TITLE : THE SUN AND THE MOON

PAIR : NARUSASU, FUGAMINA, NARUSAI

WARNING : YAOI, BOYSLOVE, TYPO(S), EYD, OOC, ALUR KECEPATAN, GAJE , DE EL EL

"KE-KENAPA TIDAK BERFUNGSI?" sosok lelaki berambut raven –Sasuke membeku ditempat dengan telapak tangan kirinya yang sudah terkepal erat.

"apanya yang tidak berfungsi?" sedangkan sosok lelaki berambut pirang –Naruto sedikit melirik kepalan tangan kiri Sasuke membuat Sasuke sedikit menjauh dari Naruto.

"bukan urusanmu.." Sasuke menatap tajam Naruto membuat Naruto membalasnya dengan tatapan bertanya seperti 'Apa?'

Tatapan mereka bertemu. Mungkin salah satu diantara mereka tidak ada yang sadar jika kini cahaya kecil mulai bersinar didalam Tanda ditelapak tangan mereka, terkurung dan serasa ingin bebas untuk mengeluarkan pancaran cahaya itu tanpa ada yang menghalanginya. Nafas Sasuke tercekat, entah mengapa saat bertemu dengan sibodoh pirang ini ia merasakan sesuatu yang ganjil. Tanpa Ba Bi Bu lagi, Sasuke melangkahkan kakinya menjauh dari tempat Naruto sekarang, meninggalkan Naruto yang masih menatapnya penuh kebingungan.

"Menarik…" satu senyuman terukir dibibir Naruto. Jujur saja ia merasa sosok lelaki tadi sangat menarik. baru pertama kali bertemu mampu membuat sang Naruto menjadi penasaran. Sifat lelaki tadi sangat misterius dan juga mampu membuat jantung sosok pirang ini berdegub kencang padahal ini masih pertemuan pertama kali.

"dia tadi.. berasal dari Klan mana ya?" Naruto terkekeh kecil sambil memegangi bagian Dada kirinya.

"jantungku kenapa begini? jantungku berdetak tidak karuan.. Mata kelamnya membuatku jatuh.. bertemu dengannya, membuatku tidak bisa mengontrol tingkat libido juga beberapa kumpulan kekuatan cakra didalam tubuhku.. haah~" Naruto menghembuskan nafas Frustasi.

"tu—tunggu! Bukankah aku harus cepat?! Huwaa bagaimana ini! Aku bisa terlambat?!" lelaki pirang itu berlari dengan cepatnya menuju kesebuah tujuannya kini –kelas.

.

.

.

.

.

.

.

"Selamat Pagi untuk para murid baru di Konoha senior high school ini.. perkenalkan, Namaku adalah Hatake Kakashi. Dan aku adalah Guru dikelas kalian.. perkenalan diriku cukup sampai disini dulu.. karna aku harus mengenal kalian lebih jauh.. sebutkan nama lengkap kalian beserta nama Klan.." Sosok lelaki bermasker –Kakashi, itu mengeluarkan suaranya agar dapat didengar oleh seluruh murid yang ada dikelas. Seluruh murid yang ada diruangan yang sama kini pun dapat mendengar dengan jelas semua yang disuruh oleh sang Sensei.

"Huwaaa… hosh.. hosh… Maafkan akuh… senseiih.. aku telat ya? Hosh.. hosh.." sosok lelaki berambut pirang tengah membungkukkan badannya dengan tangan yang memegangi lututnya. Nafasnya tampak ngos-ngosan. Sosok pirang itu –Naruto, mulai mengatur nafasnya perlahan lalu tersenyum sambil menggaruk tengkuknya kaku.

"haaah~ hari pertama saja kau sudah telat.. besok jangan ulangi lagi.. sekarang cari tempat kosong untukmu.." Kakashi hanya menggeleng Prihatin sedangkan Naruto hanya nyengir sambil berjalan menuju Bangku kosong yang berada dipojok Kiri dengan sosok yang disebelah bangku kosong itu tengah duduk sambil menatap keluar jendela.

Naruto menarik kursi kosong itu dan mendudukinya. Bahkan bunyi kursi yang tengah berderit ketika ditarik tidak dapat mengalihkan pandangan sosok yang tengah menjadi teman sebangku Naruto.

"Haiiiiiiiii!" Naruto tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya. Cukup sukses, membuat sosok disebelahnya meliriknya. Baik Naruto maupun sosok disebelahnya sama sama membelalakkan matanya terkejut.

"KAU!" Ucap Naruto dan sosok disebelahnya secara serentak.

"mau apa kau duduk dibangku ini? Pindah sana!" Sosok lelaki berambut raven itu –Sasuke, menatap teman sebangkunya tajam.

"pindah? Kenapa jika aku duduk disini? Lagian ini juga kelasku.." Naruto berujar dengan Nada polos yang dibuatnya membuat Sasuke semakin kesal.

"coba kau lihat! Ditempat ini tidak ada bangku kosong lagi…." Naruto menyeringai lebar sambil menopang dagunya dengan telapak tangan kanannya juga tatapan yang tidak lepas dari Sasuke.

Sasuke melirik sekilas, dapat ia lihat ada tanda matahari ditelapak tangan Naruto. Tapi sekarang Sasuke tak ingin mengambil pusing hanya untuk memikirkan lelaki pirang yang menurutnya aneh. "—Dobe.."

Jujur suara Sasuke sangat kecil seperti denguman halus. Tapi bukan Naruto namanya jika tidak bisa mendengar apa yang sudah dikatakan Sasuke tadi. Dengan wajah masam ia hanya mencibirkan bibirnya sambil mendengus " –Teme…" Sasuke hanya diam acuh tanpa mempedulikan Naruto.

"Namaku Naara Shikamaru, aku berasal dari Klan Vampire murni. Terimakasih…"

Sosok lelaki berambut nenas memperkenalkan dirinya sebentar lalu membungkuk hormat dan mulai membaringkan kepalanya diatas meja dengan malas.

"Namaku Hyuga Neji. Aku berasal dari Klan Monster air. Terimakasih.." kini giliran sosok lelaki berambut panjang dengan mata lavender yang memperkenalkan diri lalu membungkuk penuh hormat.

"Namaku Sai.. aku berasal dari Klan buaya.. Terimakasih mohon dukungannyaa.." sekarang Sosok lelaki berambut hitam dengan pakaian yang menampakkan perutnya yang rata tengah memperkenalkan diri lalu membungkuk hormat seperti yang lainnya juga.

"Namaku Sasuke uchiha.. berasal dari klan Iblis.. terimakasih." Setelah lamanya perkenalan yang terjadi akhirnya kini giliran Sasuke memperkenalkan dirinya tanpa membungkuk seperti yang lainnya. Naruto hanya melirik Sasuke terkejut. Jadi Sasuke adalah Klan dari Klan yang sudah lama bertentangan dengan Klannya? Naruto hanya melamun meski masih seperti melihat Sasuke.

"Hey KAU! Sekarang giliranmu!" Kakashi berteriak keras membuat Naruto terkejut dan menghentikan aksi melamunnya. Naruto hanya mengeluarkan cengiran konyolnya sambil berdiri dengan Sopannya.

"Namaku adalah Namikaze Naruto! Aku berasal dari klan Malaikat putih.. terimakasih dan mohon dukungannyaaaaa~!" Naruto mengepalkan telapak tangannya sambil mengangkat tinggi tinggi dengan semangat. Tak berbeda jauh dengan Naruto pertama kali, Sasuke sudah membulatkan matanya terkejut. Sedangkan Seluruh murid termasuk kakashi Sensei hanya menatapnya bingung kecuali sosok lelaki berambut hitam yang tersenyum malu-malu melihat Naruto –Sai.

Seluruh kelas hening sebelum Kakashi membuka beberapa buku untuk pembelajaran jurus dan pengaturan tingkat pengeluaran tenaga lalu menerangkannya kepada seluruh murid bimbingannya.

.

.

.

.

.

"hey Sasuke! Kau berasal dari Klan Iblis yaa?" Naruto menatap Sasuke yang tengah membaca buku tebalnya dengan serius.

"apa urusanmu?" Sasuke mendengus kasar sebelum kembali membalikkan lembaran buku tebal bacaannya.

"tidak ada sih.. lagian aku kan pingin tau saja~" Naruto mematuk matukkan jarinya pada meja kayu tempat meja belajarnya kini. Ya, kini mereka tengah mengabiskan waktu istirahat mereka didalam kelas.

"kenapa kau tidak pergi saja? Kekantin atau kemana saja asal berhenti menggangguku.." Sasuke bersuara meski tanpa melirik Naruto yang masih betah menatap wajah Sasuke.

"entahlah.. biasanya setiap jam istirahat ku habiskan dengan memakan ramen dikantin. Tapi, aku rasa jika disini lebih menyenangkan.. –tunggu!" Naruto menghentikan ucapannya sebelum telapak tangan kanannya bergerak menghapus keringat yang mengalir dikening Sasuke Lembut. Membuat Sasuke tersentak tanpa berniat menghalangi perbuatan Naruto terhadapnya. Cahaya dibalik tanda telapak tangan Naruto kembali bersinar kecil tanpa mereka sadari. Sedangkan Sasuke hanya berusaha mati-matian menormalkan detak jantungnya serta reaksi tubuhnya yang tak menentu. 'ada apa dengan jantungku? Kenapa berdetak tak karuan? Ada apa pula dengan reaksi tubuhku? Mengapa aneh begini..' Racau Batin Sasuke

"panas sekali ya? Kau sih.. panas panas baca buku.. lihat tuh! Keringat jadi numpuk dikeningkan, Teme.." Naruto tersenyum lembut sambil menatap Sasuke membuat Sasuke salah tingkah. 'ini baru pertama kali kau bertemu dengannya Sasuke. kenapa dia bisa membuatmu seperti ini? Sadar! Sadar!' Sasuke masih asyik berperang dengan batinnya, mengabaikan Naruto yang tak henti hentinya mengoceh.

"kau kenapa, Sasuke? apa terjadi sesuatu?" Naruto mendekatkan wajahnya pada Sasuke hingga Sasuke dapat merasakan hawa panas menyentuh Kulit wajahnya.

Namun beberapa detik kemudian Sasuke baru menyadari sesuatu. "hn. Aku baik baik saja!" Sasuke mendorong kecil bahu Naruto membuat jarak mereka kembali menjauh.

"hey.. padahal aku sdang mengkhawatirkanmu tapi kau malah membalasnya jutek seperti itu…" Naruto melipatkan kedua tangannya didepan dada kesal.

"aku tidak butuh.." Sasuke mendengus kecil sambil melirik sibodoh pirang disebelahnya.

"tapu wajahmu memerah!" Naruto menunjuk wajah Sasuke dengan jari telunjuknya sedangkan wajahnya didekatkannya kewajah Sasuke menatap penuh selidik.

"bu—bukan apa apa!" Sasuke mendorong wajah Naruto menjauh dengan telapak Tangan kanannya membuat Wajah Naruto terdorong menjauh.

"yaah.. kasar sekali sih kau, teme…" Naruto mengusap wajahnya kasar. Tapi beberapa detik kemudia ia tersenyum sambil mengusap lembut wajahnya ketika melihat bibir Sasuke seperti sedang tersenyum kecil.

Jauh dari kegiatan dua sosok itu, ada Sosok yang tengah duduk diujung kanan hanya melihat dua sosok yang tengah salah tingkah itu dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Namikaze Naruto~" ia bergumam sebentar sebelum beranjak pergi keluar dari kelas meninggalkan dua sosok tadi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Hari sudah larut, seluruh murid sudah pulang ketika pelajaran sudah selesai pada waktunya. Termasuk sosok lelaki berambut Raven yang tengah mengunyah makanannya pelan. Ya kini sosok itu tengah makan bersama diruang makan kerajaan Hell Devil. Tak henti hentinya Sasuke teru memikirkan lelaki pirang yang berhasil membuat perasaannya campur aduk seperti ini.

"Ayah?" Sasuke menatap sosok lelaki dihadapannya yang tengah melahap makanannya secara perlahan.

"Hn" jawab sang ayah tanpa menolehkan wajahnya menatap sang anak.

"kenapa kekuatanku tidak dapat berfungsi ketika aku mengeluarkannya untuk menyerang seseorang lelaki disekolahku?" Sasuke bertanya dengan berhati-hati sambil sedikit membasahi tenggorokannya dengan air putih yang sudah ada didalam gelas krystalnya.

"siapa lelaki yang membuat kekuatanmu terkunci karenanya hanya karna kau menyerangnya, Sasuke?" Akhirnya sang Ayah menatap Sasuke dengan tatapan menyelidik membuat Sasuke semakin gugup.

"Di—Dia Namikaze Naruto, ayah. Berasal dari Klan White Angels. Yang ku tahu jika kita menyerang seorang White Angels sekalipun kekuatan kita tetap akan bisa keluar. Tapi kenapa ketika menyerangnya kekuatanku malah tersegel sendiri hanya untuknya seorang? Dan dia juga tampak aneh dengan tanda matahari yang ada ditelapak tangan kanannya…" Sasuke menatap sosok sang ayah dengan tatapan meminta jawaban pasti. Sedangkan sang ayah hanya tersedak sambil memukul Dadanya pelan.

"Jadi ayah… menurut ayah bagaimana dengannya? Kenapa dia bisa melakukan itu kepadaku? Bahkan ketika bersamanya aku tiba tiba saja menjadi seperti sosok lemah tak berdaya.. aku tidak suka.." Sasuke masih mengoceh tanpa memperdulikan tatapan misterius dari sang Ayah.

Sasuke masih melanjutkan ucapannya "—Tapi meski begitu kenapa jantungku berdetak ketika bersamanya? Tubuhku merasa aneh! Cakraku juga tidak terkontrol.. bagimana bisa ayah…" Sasuke manatap Sosok sang ayah –Fugaku, dengan tatapan meminta kepastian.

"tentang itu.. ayah juga tidak tahu, Sasuke. ayah sudah selesai, ayah akan pergi kekamar terlebih dahulu.." Sosok sang ayah meninggalkan ruangan makan terlebih dahulu meninggalkan Sasuke yang menatapnya heran. Sosok sang ayah yang tengah memunggungi Sasuke sambil berjalan dan menjauh dari tempat Sasuke hanya tersenyum pelan.

'Minato..Anakku telah bertemu dengan anakmu.. Aku rasa ini awal untuk kita, anak kita.. dan semua tentang kita…' Batin sosok ayah Sasuke –Fugaku, sambil tersenyum puas.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"AYAH!" sosok lelaki pirang –Naruto, tengah berteriak membuat sang ayah yang sedang memakan dorayaki terkejut lalu tersedak membuat sang ayah menepuk dadanya pelan. Naruto dan sang ayah kini tengah berada diruang keluarga. Membuat mereka bisa bertingkah bebas tanpa melakukan hal yang formal.

"aish.. ada apa Naruto? Kau membuat ayah tersedak tau!" Sang ayah memukul kepala Naruto pelan membuat Naruto meringin kecil.

"aku Cuma ingin Tanya ayah! Bagaimana rasanya jatuh cinta?" Naruto senyum senyum tidak jelas membuat sang ayah menggaruk tengkuknya kaku.

"rasanya itu… Jantungmu berdetak kencang dan tidak karuan.. (*tiba tiba teringat sosok lelaki dimasa lalu) juga, tubuhmu terasa aneh ketika berdekatan dengannya.. (*teringat saat berciuman dengan sosok lelaki dimasa lalu) yaa.. begitulah~" sang ayah –Minato tersenyum malu-malu sambil terkikik Geli.

"aku merasakan semuanya! Padahal aku baru pertama kali bertemu dengannya tadi! Jantungku tidak karuan, tubuhku penuh dengan reaksi aneh.. cakraku mengalir tidak karuan.. aku merasakannya ayaaah!" Naruto kembali mengeluarkan cengiran konyolnya sedangkan Minato tersenyum jahil.

"hayoo~ sama siapa putraku jatuh cinta heum?" Minato melirik Naruto yang tengah menggaruk pipinya kaku.

"dia berbeda dari klan kita.. aku takut cintaku padanya tidak akan direstui. Namanya Sasuke uchiha, dia berasal dari klan Hell Devils.. dia juga memiliki tanda bulan sabit di telapak tangan kirinya. Entah kenapa aku rasa ia sama denganku.. aku juga merasa ada suatu ikatan yang membuatku menjadi tertarik padanya, ayah…" Naruto menghentikan ucapannya sambil menghembuskan nafas lega. Tidak mempedulikan Minato yang tengah membatu dengan wajah yang terkejut luar biasa.

"jadi.. Ayah, Bagaimana ini?" Naruto menatap Minato dengan tatapan harapan yang tinggi. Lagi-lagi, Minato hanya menggaruk tengkuknya kaku.

"heum.. anu.. Naruto. Ayah kekamar dulu ya? Tiba-tiba ayah menjadi mengantuk begini…" Minato segera berjalan meninggalkan Naruto yang sedang kebingungan melihat Tingkah Sang Ayah.

'Fugaku.. mereka sudah bertemu.. apa ini awal dari semuanyaa…?'

.

.

.

.

.

.

.

.

.

T.B.C

REVIEWNYA JANGAN LUPA^^ … MAAF SEDIKIT GAJE SOALNYA HEHE.. YAAA KURANG MUDENG JUGA :v ..

SEKALIAN SAYA SEORANG PEREMPUAN^^ BUKAN SEORANG LELAKI^^ SEKALI LAGI, SAYA SEORANG PEREMPUAN.. BUKAN SEORANG LELAKI^^

TAKUTNYA SALAH.. HEHE..

SAYA PECINTA NARUSASU HARD! BOBOIFANG HARD! DAN LAIN LAIN ASAL UKENYA TSUNDERE GITU :3

CUMA MAU BILANG ITU AJA SIH XD

FB : JOYERS CHOJONGWOO MINXIAN

ARIGATOU GOZAIMASU^^