"APA AKU HARUS MEMBENTURKAN BATU KE KEPALAMU AGAR KAU BISA TENANG?!"

Chanyeol bangkit dan memandang ke sekelilingnya mencari suatu benda yang untuk memukul Baekhyun. Hingga pandangannya terhenti pada satu buah balok kayu yang tergeletak tak jauh dari tempatnya berada. Sepertinya kayu itu sudah digunakan oleh Sehun dan Kai untuk memukuli Baekhyun.

BUGH!

"AKH!"

Kayu itu berbenturan dengan kepala Baekhyun cukup kencang. Baekhyun meringis kesakitan bukan main. Namun Chanyeol justru memukulinya di bagian tubuh yang lain.

Suara benturan benda tumpul itu menggema ke seluruh ruangan bercampur dengan isak pilu dari seorang Byun Baekhyun. Hingga cukup lama penyiksaan itu berlangsung, Baekhyun memutuskan untuk menahan kayu itu dengan tangannya dan menatap penuh harap pada Chanyeol.

"A-apa.. hh.. yang k-kau inginkan? A-aku.. sudah tidak sangguph.. hh. A-akuh.. akan melakukan apapun.."

"Kau sudah mengerti sekarang? Apa aku harus memukulimu seperti tadi agar kau mau memenuhi apa yang aku inginkan?" Nafas Chanyeol terengah. Ia cukup lelah mengerahkan tenaganya untuk memukuli tubuh Baekhyun.

.

.

.


-oOo- ABUSE -oOo-


.

.

.

Author:
Yuta CBKSHH

Title:
ABUSE (CHANBAEK)

Main Cast:
Park Chanyeol
Byun Baekhyun

Support cast:
Oh Sehun a.k.a Sehun
Kim Jong In a.k.a Kai
And others cast (EXO's members)

Rating:
M ++

Genre:
Crime, Angst, Drama, Hurt/Comfort

Length:
CHAPTERED

Disclaimer:
Fanfict yang terinspirasi dari kisah nyata siswi Jepang "Junko Furuta" yang disiksa oleh beberapa pemuda hingga tewas. Disini Yuta ga bikin salah satu cast sampe tewas ya, tapi mengarah pada cinta yang tumbuh seiring penyiksaan itu dilakukan. FF ini ditulis oleh Yuta sendiri dan tanpa dibantu oleh siapapun. Plot cerita dari 'pemikiran tiba-tiba' yang terlintas di otak Yuta. Cerita ini tidak memplagiat cerita dari orang lain atau cerita manapun. PLAGIARISM ISN'T MY STYLE! NO COPAST! NO PLAGIAT! Semoga kalian suka dan bisa menerima cerita ini dengan baik ^^

Warning:
BL-BoysLove / YAOI / SHOUNEN-AI / HUBUNGAN SESAMA JENIS. KEKERASAN (HANYA UNTUK HIBURAN, BUKAN UNTUK DICONTOH). MATURE CONTENT INSIDE! NC-21! DLDR! DO NOT BASH BUT KRITIK ATAU SARAN SANGAT DI PERBOLEHKAN. ENJOY IT!

Summary:
[YAOI! ABUSE! CRIME! NC-21!] Entah darimana perasaan benci itu muncul. Tiba-tiba tangan ini sangat ingin menyiksamu, menciptakan beberapa luka hingga banyak darah yang mengalir. Tangisanmu adalah nada indah bagiku. Hingga aku tak menyadari datangnya suatu hal yang fatal... yaitu cinta. (CHANBAEK) Slight KaiBaek HunBaek! RnR!

Backsong:
The Veronicas - You Ruin Me

- HAPPY READING -

.

.

.

Day 2

Pagi menjemput mereka kembali. Kali ini, Chanyeol yang lebih dulu bangkit dari tidurnya. Duduk tepat di samping tubuh lemah Baekhyun dengan sebatang rokok favoritenya. Ia tutupi tubuh Baekhyun menggunakan seragam sekolahnya kembali. Kulit Baekhyun yang semula mulus kini banyak terdapat luka memar yang semalam ia ciptakan.

Baekhyun semakin tampak indah dengan luka memar di mata Chanyeol. Sangat indah.

Tak selang beberapa lama, ia melihat kedua kawannya datang melalui pintu depan. Membawa sosok lelaki yang pingsan ke dalam Kamar kosong yang berada di Rumah kecil itu. Chanyeol tak tahu siapa lelaki yang mereka bawa, ataukah mereka ingin melakukan hal yang sama pada lelaki itu seperti apa ia lakukan terhadap Baekhyun?

"Hey! Siapa yang kalian bawa?!" teriak Chanyeol dari Kamar penyekapan Baekhyun.

"Bukan urusanmu! Lelaki cantik ini adalah santapan untuk kami berdua," jawab Sehun setengah berteriak.

Chanyeol menghela nafasnya kasar. Kemudian ia keluar dari Kamar itu dan tak lupa, ia menyempatkan dirinya untuk mengecup singkat bibir Baekhyun.

"Bodoh!" umpat Chanyeol.

Ia memandang kedua kawannya penuh amarah. Terlebih ketika sepasang bola matanya menangkap sosok lelaki kurus berambut blonde yang tak sadarkan diri berada di dalam gendongan kedua rekan bejatnya ini.

"Kau fikir aku tidak memiliki dendam padanya? Aku sama sepertimu Park Chanyeol. Luhan adalah satu-satunya orang yang menolakku," ucap Sehun.

Flashback

'Kau sudah tahu sejak lama bahwa aku menyukaimu, Byun Baekhyun.'

Dengan mengenakan Hoodie hitam yang menutupi hampir seluruh rambut dan wajahnya, Chanyeol berjalan menghampiri Baekhyun yang nampak sedang terduduk seorang diri di salah satu kursi sebuah Café. Ia perhatikan wajah yang selalu menjadi fantasi liarnya di setiap malam tersebut. Hanya dengan membayangkan wajah manis Baekhyun, ia dapat dengan mudah meraih puncak kepuasannya. Dan apa yang ia lakukan saat ini adalah...

membuat fantasinya itu menjadi nyata.

Ya, ia ingin menjadikan Baekhyun sebagai Kekasihnya. Dan dengan begitu, ia dapat dengan mudah menikmati tubuh indah itu di setiap malamnya. Menjilati tiap inchi permukaan kulit halusnya, melumat dan menggigit bibir itu di tengah rasa nikmat yang ia rasakan ketika menyetubuhinya, dan menempelkan telinganya tepat di depan bibir yang akan mendesahkan namanya dengan putus asa.

Chanyeol meremas kedua tangannya ketika Baekhyun beranjak dari kursinya. Menunjukkan bokong yang cukup sintal, sehingga membuatnya ingin meremas sepasang bongkah empuk itu. Namun akankah semua itu menjadi nyata jika ia hanya berdiam diri dan menyembunyikan segala keinginannya terus menerus seperti ini?

Berakhir dengannya yang membuntuti Baekhyun kemana ia pergi saat ini. Hari sudah menjelang sore, dan ia tak perduli akan hal itu. Tujuannya hanyalah satu, yaitu Byun Baekhyun. Seorang lelaki manis yang sangat ia inginkan.

Baekhyun masih berjalan seorang diri beberapa meter di depannya. Ia nampak sedang berbicara dengan seseorang melalui ponselnya. Namun betapa terkejutnya ia ketika mendapati Baekhyun dihampiri oleh seorang lelaki bertubuh tinggi dengan menggunakan mobil mewah berwarna putih.

Ia masih memperhatikan apa yang dilakukan oleh Baekhyun bersama lelaki itu dari kejauhan. Melihat setiap detik yang digunakan oleh lelaki itu untuk menyentuh setiap inchi tubuh Baekhyun yang masih terbungkus oleh seragam. Mengecup bahkan melumat bibir yang seharusnya menjadi miliknya.

Tidak.

Lelaki itu tidak berhak menyentuh dan mencium Baekhyun.

Baekhyun adalah miliknya. Ialah yang seharusnya berada di posisi lelaki itu.

Tidak ingin melihat 'objek fantasi'nya dilecehkan lebih lama lagi, ia memutuskan untuk mengganggu mereka dengan cara menghampiri mereka secara tenang.

"Maaf... telah mengganggu acara kalian."

Tanpa basa basi, Chanyeol mengeluarkan suaranya. Yang mana membuat Baekhyun dan lelaki itu mengakhiri kegiatan mereka.

"Kau memiliki keperluan dengan kami?" tanya lelaki itu menatap Chanyeol tidak suka.

"Aku hanya ingin bertanya. Jalan mana yang harus aku pilih untuk menuju ke Star High School?" Chanyeol menatap datar lelaki itu. Ia bahkan melupakan keberadaan Baekhyun.

"Ah, itu adalah Sekolahku. Kau hanya perlu memutar arah dan berjalan 10 menit untuk tiba di sana."

Kali ini Baekhyun yang bersuara. Ia menggunakan tubuhnya untuk berbicara dengan Chanyeol. Dan Chanyeol merasakan ada sesuatu yang aneh pada diri Baekhyun...

yaitu, Baekhyun bahkan jauh lebih sempurna dari apa yang ia bayangkan selama ini.

"Baiklah, terima kasih."

.

.

.


-oOo- ABUSE -oOo-


.

.

.

"Siapa lelaki yang bersamamu pada sore itu? Kau mengingatnya?"

Baekhyun terbaring lemah, ia hanya mampu mendengar suara Chanyeol di ambang pintu tanpa mampu melihat sosoknya. Ia belum makan selama dua hari, dan selama itu pula Chanyeol menyetubuhinya setiap malam dalam waktu yang cukup lama.

"Hh.. hahh?"

"LELAKI BRENGSEK YANG MENCIUMMU DI SAMPING MOBIL MEWAHNYA!" Chanyeol berteriak. Baekhyun memejamkan kedua matanya erat.

"K.. Kris. Dia Kris."

"Aku melihat semua yang kalian lakukan. Lalu apa yang terjadi setelahnya?"

Baekhyun terdiam. Ia tidak memiliki tenaga untuk mengeluarkan suaranya. Ia benar-benar ingin terlelap saat ini juga.

"APA KAU TULI? AKU SEDANG BERBICARA DENGANMU, BYUN BAEKHYUN!"

"A-aku… lapar."

Tap

Tap

Tap

Chanyeol berjalan mendekat. Ia berdiri tepat di depan wajah Baekhyun yang menempel pada lantai. Memperhatikan wajah pucat milik Baekhyun, namun masih terlihat tetap cantik di matanya.

"Apakah dia adalah Kekasihmu?" Chanyeol memiringkan kepalanya. Baekhyun mengangguk lemah mengiyakan pertanyaan Chanyeol.

"Aku akan memberikan pelajaran untuknya."

Chanyeol menggulung lengan pakaiannya, dan menarik paksa tubuh Baekhyun agar terduduk. Ia kecup bibir Baekhyun dengan nafsu, mengabaikan luka yang telah memenuhi wajah Baekhyun. Ringisan perih yang keluar dari bibir Baekhyun, membuat nafsunya semakin memuncak.

"Hentikanhh. A-aku… tidak memiliki tenaga lagi," Baekhyun bergumam ketika Chanyeol menghisap lehernya, ia menahan tangan Chanyeol yang hendak meraih kemaluannya. Ia tak yakin mampu bertahan jika Chanyeol terus memaksanya untuk melayaninya.

"Aku sudah menyiapkan makanan untukmu, kau tidak perlu khawatir."

Chanyeol tersenyum. Ia mengeluarkan sebuah roti manis dari dalam saku celananya. Memberikannya pada Baekhyun dan membiarkan Baekhyun menikmati makanannya. Dan hanya dalam 1 menit saja, Baekhyun berhasil menghabiskan roti itu. Ia benar-benar lapar.

"Kau… haus?" tanya Chanyeol. Baekhyun mengangguk cepat.

"Kau boleh meminum air seniku jika kau mau. Aku tidak memiliki persediaan air."

Baekhyun terkejut bukan main. Chanyeol sudah benar-benar gila. Lelaki ini sama sekali tak memiliki belas kasih terhadapnya.

"Kau keberatan? Atau aku harus meminum air senimu terlebih dahulu agar kau percaya jika semua akan baik-baik saja?"

Chanyeol hendak menempatkan wajahnya di antara selangkangan Baekhyun, namun Baekhyun menahannya dan menatap Chanyeol penuh kebencian.

"Kenapa? Aku hanya ingin menikmati segala sesuatu yang ada di tubuhmu, Byun Baekhyun," Chanyeol tertawa miring.

"Kau… gila!"

"Aku tak perduli. Lebih baik diam, atau aku akan mencambukmu?"

Baekhyun terdiam seketika setelah mendengar kalimat yang Chanyeol lontarkan. Membiarkan tangan besar Chanyeol mengocok perlahan kemaluannya, dan menghisapnya dengan lembut hingga air seni itu keluar.

Tubuh Baekhyun ambruk. Ia tak mampu menahan sapuan lembut lidah Chanyeol pada ujung kejantanannya, hingga ia mengeluarkan air seni yang ia tahan selama dua hari ini. Cukup deras dan seluruhnya masuk ke dalam goa hangat milik Chanyeol. Tanpa merasa jijik, Chanyeol meneguknya bagaikan sedang meminum soda.

"Manis. Seperti pemiliknya. Kau sangat manis."

Nafas Baekhyun terengah-engah. Chanyeol seperti orang yang tidak waras! Bahkan lebih dari itu.

"Lalu apa yang harus aku lakukan selanjutnya?" ejek Chanyeol setelah melihat kondisi Baekhyun yang nampak sedang bergairah.

"Memasukkan milikku ke dalam lubangmu berkali-kali hingga kau jatuh pingsan? Bukankah itu terdengar menyenangkan?"

Ya, menyenangkan bagi Chanyeol tetapi tidak bagi Baekhyun. Ia benar-benar haus, dan ia tak sudi jika harus meminum air seni milik si keparat ini.

"Beri aku air minum. Aku berjanji akan menuruti semua keinginanmu setelahnya," Baekhyun menahan rasa amarah dan rasa sedihnya. Semua ini ia lakukan untuk keberlangsungan hidupnya.

Chanyeol langsung berjalan menuju ke arah satu lemari kecil yang berada di sana, dan Baekhyun baru menyadari jika ternyata di sanalah Chanyeol menyimpan sedikit bahan makanan dan beberapa botol minuman.

"Aku hanya memiliki ini, minumlah. Aku tidak mungkin membiarkanmu mati secepat ini."

Baekhyun hendak merangkak, namun Chanyeol merasa iba dan menghampiri Baekhyun. Membuka botol minuman itu untuk Baekhyun, dan mengusap rambut Baekhyun ketika Baekhyun sedang minum. Baekhyun bagaikan binatang peliharaan milik Chanyeol.

Sedangkan Baekhyun, ia merasa hidupnya terselamatkan. Ia mendapati kembali tenaganya yang kian menyusut setiap harinya karena ulah Chanyeol. Senyuman tak dapat ia sembunyikan dari wajah cantiknya. Meminum sebotol air mineral membuatnya dapat bernafas dengan lega walaupun hanya sesaat.

"Sudah puas?"

Suara Chanyeol mengingatkan Baekhyun jika dirinya sedang berada di dalam Neraka. Mau tak mau ia harus memenuhi janji yang baru saja dibuatnya pada Chanyeol. Janji bahwa dirinya harus melakukan apapun yang Chanyeol inginkan. Ini adalah suatu kemenangan besar bagi Chanyeol.

"Kai... Sehun... Kau bisa membantuku?" Chanyeol menoleh ke arah pintu. Dan tak lama kemudian, sosok Kai dan Sehun muncul dari sana.

"Kau tahu kami selalu siap," jawab Kai.

"Apa yang harus kami lakukan kali ini?" tanya Sehun.

Chanyeol tersenyum dan memegang kedua bahu telanjang Baekhyun dengan tangan besarnya, lalu ia tatap mata Baekhyun cukup lama.

"Ikat dia di kursi kayu itu dan pasangkan pencekik untuk lehernya. Gunakan ikat pinggangku dan pastikan ikatan yang melilit tubuhnya terasa nikmat untuknya dan juga untukku."

Nafas Baekhyun tercekat setelah mendengar perintah Chanyeol pada kedua kawan bejatnya tersebut. Namun tak sempat ia berontak, tubuhnya lebih dulu dikuasai oleh Kai dan Sehun. Dirinya didudukkan di sebuah kursi kayu yang terdapat di sudut Kamar, lalu kedua tangannya diikat oleh tali tambang yang entah berasal dari mana.

Sehun menahan wajah Baekhyun untuk mendongak, sedangkan Kai memasangkan ikat pinggang milik Chanyeol pada lehernya. Baekhyun mulai menangis, terlebih ketika Chanyeol berdiri tepat di depannya.

Baekhyun memejamkan kedua matanya tak ingin melihat kejantanan Chanyeol yang sudah mengacung tegak. Ikatan di lehernya ini cukup menyiksanya. Ia sedikit kesulitan untuk bernafas dan bersuara.

"Kalian boleh meninggalkan kami. Aku ingin menikmatinya hingga aku terkulai lemas," ucap Chanyeol pada Kai dan Sehun.

"Baiklah. Kami akan beristirahat kalau begitu," ucap Kai dan diangguki oleh Sehun.

Chanyeol menunggu kedua kawannya benar-benar keluar dari Kamar tersebut. Kemudian ia kembali memandangi Baekhyun yang sudah terikat kuat di depannya, lalu satu tangannya terangkat untuk memegang kejantanannya sendiri. Ia mengocoknya perlahan sebagai pemanasan. Entah kenapa miliknya terasa gatal hanya dengan melihat 'objek fantasi' nya tersebut. Ia tak bisa menahan nafsunya sendiri saat tengah berhadapan dengan Baekhyun.

"Kenapa kau menutup matamu? Aku kira ini adalah pertunjukkan yang menarik," goda Chanyeol. Ia masih mengocok miliknya sendiri agar benar-benar tegang secara sempurna.

Chanyeol maju satu langkah. Tangannya bersiap-siap untuk menampar Baekhyun agar mau melihatnya. Dan dua tamparan keras berhasil ia layangkan untuk Baekhyun. Dengan isakan tangisnya, ia memaksakan dirinya untuk melihat apa yang tengah Chanyeol lakukan.

"Hiks... kau! Kau seorang Psikopat!" bentak Baekhyun.

Namun Chanyeol tak perduli. Ia justru membawa Baekhyun pada ciuman kasarnya dan ia terduduk berhadapan dengan Baekhyun. Dengan Baekhyun yang berada di atas pangkuannya. Sehingga kejantanannya bersinggungan langsung dengan bokong telanjang Baekhyun.

"Aku merasa lebih intim denganmu jika seperti ini. Kau menyukainya?" bisik Chanyeol.

Ia menempatkan tangan Baekhyun yang terikat untuk melingkar pada lehernya dan ia pagut kembali bibir basah itu.

Chanyeol terlihat sangat menikmati perbuatannya. Sedangkan Baekhyun merasakan sakit yang mendalam pada tubuh dan juga hatinya. Chanyeol sungguh telah menyiksanya. Dan ini semua sangatlah menyakitkan untuknya.

Baekhyun bergumam kesakitan disela ciuman panasnya dengan Chanyeol. Pasalnya Chanyeol mulai meremas-remas bokongnya dengan kuat dan menamparnya sesekali. Meninggalkan rasa perih dan sedikit panas.

Hingga Baekhyun menjerit tertahan kala Chanyeol mulai melesakkan kejantanan besarnya kembali ke dalam lubang miliknya. Chanyeol melepaskan ciuman mereka untuk menggeram nikmat, sedangkan Baekhyun memeluk erat leher Chanyeol dan terpejam menangis.

Tubuh Baekhyun mulai terhentak-hentak seiring dorongan-dorongan yang dilakukan oleh Chanyeol. Chanyeol seperti orang yang kesetanan, ia menyetubuhi Baekhyun dengan cepat dan kasar. Tak tahukah ia jika Baekhyun merasakan nyeri yang luar biasa karena semua kelakukan bejatnya ini?

"Arghh ahh katakanhh ahh pada Krishh ji-jika aku sudah merusakmu," ucap Chanyeol dengan desahannya.

Bosan dengan posisi itu, Chanyeol mengangkat tubuh Baekhyun tanpa melepaskan penyatuan mereka. Ia mendudukkan dirinya di lantai, sedangkan Baekhyun mendudukki kejantanannya yang tenggelam dalam di dalam lubang nikmat itu.

Dengan susah payah Baekhyun menaik turunkan tubuhnya untuk memuaskan Chanyeol dan segara mengakhiri penderitaannya. Namun tak cukup bagi Chanyeol, karena nyatanya Chanyeol terus memaksanya untuk bekerja keras.

Ia sudah tak sanggup lagi. Ia ambruk di atas tubuh kekar Chanyeol dan menopangkan wajahnya pada dada Chanyeol dengan nafas yang terengah-engah. Tubuhnya seakan mati rasa, dan ia meminta sedikit waktu untuk beristirahat pada Chanyeol. Semua ini sungguh melelahkan dan menyakitkan.

"Aku menyukaimu dirimu yang seperti ini," ucap Chanyeol. Ia usap punggung telanjang Baekhyun dan menjilati telinga Baekhyun yang masih berada di pelukannya.

Dirinya bagaikan seekor srigala buas yang haus akan daging segar untuk meraih kepuasannya. Memanfaatkan seekor tupai kecil dengan melakukan berbagai cara, agar ia dapat menikmati tubuh kecil tersebut tanpa terlewat sedikitpun.

"Kali ini biar aku yang bekerja, aku tak ingin menunggu terlalu lama."

Dengan cepat Chanyeol membanting tubuh Baekhyun ke lantai kayu yang menjadi alas mereka, lalu menggerakkan kembali pinggungnya untuk menyetubuhi Baekhyun. Tak lupa ia tarik ikat pinggang yang melilit di leher Baekhyun, hingga Baekhyun tercekik sedikit kuat. Ia tahu bahwa Baekhyun tak benar-benar kesakitan, karena dengan cara ini Baekhyun mendapatkan kenikmatan yang berkali lipat.

Chanyeol menjilat bibirnya sendiri memperhatikan miliknya yang keluar masuk di lubang Baekhyun. Tubuhnya mulai berkeringat, begitupun dengan Baekhyun. Namun ia tak merasakan adanya tanda-tanda orgasme. Ia masih menikmati tubuh indah yang telah ternodai oleh lukisan memar-memar tersebut.

"Aaahhh~"

Chanyeol mendesah dan mendongakkan kepalanya. Mengabaikan rontaan dan penderitaan Baekhyun. Objek fantasinya kini menjadi nyata. Ia merasa sangat bangga bisa menjadikan mimpi-mimpi di setiap malamnya itu terasa sangat nyata.

Chanyeol melirik ke arah Baekhyun dan sedikit mengejutkan, siswa cantik ini ternyata jatuh pingsan. Namun tak menyurutkan semangatnya untuk meraih kenikmatannya malam ini. Ia telah berjanji untuk menyetubuhi Baekhyun hingga dirinya terkulai lemas.

Bahkan ia tak perduli jika ada bercak darah yang keluar dari lubang Baekhyun akibat penetrasinya yang berlebihan. Ia tahu bahwa ia telah berlebihan, namun apa yang perlu dikhawatirkan? Pada akhirnyapun, tubuh ini akan ia hancur leburkan hingga tak tersisa. Hanya menunggu waktu saja untuk mewujudkan semua angannya.

Tidak terlalu sulit bukan?

.

.

.

.

.

.

To Be Continued...

.

.

.

.

.

.

Pendek aja, gausah panjang-panjang. Biar greget :"D *digampar

Ok, ini baru hari kedua. Dan Baekhyun udah terkapar(?)

Di Chapter ini, baru ada sedikit Flashback. Nanti di Next Chapter, bakalan Yuta jelasin lebih rinci lagi.

Maaf kalo ada yang gasuka dengan tema FF ini. Monggo langsung di close tab aja :)

Bagi yang mau lanjut dan masih sanggup bacanya, jangan lupa review yaa~

Yuta tunggu~ Terima Kasih..

사랑해 쀵! :*