernah menyatakan perasaannya pada Sakura.
Sakura juga sebenarnya pernah sesekali mempercayai gosip tadi, tapi selalu di tepisnya dengan alasan Sasori tidak pernah menyatakannya jadi belum tentu pasti Sasori menyukainya. Sakura sendiri hanya menganggap Sasori sebagai sahabat yang baik dan tak lebih dari itu.
"Memangnya kau mau apa jika mereka masih mengingat kita? Kau mau mendekati mereka?" tanya Sakura dengan wajah biasa saja yang bertolak belakang dengan wajah Ino yang berbinar.
"Mau apa? Ayolah Sakura, diingat oleh alumni yang pernah menjadi / sampai sekarang masih menjadi primadona itu 'WOW' banget!" balas Ino dengan melanklonis dengan mata berbinar lagi karena sedang memikirkan kedua senpai'nya itu menyapanya dengan nada dan senyuman yang ramah.
"Ohh. Ngomong-ngomong kau tau dari mana tentang ini?" Ino mendelik tak suka dengan respon sahabat pink'nya, tapi mau apa lagi? Karena Ino tidak mau menghancurkan harinya dengan berdebat dengan Sakura, Ino pun hanya mengeluskan tangan di dadanya sambil bergumam 'sabar-sabar'.
"Aku tau dari Konan-senpai, kau tau kan? Perempuan dengan rambut biru dan sering menggunakan jepit bunga yang lumayan dekat dengan Deidara-senpai dan Sasori-senpai?"
"Ya, ya, aku tau."
"Hei, aku penasaran dengan kencanmu dengan Gaara kemarin. Ceritakan dong.." bujuk Ino cepat yang sangat ingin tau mengenai kencan Sakura dengan Gaara Minggu pagi kemarin
"Itu bukan kencan Ino. Kami hanya menghabiskan waktu senggang bersama." Bantah Sakura memalingkan mukanya ke arah lain dengan tujuan semoga Ino tidak bisa melihat semburat merah di wajahnya. Tapi Sakura kalah cepat dengan Ino sehingga Ino lebih dulu melihat semburat tadi sebelum Sakura memalingkan wajahnya, jadi munculah ide licik di kepala Ino.
"Yang benar? Ayolah mengaku saja padaku, sebenarnya apa hubungan kalian? Jangan-jangan kalian sudah jadian tapi merahasiakannya lagi?" tanya Ino penuh selidik dengan nada yang dibuat-buat dan melipat tangan di depan dada.
"Berhentilah menggodaku Pig! Bukankah sudah kukatakan semua dengan jujur saat kau menginap di rumahku Sabtu kemarin?" perkataan itu meluncur dengan nada yang sangat tenang dari mulut Sakura. Ino yang melihat balasan sahabatnya yang sangat tenang itu membuatnya jengkel. Tapi toh akhirnya Ino juga mengaku kalah dan diam terlarut dalam pikirannya sendiri yang tak jauh dari topik yang ia bicarakan dengan gadis musim semi tadi.
.
.
Istirahat memang waktu yang pas bagi mereka yang merasa lelah dan jenuh. Murid-murid Konoha High School langsung bernafas lega saat mendengar bel istirahat. Kebanyakan murid langsung menyerbu kantin sekolah, sehingga dalam hitungan detik kantin Konoha High School langsung dipenuhi remaja-remaja yang lapar.
Sakura sendiri tidak terlalu tertarik untuk pergi menuju kantin seperti kebanyakan temannya dan Ino, ia memilih duduk di bawah pohon rindang yang ada di taman belakang KHS sambil membaca novel.
Di arah yang berlawanan dari tempat duduk Sakura atau bisa dibilang di belakang pohon tempat Sakura duduk, seorang pemuda dengan mata hazel sedang duduk. Pemuda itu hanya duduk sambil menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya.
Pemuda tadi tidak menyadari kehadiran Sakura, begitu juga sebaliknya Sakura tidak mengetahui jika ada orang selain dirinya yang berada di taman belakang sekolah. Taman ini memang sepi, karena taman belakang sekolah tidak terlalu diminati murid-murid KHS sebagai tempat nongkrong. Aneh memang, padahal suasana taman ini sangat nyaman.
Sakura side
Saat Sakura sedang membaca bukunya kata demi kata, Sakura mendengar seseorang menghembuskan nafas berat. Sontak Sakura pun terkejut dan menoleh ke kanan dan kiri berusaha mencari sosok yang menghembuskan nafas tadi, tapi tak ditemuinya sosok lain selain dirinya.
Hembusan nafas itu tidak lagi terdengar, tetapi melainkan Sakura mendengar suara ranting pohon yang patah. Sakura tetap tidak menemukan sosok lain, kemudian dia pun mencoba mencari di belakang pohon tempat ia duduk.
End Sakura side
Pemuda bermata hazel tadi menyorotkan pancaran mata bosan dan malas terhadap apa pun yang dilihatnya. Pemuda tadi atau sebut saja dia Sasori mencoba untuk mengubah atau lebih tepatnya membenarkan posisi duduknya.
Saat mengubah posisi duduknya, tidak sengaja tangan Sasori yang berfungsi sebagai tumpuan berat badannya menekan ranting pohon yang patah dan membelahnya menjadi dua bagian.
Saat mengalihkan pandangannya dari ranting yang dirusaknya, hazelnya bertemu pandang dengan emerald. Sasori dan Sakura sama-sama terkejut dengan siapa mereka bertatap muka.
Cukup lama mereka terdiam mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk di benak masing-masing, tapi belum ada satu pun yang mencoba memecah keheningan yang dibuat oleh keduanya.
"Err, hai, Sasori. Lama tak bertemu. Bagaimana kabarmu?" tanya Sakura dengan canggung. Keduanya kini sudah berdiri berhadapan yang menyisihkan jarak kurang lebih 1 meter.
"Ya, lama tak baik, kau sendiri?"balas Sasori tak kalah canggung. Mereka berdua masih terlalu kaget dengan pertemuan mendadak mereka, Sakura yang tak menyangka bertemu Sasori di taman belakang dan Sasori tak percaya bisa melihat Sakura lagi. Karena dulu Sasori sempat berpikir jika dia tidak akan bertemu apa lagi bertatap muka seperti ini dengan Sakura.
"Aku juga baik. Apa.. yang kau lakukan disini?" raut canggung Sakura sekarang tergantikan oleh raut penasaran. Begitu juga dengan Sasori yang raut wajahnya yang sebelumnya kaget kembali tenang.
"Seharusnya aku di aula KHS untuk reunian dengan teman seangkatan dulu, tapi aku sedang malas jadi kuurungkan niatku dan pergi ke taman belakang." Perbincangan yang awalnya canggung juga berganti dengan obrolan ramah.
Keduanya pun mulai berbicara selayaknya sahabat seperti dulu saat Sakura kelas XI dan Sasori sebelum lulus atau lebih tepatnya saat Sasori kelas XII.
Di bawah pohon rindang itu kedua insan berbeda genderbertukar pengalaman dan bercerita tentang hidup masing-masing setelah hampir setengah tahun tidak bertemu. Rupanya sekarang Sasori kembali ke tanah lahirnya, yaitu Suna dan melanjutkan pendidikan di salah satu universitas ternama di Suna.
Sasori pun mengajak Sakura untuk melepas rindu dengan berjalan-jalan sepulangnya Sakura dari sekolah, tapi Sakura menolak dengan halus karena sudah ada janji untuk menjemput aniki angkatnya di bandara sepulangnya dari Ame.
Walau sudah Sakura katakan tidak bisa, Sasori pantang menyerah. Dia tetap bersikeras untuk mengajak Sakura dengan mengganti jamnya setelah Sakura menjemput Naruto. Tapi Sakura tetap menolak dengan alasan lain.
"Gomen ne Sasori, sepulang menjemput Naruto-niiaku masih harus menemaninya."
"Tapi kita kan jarang bisa jalan-jalan bersama Saku."
"Aku benar-benar minta maaf Sasori, aku sudah berjanji padanii-san tadi pagi saat dia mengabarkan akan pulang hari ini." Sakura meminta maaf pada Sasori dengan wajah menyesal. Bukannya Sakura tidak mau, tapi kalau memang tidak bisa bagaimana?
"Haahh, baiklah kalau kau memang tidak bisa. Mungkin lain waktu." Sasori pun menghela nafas menyerah dan mengakhiri kalimatnya tadi dengan senyum getir.
"Arigatou sudah mau mengerti, kalau begitu aku kembali ke kelas dulu bel baru saja berbunyi. Jaa ne.." ucap Sakura berterima kasih dan pamit ingin kembali ke kelasnya dan melukis senyuman khas dirinya kemudian berlalu pergi melambaikan tangannya.
Sasori pun melihat punggung Sakura yang mulai menjauh dengan pandangan yang sulit diartikan. Tidak ada yang bisa ia perbuat selain melepas kepergiannya.
"Ya, aku memang tidak pernah beruntung, semoga di lain waktu Dewi Fortuna berpihak padaku." Gumam Sasori entah pada siapa dan kemudian menghela nafas lagi setelah kembalinya Sakura kekelas. Sasori pun mulai melangkah kearah Sakura pergi tadi namun dengan tujuan yang berbeda, jika Sakura menuju kelas maka Sasori menuju aula.
.
.
"Hei, Jidat, tadi istirahat kau kemana? Aku tidak melihatmu di perpustakaan." Bisik Ino pada Sakura, walau pun berbisik Sakura masih bisa mendengar dengan jelas perkataan Ino.
"Aku di taman belakang." Balas Sakura juga berbisik pada Ino. Keduanya melakukan pembicaraan sambil berbisik karena saat ini pelajaran Ibiki-sensei. Mereka disuruh untuk membaca buku paket dengan tenang tanpa satu murid pun diperkenankan untuk berbicara atau berinteraksi dengan sesama teman. Jadi jika Sakura dan Ino ketahuan berbicara, maka tamatlah riwayat mereka.
"Sou ka? Ternyata alumni kita reunian di aula. Aku tidak sabar menemui Deidara-senpai nanti."
"Kau menyukainya?" sontak wajah Ino memerah mendengar penuturan Sakura, tapi langsung ditutupinya menggunakan buku yang seharusnya di baca keduanya. "Tadi aku sudah bertemu dengan Sasori." Kelanjutan dari kalimat Sakura itu sukses membuat Ino terkejut. Hampir saja Ino berteriak saking kagetnya, tapi aksinya dihentikan oleh Sakura.
'Hampir saja, jika Ino benar-benar berteriak tadi pasti aku dan Ino berakhir membersihkan WC selama seminggu.' Batin Sakura lega, setelah menghembuskan nafas lega yang pastinya tidak terlalu keras, Sakura langsung men-deathglare Ino yang di balas dengan cengiran innocent sahabat blonde'nya itu.
.
.
"Kau itu! Coba bayangkan apa yang terjadi jika kau benar-benar berteriak dan Ibiki-sensei mendengarnya, hah?! Bisa tamat kita! Lain kali aku tidak akan menanggapimu jika kau berbicara denganku pada saat pelajaran Ibiki-sensei." Sakura memarahi Ino karena kesal dengan perbuatan sahabat yang dipanggilnya pig itu. Ino sendiri yang kena semprot Sakura hanya nyengir tanpa rasa bersalah sedikit pun.
"Hehe, gomen gomen. Ngomong-ngomong ceritakan dong tentang pertemuanmu dengan Sasori-senpai. Yaa?" pinta Ino dengan nada merayu sekaligus mencoba untuk membuat Sakura melupakan yang terjadi saat pelajaran Ibiki-sensei tadi.
"Hah? Tidak ada yang istimewa, semua biasa saja." jawab Sakura dengan nada malas sambil mengangkat kedua bahunya karena kembali teringat kejadian di kelas Ibiki-sensei tadi.
"Hm? Yasudah, kau mau menjemput anikimu, ya?" tanya Ino, sekarang Sakura dan Ino sudah berada di tempat parkir mobil KHS. Karena akan menjemput Naruto, Sakura berangkat sekolah menggunakan mobil Honda Jazz hitam milik Naruto dan meninggalkan motornya di garasi rumahnya.
"Ya." Jawab Sakura singkat, padat, dan jelas. Gadis pinky dan blonde itu memasuki mobil tadi setelah sampai di tempat parkirnya. Ino memang berniat untuk nebeng dengan Sakura, jadi dia ikut masuk ke dalam mobil hitam itu. Tujuan yang pertama adalah Toko Bunga Yamanaka atau toko bunga milik ibu Ino, barulah Sakura pergi menuju bandara untuk menjemput anikinya langsung karena pesawat yang dinaiki anikinya sampai di Konoha kurang lebih setengah jam lagi.
.
.
TBC
Yosh! Chap. 2 selesai, gimana nih? Hehe, atas review-review'nya author ucapkan terima kasih, ne. Gomen kalau tidak bisa membalas satu-persatu.
Chap. 3 kurang tau nih mau di update kapan, tapi yang pasti secepatnya berhubung minggu ini author tidak terlalu sibuk.
Minna, author minta vote yang menentukan pemenang hatinya Sakura di akhir fic ini ya.. :D Pilihannya ada Gaara, Sasuke, Neji, Deidara, dan Sasori. Minna pasti bingung kan mau pilih yang mana? Hehe, jelas! Kan pilihannya pada nggak kalah keren..
Sekali lagi, hontou ni arigatou gozaimasu minna-san, dan yaahh.. fic ini memang akan jadi fic yang panjang.. Jadi di mohon kesabarannya, n_n
